PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 1
1.1 LATAR BELAKANG
Pemerintahan yang baik (good governance) merupakan issue yang paling mengemukakan dalam pengelolaan administrasi publik dewasa ini sejalan dengan penyelenggaraan otonomi daerah. Atas dasar tekad dan semangat untuk perwujudan good governance itu maka Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banjar sebagai perangkat daerah pada Pemerintah Kota Banjar harus selalu meningkatkan profesionalitas dan kinerja sebagai aparatur DPMPTSP dituntut untuk mewujudkan administrasi Negara yang mampu mendukung kelancaran dan keterpaduan pelaksanaan tugas dan fungsi penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan. Dalam rangka pemenuhan atas tuntutan itu, maka diperlukan pengembangan dan penetapan system serta prosedur kerja yang cepat, tepat ,jelas dan nyata serta dapat dipertanggungjawabkan sehingga penyelenggaraan tugas – tugas pada Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banjar harus bisa berlangsung secara berdayaguna dan berhasil guna. Selanjutnya untuk mempertanggunjawabkan keberhasilan dalam melaksanakan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) maka disusun laporan kinerja merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah atas penggunaan anggaran. Hal terpenting yang diperlukan dalam penyusunan laporan kinerja adalah pengukuran kinerja dan evaluasi serta pengungkapan (disclosure) secara memadai hasil analisis terhadap pengukuran kinerja.
1.2 MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud penyusunan laporan kinerja DPMPTSP Tahun 2019 adalah sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik atas pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program/kegiatan dalam rangka mencapai visi dan misi pemerintah Kota Banjar.
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 2 Adapun Tujuan Pelaporan Kinerja sebagai berikut :
1. Memberikan informasi kinerja yang terukur kepada pemberi mandat atas kinerja yang telah dan seharusnya dicapai;
2. Sebagai upaya perbaikan berkesinambungan bagi instansi pemerintah untuk meningkatkan kinerjanya.
1.3 LANDASAN HUKUM
Penyusunan laporan kinerja Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banjar Tahun 2020 mengacu pada peraturan perundang – undangan sebagai berikut :
1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
2. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja Dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;
3. Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pencabutan Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 14 Tahun 2011 Tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Penanaman Modal Provinsi Dan Kabupaten/Kota, Dan Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 10 Tahun 2012 Tentang Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Minimal Bidang Penanaman Modal Provinsi Dan Kabupaten/Kota.
4. Peraturan Menteri dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian Dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah
1.4 SISTEMATIKA PENULISAN
Laporan Kinerja Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banjar disusun dengan sistematika sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 3 Bab ini berisi penjelasan tentang maksud dan tujuan, landasan hukum serta gambaran umum DPMPTSP Kota Banjar yang terdiri dari tugas pokok, fungsi dan struktur organisasi.
BAB II PERENCANAAN KINERJA
Bab ini berisi gambaran singkat mengenai Rencana Strategis, Rencana kinerja dan Perjanjian kinerja Tahun 2020
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
Bab ini menyajikan capaian kinerja untuk setiap perjanjian kinerja, sasaran – sasaran strategis sesuai dengan hasil pengukuran kinerja DPMPTSP Kota Banjar
BAB IV PENUTUP
Bab ini berisi ringkasan atau kesimpulan umum atas capaian kinerja serta uraian langkah di masa mendatang yang akan dilakukan DPMPTSP Kota Banjar dalam meningkatkan kinerja pada tahun berikutnya
1.5 GAMBARAN UMUM DPMPTSP KOTA BANJAR
Dalam rangka mendukung kebijakan Pemerintah Pusat dalam upaya memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu yang berkaitan dengan Investasi Pemerintah Kota Banjar melalui Peraturan Daerah Kota Banjar Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan Dan Susunan Perangkat Daerah Kota Banjar,berupaya melalui pembentukan kelembagaan dengan nomenklatur Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjar secara administratif resmi berdiri pada tahun 2009.
Berkenaan hal tersebut, Berdasarkan Peraturan Walikota Banjar Nomor 60 tahun 2019 tentang Pendelegasian Kewenangan Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan Dan Non Perizinan Pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu melayani 66 jenis perizinan yang ditandatangani oleh Kepala DPMPTSP sebagai berikut :
SEKTOR NO JENIS IZIN LINGKUNGAN HIDUP 1 IZIN LINGKUNGAN YANG WAJIB UKL/UPL
2 IZIN PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (LIMBAH B3) UNTUK USAHA JASA KEGIATAN PENGUMPULAN
3 IZIN OPERASIONAL PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (LIMBAH B3) UNTUK PENGHASIL KEGIATAN PENYIMPANAN
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 4 4 IZIN PEMBUANGAN AIR LIMBAH KE AIR PERMUKAAN 5 IZIN EMISI
PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN
RAKYAT
6 PERSETUJUAN PEMANFAATAN RUANG 7 IZIN PERUNTUKAN PENGGUNAAN TANAH
8 IZIN PEMANFAATAN DAN PENGGUNAAN BAGIAN-BAGIAN JALAN
9 IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN 10 IZIN LOKASI
11 IZIN USAHA JASA KONSTRUKSI(IUJK) PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN 12 IZIN PENDIRIAN PROGRAM ATAU SATUAN PENDIDIKAN 13 IZIN PENYELENGGARAAN SATUAN PENDIDIKAN
NONFORMAL
PERINDUSTRIAN 14 IZIN USAHA INDUSTRI 15 IZIN PERLUASAN
PERDAGANGAN 16 SURAT IZIN USAHA PERDAGANGAN (SIUP) a. Bidang Usaha Toko Swalayan
b. Bidang Usaha Pusat Perbelanjaan
17 SURAT TANDA PENDAFTARAN WARALABA (STPW) a. STPW penerima dari waralaba dalam negeri
b. STPW penerima waralaba lanjutan dari waralaba luar negeri c. STPW penerima waralaba lanjutan dari waralaba dalam negeri 18 TANDA DAFTAR GUDANG (TDG)
a. Baru
b. Perubahan/Ulang c. Duplikat
KESEHATAN 19 IZIN MENDIRIKAN RUMAH SAKIT 20 IZIN OPERASIONAL RUMAH SAKIT 21 IZIN OPERASIONAL KLINIK
22 IZIN APOTEK 23 IZIN TOKO OBAT
24 IZIN OPERASIONAL LABORATORIUM KLINIK UMUM DAN KHUSUS
25 IZIN TOKO ALAT KESEHATAN 26 IZIN PUSKESMAS
27 IZIN OPTIK 28 IZIN RADIOLOGI
29 SURAT IZIN PRAKTIK APOTEKER (SIPA) 30 SURAT IZIN PRAKTIK FISIOTERAFIS (SIPPIF) 31 SURAT IZIN TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN
32 SURAT IZIN PRAKTEK DOKTER, DOKTER GIGI, DOKTER SEPESIALIS/SEPESIALIS GIGI
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 5 33 SURAT IZIN PRAKTIK PERAWAT
34 SURAT IZIN PRAKTEK PERAWAT GIGI 35 SURAT IZIN PRAKTEK PERAWAT ANESTESI 36 SURAT IZIN PRAKTIK TENAGA GIZI
37 SURAT IZIN PRAKTEK BIDAN
38 SURAT IZIN PRAKTEK AHLI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS(ATLM)
39 SURAT IZIN PRAKTEK PEREKAM MEDIS 40 SURAT IZIN TERAPIS WICARA
41 SURAT IZIN TUKANG GIGI
42 SURAT IZIN PRAKTEK TERAFIS GIGI & MULUT(SIPTGM) 43 SURAT IZIN ELEKTRO MEDIS
44 IZIN PRAKTIK ORTOTIS PROSTETIS
45 SURAT IZIN PRAKTIK REFRAKSIONIS OPTISIEN (SIKRO) 46 SURAT IZIN PRAKTIK IZIN RADIOGRAFER
47 SURAT TERDAFTAR PENGOBATAN TRADISONAL PARIWISATA 48 TANDA DAFTAR USAHA PARIWISATA (TDUP) PERHUBUNGAN
49
IZIN PENYELENGGARAAN ANGKUTAN ORANG (Dalam Trayek) 50
IZIN PENGELOLAAN PARKIR DILUAR RUANG MILIK JALAN PERTANIAN DAN
KETAHANAN PANGAN
51 IZIN USAHA HORTIKULTURA a. Usaha Budidaya Hortikultura b. Usaha Perbenihan Hortikultura 52 IZIN USAHA PERKEBUNAN
a. Usaha Budidaya Tanaman Perkebunan b. Usaha Industri Pengolahan Hasil Perkebunan
c. Usaha Perkebunan yang Terintegrasi Antara Budidaya dengan Industri Pengolahan Hasil Perkebunan
d. Usaha Produksi Benih Perkebunan 53 IZIN USAHA TANAMAN PANGAN
a. Proses Produksi Tanaman Pangan
b. Penanganan Pasca Panen Tanaman Pangan
c. Keterpaduan Antara Proses Produksi Tanaman Pangan dan Penanganan Pascapanen d. Perbenihan Tanaman
54 Pendaftaran Usaha Perkebunan 55 Pendaftaran Usaha Tanaman Pangan 56 Pendaftaran Usaha Hortikultura PERIKANAN DAN
PETERNAKAN
57 SURAT IZIN USAHA PERIKANAN (SIUP) 58 IZIN USAHA PETERNAKAN
59 IZIN USAHA RUMAH POTONG HEWAN 60 IZIN USAHA OBAT HEWAN
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 6 a. Apotek Veteriner
b. Depo c. Petshop d. poultry Shop e. Toko Obat Hewan 61 IZIN USAHA VETERINER
62 PENDAFTARAN USAHA PETERNAKAN BIDANG LAINNYA 63 IZIN PENYELENGGARAAN REKLAME
64 SURAT KETERANGAN PENELITIAN (SKP)
65 IZIN PENGELOLAAN DAN PENGUSAHAAN SARANG BURUNG WALET
66 IZIN USAHA WARUNG INTERNET DAN GAME ONLINE
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2018 tentang pelayanan perijinan berusaha terintegrasi secara eletronik.
Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau Online Single Submission yang selanjutnya disingkat OSS adalah Perizinan Berusaha
yang diterbitkan oleh Lembaga OSS untuk dan atas nama menteri, pimpinan lembaga, gubernur, atau bupati/wali kota kepada Pelaku Usaha melalui sistem elektronikyang terintegrasi. Bahwa DPMPTSP Kota Banjar telah melaksanakan pelayanan OSS sejak tanggal 1 januari 2019. Adapun peran DPMPTSP sebagai pendampingan bagi pemohon yang memerlukan bantuan dan informasi mengenai OSS, diantaranya melaksanakan pendaftaran akun OSS , membantu pengisian data OSS antara lain data legalitas perusahaan , data pemegang saham, maksud dan tujuan perusahaan, data perusahaan, lokasi izin, data BPJS, data WLKP,dll.
Adapun jenis izin yang dikeluarkan oleh OSS adalah 1. NIB (Nomor Induk Berusaha)
2. Izin Usaha 3. Izin Komersial
Ruang lingkup penyelenggaraan pelayanan perizinan terpadu meliputi : 1. Pemberian perizinan baru
2. Perubahan perizinan
3. Perpanjangan/daftar ulang perizinan 4. Pemberian salinan surat izin
5. Penolakan perizinan
6. Pembatalan atau pembekuan perizinan 7. Pencabutan perizinan
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 7
1.5.1 STRUKTUR ORGANISASI
Susunan Organisasi untuk menunjang dalam melaksanakan tugas pada DPMPTSP Kota Banjar terdiri dari
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 8
1.1 Bagan Susunan Organisasi DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP) Kota Banjar KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KEPALA SUNARTO, SH, M.Si NIP. 19650919 199601 1 002 SEKRETARIS WALIDI, S.Sos NIP. 19650824 198903 1 002
KASUBAG PERENCANAAN & EVALUASI
SANIAH KURNIAWATI, ST NIP. 19790917 200502 2 005
KASUBAG UMUM, KEPEGAWAIAN & KEUANGAN
Hj. YAYA RACHMATIAH NIP. 19630918 199003 2 003
KABID PELAYANAN DEWI AMBARWATY, ST., MM
NIP. 19750108 200501 2 015
KASI PELAYANAN INFORMASI& PENDAFTARAN
NINA MARLINA, S.Ip NIP. 19650502 199303 2 003 KASI VERIFIKASI PERIJINAN H. DONY WANGSASUSANA, ST, M.PSDA
NIP. 19740302 200501 1 007
KASI PENERBITAN & PELAPORAN PERIJINAN
TINI SUPARTINI, S.IP NIP. 19831206 201001 2 002 KABID PENGENDALIAN
BILLY BERTHA, S.Kom., M.AP NIP. 19721218 200501 1 005
KASI PENGADUAN& PEMBINAAN Hj. HARIANTIK, S.IP NIP. 19650917 199008 2 001
KASI PENGAWASAN & PENGENDALIAN
Drs. WAWAN SETIAWAN NIP. 19730303 200701 1 016 KABID PENANAMAN MODAL
YUSEP HARDIMAN, ST.,M.AP NIP. 19791128 200312 1 005
KASI PENGEMBANGAN PENANAMAN MODAL
H. YOYO SURYONO, S.KM., MM NIP. 19760323 199503 1 001 KASI PROMOSI DAN KERJASAMA
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 9 Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud diatas DPMPTSP berdasarkan Peraturan Walikota Banjar Nomor 35 Tahun 2018 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
Susunan organisasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu terdiri atas :
1. Kepala Dinas;
2. Sekretariat, membawahkan :
a) Subbagian Umum, Kepegawaian dan Keuangan b) Subbagian Perencanaan dan Evaluasi;
3. Bidang Penanaman Modal, membawahkan: a) Seksi Promosi dan Kerjasama; dan
b) Seksi Pengembangan Penanaman Modal 4. Bidang Pengendalian, membawahkan:
a) Seksi Pengawasan dan Pengendalian; b) Seksi Pembinaan dan Pengaduan; 5. Bidang Pelayanan, membawahkan:
a) Seksi Pelayanan Informasi dan Pendaftaran; b) Seksi Verifikasi Perizinan; dan
c) Seksi Penerbitan dan Pelaporan Perizinan
Sekretaris Dinas melaksanakan uraian tugas ;
a. Melakukan validasi rancangan kebijakan urusan penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu serta bidang umum dan tata usaha, keuangan dan asset daerah, kepegawaian, pendidikan dan pelatihan, perencanaan dan evaluasi, serta penelitian pengembangan data dan informasi;
b. Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu;
c. Mengkoordinasikan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan daerah urusan penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 10 serta bidang umum dan tata usaha, keuangan dan asset daerah, kepegawaian, pendidikan dan pelatihan, perencanaan dan evaluasi, serta penelitian pengembangan data dan informasi;
d. Mengkoordinasikan pelayananan administratif dan pembinaan aparatur sipil negara pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu;
e. Memimpin pelaksanaan kebijakan teknis, pelaksanaan dukungan teknis, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas dukungan teknis, pembinaan teknis penyelenggaraan fungsi penunjang urusan perencanaan, penelitian dan pengembangan; dan
f. Memimpin pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Dinas terkait dengan tugas dan fungsinya.
Kepala Bidang Penanaman Modal melaksanakan tugas :
a. Melakukan evaluasi dan verifikasi rancangan kebijakan urusan penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu bidang promosi dan kerjasama dan bidang pengembangan penanaman modal;
b. Memimpin pelaksanaan kebijakan urusan penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu bidang promosi dan kerjasama dan bidang pengembangan penanaman modal;
c. Memimpin pelaksanaan evaluasi dan pelaporan bidang promosi dan kerjasama dan bidang pengembangan penanaman modal;
d. Memimpin pelaksanaan administrasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu bidang promosi dan kerjasama dan bidang pengembangan penanaman modal;
e. Memimpin pembinaan aparatur sipil negara pada Bidang Penanaman Modal; dan
f. Melaksanakan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Dinas terkait dengan tugas dan fungsinya.
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 11 Kepala Bidang Pelayanan melaksanakan tugas :
a. Melakukan evaluasi dan verifikasi rancangan kebijakan urusan penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu bidang pelayanan informasi dan pendaftaran, verifikasi perizinan dan penerbitan pelaporan perizinan;
b. Memimpin pelaksanaan kebijakan urusan penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu bidang pelayanan informasi dan pendaftaran, verifikasi perizinan dan penerbitan pelaporan perizinan; c. Memimpin pelaksanaan evaluasi dan pelaporan bidang pelayanan
informasi dan pendaftaran, verifikasi perizinan dan penerbitan pelaporan perizinan;
d. Memimpin pelaksanaan administrasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu bidang promosi dan kerjasama dan bidang pelayanan informasi dan pendaftaran, verifikasi perizinan dan penerbitan pelaporan perizinan;
e. Memimpin pembinaan aparatur sipil negara pada Bidang Pelayanan; dan
f. Melaksanakan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Dinas terkait dengan tugas dan fungsinya.
Kepala Bidang Pengendalian melaksanakan tugas :
a. Melakukan evaluasi dan verifikasi rancangan kebijakan urusan penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu bidang pengawasan dan pengendalian, bidang pengaduan dan pembinaan; b. Memimpin pelaksanaan kebijakan urusan penanaman modal dan
pelayanan terpadu satu pintu bidang pengawasan dan pengendalian, bidang pengaduan dan pembinaan;
c. Memimpin pelaksanaan evaluasi dan pelaporan bidang pengawasan dan pengendalian, bidang pengaduan dan pembinaan;
d. Memimpin pelaksanaan administrasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu bidang pengawasan dan pengendalian, bidang pengaduan dan pembinaan;
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 12 e. Memimpin pembinaan aparatur sipil negara pada Bidang Pengendalian;
dan
f. Melaksanakan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Dinas terkait dengan tugas dan fungsinya.
