PERANCANGAN INTEGRATED TUG-BARGE (ITB) PENGANGKUT CNG (Compressed Natural Gas)
YANG SESUAI UNTUK PERAIRAN SEMBAKUNG-NUNUKAN
Danu Utama NRP. 4108 100 065 Dosen Pembimbing:
Ir. Wasis Dwi Aryawan, M.Sc, Ph.D
TUGAS AKHIR (MN 091382)
JURUSAN TEKNIK PERKAPALAN FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN
INSTITUT TEKNILOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2013
1. Latar Belakang
- Rencana dibangunnya pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Kabupaten Nunukan, Kal-Tara.
- Rencana dibangunnya stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) di Nunukan, Kal-Tara.
- Sumber gas berada di kecamatan Sembakung, yang berjarak sekitar 25 mil laut dari Nunukan.
- Diperlukan sarana pengangkutan gas yang lebih efektif dari Sembakung ke Nunukan.
- Integrated Tug-Barge memiliki beberapa kelebihan dibanding sarana lain, melihat dari segi perairan Sembakung-Nunukan.
2. Rumusan Masalah
“Bagaimanakah desain Integrated Tug-Barge yang sesuai dengan karakteristik perairan Subakung-Nunukan, yang dapat menambah efisiensi distribusi CNG (Compressed Natural Gas) di daerah tersebut?”
3. Tujuan
Tujuan dari pengerjaan tugas akhir ini adalah:
• Mendapatkan ukuran utama barge dan tugboat ( L, B, H, T ).
• Mendapatkan rencana garis dan rencana umum
integrated tug barge.
• Mengetahui biaya pembangunan dan biaya
operasional pembangunan Integrated Tug Barge
4. Tinjauan Pustaka A. Gas Alam
- Pengertian
Gas alam merupakan bahan bakar fosil atau senyawa organik yang terdapat jauh di bawah permukaan bumi yang terbentuk jutaan tahun lalu akibat adanya tekanan dan perubahan geografis.
- Komposisi Kimia
kadar komponen gas alam (http://www.wikipedia.com/gas_alam.htm)
Komponen Kadar (%) Metana (CH4) 80-95
Etana (C2H6) 5-15 Propana (C3H8) dan Butana (C4H10) <5
- Pemanfaatan Gas Alam
1. Gas alam sebagai bahan bakar 2. Gas alam sebagai bahan baku
- pabrik pupuk
- petrokimia,metanol
- bahan baku plastik, dll - Pengemasan Gas Alam
Salah satu cara pengemasan gas alam adalah dengan mengkonversikanya ke dalam bentuk CNG.
CNG adalah gas alam yang dimampatkan yang kemudian disimpan di dalam wadah yang khusus dengan tekanan antara 200 – 250 bar
- Tipe Tabung CNG
a. Tabung CNG tipe 1
Tabung ini secara keseluruhan terbuat dari baja b. Tabung CNG tipe 2
Tabung tipe 2 terbuat dari baja dan material komposit berupa resin dan fiber.
c. Tabung CNG tipe 3
Tabung Tipe ini terbuat dari alumunium. d. Tabung CNG tipe 4
Tabung Tipe 4 terbuat bahan plastik dan
overwrap penuh serat karbon atau konstruksi
B. Kapal Tunda
- Kapal Tunda untuk Perairan Samudera - Kapal Tunda untuk Pelabuhan dan Dok
- Kapal Tunda untuk Sungai dan Perairan Dangkal C. Barge (Tongkang)
• Dry cargo barge
Muatan kering di atas deck, dibawah deck
• Tank barge
Single skin tank barge, Double skin tank barge, Oil tank and fuel oil tank barge, Chemical tank barge
• Other barge type
E. Integrated Tug-Barge (ITB)
Merupakan kesatuan antara kapal tunda dan tongkang yang terkunci bersama-sama dalam konfigurasi yang kaku dan menjadikannya seolah satu unit kapal.
Beberapa keuntungan penggunaan Integrated tug-barge di daerah perairan dangkal:
- ITB memiliki ukuran yang relative lebih pendek daripada tugboat konvensional.
