• Tidak ada hasil yang ditemukan

Buku Retret Guru

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Buku Retret Guru"

Copied!
47
0
0

Teks penuh

(1)

RETRET GURU

RETRET GURU

MENJADI GURU

MENJADI GURU

Untuk Apa ?

Untuk Apa ?

Gambar Cover

Gambar Cover

Rm. Yosef Lalu, Pr

Rm. Yosef Lalu, Pr

(2)

MENJADI GURU

MENJADI GURU

Untuk Apa

Untuk Apa

Rm. Yosef Lalu, Pr

Rm. Yosef Lalu, Pr

Jakarta, 2000

Jakarta, 2000

(3)

MENJADI GURU UNTUK APA

MENJADI GURU UNTUK APA

Diterbitkan oleh: Diterbitkan oleh:

Sekretariat Komisi Kateketik Sekretariat Komisi Kateketik

KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA Jl. Taman Cut Mutiah No. 10

Jl. Taman Cut Mutiah No. 10 Tromol Pos 3044 Tromol Pos 3044 JAKARTA 10002 JAKARTA 10002 Telp. (021) 31937970, Fax. (021) 39899018 Telp. (021) 31937970, Fax. (021) 39899018 E-mail:

E-mail: [email protected]@kawali.org// [email protected]@kawali.org

Design cover da nisi: Design cover da nisi: Carel Use Bataona Carel Use Bataona

Dicetak dan diperbanyak oleh: Komisi Kateketik KWI Dicetak dan diperbanyak oleh: Komisi Kateketik KWI

(4)

Prakata

Prakata

Menjadi Guru, untuk apa merupakan serangakian renungan Retret Guru, yang sudah Menjadi Guru, untuk apa merupakan serangakian renungan Retret Guru, yang sudah sering saya berikan untuk kelompok-kelompok guru di banyak tempat. Rupanya cukup sering saya berikan untuk kelompok-kelompok guru di banyak tempat. Rupanya cukup ditanggapi para guru, sehingga saya terdorong untuk membukukannya. Mungkin ada ditanggapi para guru, sehingga saya terdorong untuk membukukannya. Mungkin ada guru yang mau membacanya secara pribadi atau pemberi retret guru yang mau guru yang mau membacanya secara pribadi atau pemberi retret guru yang mau menggunakannya sejauh dirasa ada relevansinya. Siapa tahu!!

menggunakannya sejauh dirasa ada relevansinya. Siapa tahu!!

Semoga!! Semoga!!

Rm. Yosef Lalu, Pr Rm. Yosef Lalu, Pr

(5)

Daftar Isi

Daftar Isi

I.

I. SIKAP-SIAKP DASAR MEMASUKI RETRETSIKAP-SIAKP DASAR MEMASUKI RETRET

  KeheninganKeheningan   KepekaanKepekaan   KejujuranKejujuran II.

II. HIDUP KITA: SUATU PEZIARAHANHIDUP KITA: SUATU PEZIARAHAN III.

III. MOTIVASI DASAR MENJALANI HIDUP DAN TUGAS GURUMOTIVASI DASAR MENJALANI HIDUP DAN TUGAS GURU

 Motivasi Dasar 1 (Motivasi Ekonomis)Motivasi Dasar 1 (Motivasi Ekonomis) 

 Motivasi Dasar 2 (Motivasi Politis)Motivasi Dasar 2 (Motivasi Politis) 

 Motivasi Dasar 3 (Motivasi Kultural)Motivasi Dasar 3 (Motivasi Kultural) 

 Motivasi Dasar 4 (Motivasi Religius)Motivasi Dasar 4 (Motivasi Religius)

IV.

IV. UPACARA TOBATUPACARA TOBAT V.

V. RENUNGAN PENUTUPRENUNGAN PENUTUP JADWAL RETRET

(6)

I.

I.

SIKAP-SIKAP DASAR

SIKAP-SIKAP DASAR

Memasuki Retret Memasuki Retret

Untuk memasuki suatu retret, bahkan hidup, yang berhasil dibutuhkan Untuk memasuki suatu retret, bahkan hidup, yang berhasil dibutuhkan sikap-sikap tertentu. Di sini hanya mau disebut dan direnungkan tiga sikap-sikap dasar, yaitu:

sikap tertentu. Di sini hanya mau disebut dan direnungkan tiga sikap dasar, yaitu:

 Sikap HeningSikap Hening 

 Sikap PekaSikap Peka 

 SIkap JujurSIkap Jujur

HENING

HENING  dibutuhkan karena ia membantu kita untuk bisa berefleksi, untuk  dibutuhkan karena ia membantu kita untuk bisa berefleksi, untuk merenung, untuk introkspeksi supaya kita dapat mengelakkan bencana dalam hidup merenung, untuk introkspeksi supaya kita dapat mengelakkan bencana dalam hidup dan membangun mimpi-mimpi serta impian ke masa depan.

dan membangun mimpi-mimpi serta impian ke masa depan. KEPAKAAN

KEPAKAAN  dibutuhkan karena ia membantu kita untuk tanggap terhadap  dibutuhkan karena ia membantu kita untuk tanggap terhadap Tuhan, terhadap sesama dan lingkungan. Ia bisa memperkaya diri kita, sehingga kita Tuhan, terhadap sesama dan lingkungan. Ia bisa memperkaya diri kita, sehingga kita bisa menjadi pemberi dan pewarta Khabar-Baik yang kaya dan ikhlas.

bisa menjadi pemberi dan pewarta Khabar-Baik yang kaya dan ikhlas. KEJUJURAN

KEJUJURAN dibutuhkan karena ia dapat membangun komunikasi kita yang baik dibutuhkan karena ia dapat membangun komunikasi kita yang baik dengan Tuhan, sesame dan lingkungan.

(7)

KEHENINGAN

KEHENINGAN

(Dapat digunakan sebagai renungan pada (Dapat digunakan sebagai renungan pada Ekaristi Pembukaan Retret)

Ekaristi Pembukaan Retret)

Ada dua ekor bangau dan seekor kura-kura yang berkawan akrab hidup di suatu Ada dua ekor bangau dan seekor kura-kura yang berkawan akrab hidup di suatu danau yang banyak ikannya. Ikan-ikan itu merupakan rejeki nomplok bagi tiga sekawan danau yang banyak ikannya. Ikan-ikan itu merupakan rejeki nomplok bagi tiga sekawan itu. Tetapi kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, sebab kemudian tarjadi kemarau itu. Tetapi kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, sebab kemudian tarjadi kemarau yang panjang dan danau itu akhirnya mengering. Barsama itu hilanglah rezeki mereka. yang panjang dan danau itu akhirnya mengering. Barsama itu hilanglah rezeki mereka.

Ketiga sekawan itu lalu berunding dan memutuskan untuk mancari danau yang Ketiga sekawan itu lalu berunding dan memutuskan untuk mancari danau yang baru. Kedua ban gau itLi cliserahi fugas untuk mancad danau yang baru itu.

baru. Kedua ban gau itLi cliserahi fugas untuk mancad danau yang baru itu.

Sesudah lama terbang dan menjelajahi banyak daerah, akhrnya mereka Sesudah lama terbang dan menjelajahi banyak daerah, akhrnya mereka menemukan danau yang baru dan berikan. Sekembalinya kedua bangau itu ke kawan menemukan danau yang baru dan berikan. Sekembalinya kedua bangau itu ke kawan mereka si kura - kura, ketiganya kembali berunding untuk menemukan cara yang mereka si kura - kura, ketiganya kembali berunding untuk menemukan cara yang terbaik untuk perjalanan mereka, khususnya bagi kura-kura, sebab amatlah sulit terbaik untuk perjalanan mereka, khususnya bagi kura-kura, sebab amatlah sulit baginya karena tempat danau yang baru itu Sangat jauh. Bagaimana kura-kura yang baginya karena tempat danau yang baru itu Sangat jauh. Bagaimana kura-kura yang lamban itu dapat sampai ke sana?

lamban itu dapat sampai ke sana?

Sesudah lama berunding, akhirnya mereka mendapat suatu akal. Dua bangau itu Sesudah lama berunding, akhirnya mereka mendapat suatu akal. Dua bangau itu akan terbang sambil menggigit pada kedua ujung dari suatu tongkat dan kura-kura akan terbang sambil menggigit pada kedua ujung dari suatu tongkat dan kura-kura harus menggigit di bahagian tengah dari tongkat itu. Sebelum penerbangan itu di mulai, harus menggigit di bahagian tengah dari tongkat itu. Sebelum penerbangan itu di mulai, kedua bangau itu berpesan kepada sahabatnya kura-kura, supaya salama penerbangan kedua bangau itu berpesan kepada sahabatnya kura-kura, supaya salama penerbangan itu ia tidak boleh berbicara, harus tetap diam, menggigit tongkat itu erat-erat.

itu ia tidak boleh berbicara, harus tetap diam, menggigit tongkat itu erat-erat. Maka dimulailah penerbangan itu.

Maka dimulailah penerbangan itu.

Ketika mereka melewati suatu lembah, mereka dilihat oleh sekawanan serigala Ketika mereka melewati suatu lembah, mereka dilihat oleh sekawanan serigala yang sedang mencari mangsanya. Serigala itu ingin sekali menjatuhkan kura-kura itu. yang sedang mencari mangsanya. Serigala itu ingin sekali menjatuhkan kura-kura itu. Maka mereka mulai berteriak-teriak. mengolok-olok

kura-Maka mereka mulai berteriak-teriak. mengolok-olok kura-kura itu: “Lihat! Lihat! Adakura itu: “Lihat! Lihat! Ada cirit kerbau yang diterbangkan!!” Mendengar itu kura

cirit kerbau yang diterbangkan!!” Mendengar itu kura-kura itu Sangat marah. Langsung-kura itu Sangat marah. Langsung ia mencaci maki serigala-serigala itu. Tentunya mulutnya terbuka. Dan ia jatuh! Dalam ia mencaci maki serigala-serigala itu. Tentunya mulutnya terbuka. Dan ia jatuh! Dalam waktu singkat ia habis dikeroyok dan dilahap oleh serigala-serigala yang lapar itu.

waktu singkat ia habis dikeroyok dan dilahap oleh serigala-serigala yang lapar itu.

Ceritera rakyat di atas diambil dari “cerita Jawa Kuno”. Jelas makna dan Ceritera rakyat di atas diambil dari “cerita Jawa Kuno”. Jelas makna dan

kebijaksanaan yang terkandung di dalamnya. Berdiam diri itu perlu dalam hidup ini. kebijaksanaan yang terkandung di dalamnya. Berdiam diri itu perlu dalam hidup ini. Bahkan pada saat - saat tententu ia dibutuhkan secara mutlak.

