Jurnal Keperawatan p-issn : 2477-1414
Volume 7, Nomor 1, Januari 2021 e-issn : 2716-0785
Hal 25-38
LITERATURE REVIEW :
EFEKTIFITAS MOBILISASI DINI UNTUKMENINGKATKAN PERISTALTIK USUS PADA PASIEN PASKA OPERASI ABDOMEN Emah Marhamah1, Ayu Nadiya Choire2
1, 2 Akper Karya Bhakti Nusantara Magelang
Telp. 08121484671/ E-mail : [email protected] ABSTRAK
Latar belakang : Pembedahan merupakan metode untuk mengobati kondisi yang sulit atau tidak mungkin disembuhkan dengan obat-obatan yang sederhana. Sebelum dilakukan pembedahan pasien mendapat anestesi yang bertujuan untuk menghilangkan rasa sakit selama operasi. Anestesi yang diberikan pada pasien akan memberikan efek kehilangan peristaltik normal atau penurunan peristaltik usus. Peristaltik usus paska pembedahan dapat diatasi dengan menstimulasi gerakan peristaltik usus yaitu dengan cara mobilisasi dini. Tujuan : Mengetahui efektifitas penerapan mobilisasi dini terhadap peristaltik usus Pada pasien paska operasi abdomen. Metode: Artikel ilmiah menggunakan pendekatan eksploratif menggunakan metode dan desain literatur review ini dengan mengambil sumber-sumber yang dilakukan pada tanggal 15 Juni sampai 25 Agustus dengan penelusuran Google Scholar yang sesuai dengan kata kunci dan kriteria bukan merupakan jurnal asuhan keperawatan, jurnal yang tidak dapat diakses full text. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juni sampai Oktober 2020. Hasil: Terdapat 533 yang diidentifikasi dan dipublikasikan dari tahun 2011-2020. Dari 533 artikel 3 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan mobilisasi dini yang dilakukan selama 6 jam, 12 jam, 24 jam dapat meningkatkan peristaltik usus pada pasien paska operasi abdomen. Simpulan: mobilisasi dini efektif mendukung dalam meningkatkan peristaltik usus pada pasien paska operasi abdomen. Kata kunci: Abdomen, Mobilisasi dini, Peristaltik Usus
ABSTRACT
Background: Surgery is a method of treating conditions that are difficult or impossible to cure with simple drugs. Before surgery, the patient is given anesthesia which aims to relieve pain during surgery. Anesthesia given to the patient will eliminate normal peristalsis or decrease bowel peristalsis. Postoperative intestinal peristalsis can be treated by stimulating bowel peristalsis with early mobilization. Objective: To determine the effectiveness of early mobilization of intestinal peristalsis in post-abdominal surgery patients. Methods: This exploratory study uses the method and design of this literature review by taking sources from 2020, June 15 to August 25 with a Google Scholar search that matches the keywords and criteria that are not nursing care journals, journals that cannot be accessed in full text. This research was conducted from June to October. Results: There were 533 identified and published from 2011-2020. Of 533 articles 3 articles meet the inclusion and exclusion criteria. Some research results show that the application of early mobilization for 6 hours, 12 hours, 24 hours can improve bowel peristalsis in post-abdominal surgery patients. Conclusion: Early mobilization is effective in increasing intestinal peristalsis in post-abdominal surgery patients.
PENDAHULUAN
Efek paska operasi tentang anestesi yang diberikan kepada pasien, akan memberikan efek antara lain kehilangan peristaltik normal karena anestesi memberikan hambatan terhadap rangsang syaraf untuk terjadinya peristaltik, sehingga memberikan dampak seperti distensi abdomen, atau ileus paralitik (Indah & Sejati, 2017). World Health Organization (WHO) menguraikan pasien laparatomi di dunia meningkat setiap tahun sebesar 10%. Angka jumlah pasien mencapai peningkatan yang sangat signifikan, pada tahun 2017 terdapat 90 juta dan pada tahun 2018 diperkirakan meningkat menjadi 98 juta pasien post operasi laparatomi.
Indonesia terdapat 1,2 juta pasien yang dilakukan tindak pembedahan, pembedahan yang paling sering dilakukan yaitu bedah abdomen. Pada tahun 2013 tindak pembedahan diperkirakan 32 % dan mengalami peningkatan pada tahun 2018 sekitar 42% diantaranya merupakan tindakan pembedahan laparatomi (Kemenkes RI, 2018). Pembedahan yang melibatkan abdomen seperti laparatomi dapat mengakibatkan penghentian dari pergerakan intestinal sementara. Hal ini disebut ileus paralitik, yaitu menurunnya gerakan pada usus dimana usus gagal atau tidak mampu melakukan kontraksi peristaltik untuk menyalurkan isinya, biasanya hanya
berlangsung antara 24-72 jam. Menurut Prayitno & Haryarti (2013) usus pada sistem pencernaan dapat berfungsi secara normal kembali apabila efek obat anestesi telah menghilang, sedangkan Gungel menyatakan bahwa peristaltik usus pasien post pembedahan kembali normal apabila pasien tersebut dapat merasakan kram ringan pada bagian perutnya, telah flatus, dan merasakan lapar (Cevik & Baser, 2016).