- ITB dapat mengatur power kapal dengan sendirinya - Kemampuan manuver ITB lebih baik
Sistem Sambungan pada Integrated Tug-Barge
- Rope connection
Sistem penyambungan dilakukan dengan cara
mengikatkan bagian ujung kapal tunda dengan bagian belakang tongkang
- Mechanical connection
Alat pengikat pada sistem Mechanical Connection
berupa connecting blok. Connecting blok dapat
bekerja secara mekanis yang dikendalikan dari ruang kemudi tugboat.
5. Metodologi Penelitian
Mulai
Studi literatur
1CNG, Kemasan CNG, Transportasi CNG 2Integratd Tug Barge
3Metode Perancangan Kapal
Pengumpulan data teknis 1Kebutuhan CNG Nunukan 2Kedalaman perairan
3Jarak Sembakung -Nunukan
Menganalisa data dan menentukan: 1Perencanaan jumlah muatan
2Konsep Pengangkutan CNG
3Barge yang sesuai untuk pembanding
Penentuan variabel Penentuan batasan Penentuan parameter
Perhitungan optimasi ukuran utama barge dengan fungsi objektif harga material
Pembuatan rencana garis dan rencana umum Barge
Penyesuaian rencana umum barge dengan rencana umum tug boat
Mencari tug boat pembanding yang sesuai dengan ukuran barge. Ukuran utama optimum Barge
Perhitungang optimasi ukuran utama tug boat
Pembuatan lines plan dan rencana umum tug boat
Didapatkan Rencana Umum
Data Teknis
• Jumlah gas yang diangkut dalam sehari adalah 25 MMscf. (sumber: energytoday.com)
• Jarak Sembakung-Nunukan 25 nm (sumber:google
earth,2013)
Perencanaan Jumlah Muatan
Kebutuhan gas sekali angkut
= 8.33 MMscf
= 8330000 scf = 235879.33 m³
Tabung yang digunakan
Type :1 Model Number :-Tekanan : 3600Psi Diameter : 355.092mm Panjang : 1775.968mm volume : 142liter Kapasitas CNG : 45.555m³ Total Berat : 181.98kg
Total tabung yang diperlukan = total muatan/kapasitas tabung = 5178 tabung
Daya tampung tiap kontainer
kontainer 40 feet = 228tabung kontainer 20 feet = 109tabung
Dimensi kontainer yang dipakai 20 ft Panjang = 6.058m
Lebar = 2.438m Tinggi = 2.591m Berat = 2200kg
Jumlah Kontainer 20 feet yang diperlukan = jumlah tabung/kapasitas kontainer = 48 Kontainer
Berat Total Muatan Total Tabung yang diangkut
= 5232tabung Berat Total Tabung
= 952119.4kg Berat Total kontainer kosong
= 105600kg Berat Total Muatan = 1057719kg = 1057.719ton
Penataan Kontainer pada Barge memanjang 6baris melebar 4baris tumpukan 2tumpuk
• Kapal Pembanding
Nama Kapal Principal
Dimension Rasio Lpp (m) Bm (m) H (m) T (m) L/B B/T T/H Dolphin II 45.000 12.000 3.000 2.370 3.750 5.063 0.790 DUPA V 45.720 15.240 3.050 2.400 3.000 6.350 0.787 EKA RAYA 39.600 10.500 2.500 2.000 3.771 5.250 0.800 GUNUNG MAS 42.700 12.200 3.050 2.570 3.500 4.747 0.843 IWCI 43.780 12.100 3.050 2.350 3.618 5.149 0.770 RAGAMAS VII 42.000 15.200 2.880 2.100 2.763 7.238 0.729 SAUKI DELAPAN 42.450 12.200 2.330 1.680 3.480 7.262 0.721 CAMAR LAUT 38.51 9.22 2.35 1.78 4.18 5.18 0.76 KGM 10 43.860 15.240 3.050 2.430 2.878 6.272 0.797 KITY-1 43.890 15.240 3.050 2.320 2.880 6.569 0.761 KLI-5 45.750 15.250 3.050 2.600 3.000 5.865 0.852 Min 38.51 9.22 2.33 1.68 2.76 4.75 0.72 Max 45.75 15.25 3.05 2.60 4.18 7.26 0.85
Proses Optimasi
• Dari model optimisasi yang akan dibuat, terlebih dahulu ditentukan variabel, parameter, konstanta, fungsi objektif dan batasannya.
