• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PENATAAN MEDIA LUAR RUANG PADA KORIDOR JALAN SAMUDERA KOTA PADANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KAJIAN PENATAAN MEDIA LUAR RUANG PADA KORIDOR JALAN SAMUDERA KOTA PADANG"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

1

KAJIAN PENATAAN MEDIA LUAR RUANG

PADA KORIDOR JALAN SAMUDERA KOTA PADANG

Al Hayat Ibrahim1), Tomi Eriawan, ST.,MT2). Ir. Haryani, MTP3)

Mahasiswa Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta, Padang

Email : [email protected], [email protected], [email protected]

ABSTRAK

Dalam kehidupan kota saat ini, Media Luar Ruang mengisi ruang visual kota melalui Billboard dan Papan Nama Usaha atau Toko. Salah satu kawasan strategis tersebut adalah kawasan di sepanjang Pantai Padang. Dengan tidak adanya aturan yang jelas tentang Jarak, jumlah, bentuk dan ukuran media yang di pasang, akan menimbulkan beberapa masalah yang akan terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan penataan Media Luar Ruang yang baik dan tepat sesuai dengan peraturan dan teori yang ada pada Koridor Jalan Samudra, yang antara lain berupa memberikan arahan penataan Media Luar Ruang sehingga tercipta keserasian ruang, keindahan visual bagi pengguna jalan pada Koridor Jalan Samudera Kota Padang. Metode yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar permasalahan Media Luar Ruang pada Koridor Jalan Samudera dengan cara membandingkan kondisi eksisting dengan peraturan dan teori yang berkaitan dengan Media Luar Ruang. Hasil dari penelitian ini adalah di ketahui permasalahan Media Luar Ruang yang ada pada koridor jalan Samudera Kota Padang dan di keluarkan usulan penataan Media Luar Ruang. Usulan penataan Media Luar Ruang pada kawasan studi adalah mengeluarkan Ukuran yang ideal, menentukan Penempatan Media Luar Ruang, di keluarkannya Jarak minimal antara Billboard, serta di keluarkan Usulan Orientasi dan Pencahayaan yang sesui dengan standar dan teori yang ada.

Kata kunci : Ukuran, Penempatan, Jarak, Orientasi, Pencahayaan

ABSTRACT

In today's urban life, Outdoor Media town fill the visual space through Billboard and Board Business Name or store. One strategic area is the area along the coast of Padang. In the absence of clear rules on distance, number, shape and size of media in pairs, will pose some problems will occur. The aim of this study is to provide structuring Outdoor Media is good and right in accordance with the rules and theories exist on Road Corridor Samudera, which include providing direction arrangement Outdoor Media so as to create harmony of space, the visual beauty for road users on Road Corridor Samudera Padang City. The method used to determine how big the problems Outdoor Media on Ocean Road Corridor by comparing the existing condition rules and theories related to Outdoor Media. Results of this research is to know the problems that exist Outdoor Media on the ocean road corridor in the city of Padang and remove the proposed arrangement Outdoor Media. The proposed arrangement Outdoor Media in the study area is issued ideal size, determine the placement of Outdoor Media, issuing of a minimum distance between billboards, and issued proposals Orientation and lighting standards and within their existing theories.

(2)

2

1. PENDAHULUAN

Dalam konteks ruang, kota merupakan satu sistem yang tidak berdiri sendiri. Secara internal kota merupakan satu kesatuan sistem kegiatan fungsional didalamnya, sementara secara eksternal, kota dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Dalam hal inilah secara umum kota dapat dapat dikatakan sebagai suatu tempat dengan konsentrasi penduduk lebih padat dari wilayah disekitarnya. Apabila ditinjau secara spesifik, kota mempunyai pengertian dan batasan bermacam-macam sesuai dengan sudut tinjauan tiap pakar atau disiplin ilmu.