1.5.2 KOMPOSISI DAN KOMPETENSI PEGAWAI
Tabel 1.1
Jumlah Pegawai Yang Menduduki Jabatan Pada Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjar
No Nama Jabatan Berdasarkan Jenis Kelamin Jumlah (Orang) L P 1 Kepala Dinas 1 2 Sekretaris 1 3 Kepala Bidang 2 1 4 Kepala subag/seksi 3 5 5 Fungsional Jumlah 7 6 13
(sumber data : subag umum dan kepegawaian)
Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa jumlah pegawai yang menduduki jabatan mencapai 46.15 % berjenis kelamin perempuan di ruang lingkup kantor DPMPTSP. Adapun terdapat jabatan yang kosong, hal ini dikarenakan terdapat pegawai yang pensiun dan belum dilakukan mutasi dan rotasi pada tahun 2020. Daftar nominatif pegawai berdasarkan golongan ruang dapat dilihat pada Tabel 1.2 dan sedangkan daftar nominatif pegawai berdasarkan tingkat golongan ruang dan jenis kelamin.
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 13
Tabel 1.2
DAFTAR NOMINATIF PEGAWAI NEGERI SIPIL
BERDASARKAN GOLONGAN RUANG DAN JENIS KELAMIN
GOLO-NGAN/ RUANG SEKRE-TARIAT BIDANG PENANA MAN MODAL BIDANG PELAYANA N BIDANG PENGENDALI AN JUMLAH TO-TAL L P L P L P L P L P II/a II/b 1 1 II/c 2 2 II/d 2 1 3 III/a 1 2 1 1 2 3 III/b III/c III/d 2 1 1 3 2 1 4 6 IV/a 1 1 IV/b 1 1 IV/c 1 1 PNS 5 4 3 3 5 2 2 13 11 TOTAL 9 3 8 4 25
Sumber: Subbag Umum dan Kepegawaian
Dari tabel tersebut menunjukkan bahwa jumlah pegawai yang bekerja di unit sekretariat/bidang pelayanan memiliki persentase yang lebih tinggi dibandingkan bidang penanaman modal/pengendalian. Disamping itu, jumlah PNS di bandingkan dengan beban kerja berdasarkan tugas dan fungsi masih kurang sehingga masih memerlukan penambahan jumlah pegawai di DPMPTSP Kota Banjar.
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 14
Tabel 1.3
DAFTAR NOMINATIF PEGAWAI NEGERI SIPIL BERDASARKAN JENJANG PENDIDIKAN
NO PANGKAT/GOLONGAN JENJANG PENDIDIKAN TOTAL SD SMP SLTA D1 D2 D3 S1 S2 S3
1 Pembina Utama Muda,
IV/c 1
2 Pembina Tingkat I, IV/b 1
3 Pembina , IV/a 1
4 Penata Tingkat I, III/d 1 4 5
5 Penata Muda, III/a 1 1 3
6 Pengatur Tingkat I, II/d 3
7 Pengatur, II/c 2
8 Pengatur Muda Tk. I II/b 1
0 1 7 0 0 1 7 8 0 24
Sumber: Subbag Umum dan Kepegawaian
Dari tabel tersebut menunjukkan bahwa jumlah pegawai yang memiliki jenjang pendidikan S2 lebih banyak dibandingkan dengan yang lainnya.
1.5.3 SARANA DAN PRASARANA
Dalam mendukung pelayanan perijinan di Kota Banjar, DPMPTSP didukung dengan sarana prasarana yang cukup memadai. Terdapat ruang back office yang digunakan untuk memproses perizinan dan front office yang digunakan untuk melayani berbagai perizinan dan nonperizinan dengan layanan OSS dan SICANTIK. Disamping itu juga terdapat sistem online dari penerbitan izin berbasis tanda tangan elektronik.
Tidak hanya itu, di lobby Kantor DPMPTSP terdapat media touch screen yang menyediakan berbagai informasi terkait perijinan di Kota Banjar dan Jaringan internet/wifi gratis untuk memberikan
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 15 kenyamanan kepada para pemohon perijinan. Adapun daftar sarana prasarana di DPMPTSP Kota Banjar selengkapnya disajikan pada tabel dibawah ini:
Tabel 1.4
Pengadaan sarana Pada Tahun 2019 dan 2020
No Jenis sarana Jumah
/unit/2019
Jumah /unit/2020
1 AC 7 3
2 Sice 1
3 kursi front office 4
4 kursi rapat 20
5 kursi ruang tunggu 1
6 Kursi tamu 0 3 7 rak arsip 1 8 Komputer PC 3 2 9 Monitor touchscreen 1 10 Pan tablet 1 11 Printer 3 1 12 Scanner 1 1 13 Laptop 2 14 Infokus 1
15 Alat olahraga/ tenis meja 1 paket
1.5.4 ISU STRATEGIS
Isu Strategis Percepatan Pertubuhan Ekonomi Inklusif yang berkualitas terkait dengan upaya-upaya untuk menghidupkan perekonomian Kota yang tumbuh secara berkelanjutan, ramah lingkungan dan dinamis serta memberi dampak terhadap penyerapan tenaga kerja warga Kota Banjar, terkait dengan penanaman modal yang telah berinvestasi di Kota Banjar, sehingga yang menjadi permasalahan/isu strategis di DPMPTSP diantaranya :
1. Belum berkembangnya daya tarik investasi kota banjar
2. Belum optimalnya promosi peluang investasi Kota Banjar dalam forum – forum investasi Regional maupun nasional serta belum memiliki FS 3. Adanya kecenderungan fluktuatif realisasi penanaman modal di Kota
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 16 Dalam pelaksanaan reformasi birokrasi di Kota Banjar masih terjadi permasalahan yang perlu mendapat perhatian, yaitu
1. Belum optimalnya penyelenggaraan pelayanan investasi dan perizinan, sehingga berdampak pada nilai IKM yang cenderung fluktuatif.
2. Rendahnya kesadaran masyarakat dan pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban laporan kegiatan penanaman modal serta legalitas usaha.
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 17
2.1 PERENCANAAN STRATEGIS (RENSTRA)
Rencana Strategi Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banjar tahun 2018 – 2023 mencakup komponen – komponen visi, misi, tujuan, dan sasaran serta serta kebijakan dan program.
2.1.1 Visi
Visi Jangka Menengah, yang selanjutnya hanya disebut sebagai Visi, adalah rumusan umum mengenai kondisi yang ingin dicapai (desired future) pada akhir periode perencanaan pembangunan jangka menengah 5 (lima) tahun. Visi pembangunan daerah dalam RPJMD Kota Banjar Tahun 2018-2023 merupakan penjabaran dari Visi Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih. Dengan mempertimbangkan potensi, kondisi, permasalahan, tantangan dan peluang yang ada di Kota Banjar, maka kondisi yang ingin dicapai (desired future) pada periode 2018–2023 adalah:
“Dengan Iman dan Taqwa Kita Wujudkan Kota Banjar yang Bersih Pemerintahannya, Sejahtera Masyarakatnya, Asri Lingkungannya
Menuju Banjar Agropolitan”
Deskripsi singkat dari Visi tersebut untuk kemudahan mengingatnya dan menjadi slogan pembangunan Kota Banjar tahun 2018-2023 adalah: “Banjar Semakin Berseri”. Kata “Berseri” pada slogan tersebut merupakan singkatan dari pokok-pokok Visi, yaitu: BERSIH, SEJAHTERA, dan ASRI. Berikut adalah penjelasan dari visi tersebut:
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 18 1. Iman dan Taqwa mempunyai makna bahwa iman dan taqwa harus
menjadi landasan utama dalam setiap penyelenggaraan pemerintahan.
2. Bersih mempunyai makna bahwa kondisi penyelenggaraan pemerintahan yang terhindar dari praktik KKN, mengedepankan pelayanan prima yang didukung oleh profesionalisme aparatur, transparansi dan akuntabel.
3. Sejahtera mempunyai makna bahwa kondisi masyarakat yang mampu melangsungkan kehidupan individu maupun kelompok secara layak, sehat dan produktif, adanya ketenteraman lahir batin serta tidak diliputi oleh rasa takut.
4. Asri mempunyai makna bahwa kondisi lingkungan yang tertata, aman, sehat, rindang dan indah.
5. Agropolitan mempunyai makna bahwa kondisi Kota Banjar yang aktivitas ekonominya berbasiskan agrobisnis, agroindustri, agrowisata, pusat distribusi produk-produk ataupun jasa pertanian.
2.1.2 Misi
Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. Rumusan visi yang baik membantu memperjelas penggambaran visi yang ingin dicapai dan membantu menguraikan upaya-upaya strategis yang harus dilakukan. Secara teknis, rumusan misi menjadi penting untuk memberikan kerangka bagi perumusan tujuan dan sasaran yang harus dicapai untuk mewujudkan visi daerah.
