L
Laappoorraan n PPrraakkttiikkuumm HHaarrii//TTaannggggaal : l : RRaabbuu/ / 9 9 JJuunni i 22001177 T
Teekknnoollooggi i PPaattii, , GGuullaa, , ddaan n uukkrrookkiimmiiaa GGooll : : PP22 !
!oo""eenn : : aapptta a RRaa##aarr$$aa %"i"ten :
%"i"ten : 1
1&& ''kk( ( TTeerree""iia a '' )*)*++11**00111111 2
2&& TTiiaarra a PPuuttrri i !!&& )*)*++11**0011++
PRODUKSI DAN KARAKTERISASI PATI DAN TEPUNG
PRODUKSI DAN KARAKTERISASI PATI DAN TEPUNG
TERMODIFIKASI
TERMODIFIKASI
!i"u"un 'le# : !i"u"un 'le# :
--aauullaanna a --iillaadduull##aa.. ))**++11++0000**77 )
)aatt##uurrrrooi i aalli i )*)*++11++0000++**
--ookk##aammmmaad Hd Haa""##i 3i 3 ))**++11++000044++
!5P%
!5P%RT5-56 T56'L'G8
RT5-56 T56'L'G8 86!TR8
86!TR8 P5RT
P5RT%68%6
%68%6
)%LT% T56'L'G8 P5RT%68%6
)%LT% T56'L'G8 P5RT%68%6
86T8TT P5RT%68%6 'G'R
86T8TT P5RT%68%6 'G'R
'G'R
'G'R
2017
2017
PENDAHULUAN PENDAHULUAN
Latar Belakang Latar Belakang
!i 8nd
!i 8ndone"ia ma"ala# one"ia ma"ala# dalam ke;ukdalam ke;ukupan upan dan kdan ke"eimbangan e"eimbangan gii ma"i# gii ma"i# #aru"#aru" di
dipeper#r#atatikikanan& & !i!imamanana, , mama"i"i# # teterdrdapapat at baban(n(ak ak baba#a#an<n<baba#a#an n popokokok k (a(angng ke
keterter"e"edidianann(n(a a tetergrganantutung ng dadari ri nenegagara ra lailain& n& eedadangngkakan n pepememenunu#a#an n papangnganan ma"(ara
ma"(arakat kat teru" meningkateru" meningkat, t, a"a=a >"ingkona"a=a >"ingkong, g, ketela po#on, ubi ketela po#on, ubi ka(uka(u? ? berpoberpoten"iten"i untuk dimanaatkan "ebagai pen(angga keta#anan pangan& aat ini ka"a=a dianggap untuk dimanaatkan "ebagai pen(angga keta#anan pangan& aat ini ka"a=a dianggap pangan iner
pangan inerior, karena ior, karena tampilan tampilan pen(a$iann(a pen(a$iann(a kurang menarik, kurang menarik, kurang lu@e" kurang lu@e" untuk untuk diola# men$adi makanan "iap "a$i dengan ;epat, muda# dan mura#A "elain itu ka"a=a diola# men$adi makanan "iap "a$i dengan ;epat, muda# dan mura#A "elain itu ka"a=a muda# ru"ak "erta mengandung kandungan H36 >Har(adi 2011?& ntuk itu maka muda# ru"ak "erta mengandung kandungan H36 >Har(adi 2011?& ntuk itu maka perlu
perlu dilakukan dilakukan perbaikan perbaikan "iat "iat i"ik i"ik dan dan kimian(a kimian(a dengan dengan ;ara ;ara melakukanmelakukan mod
modiikiika"i a"i teptepung ung ;a"";a""a=aa=a& & -od-odiiiika"i ka"i di"di"ini ini dimdimak"ak"udkudkan an "eb"ebagai agai perperububa#ana#an "truktur molekul dari (ang dapat dilakukan "e;ara kimia, i"ik maupun enimati"& "truktur molekul dari (ang dapat dilakukan "e;ara kimia, i"ik maupun enimati"& Pad
Pada a umuumumn(mn(a a penpengemgembanbangan gan atauataupun pun momodiidiika"ka"i i pempembuabuatan tan teptepung ung ka"ka"a=aa=a dil
dilakuakukan kan "e;a"e;ara ra berber"am"amaanaan, , baibaik k i"ii"ik, k, biobiologlogi" i" maumaupun pun kimkimia@ia@i& i& PerPerendendamaamann mer
merupaupakan kan perperlaklakuan uan i"ii"ik k untuntuk uk menmenga@ga@etketkan an "em"emententara ara ka"ka"a=a a=a kupkupa", a", tetatetapipi "ek
"ekalialigugu" " memengngururanangi gi kakandndunungagan n "en"en(a(a@a @a "ia"ianonogegeninik k (a(ang ng beber"ir"iaat t ra;ra;unun&& Perendaman (ang lama berakibat pelarutan "en(a@a pemba@a "iat ra"a dan bau Perendaman (ang lama berakibat pelarutan "en(a@a pemba@a "iat ra"a dan bau k#a" ka"a=a& Perendaman (ang lama $uga dapat dianggap perlakuan biologi", karena k#a" ka"a=a& Perendaman (ang lama $uga dapat dianggap perlakuan biologi", karena beragam
beragam bakteri bakteri tumbu# tumbu# meng#a"ilkan meng#a"ilkan a"am a"am dan dan enim enim (ang (ang melunakkan melunakkan $aringan&$aringan& Pe
Pengng#a#an;n;ururan an kaka"a"a=a =a kukupapa" " dedengngan an pepemamarutrutan an atatau au pepengnggigililingnganan, , kekemumudidianan pemeraman
pemeraman di"ertai di"ertai pengadukan, pengadukan, merupakan merupakan perlakuan perlakuan i"ik i"ik untuk untuk memuda#kanmemuda#kan pro"e"
pro"e" biologi"& biologi"& Pada Pada pengadukan pengadukan #an;uran #an;uran ka"a=a, ka"a=a, memungkinkan memungkinkan ter$adin(ater$adin(a kontak antara enim linamara"e dengan "en(a@a "ianogenik, meng#a"ilkan H36 kontak antara enim linamara"e dengan "en(a@a "ianogenik, meng#a"ilkan H36 (ang menguap pada "
(ang menguap pada "u#u *0 o 3 u#u *0 o 3 >radbur(, 2>radbur(, 200B?&00B?& Pati termodiika
Pati termodiika"i "i merupmerupakan "ala# akan "ala# "atu "olu"i "atu "olu"i dalam memenu#i ke;ukupadalam memenu#i ke;ukupann dan
dan ke"ke"eimeimbanbangan gan gigii i "ela"elain in momodidiikaika"i "i teptepung ung ka"aka"a=a& =a& PatPati i itu itu "en"endirdiri i adaadala#la# ka
karbrbo#o#ididrat rat (a(ang ng memerurupapakakan n popolilimemer r glglukuko"o"a, a, dadan n terterdidiri ri ataata" " amamililo"a o"a dadann amilop