Karena bentuk kota telah dihubungkan erat dengan elemen-elemen simbolis dan mencerminkan kehidupan masyarakat, maka sudah dengan sendirinya bentuk kota menjadi pusat perhatian individu yang memandang kota sebagai manifestasi dari pada prinsip-pripsip ideology tertentu. Ideologi perancangan kota biasanya berbentuk perhatian pada pengaturan estetika dari kota, perhatian pada suatu lingkungan yang ideal atau lingkungan social yang ideal yang diekspresikan melalui suatu lingkungan fisik yang ideal (Susongko, 1988)

Media reklame merupakan asfek fisik penting yang perlu diatur dalam perancangan kota tersebut karena media reklame merupakan aspek yang memiliki

pengaruh yang cukup besar bagi keindahan suatu kawasan atau kota, bila dirancang dan ditata dengan benar (Shivarni, 1985).

Salah satu elemen perancangan kota adalah sign dan simbol. Dalam kehidupan kota saat ini, Media Luar Ruang mengisi ruang visual kota melalui papan iklan atau reklame, spanduk, baliho dan sebagainya. Hal tersebut sangat mempengaruhi visualisasi kota baik secara makro maupun mikro. Sistem penanda dan penunjuk “Sign

and Simbol” sangat mempunyai pengaruh

yang penting pada perancangan kota dan citra terhadap kota itu sendiri.

Kota Padang sebagai Ibukota Propinsi Sumatera Barat memiliki fungsi sebagai pusat perdagangan regional, industri dan pariwisata. Fungsi ini dikembangkan berdasarkan pada potensi ekonomi yang dimiliki oleh Kota Padang. Berdasarkan RTRW Kota Padang tahun 2010 - 2030 terdapat 7 kawasan strategis Kota Padang. Salah satu kawasan strategis tersebut adalah kawasan di sepanjang Pantai Padang, karena kawasan sepanjang Pantai Padang akan di bangun jalan sebagai tanggul untuk menahan gelombang pasang dan kawasan pantai padang ini juga memiliki potensi ekonomi yang sangat tinggi, khususnya pada pengembangan sektor kepariwisataan. Koridor Jalan Samudra termasuk pada kawasan strategis yang berada di

(3)

3 Pantai Padang. Koridor Jalan Samudra juga

merupakan jalan yang berada pada Objek Wisata Pantai Padang. Di karenakan koridor ini sangat strategis dan diperkirakan akan banyak bermunculan Media Luar Ruang baik itu bertujuan untuk komersial atau non komersial. Di koridor jalan Samudera terdapat beberapa Media Luar Ruang, di antaranya adalah Billboard, spanduk dan Papan Nama Usaha atau Toko. Pengaturan Media Luar Ruang ini perlu di perhatikan terlebih untuk Billboard. Perkembangan beberapa produk yang bisa menjangkau langsung para konsumen salah satunya dengan Billboard dan spanduk yang di pasang di pinggirin jalan yang banyak di lalui oleh orang-orang. Dengan cara tersebut para pelaku usaha memamfaatkan Media Luar Ruang ini untuk menjangkau konsumennya. Dengan tidak adanya aturan yang jelas tentang Jarak, jumlah, bentuk dan ukuran media yang di pasang, akan menimbulkan beberapa masalah yang akan terjadi. Adapun permasalahan Media Luar Ruang ini adalah kesemberautan letak, Membahayakan pengguna jalan dan mengganggu aktifitas pergerakan pengguna pejalan kaki, tidak beraturannya jarak dan besaran Media Luar Ruang yang ada pada jalan ini.

Di tinjau dari permasalahan yang telah di paparkan di atas, kesemberautan

letak Media Luar Ruang ini berupa tidak teraturnya penempatan Media Luar Ruang, baik itu tidak beraturnya jarak antar media luar ruang berupa menumpuknya Media Luar Ruang pada lokasi lokasi tertentu seperti persimpangan jalan. Dan letak dari media luar tersebut juga berada di jalur pejalan kaki sehingga mengambat atau menggangu orang yang menggunakan jalur pejalan kaki tersebut. Untuk permasalahan selanjutnya berupa Media Luar Ruang yang dapat membahayakan pengguna pejalan. Maksut dari media luar ruang yang membahayakan pengguna jalan ini adalah media luar ruang yang menyalahi posisi yaitu berupa Media Luar Ruang yang menghadang langsung ke arah angin. Sebagaimana yang di ketahui, arah angin pada pantai biasanya untuk malam hari berhembus dari darat kelaut dan untuk siang hari berhembus dari laut ke darat. Apabila terjadi badai di daerah pantai tersebut, resiko jatuhnya Media Luar Ruang ini cukup besar. Seperti kecelakaan lalu lintas dan tertimpanya pengguna jalan yang di akibatkan oleh Media Luar Ruang yang salah penempatan atau orientasi tersebut dan masalah lainnya adalah tidak adanya penerangan pada media luar ruang tersebut sehingga apabila malam hari media luar ruang yang berukuran besar khusnya

(4)

4 billboard membuat citra negative pada

koridor ini..