Dengan memperhatikan perubahan kondisi yang akan dicapai pada masa yang akan datang dan dalam rangka mewujudkan “Banjar Semakin Berseri”, maka misi pembangunan Daerah Kota Banjar pada periode 2018-2023 adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan Penyelenggaraan Pemerintahan yang Profesional dan Akuntabel.
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 19 3. Meningkatkan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE).
4. Mewujudkan Kota Peduli Hak Asasi Manusia (HAM). 5. Meningkatkan Kualitas Lingkungan.
6. Mengembangkan Daya Tarik dan Potensi Daerah.
Sebagai penjabaran lebih lanjut dari Visi dan Misi, Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banjar merumuskan Tujuan, Sasaran, dan Cara Mencapainya (kebijakan dan program) yang disajikan secara lengkap dalam Formulir Rencana Strategik sebagai berikut :
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 20 VISI
:Dengan Iman Dan Taqwa Kita Wujudkan Kota Banjar Yang Bersih Pemerintahannya, Sejahtera Masyarakatnya, Asri Lingkungannya Menuju Banjar Agropolitan”
MISI 1 : Meningkatkan Penyelenggaraan Pemerintahan Yang Profesional dan Akuntabel
TUJUAN SASARAN STRATEGI ARAH KEBIJAKAN
Meningkatkan kualitas tata kelola dinas Meningkatnya akuntabilitas kinerja dan keuangan
Penguatan sumber daya aparatur dalam memfasilitasi pelayanan penanaman modal dan PTSP
Meningkatkan kapasitas dan aksebilitas investasi dan PTSP melalui capcity building kelembagaan menuju good dan clean governance
Peningkatan sarana dan prasarana dalam mendukung dan mengembangkan
manajemen perkantoran berbasis PSE (Pelayanan Secara Elektronik).
Peningkatan kualitas dan kuantitas sarana pendukung dalam memfasilitasi serta sinergitas dengan instansi terkait/stakeholder dan pemohon PTSP.
MISI 3 : Meningkatkan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE)
TUJUAN SASARAN STRATEGI ARAH KEBIJAKAN
Meningkatkan penanaman modal daerah Meningkatnya penanaman modal
Pengembangan dan peningkatan intensitas potensi dan peluang investasi daerah
Peningkatan dan penyebaran informasi potensi, promosi, peluang investasi dan prosedur pelaksanaan penanaman modal
Penguatan citra daerah yang kondusif
Peningkatan daya tarik dan daya saing investasi melalui Menciptakan kemudahan berusaha ((Ease of Doing Business),
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 21 Meningkatnya
Kualitas pelayanan publik
Penyederhanaan prosedur dan penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu
Menciptakan sinkronisasi dan harmonisasi peraturan dengan pusat dan daerah lainnya serta
menyusun rekomendasi
penghapusan peraturan perundang-undangan di pusat maupun daerah yang menghambat investasi
Pengembangan inovasi pelayanan publik dalam memfasilitasi penyelengaraan PTSP
Mengembangkan inovasi – inovasi pelayanan publik melalui PERCAYA (Perizinan Cepat hemAt biaYA) Mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan, maka sasaran – sasaran strategis yang akan di capai dalam
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 22
Tabel 2.1 Sasaran Strategis Jangka Menengah
Tabel 2.1
Sasaran Strategis Jangka Menengah
No SASARAN
INDIKATOR TUJUAN /SASARAN
TARGET KINERJA TUJUAN/SASARAN PADA TAHUN KE -
2019 2020 2021 2022 2023 KONDISI AKHIR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 Meningkatn ya akuntabilitas kinerja dan keuangan
Nilai hasil evaluasi SAKIP dinas 64.80 ( B) 65.27 (B) 65.44 (B) 65.70 (B ) 70.00 (BB) 70.00 (BB) Cakupan kesesuaian laporan keuangan dinas dengan SAP (Standar Akuntansi Pemerintah) 100% 100% 100% 100% 100% 100% 2 Meningkatn ya penanaman modal daerah Nilai Realisasi penanaman modal daerah Rp 75.000.000. 000,- Rp 78.750.000 .000,- Rp 83.500.000. 000,- Rp 89.500.000. 000,- Rp 97.000.000 .000,- Rp 423.750.000.000,- Meningkatn ya Kualitas Pelayanan Terpadu Satu Pintu Nilai indeks Kepuasan masyarakat terhadap PTSP 78.00 (BAIK) 78.10 (BAIK) 78.50 (BAIK) 78.75 (BAIK) 79.00 (BAIK) 79.00 (BAIK)
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 23
2.2 Indikator Kinerja Utama
Dalam rangka pengukuran dan peningkatan kinerja serta lebih meningkatkan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, maka Dinas PMPTSP perlu menetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU). IKU merupakan indikator yang digunakan dalam mengukur tujuan dan sasaran strategis pemerintahan daerah dan OPD. IKU menggambarkan target pencapaian indikator OPD sesuai core business OPD terkait dan tertuang dalam dalam tugas dan fungsi serta kewenangan utama organisasi.
Berdasarkan Keputusan Kepala DPMPTSP nomor 800/Kpts.48 - DPMPTSP tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama dan Indikator Kinerja Individu Di Lingkungan DPMPTSP Kota Banjar Tahun 2018 -2023 sebagai berikut :
Tabel 2.2
Indikator Kinerja Utama DPMPTSP
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA
(IKU)
Meningkatnya akuntabilitas kinerja dan keuangan
Nilai hasil evaluasi SAKIP dinas Cakupan kesesuaian laporan keuangan dinas denga SAP
Meningkatnya penanaman modal daerah
Nilai realisasi penanaman modal daerah
Meningkatnya kualitas pelayanan publik
Nilai indeks kepuasan masyarakat terhadap PTSP
2.3 PERJANJIAN KINERJA
Perjanjian kinerja adalah lembar/dokumen yang berisikan penugasan dari pimpinan instansi yang lebih tinggi kepada pimpinan instansi yang lebih rendah untuk rnelaksanakan program/kegiatan yang disertai dengan indikator kinerja. Meialui pedanjian kinerja, terwujudlah
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 24 komitrnen penerirna arnanah dan kesepakatan antara penerirna dan pernberi amanah atas kinerja terukur tertentu berdasarkan tugas, fungsi dan wewenang serta sumber daya yang tersedia.
Penyusunan Perjanjian Kinerja ini mengacu pada Renstra DPMPTSP Tahun 2018 - 2023 dan DPPA tahun 2020. Berikut adalah perjanjian kinerja DPMPTSP Tahun 2020 sebagaimana pada table dibawah ini.
Dengan demikian target kinerja yang diperjanjikan juga mencakup outcame yang dihasilkan dari kegiatan tahun – tahun sebelumnya, sehingga terwujud kesinambungan kinerja setiap tahunnya.