• Variabel : panjang, lebar, tinggi, dan sarat
• Parameter :permintaan owner, kedalaman perairan.
• Konstanta : berat jenis air, percepatan gravitasi, berat jenis baja, dll
• Fungsi obyektif dalam proses optimasi ini adalah meminimalkan biaya pembangunan kapal
•
Batasan
1. Freeboard, mengacu Load Line 1966
2. Trim, mengacu pada buku (Michael G.Parsons, 2001), trim maksimal adalah -0,1 s/d 0,1 % LPP 3. Koreksi Displasemen, berat total DWT+LWT
harus masih berada dalam rentang displasemen hasil perhitungan (LxBxTxCb) sebesar 1% s/d 3%.
4. Stabilitas, mengacu pada IMO Regulation untuk menghitung intact stability, (IMO Regulation A.749.18, 2002)
5. Rasio ukuran utama kapal yang meliputi L/B, B/T, T/H.
•
Proses perhitungan, terdiri :
1. Perhitungan hambatan 2. Perhitungan stabilitas 3. Perhitungan freeboard 4. Perhitungan trim
5. Perhitungan berat (LWT+DWT) beserta titik beratnya
•
Proses desain, terdiri :
1. Rencana garis 2. Rencana umum
• Dari perhitungan kemudian dihitung nilai optimal
dengan menggunakan solver,
1. Membuat model solver dimana di dalamnya terdapat value yang akan dicari, batasan yang telah ditentukan sebelumnya, dan fungsi objektif sebagai acuan untuk proses iterasi.
2. Selanjutnya akan muncul tampilan solver parameter, untuk menu by changing cell dipilih variabel yang akan dicari yaitu L, B, T, H. Kemudian pada menu subject to the constrain
dimasukkan semua nilai minimum dan
maksimum yang berfungsi sebagi batasan dari proses iterasi.
3. Setelah semua telah terisi, langkah selanjutnya adalah melakukan proses running solver. Apabila iterasi yang dilakukan memenuhi semua batasan
yang diberikan maka akan muncul
pemberitahuan bahwa solver telah menemukan solusi untuk model yang dibuat.
Dari proses optimasi yang dilakukan didapatkan
ukuran utama barge sebagai berikut:
• Lpp : 46.79 m
• B : 13.75 m
• H : 2.71 m
Telah didapatkan ukuran tongkang(barge) yang optimal, selanjutnya adalah mencari ukuran tug boat yang sesuai untuk tongkang tersebut. Proses optimasi untuk mencari ukuran utama tugboat sama dengan proses optimasi yang dilakukan pada tongkang yaitu menggunakan solver , hanya beberapa batasan saja yang berbeda. Batasan yang berbeda tersebut antara lain sebagai berikut:
- Perhitungan hambatan
Dari proses optimasi yang dilakukan didapatkan
ukuran utama tug boat sebagai berikut:
• Lpp : 16 m
• B : 6 m
• H : 2.7 m
Proses Desain
1. Pembuatan Rencana Garis Barge
Dengan software maxsurf
Rencana garis untukbarge ini dibuat dengan memodelkan desain awalnya dengan membuat surface model box. Kemudian membuat model menjadi desain yang diinginkan dengan tidak mengurangi dasar-dasar gambar barge. Sehingga diperoleh gambaran karakteristik awal model.