Dari permasalahan yang di timbulkan oleh Media Luar Ruang Untuk itu perlunya arahan dan aturan yang jelas tentang Media Luar Ruang ini, seperti ukuran media, penempatan, jarak, orientasi dan pencahayaan agar tidak terjadi permasalahan tersebut.

Untuk itu Koridor Jalan Samudra ini di butuhkan perencanaan untuk penempatan lokasi titik-titik media luar ruang baik itu dari segi ukuran, penempatan, jarak, orientasi, dan pencahayaan. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap estetika pada kawasan tersebut, terlebih kawasan ini adalah salah satu objek wisata yang ada di Kota Padang.

2. Metode Penelitian

Secara keseluruhan Metode penelitian yang di pakai adalah Deskriptif dan Kuantitatif. Metoda penelitian ini dilakukan dengan metoda kajian literatur dan rencana, dengan mengkaji ketentuan yang ada di literatur dan melihat kondisi di lapangan maka hasilnya berupa arahan atau usulan penempatan Media Luar Ruang di Koridor Jalan Samudra.

Dalam studi ini, teknik pengumpulan data yang dilakukan meliputi pencarian data sebagai berikut:

a. Survey Sekunder

Survey Sekunder adalah survey yang dilakukan ke instansi dengan perolehan data sekunder, termasuk di dalamnya literature, standar-standar beserta mekanisme perizinan tentang media luar ruang. Hasil dari survey sekunder ini bisa berasal dari data yang sudah pernah dikumpulkan atau diolah. Adapun data sekunder yang dibutuhkan dalam studi ini berupa Kebijakan Pemerintah tentang pengaturan Media Luar Ruang di Kota Padang. Data yang telah di dapatkan adalah Peraturan Walikota Padang Nomor 10 Tahun 2015 tentang Reklame

b. Survey Primer

Survey primer ini dilakukan dengan cara pengamatan (observasi) langsung ke lapangan. Pada survey primer ini data yang ingin di peroleh mengenai Media Luar Ruang adalah Ukuran, Penempatan, Jarak, Orientasi dan Pencahayaan. Pengambilan data mengenai Ukuran Media Luar Ruang dengan cara Pengamatan di lapangan. Untuk penempatan Media Luar Ruang dilakukan dengan cara pengamatan di lapangan dan di tandakan pada peta survey. Sedangkan untuk Jarak Billboard di

(5)

5 dapatkan dengan cara hasil

penempatan Media Luar Ruang yang telah di dapat, selanjutnya diukur dengan GIS (Geografik Information System) dan di dapatkannya jarak antara Billboard. Untuk data Orientasi Media Luar Ruang di lakukan dengan pengamatan langsung kelapangan sedangkan untuk Pencahayaan Media Luar Ruang di dapat melalui pengamatan langsung kelapangan pada malam hari. Media Luar Ruang, Pada survey primer ini akan di kelompokan berapa Media Luar Ruang dan jenis Media Luar Ruang yang terdapat di Koridor Jalan Samudera.

Pengolahan data dengan analisis ini di lakukan untuk mengetaui permasalahan yang terjadi dengan membandingkan kondisi eksisting dengan peraturan dan teori yang berkaitan dengan Media Luar Ruang. Adapun analisis yang dilakukan dalam studi ini adalah :.

 Membandingkan Kondisi eksisting dengan Peraturan Walikota Padang Nomor 10 Tahun 2015 tentang Reklame yang di tujukan untuk mengatur daerah pintu masuk Kota Padang yaitu dengan ukuran 4m x 6m dan tinggi tiang Paling rendah 3m. Untuk ukuran yang akan di

jadikan pembanding Papan Nama Usaha atau Toko adalah Peraturan Walikota Padang. Yang mana pada peraturan tersebut mengatakan bahwa ukuran minimal dari Papan Nama Usaha atau Toko adalah 3m2 dan untuk ukuran maksimalnya 4,5m2 diambil dari peraturan di Oak Park.

