BAB 2 DATA DAN ANALISA. Metode yang digunakan penulis dalam memperoleh data adalah:

Teks penuh

(1)

5

DATA DAN ANALISA

2.1 Data dan Literatur

Metode yang digunakan penulis dalam memperoleh data adalah:

a. tinjauan pustaka (literatur): melalui arsip perusahaan dan artikel dari internet b. wawancara dengan narasumber dari Detikcom

c. pembagian kuesioner kepada user Detikcom

2.2 Sejarah Detikcom

Gambar 2.1 Logo Awal Detikcom

Pada bulan Oktober 1995 Budiono Darsono, Yayan Sofyan, Abdul Rahman, dan Didi Nugrahadi mendirikan sebuah perusahaan berbasis internet bernama Agrakom. Klien pertama Agrakom adalah Kompas, yang saat itu ingin menampilkan beritanya dalam versi online. Setelah sukses menangani Kompas, Agrakom pun mendapat banyak pesanan dari sejumlah perusahaan, antara lain: United Tractor, Ciputra, Jaya Group, PT. Timah, tabloid Bintang Indonesia, majalah Info Komputer, dan Info Bank.

Dalam waktu bersamaan, ternyata banyak media cetak yang turut merambah dunia internet. Namun berita yang tersaji di dalamnya disajikan dengan tetap menganut pola

(2)

pers cetak, yang update beritanya dihadirkan dengan periodisasi tertentu, seperti harian, mingguan, dan bulanan. Menurut Budiono Darsono, konsep media yang berbasis internet tidak mempunyai kendala waktu, dan tidak memiliki batasan halaman maupun ruang. Sehingga setiap saat berita bisa di-update sesuai peristiwa yang terjadi. Konsep ini kemudian ditawarkan Budiono ke sejumlah media, termasuk media besar. Namun tidak mendapat tanggapan. Akhirnya beliau dan rekan-rekannya di Agrakom sepakat untuk mewujudkan sendiri konsep yang telah digodok tersebut. Maka pada 9 Juli 1998, lahirlah media online Detikcom. Semula, hampir semua pekerjaan redaksional ditangani sendiri oleh Budiono. Pada waktu itu beliau berperan sebagai pemimpin redaksi merangkap reporter, fotografer, dan lay outer.

Karena masih merupakan hal baru di Indonesia, maka pada masa-masa awalnya wartawan Detikcom masih harus menjelaskan terlebih dahulu apa itu Detikcom dan pers online ketika melakukan tugas peliputan. Hal ini dapat dimaklumi mengingat media online (yang hanya terbit secara online dan tidak memiliki versi cetak) masih terasa asing di Indonesia. Meskipun internet sebenarnya sudah mulai marak di dalam negeri. Namun seiring bergulirnya waktu, Detikcom kian berkembang dan keberadaannya pun diakui. Saat Sidang Istimewa MPR pada 10 November 1998, panitia sidang telah menerbitkan ID Peliputan untuk wartawan Detikcom. Demikian juga PPP yang memberikan tiga buah ID bagi wartawan untuk meliput Muktamar PPP. Kemudian akreditasi juga diperoleh dari Sidang Umum MPR tahun 1999.

Di Indonesia, Detikcom merupakan pionir dalam hal penyajian berita dengan konsep pers online. Sedangkan di dunia internasional, konsep ini sudah bukan hal baru lagi.

(3)

Media-media pers online luar negeri, seperti BBC, CNN, FOX, Yahoo! News, dan Google News telah menggarap situs beritanya dengan menanggalkan pola periodisasi. Dalam hal pemberitaan, Detikcom lebih memilih sikap konservatif. Walaupun internet dikenal sangat bebas, namun Detikcom justru tidak memilih bebas dalam arti sebebas-bebasnya. Tapi tetap menjalankan prinsip-prinsip jurnalistik yang berlaku. Hal ini dilakukan karena kepercayaan adalah target utama Detikcom. Jika tidak, keabsahan beritanya akan dipertanyakan dan hal ini jelas akan sangat merugikan Detikcom. Dan ternyata, publik menanggapi Detikcom secara positif, dibuktikan dengan banyaknya media cetak serta elektronik yang mengutip pemberitaan darinya.