Bahkan pada saat - saat tententu ia dibutuhkan secara mutlak.  A. DARI PENGALAMAN HIDUP KITA

 A. DARI PENGALAMAN HIDUP KITA

Dan pengalaman sehari-hani kita menyadari bahwa banyak kali kita menyesal Dan pengalaman sehari-hani kita menyadari bahwa banyak kali kita menyesal karena sudah tenlanjur berbicara terlalu banyak. Terlalu banyak bicara bisa karena sudah tenlanjur berbicara terlalu banyak. Terlalu banyak bicara bisa menimbulkan banyak salah pengertian, ketegangan, keresahan, kekeruhan, dan bahkan menimbulkan banyak salah pengertian, ketegangan, keresahan, kekeruhan, dan bahkan bencana. Terlalu banyak bicara dan membuat gaduh, bisa membuat kita kehilangan bencana. Terlalu banyak bicara dan membuat gaduh, bisa membuat kita kehilangan kontrol dan ngawur Orang yang sering terlalu banyak bicara banyak kehilangan daya kontrol dan ngawur Orang yang sering terlalu banyak bicara banyak kehilangan daya intropeksi diri.

intropeksi diri.

Kiranya menjadi jelas bahwa: Kiranya menjadi jelas bahwa:

(8)

1. Diam diri dapat mengelakkan banyak bencana 1. Diam diri dapat mengelakkan banyak bencana

Memang DIAM DIRI atau KEHENINGAN DAPAT MENGELAKAN BANYAK Memang DIAM DIRI atau KEHENINGAN DAPAT MENGELAKAN BANYAK BENCANA DARI DIRI KITA.

BENCANA DARI DIRI KITA.

Kita Ingat saja dalam kehidupan berkeluarga kita, Betapa sering bencana terjadi Kita Ingat saja dalam kehidupan berkeluarga kita, Betapa sering bencana terjadi hanya karena kita tidak bisa berdiam diri pada saat saat kritis, dimana diam diri sangat hanya karena kita tidak bisa berdiam diri pada saat saat kritis, dimana diam diri sangat dibutuhkan. Mungkin menghadapi suatu persoalan, sang bapa melontarkan sepatah dua dibutuhkan. Mungkin menghadapi suatu persoalan, sang bapa melontarkan sepatah dua kata yang tajam, lalu sang ibu membalasnya dengan seribu kata, lalu terjadi kata yang tajam, lalu sang ibu membalasnya dengan seribu kata, lalu terjadi pertengkaran, tamparan dan cakaran. Sesudah itu ada perang dingin, tidak saling pertengkaran, tamparan dan cakaran. Sesudah itu ada perang dingin, tidak saling menyapa selama berhari-hari. Lalu mungkin menyeruak rasa sesal, mengapa kata-kata menyapa selama berhari-hari. Lalu mungkin menyeruak rasa sesal, mengapa kata-kata yang tak sepantasnya sudah diucapkan

yang tak sepantasnya sudah diucapkan

Mungkin pernh kita bertengkar dengan teman tentang suatu soal?? Bukankah Mungkin pernh kita bertengkar dengan teman tentang suatu soal?? Bukankah kalau kita sudah berbicara terlalu banyak, apalagi kalau sudah mengeluarkant kata-kata kalau kita sudah berbicara terlalu banyak, apalagi kalau sudah mengeluarkant kata-kata yang kasar, pada malam harinya, kalau kita sudab lebih tenang dan lebih sadar, kita yang kasar, pada malam harinya, kalau kita sudab lebih tenang dan lebih sadar, kita akan menyesalinya dengan perasaan pedih?

akan menyesalinya dengan perasaan pedih?

Pernahkah kita berselisih paham atau bahkan bertengkar dengan pimpinan Pernahkah kita berselisih paham atau bahkan bertengkar dengan pimpinan kita?? Mungkin kemudian kita terkejut dan menyesal karena kita sudah mengeluarkan kita?? Mungkin kemudian kita terkejut dan menyesal karena kita sudah mengeluarkan kata-kata yang tidak pada tempatnya. Apalagi kalau kita ingat mungkin nama kita akan kata-kata yang tidak pada tempatnya. Apalagi kalau kita ingat mungkin nama kita akan terdaftar dalam blacklist pimpinan kita!!

terdaftar dalam blacklist pimpinan kita!!

Kata orang kalau ada dua orang bertengkar, yang bersalah pastilah yang paling Kata orang kalau ada dua orang bertengkar, yang bersalah pastilah yang paling banyak berbicara. Kata orang Inggris: Silence is gold!! Diam itu emas!!

banyak berbicara. Kata orang Inggris: Silence is gold!! Diam itu emas!! 2. Diam diri dapat menciptakan hal-hal yang besar

2. Diam diri dapat menciptakan hal-hal yang besar

Keheningan bukan saja bisa mengelakan banyak bencana, tetapi juga secara Keheningan bukan saja bisa mengelakan banyak bencana, tetapi juga secara positif IA BISA MENCIPTAKAN BANYAK KARYA YANG BESAR.

positif IA BISA MENCIPTAKAN BANYAK KARYA YANG BESAR.

Puisi-puisi yang indah diciptakan dalam keheningan. Lagu-lagu yang mempesona Puisi-puisi yang indah diciptakan dalam keheningan. Lagu-lagu yang mempesona digubah dalam keheningan seorang komponist. Lukisan-Iukisan terkenal sering terlahir digubah dalam keheningan seorang komponist. Lukisan-Iukisan terkenal sering terlahir dari kesunyian pelukis-pelukisnya! Cinta bersemi dalam keheningan. Harapan dan dari kesunyian pelukis-pelukisnya! Cinta bersemi dalam keheningan. Harapan dan cita-cita bisa mekar dalam keheningan.

cita bisa mekar dalam keheningan.

Seseorang yang sering menarik diri ke tempat yang sunyi untuk berpikir, Seseorang yang sering menarik diri ke tempat yang sunyi untuk berpikir, merenung dan merencanakan, akan menciptakan hal-hal yang baik dan berguna. Visi merenung dan merencanakan, akan menciptakan hal-hal yang baik dan berguna. Visi dan program, yang baik terlahir pada saat-saat hening.

dan program, yang baik terlahir pada saat-saat hening.

Sebaliknya orang yang sering berhura-hura, senantiasa terlibat dalam Sebaliknya orang yang sering berhura-hura, senantiasa terlibat dalam keramaian, akan menjadi seperti tong kosong yang nyaring bunyinya.

keramaian, akan menjadi seperti tong kosong yang nyaring bunyinya.

Memang pengalaman mengajarkan kepada kita bahwa diam diri dan keheningan Memang pengalaman mengajarkan kepada kita bahwa diam diri dan keheningan dapat:

dapat:

• Mengelakan ke

• Mengelakan kesulitan dan bencanasulitan dan bencana

• Menciptakan hal

• Menciptakan hal-hal yang besar dalam hidup kita.-hal yang besar dalam hidup kita.

B. DARI PENGALAMAN KITAB SUCI B. DARI PENGALAMAN KITAB SUCI Allah kita adalah Allah yang hening. Allah kita adalah Allah yang hening. 1. Allah

1. Allah menciptakanmenciptakan segala sesuatu dalam keheningan. segala sesuatu dalam keheningan.

Dalam Kitab Genesis diceritakan secara simbolik bahwa Allah menciptakan Dalam Kitab Genesis diceritakan secara simbolik bahwa Allah menciptakan terang, langit, bumi .. .dsbnya hanya dengan sepatah kata.

terang, langit, bumi .. .dsbnya hanya dengan sepatah kata. Tanpa ribut-ribut dan kegaduhan suatu pembangunan!! Tanpa ribut-ribut dan kegaduhan suatu pembangunan!!

(9)

2. Allah

2. Allah menyelenggarakanmenyelenggarakan sesuatu dalam keheningan.sesuatu dalam keheningan.

Sampai saat ini seluruh alam semesta yang telah diciptakan, beredar dan Sampai saat ini seluruh alam semesta yang telah diciptakan, beredar dan berkembang dalam keheningan. Matahari, bulan dan bintang-bintang terbit dan berkembang dalam keheningan. Matahari, bulan dan bintang-bintang terbit dan tenggelam dalam keheningan. Pepohonan, margasatwa dan manusia tertahir dan tenggelam dalam keheningan. Pepohonan, margasatwa dan manusia tertahir dan bertumbuh dalam keheningan.

bertumbuh dalam keheningan. 3. Allah

3. Allah menebusmenebus daam keheriingan daam keheriingan

 Peristiwa inkarnasi terjadi dalam keheningan. Lagu pembukaan Misa NatalPeristiwa inkarnasi terjadi dalam keheningan. Lagu pembukaan Misa Natal

berbunyi: “Di tengah malam yang sunyi

berbunyi: “Di tengah malam yang sunyi ... turunlah Firman…”... turunlah Firman…”

Yesus terlahir sunyi di padang Efrata, jauh dari keramaian sebuah kota, seperti Yesus terlahir sunyi di padang Efrata, jauh dari keramaian sebuah kota, seperti

Yerusalem …. Yerusalem ….

 Kemudian sela ma 30 tahun ia hidup dan bertumbuh sepi di kota kecil Nazareth,Kemudian sela ma 30 tahun ia hidup dan bertumbuh sepi di kota kecil Nazareth,

yang terletak di daerah udik Galilea…. yang terletak di daerah udik Galilea….

 Dalam warta dan karya Yesus di depan umum keheningan ini mendapat tempatDalam warta dan karya Yesus di depan umum keheningan ini mendapat tempat yang penting. Sering sebelum mewartakan dan mengerjakan sesuatu yang besar, yang penting. Sering sebelum mewartakan dan mengerjakan sesuatu yang besar, Yesus terlebih dahulu berdiam diri. Segala ucapan dan karyaNya seolah-olah Yesus terlebih dahulu berdiam diri. Segala ucapan dan karyaNya seolah-olah muncul dari keheningan.

muncul dari keheningan.