 Membandingkan Kondisi penempatan eksisting dengan Peraturan Walikota Padang. Reklame dilarang pada median jalan, taman jalan, di atas trotoar dan pemasangan tiang pancang paling dekat 1m dari jalur pejalan kaki atau trotoar dan pemasangan tiang pancang pada tempat yang tidak ada trotoar berjarak >3m dari pinggir jalan.

 Membandingkan jarak antar Billboard di eksisting dengan Hasil analisis atau perhitungan. Bilboard atau papan reklame merupakan salah media iklan yang bersifat permanen dan mempunyai ukuran yang cukup besar. Sebagai media iklan yang berfungsi untuk memnyampaikan pesan sebuah produk, maka pesanyang disampaikan harus mudah diingat sampai audience (orang yang

(6)

6 menjadi sasaran untuk iklan

tersebut) sampai tujuan. Untuk itu diperlukan beberapa trik dalam desain pemasangan papan reklame atau bilboard (Makalah Menggagas Kopsep penataan Papan Reklame yang humanis oleh Yurita Titik Sunarimahingsih), diantaranya Kata dalam kalimat < 8 kata, dapat dibaca dalam 5 detik. (Dalam Makalah Menggagas Kopsep penataan Papan Reklame yang humanis oleh Yurita Titik Sunarimahingsih)

Pengaturan teknis jarak antara papan reklame dengan pertimbangan kecepatan kendaraan, ketinggian papan reklame dan waktu baca dalam penyampaian pesan dan informasi. Dengan formulasi menurut Ogden and Barnet, 1984 dalam (Robby 2007) yaitu:

Ls = 2 Tg VI + S Cot

ᶿ

Ls : Jarak antara papan reklame (m)

Tg : Waktu Baca (detik)

Vi : Kecepatan Kendaraan (km/jam)

S : Tinggi Media Reklame

Cotᶿ

: Jarak pandang pembaca normal secara vertikal = 145°

 Membandingkan Kondisi eksisting orientasi dan pencahayaan Media Luar Ruang dengan Ketentuan atau ketetapan dari peraturan daerah Kota Padang. Memberi solusi dan arahan penataan Media Luar Ruang yang baik berdasarkan elemen-elemen kota, antara lain:

 Arahan pengembangan jenis Media Luar Ruang yang berpotensi untuk dikembangkan pada kawasan studi dengan

memperhatikan arah

pengembangan kawasan, aktifitas penduduk serta pergerakan transportasinya.  Arahan pengaturan jumlah

Media Luar Ruang yang akan dikembangkan pada kawasan studi didasarkan panjang jalan dan jarak antara Media Luar Ruang yang dihasilkan.

 Arahan pengaturan bentuk, ukuran, penempatan, Jarak, orientasi dan pencahayaan Media Luar Ruang yang tepat didasarkan pada standar atau aturan-aturan serta pengaturan terhadap papan reklame yang berdekatan.

(7)

7

3.aHASIL DAN PEMBAHASAN

Setelah dilakukan analisis terhadap 5 variabel Media Luar Ruang yang berjenis Billboard dan Papan Nama Usaha atau Toko. Adapun hasil dari perbandingan antara kondisi eksisting dengan peraturan dan teori yang ada adalah sebagai berikut.

a) Ukuran Media Luar Ruang

Tabel 1. Perbandingan Tinggi Tiang illboard yang Paling Bermasalah

No. Jumlah Billboard Tinggi Tiang Eksisting Standar Penilaian Sesuai Tidak Sesuai 1. 9 2m >3m - 9 2. 2 2,5m >3m - 2 3. 5 3m >3m 5 - 4. 8 3,5m >3m 8 - 5. 12 4m >3m 12 - 6. 1 4,5m >3m 1 - 7. 2 5m >3m 2 - 8. 1 5,5m >3m 1 - 9. 1 6m >3m 1 - 10. 1 7m >3m 1 - 11. 1 8m >3m 1 - 12. 1 9m >3m 1 - Total 32 11

