• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab 2Buku Ajar Gempa Statik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Bab 2Buku Ajar Gempa Statik"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

BAB II

SKALA DAN UKURAN GEMPA

SKALA DAN UKURAN GEMPA

Beri

Berikut kut inini akai akan n diudiurairaikan bakan bagaigaimamana mena menenentukntukan an PusaPusatt Gempa,

Gempa, sertserta a uraian uraian Gelombang Gelombang dan dan Klasifikasi Klasifikasi gempagempa

2.1

2.1 PUSAPUSAT T GEMPGEMPA, A, HYPOCENTER HYPOCENTER , , EPICENTER EPICENTER  Per

Pergergerakaakan n pepelalat t tektotektoninik k seseperperti ti yayang ng didiurauraikikan an di di ataatas,s,  pada

 pada awalawalnynya a tertahan tertahan oleh oleh masmasinging-ma-masinsing g pelat pelat itu itu sendsendiri,iri, seh

sehiningga gga memeninimbmbululkakan n eneenergrgi i potenpotensiasial l yayang ng sansangat gat besbesar ar padapada  plate

 plate boundariesboundaries. . PaPada da susuatatu u sasaat at eenenerrgy gy tetersrseebubut t akakaan n teteruruss me

meniningkngkat, at, sehsehiningga gga tidatidak k tertahatertahan n lalagi gi dan dan terjaterjadidilalah h pelpelepaepasansan energy secara tiba-iba. Pelepasan energi yang tiba-tiba dan sangat energy secara tiba-iba. Pelepasan energi yang tiba-tiba dan sangat  besar

 besar tersebut tersebut dapat dapat menmenggetarkan ggetarkan daerah daerah sekitarnsekitarnya ya dan dan timbtimbulaulahh gempa bumi. Titik tejadinya pelepasan energy tiba-tiba dan sangat gempa bumi. Titik tejadinya pelepasan energy tiba-tiba dan sangat  besar

 besar di di atas atas disedisebut but dengadengan n Pusat Pusat Gempa Gempa atauatau  Hypocenter  Hypocenter   Focus Focus!.!.  Epicenter  Epicenter  adaadalalah h tittitik di ik di perpermukmukaaaann  bum bumii  yang terlatak   yang terlatak  langsung di atas

langsung di atas hyposenter hyposenter  atauatau focus focus.. titik di mana sebuahtitik di mana sebuah gempagempa  bum

 bumii atau ledakan bawah tanah berasal. Kata ini berasal dari kataatau ledakan bawah tanah berasal. Kata ini berasal dari kata  benda

 benda episentrumepisentrum "eo"eolatlatin in dardari i katkata a sisifafat t dadalalam m babahahasasa #unani#unani (epikentros).

(epikentros). Epi Epi artinya di atas, dan artinya di atas, dan kentronkentron artinya pusat . Gambar artinya pusat . Gambar  $.% menunjukkan ilustrasi letak atau posisi hypocenter dan epicenter  $.% menunjukkan ilustrasi letak atau posisi hypocenter dan epicenter 

Gambar

Gambar 2.1 2.1 HypoHypo!"#!r !"#!r $a" $a" Ep%!"#Ep%!"#!r!r

Sumber

Sumber : : www. www. earthquakesandplates.wordpressearthquakesandplates.wordpress

 pusat-pusat

 pusat-pusat gempa gempa di di dunia dunia selaselalu lu terletak terletak perbatasan perbatasan antara antara pelatpelat tektonik sebagagaimana terlihat pada Gambar $.$ berikut.

tektonik sebagagaimana terlihat pada Gambar $.$ berikut.

& &

(2)

Gambar 2.2 L!#a& P'(a# G!mpa $% $'"%a Gambar 2.2 L!#a& P'(a# G!mpa $% $'"%a

Sumber:

Sumber: www.readinessinfo.comwww.readinessinfo.com

'edangkan letak pusat Gempa di (ndonesia bisa dilihat pada Gambar  'edangkan letak pusat Gempa di (ndonesia bisa dilihat pada Gambar  $.) berikut.