 Mari kita melihat suatu contoh:Mari kita melihat suatu contoh:

Yesus pernah diserang oleh musuh-musuhNya dalam kasus wanita sundal yang Yesus pernah diserang oleh musuh-musuhNya dalam kasus wanita sundal yang tertangkap basah sedang berbuat mesum itu (Yoh 8:1-11) Dikatakan bahwa secara tertangkap basah sedang berbuat mesum itu (Yoh 8:1-11) Dikatakan bahwa secara bertubi-tubi orang Farisi itu mempersalahkan wanita sundal itu dan menyerang bertubi-tubi orang Farisi itu mempersalahkan wanita sundal itu dan menyerang Yesus dengan pertanyaan- pertanyaan mereka. Yesus DIAM, hanya kadang-kadang Yesus dengan pertanyaan- pertanyaan mereka. Yesus DIAM, hanya kadang-kadang la menulis sasuatu di tanah. Terakhir sekali, ketika musuh-musuhNya semakin la menulis sasuatu di tanah. Terakhir sekali, ketika musuh-musuhNya semakin

ngotot, Yesus menantang mereka hanya dengan beberapa patah kata: “S ngotot, Yesus menantang mereka hanya dengan beberapa patah kata: “Siapaiapa diantara kamu yang tidak berdosa, silahkan dia yang boleh melemparkan batu diantara kamu yang tidak berdosa, silahkan dia yang boleh melemparkan batu

yang pertama kepada wanita ini!!” Lalu la diam lagi. Ternyata tak ada seorang pun yang pertama kepada wanita ini!!” Lalu la diam lagi. Ternyata tak ada seorang pun

yang berani tampil dan mengangkat batu. Sebelumnya mereka terlalu banyak yang berani tampil dan mengangkat batu. Sebelumnya mereka terlalu banyak berbicara tentang kesalahan orang lain. Karena itu mereka menjadi ngawur dan berbicara tentang kesalahan orang lain. Karena itu mereka menjadi ngawur dan tidak peka terhadap dirinya sendiri. Keheningan Yesus menyadarkan mereka tidak peka terhadap dirinya sendiri. Keheningan Yesus menyadarkan mereka tentang keadaan mereka dan meyelamatkan wanita sundal itu. Dalam keheningan tentang keadaan mereka dan meyelamatkan wanita sundal itu. Dalam keheningan itu pula wanita sundal tadi bertobat!

itu pula wanita sundal tadi bertobat!

 Ketika Yesus berdiri di hadapan Pilatus sebagai terdakwa la diam, walaupun rupa-Ketika Yesus berdiri di hadapan Pilatus sebagai terdakwa la diam, walaupun rupa-rupa tuduhan dilontarkan kepadaNya. Injil mengatakan bahwa Pilatus heran. Ada rupa tuduhan dilontarkan kepadaNya. Injil mengatakan bahwa Pilatus heran. Ada

sesuatu yang ‘Agung’, yang ‘Kuat’, tersembunyi di dalam diri Yesus. Pilatus yang sesuatu yang ‘Agung’, yang ‘Kuat’, tersembunyi di dalam diri Yesus. Pilatus yang

mempunyil wewenang untuk memutuskan hidup matinya Yesus, menjadi takut. La mempunyil wewenang untuk memutuskan hidup matinya Yesus, menjadi takut. La

mencuci tangan. la berkata Aku tidak bertanggungjawab atas darah orang ini…!” mencuci tangan. la berkata Aku tidak bertanggungjawab atas darah orang ini…!”

 Waktu Yesus disalibkan, la tidak mengeluh atau berteriak. la hanya rnengucapkanWaktu Yesus disalibkan, la tidak mengeluh atau berteriak. la hanya rnengucapkan beberapa patah kata. Dan kata-kataNya yang terakhir i

beberapa patah kata. Dan kata-kataNya yang terakhir ialah ‘Sudah selesai!!’alah ‘Sudah selesai!!’

Dengan tenangnya Ia mengucapkan

kata-Dengan tenangnya Ia mengucapkan kata-kata itu………..kata itu………..

 Waklu Yesus bangkit, la bangkit dalam keheningan. Injil tidak menceritakan apa-Waklu Yesus bangkit, la bangkit dalam keheningan. Injil tidak menceritakan apa-apa tentang kebangkitanNya. Injil hanya menceritakan tentang kubur yang kosong apa tentang kebangkitanNya. Injil hanya menceritakan tentang kubur yang kosong dan penampakkan-penampakkanNya kemudian. Tentang kebangkitan-Nya itu dan penampakkan-penampakkanNya kemudian. Tentang kebangkitan-Nya itu sendiri tidak ada seorangpun yang melihat dan merdengar. Ia bangkit dalam sendiri tidak ada seorangpun yang melihat dan merdengar. Ia bangkit dalam

keheningan fajar pagi hari minggu itu……… keheningan fajar pagi hari minggu itu………

 Sampai sekarangpun Yesus diam seribu basa dalam keheningan tabernakel danSampai sekarangpun Yesus diam seribu basa dalam keheningan tabernakel dan

(10)

C. KEHENINGAN FISIK & KEHENINGAN BATHIN C. KEHENINGAN FISIK & KEHENINGAN BATHIN

Keheningan memang dapat mengelakkan bencana dan menciptakan hal-hal yang Keheningan memang dapat mengelakkan bencana dan menciptakan hal-hal yang besar dalam hidup kita, pada saat ini dan pada hari-hari yang akan datang.

besar dalam hidup kita, pada saat ini dan pada hari-hari yang akan datang.

Keheningan yang dimaksudkan bukanlah lebih-lebih keheningan fisik, tetapi Keheningan yang dimaksudkan bukanlah lebih-lebih keheningan fisik, tetapi keheningan bathin. Sangat bisa jadi orang yang hening secara fisik, bathinnya keheningan bathin. Sangat bisa jadi orang yang hening secara fisik, bathinnya sebenarnya sedang galau. Sehaliknya orang yang bathinnya tentram bisa hening di sebenarnya sedang galau. Sehaliknya orang yang bathinnya tentram bisa hening di tengah keramaian suatu pasar.

tengah keramaian suatu pasar. Keheningan bathiniah mengantar kita kepadaKeheningan bathiniah mengantar kita kepada refleksi yang mendalam untuk menemukan hidup yang lebih bermakna. refleksi yang mendalam untuk menemukan hidup yang lebih bermakna. Keheningan bathin yang aktif (bukan pasif) yang mengantar kita kepada Keheningan bathin yang aktif (bukan pasif) yang mengantar kita kepada kedalaman hidup.

kedalaman hidup.

Orang boleh ribut dan repot akan banyak hal. tetapi hendaknya tidak boleh Orang boleh ribut dan repot akan banyak hal. tetapi hendaknya tidak boleh melupakan saat-saat hening untuk refleksi itu. Saat-saat hening untuk refleksi bisa melupakan saat-saat hening untuk refleksi itu. Saat-saat hening untuk refleksi bisa melahirkan banyak inspirasi untuk meluruskan kembali pelbagai penyimpangan dan melahirkan banyak inspirasi untuk meluruskan kembali pelbagai penyimpangan dan meneguhkan setiap usaha Lepat jalur dan tepat sasar. Hendaklah diwaspadai bahwa meneguhkan setiap usaha Lepat jalur dan tepat sasar. Hendaklah diwaspadai bahwa kesibukan dan kehirukpikukan yang keterlaluan bisa merupakan pelarian dari hidup kesibukan dan kehirukpikukan yang keterlaluan bisa merupakan pelarian dari hidup yang tidak mendalam dan tidak bermakna, Keheningan bathiniah yang aktif sangat yang tidak mendalam dan tidak bermakna, Keheningan bathiniah yang aktif sangat mutlak bagi hidup kita. la dapat mengelakkan bencana dan menciptakan hari-hari besar mutlak bagi hidup kita. la dapat mengelakkan bencana dan menciptakan hari-hari besar

dalam hidup kita…. dalam hidup kita….

Mari kita manfaatkan

(11)

KEPEKAAN

KEPEKAAN

Seorang mistik bercerita bahwa ada seekor ikan yang masih muda yang Seorang mistik bercerita bahwa ada seekor ikan yang masih muda yang berhari-hari berenang kian kemari dalam laut untuk mancari air laut. Pada suatu berhari-hari ia hari berenang kian kemari dalam laut untuk mancari air laut. Pada suatu hari ia bertemu dengan seekor ikan tua yang sudah memiliki ban yak pengaaman dalam hidup bertemu dengan seekor ikan tua yang sudah memiliki ban yak pengaaman dalam hidup ini. Ikan muda itu bertanya kepada ikan tua tadi:

ini. Ikan muda itu bertanya kepada ikan tua tadi:

“Ikan tua yang berpengalaman, tolong tunjukkan kepada saya dimanakah air laut itu, “Ikan tua yang berpengalaman, tolong tunjukkan kepada saya dimanakah air laut itu, karena saya ingin sekali

karena saya ingin sekali untuk melihat dan bertemu dengannya!”untuk melihat dan bertemu dengannya!”

Dengan heran ikan tua itu berkata: Bukankah engkau sekarang berenang dalam air laut? Dengan heran ikan tua itu berkata: Bukankah engkau sekarang berenang dalam air laut? Tetapi ikan muda itu tidak puas. la terus berenang dalam air laut dan mencari air laut Tetapi ikan muda itu tidak puas. la terus berenang dalam air laut dan mencari air laut

itu… itu…

Orang mistik yang sama itu bercerita bahwa ada seorang professor menaiki Orang mistik yang sama itu bercerita bahwa ada seorang professor menaiki keledainya, masuk keluer lorong-lorong di kotanya dan menan yakan kepada setiap keledainya, masuk keluer lorong-lorong di kotanya dan menan yakan kepada setiap

orang yang dijumpainya: “S

orang yang dijumpainya: “Saudara, apakah saudara melihat keledai saya?”audara, apakah saudara melihat keledai saya?”

Tentu saja semua oreng memandang dengan heran kepadanya. Ketika sang profesor Tentu saja semua oreng memandang dengan heran kepadanya. Ketika sang profesor menanyakan tentang keledainya itu kepada seorang anak kecil, dengan polosnya si kecil menanyakan tentang keledainya itu kepada seorang anak kecil, dengan polosnya si kecil itu balik berta

itu balik bertanya: Yang kau naiki itu apa?”nya: Yang kau naiki itu apa?”