Sumber : Hasil Analisis 2015

Tabel 2. Penilaian Tinggi Tiang Papan Nama Usaha atau Toko

No. Papan Nama Usaha atau Toko Tinggi Tiang Eksisting Standar Penilaian Sesuai Tidak Sesuai 1. 1 0,5m >3m - 1 2. 3 2m >3m - 3 3. 5 2,5m >3m - 5 4. 5 3m >3m 5 - 5. 2 3,5m >3m 2 - 6. 3 4m >3m 3 - 7. 1 4,3 >3m 1 - 8. 1 5 > 2,43m 1 - 9. 1 9 > 2,43m 1 - Total 13 9

Sumber : Hasil Analisis 2015

Tabel 3. Penilaian Dimensi Ukuran Billboard

No . Billboard Dimensi Ukuran P E R W A K O Penilaian

Tinggi Lebar Sesuai Tidak Sesuai 1. 1 1m 2m 4 m x 6 m - 1 2. 7 2,5m 1m - 7 3. 4 3m 3m - 4 4. 1 3,5m 3m - 1 5. 1 3m 3,5m - 1 6. 1 3m 4m - 1 7. 5 4m 1,5m - 5 8. 1 4m 3m - 1 9. 4 4m 8m - 4 10 6 5m 3m - 6 11 2 5,5m 3m - 2 12 3 6m 3m - 3 13 1 6m 4m - 1 Total - 43

Sumber : Hasil Analisa 2015

Tabel 4. Penilaian Dimensi Ukuran Papan Nama Usaha atau Toko

N o Papan Nama Usaha atau Toko (Unit)

Dimensi Ukuran Peraturan Walikota

Padang dan Oak

Park

Penilaian

Tinggi Lebar Sesuai Tidak Sesuai 1 2 0,5m 2m 3m2 x 4,5m2 - 2 2 1 0,5m 0,5m - 1 3 1 0,75 2m - 1 4 1 0,5m 1m - 1 5 2 1m 1,5m - 2 6 6 1m 2m - 6 7 3 1m 2,5m - 3 8 3 1m 3m 3 - 9 1 2m 0,5m - 1 10 1 2m 2m 1 - 11 1 3m 1m 1 - Total 5 17

Sumber : Hasil Analisis 2015

b) Penempatan Media Luar Ruang Tabel 5. Penilaian Penempatan Billboard

No. Billboard (Unit) Penempatan Peraturan Walikota Padang Penilaian Sesuai Tidak Sesuai 1. 7 Bahu Jalan Di larang

pada Median Jalan, Taman Jalan, Jalur Pejalan Kaki, >1 dari Trotoar. - 7 Unit 2. 22 Median Jalan - 22 Unit 3. 1 Tepi Jembatan - 1 Unit 4. 13 Jalur Hijau (Taman Jalan) - 13 Unit

(8)

8 >3 dari tempat yang tidak memiliki trotoar. Total - 43 Unit Sumber : Hasil Analisis 2015

Tabel 6. Penilaian Penempatan Papan Nama Usaha atau Toko

No. Papan Nama Usaha atau Toko (unit) Penempatan Peraturan Walikota Padang Penilaian (Unit) Sesuai Tidak Sesuai 1. 11 Bahu Jalan Di larang

pada Median Jalan, Taman Jalan, Jalur Pejalan Kaki, >1 dari Trotoar. >3 dari tempat yang tidak memiliki trotoar. - 11 2. 2 Jalur Pejalan Kaki - 2 3. 1 Jalur Hijau (Taman Jalan) - 1 4. 2 Menempel di Dinding 2 - 5. 6 >1 dari Trotoar. >3 dari tempat yang tidak memiliki trotoar 6 - Total 8 14

Sumber : Hasil Analisis 2015

c) Jarak Billboard

Gambar 1. DiagramPenilaian Jarak Antar Billboard

d) Orientasi Media Luar Ruang Tabel 7. Penilaian Orientasi Bilboard

No. Billboard (unit) Penempatan Peraturan Walikota Padang Penilaian (Unit) Sesuai Tidak Sesuai 1. 36 Horizontal Horizontal 36 - 2. 7 Vertikal - 7 Total 8 14

Sumber : Hasil Analisis 2015

Tabel 8. Penilaian Orientasi Papan Nama Usaha atau Toko No. Papan Nama Usaha atai Toko (unit) Penempatan Peraturan Walikota Padang Penilaian (Unit) Sesuai Tidak Sesuai 1. 21 Horizontal Horizontal 21 - 2. 1 Vertikal - 1 Total 21 1

