• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi e-issn

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi e-issn"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

e-ISSN 2301-7090

ARTIKEL PENELITIAN

PENGARUH KEPUASAN PELANGGAN ONLINE DAN PRICE FAIRNESS

PERCEPTION PADA LOYALITAS PELANGGAN ONLINE PADA TOKO ONLINE

ERWIN ERIANTO & DEWI SYARIFAH

Departemen Psikologi Industri dan Organisasi, Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

ABSTRAK

Studi pendahuluan penulis ditemukan bahwa pelanggan pada toko online tidak memiliki loyalitas pelanggan, yang seharusnya mampu dimunculkan oleh tiap toko online pada pembelian pertama. Penting bagi toko online untuk mendapatkan loyalitas pelanggan online untuk meningkatkan dan mempertahankan pendapatan toko online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepuasan pelanggan online dan price fairness perception terhadap loyalitas pelanggan online pada toko

online. Penelitian ini dilakukan pada 185 pelanggan e-commerce. Data diperoleh menggunakan metode

survei dengan menggunakan skala kepuasan pelanggan online (Pham & Ahammad, 2017), skala price

fairness perception (Kimes & Writz, 2007 dalam Bassey, 2014), skala loyalitas pelanggan online

(Srinivasan, Anderson, & Ponnavolu, 2002).Hasil analisis menyatakan ada pengaruh yang signifikan antara kepuasan pelanggan online dan price fairness perception terhadap loyalitas pelanggan online. Toko online harus mempertahankan kepuasan pelanggan online dan price fairness perception dengan dapat memberikan model pembayaran yang paling terpercaya dan memberikan harga pembanding dalam toko online miliknya.

Kata kunci: e-commerce, kepuasan pelanggan online, loyalitas pelanggan online, price fairness perception, toko online.

ABSTRACT

The preliminary studies found that online store customer don’t have online customer loyalty, which should be raised by online store in the first purchase. It is important for online stores to gain online customer loyalty to improve online store provit. This research aimed to examine the effect of online customer satisfaction and price fairness perception on online customer loyalty at online store. This Research was conducted on 185 e-commerce customer. Data were collected with survei method and measured by online customer satisfaction scale (Pham & Ahammad, 2017), price fairness perception scale (Kimes & Writz, 2007 dalam Bassey, 2014), online customer loyalty scale (Srinivasan et al., 2002). The result analysis says there is significant effect of online customer satisfaction and pricefairness perception on online customer loyalty. Online store must keep the online customer satisfaction and price fairness perception with giving a trusted payment method and provide a comparison price in the online store.

Key words: e-commerce, online customer loyalty, online customer satisfaction, online store, price fairness perception.

*Alamat korespondensi: Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, Kampus B Universitas Airlangga Jalan Airlangga 4-6 Surabaya 60286. Surel: [email protected]

Naskah ini merupakan naskah dengan akses terbuka dibawah ketentuan the Creative Common Attribution License (http://creativecommons.org/licenses/by/4.0), sehingga penggunaan, distribusi, reproduksi dalam media apapun atas artikel ini tidak dibatasi, selama sumber aslinya disitir dengan baik.

(2)

Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi Tahun 2018, Vol. 7, pp. 35-46

P E N D A H U L U A N

Tahun 2017 pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyepakati pertumbuhan ekonomi Indonesia harus mencapai 5,1% (Fauzi, 2016). Target tersebut dapat dicapai salah satunya dengan memaksimalkan penggunaan e-commerce. Presiden berpendapat e-commerce akan dapat meningkatkan ekonomi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan membangun jembatan antara platform logistik dunia dengan produk-produk UMKM di kawasan perkampungan maupun pedesaan. Presiden Joko Widodo juga meminta agar pengusaha UMKM dimudahkan untuk mendapatkan permodalan (JawaPos.com, 2016). Saat ini pendapatan pasar e-commerce mencapai 130 miliar USD (Pradita, 2016). Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan bahwa di Indonesia saat ini UMKM mencapai 3.385.851 untuk usaha mikro dan 283.022 untuk usaha kecil. UMKM yang memiliki basis e-commerce akan semakin menambah jumlah toko online. Menurut data (BPS) jumlah toko online di Indonesia mencapai 26,2 Juta toko online di seluruh Indonesia (Deny, 2016).

Produk usaha tersebut. E-commerce adalah transaksi komersial antar organisasi (B2B/Bussiness

to Bussiness), organisasi dengan individu (B2C/Bussiness to Consumer) atau individu dengan individu

(C2C/Consumer to Consumer) melalui produk teknologi digital antara lain internet, situs internet, media sosial (Social e-commerce) atau melalui aplikasi handphone (Laudon & Traver, 2014). B2C memiliki dua cara transaksi yaitu langsung melalui situs toko online atau melalui situs marketplace. Masyarakat saat ini sudah tidak asing lagi dengan nama Lazada, MatahariMall, Traveloka, Bhinneka, Zalora, Berrybenka dan sebagainya, nama-nama tersebut adalah situs berbasis toko online B2C yang sudah cukup dikenal di Indonesia. C2C adalah proses e-commerce yang dilakukan oleh antar individu seperti dalam situs eBay dan OLX yang di dalamnya terdapat individu-individu yang menjual berbagai produk. Laudon & Traver (2013) menyatakan social commerce adalah transaksi jual beli online melalui media sosial, media sosial dalam social commerce digunakan untuk menampilkan dan menjadi perantara proses jual beli produknya untuk konsumen, media sosial yang digunakan antara lain seperti Instagram, Facebook, Kaskus.