 A. DARA PENGALAMAN HIDUP KITA  A. DARA PENGALAMAN HIDUP KITA

Ikan yang masih muda dan profesor itu kurang peka terhadap lingkungan. Cerita Ikan yang masih muda dan profesor itu kurang peka terhadap lingkungan. Cerita ini mau menyindir bahwa kita pun sering kurang peka terhadap lingkungan. Kita kurang ini mau menyindir bahwa kita pun sering kurang peka terhadap lingkungan. Kita kurang tanggap. Tidak cepat melihat, mendengar dan merasakan. Kita menjadi tumpul.

tanggap. Tidak cepat melihat, mendengar dan merasakan. Kita menjadi tumpul. 1. Kita sering kurang peka terhadap diri dan lingkungan

1. Kita sering kurang peka terhadap diri dan lingkungan a. Kita kurang peka terhadap diri kita

a. Kita kurang peka terhadap diri kita

Sering kita kurang peka terhadap diri kita sendiri, lebih-lebih dalam hal yang Sering kita kurang peka terhadap diri kita sendiri, lebih-lebih dalam hal yang negatif. Dalam hal yang positif sering kita amat peka. Kita lekas tanggap kalau dikatakan negatif. Dalam hal yang positif sering kita amat peka. Kita lekas tanggap kalau dikatakan

bahwa kita baik, kita

bahwa kita baik, kita hebat,…….dsb. Terhadhebat,…….dsb. Terhadap hal yang negatif ap hal yang negatif rasanya kita kurang peka.rasanya kita kurang peka.

Kita misalnya kurang meihat dan menyadari sifat- sifat dan sikap kita yang jelek. Kita Kita misalnya kurang meihat dan menyadari sifat- sifat dan sikap kita yang jelek. Kita menjadi tumpul. Bahkan reaksi bela diri kita bisa amat tinggi, kalau kekurangan atau menjadi tumpul. Bahkan reaksi bela diri kita bisa amat tinggi, kalau kekurangan atau

kejelekan kita disinggung…….. kejelekan kita disinggung……..

b. Kita kurang peka terhadap lingkungan b. Kita kurang peka terhadap lingkungan

Kita sering kurang peka terhadap lingkungan, khususnya sesama kita, dalam hal Kita sering kurang peka terhadap lingkungan, khususnya sesama kita, dalam hal yang baik.

yang baik.

Sering kita kurang melihat dan menyadari kebaikan misalnya dari keluarga kita, Sering kita kurang melihat dan menyadari kebaikan misalnya dari keluarga kita, dari ayah/suami, ibu/istri, saudara-saudara dsbnya. Malah kekurangan-kekurangan dari ayah/suami, ibu/istri, saudara-saudara dsbnya. Malah kekurangan-kekurangan mereka cepat kita lihat dan cepat kita beri nilai. Terhadap kebaikannya kita bersikap mereka cepat kita lihat dan cepat kita beri nilai. Terhadap kebaikannya kita bersikap tumpul. Betapa sering kita misalnya tidak mengucapkan terima kasih kepada ibu/istri tumpul. Betapa sering kita misalnya tidak mengucapkan terima kasih kepada ibu/istri

(12)

padahal sudah bertahun-tahun ia memasak, menyiapkan makanan, mencuci piring, padahal sudah bertahun-tahun ia memasak, menyiapkan makanan, mencuci piring,

mencuci pakaian kita dengan tulus dan

mencuci pakaian kita dengan tulus dan setia…… dsbnya.setia…… dsbnya.

Betapa sering kita tidak melihat dan bersyukur untuk perjuangan ayah/suami, Betapa sering kita tidak melihat dan bersyukur untuk perjuangan ayah/suami, yang membuat

yang membuathidup kita hidup kita berkecukupanberkecukupan…….…….

Betapa sering kita tidak melihat dan menyadari kebaikan saudara-saudara, Betapa sering kita tidak melihat dan menyadari kebaikan saudara-saudara, teman-teman, para pemimpin kita di tempat kerja...dsbnya. Mungkin karena terlalu teman-teman, para pemimpin kita di tempat kerja...dsbnya. Mungkin karena terlalu biasa itu

biasa itu Tadi.. ... Tadi.. ...

2. Kita itu seumpama radio 2. Kita itu seumpama radio

Diri kita ini sebenarnya sama dengan radio. Orang yang peka sama dengan radio Diri kita ini sebenarnya sama dengan radio. Orang yang peka sama dengan radio yang banyak gelombangnya, punya antena yang baik dan cukup tinggi, serta baterainya yang banyak gelombangnya, punya antena yang baik dan cukup tinggi, serta baterainya masih terisi, sehingga dapat menangkap banyak siaran dan pelbagai pemancar. Ini radio masih terisi, sehingga dapat menangkap banyak siaran dan pelbagai pemancar. Ini radio yang baik. Bermutu. Banyak orang yang mengelilinginya untuk mendengar berita baik yang baik. Bermutu. Banyak orang yang mengelilinginya untuk mendengar berita baik dari padanya.

dari padanya.

Orang tidak peka sama seperti radio yang hanya memiliki satu gelombang, yang Orang tidak peka sama seperti radio yang hanya memiliki satu gelombang, yang antenanya mungkin sudah karatan dan baterainya sudah sowak. Radio yang tak antenanya mungkin sudah karatan dan baterainya sudah sowak. Radio yang tak bermutu, pasti tidak ada orang yang mau mengitarinya.

bermutu, pasti tidak ada orang yang mau mengitarinya.

Seseorang yang peka, dia dapat menanggapi banyak hal dalam dirinya dan diluar Seseorang yang peka, dia dapat menanggapi banyak hal dalam dirinya dan diluar dirinya, bahkan hal-hal yang sangat kecil, yang luput dari tanggapan umum! Semua dirinya, bahkan hal-hal yang sangat kecil, yang luput dari tanggapan umum! Semua

menjadi sangat penting dan bermakna baginya. Semua bisa “berbicara”. Dan kalau menjadi sangat penting dan bermakna baginya. Semua bisa “berbicara”. Dan kalau

sudah demikian. Orang bisa larut ke dalam penyadaran yang semakin mendalam. Di sudah demikian. Orang bisa larut ke dalam penyadaran yang semakin mendalam. Di sana kita menemukan suatu dunia lain yang serba bermakna dan indah dibalik semua sana kita menemukan suatu dunia lain yang serba bermakna dan indah dibalik semua yang kelihatan biasa-biasa saja, yang tentu saja tak dapat dinikmati oleh mereka yang yang kelihatan biasa-biasa saja, yang tentu saja tak dapat dinikmati oleh mereka yang

sudah “tumpul”

sudah “tumpul”  daya   daya tanggapnya. Orang tanggapnya. Orang yang peka yang peka akan mempunyai akan mempunyai banyak teman.banyak teman.

Disenangi. Orang yang

Disenangi. Orang yang tumpul akan ditinggalkan…………..tumpul akan ditinggalkan…………..

3. Pusat kepekaan adalah hati 3. Pusat kepekaan adalah hati

Kepekaan berarti sikap lekas tanggap. Lekas melihat. Lekas mendengar. Lekas Kepekaan berarti sikap lekas tanggap. Lekas melihat. Lekas mendengar. Lekas merasa dsbnya. Singkatnya lekas tanggap. Bukan saja dengan panca indra, tetapi merasa dsbnya. Singkatnya lekas tanggap. Bukan saja dengan panca indra, tetapi lebih-lebih dengan hati.

lebih dengan hati.

Kita sebenarnya lebih mendengar dengan hati daripada dengan telinga. Kita sebenarnya lebih mendengar dengan hati daripada dengan telinga.

Kalau seseorang yang tidak kita senangi, walau ia berbicara berkaok-kaok dan Kalau seseorang yang tidak kita senangi, walau ia berbicara berkaok-kaok dan telinga kita terbuka lebar-lebar, kalau hati kita tertutup terhadap pembicaraannya. kita telinga kita terbuka lebar-lebar, kalau hati kita tertutup terhadap pembicaraannya. kita sebenarnya tidak mendengar apa-apa. Jadi kepekaan itu menyangkut panca indera, sebenarnya tidak mendengar apa-apa. Jadi kepekaan itu menyangkut panca indera, tetapi lebih-lebih hati.

tetapi lebih-lebih hati.

Begitu juga dengan penglihatan kita. Orang yang tidak kita senangi, sulit bagi kita Begitu juga dengan penglihatan kita. Orang yang tidak kita senangi, sulit bagi kita untuk melihat dan memperhatikannya. Tetapi seseorang yang kita cintai, dapat segera untuk melihat dan memperhatikannya. Tetapi seseorang yang kita cintai, dapat segera kita lihat walaupun jaraknya amat jauh. Kita sebenarnya lebih mendengar dan melihat kita lihat walaupun jaraknya amat jauh. Kita sebenarnya lebih mendengar dan melihat dengan hati. Hati adalah pusat kepekaan kita.

dengan hati. Hati adalah pusat kepekaan kita. B. DARI PENGALAMAN KITAB SUCI

B. DARI PENGALAMAN KITAB SUCI

Allah kita adalah Allah yang peka. Tak dapat dibayangkan sekiranya Allah Allah kita adalah Allah yang peka. Tak dapat dibayangkan sekiranya Allah bersikap acuh tak acuh terhadap manusia dan lingkungannya. Mungkin kita sudah bersikap acuh tak acuh terhadap manusia dan lingkungannya. Mungkin kita sudah hilang dalam ketiadaan.

(13)

Seluruh Kitab Suci Perjaajian Lama hanya menceritakan tentang Allah yang Seluruh Kitab Suci Perjaajian Lama hanya menceritakan tentang Allah yang menyertai bangsa Israel dengan hati

menyertai bangsa Israel dengan hati. Allah yang lekas melihat dan mendengar suka. Allah yang lekas melihat dan mendengar suka duka manusia.

duka manusia.

Gambaran Allah yang peka menjadi sangat transparan dalam diri Yesus………….. Gambaran Allah yang peka menjadi sangat transparan dalam diri Yesus…………..

1. Yesus dekat dengan sesama 1. Yesus dekat dengan sesama

Yesus berasal dari desa Nazareth, dari keluarga yang sederhana. Kemudian Yesus berasal dari desa Nazareth, dari keluarga yang sederhana. Kemudian ketika Ia menjadi orang yang termasyur, Ia tidak lupa asalNya. Ia hidup di ketika Ia menjadi orang yang termasyur, Ia tidak lupa asalNya. Ia hidup di tengah-tengah masyarakat, menjelajahi kota dan dusun, daerah gunung dan pantai. Ia ada di tengah masyarakat, menjelajahi kota dan dusun, daerah gunung dan pantai. Ia ada di tengah-tengah suka-duka hidup manusia. Dalam suasana gembira pesta nikah, Ia tidak tengah-tengah suka-duka hidup manusia. Dalam suasana gembira pesta nikah, Ia tidak sungkan untuk turun bergembira dan mengambil bahagian di dalamnya (Yoh 2:2-12). sungkan untuk turun bergembira dan mengambil bahagian di dalamnya (Yoh 2:2-12).

