turbin aksial.pdf
Bebas
6
0
0
Teks penuh
(2) rotornya, sehingga. d a p a t secara langsung menghasilkan energi listrik ketika berputar. Posisi rotor d a n statornya tegak lurus t e r h a d a p porosnya sehingga dinamakan generator tipe aksial. Generator kapasitas 2 0 0 W dirancang menggunakan b a h a n m a g n e t p e r m a n e n jenis Neodynium Ferit Boron (NdFeB), sedangkan stator dirancang menggunakan kawat tembaga terisolasi (kawat email) yang dibungkus d e n g a n b a h a n komposit. Rumah generator t e r b u a t dari b a h a n komposit yang m e n y a t u d e n g a n s u d u rotor. Kegiatan rancang bangun generator diawali d e n g a n m e n g u m p u l k a n sejumlah data dan informasi yang berkaitan dengan generator p u t a r a n r e n d a h , dilanjutkan dengan perhitungan, p e m b u a t a n gambar teknis, p e m b u a t a n cetakan d a n model generator. Kegiatan ini diakhiri dengan pengujian model generator di laboratorium Uji SKEA. 2. Fluks magnet didefinisHom seJx^a/. banyaknya garis-garis gaya magnet yang memiliki kerapatan fluks magnet B menembus suatu permukaan dengan luas sebesar A, persamaannya ditunskan dalam b e n t u k :. Besarnya ggl yang timbul akibat gerakan ini dapat dihitung dengan menggunakan beberapa metode. Metode pertama adalah dengan melihat usaha W yang diperlukan muatan q untuk bergerak dari ujung satu ke ujung lain sepanjang I pada batang konduktor di bawah pengaruh medan listrik akibat gaya yang diterima elektxon. Usaha yang dilakukan muatan q adalah sebesar.. DASAR TEORI. Prinsip kerja generator dalam mengkonversi energi m e k a n i k menjadi energi listrik adalah b e r d a s a r k a n h u k u m Faraday. Hasil penelitian Faraday menunjukkan b a h w a bila s e u t a s kawat a t a u kumparan k o n d u k t o r b e r a d a dalam medan magnet yang b e r u b a h t e r h a d a p waktu, m a k a p a d a ujung-ujung kawat atau k u m p a r a n konduktor tersebut akan timbul tegangan a t a u gaya gerak listrik (ggl) induksi. Demikian p u l a halnya jika kawat atau kumparan konduktor tersebut digerak-gerakkan dalam m e d a n magnet yang tetap. Besarnya tegangan atau ggl induksi yang timbul p a d a k u m p a r a n konduktor sebanding d e n g a n b e s a r n y a perubahan f l u k s magnet y a n g b e r u b a h terhadap waktu, d a n dituliskan dalam bentuk p e r s a m a a n :. Metode lain yang juga digunakan untuk menentukan besarnya ggl yakni dengan menganggap batang konduktor bergerak sejauh dx = v dt dalam medan magnet, maka luasan fluks magnet yang berubah akibat gerakan tersebut adalah sebesar dA = I v dt. Masukan hasil ini kedalam persamaan (2-3), ggl induksi sama dengan perubahan/fu/cs persatuan waktu, maka diperoleh. Pada generator, posisi kumparan konduktor dan medan magnet B tidak selalu tegak lurus, tetapi membentuk sudut sebesar 9. Kecepatan v_i tegak lurus kumparan terhadap medan magnet akan membentuk sudut sebesar 0. Pada saat posisi kumparan tegak lurus dengan medan magnet, ggl-nya akan maksimum, sedangkan pada saat sejajar dengan medan magnet ggl-nya akan minimum, sehingga kecepatannya dapat dituliskan 97.
(3) Untuk memperbesar ggl yang dihasilkan dapat dilakukan dengan cara menambah jumlah lilitan atau kumparan dan jumlah kutub magnet. Jika kumparan konduktor terdiri dari N lilitan dan jumlah pasang kutubnya adalah P, maka besarnya ggl dapat dituliskan sebagai berikut.. l u r u s t e r h a d a p s u m b u p u t a r (aksial). Rotor terdiri a t a s d u a bilah yang berb e n t u k piringan, masing-masing bilah berisi 4 p a s a n g m a g n e t p e r m a n e n jenis NdFeB. Stator b e n t u k n y a bulat pipih yang berisi k u m p a r a n kawat tembaga terisolasi b e r b e n t u k segitiga s a m a kaki. Stator ditempatkan m e n y a t u dengan s u m b u p u t a r (poros). Ketika rotor d a n stator d i s a t u k a n , posisi stator diapit oleh k e d u a bilah rotor. Antara rotor d a n s u m b u p u t a r dipasang bearing yang berfungsi sebagai bantalan putar. G a m b a r 3-1 d a n 3-2 memperlihatkan gambar teknis model generator 200 W. 3.2 Spesifikasi T e k n i s T a b e l 3 - 1 : SPESIFIKASI TEKNIS GENERATOR 2 0 0 W. Pada pemakaian praktis, banyak faktor yang mempengaruhi kinerja sebuah generator. Faktor-faktor tersebut antara lain : faktor bentuk, faktor lilitan, faktor celah udara dan sebagainya. Untuk menentukan besarnya tegangan keluaran generator, beberapa pendekatan dilakukan, persamaan berikut dapat digunakan sebagai salah satu rumus pendekatan dalam pemakaian praktis.. No. 1.. 2.. 3.. Nama Komponen Rotor • Jenis magnet • Jumlah magnet • Ukuran magnet. 5.. 98. NdFeB 8 pasang 30 x 40 mm. Stator • Jenis kawat • Jumlah lilitan • Jumlah kumparan. Tembaga email 2x52 8 buah. • Diameter kawat • Diameter stator. 0,8 mm 220 mm. Poros • Jenis • Diameter •Bahan. 4.. Keterangan. Rumah Generator •Bahan. Besi poros berlubang 25 mm Stainless Steel. • Diameter. Fiber glass (polyester) 270 mm. Output •Tegangan • Arus • Daya • Putaran • Fasa • Torsi. 24 VDC 9 A 200 W 450 - 500 rpm 1 fasa 8,26 Nm.