amilopektin ektin >Hera@a>Hera@ati 2011?ti 2011?& Pati dapat diperole# dari bi$i<b& Pati dapat diperole# dari bi$i<bi$ian, umbii$ian, umbi<umbi<umbian,an, "a(uran, maupun bua#<bua#an& 6amun, pemanaatan pati a"li ma"i# "angat terbata" "a(uran, maupun bua#<bua#an& 6amun, pemanaatan pati a"li ma"i# "angat terbata" karena "iat i"ik dan kimian(a kurang "e"uai untuk digunakan "e;ara lua"& 'le# karena "iat i"ik dan kimian(a kurang "e"uai untuk digunakan "e;ara lua"& 'le# karena itu,
karena itu, pati akan pati akan meningmeningkat kat nilai ekonominilai ekonomin(a $ika n(a $ika dimodimodiikadiika"i "i "iat"i"iat"iatn(aatn(a melalu
melalui i perlakperlakuan i"ik, uan i"ik, kimiakimia, , atau kombina"i keduan(atau kombina"i keduan(a& a& -odi-odiika"i pati ika"i pati bertubertu$uan$uan meng
menguba# "iat kimia uba# "iat kimia dan atau i"ik dan atau i"ik pati "e;ara alami, pati "e;ara alami, (aitu dengan ;ara memotong(aitu dengan ;ara memotong "truktur molekul, men(u"un kembali "truktur molekul, ok"ida"i, atau "ub"titu"i gugu" "truktur molekul, men(u"un kembali "truktur molekul, ok"ida"i, atau "ub"titu"i gugu" kimia pada molekul pati >Hera@ati 2011?& %dapun beberapa tipe pati termodiika"i kimia pada molekul pati >Hera@ati 2011?& %dapun beberapa tipe pati termodiika"i adala# pati pragelatina"i, pati #idroli"i" a"am, dek"trin, pati terok"ida"i, pati eter, pati adala# pati pragelatina"i, pati #idroli"i" a"am, dek"trin, pati terok"ida"i, pati eter, pati e"ter, dan pati reak"i "ilang&
e"ter, dan pati reak"i "ilang&
urangn(a inorma"i "iat i"ikokimia, dan teknologi pro"e"n(a merupakan urangn(a inorma"i "iat i"ikokimia, dan teknologi pro"e"n(a merupakan "ala
"ala# # "atu "atu akaktor tor terbterbata"ata"n(n(a a pempemanaanaataatan n patpati i dardari i umbumbi<ui<umbmbianian& & PenPengamgamatanatan ka
karakrakteteri"ri"a"i a"i tetepupung ng umumbi bi dadan n tetepupung ng papati ti umumbi bi memeliplipututi i ananalali"ii"i" " "i"iat at ii"ik "ik prok"imat, amilo"a, dan ung"ional tepung d
dan pati meliputi ab"orban"i min(ak dan air (ang dilakukan dengan ;ara at#e dan alunk#e, dera$ad puti# diukur dengan #itene""meter, "edangkan bentuk granula pati dengan metode mikro"kop polari"a"i& %nali"i" prok"imat meliputi kadar air,
kadar lemak, protein, abu, dan "erat >Ri;#ana 200+?&
Tujuan
Praktium ini bertu$uan untuk mempela$ari ;ara pembuatan modiika"i tepung ka"a=a dan pati termodiika"i "erta menganali"i" mutu dengan karakteri"a"i pati dan tepung&
3 buah ditimbang, dikupas kulitnya, kemudian ditimbang bobot umbi bersih.
Umbi diiris setebal ± 2 cm
Larutan starter: 1 g dry yeast atau 5 ml starter bakteri asam laktat dilarutkan dalam 1 liter akuad
Irisan umbi direndam dalam larutan starter selama 2 !am
Irisan umbi di!emur dan dikeringkan dengan sinar matahari
Irisan umbi digiling dan diayak dengan saringan "# mesh
Ubi $ayu
%epung $asa&a
METODOLOGI Alat dan Bahan
%lat (ang digunakan pada praktikum kali ini adala# gela" piala, pengaduk, drum drier, a(akan tepung, ba"kom, luidied bed drier, penggorengan, kompor, lo(ang, blender, te"t plate, pipet tete", mikro"kop, ;a@an alumunium, o=en, ;a@an por"elen, erlenme(er, auto;la=e, ;orong, gela" ukur, pendingin tegak, buret& edangkan ba#an (ang digunakan adala# pati "ingkong, bera" mera#, bera" puti#, H3L 0,1 6, Larutan 8od, alko#ol netral 94C, 6a'H 0,046, p#enolptalein, H3L *C, H2'+ 0,*24 6, 6a'H +0C, larutan lu ";#roll, 8, 8ndikator kan$i, tepung mo;a,
raa=a, arina, gari, gaplek, "agu, "ingkong, bera", dan $agung&
Metde Metdlg!
"# Md!$!ka%! Te&ung Ka%a'a
ditimbang, dikupas kulitnya dan ditimbang bobot umbi bersih.
Umbi diiris setebal ± 2 cm
Umbi direbus dalam air mendidih selama 5 menit, lalu ditiriskan.
mbi dikeringkan dengan pen!emuran sinar matahari selama 3' !am, atau dikeringkan dalam o&en
Umbi digiling dan diayak dengan saringan "# mesh
Ubi $ayu
*a&a
Umbi sebanyak 3 buah disiapkan, dibersihkan, dan ditimbang bobotnya
Umbi diparut dan diperas untuk dikeluarkan cairannya.
Umbi yang telah diparut disangrai dengan +adah pada api kecil hingga kering
%epung kasar digiling dan diayak dengan saringan "# mesh.
Ubi $ayu
arina
• )arina
Umbi diparut, kemudian pulp dibungkus dengan kain
-ulp dibiarkan selama 3 hari agar ter!adi ermentasi spontan.
-ulp dikeringkan dengan di!emur dengan sinar matahari atau o&en pengering
Umbi sebanyak 3 buah disiapkan, dibersihkan, dan ditimbang bobotnya
-ulp digiling dan diayak dengan saringan "# mesh.
/ari
Ubi $ayu
Umbi diiris setebal 203 cm
Umbi direndam dalam larutan garam dapur 5 selama 3# menit.
Umbi dikeringkan dengan di!emur dengan sinar matahari atau o&en pengering
Umbi sebanyak 3 buah disiapkan, dibersihkan, dan ditimbang bobotnya
Umbi digiling dan diayak dengan saringan "# mesh.