Analisa Ekonomi
1 Harga Pembangunan Kapal
Biaya Pembangunan 2 Tugboat =Rp 17,800,542,381.75 Biaya Pembangunan 3 Tongkang =Rp 21,801,716,501.44
Biaya Pembangunan Total =Rp 39,602,258,883.18
2 Gaji Crew Perbulan (sumber : web PT. Pulau Seroja Jaya)
Jabatan Jumlah Gaji (Rp) Tunjangan Total (Rp)
1 Captain/Master 1 5,000,000.00 2,500,000.00 7,500,000.00 2 Chief Engineer 1 4,750,000.00 2,500,000.00 7,250,000.00 3 Mualim 1 4,000,000.00 2,000,000.00 6,000,000.00 4 Cook 1 3,000,000.00 1,500,000.00 4,500,000.00 5 Masinis I 1 4,000,000.00 1,500,000.00 5,500,000.00 6 Masinis II 1 3,000,000.00 1,500,000.00 4,500,000.00 7 Oiler 1 3,000,000.00 1,500,000.00 4,500,000.00 8 Electrician 1 3,000,000.00 1,500,000.00 4,500,000.00 9 Juru Kemudi 1 3,000,000.00 1,500,000.00 4,500,000.00 10 Cadet 1 1,000,000.00 500,000.00 1,500,000.00 10 50,250,000.00
3 Biaya Bahan Bakar dan Pelumas
Kebutuhan Bahan Bakar ME Per jam = 135Liter/jam
Jam Kerja dalam setahun 4380Jam
Kebutuhan Bahan Bakar Per tahun = 591300Liter
Harga Bahan Bakar per liter = Rp 8450.00
Harga Bahan Bakar per Tahun = Rp 4,996,485,000.00 Untuk 2 buah Tugboat = Rp 9,992,970,000.00
Kebutuhan Bahan Bakar AE Per jam = 39.00Liter/jam Kebutuhan Bahan Bakar Per tahun = 170,820Liter Harga Bahan Bakar per Ton = Rp 9,185,900.00 Harga Bahan Bakar per Liter = Rp 8,588.82 Harga Bahan Bakar per Tahun = Rp 1,467,141,634.53
Untuk 2 buah Tugboat Rp 2,934,283,269.06
Kebutuhan minyak pelumas per jam = 0.00225ton
= 0.00207m³
Kebutuhan minyah pelumas dalam setahun = 9070.96Liter
Harga pelumas per drum (209 Ltr) = Rp 5,500,000.00
Harga Minyak pelumas per tahun = Rp 238,709,461.14 Untuk 2 buah Tugboat = Rp 477,418,922.29
Asumsi-asumsi Pembiayaan Kapal
Item Nilai Keterangan
Bunga Bank 10% /tahun
Pinjaman (Loan) 70% Dari harga kapal
Tenor 10 Tahun
Grace Periode 0 Tahun
Nilai Akhir Kapal 10% Dari harga kapal
Umur Ekonomis 20 Tahun
MARR 10% / tahun
Kenaikan Biaya 5% 1 tahun sekali Kenaikan Tarif 5% 1 tahun sekali
Kecepatan Muat 12 Box/Jam
Kecepatan Bongkar 12 Box/Jam
Biaya Sandar 95 Rp/GT Etmal
Harga AT 2,500 Rp/m^3
AT 1.83 Ton per Voy
Premi Asuransi 1.50% Dari harga kapal
Investasi
Harga Kapal Jutaan Rp 39,602
Pinjaman Jutaan Rp 27,722
Bunga Pinjaman % 10%
Masa Pinjaman (Tenor) Tahun 10
Grace Period Tahun
-Pembayaran per Tahun 1
Angsuran per Tahun Jutaan Rp 4,512
Umur Ekonomis Tahun 20
Nilai Akhir Kapal Jutaan Rp 3,960
OPERASIONAL
Rute Sembakung - Nunukan
Sungai Laut Total
Jarak pelayaran nMile
6.00 19.00 25.00
Time
Sea Time Jam
1.20 2.71 3.91 Muat Bongkar Total Port Time Jam
4.00 4.00 8.00 Labuh Jam
- -
-RTD (round trip days)
Jam
8 1 mil = 1.829 km hari
0.3
Comm. Days hari
365
Jumlah Shipment per
Tahun 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 Tahun ke - 0 1 2 3 4 5 6 Operasi 100% 100% 100% 100% 100% 100% A s u m s i K e n a ik a n B ia y a Kenaikan Biaya
Gaji Crew + Insentif % 5% 5% 5% 5% 5% Perawatan dan Perbaikan % 5% 5% 5% 5% 5%