$.) berikut.

Gambar 2.) L!#a& P'(a# G!mpa $% I"$o"!(%a Gambar 2.) L!#a& P'(a# G!mpa $% I"$o"!(%a

'umber*

'umber* ci+ilci+il-engg-ima-engg-image.blogspot.coge.blogspot.comm

2.2

2.2 GELOMBANG GELOMBANG GEMPGEMPAA G

G!!**oommbbaa""+ + GG!!mmppaa adalahadalah gelombanggelombang  getaran yang  getaran yang merambat melalui inti bumi atau media elastis lainnya, merupakan merambat melalui inti bumi atau media elastis lainnya, merupakan

% %

(3)

energi akustik frekuensi rendah. Gelombang gempa diukur dengan seismograf . Penyebaran kecepatan gelombang tergantung pada densitas dan elastisitas dari media. Kecepatan cenderung meningkat seiring dengan kedalaman, dan berkisar dari kurang lebih $- kmdetik di kulit bumi sampai %) kmdetik di dalam mantel. Gempa bumi menimbulkan berbagai jenis gelombang dengan kecepatan yang berbeda/ ketika mencapai pencatat gempa seismometer!. Perbedaan kecepatan ini menimbulkan perbedaan waktu tempuh dan memungkinkan para ilmuwan untuk menemukan  posisi pusat gempa .

0da dua jenis gelombang gempa yaitu gelombang dalam tanah body wawes! yang merambat dari pusat gempa ke permukaan tanah dan gelombang permukaan  surface waves! yang merambat sepanjang permukaan tanah.

Gelombang dalam tanah body waves! terdiri dari $ dua! macam gelombang, yaitu *,

 Gelombang-P gelombang primer! adalah gelombang yang

merambat secara longitudinal atau kompresi, seperti terlihat  pada Gambar %.% 1alam media padat solid!, gelombang ini umumnya merambat hampir dua kali lebih cepat gelombang ' dan dapat berjalan melalui semua jenis material.

 Gelombang-' gelombang sekunder! yang merambat secara

trans+ersal atau geser, yang berarti bahwa tanah tersebut dipindahkan tegak lurus terhadap arah propagasi, seperti terlihat pada Gambar $.2. Gelombang-' hanya dapat melakukan perjalanan melalui benda padat dan cairan li3uid!. Kecepatan gelombang-' adalah sekitar 45 dari gelombang-P.

(4)

Gambar 2. G!*omba"+ Pr%m!r $a" G!*omba"+ S!&'"$!r 'umber * www.li+escience.com

Gelombang permukaan  surface waves! analog dengan gelombang air dan perjalanan sepanjang permukaan bumi. Gelombang ini mermbat lebih lambat dari body waves.  0da dua jenis gelombang  permukaan* gelombang 6ayleigh dan gelombang 7o+e.

 G elombang 6ayleigh, juga disebut  ground roll , adalah

gelombang permukaan yang berjalan sebagai riak dengan gerakan yang mirip dengan gelombang pada permukaan air, seperti terlihat pada Gambar $.8. Keberadaan gelombang ini diperkenalkan oleh 9ohn :illiam 'trutt, 7ord 6ayleigh  , pada tahun %8. Gelombang ini lebih lambat dari body waves, sekitar &5 dari kecepatan gelombang-' untuk media elastis homogen.

 G elombang 7o+e adalah gelombang permukaan yang

menyebabkan lingkaran geser tanah, seperti terlihat pada Gambar $.8. Gelombang diberi nama setelah 0;< 7o+e  oleh seorang matematikawan (nggris yang menciptakan model matematika dari gelombang pada tahun %&%%. Gelombang ini  biasanya merambat sedikit lebih cepat daripada gelombang

(5)

Gambar 2.- Surface waves  G!*omba"+ Lo/! $a" G!*omba"+ Ray*!%+0

'umber * .*%/!(%!"!.om

 6ayleigh, sekitar &5 dari kecepatan gelombang-'. Gelombang

ini merupakan gelombang dengan kecepatan paling lambat dan memiliki amplitudo terbesar.