/aplek
Ubi $ayu
Larutan pati disiapkan 5## ml lar. -ati 15
Larutan pati dipanaskan sambil diaduk pada suhu 5##) (##) 3# menit4
Larutan pati dikeringkan dalam drum drier suhu "## )
ika telah kering, digiling dan diayak hingga "# mesh
-ati
Larutan pati
(# Pat! ter)d!$!ka%!
Larutan dibuat dengan komposisi 2## gram pati 6 "# ml a7uades
8uat suspensi homogen
Larutan dikeringkan dengan drum drier "## )4
ika telah kering, digiling dan diayak hingga "# mesh
-ati tergelatinisasi
90starch
5## g beras dicuci bersih, kemudian ditiriskan
8eras direndam dalam 5## ml air 3# menit4, tiriskan kelebihan air
8eras dikukus 15 menit, keringkan dengan uidi;ed bed drier
<asi
beras
• Pati pregelatini"a"i >D<"tar;#?
Larutan =)L #,1 < disiapkan
-ati sebanyak 5## g disemprotkan 5# ml lar. =)L
-ati diaduk hingga rata, keringkan dengan api selama 3#0'# menit
=)L
pirodekstrin
>uspensi pati 5# disiapkan
>uspensi dituangkan dalam Loyang ? keringkan pada o&en 5## )0 '## )4
-adatan kemudian ? diayak
starch
>uspensi pati
• Pirodek"trin
>ampel diletakkan pada test plate
@itambahkan beberapa tetes laturan iod
-erubahan +arna yang ter!adi diamati
hasil
>ampel
)ontoh diletakkan pada gelas ob!ek dan tambahkan atu tetes air lalu tutup dengan gelas ob!e
Amati di ba+ah mikroskop
=asil pengamatan digambar
hasil
>ampel
*# Uj! Karakter!%t!k
• $i 8od
pensi pati 5 sebanyak 5## ml dicelupkan dalam air mendidih selama 15 menit, dinginkan sampai
-asta diukur dengan spindel no. 3 pada la!u 2, , 1#, dan 2# rpm
iskositas pasta diukur pada la!u 2# rpm dan diukur setelah pembacaan pada menit ke 1, 2, 3, , 5
hasil
>uspensi pati
HASIL DAN PEMBAHASAN Ha%!l
E Terlampir F
Pe)+aha%an
Pati memegang peranan penting dalam indu"tri pengola#an pangan "e;ara lua"& Pati (ang "ering digunakan dalam indu"tri ada dua ma;am (aitu pati alami >nati=e "tar;#? dan pati termodiika"i& Pati dalam bentuk alami >nati=e "tar;#? adala# pati (ang belum mengalami peruba#an "iat i"ik dan kimia atau diola# "e;ara kimia< i"ika& Pati ini ban(ak digunakan "ebagai ba#an pengi"i >)iller? dan pengikat >inder? pada indu"tri makanan& 6amun, pati ini mempun(ai keterbata"an& Pati alami men(ebabkan beberapa perma"ala#an (ang ber#ubungan dengan retrograda"i, ke"tabilan renda#, dan keta#anan pa"ta (ang renda#& ntuk memperbaiki dan men"ia"ati keterbata"an ter"ebut, maka dilakukan modiika"i pati baik "e;ara i"ik maupun "e;ara kimia >)ortuna, Ju";ak, dan Palan"in"ki, 2001?&
)len;#e >194? mendeini"ikan pati termodiika"i "ebagai pati dimana gugu" #idrok"iln(a tela# diuba# le@at "uatu reak"i kimia "eperti e"teriika"i, eteriika"i atau ok"ida"i atau dengan mengganggu "truktur a@aln(a& urburg >199? menamba#kan ba#@a pati termodiika"i adala# pati (ang diberi perlakuan tertentu dengan tu$uan untuk meng#a"ilkan "iat (ang lebi# baik untuk memperbaiki "iat "ebelumn(a atau untuk meruba# beberapa "iat lainn(a& Perlakuan ini dapat men;akup penggunaan pana", a"am, alkali, at pengok"ida"i atau ba#an kimia lainn(a (ang akan meng#a"ilkan gugu" kimia baru dan atau peruba#an bentuk, ukuran, "erta "truktur molekul pati& Perlakuan ini diberikan karena pro"e" modiika"i pati dipengaru#i ole# beberapa aktor (aitu ukuran partikel, temperatur, @aktu reak"i, dan perbandingan berat air ter#adap pati&
-odiika"i pati diran;ang untuk menguba# karakteri"tik gelatini"a"i,#ubungan padatan dan kekentalan, ke;enderungan pembentukan gel pada di"per"i pati, "iat #idroilik, kekuatan mena#an air pada di"per"i pati "aat "u#u renda#, keta#anan di"per"i ter#adap penurunan kekentalan ole# a"am, maupun peru"akan "e;ara i"ik dan mema"ukkan "iat ioni"a"i pati a"al >Ja;ob" dan !el;our,
199?
