• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Ari Christiana Servisitis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal Ari Christiana Servisitis"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN ANTARA

HUBUNGAN ANTARA VULVA HYGIENE 

VULVA HYGIENE DENGAN KEJADIAN SERVISITIS

DENGAN KEJADIAN SERVISITIS

DI DESA SAMBIGEDE

DI DESA SAMBIGEDE KECAMATAN SUMBERPUCUNG

KECAMATAN SUMBERPUCUNG

KABUPATEN MALANG

KABUPATEN MALANG

Ari Christiana, Koento Martono, Sri Rejeki

Ari Christiana, Koento Martono, Sri Rejeki

ABSTRAK  ABSTRAK 

Kejadian servisitis memang belum ada angka pasti yang menjelaskannya. Namun berdasarkan temuan saat Kejadian servisitis memang belum ada angka pasti yang menjelaskannya. Namun berdasarkan temuan saat  pemeriksaan IVA test di wilaya

 pemeriksaan IVA test di wilayah Puskesmas Sumberpucung h Puskesmas Sumberpucung Kabupaten Malang pada Pebruari Kabupaten Malang pada Pebruari 2011, dari 63 WUS2011, dari 63 WUS yang diperiksa (tidak sedang haid) ternyata ditemukan 19 orang (30,2%) yang mengalami tanda-tanda servisitis. yang diperiksa (tidak sedang haid) ternyata ditemukan 19 orang (30,2%) yang mengalami tanda-tanda servisitis. Berdasarkan pengamatan lebih lanjut, sebagian besar WUS tersebut kebersihan dirinya kurang bagus, diantaranya Berdasarkan pengamatan lebih lanjut, sebagian besar WUS tersebut kebersihan dirinya kurang bagus, diantaranya terlihat pada saat dilakukan pemeriksaan, kebersihan genetalianya kurang yaitu daerah vulva tampak lembab dan terlihat pada saat dilakukan pemeriksaan, kebersihan genetalianya kurang yaitu daerah vulva tampak lembab dan tidak bersih, keputihan yang banyak dan berbau serta celana dalam yang tampak lembab. Tujuan penelitian ini tidak bersih, keputihan yang banyak dan berbau serta celana dalam yang tampak lembab. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan

adalah untuk mengetahui hubungan vulva hygienevulva hygiene dengan kejadian servisitis. Desain penelitian ini adalah studidengan kejadian servisitis. Desain penelitian ini adalah studi korelasional dengan pendekatan

korelasional dengan pendekatan cross sectional cross sectional . Populasi dalam penelitian ini adalah WUS Desa Sambigede RW I. Populasi dalam penelitian ini adalah WUS Desa Sambigede RW I Kecamatan

Kecamatan Sumberpucung Sumberpucung Kabupaten Kabupaten Malang, Malang, sebanyak sebanyak 639 639 orang. orang. Sampel Sampel yang yang digunakan digunakan 10% 10% dari dari populasipopulasi dengan teknik 

dengan teknik  purposive sampling  purposive sampling  sehingga didapat 64 responden yang memenuhi kriteria inklusi yang kemudiansehingga didapat 64 responden yang memenuhi kriteria inklusi yang kemudian diberi kuesioner. Dari hasil penelitian yang

diberi kuesioner. Dari hasil penelitian yang dianalisis dengandianalisis dengan Chi SquareChi Square Test Test didapatkan tingkat signifikasi 0,000 <didapatkan tingkat signifikasi 0,000 < nil

nilai α ai α 0,00,05 5 makmaka a HH00 ditolak yang berarti ada hubungan yang signifikan antaraditolak yang berarti ada hubungan yang signifikan antara vulva hygienevulva hygiene dengan kejadiandengan kejadian