2.) ISTILAHISTILAH DALAM GEMPA BUMI *

Beberapa istilah yang umum dipakai dalam Gempabumi adalah sebagai berikut *

%. 'eismologi * ilmu yang mempelajari gempa bumi $. 'eismograf * alat pencatat gempa

). 'eismogram* hasil gambaran seimograf yang berupa garis-garis  patah

2. <ypocenter * pusat gempa di dalam bumi

(6)

8. ;picenter * tempat di permukaan bumipermukaan laut yang tepat di atas hiposentrum. Pusat gempa di

 permukaan bumi

4. <omoseista * garis khayal pada permukaan bumi yang mencatat gelombang gempa primer pada waktu yang sama =. Pleistoseista * garis khayal yang membatasi sekitar episentrum

yang mengalami kerusakan terhebat akibat gempa . (soseista * garis pada peta yang menghubungkan

tempat-tempat yang mempunyai kerusakan fisik yang sama &. >ikroseista * gempa yang terjadi sangat haluslemah dan dapat

diketahui hanya dengan menggunakan alat gempa %.>akroseista* gempa yang terjadi sangat besar kekuatannya,

sehingga tanpa menggunakan alat mengetahui jika terjadi gempa

2. KLASI3IKASI GEMPA BUMI

Kejadian bencana alam tidak dapat dicegah dan ditentukan kapan dan dimana lokasinya, akan tetapi pencegahan jatuhnya korban akibat bencana ini dapat dilakukan bila terdapat cukup  pengetahuan mengenai sifat-sifat bencana tersebut. Klasifikasi

gempa, antara lain*

a. Berdasarkan penyebabnya *

 Gempa tektonik, yaitu gempa yang disebabkan oleh

 pergeseran lapisan batuan pada daerah patahan.

 Gempa +ulkanik,yaitu gempa yang diakibatkan oleh

akti+itas +ulkanisme.

 Gempa guguran gempa runtuhan!, yaitu disebabkan

oleh runtuhnya bagian gua.

 Gempa tumbukan, yaitu gempa yang disebabkan oleh

meteor besar yang jatuh ke bumi.  b. Berdasarkan bentuk epicenter *

(7)

 Gempa sentral, yaitu gempa yang epicenternya titik  Gempa linier, yaitu gempa yang epicenternya garis.

c. Berdasarkan kedalaman hypocenter

 Gempa dalam, yaitu lebih dari ) km

 Gempa menengah, yaitu antara %-) km  Gempa dangkal, yaitu kurang dari % km

d. Berdasarkan jarak episcenter 

 Gempa lokal, yaitu epicenternya kurang dari % km.  Gempa jauh, yaitu epicenternya sekitar % km.

 Gempa sangat jauh, yaitu epicenternya lebih dari %

km.

'elain klasifikasi gempa di atas dikenal juga gempa laut, yaitu gempa yang episentrumnya terdapat di bawah permukan laut. Gempa ini menyebabkan terjadinya gelombang pasang yang dahsyat, disebut tsunami.

2.- CARA MENENTUKAN LETAK EPICENTER

<asil pencatatan ) seismograf 0, B dan ? dapat digunakan menentukan letak epicenter gempa. 'eismograf yang digunakan yaitu seismograf +ertikal, seismograf horisontal dipasang barat timur!, dan seismograf horisontal dipasang utara selatan!. 1engan mengukur perbedaan waktu pada setiap seismograf  serta jarak pada grafik waktu perjalanan di mana-gelombang P dan '-gelombang memiliki pemisahan yang sama, ahli geologi dapat menghitung jarak  ke pusat gempa gempa bumi. 9arak ini disebut  jarak epicentral, 'etelah jarak epicentral telah dihitung dari setidaknya tiga mengukur  stasiun seismograf, ini adalah masalah sederhana untuk mencari tahu di mana pusat gempa terletak menggunakan metoda triangulation.