Adapun tujuan penyusunan perjanjian kinerja sebagai berikut :
Sebagai wujud nyata komitmen antara penerima dan pemberi amanah untuk meningkatkan integritas, akuntabilitas, tranparansi dan kinerja aparatur
Menciptakan tolok ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja aparatur
Sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi dan sebagai dasar pemberian penghargaan dan sanksi
Sebagai dasar bagi pemberi amanah untuk melakukan monitoring, evaluasi dan supervisi atas perkembangan/kemajuan kinerja penerima amanah
Sebagai dasar dalam penetapan sasaran kinerja pegawai
Perjanjian Kinerja DPMPTSP tahun 2020 telah ditetapkan sebagai berkut
Tabel 2.3
Perjanjian Kinerja Kepala Dinas/Eselon II dan Kepala Bidang- Bidang/Eselon III Tahun 2020
No. SASARAN INDIKATOR
TUJUAN/SASARAN 2020
1 Meningkatnya akuntabilitas kinerja dan keuangan
Nilai hasil evaluasi SAKIP dinas
65.27 ( B) Cakupan kesesuaian laporan
keuangan dinas dengan SAP (Standar Akuntansi
Pemerintah)
100%
2 Meningkatnya penanaman modal
Nilai Realisasi penanaman modal daerah
Rp
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 25
daerah Cakupan Pengendalian
pelaksanaan penanaman modal
170 PMA/PMDN
3 Meningkatnya Kualitas Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Nilai indeks Kepuasan masyarakat terhadap PTSP
78.10 (BAIK) Persentase penyelesaian
perizinan yang tepat waktu
dan tepat syarat 95%
Anggaran belanja langsung Tahun 2020 Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjar yang dialokasikan untuk pencapaian setiap sasaran strategis adalah sebagai berikut :
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 26
Tabel 2.4
Anggaran Belanja Langsung Per Sasaran Strategis DPMPTSP Tahun 2020
SASARAN STRATEGIS
INDIKATOR
KINERJA PROGRAM/KEGIATAN INDIKATOR KEGIATAN
OUTPUT KEGIATAN ANGGARAN 1 2 4 Meningkatnya akuntabilitas kinerja dan keuangan Nilai hasil evaluasi SAKIP dinas
PROGRAM PENINGKATAN PENGEMBANGAN SISTEM
PELAPORAN CAPAIAN KINERJA DAN KEUANGAN Nilai SAKIP Dinas B
17,500,000
1
Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar
realisasi kinerja SKPD Tersedianya laporan kinerja, LPPD dan LKPJ 3 Dokumen
6,000,000 2 Penyusunan perencanaan anggaran SKPD Tersedianya RENJA, RKA, dan RKA Perubahan
yang tepat syarat 3 Dokumen
6,000,000 Cakupan kesesuaian laporan keuangan dinas denga SAP
3 Penyusunan pelaporan keuangan akhir tahun SKPD Tersedianya laporan keuangan akhir tahun OPD 1 Dokumen 5,500,000 Meningkatnya penanaman modal daerah Nilai realisasi penanaman modal daerah
PROGRAM PENINGKATAN PROMOSI DAN KERJASAMA
INVESTASI Nilai realisasi Penanaman Modal Daerah
110,392,900 1 Perencanaan dan Pengembangan Penanaman
Modal frekuensi koordinasi dan pengembangan PM 1 kali
20,000,000
2 Penyelenggaraan pameran investasi Jumlah kegiatan promosi penanaman modal 1 event
22,150,000 3 Penyusunan Profil Investasi Daerah Jumlah dokumen perencanaan profil dan
peluangan investasi 1 dokumen
49,742,900 4 Sinergitas Pelaksanaan Fasilitasi Investasi Frekuensi forum interkasi investor dengan
mitra kota banjar 1 kali
18,500,000
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 27
PROGRAM PENINGKATAN IKLIM INVESTASI DAN REALISASI INVESTASI
Cakupan Pengendalian pelaksanaan penanaman modal
170 PMA/PMDN
38,500,000
1 Penanganan pengaduan perijinan dan penanaman modal
Prosentase penyelesaian pengaduan yang
ditindaklanjuti 100%
3,500,000 2 Pembinaan dan sosialisasi perijinan dan investasi Jumlah peserta yang mengikuti pembinaan dan
sosialisasi perizinan
75 orang /2 Kali
12,000,000 3 Sinergitas dan monitoring serta evaluasi perizinan Frekuensi koordinasi sinergitas tiga pilar
BABINSA dan BHABINKAMTIBMAS 2 Kali
9,000,000
4 Peningkatan pemantauan, pembinaan dan pengawasan pelaksanaan penanaman modal
Jumlah PMA/PMDN mengikuti bimbingan yang menyajikan data perkembangan realisasi pm
30 PMA/PMDN
8,500,000
5 Pengendalian pelaksanaan investasi PMA/PMDN Terselenggaraanya bimbingan pelaksanaan
kegiatan pm pada pelaku usaha 25 Desa/Kel
5,500,000 Meningkatnya kualitas pelayanan publik Nilai indeks kepuasan masyarakat terhadap PTSP
PROGRAM PENINGKATAN PENGEMBANGAN LAYANAN TERPADU SATU PINTU
Persentase penyelesaian perizinan yang tepat
waktu dan tepat syarat 95%
100,000,000 1 Pengembangan Sistem Informasi Penanaman Modal Terimplementasi OSS dan SIM lainnya 1 Paket
47,000,000 2 Penyederhanaan prosedur perijinan dan
peningkatan pelayanan penanaman modal Jumlah rancangan regulasi yang disusun 1 Dokumen
18,000,000 3 Pemrosesan pelayanan terpadu satu pintu Jumlah sertifikat izin dan non perizinan 2000 sertifikat
25,000,000 4 Penyusunan data perijinan Tersedianya laporan Data Perizinan dan non
perizinan 1 Dokumen
10,000,000
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 28
Aa
Akuntabilitas kinerja adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan/kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai tujuan – tujuan dan sasaran – sasaran yang telah ditetapkan melalui alat pertanggungjawaban secara periodik
Salah satu fondasi utama dalam menerapkan manajemen kinerja adalah pengukuran kinerja dalam rangka menjamin adanya peningkatan dalam pelayanan publik dan meningkatkan akuntabilitas dengan melakukan klarifikasi output dan outcame yang akan dan seharusnya dicapai untuk memudahkan terwujudnya organisasi yang akuntabel.
Pengukuran kinerja harus menjawab Perjanjian Kinerja, dan untuk tingkat Provinsi harus membandingkan realisasi kinerja dengan target jangka menegah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis organisasi.
Pengukuran kinerja dilakukan dengan membandingkan antar kinerja yang seharusnya terjadi dengan kinerja yang diharapkan.Pengukuran kinerja ini dilakukan secara berkala triwulan dan tahunan. Pengukuran dan pembandingan kinerja dalam laporan kinerja harus cukup menggambarkan posisi kinerja instansi pemerintah.
Pengukuran kinerja dilakukan dengan membandingkan rencana dan realisasi sebagai berikut :
Apabila semakin tinggi realisasi menunjukkan semakin tingginya kinerja, digunakan rumus :𝐶𝑎𝑝𝑎𝑖𝑎𝑛 𝐾𝑖𝑛𝑒𝑟𝑗𝑎 = 𝑅𝑒𝑎𝑙𝑖𝑠𝑎𝑠𝑖
𝑅𝑒𝑛𝑐𝑎𝑛𝑎
𝑥 100%
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu telah melaksanakan penilaian kinerja dengan mengacu pada perjanjian kinerja yang telah disepakati. Penilaian ini dilakukan oleh tim pengelola kinerja dengan melakukan pengumpulan data kinerja dalam rangka mengukur dan
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 29 mengevaluasi keberhasilan dan kegagalan pencapaian sasaran organisasi. Dari hasil pengumpulan data selanjutnya dilakukan kategorisasi kinerja dengan menggunakan skala penilaian Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 sebagai berikut:
Tabel 3.1
Skala Nilai Peringkat Kinerja
No Interval Nilai Realisasi Kinerja Kriteria Penilaian Realisasi Kinerja 1. 91% ≤ 100% Sangat tinggi 2. 76% ≤ 90% Tinggi 3. 66% ≤ 75% Sedang 4. 51% ≤ 65% Rendah 5. ≤ 50% Sangat Rendah
3.1 CAPAIAN INDIKATOR KINERJA UTAMA
Indikator Kinerja Utama merupakan indikator yang digunakan oleh organisasi untuk membantu dan mengukur kemajuan terhadap pencapaian tujuan dan sasaran strategis organisasi.
Tabel 3.2
Capaian Realisasi Indikator Kinerja Utama SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TARGET 2019 REALISASI CAPAIAN (%) 1. Meningkatnya akuntabilitas kinerja dan keuangan
Nilai hasil evaluasi SAKIP dinas 65.27 (B) B( 66.63) 102 Cakupan kesesuaian laporan keuangan dinas denga SAP 100% 100% 100 2. Meningkatnya penanaman modal daerah Nilai realisasi penanaman modal daerah Rp 78.750.000. 000,- Rp 159.704.277 122,- 203 3. Meningkatnya kualitas pelayanan publik Nilai indeks kepuasan masyarakat terhadap PTSP 78.10 (B) 83.94 (A) 107
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 30 Setelah dilakukan pengukuran membandingkan realisasi kinerja dengan indikator target, maka tingkat capaian terhadap sasaran renstra untuk tahun 2018 – 2023 sebagai berikut
Tabel 3.3
Tingkat Pencapaian Sasaran
SASARAN JUMLAH
IKU
TINGKAT PENCAPAIAN SASARAN RENSTRA PADA TAHUN 2020
Melampaui
Target Sesuai Target
Dibawah Target
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 1 100 1 100
2 1 1 100
3 1 1 100
TOTAL 4 3 75 1 25
Berdasarkan pengukuran tabel diatas, rata- rata IKU yang sesuai target sebesar 25% dan yang melampaui target 75%
3.2 CAPAIAN PERJANJIAN KINERJA
Perjanjian kinerja yang digunakan sebagai dasar pengukuran kinerja tahun 202029,41 yang telah diperjanjikan oleh kepala dinas dan kepala bidang – bidang dan berdasarkan hasil pengukuran kinerja maka ringkasan pencapaian kinerja DPMPTSP Tahun 2020 sebagai berikut :
Tabel 3.4
Ringkasan Perjanjian Kinerja DPMPTSP Tahun 2020 INDIKATOR
KINERJA
TARGET REALISASI CAPAIAN
KINERJA (%)
KATEGORI
Sastra 1 : Meningkatnya akuntabilitas kinerja dan keuangan Nilai hasil evaluasi
SAKIP dinas 65.27 (B) B( 66.63) 102
Sangat tinggi Cakupan kesesuaian
laporan keuangan dinas denga SAP
100% 100% 100 Sangat
Tinggi Sastra 2 : Meningkatnya penanaman modal daerah
Nilai realisasi penanaman modal daerah Rp 78.750.000. 000,- Rp 159.704.277. 122,- 203 Sangat Tinggi
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 31 Cakupan pelaksanaan pengendalian penanaman modal 170 PMA/PMDN 50 PMDN 29.41 Sangat Rendah
Sastra 3 : Meningkatnya kualitas pelayanan publik Nilai indeks kepuasan masyarakat terhadap PTSP 78.10 (B) 83.94 (A) 107 Sangat tinggi Prosentase penyelesaian berkas permohonan perizinan 95% 100% 105 Sangat tinggi
Pada Tahun 2020, pengukuran kinerja dinas dilakukan terhadap 3 (tiga) sasaran strategis dengan menggunakan 6 (enam) indikator kinerja yang ditetapkan dalam dokumen perjanjian kinerja Tahun 2020. Yang merupakan perjanjian kepala Dinas beserta sekretaris dan kepala bidang- bidang pada dinas PMPTSP.