servisitis. servisitis. K

Kaatta Ka Kuunnccii : V: Vuullvva ha hyyggiieennee, s, seerrvviissiittiiss

SUMMARY SUMMARY

There was no certain number which could explain about servicitis. But based on the result of IVA test in There was no certain number which could explain about servicitis. But based on the result of IVA test in Sumberpucung public health on February 2011 from 63 of productive women (non menstruation condition) it was Sumberpucung public health on February 2011 from 63 of productive women (non menstruation condition) it was found that 19 people had servicitis signs. Based on the next observation, most of productive women didn’t keep found that 19 people had servicitis signs. Based on the next observation, most of productive women didn’t keep clean theirselves such as the vulva was wet and dirty and the underwear was wet. The purpose of this research was clean theirselves such as the vulva was wet and dirty and the underwear was wet. The purpose of this research was to know the correlation of vulva hygiene and servicitis. The research design was correlational study with

to know the correlation of vulva hygiene and servicitis. The research design was correlational study with crosscross  sectional 

 sectional  apprapproach. The oach. The populpopulation was ation was prodproductivuctive e womewomen n in in sambsambigede RW.1 igede RW.1 SumbeSumberpucurpucung, ng, MalaMalang ng 639639 women. The sample was 10 % of

women. The sample was 10 % of population with purposive sampling technique so it was got 64 population with purposive sampling technique so it was got 64 respondents whichrespondents which fulfill the inclution criteria then they were given questionnaire. Based on the result which was analyzed by Chi fulfill the inclution criteria then they were given questionnaire. Based on the result which was analyzed by Chi Square Test, it was got signification 0,000 < α 0,05 so H

Square Test, it was got signification 0,000 < α 0,05 so H00 was denied, it mean there was significant correlationwas denied, it mean there was significant correlation

 between vulva hy

 between vulva hygiene and servicitigiene and servicitis.s. K

Keeyywwoorrddss : : VVuullvva a hhyyggiieennee, , sseerrvviicciittiiss

PENDAHULUAN PENDAHULUAN

Vulv

Vulva a HigiHigieneene adalaadalah h salasalah h satu kegiatansatu kegiatan dari tindakan

dari tindakan personal higiene. Personal higiene personal higiene. Personal higiene atauatau kebersihan perseorangan adalah suatu tindakan untuk  kebersihan perseorangan adalah suatu tindakan untuk  memelihara kebersihan dan kesehatan diri seseorang memelihara kebersihan dan kesehatan diri seseorang untuk kesejaht

untuk kesejahteraan eraan fisifisik k dan dan psikipsikisnyasnya. . MacaMacam- m-m

macacam am kekegigiatataann  personal  personal higienehigiene diantaranyadiantaranya diant

diantaranyaranya a peraperawatawatan n gigi gigi dan dan mulumulut, t, kebekebersiharsihann kulit, kuku kaki dan tangan, termasuk pula perawatan kulit, kuku kaki dan tangan, termasuk pula perawatan genetalia. Kebersihan itu sendiri sangat dipengaruhi genetalia. Kebersihan itu sendiri sangat dipengaruhi ole

oleh h nilnilai ai indindivividu idu dan dan kebkebiasiasaanaan. . HalHal-ha-hal l yayangng  berpengaruh

 berpengaruh itu itu diantaranya diantaranya kebudayaan, kebudayaan, sosial,sosial, kelua

keluarga, rga, pendipendidikadikan, n, perspersepsi epsi seseseseorang orang terhaterhadapdap kesehatan serta tingkat perkembangan (Potter, 2005). kesehatan serta tingkat perkembangan (Potter, 2005).

Pada wanita terdapa

Pada wanita terdapat t hubunhubungan dari gan dari duniadunia lu

luar ar dedengngan an rorongngga ga peperiritotoneneum um memelalalului i vuvulvlva,a, vagina, uterus dan tuba falopii dan masing-masing vagina, uterus dan tuba falopii dan masing-masing

alat traktus genetalis memiliki resiko untuk terkena alat traktus genetalis memiliki resiko untuk terkena inf

infekseksi. i. SerServisvisitiitis s ataatau u radradang ang padpada a serservikviks s uteuteriri terj

terjadi adi pada sebagaipada sebagaian an besar wanita terutambesar wanita terutama a yangyang  pernah

 pernah melahirkan melahirkan dan dan menjadi menjadi infeksi infeksi menahunmenahun yang sering tanpa disertai gejala-gejala atau keluhan yang sering tanpa disertai gejala-gejala atau keluhan yang jelas dari infeksi yang bersangkutan. Servisitis yang jelas dari infeksi yang bersangkutan. Servisitis  baru