1alam kondisi seperti itulah, peralatan seismometer mulai mencatat waktu terjadinya gempa. Gelombang waktu pertama disebut  primer time, waktu kedua disebut  second time, dan seterusnya. 'ecara sederhana, pada seismometer lama, untuk  menentukan pusat gempa, para ahli umumnya menggunakan selisih waktu antara keduanya atau '-P Time  Second ime  dikurangi

(8)

 !rimer ime!. 1ari perhitungan itu, ditemukan angka, biasanya dalam hitungan detik. 0ngka waktu itu, kemudian ditransformasikan dalam jarak @a, @ b dan @c jarak epicentral  dari seismograf 0,B dan ?! dengan mengalikan dalam 8-= Kmdetik. 1ari perhitungan tersebut, dengan mudah segera bisa diketahui pusat dan arah gempa.

1emikian juga untuk menentukan kedalaman pusat gempa. Karena kulit bumi terdiri atas lapisan-lapisan batuan, dari seismometer juga akan diperoleh selisih waktu yang sama. 'elanjutnya, bisa ditentukan kedalamannya.

Pada seismometer modern atau sudah menggunakan sistem digital, proses penghitungan sudah otomatis dilakukan. 1engan alat yang disebut Seismograf "igital # $omponen lihat sketsa! itu, sekaligus juga bisa diketahui kedalaman dan posisi lintang dan bujur   pusat gempanya. >akin banyak catatan waktu yang digunakan dari

seismometer, akan makin mendekati pula hasil baca atau rekonstruksi.

1engan membuat lingkaran dengan berpusat di masing-masing seismograf misal 0,B dan ? dengan jari-jari @a,@ b dan @c, dan titik potong ke tiga lingkaran tersebut adalah epicenter seperti dilustrasikan pada Gambar $.4.

.

Gambar 2.4 I*'(#ra(% P!"!"#'a" L!#a& Ep%!"#!r

(9)

2.4 SKALA KEKUATAN GEMPA

Besarnya kekuatan gempa diukur dengan menggunakan )tiga! macam skala sebagai berikut *

1. S&a*a R%0#!r

'kala 6ichter atau '6, skala ukuran kekuatan gempa yang diusulkan oleh fisikawan ?harles 6ichter, didefinisikan sebagai logaritma dari amplitudo maksimum yang diukur  dalam satuan mikrometer Am! dari rekaman gempa oleh alat pengukur gempa :ood-0nderson, pada jarak % km dari pusat gempa.

S!ba+a% o"#o0,

>isal kita mempunyai rekaman gempa bumi dari seismograf  yang terpasang sejauh % km dari pusat gempanya. 9ika amplitudo maksimumnya sebesar % mm, maka kekuatan gempa tersebut adalah log %)! Am sama dengan ), skala 6ichter.

'kala 6ichter  dirancang dengan logaritma, yang berarti  bahwa setiap langkah menunjukkan kekuatan yang % kali lebih hebat dari para pendahulunya. 'kala 6ichter 8 menunjukkan benturan keras, yang % kali lebih kuat dari 'kala 6icter 2 dan % kali lebih kuat 'kala 6ichter  ).

Perhitungan ini sering disebut sebagai 'kala 6ichter terbuka, karena tidak beroperasi tanpa batas atas. kuran 'kala 6ichter  dapat dilihat pada

tabel berikut*

(10)

 Tab!* 2.1. D!(&r%p(% U&'ra" S&a*a R%0#!r

'kala 6ichter ini tidak selalu dapat menggambarkan tingkat kerusakan atau bahaya yang terkjadi akibat gempa, karena meskipun skalanya besar, namun kalau lokasi pusat gempanya dalam dan jauh, maka tidak akan terasa di  permukaan tanah. 'kala 6ichter ini hanya cocok dipakai untuk gempa-gempa dekat dengan magnitudo gempa di  bawah 4,. 1i atas magnitudo itu, perhitungan dengan

teknik 6ichter ini menjadi tidak representatif lagi.