-odiika"i pati dapat dilakukan baik "e;ara kimia maupun "e;ara i"ik& -odiika"i pati "e;ara kimia (aitu ;ro""<lingking, #idroli"i" a"am, ok"ida"i, dan "ub"titu"i >deri=ati"a"i?& edangkan modiika"i pati "e;ara i"ik (aitu dengan ;ara pre<gelatini"a"i dan perlakuan #idrotermal&
8katan "ilang dilakukakan dengan membuat ikatan kimia (ang meng#ubungkan gugu" #idrok"il ><'H? dari dua molekul pati dalam granula& a#an kimia (ang digunakan antara lain ;ampuran a"am adipat dan a"am an#idrid, o"oru" ok"iklorida, "odium, trimetao"at, epikloro#idrin,dan lain<lain& 8katan "ilang dilakukan "e;ara ba"a# pada kondi"i alkali& Pro"e" dipengaru#i ole# pH, "u#u, lama pro"e"& 8katan "ilang men(ebabkan peruba#an "iat pati, (aitu granula lebi# kuat
>tidak muda# mengembang /"@elling, =i"ko"ita" tinggi, ta#an a"am >pH renda#?, ta#an ter#adap pengadukan >"#earing?, ta#an pro"e" pema"akan pada "u#u tinggi& 2& Hidroli"i" %"am
Hidroli"i" a"am >a;id t#inning? merupakan #idroli"i" ikatan gliko"ida "e;ara a;ak meng#a"ilkan ragmen dengan dera$at polimeri"a"i lebi# renda#, menurunkan =i"ko"ita" pana", meningkatkan kekuatan gel, meningkatkan ke$erni#an gel atau pa"ta& Hidroli"i" a"am dapat dilakukan dengan ;ara kering atau ba"a#& %"am (ang digunakan H3l, H2'+& Pro"e" #idroli"i" lebi# ;epat ter$adi pada kon"entra"i a"am tinggi dan atau "u#u tinggi& Pro"e" kering meng#a"ilkan dek"trin (ang lebi# larut dengan =i"ko"ita" lebi# renda#, lebi# #igro"kopi", lebi# lengket dan membentuk ilm >"ebagai ;oating?& Pati (ang tela# mengalami perlakuan a"am ban(ak digunakan pada produk ;and( k#u"u"n(a "ugered ;and(&
urburg >199? men(atakan ba#@a pati termodiika"i a"am dibuat dengan meng#idroli"a pati dengan a"am di ba@a# "u#u gelatini"a"i, pada "u#u "ekitar 124o)
>42o3?& Reak"i da"ar meliputi pemotongan ikatan D<1,+<gliko"idik dari amilo"a dan D
<1,B<gliko"idik dari amilopektin, "e#ingga ukuran molekul pati men$adi lebi# renda# dan meningkatkan ke;enderungan pa"ta untuk membentuk gel& Pati termodiika"i a"am memiliki =i"ko"ita" pa"ta pana" lebi# renda#, ke;enderungan retrograda"i lebi# be"ar, ratio =i"ko"ita" pa"ta pati dingin dari pa"ta pati pana" lebi# renda#, granula (ang mengembang "elama gelatini"a"i dalam air pana" lebi# renda#, peningkatan "tabilita" dalam air #angat di ba@a# "u#u gelatini"a"i dan bilangan alkali lebi# tinggi& -odiika"i pati dengan a"am dapat menurunkan =i"ko"ita" pa"ta pana", menurunkan kekera"an dan kekuatan gel& Pemberian a"am akan men(ebabkan penurunan =i"ko"ita" pa"ta pana" (ang lebi# ;epat daripada penurunan kekuatan gel& Perbandingan =i"ko"ita" pa"ta pana" dengan kekera"an dan kekuatan peng#an;uran gel dari pati termodiika"i a"am dengan pati tidak termodiika"i akan meningkat dengan meningkatn(a pemberian a"am& ila kekuatan pembentukan gel dideini"ikan "ebagai perbandingan antara =i"ko"ita" pa"ta pana" dengan =i"ko"ita" pa"ta dingin pada kondi"i "tandar pati termodiika"i a"am (ang mempun(ai luidita" (ang "ama, maka kekuatan pembentukan gel meningkat dengan meningkatn(a kon"entra"i a"am dan menurunn(a @aktu perlakuan, "ebalikn(a $ika kon"entra"i a"am menurun dan @aktu reaki meningkat maka kekuatan pembentukan gel akan meningkat >%nonim, 200*?
*& 'k"ida"i
'k"ida"i >blea;#ing? dilakukan dengan menggunakan #idrogen perok"ida, a"am pera"etat, amonium per"ulat, "odium #ipoklorit& Pro"e" ini dilakukan "e;ra
ba"a#& !alam pro"e" ini ter$adi ok"ida"i pigmen, ok"ida"i #idrok"il men$adi karbok"il dan karbonil& Pro"e" ini men(ebabkan peruba#an "iat pati (aitu @arna lebi# puti#, tidak muda# retrograda"i, dan gel lebi# lunak&
+& !eri=ati"a"i >"ub"titu"i atau "tabili"a"i?
!eri=ati"a"i >"ub"titu"i atau "tabili"a"i? pada da"arn(a adala# mengganti gugug" #idrok"il pati dengan gugu" ung"ional lain& ebagai ;onto# adala# #idrok"ipropila"i dengan propilen ok"ida pada kondi"i alkali& ntuk pangan dapat digunakan a"etat, "uk"inat, oktenil "uk"inat, o"at atau #idrok"ipropil, #idrok"ietil dan kationik& %"etila"i dapat dilakukan menggunakan a"etat an#idrat pada kondi"i alkali ter#adap "u"pen"i pati& !eri=ati"a"i meng#ambat a"o"ia"i amilo"a dalam pati tergelatini"a"i, memperbaiki ke$erni#an, menurunkan kemampuan membentuk gel, memperbaiki kapa"ita" mena#an air, memperbaiki kekentalan, memperbaiki "tabilita" pembekuan atau t#a@ing, retrograda"i atau "inere"i"& eberapa karakteri"tik pati
termodiika"i adala# "ebagai berikut&
4& -odiika"i "e;ara H(drotermal Treatment
H(drotermal treatment dibedakan men$adi dua (aitu teknik annealing dan #eat moi"ture treatment >H-T?& Teknik annealing dilakukan dengan mengkondi"ikan pati pada kadar air tinggi kemudian dipana"kan pada "u#u di ba@a# titik
gelatini"a"in(a& Teknik H-T dilakukan dengan ;ara memana"kan pati di ata" titik gelatini"a"in(a pada kadar air terbata" >kurang dari *4C?& -odiika"i kimia terdiri dari #idroli"i" a"am, ikatan "ilang, ok"ida"i dan "ub"titu"i/deri=ati"a"i&
B& Pati Pre<gelatini"a"i
Pre<gelatini"a"i >pati in"tan? dilakukan melalui pro"e" pema"akan kemudian dikeringkan dengan drum drier& Pro"e" ini dilakukan dengan tu$uan untuk memper;epat #idra"i& %da 2 $eni" produk (aitu pre gel dan granular in"tant "tar;#e" >pre "@ollen lalu dikeringkan?& Pati pre gel $ika ditamba# air men$adi lengket& Pati pre<"@ollen $ika ditamba# air tidak men$adi lengket&
-o;a >-odiied 3a""a=a )lour? atau tepung "ingkong #a"il modiika"i "ebagai produk ola#an terbaru dari "ingkong $uga merupakan temuan pertama di dunia, karena mo;a "anggup mengganti kebutu#an tepung gandum (ang "elama ini ma"i# di impor& ntuk membuat 1 kg mo;a diperlukan * kg "ingkong "egar dan untuk membuat 1 kg mie mi"aln(a, mo;a mampu men"ub"titu"i 40 C tepung gandum atau terigu& ementara untuk membuat kue, terigu bi"a diganti "eluru#n(a ole# mo;a >6u"a et al 2012?&
Prin"ip pembuatan mo;a adala# dengan memodiika"i "el ubika(u "e;ara ermenta"i, "e#ingga men(ebabkan peruba#an karakteri"tik (ang lebi# baik dari tepung (ang di#a"ilkan berupa naikn(a =i"ko"ita", kemampuan gela"i, da(a re#idra"i dan kemuda#an melarut& e;ara umum pro"e" pembuatan mo;a meliputi ta#ap< ta#ap penimbangan, pengupa"an, pemotongan, perendaman >)ermenta"i?, pengeringan, penepungan dan penga(akan >Rukmana 1997?&
elama pro"e" ermenta"i ter$adi peng#ilangan komponen @arna, "eperti pigmen >k#u"u" "ingkong kuning? dan protein (ang dapat men(ebabkan @arna ;oklat
ketika pemana"an& !ampakn(a adala# @arna -o;a (ang di#a"ilkan lebi# puti# $ika dibandingkan dengan @arna tepung ubika(u bia"a $uga tidak berbau >netral?& elain itu, pro"e" ini akan meng#a"ilkan tepung (ang "e;ara karakteri"tik dan kualita" #ampir men(erupai tepung terigu "e#ingga produk -o;a "angat ;o;ok untuk menggantikan ba#an terigu untuk kebutu#an indu"tri makanan >Tandrianto et al 201+?&
Pembuatan mo;a "angat dipengaru#i ole# pro"e" modiika"i (ang dilakukan& ebab melalui pro"e" modiika"i inila# kandungan H36 pada "ingkong dapat dikurangi #ingga men;apai kadar (ang dapat dikon"um"i ole# manu"ia& eberapa teknik untuk mengurangi kadar a"am "ianida antara lain dengan perebu"an, pemana"an, penguku"an, pen;u;ian, dan pengeringan& Pro"e" pen;u;ian dan perebu"an merupakan teknik eekti untuk mengurangi ra;un "ianida karena a"am "ianida terba@a air& elan$utn(a pengeringan dapat menguapkan air dan "en(a@a "ianida& adar a"am "anida diata" 40 mg/kg umbi "egar atau 4<0 mg/kg pada umbi "egar akan bera"a pa#it& ingkong dengan kadar a"am lebi# dari 100 mg/kg umbi "egar memba#a(akan ke"e#atan ba#kan dapat membunu# >alim 2011?&
-engembangan teknologi tepung dengan menggunakan
bahan dasar ubi kayu atau singkong sudah sangat beragam.