 baru diketahui diketahui setelah setelah dilakukan dilakukan pemeriksaan pemeriksaan yaituyaitu  porsio

 porsio tampak tampak kemerahan kemerahan yang yang tidak tidak dipisahkandipisahkan secara jelas dari epitel porsio di sekitarnya, sekret secara jelas dari epitel porsio di sekitarnya, sekret yang dikeluarkan terdiri atas mukus bercampur nanah yang dikeluarkan terdiri atas mukus bercampur nanah atau bahkan kadang-kadang serviks kelihatan normal atau bahkan kadang-kadang serviks kelihatan normal dan

dan baru baru diketdiketahui ahui setesetelah lah diladilakukan kukan pemepemeriksriksaanaan mikroskopik yaitu ditemukan infiltrasi leukosit dalam mikroskopik yaitu ditemukan infiltrasi leukosit dalam stroma endoserviks (Prawirohardjo, 2002).

stroma endoserviks (Prawirohardjo, 2002). Se

Servrvisisititis is akakut ut dadapapat t didisesebababkbkan an ololeheh gonok

gonokokus okus (gon(gonorea) sebagai orea) sebagai salasalah h satu satu penypenyakitakit inf

infekseksi i hubhubungungan an sekseksuasual. l. PaPada da ininfekfeksi si setsetelaelahh keg

(2)

stafilokokus dan streptokokus (Manuaba, 2009). Sekalipun organ genetalia memiliki pertahanan  berlapis, infeksi dapat terjadi bila daya tahan tubuh mengalami kemunduran, atau kemampuan infeksi yang tinggi (seperti pada kebersihan diri yang jelek). Masuknya infeksi dapat terjadi melalui perlukaan yang menjadi pintu masuk saluran genetalia bagian luar maupun bagian tengah dan bagian atas, yang terjadi pada waktu persalinan atau tindakan medis yang menimbulkan perlukaan, atau terjadi karena hubungan seksual (Manuaba, 2010).

Penanganan terhadap infeksi ini harus dengan antibiotika dosis tepat dan menjaga kebersihan daerah kemaluan. Penyembuhan servisitis menahun sangat penting karena dapat menghindari keganasan yang merupakan pintu masuk infeksi ke alat kelamin bagian atas (Manuaba, 2009).

Kejadian servisitis memang belum ada angka pasti yang menjelaskannya. Namun  berdasarkan temuan di lapangan pada saat  pemeriksaan IVA test pada acara bakti sosial di wilayah Puskesmas Sumberpucung Kabupaten Malang pada Februari 2011, dari 63 WUS yang diperiksa (tidak sedang haid) ternyata ditemukan 19 orang (30,2%) yang mengalami tanda-tanda servisitis sehingga tidak dapat dilakukan pemeriksaan IVA test, dan harus dibersihkan dan diberikan pengobatan terlebih dahulu. Berdasarkan pengamatan lebih lanjut, diketahui dari 19 WUS yang mengalami gejala servisitis tersebut sebagian besar kebersihan dirinya kurang bagus, diantaranya terlihat pada saat

dilakukan pemeriksaan, kebersihan genetalianya kurang yaitu daerah vulva tampak lembab dan

tidak bersih, tampak keputihan yang banyak dan  berbau serta celana dalam yang tampak lembab.

Tujuan dari penelitian adalah sebagai berikut :

1. Mengidentifikasi vulva higiene pada wanita usia

subur di Desa Sambigede Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang

2. Mengidentifikasi kejadian servisitis pada WUS

di Desa Sambigede Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang

3. Menganalisa hubungan antara Vulva higiene

dengan kejadian servisitis di Desa Sambigede Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang. METODE PENELITIAN

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi korelasional bersifat analitik  cross  sectional. Sampel yang digunakan adalah 10% dari  populasi wanita usia subur di wilayah Desa Sambigede Kecamatan Sumberpucung yaitu 639 orang, sehingga jumlah sampel yang diambil sebesar  64 responden. Prosedur yang digunakan dalam  pengumpulan data vulva Higiene adalah dengan menggunakan angket yang langsung dibagikan kepada responden angket ini diisi oleh responden, angket langsung ditarik kembali oleh peneliti. Sedangkan pengumpulan data servisitis dilakukan dengan cara observasi kondisi serviks menggunakan lembar observasi / checklist.