$. S&a*a Mo$%5%!$ M!ra**% I"#!"(%#y 6MMI7

% 'kala

6ichter  ;fek Gempa

C $. Gempa kecil , tidak terasa

$.-$.& Tidak terasa, namun terekam oleh alat ).-).& 'eringkali terasa, namun jarang menimbulkan

kerusakan

2.-2.&

1apat diketahui dari bergetarnya perabot dalam ruangan, suara gaduh bergetar. Kerusakan tidak 

terlalu signifikan.

8.-8.&

1apat menyebabkan kerusakan besar pada  bangunan pada area yang kecil. mumya kerusakan kecil pada bangunan yang didesain

dengan baik 

4.-4.& 1apat merusak area hingga jarak sekitar %4 km =.-=.& 1apat menyebabkan kerusakan serius dalam area

lebih luas

.-.& 1apat menyebabkan kerusakan serius hingga dalam area ratusan mil

&.-&.& >enghancurkan area ribuan mil

(11)

Pada %&$, seorang Eulkanolog (talia bernama Giuseppe >ercalli %8-%&%2! mengklasifikasi skala intensitas gempa bumi dan pengaruhnya terhadap manusia,  bangunan, dan tanah. Klasifikasi tersebut bernama 'kala

>ercalli yang ditentukan berdasarkan kerusakan akibat gempa dan wawancara kepada para korban, sehingga  bersifat sangat subyektif. Fleh karena itu, pada tahun %&)% seorang ilmuwan dari 0merika memodifikasi 'kala >ercalli  %odified %ercalli &ntensity !ini dan sampai sekarang digunakan di banyak wilayah gempa. Klasifikasi intensitas gempa dengan 'kala >ercalli dapat dilihat di Tabel $.$

Tab!* 2.2 D!(&r%p(% S&a*a MMI

(12)

$ U&'ra" K!#!ra"+a"

( 1irekam hanya oleh seismograf.

(( Getaran hanya dirasakan oleh masyarakat di sekitar pusat gempa.

((( Getaran dirasakan oleh beberapa orang. (E Getaran akan dirasakan oleh banyak orang.

Porselin dan barang pecah belah berkerincing dan pintu  berderak.

E Binatang merasa kesulitan dan ketakutan. Bangunan mulai bergoyang.

Banyak orang akan bangun dari tidurnya. E( Benda-benda mulai berjatuhan dari rak.

E(( Banyak orang cemas, keretakan pada dinding dan jalan. E((( Pergeseran barang-barang dirumah.

( Kepanikan meluas, tanah longsor, banyak atap dan dinding yang roboh.

 Banyak bangunan rusak, lebar keretakan di dalam tanah mencapai hingga % meter.

( Keretakan dalam tanah makin melebar, banyak tanah longsor dan batu yang jatuh.

(( <ampir sebagian besar bangunan hancur, permukaan tanah  perubahan menjadi radikal.

(13)

'kala >>( ini mempunyai nilai besar pada daerah pusat gempa, dan mengecil pada jarak semakin jauh dari pusat gempa seperti terlihat pada Gambar $.=. 'kala ini menggambarkan tingkat kerusakan struktur yang diakibatkan gempa.

Gambar 2.8 I*'(#ra(% S&a*a MMI 6 Modified Mercalli Intensity7

'umber gambar *www.earth3uake.usgs.go+

(14)

).

S&a*a Peak Ground Acceleration 6PGA7

'kala Percepatan Puncak Tanah atau  !eak 'round   cceleration  PG0! menggambarkan percepatan tanah maksimum

yang terjadi pada saat gempa. 'kala ini biasanya diekspresikan dalam g percepatan gra+itasi bumi!. Percepatan gelombang gempa yang sampai di permukaan bumi disebut juga percepatan tanah, merupakan gangguan yang perlu dikaji untuk setiap gempa bumi, kemudian dipilih percepatan puncak tanah atau  !eak 'round   cceleration PG0! untuk dipetakan agar bisa memberikan  pengertian tentang efek paling parah yang pernah dialami suatu

lokasi.