8eberapa diantaranya yaitu tepung kasa&a termodiBkasi, ra&a,
gari, arina, dan gaplek. %epung kasa&a termodiBkasi merupakan
suatu proses pembuatan produk setengah !adi yang berbahan
dasar ubi kayu yang mana dalam pembuatannya melalui proses
biologis. -ada umumnya pengembangan ataupun modiBkasi
pembuatan tepung kasa&a dilakukan secara bersamaan, baik Bsik,
biologis maupun kimia+i. -erendaman merupakan perlakuan Bsik
untuk menga+etkan sementara kasa&a kupas, tetapi sekaligus
mengurangi kandungan senya+a sianogenik yang bersiat racun.
-erendaman yang lama berakibat pelarutan senya+a pemba+a
siat rasa dan bau khas kasa&a. -erendaman yang lama !uga dapat
dianggap perlakuan biologis, karena beragam bakteri tumbuh
menghasilkan asam dan en;im yang melunakkan !aringan.
-elunakan !aringan berakibat kasa&a mudah ditepungkan dengan
hasil yang lebih lembut =aryadi 2#114. )ara pembuatan tepung
modiBkasi kasa&a adalah tahap pertama umbi dibersihkan lalu
setelah itu umbi dikuliti dan dipotong kecil0kecil. -roses biologi yang
terdapat dalam pembuatan tepung kasa&a termodiBkasi te!adi pada
saat umbi yang telah dipotong0potong kecil lalu direndam selama
2 !am dengan tambahan starter bakteri asam laktat dan !uga
yeast dimana kedua starter tersebut berungsi sebagai proses
ermentasi. >etelah bahan direndam maka bahan diangkat lalu
dikeringkan dan kemudian diayak.
Ra=a merupakan tepung modiika"i (ang dilakukan dengan menggunakan pro"e" perebu"an "e#ingga memiliki kandungan kadar air (ang tinggi&
Pengaplika"ian ra=a dapat digunakan untuk di$adikan "ebagai ba#an da"ar berbagai ma;am makanan& Pro"e" pembuatan ra=a adala# dengan ;ara umbi diber"i#kan terlebi# da#ulu dengan ;ara pro"e" pen;u;ian lalu "etela# itu umbi dipotong<potong dengan ukuran (ang ke;il lalu dilakukan perebu"an agar umbi ter$adi gelatini"a"i par"ial "e#ingga granula mengembang, perebu"an dilakukan "elama 4 menit kemudian diangkat dan dilakukan pengeringan (ang kemudian di#an;urkan dan dia(ak "e#ingga meng#a"ilkan butiran >alagopalan, et al& 19?&
Gari merupakan produk ubi ka(u dalam bentuk tepung (ang dipro"e" dengan ;ara ermenta"i& )ermenta"i (ang ter$adi pada pembuatan gari adala# ermenta"i alami& )ermenta"i ter"ebut ter$adi dalam dua ta#ap, pertama 3& mani#ot meng#idroli"a pati men$adi gluko"a, "elan$utn(a bakteri<bakteri a"am laktat akan menguba# gluko"a men$adi a"am laktat dan memproduk"i berma;am<ma;am a"am organik lain "e#ingga menurunkan pH& ondi"i a"am ini mendukung pertumbu#an G& ;andidum (ang memproduk"i alde#id dan e"ter (ang memberikan aroma (ang k#a" >Prabo@o 2011?& 3ara pembuatan gari adala# dengan ;ara umbi diparut lalu pulp umbi dibungku" dengan menggunakan kain, pembungku"an pulp dengan menggunakan kain "elama * #ari dilakukan agar ter$adi pro"e" ermenta"i& Lalu "etela# ter$adi ermenta"i maka kain dibuka dan pulp dikeringkan (ang kemudian digiling dan dia(ak&
)arina merupakan tepung modiika"i dengan memanaatkan ampa" ubi ka(u (ang termodiika"i& Ta#ap pembuatan arina adala umbi diber"i#kan dengan ;ara pen;u;ian lalu "elan$utn(a umbi diparut "e#ingga ter$adi pro"e" ek"trak"i& Ha"il umbi
(ang tela# diparut lalu "elan$utn(a dipera" #al ini akan berung"i untuk dapat menguaru kandungan kadar air (ang terkandung, baru "etela# ini ampa" umbi di"angrai (ang berung"i untuk dapat mengeringkan&
Gaplek dibuat dari "ingkong (ang dikeringkan "etela# dikupa"& -a"(arakat umumn(a membuat gaplek dengan ;ara "eder#ana, (aitu "ingkong dikupa", utu# atau dibela# kemudian di$emur& %da dua $eni" gaplek, (aitu gaplek (ang puti# bia"a ditepungkan atau dibuat t#i@ul dan gaplek #itam (ang di"ebut gatot& arna #itam pada gatot di#a"ilkan ole# berma;am ungi dan bakteri (ang tumbu# karena "elama pen$emuran, "ingkong dibiarkan pada #amparan "iang dan malam& Perombakan pati men$adi "en(a@a (ang lebi# "eder#ana ole# berbagai ungi dan bakteri men(ebabkan tek"tur gatot men$adi ken(al >Praba@ati et& al& 2011?& Pro"e" pembuatan gaplek adala# umbi di;u;i kemudian dipotong ke;il<ke;il dan direndam dengan menggunakan larutan garam, perendaman larutan garam berung"i untuk dapat mengurangi kadar air lalu dilakukan pengeringan dan dia(ak& !ek"trin adala# produk #idroli"a at pati, berbentuk at amor ber@arna puti# "ampau kekuning< kuningan >68, 1992?& !e"ktrin merupakan produk degrada"i pati "ebagai #a"il #idroli"i" tidak "empurna pati dengan katali" a"am atau enim pada kondi"i (ang dikontrol& !ek"trin umumn(a berbentuk bubuk dan ber@arna puti# "ampau kuning keputi#an&