Cara untuk menstimulus gerakan peristaltik usus yaitu salah satunya dengan melakukan mobilisasi dini. Hal ini sesuai dengan manfaat dari mobilisasi dini yang berfungsi untuk menstimulasi gerakan peristaltik, meningkatkan tonus saluran pencernaan, mencegah terjadinya konstipasi dan menghilangkan distensi abdomen (Kozier, 2011). Mobilisasi dini yaitu latihan bertahap yang memungkinkan pasien paska pembedahan untuk dapat bergerak atau berpindah dari tempat tidurnya lebih awal sesuai dengan latihan yang telah ditentukan (Dube & Kshirsagar, 2014), sedangkan menurut Prayitno & Haryati (2013) mobilisasi dini mempengaruhi waktu pemulihan peristaltik usus pasien paska pembedahan, apabila mobilisasi dapat dilakukan lebih awal, maka aktifasi peristaltik usus pasien juga akan lebih cepat.
Beberapa penelitian yang sudah dilakukan untuk mendukung penelitian ini antara lain Stefanus (2013) mengemukakan
ada pengaruh mobilisasi yang signifikan dimana nilai p (0,002) < α (0,05), Windy (2020) menunjukkan ada pengaruh mobilisasi yang diperoleh nilai p value = 0,001 (p value < 0.1), dan menurut penelitian lain Nadila (2019) menunjukkan hasil penelitian p-value = 0,000 (<0,05) terdapat perbedaan waktu pemulihan peristaltik usus pasien kelompok intervensi dan kelompok kontrol.
Tujuan pada artikel ilmiah ini adalah mengetahuin pengaruh penerapan mobilisasi dini terhadap peristaltik usus pada pasien paska operasi abdomen.
METODE
Metode yang digunakan adalah studi literatur yaitu serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat, serta mengelolah bahan penelitian. Telaah literatur digunakan untuk mengumpulkan data atau sumber yang berhubungan dengan penerapan mobilisasi dini terhadap peristaltik usus pada pasien paska operasi abdomen yang didapat dari buku teks, jurnal yang diperoleh melalui internet maupun pustaka lainnya.
Kegiatan pengambilan data dilakukan terhitung mulai penyusunan proposal penelitian sampai penyampaian laporan akhir yang dilakukan tanggal 15 Juni sampai 25 Agustus 2020..
Populasi dalam artikel ilmiah ini adalah jurnal nasional akreditasi atau tidak
akreditasi yang berkaitan dengan penerapan mobilisasi dini pada peristaltik usus dengan pasien paska operasi abdomen. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, yaitu suatu teknik penetapan
sampel dengan cara memilih sampel di antara populasi sesuai dengan tujuan dan masalah dalam penelitian yang dikehendaki peneliti, sehingga sampel dapat mewakili karakteristik populasi yang telah diketahui sebelumnya (Nursalam, 2015).
Kriteria inklusi dalam karya ilmiah ini antara lain jurnal nasional terakreditasi dan belum terakreditasi yang berkaitan dengan penerapan mobilisasi dini pada peristaltik usus dengan pasien paska operasi abdomen, jurnal/publikasi penelitian terbit 10 tahun terakhir yaitu tahun 2011–2020 dan dilakukan dengan salah satu dari berbagai desain penelitian: quasi eksperiment.
Kriteria eksklusi pada artikel ilmiah ini adalah jurnal yang terkait dengan jurnal yang tidak bisa ditampilkan secara full texs, laporan review dan laporan asuhan keperawatan. merupakan artikel review, laporan keperawatan dan jurnal yang tidak bisa diakses secara full text.
