• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA BLORA DESEMBER 2015 INFLASI 0,90 PERSEN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA BLORA DESEMBER 2015 INFLASI 0,90 PERSEN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Berita Resmi Statistik Kabupaten Blora No. 01/01/33/16/Th.VIII, 10 Januari 2016 | 1

No. 01/01/33/16/Th.VIII, 10 Januari 2016

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

KOTA BLORA

DESEMBER 2015 INFLASI 0,90 PERSEN

 Pada bulan Desember 2015 Kota Blora terjadi inflasi 0,90 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 118,95 (IHK 2012=100), lebih tinggi dibandingkan inflasi pada bulan November 2015 yang tercatat mengalami inflasi sebesar 0,20 persen dengan IHK sebesar 117,89.

 Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks yang cukup signifikan pada kelompok bahan makanan sebesar 2,68 persen; kelompok perumahan, listrik, gas dan bahan bakar 0,67 persen; kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,34 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,23 persen. Kelompok sandang mengalami penurunan indeks sebesar 0,29 persen. Sedangkan kelompok kesehatan dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga tidak terjadi perubahan harga atau stabil.

 Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap terjadinya inflasi adalah cabai merah, cabai rawit, bawang merah, telur ayam ras dan pepaya.

 Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya deflasi adalah terong, bayam, timun, kol dan tomat.

 Dari enam kota SBH, semua kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Semarang sebesar 1,04 persen dengan IHK sebesar 121,77 diikuti Kota Surakarta sebesar 0,99 persen dengan IHK sebesar 119,83; Kota Tegal sebesar 0,94 persen dengan IHK sebesar 119,26; Kota Kudus sebesar 0,93 persen dengan IHK sebesar 128,23; Kota Purwokerto sebesar 0,93 persen dengan IHK sebesar 120,32 dan Kota Cilacap sebesar 0,80 persen dengan IHK sebesar 124,37.

 Laju inflasi tahun kalender Desember 2015 inflasi 2,85 persen, lebih rendah dibandingkan tahun kalender Desember 2014 yang mengalami inflasi sebesar 7,13 persen.

(2)

Berita Resmi Statistik Kabupaten Blora No. 01/01/33/16/Th.VIII, 10 Januari 2016 | 2

Perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Desember 2015 secara umum mengalami kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kabupaten Blora, pada bulan Desember 2015 Kota Blora terjadi inflasi 0,90 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 118,95 (IHK 2012=100), lebih tinggi dibandingkan inflasi pada bulan November 2015 yang tercatat mengalami inflasi sebesar 0,20 persen dengan IHK sebesar 117,89.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks yang cukup signifikan pada kelompok bahan makanan sebesar 2,68 persen; kelompok perumahan, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,67 persen; kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,34 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,23 persen. Sedangkan deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks yang cukup signifikan pada kelompok sandang sebesar 0,29 persen.

Beberapa komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap terjadinya inflasi adalah cabai merah, cabai rawit, bawang merah, telur ayam ras, dan pepaya. Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya deflasi adalah terong, bayam, timun, kol dan tomat.

Gambar 1. Inflasi Month to Month Kota Blora Tahun 2013 - 2015

Pada bulan Desember 2015, kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi terbesar adalah kelompok bahan makanan sebesar 0,6720 persen diikuti kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,1390 persen; kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,0613 persen;

0,99 0,83 0,9 -0,31 -0,2 0,92 3,51 0,92 -0,01 0,18 0,31 0,9 0,98 0,22 0,2 -0,15 0,19 0,47 0,79 0,4 0,01 0,36 1,28 2,15 -0,39 -0,47 0,05 0,16 0,44 0,55 0,86 0,450,2 -0,13 0,2 0,9 -1 -0,5 0 0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5 4 2013 2014 2015

(3)

Berita Resmi Statistik Kabupaten Blora No. 01/01/33/16/Th.VIII, 10 Januari 2016 | 3

kelompok makanan jadi, minuman rokok dan tembakau sebesar 0,0413 persen. Sedangkan kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi adalah kelompok sandang sebesar 0,0143 persen.

