Pelat Beton Bertulang
Dasar-dasar Struktur Pelat
Dasar-dasar Struktur Pelat
Pelat
Pelat strukturstruktur bidang datar bidang datar , yang, yang semulasemula bidang tengah (Midplane)bidang tengah (Midplane)
-nya datar
-nya datar dan setelah mengalami beban dan setelah mengalami beban tegak lurustegak lurus padanya padanya
akan mengalami
akan mengalami lenturanlenturan
Asumsi dan syarat-syarat a.l.: Asumsi dan syarat-syarat a.l.:
-- deformasi ke arah sb. z kecil (<< h) deformasi ke arah sb. z kecil (<< h)
-- material bersifat homogen, isotropik, material bersifat homogen, isotropik,
linier elastik
linier elastik
-- memenuhi asas Bernoulli dan memenuhi asas Bernoulli dan a!iera!ier
Y Y X X Z Z b b a a -- h << a dan b h << a dan b h h ½ h ½ h ½ h ½ h
-- Beban tegak lurus pada bid. tengah Beban tegak lurus pada bid. tengah
atau berupa momen
atau berupa momen
q q
Bidang
Bidang ""engahengah (Midplane) (Midplane)
Dasar-dasar Struktur Pelat
Dasar-dasar Struktur Pelat
Batas tepi pelat#
Batas tepi pelat#
-- garis lurus garis lurus
-- garis lengkung garis lengkung
-- kombinasi garis lurus dan garis lengkung kombinasi garis lurus dan garis lengkung
Pelat 1 Pelat 1 Pelat 3 Pelat 3 Pelat 2 Pelat 2 Pelat 4 Pelat 4 Pelat 5 Pelat 5
Dasar-dasar Struktur Pelat
"umpuan pelat (boundary condition) - tanpa tumpuan (tepi bebas)
- tumpuan sederhana (sendi, rol) - tumpuan $epit "umpuan %epit "anpa "umpuan ("epi Bebas) "anpa "umpuan ("epi Bebas) "umpuan &ederhana (&endi atau 'ol)
Dasar-dasar Struktur Pelat
Persamaan eferensial untuk Pelat yang mengalami lentur #
K
q
dy
w
d
dy
dx
w
d
dx
w
d
= + + 4 4 2 2 4 4 4q = beban merata ada elat
! = erindahan dalam arah sumbu Z "# lendutan elat$ % = &'nstanta &e&a&uan lentur elat
( = m'dulus elastisitas bahan
ν = P'iss'n)s *ati'
$
1
"
12
3υ
− ⋅ = h E K Persamaan eferensial Parsial "ingkat Dasar-dasar Struktur Pelat
*nalisis &truktur Pelat# +. ksak*nalitis#
Penyelesaian Persamaan eferensial dengan memperhatikan syarat-syarat batas (Boundary onditions).
hanya dapat dilakukan untuk keadaan yang sederhana (beban
merata, geometri sederhana, tumpuan seragam tidak kompleks)
kurang sesuai untuk kebutuhan praktis
/. ara Pendekatan#
Metoda ini didasarkan pada prinsip/ mekanik# 0irtual 1ork dan "enaga Potensial lastik Minimum
/.+ Pendekatan dengan diskretisasi
a. Metoda Beda 2ingga (Finite Defference Method) b. Metoda lemen 2ingga (Finite Element Method)
Penyelesaian Metoda ini pd umumnya menggunakan cara numerik /./ Metoda pendekatan dg fungsi pendekatan global
Dasar-dasar Struktur Pelat
Metode *nalisis &truktur Pelat pada Peraturan Beton#
4ntuk kebutuhan praktis, di dalam Peraturan Beton diberikan cara pendekatan untuk analisis pelat dalam bentuk tabel, koefisien, atau metoda hitungan yang sederhana.
+. "abel 5oefisien Momen (PB6 +78+)
+'nt'h: l x l y l y / l x ,l x = 1 q l x2 / 30 4 0 54 ,t x = - 1 q l x2 / 30 4 0 54 ,l y = 1 q l x2 / 43 4 51 5 1 ,t y = - 1 q l x2 / 43 4 51 5 5 1 11 ... 15 ... 10 .... 25
"abeliagram lain yang dapat digunakan#
Tabel Mc Arthur
Pelat Beton Bertulang
Pelat Beton Bertulang
Struktur Pelat Satu Arah
i&a erbandinan an6an7lebar 2 terenuhi elat satu arah
Pelat Beton Bertulang
/. &istem pelat 4* arah#
- plat yang ditumpu pada sisinya, dengan perbandingan pan$anglebar ≤ /
l
p1 p2
p1 / l ≤ 2 p2 / l ≤ 2
Pelat Beton Bertulang
Struktur Pelat Dua Arah
i&a erbandinan an6an7lebar
≤ 2 terenuhi elat dua arah
Pelat Beton Bertulang
Struktur Pelat Dua Arah
8lat Plate
"Pelat 9atar$
Pelat Beton Bertulang
Pelat Beton Bertulang
Struktur Pelat Dua Arah
a;;le <lab
"Pelat a;;le$
Pelat Beton Bertulang
Struktur Pelat Dua Arah
8lat <lab7antai
+enda!an
Pelat Beton Bertulang
Struktur Pelat Dua Arah
Cara pendekatan untuk analisis pelat dua arah:
- Metoda Perencanaan 9angsung (Direct Design Method ) - Metoda 'angka ki!alen (Equivalent Frame Method )
,et'da
<emi (lasti&
Pelat empat persegi pan$ang, ditumpu pada keempat sisinya oleh balok sangat kaku atau dinding geser.