Sampel dalam artikel ilmiah ini adalah 3 jurnal nasional yang berkaitan dengan adanya pengaruh mobilisasi dini terhadap peristaltik usus pada pasien paska operasi abdomen. Pencarian data dalam artikel ilmiah ini dilakukan melalui website portal jurnal
yang dapat diakses seperti google scolar, diketemukan sekitar 763 jurnal sesuai dengan topik dan kata kunci yang diteliti yaitu mobilisasi dini, peristaltik usus. Jurnal sejumlah 763 kemudian dilakukan skrining yaitu penyaringan atau pemelihan data sehingga terpilih 557 jurnal yang berbahasa Indonesia. Sejumlah 557 jurnal tersebut diskrining menurut tahun terbit terdapat, terdapat 533 jurnal yang terbit 10 tahun terahir, kemudian terdapat 125 jurnal dengan desain quasy exsperimen, selanjurnya di skrining lagi sehingga 85 jurnal yang dapat diakses full texs. Sejumlah 85 jurnal tersebut terdapat 21 jurnal yang sesuai dengan kriteria inklusi yang akhirnya terseleksi menjadi 3 jurnal dengan pertimbangan memenuhi kriteria inklusi yang memenuhi syarat untuk selanjurnya dianalisis.
Analisa data dilakukan setelah data melewati tahapan skrining sampai dengan ekstraksi data maka analisa dengan menggabungkan semua data yang memenuhi persyaratan inklusi menggunakan teknik baik kuantitatif, kualitatif atau keduanya. Analisis yang digunakan menggunakan analisisis jurnal, kemudian dilakukan koding terhadap isi jurnal yang direview menggunakan kategori mobilisasi dini dan peristaltik usus dicari persamaan dan perbedaannya. Ringkasan jurnal kemudian dianalisis PICO (population, intervention, comparation, outcome) terhadap isi yang dalam tujuan
artikel ilmiah dan hasil/temuan artikel ilmiah sehingga dapat dilihat bagaimana penerapan terapi bermain terhadap tingkat kecemasan anak prasekolah akibat hospitalisasi. Hasil dari analisa data selanjutnya akan dibahas untuk menarik kesimpulan.
Literature review ini disintesis
menggunakan metode naratif dengan mengelompokkan data hasil ekstraksi yang sejenis sesuai dengan hasil yang diukur untuk menjawab tujuan penelitian. Jurnal penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dikumpulkan dan dibuat ringkasan jurnal meliputi nama peneliti, tahun terbit jurnal, judul penelitian, metode dan ringkasan hasil atau temuan.
HASIL
Artikel ilmiah literature review dengan judul “ Penerapan mobilisasi Dini Terhadap Peristaltik Usus Pada Pasien Paska Operasi Abdomen” telah dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2020. Pada bab ini akan menjelaskan hasil pencarian atau penelusuran jurnal melalui Google Scoolar, penelusuran sumber literature riview dilakukan skrining sesuai dengan kriteria inklusi dan eklusi menggunakan diagram (Preferred Reporting Items For Systematic
Revuews and Meta-analyses) PRISMA pada
Langkah-langkah penelusuran jurnal dengan diagram PRISMA
Gambar 1.1 Diagram PRISMA Penelusuran pada situs Google Scholar (n = 763)
Hasil jurnal keseluruhan (n=763)
Screening bahasa (n= 763)
Screening:
a. Jurnal bahasa Indonesia (n=557) b. Jurnal bahasa inggris (n=206)
Screening tahun (n= 557)
Screening tahun:
a. Jurnal 10 tahun terahir (n=533)
b. Jurnal lebih dari 10 tahun terahir (n=24)
Desain penelitian (n=533)
Desain penelitian :
a. Desain yang digunakan Quasi eksperimen (n=125) b. Desain yang tidak digunakan
1. Survey studi (n=173)
2. Cross sectional study (n=144) 3. Analisis kolerasi (n=61)
Screening berdasarkan full text
(n=125)
Full text :
Jurnal yang berkaitan dengan pengaruh mobilisasi dini terhadap peristaltik usus (n=85)
Tidak full text
Jurnal yang tidak dapat diakses full text (n=40)
Jurnal sesuai dengan kriteria ekslusi
(n=85)
Kriteria ekslusi (n=32)
a. Jurnal yang terkait rivew laporan/naskah publikasi (n=29) b. Jurnal yang berkaitan dengan asuhan keperawatan (n=35) Kriteria inklusi : (n=21)
Jurnal dengan kriteria inklusi (n = 21) Jurnal akhir yang sesuai
dengan kriteria inklusi (n= 3)
Kriteria Inklusi :
Jurnal yang berkaitan dengan pengaruh mobilisasi dini terhadap peristaltik usus (n=2)
Naskah publikasi yang berkaitan dengan mobilisasi terhadap peristaltik usus (n=1).