Tabel 3.5
Tingkat Pencapaian Sasaran
Sasaran
Jumlah IKU/ Indikator
Lainnya
Tingkat Pencapaian Perjanjian Kinerja Pada Tahun 2020
Melampaui
Target Sesuai Target Dibawah Target
Jumlah % Jumlah % Jumlah %
1 2 1 100 1 100
2 2 1 100 1 100
3 2 2 100
TOTAL 6 4 66.67 1 16.67 1 16.67
Berdasarkan tabel tersebut menunjukkan bahwa melampaui target sebesar 66,67 % dan sesuai target sebesar 16.67% dan 16.67% indicator yang tercapai dibawah target. Sedangkan berdasarkan hasil pengukuran kinerja dari dari 6 (enam) indikator kinerja hanya satu indikator yang belum memenuhi target indikator dengan mencapai sangat rendah, sisanya semuanya rata – rata mencapai indikator dengan predikat sangat tinggi.
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 32
25%
0%
75%
Grafik 3.1.
Tingkat Pencapaian Sasaran RENSTRA Pada Tahun 2020
Melampaui Target Dibawah Target Sesuai Target
66%
17%
17%
Grafik. 3.2
Tingkat Pencapaian Perjanjian Kinerja Pada Tahun 2020
Melampaui Target Dibawah Target Sesuai Target
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 33
Pencapaian kinerja sasaran strategis 1 (satu) ‘ Meningkatnya akutabilitas kinerja dan keuangan’ ,diukur dengan menggunakan 2 (dua) indikator.
Uraian target, realisasi dan capaian indikator kinerja pada sasaran strategis 1 (satu) adalah sebagai berikut :
Indikator Kinerja Tahun 2020 Target akhir Renstra Realisasi capaian s/d tahun 2020 Capaian tahun 2020 terhadap target akhir Renstra % Target Realisasi % Realisasi 1 2 3 4 = 3/2 5 6 7=5/6 Nilai hasil evaluasi SAKIP dinas 65.27 (B) 66.63 (B) 102 70.00 (BB) 66.63 (B) 95.18 Cakupan kesesuaian laporan keuangan dinas dengan SAP (Standar Akuntansi Pemerintah) 100% 100% 100% 100% 100% 100%
Indikator Kinerja 1.1 : Nilai Hasil Evaluasi SAKIP Dinas
Dalam hal penciptaan tata kelola pemerintahan yang baik dan bebas korupsi, SAKIP pun sebenarnya dapat digunakan untuk menilai sejauh mana upaya yang telah dilaksanakan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Penerapan SAKIP seharusnya dapat mendorong instansi pemerintah untuk mewujudkan good governance termasuk pemberantasan korupsi. SAKIP yang memberikan manfaat adalah sebuah sistem yang dapat digunakan sebagai alat untuk memperbaiki kebijakan serta mendorong pemerintah daerah untuk melakukan inovasi dalam mendesain program dan kegiatan. Selanjutnya, SAKIP pun seharusnya dapat digunakan sebagai dasar dalam memberikan reward dan punishment yang bisa dikaitkan dengan kinerja individu. Manfaat tersebut baru bisa dipetik jika ada komitmen yang kuat dari pimpinan untuk memberikan pemahaman yang kuat akan pentingnya SAKIP yang tak hanya bisa berfungsi
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 34 sebagai media pertanggunjawaban kinerja tetapi juga sebagai alat pengendalian. Berdasarkan hal tersebut di atas, DPMPTSP telah dilakukan penilaian terhadap SAKIP yang dilakukan oleh Inspektorat Kota Banjar , dan memperoleh nilai SAKIP sebagaimana laporan hasil evaluasi pada tabel di bawah ini .
Tabel 3. 6
Perolehan Nilai evaluasi SAKIP DPMPTSP Laporan kinerja Tahun
anggaran 2017 (dikeluarkan tahun 2018) Laporan kinerja Tahun anggaran 2018 (dikeluarkan tahun 2019) Laporan kinerja Tahun anggaran 2019 (dikeluarkan tahun 2020) 63.12 (B) 64,45 (B) 66.63 (B)
Target tahun 2020 nilai hasil evaluasi SAKIP untuk laporan dinas tahun anggaran 2019 dinas sebesar 65.27 dengan kategori B, dengan realisasi nilai hasil evaluasi SAKIP dari inspektorat Kota Banjar mencapai 66,63 atau mencapai 102,75 %.
Target tahun 2020 terselenggaranya SAKIP dinas yang di dalamnya meliputi beberapa komponen meliputi :
1. Perencanaan kinerja 2. Perjanjian kinerja 3. Pengukuran kinerja 4. Pengelolaan data kinerja 5. Pelaporan kinerja
6. Reviu dan evaluasi kinerja.
a. Perbandingan Target dengan Realisasi Kinerja dengan Tahun ini
Realisasi indikator Kinerja Nilai hasil evaluasi SAKIP dinas pada tahun 2020 ini sebesar 102 % menunjukan capaian kinerja yang sangat tinggi.
b. Perbandingan Capain Kinerja dengan Tahun Sebelumnya
Sejalan dengan realisasi kinerja, capaian indikator kinerja pada tahun 2020 lebih tinggi sebesar 102%dengan dibandingkan dengan capaian kinerja tahun 2019 dengan realisasi nilai SAKIP 64,45 (B) mencapai 99,46%
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 35 Apabila dibandingkan dengan target akhir Renstra DPMPTSP periode 2018 -2023, maka realisasi indikator kinerja tahun 2020 sebesar 66,63 telah mencapai 95,18 % dari target akhir sampai periode Renstra 70.00 (kategori BB). Dengan capaian yang sangat tinggi pada tahun 2020, diharapkan dapat meningkatkan dan memperbaiki system pemerintahan khususnya dinas DPMPTSP dalam reformasi birokrasi yang sedang dijalankan pemerintah saaat ini.
d. Analisis Penyebab Keberhasilan Atau Kegagalan Atau Peningkatan Atau Keberhasilan Kinerja Serta Alternatif Solusi Yang Telah Dilakukan
Secara keseluruhan Dinas PMPTSP telah menyelenggarakan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) sesuai dengan ketentuan, mulai dari aspek perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja, evaluasi internal dan pencapaian sasaran kinerja. Namun demikian terdapat beberapa hal-hal yang perlu mendapat perhatian dan sebagai bahan perbaikan selanjutnya, yaitu pada tahapan pemenuhan, kualitas dan implementasinya.
Adapun Faktor penting lain yang mempengaruhi peningkatan dan penurunan hasil evaluasi SAKIP Perangkat Daerah adalah sebagai berikut :
1. Pemahaman SAKIP oleh seluruh pegawai dilingkungan kerja 2. Reviu atas Dokumen Perencanaan
3. Realisasi kinerja Perangkat Daerah;
4. Penentuan target kinerja sasaran yang secara kumulatif sudah tercapai pada tahun-tahun sebelumnya.
5. Pelaksanaan evaluasi Internal yang dilaksanakan
6. Kelengkapan data pendukung yang dipersiapkan oleh Perangkat Daerah untuk penilaian setiap komponen SAKIP.
7. Penggunaan informasi teknologi untuk dapat mempermudah penelusuran data dan pengukuran kinerja.
Terhadap permasalahan yang dikemukakan di atas, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjar telah melakukan perbaikan sebagai berikut.
1. Telah disusun SOP tentang pengumpulan data kinerja, kemudian penelusuran data, penanggung jawab yang jelas.
2. Terimplementasinya penyusunan laporan kegiatan yang telah disampaikan kepada kepala dinas melalui nota dinas yang dilaporkan secara berjenjang dari PPTK dan kabid.
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 36 3. Indikator Kinerja Utama (IKU) dimanfaatkan dalam dokumen perencanaan dan penganggaran (tidak hanya dijadikam alat ukur pencapaian tujuan/sasaran utama dalam dokumen Renstra, RKT dan Perjanjian Kinerja namun dijadikan alat ukur tercapainya Outcome atau hasil-hasil program yang ditetapkan dalam RKA dan DPA (dokumen penganggaran), serta telah disusun cascading dan pohon kinerja DPMPTSP
4. Untuk meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) dalam implementasi SAKIP dilingkungan OPD, telah mengikuti koordinasi dan konsultasi terkait SAKIP baik tingkat Kota Banjar dan Provinsi Jawa Barat.
e. Analisis Program/Kegiatan Yang Menunjang Pencapaian Perjanjian Kinerja.