Selain melalui toko online secara langsung masyarakat juga sudah dikenalkan oleh situs

marketplace. Situs marketplace adalah situs yang berbasis sistem informasi yang menjadi mediator

transaksi antara toko online dan pembeli melalui internet (Russ, 2001 dalam (Pucihar & Podlogar, 2003)). Tujuan adanya situs marketplace adalah mempertemukan pembeli dan penjual untuk memilih harga yang dinamis seperti kehidupan nyata, menjamin adanya kepercayaan di antara pembeli dan penjual dengan menjadi pemelihara posisi netral, memfasilitasi proses pasar dengan memberikan dukungan proses transaksi, menjadi tempat bergabungnya pembeli dan penjual dalam jumlah yang besar (Christiaanse, dkk, 2011; Bailey & Bakos, 1997 dalam Pucihar & Podlogar, 2003). Bukalapak, Tokopedia, Qoo 10 Indonesia, Rakuten adalah situs-situs marketplace di Indonesia.

Di Indonesia social commerce dan situs marketplace merupakan model e-commerce yang paling banyak digunakan untuk menjual produk toko online. Menurut survei yang dilakukan Singapore Post

E-commerce (2014) di Indonesia 26,4 % social E-commerce melalui situs sosial, 26,6% forum online, 27%

grup BBM (BlackBerry Massanger), 20% situs e-commerce yang lain (SP eCommerce, 2014) Jumlah

online store dalam situs marketplace juga cukup banyak, contohnya dalam marketplace Bukalapak pada

tahun 2014 adalah 145.000 toko online mengalami kenaikan 3,5 kali lipat menjadi 510.000 toko online,

CEO Bukalapak Achmad Zaky mengatakan bahwa tahun 2016 Bukalapak menargetkan adanya 2 juta

toko online sehingga makin banyak pula persaingan dalam e-commerce (Jahansyahtono, 2016). Untuk dapat memenangkan persaingan dalam e-commerce, pengusaha toko online harus lebih meningkatkan promosi untuk mendapatkan pelanggan baru serta untuk mempertahankan pelanggan yang lama untuk mendapatkan tambahan penghasilan maupun mempertahankan cashflow perusahaan (HIll & Alexander, 2000).

Promosi toko online pada situs marketplace adalah dengan membayar pada situs marketplace agar masuk dalam halaman iklan dan melakukan proses endorsement. Toko online juga melakukan

(3)

Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi Tahun 2018, Vol. 7, pp. 35-46

proses endorsement yang menurut (Sonwalkar, Kapse, & Pathak, 2011) adalah ketika seseorang yang bekerja menjadi juru bicara sebuah produk tertentu dengan tujuan untuk promosi. Selain mencari pelanggan baru penting bagi toko online untuk tetap mempertahankan pelanggan yang sudah pernah membeli produk untuk melakukan pembelian kembali di kemudian hari (Hill & Alexander, 2000). Pembelian kembali dari konsumen kepada toko online menandakan suksesnya transaksi dari kedua pihak tersebut sebelumnya (Anderson & Srinivasan, 2003).

Demi mempertahankan pelanggan salah satu caranya adalah dengan membuat pelanggan memiliki loyalitas pelanggan online terhadap toko online tersebut. Loyalitas pelanggan online adalah sikap atau kecenderungan konsumen yang menghasilkan perilaku membeli secara berulang secara online (Srinivasan, Anderson, & Ponnavolu, 2002). Loyalitas pelanggan online didapatkan oleh toko

online yang sudah memberikan pelayanan terbaik dalam pembelian sebelumnya (Chen, Yen, Kuo, &

Capistrano, 2016). Hill & Alexander (2000) menyatakan ada beberapa tahapan untuk membuat pelanggan menjadi loyal terhadap toko online, seperti dalam gambar berikut:

Gambar 1.1 Hierarki Loyalitas Pelanggan Hill & Alexander (2000)

Gambar 1.1 adalah tahapan hubungan perusahaan terhadap pelanggannya. Dari gambar tersebut seseorang yang melakukan pembelian kembali dan memiliki perasaan positif terhadap organisasi berada pada tingkat clients. Pada tingkat clients keatas, pelanggan sudah dapat dikatakan memiliki loyalitas pelanggan.