Tabel 1 Variabel Pengukuran Penelitian  No Variabel Definisi

Operasional Parameter Cara Ukur  Skala Alat Ukur  Kategori 1. Vulva  Higiene Perawatan diri WUS untuk  memelihara kebersihan dan kesehatan daerah kewanitaan 1. Mencuci daerah kewanitaan tiap kali selesai BAB/BAK  2. Mengeringkan daerah

kewanitaan tiap kali habis BAB/BAK  3. Menganti pembalut

minimal tiap 5 jam sekali atau bila sudah dirasa perlu

4. Mencuci daerah kewanitaan dari arah depan kebelakang setiap habis BAB/BAK  5. Saat membersihkan

daerah kewanitaan tidak memasukan jari atau air kedalam liang sengama

Wawan-cara Ordinal Kuesioner 

-

Baik : 76%-100%

-

Cukup :

56%- 75%

-

Kurang

(3)

6. Tidak mengunakan sabun ataupun cairan  pembersih lain untuk 

membersihkan daerah kewanitaan.

7. Tidak mengunakan celana dalam yang terlalu ketat/  berbahan sintetis. 8. Menganti celana dalam

minimal 2 kali sehari 9. Kuku tangan bersih

dan rapih serta selalu mencuci tangan sebelum menyentuh daerah kewanitaan. 10. Merapikan dengan memotong bulu kemaluan terutama saat menstruasi agar  tidak menempel disekitar vagian untuk  mencegah infeksi / iritasi 2. Kejadian Servisitis Adanya  peradangan  pada serviks uteri Gejala utama : 1. Pembengkakan mulut rahim 2. Pengeluaran cairan yang berlebihan,

3. Mulut rahim terlihat

merah karena tanda-tanda infeksi atau ada iritasi

Gejala penunjang : 4. Adanya rasa nyeri yang menjalar kesekitar  mulut rahim 5. Dapat terjadi  perdarahan saat hubungan seks. Wawan-cara dan observasi  Nominal Lembar  obser-vasi

-

Positif  Servisitis : minimal ada 1 gejala utama

-

Negatif  Servisitis : tidak ada satupun gejala utama servisitis

(4)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Tabel 2 Perilaku vulva higiene di Desa Sambigede Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang No. Vulva hygiene Frekuensi Prosentase (%)

1 Baik 5 7.8

2 Cukup 41 64.1

3 Kurang 18 28.1

Total 64 100

Tabel menunjukkan bahwa sebagian besar yaitu 41 responden (64,1%) memiliki perilaku vulva higiene yang cukup dan sebagian kecil yaitu 5 responden (7,8%) memiliki perilaku vulva higiene yang baik.

Tabel 3 Kejadian Servisitis pada Responden di Desa Sambigede Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang

No. Kejadian Servisitis Frekuensi Prosentase (%)

1 Positif 20 31.2

2 Negatif 44 68.8

Total 64 100

Tabel menunjukkan bahwa sebagian besar yaitu sebanyak 44 responden (68,8%) tidak mengalami Servisitis dan sisanya yaitu 20 responden (31,2%) mengalami gejala Servisitis.

Responden dengan perilaku vulva higiene baik, dan semuanya (100%) tidak mengalami gejala servisitis. Responden dengan perilaku vulva higiene cukup terdapat 41 orang, 35 diantaranya (85,4%) tidak  mengalami Servisitis. Sedangkan responden dengan  perilaku vulva higiene kurang baik terdapat 18 orang, dan 14 diantaranya (77,8%) mengalami gejala servisitis. Hasil analisa statistik didapatkan bahwa nilai Chi-Square (X2) sebesar 25.679 dan taraf 

signifikansi = 0,000 lebih kecil dari α yang

ditetapkan sebesar 0,05, sehingga H0 ditolak dan bisa disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara vulva higiene dengan terjadinya servisitis.