!ek"trin adala# produk #idroli"a at pati, berbentuk at amor ber@arna puti# "ampau kekuning<kuningan >68, 1992?& !e"ktrin merupakan produk degrada"i pati
"ebagai #a"il #idroli"i" tidak "empurna pati dengan katali" a"am atau enim pada kondi"i (ang dikontrol& !ek"trin umumn(a berbentuk bubuk dan ber@arna puti# "ampau kuning keputi#an&
Pada prin"ipn(a membuat dek"trin adala# memotong rantai pan$ang pati dengan katali" a"am atau enim men$adi molekul<molekul (ang berantai lebi# pendek dengan $umla# untuk gluko"a diba@a# "epulu#& !alam pro"e" ini molekul< molekul pati mula<mula pe;a# men$adi unit<unit rantai gluko"a (ang lebi# pendek (ang di"ebut dek"trin& !ek"trin ini dipe;a# men$adi gluko"a, tetapi ban(ak "i"a ;abang pada amilopektin tertinggal dan di"ebut dek"trin&
ala# "atu $eni" dek"trin (ang tergolong dalam produk modiika"i pati adala# pirodek"trin& !e"ktrin (ang diperole# dengan pemana"an kering di"ebut pirodek"trin& !ek"trin dari #idroli"i" a"am atau pemana"an kering pada umumn(a dikla"iika"ikan berda"arkan tingkat #idroli"i"n(a men$adi dek"trin puti#, dek"trin kuning, dan riti"#
Gum&
Quick Cooking Rice atau di"ebut $uga na"i in"tan, na"i ;epat "a$i atau bera" pa";a tanak, dibuat dengan tu$uan untuk memper;epat @aktu pema"akan& Produk ini dibuat di"ebabkan ole# per"iapan na"i (ang begitu lama untuk golongan ma"(arakat tertentu, terutama (ang "ibuk, men$adi peng#ambat utama "e#ingga mereka mala" mema"ak na"i& elain itu, karena produk ini $uga dapat dikon"um"i "aat darurat dan dibutu#kan pen(ediaan (ang ;epat, mi"aln(a pada "aat perang& Jeni" bera" produk ini mempun(ai ;iri k#a" (aitu butir<butir bera"n(a dibuat porou" >berpori<pon? "e#ingga air pana" atau uap lebi# ;epat ma"uk ke dalamn(a (ang mengakibatn(a @aktu men$adi ma"ak men$adi $au# lebi# ;epat& Teknologi bagaimana membuat bera" men$adi porou" dan ;ara pengeringann(a menentukan $eni" dan mutu na"i in"tan (ang di#a"ilkan& 6a"i (ang tela# dikeringkan ma"i# mampu men(erap air kembali dalam $umla# (ang be"ar& iat inila# (ang digunakan dalam pembuatan na"i dan bubur in"tan dengan ;ara mema"ak lebi# da#ulu na"i "ampai tanak lalu dikeringkan& 6a"i ;epat ma"ak #aru" dapat di"iapkan dalam @aktu * "ampai 4 menit dan ;ara per"iapann(a #aru" "eder#ana& etela# dima"ak, produk ter"ebut #aru" "e"uai dengan na"i bia"a dalam #al ra"a, aroma dan tek"tur atau keempukann(a& iat lainn(a adala# #aru" tinggi nilai giin(a >"ama dengan na"i bia"a?, kompo"i"in(a "eimbang dan muda# diproduk"i dalam $umla# ban(ak >%nonim 201*?&
era" in"tan ter"ebut dibuat dengan ;ara pema"akan pada "u#u dan tekanan (ang tinggi kemudian dikeringkan& !engan ;ara demikian produk (ang diperole# dapat direkon"titu"i atau dibuat men$adi na"i matang #an(a dengan penamba#an air mendidi# dalam @aktu 4 menit& %dapun pembuatann(a "ebagai berikut, mula<mula bera" direndam dalam air pada "u#u kamar "elama *0 menit& Perendaman ini akan
meningkatkan kadar air bera" men$adi *0C& emudian dilan$utkan dengan penguku"an "elama 14 menit, "e#ingga kadar airn(a lebi# meningkat lagi men$adi B4<70C& elan$utn(a dilakukan peniri"an, pendinginan, dan pen;u;ian dalam air dingin "elama 1<2 menit dan di#amparkan untuk dikeringkan& Ruang pengering #aru" mempun(ai "u#u (ang relati=e tinggi dengan udara (ang mengalir di dalamn(a& u#u (ang digunakan adala# 1+0o3 dengan ke;epatan aliran udara (ang mele@ati bera" B1
m/menit& Pengeringan dilakukan "apai kadar air bera" men$adi <1+C& ondi"i pengeringan dalam #al ini "u#u dan ke;epatan aliran udara "angat penting untuk
meng#a"ilkan "truktur na"i kering (ang berpori& Pengering (ang digunakan pada praktikum adala# luidied bed drier karena pengering ini "e"uai dengan kriteria di
ata"&
Untuk mengetahui karakteristik dari masing0masing tepung
termodiBkasi, dilakukan beberapa u!i, yaitu pengu!ian !umlah
rendemen, &iskositas, iod, dan menganalisis bentuk granula
menggunakan mikroskop. U!i pertama yaitu pengu!ian !umlah
rendemen. =asil praktikum menun!ukkan !umlah rendemen tepung
moca dry yeast 4, tepung moca 8AL4, ra&a, arina, gari dan
gaplek masing0masing sebesar 32.5, .'2, '2.35, ',(,
32.1", dan 51.15. %epung gari menghasilkan rendemen
tertinggi, yaitu sebesar '.(, sedangkan tepung moca dry
yeast 4 menghasilkan rendemen terendah yaitu sebesar 32.5.