Untuk prospek di masa depan, Detikcom yakin terhadap pilihannya sebagai sebuah media pers online. Revolusi digital diyakini akan mengubah banyak hal, termasuk perilaku orang dalam memperoleh informasi. Revolusi tersebut juga akan mengubah perilaku orang Indonesia seiring dengan tumbuhnya e-commerce. Jika saat ini media online masih disebut sebagai media alternatif, maka dalam waktu yang tidak lama lagi, media online akan menjadi media utama dalam memperoleh informasi. Faktor kecepatan, alasan ekonomis, serta hilangnya batasan ruang dan waktu, akan menjadikan internet kian diburu orang untuk memperoleh informasi.

(4)

Gambar 2.2 Tampilan Muka Detikcom

2.3 Jenis-Jenis Berita dan Informasi di Detikcom

Dalam komitmennya untuk menghadirkan informasi yang tidak hanya terkini, namun juga lengkap dan beragam sesuai dengan pengakses serta segmentasinya, Detikcom menghadirkan beberapa kanal berita dan informasi yang bervariasi bagi pembacanya. Berikut beberapa jenis berita dan informasi yang terdapat di Detikcom:

a. Detik (http://www.detik.com/): merupakan portal berita yang berisi cuplikan sejumlah berita terkini dari DetikNews serta menampilkan beberapa headline berita dan informasi dari kanal lainnya.

b. DetikNews (http://www.detiknews.com/): berisi berita dan informasi breaking news (politik, ekonomi, sosial, dan lainnya).

(5)

c. DetikFinance (http://www.detikfinance.com/): berisi referensi berbagai informasi ekonomi dan keuangan.

d. DetikHot (http://www.detikhot.com/): berisi berita dan informasi seputar dunia hiburan, baik di tanah air maupun internasional. Selain itu disajikan juga informasi yang berkaitan dengan gaya hidup masa kini.

e. Detiki-Net (http://www.detikinet.com/): berisi berbagai informasi seputar teknologi, antara lain mencakup informasi seperti perkembangan internet, gadget, pernak-pernik komputer, dan aplikasinya.

f. DetikFood (http://www.detikfood.com/): berisi berbagai informasi lengkap tentang dunia tata boga dan kuliner.

g. DetikSport (http://www.detiksport.com/): berisi ulasan, reportase, hingga gosip seputar dunia olah raga.

h. Sepakbola (http://www.detiksport.com/sepakbola/): merupakan kanal yang secara khusus menyajikan berita dan informasi seputar olahraga sepakbola, yaitu liga-liga internasional dan liga Indonesia.

i. DetikFoto (http://foto.detik.com/): berisi foto-foto berita atau peristiwa.

j. DetikTV (http://tv.detik.com/): hampir mirip seperti DetikFoto, yaitu memberikan layanan audio visual dari berita atau peristiwa yang terjadi.

k. DetikPortal (http://www.detikportal.com/): khusus untuk kanal ini, pengguna internet dapat mengakses berita dan informasi dari berbagai media di seluruh penjuru, bahkan hingga berita-berita di daerah sekalipun dengan sistem berlangganan.

l. Piala Eropa (http://pialaeropa.detiksport.com/): menyajikan berita, peristiwa, dan situasi seputar piala eropa.

(6)

m. DetikSurabaya (http://www.detiksurabaya.com/): berisi berita dan informasi regional mengenai keadaan dan peristiwa teraktual yang terjadi di kota Surabaya. n. DetikBandung (http://www.detikbandung.com/): sama seperti detikSurabaya,

yaitu berisikan berita dan informasi teraktual yang terjadi di kota Bandung. o. DetikPublishing (http://www.detikpublishing.com/): sebagai sarana pemenuhan

kebutuhan komunikasi korporasi (corporate communication) perusahaan, organisasi atau instansi untuk menyampaikan berita, informasi, pengumuman, serta hal-hal lain yang perlu diketahui masyarakat.

p. DetikForum (http://www.forum.detik.com/): merupakan wadah atau suatu komunitas bagi pengguna internet untuk saling berbagi informasi.

q. BlogDetik (http://blogdetik.com/): salah satu layanan terbaru Detikcom yang memberikan fasilitas blogging bagi pengguna internet di Indonesia.

r. Suara Pembaca (http://suarapembaca.detik.com/): menampung suara / pendapat / aspirasi user terhadap keadaan / situasi / berita yang terjadi

s. Makan Enak (http://meok.detik.com/): merupakan bagian dari kanal detikFood. Berisi artikel mengenai sejumlah tempat yang dapat dijadikan referensi bagi masyarakat ibukota dalam mencari rumah makan / kafe. Juga terdapat rubrik yang diisi oleh pakar kuliner.

t. DetikMobile (http://detikmobile.com/): konsep berlangganan berita melalui ponsel agar tetap up to date terhadap berita-berita terkini dari Detikcom.