Dalam suasana sedih karena menderita sakit,...Ia turut merasa sakit dan Dalam suasana sedih karena menderita sakit,...Ia turut merasa sakit dan menawarkan penyembuhan (Mat

8:14-menawarkan penyembuhan (Mat 8:14-17). Pada saat sesamaNya lapar,…….Ia berusaha17). Pada saat sesamaNya lapar,…….Ia berusaha

untuk mengenyangkan mereka (Mk 6:30-44). Ia berprihatin terhadap sesamaNya yang untuk mengenyangkan mereka (Mk 6:30-44). Ia berprihatin terhadap sesamaNya yang

terlantar, seperti domba tak

terlantar, seperti domba tak bergembala….bergembala….. dsbnya.. dsbnya.

Semakin terlibat dengan manusia, semakin Ia mengerti kesulitan dan kebutuhan Semakin terlibat dengan manusia, semakin Ia mengerti kesulitan dan kebutuhan mereka. Sebab itu dapatlah dimengerti kalau Ia mengawali wartaNya bukan dengan mereka. Sebab itu dapatlah dimengerti kalau Ia mengawali wartaNya bukan dengan instruksi dan ancaman, tetapi dengan warta tentang kasih dan pengampunan. instruksi dan ancaman, tetapi dengan warta tentang kasih dan pengampunan. OrientasiNya memang pada sesamaNya manusia. Manusia dan prospek masa depannya OrientasiNya memang pada sesamaNya manusia. Manusia dan prospek masa depannya menjadi pusat perhatian Yesus. Ia mewartakan tentang Kerajaan Allah, dimana Allah menjadi pusat perhatian Yesus. Ia mewartakan tentang Kerajaan Allah, dimana Allah meraja dan manusia boleh mengalami kesejahteraan lahir bathin. Ia mendalami meraja dan manusia boleh mengalami kesejahteraan lahir bathin. Ia mendalami pengalamanNya sendiri dan pengalaman sesamaNya, lalu melontarkannya kembali pengalamanNya sendiri dan pengalaman sesamaNya, lalu melontarkannya kembali kepada para pendengarNya untuk menemukan nilai-nilai Kerajaan Allah di dalamnya. Ia kepada para pendengarNya untuk menemukan nilai-nilai Kerajaan Allah di dalamnya. Ia berbicara tentang kebun anggur, tentang domba-domba dan gembala, tentang tasik, berbicara tentang kebun anggur, tentang domba-domba dan gembala, tentang tasik, nelayan dan ikan-ikan, tentang padang dan kembang-kembang, pendeknya: tentang nelayan dan ikan-ikan, tentang padang dan kembang-kembang, pendeknya: tentang semua yang akrab dengan rakyat kebanyakan.

semua yang akrab dengan rakyat kebanyakan.

Menarik pula untuk menyimak cara Yesus bertutur. Ia berbicara dan berbahasa Menarik pula untuk menyimak cara Yesus bertutur. Ia berbicara dan berbahasa dengan cara yang gampang dimengerti, memakai kiasan dan perumpamaan yang dengan cara yang gampang dimengerti, memakai kiasan dan perumpamaan yang dipetik dari pengalaman dan kehidupan sehari-hari. Rasanya Ia selalu menemukan kata dipetik dari pengalaman dan kehidupan sehari-hari. Rasanya Ia selalu menemukan kata yang tepat untuk apa yang ingin disampaikanNya.

yang tepat untuk apa yang ingin disampaikanNya.

Singkatnya: Seluruh cara sikap hidup Yesus, sampai dengan isi dan cara Singkatnya: Seluruh cara sikap hidup Yesus, sampai dengan isi dan cara bertuturNya, menunjukan bahwa Ia sangat peka dan dekat dengan sesamaNya, bertuturNya, menunjukan bahwa Ia sangat peka dan dekat dengan sesamaNya, khususnya sesama yang adalah rakyat jelata.

khususnya sesama yang adalah rakyat jelata.

2. Yesus sangat “terbuka” 2. Yesus sangat “terbuka”

Karena Yesus dekat dengan sesamaNya, maka Ia juga sangat terbuka kepada Karena Yesus dekat dengan sesamaNya, maka Ia juga sangat terbuka kepada segala orang. Ia bergaul dengan semua orang. Dengan para rohaniwan (Yoh 7:42-52) segala orang. Ia bergaul dengan semua orang. Dengan para rohaniwan (Yoh 7:42-52) dan penguasa, bahkan penjajah (Mk 7:1 -10) yang beritikad baik. Namun Ia akrab pula dan penguasa, bahkan penjajah (Mk 7:1 -10) yang beritikad baik. Namun Ia akrab pula dengan pegawai pajak yang koruptor (Lk 19:1-1O) dengan WTS (Lk 7:36-50)dan para dengan pegawai pajak yang koruptor (Lk 19:1-1O) dengan WTS (Lk 7:36-50)dan para penderita penyakit yang berbahaya yang dikarantinakan.

penderita penyakit yang berbahaya yang dikarantinakan.

Musti diingat bahwa pergaulan Yesus dengan yang berdosa dan najis amat tidak Musti diingat bahwa pergaulan Yesus dengan yang berdosa dan najis amat tidak sesuai dengan adat sopan santun dan peraturan agama yang berlaku pada saat itu.

sesuai dengan adat sopan santun dan peraturan agama yang berlaku pada saat itu. Pertama: SikapNya kepada kaum pendosa.

Pertama: SikapNya kepada kaum pendosa.

Bagi orang Yahudi dosa itu menular seperti kuman. Kena bayangan seorang Bagi orang Yahudi dosa itu menular seperti kuman. Kena bayangan seorang berdosa, tinggal serumah dengan orang jahat, apalagi makan bersama dengan mereka berdosa, tinggal serumah dengan orang jahat, apalagi makan bersama dengan mereka

(14)

berarti kena dosa itu sendiri, menjadi orang berdosa. Maka seorang yang saleh tidak berarti kena dosa itu sendiri, menjadi orang berdosa. Maka seorang yang saleh tidak boleh bergaul dengan yang bukan saleh.

boleh bergaul dengan yang bukan saleh.

Dan Yesus?? Ia bergaul dengan para pegawal pajak yang diakui umum sebagai Dan Yesus?? Ia bergaul dengan para pegawal pajak yang diakui umum sebagai koruptor dan pemeras. Ia bertemu dan menyapa orang-orang setengah kafir seperti koruptor dan pemeras. Ia bertemu dan menyapa orang-orang setengah kafir seperti bangsa Samaria itu dan mendatangi negeri-negeri orang kufur dan berbicara akrab bangsa Samaria itu dan mendatangi negeri-negeri orang kufur dan berbicara akrab dengan mereka (Mt 15,21 -28).

dengan mereka (Mt 15,21 -28). Kedua: Ia bergaul dengan wanita. Kedua: Ia bergaul dengan wanita.

Anggapan masyarakat Yahudi: wanita itu penggoda! Maka seorang laki-laki, Anggapan masyarakat Yahudi: wanita itu penggoda! Maka seorang laki-laki, lebih-lebih seorang guru agama tidak boleh berbicara dengan seorang perempuan yang lebih-lebih seorang guru agama tidak boleh berbicara dengan seorang perempuan yang belum dikenalnya. Dan bagaimana sikap Yesus? Ia bergaul dengan wanita. Bahkan ada belum dikenalnya. Dan bagaimana sikap Yesus? Ia bergaul dengan wanita. Bahkan ada wanita-wanita tertentu yang tetap mengikutiNya ke mana pun Dia pergi. Yesus wanita-wanita tertentu yang tetap mengikutiNya ke mana pun Dia pergi. Yesus menyapa dan bergaul dengan wanita-wanita kafir yang belum dikenalNya seperti menyapa dan bergaul dengan wanita-wanita kafir yang belum dikenalNya seperti wanita Samaria itu.

wanita Samaria itu.

Ia bukan saja bergaul dengan sembarang wanita, tetapi juga berusaha untuk Ia bukan saja bergaul dengan sembarang wanita, tetapi juga berusaha untuk membela wanita-wanita sundal, juga wanita yang tertangkap basah sedang praktek!! membela wanita-wanita sundal, juga wanita yang tertangkap basah sedang praktek!! (Yoh 8:1-11).

(Yoh 8:1-11).

Dan contoh-contoh tadi menjadi jelas bagi kita bahwa pergaulan Yesus sangat Dan contoh-contoh tadi menjadi jelas bagi kita bahwa pergaulan Yesus sangat terbuka. Ia peka dan dekat dengan siapa saja.

terbuka. Ia peka dan dekat dengan siapa saja.

Seperti Yesus, kita hendaknya peka dan dekat dengan siapa saja, terutama dalam Seperti Yesus, kita hendaknya peka dan dekat dengan siapa saja, terutama dalam retret ini.

(15)

KEJUJURAN

KEJUJURAN

Kejujuran itu dapat terungkap dalam perkataan dan dalam perbuatan kita. Kita Kejujuran itu dapat terungkap dalam perkataan dan dalam perbuatan kita. Kita renungkan satu per satu dari pengalaman kita dan dari Kitab Suci.

renungkan satu per satu dari pengalaman kita dan dari Kitab Suci.  A. DARI PENGALAMAN HIDUP KITA

 A. DARI PENGALAMAN HIDUP KITA 1. Kejujuran dalam perkataan

1. Kejujuran dalam perkataan

Kita hendaknya jujur dalam berkata - kata. Tidak bohong. Kita hendaknya jujur dalam berkata - kata. Tidak bohong. A. de Mello menceritakan kisah berikut:

A. de Mello menceritakan kisah berikut: Imam di desa terganggu doanya

Imam di desa terganggu doanya

karena anak-anak ramai bermain-main karena anak-anak ramai bermain-main di sebelah rumahnya.

di sebelah rumahnya.

Untuk menghalau anak-anak itu Untuk menghalau anak-anak itu

ia berseru: Hai, ada raksasa mengerikan ia berseru: Hai, ada raksasa mengerikan di sungai di bawah sana

di sungai di bawah sana Bergegaslah ke sana Bergegaslah ke sana

Nanti kamu akan melihatnya Nanti kamu akan melihatnya sedang menyemburkan api sedang menyemburkan api lewat lubang hidngnya lewat lubang hidngnya

Sabentar saja semua orang di kampung Sabentar saja semua orang di kampung

sudah mendengar tentang munculnya raksasa itu. sudah mendengar tentang munculnya raksasa itu. Mereka cepat-cepat berlari menuju sungai.