$andungan rendemen yang sedikit pada tepung moka dry yeast 4
dikarenakan luas permukaan umbi yang tidak luas dan !uga
kandungan kadar air yang terbilang masih tinggi sehingga
menghasilkan pemanasan yang kurang merata yang menghasilkan
rendemen sedikit. >emakin tinggi nilai suatu rendemen maka
semakin banyak pula tepung yang dihasilkan sehingga memiliki
mutu yang baik. %erdapat beberapa aktor yang mempengaruhi
banyaknya rendemen yang dihasilkan diantaranya adalah kadar air
tepung. $adar air yang diperbolehkan pada tepung sebesar 12.
>elan!utnya, luas permukaan !uga mempengaruhi rendemen
semakin besar luas permukaan maka semakin tinggi
!uga rendemen yang dihasilkan =aryadi 2#114.
-engu!ian selan!utnya yaitu u!i &iskositas. =asil praktikum
menun!ukkan nilai tepung moca dry yeast 4, tepung moca 8AL4,
ra&a, arina, gari dan gaplek masing0masing sebesar 15##, 1(##,
5#, ##, ## dan 31##. %epung gaplek menun!ukkan nilai &iskositas
tertinggi, yaitu sebesar 31## c-, sedangkan tepung ra&a
menun!ukkan nilai &iskositas terendah yaitu sebesar 5# c-.
%ingginya &iskositas tepung gaplek disebabkan karena proses
ermentasi oleh ungi dan mikroba pada saat pen!emuran. Cikroba
yang tumbuh akan menghasilkan en;im pektinolitik dan selulolitik
yang dapat menghancurkan dinding sel ubi kayu sehingga ter!adi
liberasi granula pati. -roses liberalisasi ini akan menyebabkan
perubahan karakteristik dari tepung yang dihasilkan berupa
naiknya &iskositas, kemampuan gelasi, daya rehidrasi, dan
kemudahan melarut /aar dan =eryani 2#124.
-engu!ian selan!utnya yaitu u!i iod tepung dan pati
termodiBkasi. U!i Iod merupakan metode pengu!ian untuk molekul
polisakarida. -engu!ian iod pada percobaan ini tepung dan pati
termodiBkasi sebagai bahan u!i. -ati merupakan polisakarida yang
mengandung dua komponen utama, yaitu amilosa dan amilopektin.
Amilosa adalah polimer rantai lurus dari glukosa dengan ikatan 90
1, glikosidik. 8ila ditambahkan dengan se!umlah iodine, amilosa
akan membentuk kompleks
amilosa0iodine
ber+arna biru
kehitaman, dengan cara Iodin masuk ke dalam rongga rongga
molekul amilosa membentuk. Larutan amilosa memiliki &iskositas
yang tinggi dan relati tidak stabil dibandingkan amilopektin ati
2##'4. =asil praktikum menun!ukkan hasil yang positi terhadap u!i
iod untuk setiap tepung dan pati termodiBkasi. =al ini ditandai
dengan +arna ungu kehitaman pada sampel yang dilakukan u!i.
Darna ungu kehitaman menun!ukkan bah+a sampel mengandung
kasdar amilosa yang tinggi.
>elan!utnya adalah analisis bentuk dari pati termodiBkasi.
%erdapat dua metode yang dilakukan yaitu pirodekstrin dan heat
moisture. -irodekstrin merupakan dekstrin yang diperoleh dengan
pemanasan kering. heat moisture treatment =C%4 adalah proses
pemanasan pati pada suhu tinggi di atas suhu gelatinisasi dalam
kondisi semi kering, yaitu tingkat kadar air yang lebih rendah dari
kondisi yang disyaratkan untuk ter!adinya proses gelatinisasi
*amdhan 2##E4. =asil praktikum pirodekstrin dan heat moisture
treatment menun!ukkan bentuk granula pati sagu dan singkong
yang telah dilakukan perlakuan berbentuk bulat dengan permukaan
yang tidak rata. CodiBkasi pati dengan teknik =C% dapat merusak
bentuk granula pati hingga terbentuk lubang di bagian
permukaannya. -roses pemanasan pati dan keberadaan air saat
=C%
berlangsung
mengakibatkan
area
amosphous
pati
mengembang, kemudian menekan keluar area berkristal sehingga
ter!adi kerusakan dan pelelehan area berkristal granula pati, serta
menghasilkan bentuk granula pati yang lebih stabil terhadap panas
*amdhan 2##E4. =asil praktikum telah sesuai dengan literatur.
-raktikum kali ini !uga dilakukan pembuatan nasi cepat tanak
quick cooking rice4. 8eras cepat tanak adalah beras yang telah
mengalami proses pragelatinisasi sehingga memerlukan +aktu
yang lebih singkat dalam pemasakannya. >uryani dan >lamet
2#124. =asil praktikum menun!ukkan +aktu pemananakan quick
cooking rice beras dan !agung masing0masing selama 3# menit dan
15 menit. Cenurut Luh
et. al. 1E"#4 beras cepat tanak
memerlukan +aktu penanakan 1#013 menit sebelum dikonsumsi
sedangkan beras normal membutuhkan +aktu lebih dari 2# menit.
=asil praktikum masih belum sesuai dengan literatur. =al ini dapat
disebabkan karena pembuatan
quick cooking rice
tidak
menggunakan fuidized bed drier sehingga hasil produk yang
dihasilkan tidak sesuai dengan literatur.
PENUTUP S!)&ulan
Pati (ang "ering digunakan dalam indu"tri ada dua ma;am (aitu pati alami >nati=e "tar;#? dan pati termodiika"i& Pati alami men(ebabkan beberapa perma"ala#an (ang ber#ubungan dengan retrograda"i, ke"tabilan renda#, dan keta#anan pa"ta (ang renda#& e#ingga "olu"i untuk mengata"i #al ter"ebut maka diperlukan modiika"i pati& pati termodiika"i "ebagai pati dimana gugu" #idrok"iln(a tela# diuba# le@at "uatu reak"i kimia "eperti e"teriika"i dengan mengganggu "truktur a@aln(a& -odiika"i pati dapat dilakukan baik "e;ara kimia maupun "e;ara i"ik& -odiika"i pati "e;ara kimia (aitu ;ro""<lingking, #idroli"i" a"am, ok"ida"i, dan "ub"titu"i >deri=ati"a"i?& edangkan modiika"i pati "e;ara i"ik (aitu dengan ;ara pre<gelatini"a"i dan perlakuan #idrotermal&
-o;a >-odiied 3a""a=a )lour? atau tepung "ingkong #a"il modiika"i "ebagai produk ola#an terbaru dari "ingkong& mo;a mampu men"ub"titu"i 40 C tepung gandum atau terigu& ementara untuk membuat kue, terigu bi"a diganti "eluru#n(a ole# mo;a& Prin"ip pembuatan mo;a adala# dengan memodiika"i "el
ubika(u "e;ara ermenta"i, "e#ingga men(ebabkan peruba#an karakteri"tik (ang lebi# baik dari tepung (ang di#a"ilkan berupa naikn(a =i"ko"ita", kemampuan gela"i, da(a re#idra"i dan kemuda#an melarut& Pembuatan mo;a "angat dipengaru#i ole# pro"e" modiika"i (ang dilakukan& ebab melalui pro"e" modiika"i inila# kandungan H36 pada "ingkong dapat dikurangi #ingga men;apai kadar (ang dapat dikon"um"i ole# manu"ia&
-engembangan teknologi tepung dengan menggunakan
bahan dasar ubi kayu atau singkong sudah sangat beragam.