Indikator ini telah didukung oleh Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan dengan Kegiatan
1. Penyusunan pelaporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD dengan penyerapan anggaran sebesar Rp 6.000.000,- atau mencapai 100% dari anggaran 6.000.000,-
Adapun hasil dari kegiatan laporan capaian kinerja diantaranya :
1) Berkas laporan monitoring penyerapan anggaran dan pembangunan pemerintah bulanan
2) berkas laporan triwulan evaluasi terhadap hasil RENJA OPD
3) Laporan pendukung penyusunan Laporan penyelenggaraan pemerintah daerah/LPPD dan laporan kinerja pertanggungjawaban/LKPJ
4) Dokumen Laporan kinerja dinas.
2. Penyusunan perencanaan anggaran SKPD dengan penyerapan anggaran sebesar Rp 5.497.300,- atau mencapai 100% dari anggaran 5.500.000,- Adapun hasil dari kegiatan perencanaan diantaranya :
1) Dokumen RENJA tahun 2021
2) Dokumen RENJA Perubahan tahun 2020 3) Dokumen RKA tahun 2021
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 37
Indikator 1.2 Cakupan Kesesuaian Laporan Keuangan Dinas dengan SAP (Standar Akuntansi Pemerintah)
Target Tahun 2020 terhadap kinerja kinerja keuangan bahwa cakupan kesesuaian laporan keuangan dinas dengan standar akuntansi pemerintah (SAP) sebesar 100% dengan realisasi mencapai 100%.
a) Perbandingan Target dengan Realisasi Kinerja dengan Tahun ini
Realisasi indikator kinerja cakupan kesesuaian laporan keuangan dinas dengan standar akuntansi pemerinta (SAP) sebesar 100% atau mencapai 100 % menunjukan capaian kinerja yang sangat tinggi, ini sama dengan dibandingkan dengan realisasi tahun 2019 sebesar 100%.
b) Perbandingan Capain Kinerja dengan Tahun Sebelumnya
Sejalan dengan realisasi kinerja, capaian indikator kinerja cakupan kesesuaian laporan keuangan dinas dengan standar akuntansi pemerintah (SAP) tahun 2020 sebesar 100% ini sama dengan dibandingkan dengan capaian kinerja tahun 2019.
c) Perbandingan Realiasasi Kinerja dengan Target Akhir Renstra
Apabila dibandingkan dengan target akhir Renstra DPMPTSP periode 2018 -2023, maka realisasi indikator kinerja sampai tahun 2020 sebesar 100% telah mencapai 100 % dari target akhir sampai periode Renstra sebesar 100%. Dengan capaian yang sangat sesuai dengan perencanaan Renstra yang diharapkan, mengharapkan dapat mewujudkan realisasi dan informasi tentang asset, kewajiban, ekuitas dan posisi uang pemerintah daerah.
d) Analisis Penyebab Keberhasilan Atau Kegagalan Atau Peningkatan Atau
Keberhasilan Kinerja Serta Alternative Solusi Yang Telah Dilakukan
Pada prinsipnya pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banjar tahun anggaran 2020 tidak ada hambatan atau kendala yang berarti,walaupun terdapat pengurangan anggaran/recofusing akibat pandemi covid – 19, bahkan menunjukan peningkatan yang cukup signifikan. Akan tetapi perlu diungkapkan adanya hambatan yang berpengaruh terhadap Capaian Kinerja Keuangan
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 38 Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banjar adalah Sumber Daya Manusia kurang memadai baik dalam segi kuantitas maupun dalam hal kualitas terutama untuk mengelola keuangan.
e) Analisis Program/Kegiatan Yang Menunjang Pencapaian Perjanjian
Kinerja.
Indikator ini telah didukung oleh Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan dengan Kegiatan :
1. Penyusunan pelaporan keuangan akhir tahun SKPD dengan penyerapan anggaran sebesar Rp 6.000.000,- atau mencapai 100% dari anggaran 6.000.000,-
Adapun hasil dari kegiatan laporan keuangan akhir tahun berupa Dokumen laporan keuangan meliputi:
a) Laporan realisasi APBD b) Neraca
c) Laporan operasional d) Laporan perubahan
e) Catatan atas laporan keuangan
f) Analisis Atau Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
Sastra 1 Indikator Kinerja
% Capaian Kinerja % Penyerapan Anggaran Tingkat Efisiensi Meningkat nya akuntabilit as kinerja dan keuangan
Nilai hasil evaluasi SAKIP dinas
102 99,98
2.02
Cakupan keseuaian laporan keuangan dinas dengan Sap (Standar Akuntansi Pemerintah)
100 99,98 0.02
Rata -rata 101 99,98 1.02
Untuk mencapai sasaran strategis pertama, realisasi kinerja sasaran strategis rata- rata telah mencapai 101%, lebih tinggi dari capaian realisasi keuangan yang hanya mencapai 99,98% dapat dikatakan sebagai telah efisien. ,yang menunjukkan salah satu indikator mencapai penggunaan dana untuk mencapai sasaran strategis telah efisien.
Pencapaian target indikator Nilai hasil evaluasi SAKIP dinas dan Cakupan kesesuaian laporan keuangan dinas dengan SAP (Standar Akuntansi Pemerintah)
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 39 pada strategis yang pertama pada tahun 2020 diharapkan dapat berkontribusi terhadap pencapaian misi ke satu RPJMD periodik tahun 2018 -2023 yaitu Meningkatkan Penyelenggaraan Pemerintahan yang Profesional dan Akuntabel untuk mencapai tujuan Meningkatkan Kualitas Tata Pemerintahan dengan sasaran Meningkatnya Akuntabilitas Kinerja dan Keuangan pada indikator opini BPK dan Nilai AKIP/LKj Kota Banjar
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 40 Pencapaian kinerja sasaran strategis 2 (dua) ‘ Meningkatnya penanaman modal daerah di Kota Banjar’ diukur menggunakan 2 (dua) indikator kinerja.
Uraian target, realisasi dan capaian indikator kinerja pada sasaran strategis 2 (dua) adalah sebagai berikut :
Indikator Kinerja
Tahun 2020 Realisasi capaian s/d tahun 2019 Target akhir renstra Realisasi capaian s/d tahun 2020 Capaian tahun 2020 terhadap target akhir Renstra % Target Realisasi Realisa%
si 1 2 3 4 = 3/2 5 6 7 =3+5 8=7/6 Nilai realisasi penanaman modal daerah Rp 78.750.00 0.000,- Rp 159.704.2 77.122,- 203 Rp 262.981.4 21.529 Rp 423.750.00 0.000 Rp 422.685.6 98.651,- 99,75% Cakupan pengendalian pelaksanan penanaman modal 170 PMA/PM DN 50 PMDN 29,41 182 PMDN 890 PMA/PMD N 232 PMDN 26,07%
Indikator Kinerja 2.1 : Nilai Realisasi Penanaman Modal Daerah
Perkembangan realisasi investasi PMDN/PMA tahun 2020 ini hasil pengolahan dari data para pelaku usaha/penanam modal yang mengajukan permohonan izin usaha baik izin usaha baru atau izin usaha perpanjangan (herregistrasi). Melalui aplikasi perizinan PERCAYA berikut permohonan izin usaha melalui aplikasi Online Single Submission (OSS)
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 41
Tabel 3.7
Nilai Realisasi Investasi PMDN Per Sektor Pada Tahun 2019 Dan 2020
URAIAN SEKTOR/SUB SEKTOR
JUMLAH UNIT USAHA Tahun 2019 NILAI INVESTASI Rp JUMLAH UNIT USAHA Tahun 2020 NILAI INVESTASI Rp 2 3 4 SEKTOR PRIMER
1. Tanaman Pangan & Perkebunan/Food Crops & Plantation 3 636,419,500 2. Peternakan/Livestock 0 - 1 366.000.000 3. Kehutanan/Forestry 0 - 4. Perikanan/Fishery 1 100,000,000 5. Pertambangan/Mining 0 - 4 736,419,500 1 366.000.000 SEKTOR SEKUNDER 1. Industri Makanan/Food Industry 4 720,000,000 1 30.000.000 2. Industri Tekstil/Textile Industry 0 -
3. Ind. Barang dari Kulit & Alas Kaki/Leather Goods & Footwear Industry
0 -
4. Industri Kayu/Wood Industry 1 346,500,000 5. Ind. Kertas dan
Percetakan/Paper and Printing Industry
3
140,000,000 6. Ind. Kimia dan
Farmasi/Chemical and Pharmaceutical Industry
0 -
7. Ind. Karet dan Plastik/Rubber
and Plastic Industry 0
-
8. Ind. Mineral Non Logam/Non
Metallic Mineral Industry 0
-
9. Ind. Logam, Mesin &
Elektronik/Metal, Machinery & Electronic Industry
0 -
10. Ind. Instru. Kedokteran, Presisi & Optik & Jam/Medical Preci. & Optical Instru, Watches & Clock Industry
0 -
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 42 11. Ind. Kendaraan Bermotor &
Alat Transportasi Lain/Motor Vehicles & Other Transport Equip. Industry 0 - 12. Industri Lainnya/Other Industry 5 861,000,000 4 1.029.000.000 13 2,067,500,000 5 1.059.000.000 SEKTOR TERSIER
1. Listrik, Gas dan
Air/Electricity, Gas & Water Supply 0 - 2. Konstruksi/Construction 19 8,810,100,000 12 6.138.311.868 3. Perdagangan &
Reparasi/Trade & Repair 107
199,654,647,622
18 12.166.000.000
4. Hotel & Restoran/Hotel &
Restaurant 1
1,310,000,000
1 845.000.000
5. Transportasi, Gudang & Komunikasi/Transport, Storage & Communication
6
2,100,000,000 6. Perumahan, Kawasan Ind &
Perkantoran/Real Estate, Ind. Estate & Office Area
9
38,075,154,407
5 42.405.390.480
7. Jasa Lainnya/Other Services 23
10,227,600,000
8 96.724.574.774
JUMLAH 165 260,177,502,029 44 158.279.277.122
JUMLAH KESELURUHAN 182 262,981,421,529 50 159.704.277.122
Semakin banyak nilai realisasi investasi maka akan semakin menggambarkan ketersediaan pelayanan penunjang yang dimililiki daerah berupa ketertarikan investor untuk meningkatkan investasinya di daerah. Semakin banyak realisasi proyek maka akan menggambarkan keberhasilan daerah dalam memberi fasilitas penunjang pada investor untuk merealisasikan investasi yang telah direncanakan.