Alasan :
a. Isi jurnal lengkap
b. Ketiga jurnal dengan kriteria inklusi
c. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh mobilisasi dini terhadap peristaltik usus pada pasien paska operasi Abdomen
Hasil pencarian literature yang akan dianalisis dan ditetapkan secara literature review adalah sebagai berikut:
Table 1.1 : Sistematik Riview 2011-2020
Sumber
Bahasa Tahun Database N
Jenis studi penelitian Scrining Desain penelitian Quasi experimental True sectional Deskriptif kualitatif Bahasa Indonesia 2011 Google Scholar 156 3 0 3 0 2012 113 2013 65 2014 49 2015 41 2016 32 2017 24 2018 21 2019 17 2020 15
Sumber : Data Google Sholar
PEMBAHASAN
Pembahasan dibawah ini seperti pembahasan yang dilakukan pada penelitian pada umumnya, namun pada literature review pembahasan difokuskan pada kajian yang sudah tertulis pada bab II ditambahkan dengan sumber pendukung yang ada. Pada bagian pembahasan, peneliti menuliskan atau mengumpulkan semua penemuan yang telah dinyatakan dalam hasil dan menghubungkannya dengan perumusan masalah hipotesis. Dalam bab ini yang bisa dilakukan adalah membandingkan penemuan tersebut dengan penemuan lain menunjukan apakah hasil tersebut memperkuat, berlawanan atau sama sekali tidak sama dengan penemuan yang lain (baru).
1. Populasi/population dari jurnal yang digunakan
Nadila, dkk (2019) populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pasien paska operasi abdomen sebanyak 40 responden yang terbagi menjadi 2, kelompok yaitu 20 kelompok intervensi dan 20 kelompok kontrol, mobilisasi dini dilakukan pada pasien dewasa dengan usia 18-64 tahun dan pasien post pembedahan jam ke-0 yang telah dipindahkan ketempat ruang rawat inap dengan kesadaran
composmentis serta vital sign stabil.
Pengambilan sampel penelitian ini dilakukan dengan teknik purposive sampling yaitu sampel yang dipilih
populasi seluruhnya yaitu pasien post pembedahan.
Stefanus, (2013) populasi dalam penelitian ini adalah pasien dengan usia 15-60 tahun dan pasien pasca operasi abdomen. Sample yang digunakan dalam penelitian ini 18 responden. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling yaitu memilih sampel diantara populasi sesuai dengan yang dikehendaki peneliti. Windy, dkk (2020) populasi dalam penelitian yaitu pasien post pembedahan abdomen dengan sampel yang berjumlah 72 responden yang dibagi dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol.
Asumsi dari ketiga penelitian dapat disimpulkan bahwa mobilisasi dini dapat diberikan pada klien yang mengalami penurunan peristaltik usus. Hal ini sesuai dengan pendapat Potter & Perry (2014), bahwa populasi yang diharapkan dalam penelitian pasien paska operasi yang memerlukan latihan mobilisasi seperti kolostomi, laparatomi atau apendiktomi, untuk mengembalikan fungsi peristaltik usus sehingga pasien yang mengalami penurunan peristaltik usus paska operasi dapat meningkat kembali peristaltik ususnya.
2. Intervensi/intervention dari jurnal yang digunakan
Nadila, dkk (2019), menjelaskan bahwa mobilisasi dini dilakukan pada pasien post operasi abdomen yang mengalami penurunan peristaltik usus. Instrumen yang digunakan dalam pengukuran peristaltik usus normal yaitu
checklist mobilisasi dini meliputi
pertanyaan waktu pembedahan, jenis anestesi, waktu kembali keruang rawat, dan selanjutnya melakukan pemeriksaan peristaltik usus dengan menggunakan stetoskop dan arloji lalu menulis hasil dilembar observasi waktu aktifitasi peristaltik usus (Nursalam, 2014). Stefanus, (2013) menjelaskan bahwa tindakan mobilisasi dini diberikan pada pasien paska operasi abdomen.
Windy, dkk (2020) intervensi keperawatan pada klien paska operasi abdomen dilakukan dengan 3 tahap, yaitu tahap pertama dilakukan 4-6 jam pertama setelah operasi, pada tahap ini responden diberikan tindakan Range Of Motion Pasif (ROM kiri), tahap dua dilakukan pada 8-10 jam pos operasi dimana responden diberikan intervensi mobilisasi dini dengan gerakan miring kanan dan miring kiri, tahap tiga dilakukan pada 12-24 jam pos operasi dengan gerakan mobilisasi dini pada tahap duduk bersandar dengan kaki menjuntai dan digerak-gerakkan.
Pengukuran ulang waktu muncul dan frekuensi peristaltik usus dilakukan 15 menit setelah intervensi.