Sumber : Hasil Analisis 2015

e) Pencahayaan Media Luar Ruang Tabel 9. Penilaian Pencahayaan Bilboard

No. Billboard (unit) Penempatan Peraturan Walikota Padang Penilaian (Unit) Sesuai Tidak Sesuai 1. 7 Memiliki Penerangan  Menggunakan Cahaya Eksternal (Lampu Penerangan)  Intensitas cahaya tidak menyilaukan  Pantulan cahaya tidak menyilaukan 7 - 2. 24 Tidak Memiliki Penerangan - 24 3. 12 Penerangan Mengalami Kerusakan - 12 Total 7 36

Tabel 10. Penilaian Pencahayaan Papan Nama Usaha atau Toko

No. Papan Nama Usaha atau Toko (unit) Penempatan Peraturan Walikota Padang Penilaian (Unit) Sesuai Tidak Sesuai 1. 18 Memiliki Penerangan  Menggunaka n Cahaya Eksternal (Lampu Penerangan)  Intensitas cahaya tidak menyilaukan  Pantulan cahaya tidak menyilaukan 18 - 2. 4 Tidak Memiliki Penerangan - 4 Total 18 4

(9)

9

f) Berdasarkan dari tabel permasalahan 5

Variabel di atas. Setelah di lakukan perbandingan antara kondisi eksisting Media Luar Ruang dengan standar (Peraturan dan Teori) yang ada.Dapat di ketahui banyaknya permasalahan Media Luar Ruang yang ada pada kawasan studi. Berikut ini adalah ususlan Penataan Media Luar Ruang pada kawasan studi.

Ukuran Media Luar Ruang

Untuk desain atau ukuran Billboard pada Kawasan ini akan di buat bercirikan khas Minang pada bagian kontruksinya. Billboard akan di buat berbentung gonjong pada pada kontruksi bagian atasnya yang akan melambangkan Rumah Gadang. untuk ukuran BIllboard adalah Tinggi tiang 4m, ukuran dimensi 4m x 6m peraturan ini di ambil dari Peraturan Walikota Padang No 10 Tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan reklame. Peraturan tersebut di tujukan untuk pintu masuk Kota Padang dan ini di adopsi atau di terapkan pada lokasi studi guna menyeragamkan ukuran Billboard pada lokasi studi. Pada peraturan terbut di Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 2. Usulan Ukuran Billboard

Dalam Peraturan Walikota Padang Pasal 12 sudah mengatur Papan Nama Usaha atau toko ukurannya paling kecil 3m2 . sedangkan untuk ukuran maksimalnya di terapkan peraturan yang ada di Ok Park yaitu ukuran masksimal Papan Nama Usaha dan Toko adalah 4,5m2. Sedangkan untuk tinggi tiang dari Papan Nama Usaha atau Toko yang menjadi usulan adalah 3m.

(10)

10 Gambar 3. Usulan Ukuran Papan Nama Usaha

atau Toko

Penempatan Media Luar Ruang Penempatan Billboard pada kawasan ini di bagi menjadi 2, yaitu sebelah kanan dan kiri jalan. Penempatan Billboard yang akan di usulkan berada di sebelalah kiri dan kanan jalan di luar Jalur Pejalan Kaki. Berdasarkan peraturan pemerintah daerah, Billboard bisa di letakkan berjarak 1m dari jalur pejalan kaki dan pada kawasan yang tidak mempunya jalur pejalan kaki berjak 3m. Berdasarkan dari peraturan tersebut maka penempatan Billboard ini bisa di tempatkan. Berikut ini adalah penempatan Billboard pada Koridor Jalan Samudera dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Gambar 4. Usulan Penempatan Billboard

Untuk penempatan Papan Nama Usaha atau Toko di letakkan pada dinding bangunan. Ini bertujuan agar tidak terjadi penumpukan Papan Nama Usaha atau Toko yang ada pada Bangunan (Perdagangan dan Jasa). Letak dari Papan Nama Usaha atau Toko tersebut Minimal Berjarak 2,43m dari tanah. Untuk lebih Jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Gambar 4. Usulan Penempatan Billboard

Jarak Media Luar Ruang (Billboard)

Jarak Billboard perlu di atur karena untuk menghindari kesemberautan tata letaknya. Untuk membatasi

(11)

11 Jumlah Billboard pada lokasi studi

maka perlu di atur untuk menghindari penumpukan dan perlu di batasi jumlahnya. jumlah penempatan Media Luar Ruang terutama Billboard agar tidak tumpang tindah dan efektif dibaca oleh pengguna jalan. Jumlah Billboard yang dapat di kembangkan pada lokasi sudi adalah sebanyak 31 unit di sisi kiri dan kanan dengan jarak antara Billboard adalah 127m.