Dampak dari loyalitas pelanggan bagi toko online akan membuat konsumen akan memiliki toleransi terhadap kenaikan harga dari toko tersebut (Srinivasan, Anderson, & Ponnavolu, 2002), sehingga konsumen akan mau untuk membayar lebih mahal untuk barang yang pernah mereka beli (Pereira, Salgueiro, & Rita, 2016). Selain itu pelanggan akan merekomendasikan toko online terhadap orang lain untuk melakukan perbelanjaan pada toko online yang direkomendasikan. Apalagi saat ini menurut survei yang dilakukan oleh majalah SWA bahwa rekomendasi dari teman atau keluarga dan situs jejaring sosial merupakan promotor utama masyarakat Indonesia untuk melakukan pembelian secara online (SWAOnline, 2016).

Hanya saja masih banyak pengusaha toko online yang belum berhasil untuk membuat pelanggan loyal terhadap toko online miliknya. Penulis melakukan studi pendahuluan pada bulan Desember 2016 untuk mengetahui persentase pelanggan yang melakukan pembelian kembali dan persentase pelanggan yang mendapatkan promosi dari orang lain pada 60 toko online. Penulis mendapatkan data bahwa rata-rata hanya 29% pelanggan yang melakukan pembelian kembali pada toko online tersebut. Akibat yang disebabkan dari tidak adanya loyalitas pelanggan online bagi toko online adalah tidak dapat tercapainya target penjualan tiap bulan bagi toko online bahkan paling ekstrem toko online atau perusahaan tersebut dapat tutup (Laudon & Traver, 2014). Tutupnya toko online dialami oleh salah satu perusahaan milik Indosat yaitu Cipika yang tutup karena tidak memiliki pendapatan yang tidak mencukupi dengan cash

flow yang negatif kata Alexander Rusli CEO cipika.co.id (Anestia, 2017). Hal tersebut menyatakan

(4)

Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi Tahun 2018, Vol. 7, pp. 35-46

mempertahankan pelanggannya yang lama agar toko online dapat memiliki cash flow yang positif sehingga toko online dapat bertahan di tengah persaingan bisnis e-commerce serta toko online akan dapat meningkatkan pendapatan toko online (Reichheld & Sasser, 1990 dalam Srinivasan, Anderson, & Ponnavolu, 2002).

Beberapa faktor yang dapat memunculkan perilaku loyalitas pelanggan online dalam penelitian sebelumnya adalah variabel-variabel sebagai berikut seperti kualitas situs (Ko, Hur, & Valacich, 2011), kualitas layanan (Cronin, Brady, & Hult, 2000), 8Cs (Customization, Contact Interactivity, Care, Community, Cultivation, Choice, Convenience, Character) (Srinivasan, Anderson, & Ponnavolu, 2002), kepuasan pelanggan (Anderson & Srinivasan, 2003) dan price fairness perception (Xia, Monroe, & Cox, 2004). Selain itu dari penelitian dari Bowen & Chen (2001) mencatatkan ada hubungan positif antara kepuasan pelanggan dengan loyalitas pelanggan yang artinya semakin tinggi nilai kepuasan pelanggan maka semakin tinggi pula nilai loyalitas pelanggan. Selain kepuasan pelanggan ada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Bassey (2014) yang mengatakan bahwa ada hubungan yang signifikan dari price fairness perception dengan loyalitas pelanggan (r=.876).

Kepuasan pelanggan online adalah kepuasan pelanggan terhadap situs retail sehubungan dengan ekspektasi sebelum membeli dengan yang diberikan (Anderson & Srinivasan, 2003). Keunikan dari penelitian ini adalah adanya perbedaan dari penelitian sebelumnya dengan yang penelitian penulis terkait dengan kepuasan pelanggan online adalah pada perspektif pengukuran yang di pakai, dalam penelitian yang dilakukan oleh Anderson & Srinivasan (2003) pengukuran yang dimoderatori oleh beberapa faktor yaitu kepercayaan, motivasi dan besar pembelian. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah adanya kepuasan pelanggan yang diukur dari tiga tahapan yaitu tahapan kepuasan sebelum pembelian, kepuasan saat pembelian dan kepuasan setelah pembelian (Pham & Ahammad, 2017). Hal tersebut dikarenakan adanya fakta bahwa kesesuaian barang dengan ekspektasi pelanggan saat ini penting untuk didapatkan oleh konsumen karena barang yang dibeli tidak dapat dilihat dan rasakan terlebih dahulu. Selain itu menurut BMI Research (2015) sebanyak 22% pembeli

online tidak puas dengan proses e-commerce karena barang yang diterima tidak sesuai dengan display

dalam situs maupun akun media sosial toko online. Dari fakta tersebut membuat penulis tertarik untuk memastikan adakah pengaruh yang diberikan oleh kepuasan pelanggan online yang dilihat dari proses sebelum membeli, saat membeli dan setelah membeli terhadap loyalitas pelanggan online. (Chen dkk, 2016) menyarankan untuk peneliti lebih lanjut tentang loyalitas pelanggan online agar merubah demografis serta menambah variabel lain untuk penelitian selanjutnya.