Haktor yang merupakan sumber kerusakan dinyatakan dalam  parameter percepatan tanah. 'ehingga data PG0 akibat getaran gempabumi pada suatu lokasi menjadi penting untuk  menggambarkan tingkat resiko gempabumi di suatu lokasi tertentu. 'emakin besar nilai PG0 yang pernah terjadi disuatu tempat, semakin besar resiko gempa bumi yang mungkin terjadi.

1i (ndonesia, pengaruh Gempa 6encana di muka tanah harus ditentukan dari hasil analisis perambatan gelombang gempa dari kedalaman batuan dasar ke muka tanah dengan menggunakan gerakan gempa masukan dengan percepatan puncak untuk batuan dasar menurut Tabel $.). 0kselerogram gempa masukan yang ditinjau dalam analisis ini, harus diambil dari rekaman gerakan tanah akibat gempa yang didapat di suatu lokasi yang mirip kondisi geologi, topografi dan seismotektoniknya dengan lokasi tempat struktur gedung yang ditinjau berada. ntuk mengurangi ketidak- pastian mengenai kondisi lokasi ini, paling sedikit harus ditinjau 2  buah akselerogram dari 2 gempa yang berbeda, salah satunya harus diambil Gempa ;l ?entro "-' yang telah direkam pada tanggal %8 >ei %&2 di ?alifornia.

Batuan dasar adalah lapisan batuan di bawah muka tanah yang memiliki nilai hasil Test Penetrasi 'tandar " paling rendah 4 dan tidak ada lapisan batuan lain di bawahnya yang memiliki nilai hasil Test Penetrasi 'tandar yang kurang dari itu, atau yang memiliki kecepatan rambat gelombang geser yang mencapai =8 mdetik dan

(15)

tidak ada lapisan batuan lain di bawahnya yang memiliki nilai kecepatan rambat gelombang primer geser! yang kurang dari itu.

9enis tanah ditetapkan sebagai Tanah Keras, Tanah 'edang dan Tanah 7unak, apabila untuk lapisan setebal maksimum ) m  paling atas dipenuhi syarat-syarat yang tercantum dalam Tabel $.).

Tab!* 2.) 9!"%(:!"%( #a"a0 'umber Tabel* '"(-)-%=$4-$$ 9!"%( #a"a0 K!!pa#a" ramba# +!*omba"+ +!(!r ra#ara#a, s +  6m;$!#7 N%*a% 0a(%* T!(# P!"!#ra(% S#a"$ar ra#ara#a  " K'a# +!(!r "%ra*%r ra#a ra#a u '  6&Pa7 Tanah Keras s + D )8 "  D 8 'u D % Tanah 'edang %=8 C +s C )8 %8 C "  C 8 8 C 'u C % Tanah 7unak  s + C %=8 "  C %8 'u C 8

atau, setiap profil dengan tanah lunak yang tebal total lebih dari ) m dengan P( D $, wn D 2 5 dan 'u C $8

kPa

Tanah Khusus 1iperlukan e+aluasi khusus di setiap lokasi

Gempa besar bisa terjadi berulang-ulang di suatu tempat. Kita kenal sebagai perioda ulang gempa bumi. <al ini didukung oleh teori elastic rebound   yang mempunyai fasa pengumpulan energi dalam jangka waktu tertentu dan kemudian masa pelepasan energi  pada saat gempa besar. Perioda ulang gempa besar bisa % tahun,

8 tahun, % tahun atau 8 tahun. 'ehingga tingkat resiko  bangunan terhadap gempa bumi bisa terkait dengan periode ulang gempabumi. Kita ambil contoh jika bangunan dirancang untuk   berumur pakai 8 tahun dan perioda ulang gempa ditempat tersebut

% tahun, maka percepatan maksimum di tempat tersebut tentu

(16)

akan kecil. 'kala PG0 ini mempunyai nilai besar pada daerah pusat gempa, dan mengecil pada jarak semakin jauh dari pusat gempa seperti terlihat pada Gambar $..