Mereka cepat-cepat berlari menuju sungai. Ketika imam melihat hal ini,

Ketika imam melihat hal ini,

ia ikut bergabung bersama banyak orang. ia ikut bergabung bersama banyak orang.

Sambil berlari sepanjang jalan menuju ke sungai Sambil berlari sepanjang jalan menuju ke sungai yang enam kilometer jauhnya,

yang enam kilometer jauhnya,

ia kembali berpikir “Mamang benar, ia kembali berpikir “Mamang benar,

aku sendiri yang membuat cerita. aku sendiri yang membuat cerita.

Tetapi, barangkali benar juga, ... siapa tahu.” Tetapi, barangkali benar juga, ... siapa tahu.”

Orang yang sering menipu, cepat atau lambat, akan menuai akibat Orang yang sering menipu, cepat atau lambat, akan menuai akibat buruknya.

buruknya.

Ada macam-macam alasan mengapa orang berbohong. Ada macam-macam alasan mengapa orang berbohong. Pertama:

Pertama:  Hanya sekedar iseng. Orang dapat berbohong hanya karena mau untuk  Hanya sekedar iseng. Orang dapat berbohong hanya karena mau untuk menikmati kesenangan murahan. Orang merasa senang karena orang lain tertipu, menikmati kesenangan murahan. Orang merasa senang karena orang lain tertipu,

terpedaya…… terpedaya……

(16)

Kedua:

Kedua:  Orang berbohong untuk memperoleh keuntungan tertentu. Para pedagang  Orang berbohong untuk memperoleh keuntungan tertentu. Para pedagang misalnya dapat menipu, supaya bisa mendapat untung sebesar-besamya.

misalnya dapat menipu, supaya bisa mendapat untung sebesar-besamya. Ketiga:

Ketiga: Bisa saja orang berbohong dalam situasi terjepit. UntukBisa saja orang berbohong dalam situasi terjepit. Untuk menyelamatkan diri dari situasi, ia terpaksa berbohong.

menyelamatkan diri dari situasi, ia terpaksa berbohong.

Memang terkesan bahwa kebohongan bisa membawa kenikmatan dan Memang terkesan bahwa kebohongan bisa membawa kenikmatan dan keberuntungan tertentu. Paling kurang untuk waktu tertentu. Tetapi untuk jarak waktu keberuntungan tertentu. Paling kurang untuk waktu tertentu. Tetapi untuk jarak waktu yang

yang penjang di penjang di masa depan, masa depan, ia akan ia akan membawa membawa bencana. Bencbencana. Bencana kemerosotanana kemerosotan pribadi, karena lama-kelamaan kita akan dikenal sebagai pembohong. Bencana yang pribadi, karena lama-kelamaan kita akan dikenal sebagai pembohong. Bencana yang lain ialah bahwa kita akan kehilangan kepercayaan. Kita tidak akan dipercaya lagi.

lain ialah bahwa kita akan kehilangan kepercayaan. Kita tidak akan dipercaya lagi.

Pada jaman kita ini kebiasaan berbohong dan merekayasa bertumbuh subur. Pada jaman kita ini kebiasaan berbohong dan merekayasa bertumbuh subur. Penuh dengan ketidakjujuran.

Penuh dengan ketidakjujuran.

Kebohongan menjadi sangat jahat kalau sampai ke tingkat memfitnah. Kebohongan menjadi sangat jahat kalau sampai ke tingkat memfitnah. Memfitnah itu jahat karena:

Memfitnah itu jahat karena:

 Dengan memfitnah kita merugikan orang yang di fitnah. Nama baiknya tercemar danDengan memfitnah kita merugikan orang yang di fitnah. Nama baiknya tercemar dan

dengan demikian ia mendapat kerugian dan kesulitan dalam pergaulan. Bisa saja ia dengan demikian ia mendapat kerugian dan kesulitan dalam pergaulan. Bisa saja ia akan dijauhi atau tidak dipercay ai dalam pergaulan.

akan dijauhi atau tidak dipercay ai dalam pergaulan.

 Dengan memfitnah Dengan memfitnah kita melakukan kkita melakukan ketidakadilan, sebab orang etidakadilan, sebab orang yang difitnah tidakyang difitnah tidak

berada di tempat, sehingga ia tidak bisa membela diri. Kita leluasa menyerang dia berada di tempat, sehingga ia tidak bisa membela diri. Kita leluasa menyerang dia tanpa perlawanan. Seorang pemfitnah sebenarnya seorang pembunuh yang tanpa perlawanan. Seorang pemfitnah sebenarnya seorang pembunuh yang

pengecut….. pengecut…..

 Dengan memfitnah kita menebar racun yang secera amat cepat menyebar hampirDengan memfitnah kita menebar racun yang secera amat cepat menyebar hampir

tanpa sensor dan tanpa batas. Karena suatu fitnahan biasanya amat merangsang tanpa sensor dan tanpa batas. Karena suatu fitnahan biasanya amat merangsang

untuk disebarluaskan....Beta

untuk disebarluaskan....Betapa seseorang pa seseorang dirugikan karena suatu dirugikan karena suatu fitnahan…………fitnahan…………....

2. Kejujuran dalam perbuatan 2. Kejujuran dalam perbuatan

Kejujuran dalam perbuatan dapat berarti

Kejujuran dalam perbuatan dapat berarti menampilkan diri seperti aslinyamenampilkan diri seperti aslinya.. Orang tampil seadanya. Tidak memakai topeng.

Orang tampil seadanya. Tidak memakai topeng.

Dalam pergaulan sehari-hari rupanya kita sering berpenampilan tidak asli. Dalam pergaulan sehari-hari rupanya kita sering berpenampilan tidak asli. Penampihan kita dirumah mungkin sangat berbeda dengan penampilan kita di kantor Penampihan kita dirumah mungkin sangat berbeda dengan penampilan kita di kantor atau di Gereja. Kita bisa merubah penampilan kita untuk sekedar menguntungkan diri atau di Gereja. Kita bisa merubah penampilan kita untuk sekedar menguntungkan diri kita, sebab penampilan yang asli bisa saja merugikan diri kita. Kalau kita kita, sebab penampilan yang asli bisa saja merugikan diri kita. Kalau kita berpembawaan kotor-kotor, kita akan berpenampilan rapih di depan kepala bagian berpembawaan kotor-kotor, kita akan berpenampilan rapih di depan kepala bagian personalia kalau kita mau melamar pekerjaan padanya. Kalau kita memiliki karakter personalia kalau kita mau melamar pekerjaan padanya. Kalau kita memiliki karakter pemalas, pemarah atau acuh tak acuh, mana kita berani tampil seaslinya di depan pemalas, pemarah atau acuh tak acuh, mana kita berani tampil seaslinya di depan pimpinan kita dsbnya... dsbnya...

pimpinan kita dsbnya... dsbnya...

Kita merubah penampilan kita sesuai formalitas yang dituntut. Misalnya Kita merubah penampilan kita sesuai formalitas yang dituntut. Misalnya bersikap amat sopan dihadapan atasan kita, walaupun mungkin kita bukanlah manusia bersikap amat sopan dihadapan atasan kita, walaupun mungkin kita bukanlah manusia yang amat menjunjung tinggi adat sopan santun yang formal. Hal ini kiranya masih yang amat menjunjung tinggi adat sopan santun yang formal. Hal ini kiranya masih wajar!

wajar!

Sikap formal ini bisa menjurus kepada sikap

Sikap formal ini bisa menjurus kepada sikap munafik munafik . Sikap bertopeng. Di sana. Sikap bertopeng. Di sana mulai masuk unsur

mulai masuk unsur kebohongankebohongan, dan itu menjadi tidak baik. Sering menjadi jahat., dan itu menjadi tidak baik. Sering menjadi jahat.

Ada seekor anak serigala yang selalu gagal mendekati sekelompok domba di Ada seekor anak serigala yang selalu gagal mendekati sekelompok domba di padang, padahal dia ingin sekali untuk memangsa domba-domba itu satu per satu. padang, padahal dia ingin sekali untuk memangsa domba-domba itu satu per satu. Soalnya baru saja dia muncul dikejauhan domba-domba itu sudan pada lari. Sesudah Soalnya baru saja dia muncul dikejauhan domba-domba itu sudan pada lari. Sesudah berpikir

(17)

setenqah mati, akhimya ia mondapat suatu akal. Ia akan berusaha mengenakan pakaian setenqah mati, akhimya ia mondapat suatu akal. Ia akan berusaha mengenakan pakaian bulu domba dan berusaha menyelundup ke kandang dari domba-domba itu dan dengan bulu domba dan berusaha menyelundup ke kandang dari domba-domba itu dan dengan itu setiap malam ia dapat mamangsa seekor anak domba.

itu setiap malam ia dapat mamangsa seekor anak domba.

Akal bulus seriga itu berjalan lancar. Ia berhasil menyamar dengan pakaian bulu Akal bulus seriga itu berjalan lancar. Ia berhasil menyamar dengan pakaian bulu domba, dan setiap malam ia dapat memangsa seekor dari domba-domba itu.

domba, dan setiap malam ia dapat memangsa seekor dari domba-domba itu.

Tetapi pada suatu malam ia kena batunya. Tuan pemilik domba-domba itu pada Tetapi pada suatu malam ia kena batunya. Tuan pemilik domba-domba itu pada malam itu kedatangan tamu. Untuk menjamu tamunya ia mau menyembelih seekor dari malam itu kedatangan tamu. Untuk menjamu tamunya ia mau menyembelih seekor dari domba-dombanya itu. Ia memilih domba yang paling tambun. Dan domba yang paling domba-dombanya itu. Ia memilih domba yang paling tambun. Dan domba yang paling tambun adalah domba palsu itu, yang secara lahiriah tampak sebagai domba, padahal tambun adalah domba palsu itu, yang secara lahiriah tampak sebagai domba, padahal dalamnya sesungguhnya adalah serigala. Alangkah kagetnya si pemilik domba itu, dalamnya sesungguhnya adalah serigala. Alangkah kagetnya si pemilik domba itu, karena domba yang di sembelihnya ternyata bukan domba, tetapi serigala dalam karena domba yang di sembelihnya ternyata bukan domba, tetapi serigala dalam

pakaian bulu domba…… pakaian bulu domba……

Serigala itu menjadi korban dan tipu muslihatnya sendiri, ia menjadi korban dari Serigala itu menjadi korban dan tipu muslihatnya sendiri, ia menjadi korban dari ketidakjujurannya. Ketidakjujuran memang selalu membawa bencana. Bencana untuk ketidakjujurannya. Ketidakjujuran memang selalu membawa bencana. Bencana untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk orang lain. Ketidakjujuran membuat pergaulan dirinya sendiri, tetapi juga untuk orang lain. Ketidakjujuran membuat pergaulan manusia tidak aman. Serba formalistas dan munafik. Kita tidak tahu apa yang manusia tidak aman. Serba formalistas dan munafik. Kita tidak tahu apa yang sebenarnya berada

sebenarnya berada

dan apa yang sebenarnya terjadi. dan apa yang sebenarnya terjadi.