Selain kepuasan pelanggan online ada faktor lain yang mungkin mempengaruhi loyalitas pelanggan online yaitu price fairness perception. Xia, Monroe, & Cox (2004) berpendapat price fairness

perception adalah persepsi dan kondisi emosi pelanggan tentang bagaimana beberapa harga dirasa adil,

diterima, dan wajar. Dari penelitian yang dilakukan oleh (Putra, 2016)menjelaskan bahwa loyalitas pelanggan online harusnya diteliti dengan variabel seperti perbedaan harga, ikatan emosi dan perhatian dari toko online. Harga yang diberikan dari tiap toko online untuk suatu barang tentu berbeda, karena setiap penjual dapat menentukan harga untuk produknya sendiri, hal tersebut membuat harga dalam toko online sangat beragam, dengan demikian muncul harga yang cenderung lebih murah atau cenderung lebih mahal. Harga merupakan hal yang penting bagi proses pemilihan konsumen di awal pembelian dan akan cenderung memilih harga yang murah dan memiliki pelayanan yang baik bagi dirinya (Kotler & Keller, 2012). Jika seseorang mengalami tidak adilnya harga dari suatu barang maka akan muncul perilaku yang negatif seperti memberikan celaan pada penjual, word of mouth yang kurang baik dan meninggalkan pelanggan (Malc, Mumel, & Pisnik, 2016).

Penelitian ini dilakukan untuk dapat lebih memahami tentang loyalitas pelanggan online pada toko online dalam bisnis e-commerce dengan membuktikan apakah ada pengaruh kepuasan pelanggan

(5)

Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi Tahun 2018, Vol. 7, pp. 35-46

M E T O D E

Penulis memilih melakukan penelitian kuantitatif untuk dapat menjelaskan beberapa variabel dan melakukan uji hipotesis untuk dapat digeneralisasikan pada populasi. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berusia diatas 17 tahun yang pernah melakukan pembelian secara online. Pertimbangan yang digunakan untuk memilih kriteria populasi dalam penelitian ini adalah menurut (John, 2008) usia minimal seseorang untuk dapat melakukan pembelian secara online ditinjau dari tingkatan consumer socialization adalah pada tahap reflective stage atau tahapan untuk mempertimbangkan proses pembelian dengan baik. Identifikasi variabel dalam penelitian ini penulis menentukan kepuasan pelanggan online dan price fairness perception sebagai variabel bebas dalam penelitian ini. Variabel terikat yang diteliti penulis adalah loyalitas pelanggan online. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode sampling non-probability yang berarti metode sampling yang tidak memberi peluang yang sama bagi setiap unsur populasi untuk dipilih menjadi sampel (Newman, 2007). Untuk teknik pengambilan sampel penulis menggunakan teknik purposive sampling, yakni teknik sampling yang digunakan dalam kasus yang memiliki situasi khusus dengan tujuan tertentu (Newman, 2007). Alasan penulis menggunakan purposive sampling adalah karena penulis tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah populasi yang ada sehingga penulis menerapkan beberapa kriteria subjek penelitian. Serta penulis menggunakan teknik survei dengan menggunakan kuesioner alat ukur masing-masing variabel dalam penelitian ini yang di gabung menjadi satu kuesioner.

Skala kepuasan pelanggan online dalam penelitian ini merupakan adaptasi dari penelitian yang dilakukan oleh Pham & Ahammad (2017). Variabel ini dapat dioperasikan melalui tinggi atau rendahnya kepuasan pelanggan seorang konsumen terhadap toko online. Ketika nilai dari skala kepuasan pelanggan online rendah maka dapat dikatakan bahwa kepuasan pelanggan terhadap toko online tersebut rendah. Sedangkan jika nilai dari skala kepuasan pelanggan online tinggi maka dapat dikatakan bahwa kepuasan pelanggan terhadap toko online tersebut tinggi.

Variabel price fairness perception diukur dengan menggunakan skala perceived price fairness yang diadaptasi dari penelitian yang dilakukan oleh Bassey (2014). Variabel ini dapat dioperasikan melalui adil atau tidaknya harga yang dipersepsikan pelanggan dari toko online. Ketika nilai dari skala

perceived price fairness rendah maka dapat dikatakan bahwa persepsi harga dari toko online tersebut

semakin tidak adil. Sedangkan jika nilai dari skala perceived price fairness tinggi maka dapat dikatakan bahwa persepsi harga yang diberikan toko online tersebut adil bagi pelanggan.

Variabel loyalitas pelanggan online diukur menggunakan skala yang diadaptasi dari penelitian yang dilakukan oleh Srinivasan, Anderson, & Ponnavolu (2002). Variabel ini dapat dioperasikan melalui tinggi atau rendahnya nilai loyalitas pelanggan terhadap salah satu toko online. Ketika nilai skala loyalitas pelanggan online rendah maka dapat dikatakan loyalitas pelanggan tersebut terhadap toko

online rendah, sedangkan ketika nilai dari skala loyaitas pelanggan online tinggi maka dapat dikatakan

bahwa loyalitas pelanggan terhadap toko online tersebut tinggi.