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1. Bahan Makanan

Tabel 1

Inflasi dan Sumbangan Kelompok Bahan Makanan Bulan Desember 2015

Komoditas Inflasi Sumbangan

(1) (2) (3)

BAHAN MAKANAN 2,68 0,6720

Padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya 2,71 0,1933

Daging dan Hasil-hasilnya -5,46 -0,1113

Ikan segar -1,40 -0,0298

Ikan diawetkan 0,00 0,0000

Telur, susu dan hasil-hasilnya 8,09 0,2487

Sayur-sayuran -9,36 -0,1484

Kacang-kacangan 0,21 0,0036

Buah-buahan 0,53 0,0079

Bumbu-bumbuan 21,21 0,4651

Lemak dan minyak 1,47 0,0426

Bahan makanan lainnya 0,45 0,0006

Kelompok bahan makanan pada bulan Desember 2015 mengalami inflasi 2,68 persen. Dari 11 sub kelompok dalam kelompok bahan makanan 7 sub kelompok mengalami kenaikan indeks atau inflasi, yaitu adalah sub kelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya sebesar 2,71 persen; sub kelompok telur, susu dan hasil-hasilnya sebesar 8,09 persen; sub kelompok kacang-kacangan sebesar 0,21 persen; sub kelompok buah-buahan sebesar 0,53 persen; sub kelompok bumbu-bumbuan sebesar 21,21 persen; sub kelompok lemak dan minyak sebesar 1,47 persen dan sub kelompok bahan makanan lainnya sebesar 0,45 persen. Sedangkan sub kelompok yang mengalami penurunan indeks harga atau deflasi adalah sub kelompok daging dan hasil-hasilnya sebesar 5,46 persen; sub kelompok ikan segar sebesar 1,40 persen dan sub kelompok sayur-sayuran sebesar 9,36 persen.

Kelompok ini pada Desember 2015 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,6720 persen. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada bulan Desember 2015 antara lain: cabai merah, cabai rawit, bawang merah, telur ayam ras, pepaya, mujair, kentang, wortel, anggur, semangka dan kelapa. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain:terong, bayam, kol, timun, tomat, apel, melon, daging ayam kampung, daging ayam ras, daging sapi dan lele.

(4)

Berita Resmi Statistik Kabupaten Blora No. 01/01/33/16/Th.VIII, 10 Januari 2016 | 4 2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Tabel 2

Inflasi dan Sumbangan Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Bulan Desember 2015

Komoditas Inflasi Sumbangan

(1) (2) (3)

MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK

DAN TEMBAKAU 0,23 0,0413

Makanan Jadi -0,15 -0,0172

Minuman yang tidak beralkohol 1,67 0,0584

Tembakau dan Minuman Beralkohol 0,00 0,0000

Kelompok ini pada bulan Desember 2015 mengalami inflasi 0,23 persen. Inflasi terjadi pada sub kelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 1,67 persen. Deflasi terjadi pada sub kelompok makanan jadi sebesar 0,15 persen. Sedangkan sub kelompok yang tidak mengalami perubahan indeks atau stabil yaitu sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol.

Kelompok ini pada Desember 2015 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0413 persen.

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar

Tabel 3

Inflasi dan Sumbangan Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar Bulan Desember 2015

Komoditas Inflasi Sumbangan

(1) (2) (3)

PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS DAN

BAHAN BAKAR 0,67 0,1390

Biaya tempat Tinggal 0,16 0,0201

Bahan Bakar, Penerangan dan Air 2,76 0,1189

Perlengkapan Rumahtangga 0,00 0,0000

Penyelenggaraan Rumahtangga 0,00 0,0000

Kelompok ini pada bulan Desember 2015 mengalami inflasi sebesar 0,67 persen. Dari 4 sub kelompok dalam kelompok ini dua sub kelompok mengalami kenaikan indeks atau inflasi yaitu sub kelompok biaya tempat tinggal sebesar 0,16 persen dan sub kelompok bahan bakar, penerangan dan air sebesar 2,76 persen. Sedangkan dua sub kelompok tidak mengalami perubahan indeks antara lain sub kelompok perlengkapan rumah tangga dan sub kelompok penyelenggaraan rumah tangga. Kelompok ini secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,1390 persen.