Asuransi % 5% 5% 5% 5% 5%
Dokumen/Sertifikat % 5% 5% 5% 5% 5%
Air tawar % 5% 5% 5% 5% 5%
Pelabuhan % 5% 5% 5% 5% 5%
Asumsi Harga BBM & Pelumas :
Kenaikan BBM % 5% 5% 5% 5% 5% Kenaikan Pelumas % 5% 5% 5% 5% 5% Pengembalian Pinjaman Rp 4,511,559,682 4,511,559,682 4,511,559,682 4,511,559,682 4,511,559,682 4,511,559,682 B ia y a Operating Cost Rp 6,242,699,269 6,553,585,692 6,879,954,260 7,222,575,982 7,582,260,266 7,959,856,827
Gaji Crew + Insentif Rp
1,206,000,000 1,266,058,800 1,329,108,528 1,395,298,133 1,464,783,980 1,537,730,222 Maintenance & Repair Rp 10%
3,960,225,888 4,157,445,138 4,364,485,905 4,581,837,303 4,810,012,801 5,049,551,439 Assuransi Rp 594,033,883 623,616,771 654,672,886 687,275,596 721,501,920 757,432,716 Air tawar Rp 5,020,575 5,270,600 5,533,075 5,808,623 6,097,892 6,401,567 Pelumas Rp 477,418,922 501,194,385 526,153,865 552,356,327 579,863,673 608,740,883 Voyage Cost Rp 12,993,540,086 13,640,618,382 14,319,921,178 15,033,053,252 15,781,699,304 16,567,627,930 Bahan bakar Rp 12,927,253,269 13,571,030,482 14,246,867,800 14,956,361,816 15,701,188,635 16,483,107,829 Pelabuhan Rp 66,286,817 69,587,900 73,053,378 76,691,436 80,510,669 84,520,101 Total Biaya Rp 23,747,799,037 24,705,763,757 25,711,435,120 26,767,188,916 27,875,519,252 29,039,044,439
P e n d a p a ta n Produksi Load Factor 100% Jumlah Muatan m^3 258,287,869 258,287,869 258,287,869 258,287,869 258,287,869 258,287,869 ton 1,158,203 1,158,203 1,158,203 1,158,203 1,158,203 1,158,203 Tarif Kenaikan Tarif % 5% 5% 5% 5% 5% Tarif Muatan m^3 126.30 126 133 139 146 154 161 Total Pendapatan Rp 32,621,222,230 34,252,283,341 35,964,897,508 37,763,142,384 39,651,299,503 41,633,864,478 Earning Before Tax Rp
8,873,423,193 9,546,519,585 10,253,462,389 10,995,953,467 11,775,780,251 12,594,820,039 Taxable Income Rp
7,091,321,543 7,764,417,935 8,471,360,739 9,213,851,818 9,993,678,601 10,812,718,390 Tax (30% Taxable Income) Rp
2,127,396,463 2,329,325,380 2,541,408,222 2,764,155,545 2,998,103,580 3,243,815,517 Net-Cash Flows = Earning
Aft. Tax Rp (43,562,484,772) 6,746,026,730 7,217,194,204 7,712,054,167 8,231,797,922 8,777,676,670 9,351,004,522 Cum. Cash Rp
(43,562,484,772) (36,816,458,041) (29,599,263,837) (21,887,209,670) (13,655,411,748) (4,877,735,078) 4,473,269,445
Item Value Criteria Min Present Worth ( PW atau NPV ) Rp
55,315,537,999 Ok 0 Present Worth Index (NPVI) kali 140% Ok 0.0%
IRR % 21.5% Ok 10.0% IRR Index ( IRRI = IRR / MARR ) kali 2.15 Ok 0
BEP from year - 6 Ok 1 Accum Cash on BEP Rp 4,473,269,445 Ok 0 Annual Discount Rate %/thn 10.0%
Kesimpulan
1. Integrated tug barge yang dirancang telah memenuhi
persyaratan teknis dari pembangunan sebuah kapal yaitu batasan trim, freeboard, displasemen, dan stabilitas.
2. Perhitungan investasi pembangunan Integrated Tug Barge pengangkut CNG ini adalah Rp 39,602,258,883.18. Setelah dihitung periode payback dari investasi adalah 6 tahun untuk muatan full loaded.