Sebaliknya kejujuran membuat semua jadi trasnparan. Menjadi jelas. Kita tahu Sebaliknya kejujuran membuat semua jadi trasnparan. Menjadi jelas. Kita tahu dengan pasti apa yang berada dan apa yang terjadi. Kejujuran membuat pergaulan kita dengan pasti apa yang berada dan apa yang terjadi. Kejujuran membuat pergaulan kita jadi bermutu. Komunikasi dan interaksi antara kita menjadi bermanfaat, dapat jadi bermutu. Komunikasi dan interaksi antara kita menjadi bermanfaat, dapat menumbuhkan dan mengembangkan kepribadian kita. Kita diperkaya.

menumbuhkan dan mengembangkan kepribadian kita. Kita diperkaya.

Orang yang munafik itu merusak pergaulan, padahal pergaulan itu menumbuh Orang yang munafik itu merusak pergaulan, padahal pergaulan itu menumbuh kembangkan kepribadian kita. Orang munafik membuat hidup kia hanya menjadi kembangkan kepribadian kita. Orang munafik membuat hidup kia hanya menjadi sandiwara dan kita hanya menjadi pemain sandiwara. menjadi

bayang-sandiwara dan kita hanya menjadi pemain bayang-sandiwara. menjadi bayang-bayang…….bayang…….

Dan biasanya kita takut dengan bayang-bayang gelap. Dalam pewayangan Jawa Dan biasanya kita takut dengan bayang-bayang gelap. Dalam pewayangan Jawa ada tokoh Waska, manusia yang penuh kebobrokan, namun ingin terlihat sebaliknya: ada tokoh Waska, manusia yang penuh kebobrokan, namun ingin terlihat sebaliknya: baik, penyayang, santun dan bijaksana. Karena itu ia mengenakan topeng Semar, tokoh baik, penyayang, santun dan bijaksana. Karena itu ia mengenakan topeng Semar, tokoh yang baik dan bijaksana. Dalam topeng Semar ia akan mengunjungi masyarakat miskin yang baik dan bijaksana. Dalam topeng Semar ia akan mengunjungi masyarakat miskin yang tertindas untuk berpura-pura meneguhkan dan berbuat baik kepada mereka. yang tertindas untuk berpura-pura meneguhkan dan berbuat baik kepada mereka. Tetapi pada suatu saat ia akan bertindak sungguh jahat. Waska ini mempunyai banyak Tetapi pada suatu saat ia akan bertindak sungguh jahat. Waska ini mempunyai banyak teman. Mereka

teman. Mereka

juga bertopeng seperti Waska. Mereka sangat setia kepada Waska dan berbuat apa saja juga bertopeng seperti Waska. Mereka sangat setia kepada Waska dan berbuat apa saja yang diperintahkan oleh Waska. Dengan satu isyarat saja dari Waska mereka akan yang diperintahkan oleh Waska. Dengan satu isyarat saja dari Waska mereka akan membinasakan apa saja!!

membinasakan apa saja!!

Orang-orang jahat memang suka sekali memakai topeng. baiknya kita tinggalkan Orang-orang jahat memang suka sekali memakai topeng. baiknya kita tinggalkan topeng-topeng itu!!

topeng-topeng itu!!

B. DARI PENGALAMAN KITAB SUd B. DARI PENGALAMAN KITAB SUd

Menyangkut kejujuran dalam

Menyangkut kejujuran dalam perkataanperkataan  Yesus pernah katakana: Jika ya,  Yesus pernah katakana: Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak hendaknya kamu katakana tidak! Apa yang lebih hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak hendaknya kamu katakana tidak! Apa yang lebih dari itu berasal dari si jahat! (Mt 5:37). Ia (iblis) adalah pembunuh manusia sejak dari itu berasal dari si jahat! (Mt 5:37). Ia (iblis) adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta (Yoh 8:44).7

dan bapa segala dusta (Yoh 8:44).7 Menyangkut

Menyangkut kejujuran dalam perbuatan dan perilaku,kejujuran dalam perbuatan dan perilaku,  Yesus berbicara dan  Yesus berbicara dan bersikap sangat tegas. Yesus semasa hidupNya di bumi ini sangat sabar dan pemaaf. bersikap sangat tegas. Yesus semasa hidupNya di bumi ini sangat sabar dan pemaaf.

(18)

Tetapi terhadap kaum

Tetapi terhadap kaum munafik Ia sangat munafik Ia sangat keras. Coba dengarkan keras. Coba dengarkan kata-katanya terhadapkata-katanya terhadap guru agama dan kaum farisi, yang dianggap-Nya golongan munafik:

guru agama dan kaum farisi, yang dianggap-Nya golongan munafik:

“Celakalah kalian, guru

“Celakalah kalian, guru-guru agama dan orang farisi! Kalian tukang berpura--guru agama dan orang farisi! Kalian tukang berpura-pura! Kalian menghalangi orang untuk menjadi anggota umat Allah. Kamu sendiri tidak pura! Kalian menghalangi orang untuk menjadi anggota umat Allah. Kamu sendiri tidak mau menjadi ang

mau menjadi anggota umat Allah dan orang lain yang mau, kalian rintangi!”gota umat Allah dan orang lain yang mau, kalian rintangi!” “Celakalah kamu guru

“Celakalah kamu guru-guru agama dan orang-orang farisi! Kalian tukang-guru agama dan orang-orang farisi! Kalian tukang berpura-pura. Kalian menipu janda-janda dan merampas rumahnya dan untuk berpura-pura. Kalian menipu janda-janda dan merampas rumahnya dan untuk menutupi kejahatan itu kalian berdoa

panjang-menutupi kejahatan itu kalian berdoa panjang-panjang” (panjang” (Mat 23:13-14).Mat 23:13-14).

“Celakalah kalian guru

“Celakalah kalian guru-guru agama dan orang-orang farisi! Hasil tanamanmu-guru agama dan orang-orang farisi! Hasil tanamanmu seperti misalnya selasih dan inggu dan rempah-rempah lainnya kalian berikan seperti misalnya selasih dan inggu dan rempah-rempah lainnya kalian berikan sepersepuluhnya kepada Allah, tetapi keadilan dan kasih kepada Allah tidak kalian sepersepuluhnya kepada Allah, tetapi keadilan dan kasih kepada Allah tidak kalian hiraukan. Padahal itulah yang seharusnya kalian lakukan tanpa melalaikan yang hiraukan. Padahal itulah yang seharusnya kalian lakukan tanpa melalaikan yang

lain-lainnya.” lainnya.”

“Celakalah kalian guru

“Celakalah kalian guru-guru agama dan orang-orang farisi! Kalian suka tempat--guru agama dan orang-orang farisi! Kalian suka tempat-tempat yang terhormat di dalam rumah ibadat dan suka dihormati di pasar-pasar (Luk tempat yang terhormat di dalam rumah ibadat dan suka dihormati di pasar-pasar (Luk

11:42-11:42-43)”.43)”.

“Celakalah kamu guru

“Celakalah kamu guru-guru agama dan orang-orang farisi! Kalian kaum munafik!-guru agama dan orang-orang farisi! Kalian kaum munafik! Kamu seperti kubur-kubur yang dicat putih di luarnya kelihatan bagus, tetapi di Kamu seperti kubur-kubur yang dicat putih di luarnya kelihatan bagus, tetapi di dalamnya penuh dengan tulang dan semua yang berbau busuk. Begitu juga kalian. Dari dalamnya penuh dengan tulang dan semua yang berbau busuk. Begitu juga kalian. Dari luar kalian kelihatan baik kepada orang, tetapi di dalam kalian penuh dengan kepalsuan luar kalian kelihatan baik kepada orang, tetapi di dalam kalian penuh dengan kepalsuan dan

dan

Pelanggaran-Pelanggaran-pelanggaran!” (Mt. 23:27pelanggaran!” (Mt. 23:27-28).-28).

Rupanya para rohaniwan dan para guru cukup rawan untuk menjadi munafik. Rupanya para rohaniwan dan para guru cukup rawan untuk menjadi munafik. Oleh sebab itu perlu diperingatkan dan ditegur secara keras.

Oleh sebab itu perlu diperingatkan dan ditegur secara keras. Semoga dalam retret ini kita akan semakin jujur. Semoga dalam retret ini kita akan semakin jujur.

(19)

II

II

HIDUP KITA:

HIDUP KITA:

SUATU PEZIARAHAN

SUATU PEZIARAHAN

Sesudah kita merenungkan tentang tiga sikap dasar yang kiranya sangat perlu untuk Sesudah kita merenungkan tentang tiga sikap dasar yang kiranya sangat perlu untuk menjalani suatu retret (bahkan hidup) yang baik, sekarang kita coba untuk mulai menjalani suatu retret (bahkan hidup) yang baik, sekarang kita coba untuk mulai merenungkan hidup kita sebagai guru. Mula-mula kita akan mendengar renungan merenungkan hidup kita sebagai guru. Mula-mula kita akan mendengar renungan pengantar, lalu sharing kelompok dan pleno tentang perjalanan hidup kita sebagai

pengantar, lalu sharing kelompok dan pleno tentang perjalanan hidup kita sebagai guru.

guru.

 A. RENUNGAN PENGANTAR: HIDUP MERUP

 A. RENUNGAN PENGANTAR: HIDUP MERUPAKAN SUATU PERJALANANAKAN SUATU PERJALANAN (Dpat digunakan dalam Perayaan Ekaristi:

(Dpat digunakan dalam Perayaan Ekaristi: Bacaan I: Kej 12:1-9; Injil: Luk 24:13-35) Bacaan I: Kej 12:1-9; Injil: Luk 24:13-35)

Salah satu perjalanan hidup yang paling dramatis mungkin perialanan hidup Salah satu perjalanan hidup yang paling dramatis mungkin perialanan hidup Ibrahim. Dalam usia 75 tahun, usia tua, dimana orang mulai suka menetap di kampung Ibrahim. Dalam usia 75 tahun, usia tua, dimana orang mulai suka menetap di kampung halaman sendiri untuk menikmati masa tuanya, justru pada waktu itu Tuhan menyuruh halaman sendiri untuk menikmati masa tuanya, justru pada waktu itu Tuhan menyuruh dia untuk meninggalkan kampung halaman dan handai taulannya untuk mulai dia untuk meninggalkan kampung halaman dan handai taulannya untuk mulai menempuh suatu perjalanan yang seperti tak ada ujungnya.

menempuh suatu perjalanan yang seperti tak ada ujungnya.