Orientasi Media Luar Ruang

Untuk orientasi pemasangan Media Luar Ruang khususnya terhadap Billboard dan Papan nama Usaha atau Toko, orientasinya harus sangat di perhatikan karena letak dari kawasan studi ini berada di tepi laut. Yang mana kalau orientasi dari pemasangan Billboard tersebut berhadapan langsung dengan laut, itu meningkatkan resiko kecelakaan yang akan di sebabkan oleh factor cuaca. Dan factor kedua adalah kemudahan membaca atau Penyampaian informasi yang ada pada Media Luar Ruang Tersebut. Oleh karena itu pemasangan Billboard pada kawasan ini harus tegak lurus terhadap Jalan (Horizontal). Orientasi tersebut sesuai dengan Peraturan Walikota Padang yang mengatur letak Media Luar

Ruang Horizontal (Tegak Lurus Terhadap Jalan). Untuk Lebih Jelasnya dapat di lihat pada ilustrasi atau sketsa di bawah ini.

Gambar 5. Usulan Orientasi Billboard

Gambar 5. Usulan Orientasi Papan Nama Usaha atau Toko

Pencahayaan Media Luar Ruang Penerangan yang nanti di gunakan harus bercahaya konstan dan tidak berkelap kelip serta intensitas cahaya tidak boleh merugikan atau menyilaukan mata pengguna jalan dan penduduk pada kawasan studi. Ini mengacu kepada Peraturan Mentri

(12)

12 Pekerjaan Umum No 20 Thun 2010

pasal 17 yang mengatakan pemasangan Iklan atau media informasi boleh menggunkan lampu dengan ketentuan Intensitas cahaya tidak menyilaukan mata dan pantunnya tidak menyilaukan. Dan juga mengacu pada hasil penelitian Surjono (Jurnal 2010) yang mengatakan untuk arahan mengenai pencahayaan di berikan berupa penggunaan cahaya eksternal (Lampu Penerangan Reklame).

4. Kesimpulan

 Terdapat 5 kriteria penilaian untuk penataan Media Luar Ruang (Billboard dan Papan Nama Usaha atau Toko) sesuai dengan kondisi idealnya yaitu berdasarkan kesesuain terhadap ukuran (tinggi dan besar), penempatan, Jarak, Orientasi dan pencahayaan.

 Untuk standar ideal pada ukuran Media Luar Ruang yang seharusnya adalah tinggi tiang 4 meter dan dimensi Ukurannya 4m x 6m (untuk Billboard). Sedangkan untuk Papan Nama Usaha atau Toko tingginya adalah minimal 2,43m dengan ukuran 3m2 sampai 4,5m2.  Penempatan Media Luar Ruang yang berjenis Billboard di letakkan pada jarak >3m dari tepi jalan yang tidak memiliki

jalur pejalan kaki dan berjarak >1 untuk tempat yang memiliki jalur pejalan kaki.Untuk Media Luar Ruang yang berjenis Papan Nama Usaha atau Toko di letakkan pada dinding bangunan (Projected Sign).

 Jarak Penempatan Minumum antara Billboard adalah 127m dengan Jumlah Billboard yang di izinkan pada Lokasi studi 31 unit Billboard pada sisi kiri dan 31 unit billboard pada sisi kanan.

 Orientasi Media Luar Ruang (Billboard dan Papan Nama Usaha atau Toko) pada kawasan studi di letakkan secara Horizontal atau menghadap kejalan.  Pencahayaan Media Luar Ruang Pada

Kawasan Studi di wajibkan setiap Memiliki penerangan sendiri dengan syarat tidak cahayanya tidak menyilaukan mata dan pantulan cahayanya tidak menyilaukan mata. Media Luar Ruang

 Dari hasil analisis, beradasarkan jenis Media Luar Ruang pada variable penilaiannya, ditemukan pada kondisi terdapat beberapa kesesuian dan tidak kesesuaian Media Luar Ruang antara lain sebagai berikut.