:leh beban !ertikal pelat melendut membentuk cekungan.
*pabila sudut/nya tidak monolit dengan tumpuannya, daerah sudut akan terangkat. istribusi momen pada pelat tergantung pada kekakuan relatif komponen struktur tumpuan (balok) terhadap plat yang ditumpunya.
,et'da lain:
Pelat Beton Bertulang
Struktur Pelat Dua Arah
4ntuk la$ur *B (pan$ang p) dan la$ur (pan$ang l) berlaku; 4
$
"
304
5
p
w
I
E
c o AB AB⋅
=
∆
4$
"
304
5
l
w
I
E
c o DE DE ⋅ = ∆9endutan satu titik harus sama, $adi# ∆ *B ∆
5arena =u = *B> = maka# 4 4 4 4 4 4 $ " $ " l p p w w dan l p l w w AB u DE u + = + =
Aa arti un&aan ini@@@
o c n u
I
E
l
w
"
$
4304
5
=
∆
itin$au la$ur *B dan pada masing/ tengan bentang pan$ang dan lebar.
9endutan balok sederhana di tengah bentang akibat
Pelat Beton Bertulang
Metoda Perencanaan Langsung
Metoda ini boleh digunakan sebagai cara pendekatan untuk analisis struktur pelat lantai beton#
- dengan atau tanpa balok-balok pendukung
- dengan beban !ertikal (beban gra!itasi, 9 dan 99) terbagi merata - yang mempunyai denah teratur dan memenuhi syarat-syarat sbb.#
(+) terdapat 3 atau lebih bentang dalam setiap arah
(/) Panel pelat berbentuk empat persegi pan$ang, dengan perbandingan sisi pan$ang dan sisi pendek (diukur dari pkp tumpuan) ≤ /
(3) Pan$ang bentang yang berdekatan (diukur dari pkp tumpuan) dalam setiap arah, tidak boleh berbeda lebih dari +3 bentang terpan$ang. () Posisi kolom (pada sistim pelat tanpa balok) boleh meyimpang dari
sumbu-sumbu kolom terdekat maksimum se$auh +?@ dari pan$ang bentang dalam arah peyimpangan.
Pelat Beton Bertulang
Metoda Perencanaan Langsung
(A) beban hidup tidak melebihi / beban mati (kecuali $ika 99 yang sama besar beker$a pada seluruh sistem plat pada =aktu yang bersamaan). (8) 'edistribusi momen (&6 ?3--/??/ ps. +?.) tidak berlaku
(C) %ika terdapat balok-balok pendukung pada semua sisinya, kekakuan relatif balok dalam dua arah yang saling tegak lurus harus memenuhi#
-. 5 2 . - 2 1 2 2 2 1 ≤ ⋅ ⋅ ≤ l l
α
α
Persyaratan ini tida& restri&ti; 7 mutla&.
%ika persyaratan tersebut di atas tidak terpenuhi hendaknya digunakan metoda portal eki!alen (Equivalent frame method).
Pelat Beton Bertulang
Metoda Perencanaan Langsung
alam metoda ini digunakan rangka portal idealisasi yang diperoleh dengan pemotongan fiktif !ertikal pada seluruh bangunan di sepan$ang garis tengah antara kolom-kolom.
A!"#A P$TAL %D&AL%SAS%
*nalisis struktur dilaku-kan pada rangka portal idealisasi, yg terdiri dari balok/ atau plat
eki!alen dan kolom/. %adi pelat ditin$au
sebagai bagian dari balok-balok pada
Pelat Beton Bertulang
Metoda Perencanaan Langsung
LA'( #$L$M DA! LA'( T&!"A)
l 1 = an6an anel ada
arah m'men yan ditin6au l 2 = an6an d arah tea&
lurus l 1
l n = bentan bersih "6ara& antar mu&a &'l'm &eala &'l'm dindin dst.$ dan harus lebih besar dari 5 l 1.