8eberapa diantaranya yaitu tepung kasa&a termodiBkasi, ra&a,
gari, arina, dan gaplek. -ada umumnya pengembangan ataupun
modiBkasi pembuatan tepung kasa&a dilakukan secara bersamaan,
baik Bsik, biologis maupun kimia+i. -erendaman merupakan
perlakuan Bsik untuk menga+etkan sementara kasa&a kupas,
tetapi sekaligus mengurangi kandungan senya+a sianogenik yang
bersiat racun. -erendaman yang lama berakibat pelarutan
senya+a pemba+a siat rasa dan bau khas kasa&a.
Untuk mengetahui karakteristik dari masing0masing tepung
termodiBkasi, dilakukan beberapa u!i, yaitu pengu!ian !umlah
rendemen, &iskositas, iod, dan menganalisis bentuk granula
menggunakan mikroskop. %epung gari menghasilkan rendemen
tertinggi >edangkan %epung gaplek menun!ukkan nilai &iskositas
tertinggi. %ingginya &iskositas tepung gaplek disebabkan karena
proses ermentasi oleh ungi dan mikroba pada saat pen!emuran.
-ada u!i iod semua sampel dinyatakan positi karna memiliki +arna
ungu kehitaman, Darna ungu kehitaman menun!ukkan bah+a
sampel mengandung kasdar amilosa yang tinggi. +aktu
pemananakan quick cooking rice beras dan !agung masing0masing
selama 3# menit dan 15 menit. =asil praktikum masih belum sesuai
dengan literatur karena pembuatan quick cooking rice tidak
menggunakan fuidized bed drier sehingga hasil produk yang
dihasilkan tidak sesuai dengan literatur.
DAFTAR PUSTAKA
E6F adan tandardi"a"i 6a"ional& 1992& 68 01<249*<1992 : Dekstrin industri pangan&
%nonim& 201*& Nasi Instan (Nasi Cepat Masak)& #ttp://@@@&@arintek&ri"tek&go&id/panganke"e#atan/pangan/ipb/6a"i C20in"tant&pd E29 -ei 2017F
alagopalan LG, Padma$a , 6andi -& 19& Cassava Food Feed and Industry& o;a Ratun: 3R3 Pre""& 8n;
)le;#e G& 194& 3#emi;al modii;ation and degradation o "tar;#& !i dalam =an e(num G-%& Roel" J% >5d"?& tar;# 3on=er"ion Te;#nolog(& 6e@ ork: -ar;el !ekker, 8n;&
)ortuna T, Ju";ak L, Pala"iI"ki -& 2001& Propertie" o 3orn and #eat tar;# P#o"p#ate" 'btained rom Granule" egregated %;;ording to T#eir ie& EJA! & +>1? : 20<24
Gaar P%, Her(an & 2012& Pengembangan pro"e" pengola#an minuman nira aren dengan teknik ultrailtra"i dan deodori"a"i& J" #asil enelitian Industri& ol 24>1?:1<10&
Har(adi& 2011& Teknologi -odiika"i Tepung a"a=a& Agritec$& *1>2? : B<92&
Ja;ob" H, !el;our J%& 199& -odii;ation" o granular "tar;#, @it# retention o t#e granular "tru;ture : a re=ie@& J" Agric" Food C$e%& +B>?:294<2904
Jati P& 200B& Pengaru# @aktu #idroli"i" dan kon"entra"i H3l ter#adap nilai deKtro"e e.ui=alent >!5? dan karakteri"a"i mutu pati termodiika"i dari pati tapioka dengan metode #idroli"i" a"am Ekrip"iF& ogor >8!?: 8n"titut Pertanian ogor&
Lu# , Robert RL, Li 3)& >190?& ui;k 3ooking Ri;e& !alam : && Lu# >5d?& Ri;e Produ;tion and tiliation& %8 Publi"#ing 3o&
&
6u"a -8, uarti , %lia#& 2012& Pembuatan tepung mo;a melalui penamba#an "tarter dan lama ermenta"i > Modi&ied Cassava Flour ?& Agriu%& 17>*? : 210< 217&
Praba@ati , Ri;#ana 6, ui"mono& 2011& 8no=a"i pengola#an "ingkong meningkatkan pendapatandan di=er"iika"i pangan& Agro Inovasi& ol +>1?: 2< 4
Prabo@o & 2011& ub"titu"i tepung gari dalam pembuatan roti& J" 'eknologi ertanian& 7 >1?: 2*<27&
Ramad#an & 2009& %plika"i pati "agu termodiika"i #eat moi"ture treatment untuk pembuatan bi#un in"tan E"krip"iF& ogor >8!?: 8P&
Rukmana R& 1997& !i ayu* +udidaya* dan asca anen& og(akarta >8!? : ani"iu"&
alim 5& 2011& Mengola$ ,ingkong Men-adi 'epung Moca& . +isnis roduk Alternati& engganti 'erigu&og(akarta >8!? : Lil( Publi"#er&
ur(ani 3L, lamet %& 2012& 'ptima"i kon"entra"i gum arab dan ek"trak rempa#< rempa# pada edible ;oating bera" ;epat tanak dengan indek" gli"emik renda#& Agritec$& ol *2>1?: ++<40&
Tandrianto J, -intoko !, Guna@an & 201+& Pengaru# ermenta"i pada pembuatan mo;a (Modi&ied Cassava Flour) dengan menggunakan /actoacillus
plantaru% ter#adap kandungan protein& Jurnal 'eknik 0MI', & *>2? : 1+*< 1+4&
inarno )G& 200+& i%ia angan dan 1i2i& Jakarta >8!? : PT Gramedia Pu"taka tama&
urburg '& 199& 8ntrodu;tion& !i dalam urburg ' >5d?& -odiied tar;#" : Propertie" and "e"& )lorida: 3R3 Pre"", 8n;&