(13)

13 Tabel 11. Penilaian Kesesuain Media Luar Ruang

Pada Koridor Jalan Samudera

No.

Variabel

Billboard Papan Nama Usaha atau Toko Sesuai (%) Tidak Sesuai (%) Sesuai (%) Tidak Sesuai (%) 1. Ukuran (Tinggi Tiang dan Dimensi Ukuran) 12 88 41 59 2. Penempatan 0 100 36 64 3. Jarak 19 81 - - 4. Orientasi 84 16 95 5 5. Pencahayaan 16 84 82 18 Sumber : Hasil Analisis 2015

DAFTAR PUSTAKA

Branch, Melville C. 1996. Perencanaan Kota Komprehensif Pengantar dan Penjelasan. Terjemahan. Yogyakarta : Gajah Mada University Press.

Catanese, Anthony. 1988. Pengantar Perencanaan Kota. Terjemahan Susongko. Penerbit Erlangga. Jakarta.

Santosa, Sigit. 2009. Creative Advertising. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Watson, Donald. Alan Blattus dan Robert Shibley. 2003. Time-Saver : Standards For Urban Design. New York : The McGraw-Hill.

Pengaturan Teknis Jarak Antara Papan Reklame Menurut Ogden and Barnet, 1984 dalam (Robby, Skripsi 2007)

Identifikasi Penataan Reklame di Kota Medan (Pedia Aldy dan Muhammad Rijal, Jurnal Arsitektur Universitas Bandar Lampung, 2013)

Mandelker dan Enwald 1987 (dalam jurnal “ruang” volume 1 nomor 1 september 2009)

Sunarimahingsih, Yurita Titik , Makalah Menggagas Kopsep penataan Papan Reklame yang Humanis, Tahun 2010

Media Luar Ruang Dalam System Visual Ruang Publik Studi Kasus Kawasan Simpang Lima Semarang (Riyadi, Slamet. Tesis 2002)

Penataan Reklame Pada Koridor Jalan Utama Kota Mataram (Surjono 2010)

Peraturan Mentri Pekerjaan Umum Nomor 20 Tahun 2010 Tentang Pemamfaatan dan Penggunaan Bagian Jalan

Peraturan Walikota Padang Nomor 10

Tahun 2015 Tentang

Gambar

Tabel 1. Perbandingan Tinggi Tiang illboard  yang Paling Bermasalah
Tabel 6. Penilaian Penempatan Papan Nama  Usaha atau Toko
Gambar 2.  Usulan Ukuran Billboard
Gambar 3.  Usulan Ukuran Papan Nama Usaha  atau Toko
+3

Referensi

Dokumen terkait

Pada pompa yang terbuat dari sebagian bahan tahan karat, rumah pompa dibuat dari bahan yang sesuai untuk keperluaannya, sementara impeller, cincin impeller, dan selongsong poros

[r]

Selain itu, filter single- tuned yang akan dirancang diharapkan dapat meredam distorsi harmonisa dan memperbaiki faktor daya sehingga dapat mengingkatkan kualitas

Hasil analisis hubungan antara proses pelayanan klinis dengan kepuasan pasien diperoleh bahwa ada 4 orang (66,7%) yang merasa puas pada mereka yang merasa proses pelayanan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa sumber daya manusia, pengendalian intern akuntansi, komitmen organisasi dan perangkat pendukung berpengaruh positif

Divisi memilih menu utama untuk melakukan aktivitas pendataan, untuk menambah, menyimpan atau menghapus data pelaksanaan panen dan pembayaran divisi bisa memilih menu

Namun seiring berjalannya bisnis, tak sedikit pengusaha yang berjatuhan atau gagal dalam menjalankan bisnis karena beragam hal.. Dan hanya sedikit saja pengusaha

faktor-faktor tersebut di luar kegiatan belajar mengajar. Hasil uji menunjukkan pada prestasi kognitif, afektif dan psikomotor adalah p-value &gt; 0,05; maka Ho