Validitas Alat Ukur dalam penelitian ini menggunakan (Azwar, 2011) ukuran sejauh mana alat ukur tersebut mampu mengukur apa yang diukur berdasarkan derajat representasi alat ukur. Guna mengetahui validitas isi, penulis meminta bantuan kepada tiga orang professional judgement yang terdiri dari 1 orang dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, 1 Orang Dosen Fakultas Psikologi UMSIDA, 1 Orang Pengusaha Online Store. Hasil kritik dan saran dari professional judgement tersebut akan dipertimbangkan dalam penyempurnaan alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini.

Reliabilitas mengacu pada ajek atau tidaknya alat ukur untuk untuk melakukan fungsinya dalam kondisi dan situasi yang sama (Newman W. L., 2007). Dalam penelitian ini penulis menggunakan koefisien Cronbach’s Alpha yang diperoleh menggunakan program IBS SPSS Statistics 23 for Windows dan menggunakan reliabilitas dari alat ukur aslinya. Berikut koefisien reliabilitas alat ukur dalam penelitian ini:

(6)

Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi Tahun 2018, Vol. 7, pp. 35-46

No. Alat Ukur Reliabilitas Penelitian Terdahulu Reliabilitas dalam Penelitian Jumlah Aitem 1. Kepuasan Pelanggan Online 0,920 0,817 4

2. Price Fairness Perception 0,950 0,813 4

3. Loyalitas Pelanggan

Online

0,920 0,847 7

Dalam penelitian ini penulis menggunakan analisis regresi linier berganda karena menurut (Santoso, 2008) jika ada lebih dari satu variabel X atau variabel dependen maka analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda.

Pada analisis regresi linier berganda menurut Santoso (2008) harus dilakukan beberapa uji asumsi klasik terlebih dahulu, analisis klasik yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah Uji Normalitas, Linieritas, Multikorinearitas, Heterokedastisitas IBM SPSS Statistics 23 for Windows untuk membantu penulis dalam melakukan analisis dalam penelitian ini.

H A S I L P E N E L I T I A N

Subjek dalam penelitian ini adalah individu dengan usia minimal tujuh belas tahun yang

pernah melakukan pembelian secara online pada situs belanja online tertentu. Jumlah

responden dalam penelitian ini sebanyak 189 dengan rentang usia 17-36 tahun. Berikut data

karakteristik subjek dalam penelitian ini:

Tabel 4.1Karakteristik Subjek Berdasarkan Jenis Kelamin

Kategori

Frekuensi

Presentase

Laki-laki

58

31,35%

Perempuan

131

68,65%

Total

189

100%

Tabel 4.2 Karakteristik Subjek Berdasarkan Usia

Kategori

Frekuensi

Presentase

17-25 tahun

161

87,02%

26-35 tahun

22

11,64%

36-45 tahun

6

3,17%

Total

189

100%

(7)

Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi Tahun 2018, Vol. 7, pp. 35-46

Kategori

Frekuensi

Presentase

Di bawah Rp. 1.000.000

79

41,79%

Rp. 1.000.001- Rp.

3.000.000

63

33,33%

Rp. 3.000.001-Rp.

5.000.000

37

19,57%

Diatas Rp. 5.000.000

10

5,29%

Total

189

100%

Tabel 4.4 Karakteristik Subjek Tahun Pertama Melakukan Pembelian Online

Kategori

Frekuensi

Presentase

2008

1

0,52%

2012

2

1,05%

2013

12

6,34%

2014

41

21,69%

2015

79

41,79%

2016

54

28,57%

Total

189

100%

Tabel 4.5 Karakteristik Subjek Berdasarkan E-commerce yang dipakai

Kategori

Frekuensi

Presentase

Lazada

27

14,28%

Shopee

24

12,69%

Tokopedia

19

10,05%

Bukalapak

22

11,64%

Toko Online Instagram

27

14,28%

Toko Online Facebook

6

3,17%

Zalora

7

3,70%

Berrybenka

7

3,70%

(8)

Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi Tahun 2018, Vol. 7, pp. 35-46

Jakartanotebook

7

3,70%

Belanjamimo

8

4,23%

Elevenia

5

2,64%

Lain-lain

24

12,69%

Total

189

100%

Tabel 4.6 Statistik Deskriptif Variabel Penelitian

N

Minimum Maksimum

Rata-rata

Standar

Deviasi

Variance

KPO_TOT

185

8.0

20.0

14.735

2,7859

7,761

PFP_TOT

185

8.0

20.0

14.568

2,7340

7,475

LPO_TOT

185

13.0

35.0

25.173

4,3128

18,600

Pada penelitian ini sebanyak 185, terdapat tiga variabel dalam penelitian ini yaitu

kepuasan pelanggan online (KPO), price fairness perception (PFP) dan loyalitas pelanggan online

(LPO). Pada variabel kepuasan pelanggan online dan price fairness perception memiliki nilai

maksimum dan minimum yang sama yaitu 20 dan 8. Sedangkan pada variabel loyalitas

pelanggan online nilai minumnya 13 dan nilai maksimumnya 35. Rata-rata dari variabel dalam

penelitian ini untuk kepuasan pelanggan online 14,735, price fairness perception memiliki

rata-rata sebesar 14,568 dan variabel loyalitas pelanggan online 25,173. Standar deviasi untuk

variabel KPO dalam penelitian ini sebesar 2,7859, variabel PFP sebanyak 2,7340 dan variabel

LPO sebesar 4,3128. Varians variabel dalam penelitian ini untuk variabel KPO sebesar 7,761

dan variabel PFP sebesar 7,475 dan variabel LPO sebesar 18,600.