Asusmsi dari ketiga penelitian menunjukkan bahwa penerapan mobilisasi dini dapat meningkatkan peristaltik usus pada pasien paska operasi abdomen. Hal ini sependapat dengan Smeltzer B & Cheever, (2010) mobilisasi dini dilakukan setelah pasien sadar dan tanda-tanda vital normal, pasien dianjurkan nafas dalam menghirup melalui hidung dan mengeluarkan melalui mulut, lalu melakukan latihan kaki dengan gerakan telapak kaki di fleksi dan ekstensi, memutar pergelangan kaki, menaikkan dan dan menurunkan kaki, fleksi lutut dan ekstensi. Setelah 6 jam dilakukan pergerakan miring kanan dan miring kiri sekurangnya 3x dalam 1 jam. Setelah 12 jam dianjurkan untuk duduk selama 10-15 menit baik bersandar atau tidak. Setelah 24 jam belajar berdiri dan berjalan disekitar kamar hal ini perluh dilakukan sedini mungkin pada pasien untuk mengembalikan fungsi pencernaan pasien kembali normal.
Nadila, dkk (2019), menjelaskan bahwa mobilisasi dini dilakukan pada pasien post operasi abdomen yang mengalami penurunan peristaltik usus. Instrumen yang digunakan dalam pengukuran peristaltik usus normal yaitu
checklist mobilisasi dini meliputi
pertanyaan waktu pembedahan, jenis anestesi, waktu kembali keruang rawat, dan selanjutnya melakukan pemeriksaan peristaltik usus dengan menggunakan stetoskop dan arloji lalu menulis hasil dilembar observasi waktu aktifitasi peristaltik usus (Nursalam, 2014). Stefanus, (2013) menjelaskan bahwa tindakan mobilisasi dini diberikan pada pasien paska operasi abdomen.
Windy, dkk (2020) intervensi keperawatan pada klien paska operasi abdomen dilakukan dengan 3 tahap, yaitu tahap pertama dilakukan 4-6 jam pertama setelah operasi, pada tahap ini responden diberikan tindakan Range Of Motion Pasif (ROM kiri), tahap dua dilakukan pada 8-10 jam pos operasi dimana responden diberikan intervensi mobilisasi dini dengan gerakan miring kanan dan miring kiri, tahap tiga dilakukan pada 12-24 jam pos operasi dengan gerakan mobilisasi dini pada tahap duduk bersandar dengan kaki menjuntai dan digerak-gerakkan. Pengukuran ulang waktu muncul dan frekuensi peristaltik usus dilakukan 15 menit setelah intervensi.
Asusmsi dari ketiga penelitian menunjukkan bahwa penerapan mobilisasi dini dapat meningkatkan peristaltik usus pada pasien paska operasi abdomen. Hal ini sependapat dengan Smeltzer B &
Cheever, (2010) mobilisasi dini dilakukan setelah pasien sadar dan tanda-tanda vital normal, pasien dianjurkan nafas dalam menghirup melalui hidung dan mengeluarkan melalui mulut, lalu melakukan latihan kaki dengan gerakan telapak kaki di fleksi dan ekstensi, memutar pergelangan kaki, menaikkan dan dan menurunkan kaki, fleksi lutut dan ekstensi. Setelah 6 jam dilakukan pergerakan miring kanan dan miring kiri sekurangnya 3x dalam 1 jam. Setelah 12 jam dianjurkan untuk duduk selama 10-15 menit baik bersandar atau tidak. Setelah 24 jam belajar berdiri dan berjalan disekitar kamar hal ini perluh dilakukan sedini mungkin pada pasien untuk mengembalikan fungsi pencernaan pasien kembali normal.
3. Perbandingan (comparation) a. Populasi (population)
Dalam ketiga jurnal yang diambil, memiliki perbedaan jumlah responden, pada jurnal Nadila, dkk (2019) terdapat 40 responden, pada jurnal Stefanus, (2013) terdapat sebanyak 18 responden, sedangkan pada jurnal Windy, dkk (2020) terdapat sebanyak 72 responden, dilihat dari jumlah sampel penelitian, Nadila, dkk (2019) dan Windy (2020), lebih memenuhi dari jumlah sampel yang representative karena jumlahnya lebih dari 30 responden, hal ini sesuai
dengan yang disampaikan Sugiyono (2012), bahwa ukuran sampel yang layak dalam penelitian adalah antara 30-500 responden, untuk penelitian eksperimen sederhana yang menggunakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol maka jumlah anggota sampel masing-masing antara 10-20 responden.