(5)

Berita Resmi Statistik Kabupaten Blora No. 01/01/33/16/Th.VIII, 10 Januari 2016 | 5 4. Sandang

Tabel 4

Inflasi dan Sumbangan Kelompok Sandang Bulan Desember 2015

Komoditas Inflasi Sumbangan

(1) (2) (3)

SANDANG -0,29 -0,0143

Sandang Laki-laki 0,00 0,0000

Sandang Perempuan 0,00 0,0000

Sandang Anak-anak 0,00 0,0000

Barang Pribadi dan Sandang Lainnya -0,29 -0,0143

Kelompok ini pada bulan Desember 2015 mengalami deflasi sebesar 0,29 persen. Dari empat sub kelompok, satu sub kelompok mengalami penurunan harga/deflasi yaitu sub kelompok barang pribadi dan sandang lainnya sebesar 0,29 persen. Sedangkan tiga sub kelompok lainnya, yaitu sub kelompok sandang laki-laki, sub kelompok sandang perempuan, dan sub kelompok sandang anak-anak tidak mengalami perubahan harga/stabil. Sumbangan deflasi untuk kelompok ini pada bulan Desember 2015 sebesar 0,0143 persen.

5. Kesehatan

Tabel 5

Inflasi dan Sumbangan Kelompok kesehatan Bulan Desember 2015

Komoditas Inflasi Sumbangan

(1) (2) (3)

KESEHATAN 0,00 0,0000

Jasa Kesehatan 0,00 0,0000

Obat-obatan 0,00 0,0000

Jasa Perawatan Jasmani 0,00 0,0000

Perawatan Jasmani dan Kosmetika 0,00 0,0000

Kelompok ini pada bulan Desember 2015 tidak mengalami perubahan harga atau stabil. Dari empat sub kelompok dalam kelompok ini, semuanya tidak mengalami perubahan harga atau stabil, yaitu sub kelompok jasa kesehatan, sub kelompok obat-obatan, sub kelompok jasa perawatan jasmani dan sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetika.

Secara keseluruhan kelompok ini tidak memberikan sumbangan inflasi pada bulan Desember.

(6)

Berita Resmi Statistik Kabupaten Blora No. 01/01/33/16/Th.VIII, 10 Januari 2016 | 6 6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Tabel 6

Inflasi dan Sumbangan Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga Bulan Desember 2015

Komoditas Inflasi Sumbangan

(1) (2) (3)

PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAH

RAGA 0,00 0,0000 Jasa Pendidikan 0,00 0,0000 Kursus-kursus/Pelatihan 0,00 0,0000 Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 0,00 0,0000 Rekreasi 0,00 0,0000 Olah Raga 0,00 0,0000

Kelompok ini pada bulan Desember 2015 tidak mengalami perubahan harga atau stabil. Dari lima sub kelompok dalam kelompok ini, semuanya tidak mengalami perubahan harga atau stabil yaitu sub kelompok jasa pendidikan, sub kelompok kursus-kursus/pelatihan, sub kelompok perlengkapan/peralatan pendidikan, sub kelompok rekreasi dan sub kelompok olah raga.

Secara keseluruhan kelompok ini tidak memberikan sumbangan inflasi pada bulan Desember.