Perhitungan pengaruh antar variabel menggunakan analisis regresi linier sederhana dan

berganda dengan bantuan dari program IBM SPSS 23 for Windows. Tiga persamaan uji regresi

dalam penelitian ini yaitu:

1. Meregresikan variabel kepuasan pelanggan online (X1) dengan variabel loyalitas

pelanggan online (Y)

2. Meregresikkan variabel price fairness perception (X2) dengan variabel loyalitas

pelanggan online (Y)

(9)

Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi Tahun 2018, Vol. 7, pp. 35-46

3. Meregresikan variabel kepuasan pelanggan online (X1) dan price fairness perception

(X2) dengan variabel loyalitas pelanggan online (Y)

Langkah pada persamaan 1 dan 2 akan dilakukan dengan regresi linier, dan persamaan 3

akan dilakukan dengan uji regresi berganda. Berikut merupakan hasil dari pengujian regresi:

Tabel 4.7 Hasil Analisis Regresi

No.

Model Regresi

R

R

2

Nilai B

Beta

Sig.

1

Regresi X1 ke Y

0,502 0,252

0,778

0,502

0,00

2

Regresi X2 ke Y

0,458 0,209

0,722

0,458

0,00

3

Regresi X1 dan X2

ke Y

0,524 0,274 0,553 (X1)

0,327 (X2)

0,357 (X1)

0,207 (X2)

0,00

0,02

D I S K U S I

Berdasarkan hasil penelitian ini disebutkan bahwa dalam analisis pengaruh dari

variabel kepuasan pelanggan online dan price fairness perception terhadap loyalitas pelanggan

online. Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana dan regresi berganda yang diperoleh

dalam penelitian ini, dapat diketahui ada pengaruh langsung dari variabel kepuasan pelanggan

online serta dari variabel price fairness perception terhadap loyalitas pelanggan online baik

model regresi sederhana maupun regresi berganda secara signifikan. Hal tersebut di buktikan

dengan nilai signifikansi dibwah 0,05. Dalam penelitian ini semua hipotesis penelitian dapat

diterima dari hasil pengujian hipotesis. Sehingga variabel kepuasan pelanggan online dan price

fairness perception memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas pelanggan online.

Kedua variabel tersebut secara bersamaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap

loyalitas pelanggan online, hal tersebut berarti dapat disimpulkan bahwa adanya ekspektasi

barang yang sampai dan pelayanan yang diberikan, serta kesesuaian harga yang diberikan oleh

online store akan berdampak pada pembelian kembali konsumen barang atau jasa pada online

store tersebut dikemudian hari.

Variabel kepuasan pelanggan online dengan loyalitas pelanggan online memiliki

hubungan secara positif dalam penelitian ini (R= 0,502) hal tersebut juga dijelaskan dalam

penelitian yang dilakukan oleh (Bowen & Chen, 2001). Loyalitas pelanggan online adalah

kecenderungan konsumen pada toko online yang menghasilkan perilaku membeli secara

berulang (Srinivasan dkk., 2002). Kepuasan pelanggan adalah kesesuaian ekspektasi pelanggan

(10)

Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi Tahun 2018, Vol. 7, pp. 35-46

dengan apa yang diberikan oleh perusahaan (Anderson & Srinivasan, 2003) dari proses

sebelum membeli, saat membeli dan setelah pembelian (Klaus’s, 2013 dalam Pham &

Ahammad, 2017). Semakin puas pelanggan dalam proses pembelian dengan perusahaan akan

membuat organisasi semakin sukses yang akan menimbulkan komitmen pelanggan untuk

melakukan pembelian kembali (Hill & Alexander, 2000). Sesuai dengan hasil penelitian ini yang

dapat menyimpulkan ada pengaruh signifikan dari kepuasan pelanggan online dengan loyalitas

pelanggan online (R2= 0,252). Kepuasan pelanggan yang dalam penelitian ini diukur dengan

melalui tiga proses pembelian dapat membuat pelanggan memberikan loyalitasnya terhadap

toko online, tiga proses tersebut adalah proses sebelum pembelian, saat pembelian dan setelah

pembelian. Proses sebelum pembelian yang ditekankan adalah pada proses pemberian

informasi terhadap pelanggan mulai dari gambar produk, fitur pencarian, kualitas informasi,

dan perbandingan antar produk secara detail. Pada proses saat pembelian, kepuasan pelanggan

ditekankan dalam kemudahan proses pemesanan serta prosedur pembayaran. Selanjutnya

untuk proses setelah pembelian ditekankan pada dukungan setelah melakukan pembelian,

layanan pengiriman dan pelayanan pengembalian produk. Dari ketiga proses diatas maka akan

ditemukan proses kepuasan pelanggan pada toko online yang akan menimbulkan perilaku

membeli kembali dikemudian hari oleh pelanggan toko tersebut.