Gambar 2.< I*'(#ra(% S&a*a PGA 6 Peak Ground Acceleration7

S'mb!r Gambar  .!a(.(*'.!$'

'kala ini menggambarkan tingkat kerusakan struktur yang diakibatkan gempa. Kementerian Pekerjaan mum, pada Tahun $% telah menerbitkan Peta Ionasi Gempa (ndonesia perioda ulang 8 tahun dengan redaman 85 untuk berbagi respons spectra seperti terlihat pada Gambar $.& sd $.%%.

'edangkan '"(-)-%=$4-$$ menetapkan (ndonesia terbagi dalam 4 :ilayah Gempa seperti ditunjukkan dalam Gambar  %.%4, di mana :ilayah Gempa % adalah wilayah dengan kegempaan  paling rendah dan :ilayah Gempa 4 dengan kegempaan paling

tinggi. Pembagian :ilayah Gempa ini, didasarkan atas PG0  percepatan puncak batuan dasar akibat pengaruh Gempa 6encana dengan perioda ulang 8 tahun, yang nilai rata-ratanya untuk setiap :ilayah Gempa ditetapkan dalam Gambar $.%%.

(17)

Gambar 2.= P!#a G!mpa T!r*ampa'% $a*am -> Ta0'" R!$ama" -? $% Ba#'a" Da(ar, Probab%*%#a( T!r*ampa'% 2? P!r!pa#a" P'"a& G!mpa

(18)

Gambar 2.1> P!#a G!mpa T!r*ampa'% $a*am -> Ta0'", R!$ama" -? $% Ba#'a" Da(ar, Probab%*%#a( T!r*ampa'% 1>? P!r!pa#a" P'"a& G!mpa

(19)

Gambar 2.11 P!#a @%*aya0 G!mpa b!r$a(ar p!r!pa#a" p'"a& ba#'a" $a(ar $!"+a" p!r%o$a '*a"+ ->> #a0'"

(20)

0pabila percepatan puncak permukaan tanah tidak didapat dari hasil analisis perambatan gelombang, maka percepatan maksimum permukaan tanah tersebut untuk masing-masing :ilayah Gempa dan untuk masing-masing jenis tanah ditetapkan dalam Tabel $.2.

Tab!* 2. P!r!pa#a" p'"a& ba#'a" $a(ar $a" p!r!pa#a" p'"a& m'&a tanah untuk masing-masing :ilayah

Gempa (ndonesia. :ilayah Gempa Percepatan  puncak   batuan dasar Jg!

Percepatan maksimum permukaan tanah PG0!, 0o

Jg! Tanah Keras Tanah 'edang Tanah 7unak  Tanah Khusus % $ ) 2 8 4 ,) ,% ,%8 ,$ ,$8 ,) ,2 ,%$ ,% ,$2 ,$ ,)) ,8 ,%8 ,$) ,$ ,)$ ,)4 , ,$ ,) ,)2 ,)4 ,) 1iperlukan e+aluasi khusus di setiap lokasi

Perhitungan Percepatan Puncak Tanah PG0! menggunakan  beberapa formula empiris PG0 antara lain metode 1ona+an, ;ste+a,

>urphy-FBrein, Gutenberg- 6ichter, Kanai, Kawasumi dan lain-lain. Hormula-formula empiris tersebut ditentukan berdasarkan suatu kasus gempabumi pada suatu tempat tertentu, dengan memperhitungkan karakteristik sumber gempabuminya, kondisi geologi dan geotekniknya.. Hormula >urphy-FBrein memberikan hasil yang mirip dengan formula Gutenberg-6ichter yang dikombinasikan dengan fungsi attenuasi gempabumi yang ditentukan  berdasarkan gempa Hlores, %$ 1esember %&&%.