7. Transportasi, Komunikasi & Jasa Keuangan

Tabel 7

Inflasi dan Sumbangan Kelompok Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan Bulan Desember 2015

Komoditas Inflasi Sumbangan

(1) (2) (3)

TRANSPORTASI, KOMUNIKASI DAN JASA

KEUANGAN 0,34 0,0613

Transportasi 0,43 0,0613

Komunikasi dan Pengiriman 0,00 0,0000

Sarana dan Penunjang Transportasi 0,00 0,0000

Jasa Keuangan 0,00 0,0000

Kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan pada bulan Desember 2015 mengalami inflasi sebesar 0,34 persen. Dari empat sub kelompok, satu sub kelompok mengalami kenaikan indeks harga yaitu sub kelompok transportasi sebesar 0,43 persen. Sedangkan sub kelompok komunikasi dan pengiriman, sub kelompok sarana dan penunjang transportasi dan sub kelompok jasa keuangan indeks harganya stabil. Secara keseluruhan kelompok ini memberikan andil/sumbangan inflasi sebesar 0,0613 persen.

(7)

Berita Resmi Statistik Kabupaten Blora No. 01/01/33/16/Th.VIII, 10 Januari 2016 | 7 POSISI INFLASI KOTA BLORA TERHADAP 6 KOTA SBH DI JAWA TENGAH

Inflasi terjadi di semua kota SBH. Kota dengan inflasi tertinggi adalah Kota Semarang sebesar 1,04 persen dengan IHK sebesar 121,77 diikuti Kota Surakarta sebesar 0,99 persen dengan IHK sebesar 119,83; Kota Tegal sebesar 0,94 persen dengan IHK sebesar 119,26; Kota Kudus sebesar 0,93 persen dengan IHK sebesar 128,23; Kota Purwokerto sebesar 0,93 persen dengan IHK sebesar 120,32 dan Kota Cilacap sebesar 0,80 persen dengan IHK sebesar 124,37.

Sedangkan pada bulan Desember 2015 Kota Blora mengalami inflasi sebesar 0,90 persen dengan IHK 118,95, nilainya lebih rendah dibandingkan inflasi Kota Surakarta, Kota Tegal, Kota Semarang, Kota purwokerto dan Kota Kudus namun lebih tinggi jika dibandingkan Kota Cilacap. Terhadap Sister City yaitu Kota Kudus, inflasi Kota Blora sepanjang tahun 2015, terlihat lebih rendah.

Gambar 2. Inflasi Kota Blora dan Inflasi 6 Kota SBH di Jawa Tengah Bulan Desember 2015

Gambar 3. Inflasi Month to Month Kota Blora dan Kota Kudus Tahun 2014 - 2015 0 0,2 0,4 0,6 0,8 1 1,2 Tegal Semarang Surakarta Kudus Purwokerto Cilacap Jawa Tengah Blora 0,94 1,04 0,99 0,93 0,93 0,80 0,99 0,90 1,67 0,11 0,42 -0,36 0,36 0,52 0,81 0,58 -0,03 0,43 1,31 2,47 0,98 0,22 0,2 -0,15 0,19 0,47 0,79 0,4 0,01 0,36 1,28 2,15 -1 -0,5 0 0,5 1 1,5 2 2,5 3

(8)

Berita Resmi Statistik Kabupaten Blora No. 01/01/33/16/Th.VIII, 10 Januari 2016 | 8 Lampiran1

INDEKS HARGA KONSUMEN DAN LAJU INFLASI KOTA BLORA BULAN DESEMBER 2015 (2012 = 100)

KELOMPOK/SUB KELOMPOK IHK

(2012=100)

% Andil INFLASI

Perubahan Perub.IHK Th Kalender Y o Y

IHK (%) 2015

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

U M U M 118,95 0,90 2,85 2,85

I BAHAN MAKANAN 126,06 2,68 0,6720 5,46 5,46

a Padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya 127,13 2,71 0,1933 16,70 16,70