X Y
Panel yan ditin6au dalam menhitun ,' untu& arah melin-tan banunan "sb.y$
Pelat Beton Bertulang
Metoda Perencanaan Langsung
M$M&! STAT%S T$TAL T&*A#T$ Mo
5arena simetris maka momen dan gaya geser di seluruh tepi segmen terpotong bernilai sama.
%ika pada u$ung/ * D B tidak terdapat tahanan, panel plat dapat dianggap sebagai balok dengan tumpuan sederhana dalam arah bentang l n.
Pelat Beton Bertulang
Metoda Perencanaan Langsung
M$M&! STAT%S T$TAL T&*A#T$
ari EB ini dapat dihitung Mo sbb.#
(
) ( ) (
) ( )
41 1 1 2 2 1 1 2 1 1 2 2 1 n n u n n u ow
l
l
l
w
l
l
l
M
=
⋅
⋅
⋅
−
⋅
⋅
⋅
0
2 1 2 n u ol
l
w
M
=
⋅
⋅
&elan$utnya Mo didistribusikan ke tumpuan dan ke lapangan menurut nilai banding kekakuannya#
(
A B)
oM
M
M
M
=
+
12+
,A , ,+Pelat Beton Bertulang
Metoda Perencanaan Langsung
D%ST%B(S% M$M&! T$TAL T&*A#T$ Mo
P** *'*2 9:F6"46*9 (*'*2 B"*F GF 6"6%*4)
(+) Bentang dalam# - Momen terfaktor negatif ?,AC . Mo
- Momen terfaktor positif ?,3C . Mo
Bentang dalam
(/) Bentang tepi (u$ung)# Mo didistribusikan menurut "abel +3 &6-?3--/??/ sbb.#
Pelat Beton Bertulang
Metoda Perencanaan Langsung
D%ST%B(S% M$M&! T$TAL T&*A#T$ Mo
P** *'*2 9:F6"46*9 (*'*2 B"*F GF 6"6%*4)
(/) Bentang tepi (u$ung)# Mo didistribusikan menurut "abel +3 &6-?3--/??/
Bentang dalam Bentang u$ung
Pelat Beton Bertulang
Metoda Perencanaan Langsung
M$M&! T&*A#T$ PADA LA'( #$L$M:
4ntuk plat interior la$ur kolom harus direncanakan mampu memikul Momen ne-gatif sbb. (dinyatakan dalam @ dari momen nene-gatif terfaktor interior )#
l 2 7 l 1 5 1 2
α1. l 2 7 l 1= B5C B5C B5C
α1. l 2 7 l 1≥1 C B5C 45C
4ntuk plat eksterior la$ur kolom harus direncanakan mampu memikul Momen negatif sbb. (dinyatakan dalam @ dari momen negatif terfaktor eksterior )#
l 2 7 l 1 5 1 2 α1. l 2 7 l 1= βt = βt ≥ 25 1C B5C 1 C B5C 1 C B5C α1. l 2 7 l 1≥1 βt = βt ≥ 25 1C C 1 C B5C 1 C 45C ! c! " c"
I
E
I
E
=
1α
Pelat Beton Bertulang
Metoda Perencanaan Langsung
l 2 7 l 1 5 1 2
α1. l 2 7 l 1= C C C
α1. l 2 7 l 1≥1 C B5C 45C
9a$ur kolom harus direncanakan mampu memikul momen positif sbb. (dinyatakan dalam @ dari momen positif terfaktor)#
M$M&! T&*A#T$ PADA LA'( #$L$M:
M$M&! T&*A#T$ PADA BAL$#:
Balok yang terdapat di antara tumpuankolom harus direncanakan mampu mendukung momen sebesar#
- HC@ momen terfaktor pada la$ur kolom, apabila α1. l 2 7 l 1≥1
- 6nterpolasi linier antara ?@ - HC@ momen terfaktor pada la$ur kolom, apabila ? < α1. l 2 7 l 1 D 1.
Pelat Beton Bertulang
Metoda Perencanaan Langsung
- Bagian dari momen terfaktor negatif dan positif yang tidak dipikul oleh la$ur kolom,
harus dipikul oleh setengah la$ur tengah di sebelah kiri-kanan la$ur kolom ybs. - 9a$ur tengah harus direncanakan mampu mendukung $umlah momen yang
disumbangkan oleh masing/ setengah la$ur tengah yang berdampingan.