b. Intervensi (intervention)
Nadila, dkk (2019), menjelaskan bahwa mobilisasi dini dilakukan pada pasien post operasi abdomen yang mengalami penurunan peristaltik usus, dengan menggunakan alat ukur yaitu checklist mobilisasi dini, lembar observasi waktu aktfitasi peristaltik dengan memeriksa peristaltik usus menggunakan stetoskop dan arloji, tetapi tidak dijelaskan SPO pelaksanaan mobilisasi dini secara lengkap. Stefanus, (2013) intervensi dilakukan pada pasien paska operasi abdomen, dengan menggunakan alat ukur lembar observasi, stetoskop dan arloji, akan tetapi tidak dijelaskan intervensinya. Windy, dkk (2020) intervensi keperawatan pada klien paska operasi abdomen dilakukan dengan 3 tahap, yaitu tahap pertama dilakukan 4-6 jam pertama setelah operasi, pada tahap ini responden diberikan tindakan Range Of
dilakukan pada 8-10 jam pos operasi dimana responden diberikan intervensi mobilisasi dini dengan gerakan miring kanan dan miring kiri, tahap tiga dilakukan pada 12-24 jam pos operasi dengan gerakan mobilisasi dini pada tahap duduk bersnadar dengan kaki menjuntai dan digerak-gerakkan. Pengukuran ulang waktu muncul dan frekuensi peristaltik usus dilakukan 15 menit setelah intervensi.
Intervensi ketiga jurnal tersebut dapat disimpulkan bahwa yang paling mendekati kriteria representative intervensi dalam pelaksanaan penelitian mobilisasi dini terhadap peristaltik usus adalah penelitian yang dilakukan oleh Windy, dkk (2020). Didukung oleh teori dibawah ini yang disampaikan oleh Potter & Perry (2010) bahwa tahapan mobilisasi dini yang dilakukan adalah menganjurkan pasien untuk menarik nafas dalam dan batuk efektif setelah pasien sadar, tahapan selanjutnya yaitu apabila tangan dan kaki pasien sudah bisa digerakkan maka pasien diminta untuk memutar dan menggerakan pergelangan tangan dan kaki, lalu menekuk dan meluruskan kedua lutut kaki secara mandiri atau dibantu, tahapan selajutnya pasien diminta miring ke kanan dan miring ke kiri, tahapan yang terakhir yaitu
meninggikan posisi kepala pasien secara bertahap dengan memastikan vital sign stabil dan tidak ada keluhan seperti mual dan muntah. Penanganan peristaltik usus selain menggunakan mobilisasi dini yaitu menggunakan ROM. Setelah dilakukan intervensi tersebut dilakukan pengukuran peristaltik usus dengan alat ukur lembar observasi, stetoskop dan arloji.
c. Hasil (outcome)
Hasil penelitian Nadila, dkk (2019) bahwa ada pemulihan peristaltik usus pada pasien kelompok intervensi 45 menit dan waktu terlama 870 menit, sedangkan pada kelompok kontrol waktu pemulian peristaltik usus yaitu 300 menit dan waktu terlama 1.260 menit, sehingga didapatkan nilai p-value 0,000 (<0,05) artinya terdapat pengaruh pemberian mobilisasi dini terhadap pemulihan peristaltik usus pada pasien paska operasi.
Penelitian Stefanus, (2013) menyatakan pada 4 jam pertama tidak ada pasien yang pulih peristaltik ususnya dan 4 jam kedua sebelum perlakuan mobilisasi dini terdapat 8 responden (44,4%) yang telah pulih peristaltik ususnya, sedangkan 4 jam ketiga setelah perlakuan ternyata semua responden yaitu berjumlah 18 orang (100%) telah pulih peristaltik ususnya,
dan didapatkan nilai p (0,002)< α (0,05) hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh mobilisasi dini terhadap pemulihan peristaltik usus pada 4 jam ketiga paska operasi abdomen.
Penelitian Windy, dkk (2020) dengan 72 responden didapatkan hasil rerata skor waktu muncul peristaltik usus pada kelompok sama-sama terjadi di tahap 4-6 jam post operasi yaitu kelompok intervensi 355,97 menit sedangkan waktu muncul peristaltik usus kelompok kontrol yaitu 536,06 menit sehingga didapatkan nilai p=0,001 yang artinya ada pengaruh yang sangat signifikan mobilisasi dini terhadap waktu muncul peristaltik usus pada kelompok intervensi.
Hasil ketiga jurnal tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian yang paling efektif dilakukan oleh Nadila, dkk (2019) karena hasil dari penelitiannya menunjukkan nilai selisih signifikan dan memiliki waktu tercerpat dan waktu terlama, sehingga terjadi perbedaan sebelum dan sesudah diberikan mobilisasi dini.