Kenaikan/penurunan nilai realisasi Investasi dapat dirumuskan sebagai berikut :
Realisasi PMDN Tahun evaluasi – Realisasi PMDN Tahun sebelum evaluasi
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 43 Dengan membandingkan realisasi pada tahun sebelumnya
Indikator Kinerja Realisasi Capaian Tahun 2019
Realisasi Capaian Tahun 2020
nilai realisasi investasi Rp 262.981.421.529,- Rp 159.704.277.122,-
Berdasarkan rumus di atas, pada tahun 2020 terjadi penurunan nilai realisasi investasi sebesar 39.27% yakni jumlah investasi pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp 159.704.277.122 tahun sedangkan pada tahun sebelumnya se nilai Rp 262,981,421,529.
Hal ini dikarenakan adalah turunnya para pelaku usaha yang mengajukan permohonan izin usaha baik izin usaha baru atau izin usaha perpanjangan (heregistrasi) di tahun 2020.
Faktor lain yang mempengaruhi para investor\pelaku usaha yang menanamkan modalnya di kota banjar sebagai berikut:
1. Terjadinya pandemi covid-19 telah merebak di Indonesia, sehingga berdampak pada turunnya aktivitas ekonomi di sektor mikro kota banjar, maupun belanja pembangunan pemerintah dan melemahnya sector investasi sehingga realisasi investasi mengalami penurunan bila dibandingkan pada tahun 2019.
2. bahwa persoalan birokrasi dari pusat ke daerah semakin mempersulit calon investor sehingga menyebabkan calon investor tidak ada ketertarikan untuk menanamkan modalnya,khususnya di Kota Banjar.
3. Terjadi kebingungan yang timbul di kalangan pengusaha terkait perbedaan penggunaan OSS dengan perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP)
4. Bahkan baku pendukung industri yang masih mahal seperti gas, dan rencana pemerintah akan membatasi bahan baku impor. Dengan rencana ini, investor melihatnya sebagai ancaman untuk berusaha di indonesia.
a) Perbandingan Target dengan Realisasi Kinerja Tahun Ini
Realisasi indikator kinerja kenaikan nilai realisasi investasi tahun 2020 sebesar Rp 159,704,277,122 M atau mencapai sebesar 203% dari target yang ditetapkan, menunjukkan kinerja yang sangat tinggi, akan tetapi ini lebih rendah dibandingkan dengan realisasi tahun 2019 sebesar 350%.
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 44
b) Perbandingan Capain Kinerja dengan Tahun Sebelumnya
Sejalan dengan realisasi kinerja, capaian indikator kenaikan nilai realisasi investasi tahun 2020 sebesar 159,704,277,122 M ini lebih rendah dibandingkan dengan capaian kinerja tahun 2019 sebesar Rp 262,981,421,529
b) Perbandingan Realisasi Kinerja dengan Target Akhir Renstra
Apabila dibandingkan dengan target akhir Renstra DPMPTSP periode 2018 - 2023, maka realisasi indikator kinerja sampai tahun 2019 sebesar 99,75 % dari target akhir sampai periode Renstra sebesar Rp 423.750.000.000. Dengan capaian yang sangat tinggi terhadap perencanaan Renstra pada tahun 2020, diharapkan dapat terus meningkatkan nilai realisasi investasi di Kota Banjar. Ditunjukkan oleh upaya pemerintah Kota Banjar dalam memberikan kemudahan berusaha dan mempermudah perizinan investasi di Kota Banjar, khususnya DPMPTSP yang telah berusaha melayani investor agar merasa nyaman, memberikan kemudahan dalam perizinan dan infrastruktur yang mendukung.
c) Analisis Penyebab Keberhasilan Atau Kegagalan Atau Peningkatan Atau Keberhasilan Kinerja Serta Alternative Solusi Yang Telah Dilakukan
1. Secara makro calon investor membukukan informasi yang detail,akurat dan penyajian data yang valid berkaitan dengan profil.larutasi yang akan di tawarkan.
Beberapa kendala dalam menarik investasi/calon investor antara lain:
Terjadinya pandemic covid- 19 pada tahun 2020, sehinggan mempengaruhi penurunan nilai realisasi investasi di Kota Banjar.
Terbatasnya informasi peluang inrestor yang dimiliki calon investor tarkait penggabungan.potensi investasi di kota banjar.
Perlu kajian/analisis yang lebih mendalam berkaitan dengan profil polensi peluang investasi.
Belum meratanya penyebaran informasi tentang polensi peluang. Dan tata cara pelaksanaan PM di kota banjar.
2. Hal-hal yang mendukung terhadap pengembangan Penanaman modal di daerah, dukungan pemerintah pusat yang sangat intens terhadap pengelolaan investasi dengan berbagai kebijakan,kemudahan berinvestasi melalui regulasi-regulasi yang di terbitkan.
PERCAYA | PERizinan Cepat hemAt biaYA 45 3. Persaingan daya tarik investasi antar daerah yang semakin ketat menjadikan kota banjar membuktikan inovasi-inovasi dari stake holder terkait .Sehingga dapat menjadikan kota banjar tujuan investasi.
4. Pemanfaatan profil investasi yang detail,akurat dan valid.Semakin dibutuhkan,karena memudahkan investor dalam melihat peta polensi di wilayah kota banjar sesuai rencana tata ruang wilayah.
5. Meningkatkan koordinasi dengan lintas OPD terkait maupun stakeholder lainnya.Untuk memantapkan dukungan terhadap persaingan investasi.
d) Analisis Program/Kegiatan Yang Menunjang Pencapaian Perjanjian Kinerja.
Indikator ini telah didukung oleh Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi dengan kegiatan :
1) Perencanaan dan Pengembangan Penanaman Modal sebesar Rp 17.974.000,- atau 89.87% dari anggaran Rp 20,000,000, dengan hasil sebagai berikut :
Rapat Koordinasi Perencanaan dan Pengembangan Penanaman Modal Tahun 2020 bersama OPD teknis terkait di bidang investasi, Camat dan Kepala Kelurahan/ Desa se Kota Banjar, Asosiasi, APINDO, HIPMI, serta perbankan dengan Tema materi meliputi antara lain : “Strategi Kadin Kota Banjar dalam Pengembangan Investasi di Kota Banjar dan Pembentukan Kepengurusan Banjar City Investment Forum (BCIF) ” 2) Penyelenggaraan pameran investasi sebesar Rp 10.384.000 atau
46,88% dari Rp anggaran 22,150,000 dengan hasil diantaranya mengikuti pameran Investasi baik dari BKPM RI maupun BKPPMD Provinisi Jawa Barat antara lain bidang pengembangan dan promosi DPMPTSP Provins Jabar pada tahun 2020 dalam situasi COVID 19 tetap melaksanakan kegiatan promosi secara Online atau Virtual diantaranya :
a) West Java Investment Summit 2020 b) Indonesian Infrastructure Week 2020
c) Melanjutkan program kerjasama antar daerah yaitu dengan Provinsi Maluku.
3 Penyusunan Profil Investasi Daerah sebesar Rp 49,712,900 atau 99.94% dari anggaran Rp 49,742,900, dengan hasil sebagai berikut :