M$M&! T&*A#T$ PADA LA'( T&!"A):
M$D%*%#AS% M$M&! T&*A#T$:
- Momen terfaktor negatif dan positif boleh dimodifikasi sebesar +?@, asalkan momen total terfaktor Mo untuk suatu panel dalam arah yang ditin$au tidak kurang
dari $umlah yang disyaratkan, yaitu# 0
2 1 2 n u o
l
l
w
M
= ⋅ ⋅Pelat Beton Bertulang
'ingkasan# Metoda Perencanaan 9angsung
l 2b l 2a #$%&l 2b #$%&l 2b #$%&l 2a #$%&l 2a l 1b l 1a %'l'm luar "e&steri'r$ M 'b 0 2 2 n" u" o" l l w M = ⋅ ⋅ %'l'm dalam "interi'r$ l na Be"an 'erata wua Bentan( )*un( l 2 = - . 5 " l 2 a E l 2 b $ l nb Be"an 'erata wub Bentan( Dala' #$+%&M 'b #$+%&M 'b #$,%&M 'b 9istribusi menurut <FG-3-////-22 Ps.15..3$."2$ 0 2 2 na ua oa l l w M = ⋅ ⋅ M 'a @ @ @ 9istribusi menurut <FG-3-////-22 Ps.15..3$."3$
Lajur Tengah 1/-&l 2b 1/-&l 2b
Pelat Beton Bertulang
&elan$utnya momen Mo yang telah didistribusikan ke arah longitudinal (searah bentang yang ditin$au) tersebut, hasilnya didistribusikan ke arah tran!ersal (pada la$ur kolom dan la$ur tengah) sbb.#
%'l'm luar "e&steri'r$
%'l'm dalam "interi'r$ %'l'm dalam "interi'r$
'ingkasan# Metoda Perencanaan 9angsung
Lajur Kolom 1/-&l 2b 1/-&l 2a
1/-&l 2a
1/-&l 2a
,'men neati; ini didistribusi&an &e arah tranHersal ada la6ur &'l'm menurut <FG-3-////-22
Ps.15..4$."1$I
<isanya ditahan 'leh setenah la6ur tenah &iri dan &anan "dibai seJ. r''rsi'nal$
,'men 'siti; ini didistribusi&an &e arah tranHersal ada la6ur &'l'm menurut <FG-3-////-22 Ps.15..4$."4$I <isanya ditahan 'leh setenah la6ur tenah &iri dan &anan "dibai seJ. r''rsi'nal$ ,'men neati; ini didistribusi&an
&e arah tranHersal ada la6ur &'l'm menurut <FG-3-////-22 Ps.15..4$."2$I <isanya ditahan 'leh setenah la6ur tenah &iri dan &anan "dibai seJ. r''rsi'nal$
Pelat Beton Bertulang
Lajur Kolom
'ika diantara kolo+-kolo+ ,tu+puan terdapat balok +onolit:
'ingkasan# Metoda Perencanaan 9angsung
'ika diantara kolo+-kolo+ ,tu+puan terdapat balok +onolit:
maka balok ini harus direncanakan mampu menahan ./0 momen pada la$ur kolom tsb. bila (α+ l 2 /l 1) ≥ +,?; +C@ sisanya didukung oleh pelat pada la$ur kolom tersebut.
4ntuk ? < (α+ l 2 /l 1) < +,?# bagian momen yang dipikul oleh balok dapat diinterpolasi linier dari nol sd HC@.
&elain itu, balok harus $uga memikul beban/ lain yang langsung beker$a pada balok tsb., termasuk berat sendiri bagian balok yg menon$ol di ba=ahatas pelat.
Pelat Beton Bertulang
Lajur Tengah
Distribusi +o+en arah tran1ersal pada la2ur tengah3:
<isa m'men y td& dii&ul 'leh la6ur &'l'm harus ditahan 'leh setenah la6ur tenah &iri dan
&anan "dibai seJ. r''rsi'nal$. <ebuah la6ur tenah harus direnJana&an mamu memi&ul jumlah m'men yan disumban&an 'leh &edua setenah-6alur-tenah yan bersebelahan.
'ingkasan# Metoda Perencanaan 9angsung
<isa m'men y td& dii&ul 'leh la6ur &'l'm harus ditahan 'leh setenah la6ur tenah &iri dan &anan "dibai seJ. r''rsi'nal$.
Pelat Beton Bertulang
La*ur Ten(ah
Distribusi +o+en arah tran1ersal pada la2ur tengah3:
<uatu la6ur tenah yan berde&atan dan se6a6ar denan suatu tei yan ditumu 'leh dindin harus direnJana&an mamu memi&ul dua kali momen yan dibai&an ada setenah la6ur tenah yan berde&atan denan baris ertama dari tumuan dalam.
'ingkasan# Metoda Perencanaan 9angsung
9indin tei menerus.
,
a6ur tenah ini harus direnJana&an mamu mendu&un m'men sebesar 2,
Pelat Beton Bertulang
"erdapat kesalahan dalam ketentuan distribusi momen arah tran!ersal pada sistim pelat dua arah menurut &6-?3--/??/ Ps. +C.A.).#
Pelat Beton Bertulang
"erdapat kesalahan dalam ketentuan distribusi momen arah tran!ersal pada sistim pelat dua arah menurut &6-?3--/??/ Ps. +C.A.).#