(4) Gambar 4-1 d a n 4-2. memperlihatkan bentuk cetakan dan model generator.. Gambar 3 - 1 : Salah satu bilah generator Gambar 4 - 1 : Model cetakan generator. Gambar 3-2: Model r a n c a n g a n generator 200 W PEMBUATAN GENERATOR. DAN. PENGUJIAN. 4.1 Pembuatan Model Setelah memperoleh data-data spesifik komponen generator d a n memb u a t g a m b a r teknisnya, langkah berikutnya adalah m e m b u a t cetakan rotor d a n stator sesuai dengan model rancangan generator tersebut. Beberapa bagian perlu dimodifikasi u n t u k mempermudah proses pengerjaan. Cetakan dibuat dengan menggunakan b a h a n dari fiber glass d a n nylon yang dibentuk sesuai dengan u k u r a n rotor d a n stator. Setelah cetakan rotor d a n stator selesai dibuat, kegiatan berikutnya adalah mencetak rotor d a n stator generator dengan m e n g g u n a k a n b a h a n dari fiber glass. Sebelum dicor dengan b a h a n fiberglass, posisi k u m p a r a n konduktor pada stator d a n magnet permanen pada rotor diatur d a n diset dengan menggunakan mal yang telah disiapkan.. Gambar 4-2:Model generator 200 W 4.2 Peralatan Uji Pengujian generator dilakukan u n t u k m e n d a p a t k a n data karakteristik listrik yang dihasilkan generator berupa tegangan, a r u s , daya d a n torsi. Jenis peralatan uji d a n prosedur pengujian dapat dijelaskan sebagai berikut. Peralatan uji yang digunakan meliputi : • Simulator berupa motor listrik kapasitas 10 kW yang porosnya dihubungkan dengan poros generator melalui sabuk Putaran simulator berkisar a n t a r a 130-830 rpm. • Data Logger yang berfungsi sebagai alat penerima data yang dikirim oleh sensor alat u k u r . Melalui tranduser sinyal yang dikirim oleh sensor alat dikonversi ke bentuk d a t a digital, sehingga bisa diterima oleh komputer. Peralatan ini terdiri dari 20 channel 99.
(5) yang dapat digunakan u n t u k mengukur: tegangan AC, tegangan DC, frekuensi, temperatur, a r u s d a n p u t a r a n . • Komputer yang berfungsi u n t u k merekam d a n mengolah data yang dihasilkan generator. Komputer ini berisi program u n t u k mensetting parameter, mengedit d a n mengoperasikan data logger • Torsimeter yang berfungsi u n t u k mengu k u r b e s a r n y a torsi yang dihasilkan generator.. a n t a r a torsi (Nn) d a n daya (w) diperlihatk a n p a d a Gambar 5-3.. 4.3 Pengujian 4.3.1 Setting peralatan uji Peralatan uji disetting sesuai dengan prosedur yang ditetapkan sebelum melakukan pengujian. Parameterparameter yang a k a n diuji ditampilkan dalam layar komputer agar termonitor selama pengujian berlangsung 4.3.2 Pengujian tanpa beban Pengujian t a n p a beban dilakukan untuk mendapatkan data hubungan a n t a r a tegangan AC yang dihasilkan generator t e r h a d a p putaran. 4.3.3 Pengujian dengan beban Pengujian dengan beban dilakukan u n t u k mengetahui karakteristik tegangan AC, tegangan DC, arus DC dan daya yang dihasilkan generator terhadap p u t a r a n . Beban yang digunakan adalah baterai 40 Ah 24 V d a n lampu 300 W / 3 6 V. 4 . 3 . 4 Pengujian torsi Pengujian torsi dilakukan u n t u k m e n d a p a t k a n data besarnya torsi yang diperlukan generator p a d a p u t a r a n tertentu.. Gambar 5-3: Karakteristik torsi t e r h a d a p daya. 5. Hasil pengujian t a n p a b e b a n memperlihatkan bahwa besarnya tegangan keluaran terbuka yang dihasilk a n berbanding lurus dengan besarnya kenaikan p u t a r a n . Hal ini sesuai dengan teori d a n hasil perhitungan yang telah dilakukan. Pengujian dengan beban dim a k s u d k a n u n t u k mengetahui besarnya daya yang dihasilkan generator. Hasil pengujian tersebut memperlihatkan bahwa. HASIL PENGUJIAN DAN ANALISA. 5.1 Data Hasil Pengujian Pengujian dilakukan t a n p a beban d a n dengan beban yang diperlihatkan pada Gambar 5-1 d a n 5-2 m e n u n j u k k a n h u b u n g a n a n t a r a tegangan d a n daya terhadap p u t a r a n generator (rpm) yang dalam h a l ini diambil dari 100 rpm500 rpm. Pengujian torsi yaitu hubungan 100. 5.2 Analisa Hasil Pengujian.