(21)

- Hormula >urphy - FBrein *

PGA1>6>,1 I  >,2 M7  >,4<6*o+ $  >,8 7 dimana *

PG0 L Peak Ground 0cceleration ( L (ntensitas standard >>( > L >agnitude gempabumi

d L jarak antara lokasi dengan sumber gempabumi

- Hormula Gutenberg-6ichter *

*o+ a  I;) >.- $a" I>  1,- 6M>,-7 dimana *

a L percepatan gal!,

( L (ntensitas >>(! dan

( L (ntensitas pada hypocenter. . sedangkan, ( L ( .e-,$% !,

1imana, ( L intensitas pada jarak  km dari (

2.8 ALAT PENCATAT GEMPA

S!%(mo+ra5   merupakan instrumen yang mengukur gerakan tanah, termasuk gelombang seismik  yang dihasilkan oleh gempa  bumi , ledakan nuklir  , dan lain sumber gempa seperti terlihatpada Gambar $.%$. 6ekaman gelombang seismik memungkinkan seismologis untuk memetakan bagian dalam Bumi, dan menemukan dan mengukur ukuran sumber-sumber yang berbeda. Kata berasal dari bahasa #unani, seisms, sebuah gemetar atau gempa, dari kata kerja, se*+, mengguncang, dan, mtron, mengukur. 'eismograf terus menerus memberikan catatan pergerakan tanah/ ini membedakan mereka dari (!%(mo(op!(, yang hanya menunjukkan bahwa gerakan telah terjadi.

(22)

.

BAB II

Gambar 2.12 A*a# P!"a#a# G!mpa a#a' S!%(mo+rap0

'umber gambar * www.lhup.edu

'eismograf yang dirancang untuk mendeteksi dan mengukur  getaran di dalam bumi, dan catatan yang mereka hasilkan disebut  seismogram seperti terlihat pada Gambar $.%).

Gambar 2.1) S!%(mo+ram

S'mb!r +ambar  0##p;;#a*&.o"!/%!#"am.or

Gambar

Gambar 2.2 L!#a&amp; P'(a# G!mpa $% $'&#34;%aGambar 2.2 L!#a&amp; P'(a# G!mpa $% $'&#34;%a
Gambar 2. G!*omba&#34;+ Pr%m!r $a&#34; G!*omba&#34;+ S!&amp;'&#34;$!r 'umber * www.li+escience.com
Gambar 2.4 I*'(#ra(% P!&#34;!&#34;#'a&#34; L!#a&amp; Ep%!&#34;#!r
Gambar 2.8  I*'(#ra(% S&amp;a*a MMI  6 Modified Mercalli Intensity7
+5

Referensi

Dokumen terkait

Agar dapat mengetahui penerimaan informan terhadap gaya hidup perempuan pengkonsumsi kopi dalam iklan-iklan kopi dengan endorser perempuan, peneliti melakukan

Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata skor terendah dimiliki oleh angkatan tingkat 3 sedangkan yang tertinggi dimiliki oleh angkatan tingkat 6, namun

Dari hasil perhitungan yang telah didapat maka diketahui nilai interval sebesar 8,66 sehingga dapat dilihat distribusi frekuensi nilai pretest kelas kontrol pada tabel berikut

Persoalan tersebut akan menjadi fokus penelitian ini, yaitu, bagaimana hibriditas tokoh Belanda dalam kumpulan cerpen Semua Untuk Hindia, serta bagaimana

Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru belum maksimal melaksanakan tiga tahap kegiatan dalam pembelajaran, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian.Guru sudah

diagnosis etiologis terutama dilakukan untuk dapat membedakan secara klinis ensefalitis biasa yang disebabkan oleh virus yang tergolong ke dalam arbovirus dengan dua macam

Mengin'entarisasi isasi ma&amp;am( ma&amp;am( ma&amp;am keanekaragaman ma&amp;am keanekaragaman haati di )ilaah Indonesia haati di )ilaah Indonesia Men$elaskan

Merujuk pada tujuan penelitian di atas, maka penelitian ini diharapkan bermanfaat yaitu dapat memberikan tambahan informasi dan data bagi pemerintah daerah, khususnya