b Daging dan Hasil-hasilnya 122,69 -5,46 -0,1113 8,24 8,24

c Ikan segar 123,82 -1,40 -0,0298 6,85 6,85

d Ikan diawetkan 109,64 0,00 0,0000 2,18 2,18

e Telur, susu dan hasil-hasilnya 129,89 8,09 0,2487 2,80 2,80

f Sayur-sayuran 104,15 -9,36 -0,1484 -1,81 -1,81

g Kacang-kacangan 109,20 0,21 0,0036 -2,65 -2,65

h Buah-buahan 124,51 0,53 0,0079 5,92 5,92

i Bumbu-bumbuan 145,52 21,21 0,4651 -1,08 -1,08

j Lemak dan minyak 138,95 1,47 0,0426 -3,04 -3,04

k Bahan makanan lainnya 122,33 0,45 0,0006 8,98 8,98

II MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK DAN TEMB. 119,82 0,23 0,0413 5,83 5,83

a Makanan jadi 118,66 -0,15 -0,0172 5,35 5,35

b Minuman yang tidak beralkohol 125,34 1,67 0,0584 7,10 7,10 c Tembakau dan minuman beralkohol 118,16 0,00 0,0000 6,09 6,09

III PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS DAN BHN BAKAR 114,79 0,67 0,1390 2,92 2,92

a Biaya tempat tinggal 114,41 0,16 0,0201 1,90 1,90

b Bahan bakar, penerangan dan air 122,00 2,76 0,1189 7,02 7,02

c Perlengkapan rumahtangga 108,52 0,00 0,0000 1,82 1,82 d Penyelenggaraan rumahtangga 108,65 0,00 0,0000 1,71 1,71 IV SANDANG 108,03 -0,29 -0,0143 3,87 3,87 a Sandang laki-laki 110,20 0,00 0,0000 2,37 2,37 b Sandang wanita 112,18 0,00 0,0000 5,69 5,69 c Sandang anak-anak 109,39 0,00 0,0000 3,32 3,32

d Barang pribadi dan sandang lainnya 99,04 -1,39 -0,0143 3,75 3,75

V KESEHATAN 107,90 0,00 0,0000 2,91 2,91

a Jasa kesehatan 102,62 0,00 0,0000 1,29 1,29

b Obat-obatan 108,74 0,00 0,0000 1,81 1,81

c Jasa Perawatan jasmani 111,89 0,00 0,0000 1,96 1,96

d Perawatan jasmani dan kosmetika 114,69 0,00 0,0000 5,64 5,64

VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAH RAGA 108,48 0,00 0,0000 2,96 2,96

a Jasa Pendidikan 107,21 0,00 0,0000 2,34 2,34

b Kursus-kursus/Pelatihan 105,11 0,00 0,0000 1,96 1,96

c Perlengkapan/peralatan pendidikan 110,65 0,00 0,0000 4,70 4,70

d Rekreasi 113,86 0,00 0,0000 4,58 4,58

e Olahraga 105,33 0,00 0,0000 1,46 1,46

VII TRANSPORTASI, KOMUNIKASI DAN JS KEUANGAN 125,73 0,34 0,0613 -3,69 -3,69

a Transportasi 133,61 0,43 0,0613 -4,56 -4,56

b Komunikasi dan pengiriman 99,99 0,00 0,0000 -0,85 -0,85

c Sarana dan penunjang transportasi 104,62 0,00 0,0000 1,17 1,17

d Jasa Keuangan 100,82 0,00 0,0000 0,00 0,00

JUMLAH 0,8993

(9)

Berita Resmi Statistik Kabupaten Blora No. 01/01/33/16/Th.VIII, 10 Januari 2016 | 9

Lampiran 2

Tabel 8. Inflasi Kota Blora, Inflasi 6 Kota SBH di Jawa Tengah dan Inflasi Jawa Tengah Tahun 2014 – 2015