(6) fl^'tH""* f * * J » « * * * *. daya sebesar 2 0 0 W bisa dicapai p a d a putaran rotor 4 5 0 rpm. Pada titik tersebut torsi yang diperlukan u n t u k memutar poros generator adalah sebesar 8,5 Nm. Angka-angka tersebut diperlukan u n t u k m e r a n c a n g s u d u rotor turbin angin agar daya keluaran yang dihasilkan turbin angin menjadi optimal. 6. KESIMPULAN. • Hasil rancang bangun generator k a p a s i t a s 2 0 0 W y a n g telah dilakukan m e n u n j u k k a n b a h w a generator turbin angin y a n g memiliki k a r a k t e r spesifik beroperasi p a d a p u t a r a n r e n d a h dapat dibuat dengan m e n g g u n a k a n b a h a n / komponen y a n g tersedia di dalam negeri. Dengan demikian d i h a r a p k a n biaya produksi/pengadaan turbin angin dapat lebih ditekan agar harganya terjangkau oleh d a y a beli m a s y a r a k a t di Indonesia. • Rancangan ini masih h a r u s lebih disempurnakan, k a r e n a masih a d a n y a beberapa kelemahan yang terjadi, terutama dalam s t r u k t u r d a n komposisi b a h a n komposit yang digunakan. • Rancang b a n g u n generator dengan kapasitas yang lebih besar a k a n dilakukan p a d a t a h a p berikutnya. DAFTAR RUJUKAN Abdul Kadir, 1999. Mesin Sinkron, Penerbit Djambatan, J a k a r t a . Akio Toba, Hiroshi Oshsawa, T u k a s a Miora, Thomas A. Lipo, Experimental Evaluations of the dual Excitation Permanent Magnet Vernier Machine, Tokyo J a p a n . Djoko Achyanto, 1997. Mesin-mesin Listrik, Penerbit Erlangga.. **f* r*i * ™ - f. * »*r»'*Jiyi*i*ji**. J 1 1 1 _-t \ / " - + •. J\Ji>»*Mi#*M A W. I f t^/F*1-. J. * V. Douglas C. Giancoli, 1999. Physics, Fifth Edition, Alih B a h a s a : Yuhilza H a n u m , Irwan Arifin, Penerbit Erlangga. E. Mulyadi, C.P. Butterfield, Yih Huei Wan, 1998. Axial Flux, Modular, Permanent Magnet Generator with a Toroidal Winding for Wind Turbine Applications, NREL, Colorado. F. Suryatmo, 1984. Teknik Listrik Motor Ss Generator Arus Bolak Batik, Penerbit Alumni, Bandung. H. M. Rusli Harahap, 1996. Mesin Listrik: Mesin Arus Searah, Penerbit PT Gramedia P u s t a k a Utama, J a k a r t a . H.J.Hengeveld, E. H. Lysen, L. M. M. Paulissen, 1 9 8 1 . Matching of Wind Rotor To Low Power Electrical Generator For A Given Wind Regime, Steering Committee for Wind Energy in Developing Countries. J.A. de J o n g h , R.P.P. Rijs, J.T.G. Pierik, Small Wind Turbine Systems For Battery Charging, ECN/ARRAKIS The Netherlands. L. Soderlund , J.T. Eriksson , J. Salonen, H. Vihrilla, R. Pirrela, 1996. A Permanent Magnet Generator for Wind Power Applications, Tampere University of Technology. M.R Dubois, H. Polinder, J.A. Ferreira Axial and Radial Flux Permanen Magnet Generator For Direct - Drive Wind Turbine, Delft University of Technology The Netherlands. S a n g Young J u n g , Ho Yong Choi, Hyun Kyo J u n g , Performance Evaluation of Permanent Magnet Linear Generator For Charging the Battery of Mobile Apparatus, School of Electrical Engineering Seoul National University, Seoul, Korea.. 101.
(7)
Gambar
Dokumen terkait