4. Hasil/outcome penelitian dari 3 jurnal yang digunakan
Hasil penelitian Nadila, dkk (2019) didapatkan perbedaan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan waktu tercepat pemulihan kelompok
intervensi yaitu 45 menit dan waktu tercepat 870 menit, sedangkan kelompok kontrol waktu tercepat 300 menit, dan waktu terlama 1.260 menit, sehingga didapatkan nilai p-value 0,000 (<0,05) maka dapat diambil kesimpulan bahwa ada pengaruh pemberian mobilisasi dini terhadap pemulihan peristaltik usus pada pasien paska operasi di RS PKU Muhammdyah Gamping.
Hasil penelitian Stefanus, (2013) menyatakan pada 4 jam pertama sebelum perlakuan mobilisasi dini dan setelah perlakuan ternyata tidak ditemukan adanya pemulihan peristaltik usus pada semua responden. 4 jam kedua sebelum perlakuan mobilisasi dini terdapat 8 responden (44,4%) yang telah pulih peristaltik ususnya, sedangkan 4 jam ketiga setelah perlakuan ternyata semua responden yaitu berjumlah 18 orang (100%) telah pulih peristaltik ususnya, dan didapatkan nilai p (0,002)< α (0,05) hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh mobilisasi dini terhadap pemulihan peristaltik usus pada 4 jam ketiga paska operasi abdomen.
Hasil penelitian Windy, dkk (2020) didapatkan hasil rerata skor waktu muncul peristaltik usus pada kelompok sama-sama terjadi di tahap pertama 4-6 jam post operasi yaitu kelompok intervensi waktu muncul yaitu 355,97 menit, sedangkan
waktu muncul peristaltik kelompok kontrol yaitu 538,06 menit sehingga nilai p=0,001 yang artinya ada pengaruh yang sangat signifikan mobilisasi dini terhadap waktu muncul peristaltik usus pada kelompok intervensi.
Asumsi dari ketiga jurnal tersebut dapat dilihat bahwa pasien paska operasi abdomen yang mendapat tindakan mobilisasi dini mengalami peningkatan peristaltik usus. Hal ini diperkuat oleh teori yang disampaikan Handayani (2015) bahwa mobilisasi dapat meningkatkan peristaltik usus. Pendapat lain disampaikan oleh Kozier (2011) manfaat dari mobilisasi dini yang berfungsi untuk menstimulasi gerakan peristaltik, meningkatkan tonus saluran pencernaan, mencegah terjadinya konstipasi dan menghilangkan distensi abdomen.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil review jurnal penelitian yang telah diteliti dengan adanya perbedaan population, intervention,
comparation, dan ooutcome dapat
disimpulkan bahwa mobilisasi dini efektif untuk meningkatkan peristaltik usus pada pasien paska operasi abdomen, mobilisasi dini paling baik diberikan pada pasien setelah 6 jam, 12 jam dan 24 jam dan keefektifan mobilisasi dini dapat dilihat dari pengukuran
peristaltik usus yang kembali normal yaitu 5-35x/menit
UCAPAN TERIMA KASIH
Dalam hal ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Direktur Akper Karya Bhakti Nusantara Magelang Ketua Yayasan Karya Bhakti Magelang dan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat yang telah memberikan dukungan moril maupun materiil dalam penyelesaian publikasi ini.
DAFTAR PUSTAKA
Alimul, Hidayat dan Musrifatul Uliyah. 2014.
Pengantar kebutuhan dasar manusia. Edisi 2. Jakarta: Salemba medika.
Arianti, Mayna, dan Hidayat. 2020. Mobilisasi Dini Terhadap Pemulihan Peristaltik Usus dan Skala Nyeri Paisen Post. Journal of Holistic Nursing Science. Cevik, S. A. & Baser, M. 2016. The Effect Of
Gum Chewing On Bowel Sounds, Passing Intestinal Gas, and Early Discharge From Hospital In Early Post-Caesarean Period: A sistematic Review. International Journal of Education and Research.
Dube, J. V. & Kshirsagar, N. S. 2014. Effect of Planned Early Recommended Ambulation Technique on Selected Post Caesarean Biophysiological Health Parameters. Journal of Krishna Institute of
Medical Sciences University.
Engram. 2009. Rencana Asuhan Keperawatan
Ernawati, Suryani, dan Rahmawati,id. 2014. Pengaruh Kembalinya Peristaltik Usus Pada Pasien Post SC. Jurnal Ilmiah
Kebidanan. Vol. 5.No. 1 hlm 111-118.
Akademi Kebidanan Graha Mandiri Cilacap.
Guyton, A. C. & Hall, J. E. 2014. Buku Ajar
Fisiologi Kedokteran (9th ed.; I. Setiawan,
Ed.). Jakarta: EGC.
Handayani, Sri. 2015. Naskah Publikasi :
Pengaruh Mobilisasi Dini Terhadap Intensitas Nyeri Post Operasi Sectio
Cesarea di RSUD Dr. Moewardi
Surakarta. Surakarta : Stikes Kusuma Husada.