Perilaku vulva hygiene yang kurang baik   beresiko terhadap terjadinya servisitis. Servisitis  berpotensi mengancam setiap wanita karena setiap  bulan wanita mengalami menstruasi yang dapat membuat organ kewanitaan menjadi lembab dan mudah untuk terinfeksi, terutama jika yang  bersangkutan tidak dapat menjaga kebersihan dirinya, seperti pemberian pembalut yang kurang sesuai, cara membersihkan dan mencuci yang kurang tepat dan sebagainya.

Responden pasti mengeluarkan biaya untuk  memenuhi kebutuhan perawatan vulva tersebut, dan hal ini menjadi kendala bagi

responden dengan kemampuan sosial ekonomi yang terbatas. Data menunjukkan bahwa responden yang

mengalami servisitis adalah responden yang bekerja mengurus rumah tangga (IRT) dan yang bekerja sebagai pegawai swasta (penjaga toko, karyawan koperasi, dll), karena kebanyakan IRT tidak  mendapatkan gaji, demikian pula dengan pegawai swasta di daerah ini banyak yang masih di bawah UMR. Sementara responden yang bekerja sebagai guru (PNS) dan wiraswasta (pedagang) tidak ada yang mengalami servisitis.

Sesuai dengan pendapat Perry dan Potter  (2005) bahwa sumber daya ekonomi seseorang mempengaruhi jenis dan tingkat praktik kebersihan yang digunakan. Petugas harus menentukan apakah individu dapat menyediakan bahan-bahan yang  penting seperti deodoran, sampo, pasta gigi, dan kosmetik. Petugas juga harus menentukan jika  penggunaan dari produk-produk ini merupakan  bagian dari kebiasaan sosial yang dipraktikan oleh

kelompok sosial pasien.

Wanita bekerja (wanita karir) juga cenderung menjaga citra tubuh agar dapat tampil  prima di hadapan pelanggannya. Citra tubuh yang ideal bagi responden telah mendorong mereka untuk  menjaga penampilan dengan melakukan perawatan diri, termasuk perawatan vulva hygiene, agar tidak  mengganggu pekerjaan dan meningkatkan rasa  percaya dirinya.

(5)

Sesuai dengan pendapat Perry dan Potter  (2005) bahwa penampilan umum individu dapat menggambarkan pentingnya Higiene pada orang tersebut. Citra tubuh merupakan konsep subjektif  seseorang tentang penampilan fisiknya. Citra tubuh ini dapat seringkali berubah. Citra tubuh mempengaruhi cara mempertahankan Higiene.

Vulva hygiene yang baik dipengaruhi oleh status sosial ekonomi seseorang dan citra diri. Vulva higeine yang kurang baik beresiko terhadap terjadinya servisitis. Artinya, perilaku vulva hygiene secara nyata berpengaruh terhadap kejadian servisitis, dengan didukung oleh faktor-faktor lain yang mempengaruhi vulva hygiene seperti status sosial ekonomi dan citra diri.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian hubungan antara Vulva higiene dengan kejadian servisitis di Desa Sambigede Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang, dapat ditarik kesimpulan sebagai  berikut :

(1)Perilaku vulva higiene pada wanita usia subur di Desa Sambigede Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang sebanyak 28,1% kurang baik. (2) Kejadian servisitis pada WUS di Desa Sambigede Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang sebesar 31,2% (3) Ada hubungan yang signifikan antara Vulva higiene dengan kejadian servisitis di Desa Sambigede Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang, dengan taraf signifikansi = 0,000. DAFTAR PUSTAKA

1. Alimul, A. (2006).  Pengantar Kebutuhan Dasar 

 Manusia : Aplikasi konsep dan proses keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.

2. Alimul, A. (2007).  Riset Kebidanan dan Teknik 

 Analisis Data. Jakarta : Salemba Medika.

3. Badri, (2003).  Media Penelitian dan

 Pengembangan Kesehatan. Bandung. http://digilib.litbang.depkes.go.id/

4. Departemen Pendidikan Nasional, (2007). Kamus

 Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.