Tuhan menjanjikan kepadanya suatu Tanah-Air yang baru, tetapi rupanya tidak Tuhan menjanjikan kepadanya suatu Tanah-Air yang baru, tetapi rupanya tidak pernah ditunjukkan dimana persisnya terletak Tanah-Air yang baru itu. Ibrahim hanya pernah ditunjukkan dimana persisnya terletak Tanah-Air yang baru itu. Ibrahim hanya dituntut untuk meninggalkan kampung halamannya dan memulai suatu perjalanan dituntut untuk meninggalkan kampung halamannya dan memulai suatu perjalanan sambil tetap mendengarkan sabda Tuhan.

sambil tetap mendengarkan sabda Tuhan.

Ibrahim lalu mulai menempuh perjalanan dan peziarahan itu. Sampai di suatu Ibrahim lalu mulai menempuh perjalanan dan peziarahan itu. Sampai di suatu tempat ia memasang kemahnya, lalu kemudian membongkarnya lagi untuk melanjutkan tempat ia memasang kemahnya, lalu kemudian membongkarnya lagi untuk melanjutkan peziarahannya. Hidupnya terdiri dari: jalan, pasang kemah, bongkar kemah dan jalan peziarahannya. Hidupnya terdiri dari: jalan, pasang kemah, bongkar kemah dan jalan

lagi. Dan itu

lagi. Dan itu berlangsung terus seumur hidupnya…….berlangsung terus seumur hidupnya…….

Rupanya sampai ia mati, ia tidak pernah sampai di suatu Tanah-Air di bumi ini. Rupanya sampai ia mati, ia tidak pernah sampai di suatu Tanah-Air di bumi ini. Mungkin dengan itu Tuhan mau mendidik Ibrahim bahwa Tanah-Air yang sejati hanya Mungkin dengan itu Tuhan mau mendidik Ibrahim bahwa Tanah-Air yang sejati hanya ditemukan di dadam Tuhan sendiri. Barang siapa beriman dan dekat pada Tuhan ia ditemukan di dadam Tuhan sendiri. Barang siapa beriman dan dekat pada Tuhan ia akan selalu merasa di

Tanah-akan selalu merasa di Tanah-Air…………Air…………

Keturunan Ibrahim (Bangsa Israel) kemudian mengikuti perjalanan hidup Keturunan Ibrahim (Bangsa Israel) kemudian mengikuti perjalanan hidup leluhurnya. Ketika mereka hidup di tanah Mesir yang makmur, lewat Musa Allah leluhurnya. Ketika mereka hidup di tanah Mesir yang makmur, lewat Musa Allah berfirman supaya mereka meninggalkan Mesir yang makmur itu untuk memulai suatu berfirman supaya mereka meninggalkan Mesir yang makmur itu untuk memulai suatu perjalanan yang akan menghantar mereka ke Tanah-Air yang baru,

perjalanan yang akan menghantar mereka ke Tanah-Air yang baru, Tanah Terjanji.Tanah Terjanji. Mereka menyeberangi Laut Merah, lalu masuk padang pasir. Selama puluhan Mereka menyeberangi Laut Merah, lalu masuk padang pasir. Selama puluhan tahun mereka mengembara di padang pasir itu: jalan, pasang kemah, bongkar kemah tahun mereka mengembara di padang pasir itu: jalan, pasang kemah, bongkar kemah

dan jalan lagi……….. dan jalan lagi………..

Kiranya sampai saat ini bangsa Israel itu belum juga mendiami suatu Tanah-Air Kiranya sampai saat ini bangsa Israel itu belum juga mendiami suatu Tanah-Air yang sungguh-sungguh aman tentram.

yang sungguh-sungguh aman tentram.

Yesus, waktu Dia mulai mewartakan Khabar-Baik Kerajaan Allah, hidup-Nya Yesus, waktu Dia mulai mewartakan Khabar-Baik Kerajaan Allah, hidup-Nya merupakan rangkaian perjalanan tiada henti. Hanya bersendal jepit, sering tanpa alas merupakan rangkaian perjalanan tiada henti. Hanya bersendal jepit, sering tanpa alas

(20)

kepala saat istirahat, ia berjalan dari desa ke desa, dari kota ke kota, dari tepi tasik ke kepala saat istirahat, ia berjalan dari desa ke desa, dari kota ke kota, dari tepi tasik ke tepi tasik yang lain untuk mewartakan Khabar-Baik dan berbuat baik.

tepi tasik yang lain untuk mewartakan Khabar-Baik dan berbuat baik.

Konsili Vatikan II mendefinisikan gereja sebagai Umat Allah yang sedang dalam Konsili Vatikan II mendefinisikan gereja sebagai Umat Allah yang sedang dalam perjalanan menuju ke rumah Bapa.

perjalanan menuju ke rumah Bapa.

*** ***

Hidup kita memang merupakan suatu perjalanan. Kita pernah dilahirkan di suatu Hidup kita memang merupakan suatu perjalanan. Kita pernah dilahirkan di suatu tempat. Bersekolah di suatu tempat. Mulai bekerja di suatu tempat. Sebagai guru tempat. Bersekolah di suatu tempat. Mulai bekerja di suatu tempat. Sebagai guru mungkin kita sudah bertugas di banyak tempat. Di tiap tempat itu kita pernah mungkin kita sudah bertugas di banyak tempat. Di tiap tempat itu kita pernah memasang kemah, bongkar kemah, dan bejalan/berpindah

memasang kemah, bongkar kemah, dan bejalan/berpindah lalagi…..gi…..

Tuhan rupanya mau mendidik kita juga bahwa kita tidak boleh merasa

Tuhan rupanya mau mendidik kita juga bahwa kita tidak boleh merasa at homeat home di bumi ini dan bahwa dalam pengembaraan kita, bila kita dekat dan beriman kepada di bumi ini dan bahwa dalam pengembaraan kita, bila kita dekat dan beriman kepada Tuhan, dimanapun kita berada, kila akan merasa seperti berada di Tanah Air.

Tuhan, dimanapun kita berada, kila akan merasa seperti berada di Tanah Air.

Selain itu Tuhan rupanya menghendaki supaya kita tetap berjalan, tetap maju ke Selain itu Tuhan rupanya menghendaki supaya kita tetap berjalan, tetap maju ke depan. Maju lahir-bathin. Rohani-jasmani!!

depan. Maju lahir-bathin. Rohani-jasmani!!

Tuhan tidak menghendaki bahwa kita menyenangi

Tuhan tidak menghendaki bahwa kita menyenangi status quostatus quo. Kita harus tetap. Kita harus tetap melangkah maju.

melangkah maju.

Tuhan tidak menuntut kita membuat langkah-langkah yang besar. Biar setapak Tuhan tidak menuntut kita membuat langkah-langkah yang besar. Biar setapak demi setapak, asal terus maju.

demi setapak, asal terus maju.

Dalam suatu sanjaknya Rudolf Otto Wiener, seorang penyair dari Jerman, Dalam suatu sanjaknya Rudolf Otto Wiener, seorang penyair dari Jerman, menyajikan sebuah ceritera sebagai berikut:

menyajikan sebuah ceritera sebagai berikut: Seekor ulat merayap maju

Seekor ulat merayap maju selalu maju perlahan. selalu maju perlahan.

Di seberang jalan, ia melihat padang rumput Di seberang jalan, ia melihat padang rumput yang hijau segar

yang hijau segar

yang akan memuaskan rasa laparnya. yang akan memuaskan rasa laparnya. Namun, di hadapannya terbentang Namun, di hadapannya terbentang satu jalan raya aspal

satu jalan raya aspal enam meter lebarnya. enam meter lebarnya.

Apalagi kakinya yang kecil dan pendek. Apalagi kakinya yang kecil dan pendek. Dan mobil-mobil menderu kesana kemari. Dan mobil-mobil menderu kesana kemari. Dua puluh dalam satu menit

Dua puluh dalam satu menit ribuan dalam satu jam.

ribuan dalam satu jam.

Bukan hanya oto truck, tetapi juga traktor, taksi, Bukan hanya oto truck, tetapi juga traktor, taksi, sepeda motor dan lain-lain.

sepeda motor dan lain-lain. Tetapi ia berani merayap maju Tetapi ia berani merayap maju

ia merayap maju dengan kakinya yang kecil ia merayap maju dengan kakinya yang kecil dan pendek.

dan pendek.

Ia merayap tanpa tergesa gesa Ia merayap tanpa tergesa gesa tanpa rasa takut

tanpa rasa takut

tanpa suatu taktik yang besar. tanpa suatu taktik yang besar. Sementara di jalan itu

Sementara di jalan itu

lewat dua puluh mobil dalam satu menit lewat dua puluh mobil dalam satu menit dan ribuan dalam satu jam.

dan ribuan dalam satu jam.

Tetapi ia merayap maju perlahan-lahan Tetapi ia merayap maju perlahan-lahan ia merayap, merayap, dan merayap ia merayap, merayap, dan merayap akhirnya tiba di seberang.

Referensi

Dokumen terkait

Menurut psikologi, remaja adalah suatu periode transisi dari masa awal anak anak hingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada usia kira kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia

Pada dasarnya sistem jaminan mutu ISO 9001:2015 terhadap kualitas pelayanan pelanggan ini erat kaitannya dengan pemenuhan hak-hak konsumen yang terdapat dalam

Pada tahap awal kegiatan pelaksanaan penelitian peneliti memberikan soal pretest yang dimaksudkan untuk mengukur kemampuan awal siswa, memberikan perlakuan yaitu

A köznapi felfogás, de számos kultúrfilozófiai vagy vallásfilozófiai álláspont is, magától értetődő ellentétet lát a kereszténység és a görög humanisztikus

Disarankan kepada perusahaan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi keselamatan kerja dan membuat variasi yang baru dalam mengkomunikasikan keselamatan kerja,

bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 96 ayat (4) dan Pasal 97 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6

Kemampuan bakteri untuk mendegradasi suatu hidrokarbon dari limbah minyak bumi berbeda-beda, karena komposisi senyawa hidrokarbon yang terdapat di dalam minyak bumi berbeda