Bulan

KOTA

Jawa Tengah Blora Kudus Cilacap Purwokerto Surakarta Semarang Tegal

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 2014 Januari 0,98 1,67 0,79 0,82 1,22 0,90 0,75 1,00 Februari 0,22 0,11 0,57 0,51 0,28 0,24 0,79 0,33 Maret 0,20 0,42 -0,16 0,29 0,27 0,27 0,20 0,25 April -0,15 -0,36 -0,09 -0,08 -0,15 -0,04 -0,37 -0,12 Mei 0,19 0,36 0,33 0,08 0,25 0,25 0,01 0,24 Juni 0,47 0,52 1,07 0,48 0,51 0,85 0,60 0,73 Juli 0,79 0,81 1,33 0,82 0,59 0,62 0,79 0,72 Agustus 0,42 0,58 0,52 0,43 0,46 0,41 0,57 0,45 September 0,01 -0,03 0,07 -0,24 0,11 0,41 0,18 0,22 Oktober 0,36 0,43 0,19 0,41 0,46 0,55 0,95 0,52 November 1,28 1,31 1,52 1,38 1,47 1,35 1,05 1,36 Desember 2,15 2,47 1,77 2,00 2,28 2,40 1,66 2,25 Tahun Kalender 7,13 8,59 8,19 7,09 8,01 8,53 7,40 8,22 Year on Year 7,13 8,59 8,19 7,09 8,01 8,53 7,40 8,22 2015 Januari -0,39 -0,36 -0,26 -0,13 -0,20 -0,48 -0,10 -0,35 Februari -0,47 -0,39 -0,12 -0,67 -0,91 -0,67 -0,35 -0,62 Maret 0,05 -0,02 0,01 0,05 0,12 0,25 0,18 0,16 April 0,16 0,21 0,02 0,15 0,35 0,17 -0,10 0,17 Mei 0,44 0,45 0,47 0,47 0,37 0,54 0,74 0,51 Juni 0,55 0,56 0,43 0,57 0,53 0,64 0,89 0,61 Juli 0,86 0,88 0,99 0,84 0,86 0,91 0,93 0,92 Agustus 0,45 0,60 0,24 0,13 0,19 0,28 0,38 0,29 September 0,20 0,28 0,06 -0,02 -0,45 -0,18 -0,14 -0,15 Oktober -0,13 -0,11 -0,23 0,02 0,26 -0,16 0,29 -0,04 November 0,20 0,21 0,20 0,16 0,32 0,21 0,24 0,23 Desember 0,90 0,93 0,80 0,93 0,99 1,04 0,94 0,99 Tahun Kalender 2,85 3,28 2,63 2,52 2,56 2,56 3,95 2,73 Year on Year 2,85 3,28 2,63 2,52 2,56 2,56 3,95 2,73

Gambar

Gambar 2. Inflasi Kota Blora dan Inflasi 6 Kota SBH di Jawa Tengah  Bulan Desember 2015
Tabel 8. Inflasi Kota Blora, Inflasi 6 Kota SBH di Jawa Tengah dan Inflasi Jawa Tengah  Tahun 2014 – 2015

Referensi

Dokumen terkait

a) Penelitian yang dilakukan oleh Elis Darnita (2013) terdapat persamaan penggunaan variabel independen (X) yaitu ROA dan EPS, serta variabel dependen (Y) yaitu Harga

Penerapan akuntansi yang baik oleh instansi pemerintah dan pengawasan yang optimal terhadap kualitas laporan keuangan instansi pemerintah diharapkan akan

Budiono, Guru Kelas VIA MI Badrussalam Kali Kendal Surabaya, Wawancara Pribadi, 10 Oktober 2017... kesempatan yang sama untuk memberikan konstribusi mereka dan mendengarkan pandangan

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai “FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUNGKAPAN ISLAMIC

Variabel yang berpengaruh terhadap permintaan tenaga kerja di kotamadya Surakarta adalah jumlah perusahaan besar dan sedang dengan nilai koefisien regresi jangka panjang

Serta pihak-pihak lain yang turut membantu penulis baik secara langsung.. maupun

bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 156 ayat (1) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dan Pasal 15 ayat (2) Peraturan

ANGGARAN 2013 RINCIAN ALOKASI SEMENTARA PAJAK BUMI DAN BANGUNAN BAGIAN PEMERINTAH PUSAT YANG DIBAGIKAN KEPADA SELURUH.. KABUPATEN DAN KOTA TAHUN