Selain ada pengaruh dari variabel kepuasan pelanggan online dalam penelitian ini juga

ada variabel independen lain yaitu variabel price fairness perception yang menurut Xia, Monroe

& Cox (2004) adalah persepsi dan kondisi emosi pelanggan tentang harga yang ditawarkan

sesuai dengan barang yang dibeli. Price fairness perception memiliki hubungan positif terhadap

loyalitas pelanggan online (Bassey, 2014) (R=.876). Hubungan antara kedua variabel tersebut

dalam penelitian ini juga bersifat positif hanya saja nilai hubungannya lebih kecil yaitu 0,458.

Harga yang dirasa adil oleh pelanggan akan membuat pelanggan akan memunculkan komitmen

untuk membeli kembali pada toko online tersebut yang dapat disimpulkan dari penelitian ini

yang mendapatkan pengaruh dari price fairness perception terhadap loyalitas pelanggan online

sebesar 0,209. Harga yang adil akan dirasakan oleh pelanggan dengan mendapatkan barang

yang telah datang kepadanya, barang yang datang akan menimbulkan persepsi dan kondisi

emosi pembeli terhadap barang tersebut, semakin pelanggan mempersepsikan bahwa barang

yang diterimanya sesuai maka akan semakin membuat pelanggan tersebut membeli kembali di

(11)

Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi Tahun 2018, Vol. 7, pp. 35-46

S I M P U L A N

Berdasarkan serangkaian analisis yang dilakukan penulis, dapat disimpulkan bahwa

kepuasan pelanggan online dan price fairness perception memiliki pengaruh yang signifikan

terhadap menculnya perilaku loyalitas pelanggan online. Dengan demikian, semua hipotesis

dalam penelitian ini yaitu hal-hal yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan

dari kepuasan pelanggan online dan price fairness perception terhadap loyalitas pelanggan

online.

P U S T A K A A C U A N

Anderson, R. E., & Srinivasan, S. S. (2003). E-Satisfaction and E-Loyalty: A Contingency

Framework.

Psychology

and

Marketing,

20(2),

123–138.

https://doi.org/10.1002/mar.10063

Anestia, C. (2017, Mei 25). Situs e-Commerce Cipika Ditutup, Ini Penjelasan Bos Indosat. Diambil

kembali dari Liputan6.com:

https://tekno.liputan6.com/read/2964687/situs-e-commerce-cipika-ditutup-ini-penjelasan-bos-indosat

Azwar, S. (2011). Reliabilitas dan Validitas . Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Bassey, O. F. (2014). The Effect of Perceived Price Fairness on Customer Satisfaction and Loyalty.

Gazimağusa, North Cyprus: Eastern Mediterranean University.

Bowen, J. T., & Chen, S.-L. (2001). The Relationship Between Customer Loyalty and Customer

Satisfaction . International Journal of Contemporary Hospitality Management Vol. 13,

213-217.

Chen, J. V., Yen, D. C., Kuo, W.-R., & Capistrano, E. P. S. (2016). The antecedents of purchase and

re-purchase intentions of online auction consumers. Computers in Human Behavior, 54,

186–196. https://doi.org/10.1016/j.chb.2015.07.048

Cronin, J. J., Brady, M., & Hult, G. T. (2000). Assessing the Effect of Quality, Value, and Consumer

Satisfaction on Consumer Behavioral Intentions in Service Environments. Journal of

Retailing 76 (2), 193-218.

Deny, S. (2016, September 15). Bisnis Ekonomi. Diambil kembali dari Liputan 6:

http://bisnis.liputan6.com/read/2602680/bps-jumlah-e-commerce-di-indonesia-capai-262-juta

Fauzi, Y. (2016, Oktober 25). Ekonomi CNN Indonesia. Diambil kembali dari CNN Indonesia:

http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20161025202212-78-167932/target-pertumbuhan-ekonomi-2017-dipangkas-jadi-51/

HIll, N., & Alexander, F. (2000). Hand Book Of Customer Satisfaction And Loyalty Measurement.

Aldershot, Hampshire: Grower Publishing Limited.

Jahansyahtono, R. (2016, January 12). Ekonomi / Bisnis. Dipetik February 05, 2016, dari

Kompas:

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/01/12/150842026/Bukalapak.com.T

argetkan.2.juta.Pelapak

JawaPos.com. (2016, 09 28). JawaPos.com. Diambil kembali dari JawaPos.com:

http://www.jawapos.com/read/2016/09/28/53844/presiden-jokowi-permudah-e-commerce-dan-start-up-/1

(12)

Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi Tahun 2018, Vol. 7, pp. 35-46

John, D. R. (2008). Stages of Consumer Socialization: The Development of Consumer

Knowledge, Skills, and Values From Childhood to Adolescence. Dalam C. P. Haugtvedt, P.