5. Djuanda, Adhi. (2007).  Ilmu Penyakit Kulit Dan

 Kelamin. Jakarta : FKUI

6. Guntoro, Utamadi. (2002).  Remaja dan Hak 

 Reproduksi.

http://situs.kesrepro.info/krr/jun/2002/index.htm

7. Harahap, Marwali. (2000).  Ilmu Penyakit Kulit.

Jakarta : Hipokrates

8. Llewellyn, Jones Derek. 2002.  Dasar-dasar 

Obstetri dan Ginekologi. Jakarta: Hipocrates.

9. Mansyur, Arif. (2006).  Kapita Selekta

kedokteran. Jakarta : EGC.

10. Manuaba, IAC, dkk. (2010).  Ilmu

 Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB untuk   Pendidikan Bidan, Edisi 2. Jakarta : EGC.

11. Manuaba, IAC, dkk. (2009).  Memahami

 Kesehatan Reproduksi Wanita, Edisi 2. Jakarta : EGC.

12. Medicastore. (2010).  Infeksi Kelamin

Wanita (Vaginitis dan Vulvitis). http://medicastore.com/penyakit/104/Kanker_Leh er_Rahim_serviks.html

13. Nazir, Muhammad. (2005).  Metode

 Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia

14. Notoatmodjo, Soekidjo. (2003).  Ilmu

 Kesehatan Masyarakat , PT Rineka Cipta ; Jakarta.

15. Notoatmodjo, S. (2007).  Promosi

 Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Cetakan I. PT. Rineka Cipta, Jakarta.

16. Notoatmodjo, S. (2007).  Kesehatan

 Masyarakat, Ilmu dan Seni. Jakarta : Rineka Cipta.

17. Potter & Perry. (2005).  Buku Ajar 

 Fundamental Keperawatan: Konsep, proses dan  praktik. Jakarta : EGC.

18. Prawirohardjo, Sarwono, (2002). Ilmu

 Kebidanan, Jakarta: YBP.SP

19. Setiadi, (2007).  Konsep dan Penulisan

 Riset Keperawatan, Graha Ilmu, Yogjakarta.

20. Sugiyono, (2006), Statistika Untuk 

 Penelitian. Jakarta : Alfabeta.

21. Tarwoto & Wartonah. (2010).  Kebutuhan

 Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. Jakarta:Salemba Medika.

Gambar

Tabel 1 Variabel Pengukuran Penelitian  No Variabel Definisi

Referensi

Dokumen terkait

Dari Tabel 2 dapat dilihat angka kejadian ME fase prescribing tidak mengalami penurunan yang signifikan pada pre dan post partisipasi, bahkan mengalami peningkatan tiga

Hasil Uji Hipotesis 2: Pengaruh Harga Terhadap Keputusan Pembelian Hasil pengujian yang terdapat pada tabel 7 menunjukkan bahwa variabel Harga memiliki tingkat signifikan sebesar

Desa Sidem Kecamatan Gondang yang berjarak 12 Km dari pusat kota masuk klasifikasi zona bingkai desa memiliki harga lahan sebesar Rp 178.571,-/m 2 terpaut

Di karenakan variabel likuiditas memiliki nilai t terhitung sebesar 3,199 dengan signifikan t sebesar 0,003 (0,003 &lt; 0,05), maka hal ini dapat disimpulkan bahwa H 2

Hal ini sesuai dengan penelitian Harefa dan Yabesman (2004) terdapat hubungan signifikan antara umur dengan kejadian preeklampsia dengan nilai odds ratio sebesar

(2)Ada hubungan erat positif dan signifikan antara pembinaan supervisor terhadap kompetensi professional pada guru sekolah dasar di Kota Malang sebesar 0.636, (3) Ada hubungan

Sedangkan pada sampel eceng gondok yang kotor atau tidak dibersihkan terlebih dahulu dengan lama perendaman 1 hari didapat penurunan konsentrasi sebesar 31%, pada perendaman 2 hari

Dalam pengujian hipotesis secara simultan dengan menggunakan uji F, diperoleh Fhitung sebesar 45,328 dan Ftabel sebesar 3,3 pada df = 2 dan 31 dengan tingkat signifikan 5%, maka H0