Hartoyo, Eko Puji 2015. Hubungan antara
Karakteristik Demografi dengan
Pengetahuan Mobilisasi Dini pada Pasien Post Operasi Laparatomi di RS PKU
Muhammadiyah Bantul. Repository Universitas Muhamadiyah Yogyakarta. Jogjakarta: PSIK UMY.
Indah, Ratna dan Wahyu Sejati. 2017.“Pengaruh Mobilisasi Dini TerhadapWaktu Pemulihan Peristaltik
Usus Pada Pasien Pasca Operasi
Laparatomi Di Ruang Rawat Inap RSUD
Pandan Arang Boyolali. Skripsi, Sekolah Pascasarjana. Surakarta. Stikes Kusuma Husada.
Indiarti, MT. 2007. Panduan Lengkap
Kehamilan, Persalinan dan Perawatan Bayi. Jogyakarta: Diglossia Media.
Katuuk, Mario E, and Gresty N M Masi. 2018. “Pengaruh Mobilisasi Dini Terhadap Peristaltik Usus Pada Pasien Pasca Laparatomi di RSU GMIM
Pancaran Kasih Manado. Skripsi, Sekolah Pascasarjana. Kupang. Stikes Maranatha. Kiik, S.M. 2013. Pengaruh Mobilisasi Dini
Terhadap Waktu Pemulihan Peristaltik Usus Pada Psien Pasca Operasi Abdomen di Ruang ICU BPRSUD Labuang Baji Makassar. Jurnal Kesehatan, Nomor 1.
Kozier & Erb, et al. 2009. Buku Ajar Praktik
Keperawatan Klinis. edisi 5.Jakarta :
EGC.
Kozier, B., Glenora, E., Berman, A., & S. S. 2011. Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Prose & Praktik
Vol. 2. Jakarta: EGC.
Long. 2013. Perawatan medikal bedah,
Volume 2. Bandung : Yayasan Ikatan
Alumni Padjajaran.
Mayna, N. P. 2019. Pengaruh Mobilisasi Dini Terhadap Peristaltik Usus Pasien Post Pembedahan di RS PKU Muhammadyah Gamping. Journal Of Holistic Nursing
Science, 7(1), 21-31. Skripsi, Sekolah
Pasca Sarjana. Yogyakarta. Universitas Muhammadyah Yogyakarta.
Muttaqin, A & Sari, K, 2009, Asuhan
Keperawatan Perioperatif: Konsep,
Proses, Aplikasi, Jakarta: Salemba
Medika.
Notoatmojo, S. 2010. Pendidikan dan
Perilaku Kesehatan, Jakarta: Rineka
Cipta.
Nursalam. 2013. Metodologi Penelitian Ilmu
Keperawatan Pendekatan Praktis. edisi 3.
Jakarta: Salemba Medika.
Nursalam. 2015. Manajemen Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Potter & Perry. 2005. Buku Ajar Fundamental
Keperawtan: Konsep, Proses &
Praktek.Alih bahasa Yasmin Asih et al.
Edisi 4.Vol 1. Jakarta: EGC.
Potter, & Perry. 2010. Buku Ajar
Fundamental Keperawatan: Konsep,
Proses, dan Praktek Vol. 2. Jakarta: EGC. Prayitno, Joko., & Haryati, Dwi Susi. 2013.
Hubungan Ambulasi Dini terhadap Aktifasi Peristaltik Usus pada Pasien Post Operasi Fraktur Ekstremitas Bawah dengan Anestesi Umum di Ruang Mawar
di RS Dr. Moewardi Surakarta. Jurnal
KesMaDaSka -Januari 2013.
Smeltzer, S.C., Bare, B.G., Hinkle, J.L., & Cheever, K.H. 2013. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Edisi 8 volume 2.Jakarta: EGC
Sugiono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D.
Bandung: Alfabeta CV
Smeltzer, S.C., Bare, B.G., Hinkle, J.L., & Cheever, K.H. 2010. Brunner And
Suddarth’s Text Book Of Medical Surgical Nursing. 11th ed. Lippincott Williams &
Wilkins, Inc.
Sriharyanti, D.E., Ismonah., Syamsul A. 2016. Pengaruh Mobilisasi Dini ROM Pasif Terhadap Pemulihan Peristaltik Usus pada Pasien Paska Pembedahan dengan Anestesi Umum di SMC RS Telogorejo.
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, Nomor 5, 239-247.
Windy, Amalia, Suratun. 2013. Waktu Muncul dan Frekuensi Peristaltik Usus pada Pasien Post Operasi Dengan Mobilisasi. Jurnal Ilmu Keperawatan dan