M. Herr, & F. R. Kardes, Handbook of Consumer Psychology (hal. 221-246). London:

Lawrence Erlbaum Associates.

Ko, Y. J., Hur, Y., & Valacich, J. (2011). A Structural Model of the Relationships Between Sport

Website Quality, E-Satisfaction, and E-Loyalty. Journal of Sport Management, 25(5), 458–

473.

Kotler, P., & Keller, K. L. (2012). Marketing Management 14th Edition. New Jersey: Pearson

Education Inc.

Laudon, K., & Traver, C. (2013). E-commerce 2014.

Malc, D., Mumel, D., & Pisnik, A. (2016). Exploring Price Fairness Perceptions and Their

Influence on Consumer Behavior. Journal of Bussiness Research 69, 3693-3697.

Newman, W. L. (2007). Basics of Social Research: Qualitatve & Quantitative Approaches Second

Edition. Boston: Pearson Education, Inc.

Pereira, H. G., Salgueiro, M. de F., & Rita, P. (2016). Online purchase determinants of loyalty: The

mediating effect of satisfaction in tourism. Journal of Retailing and Consumer Services, 30,

279–291. https://doi.org/10.1016/j.jretconser.2016.01.003

Pham, T. S., & Ahammad, M. F. (2017). Antecedents and Consequences of Online Customer

Satisfaction: A holistic Process Perspective. Technological Forecasting & Social Change,

3-15.

Pradita, I. I. (2016, November 10). Bisnis liputan6.com. Diambil kembali dari liputan6.com:

http://bisnis.liputan6.com/read/2648931/ini-isi-lengkap-paket-kebijakan-ekonomi-jilid-14-soal-e-commerce

Pucihar, A., & Podlogar, M. (2003). Organizational Faktor For Successful Entering to

E-Marketplace : Case of Large Organization in Slovenia. Management Vol. 8, 49-75.

Putra, D. P. (2016). Pengaruh Kepuasan dan Kepercayaan Terhadap Loyalitas Pelanggan Toko

Online. Jurnal Ilmiah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Vol 4, No 2 .

Santoso, S. (2008). Panduan Lengkap Menguasai SPSS 16. Elex Media Komputindo.

Sonwalkar, J., Kapse, M., & Pathak, A. (2011). Celebrity Impact- A Model of Celebrity

Endorsement. Journal Of Marketing & Communication 7, 34-40.

SP eCommerce. (2014). Dipetik February 13, 2016, dari A member of the Singapore Post Group

of

Companier:

http://www.specommerce.com.s3.amazonaws.com/dl/fs/141127_fs_indonesia_9_eco

mmerce_facts.pdf

Srinivasan, S. S., Anderson, R., & Ponnavolu, K. (2002). Customer loyalty in e-commerce: An

exploration of its antecedents and consequences. Journal of Retailing, 78(1), 41–50.

https://doi.org/10.1016/S0022-4359(01)00065-3

SWAOnline. (2016, September 2). Swa Article. Diambil kembali dari SWA Online Magazine:

http://swa.co.id/swa/my-article/memahami-perilaku-belanja-online

Xia, L., Monroe, K. B., & Cox, J. L. (2004). The Price Is Unfair! A Conceptual Framework of Price

Fairness

Perceptions.

Journal

of

Marketing,

68(4),

1–15.

https://doi.org/10.1509/jmkg.68.4.1.42733

Gambar

Gambar 1.1 Hierarki Loyalitas Pelanggan Hill & Alexander (2000)
Tabel 4.3 Karakteristik Subjek Berdasarkan Penghasilan Tiap Bulan
Tabel 4.4 Karakteristik Subjek Tahun Pertama Melakukan Pembelian Online
Tabel 4.6 Statistik Deskriptif Variabel Penelitian
+2

Referensi

Dokumen terkait

memungkinkan dua pelanggan yang berbeda untuk membeli item yang sama dari sebuah toko online dengan dua harga yang berbeda [11]. Model ini dicapai dengan mengkombinasi data

1) Lingkungan fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat membeli kembali pada restoran di Kabupaten Badung. Artinya, jika lingkungan fisik yang dirasakan

Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel pelacakan online, ketepatan waktu pengiriman, harga, dan kualitas pelayanan memiliki pengaruh yang signifikan secara

Faktor pertama adalah Pemberian tugas yang sangat banyak dan dirasa berlebihan pada saat pembelajaran secara online, pada pembelajaran banyak sekali guru yang memberikan tugas dan

(2011) mengenai pembelian produk secara online menunjukkan bahwa pengaruh kepercayaan terhadap niat membeli kembali berpengaruh tidak signifikan dimana efek

Menurut Ganley (2008) beberapa faktor yang membuat korban bertahan dalam KDRT meliputi adanya perasaan takut kepada pelaku, bertahan agar tetap bersama anak, adanya

Model skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Likert untuk skala Komitmen Organisasi, Motivasi kerja dan Disiplin Kerja, terdiri dari

Temuan uji F menunjukkan kualitas produk, harga dan lokasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen apakah pelanggan memutuskan untuk membeli atau tidak pada saat