2.4 Media Solusi Integrasi

Bervariasinya produk dan layanan yang ditawarkan Detikcom menjadikannya sebagai media online real time yang lengkap dari segi informasi dan segmentasinya. Sehingga

(7)

menjadikannya sebagai media online advertising yang tepat dalam mengkomunikasikan produk dan jasa klien Detikcom. Tepat sasaran terhadap konten berita dan profil pengakses sesuai segmentasi yang dituju. Baik itu secara umum melalui Detikcom maupun dari masing-masing kanal yang tersedia. Agar mampu menyampaikan pesan secara lebih tepat, cepat, dan personal sebagai fungsi integrasi antar media dan konvergensi konten, maka Detikcom menyediakan layanan yang lebih beragam. Mulai dari strategi hingga implementasi demi menunjang suksesnya program komunikasi klien melalui media online.

Layanan Detikcom meliputi:

2.4.1. Strategi dan Konsultasi

Tahap ini berfokus pada perencanaan dan penetapan strategi terhadap komunikasi yang akan dilakukan. Gambaran umum dari tujuan komunikasi, serta latar belakang dan kondisi yang relevan pada saat komunikasi akan dilangsungkan menjadi bahan diskusi dan brainstorming antara Detikcom dengan klien.

2.4.2 Online Media Placement

Melakukan pembelian media secara online (online media buying) untuk klien, guna mengimplementasikan program yang akan dijalankan. Bentuk online media placement terbagi menjadi:

1. Banner Ad-Placement: melakukan online media buying dengan

implementasi produk/jasa klien dalam bentuk space banner berdasarkan durasi pemakaian space banner.

(8)

2. Banner Ad-Point: melakukan online media buying dengan implementasi produk/jasa klien dalam bentuk space banner berdasarkan poin. Sistem ini lebih efisien dan mudah, karena dengan menggunakan username dan password dalam meng-upload banner, klien dapat mengontrol biaya promosi sesuai biaya pembelian point banner.

3. Text-Link Advertising: melakukan online media buying dengan

implementasi produk/jasa klien dalam bentuk teks berdasarkan poin. Teks ini akan tersambung dengan alamat URL tertentu.

2.4.3 Online Presence Development

Merupakan layanan yang memproduksi desain serta aplikasinya sebagai bagian dari materi komunikasi media online yang diperlukan. Desain dan aplikasi tersebut dapat berupa banner, advertgame, advertorial, webtorial, website, ataupun bentuk-bentuk kreatif lainnya sesuai dengan kebutuhan strategis klien.

2.4.4 Online Publishing Service

Detikcom mengusung situs bernama DetikPublishing sebagai sarana pemenuhan kebutuhan komunikasi korporasi (corporate communication) perusahaan, organisasi atau instansi untuk menyampaikan berita,

(9)

informasi, pengumuman, serta hal-hal lain yang perlu diketahui masyarakat.

2.4.5 Online Content Maintenance

Mengelola serta mengembangkan isi dari suatu situs web, baik berupa corporate site, webtorial, maupun halaman-halaman yang diperlukan dalam komunikasi media online. Desk job dari Content maintenance ini meliputi pengelolaan isi, reportase, uploading data dan copywriting.

2.4.6 Online Activities Reporting

Reportase atau pelaporan terhadap aktivitas komunikasi yang telah disebutkan di atas. Meliputi pengiriman secara rutin dan kontinyu log file maupun pelaporan lain di luar log tersebut, yaitu kegiatan-kegiatan lain yang dilakukan sehubungan dengan program komunikasi yang berjalan.

2.5 Visi dan Misi Detikcom

Detikcom sebagai media online memiliki visi dan misi antara lain:

1. memberikan informasi yang lebih baik, berisi kebenaran, dan bertindak independen.

2. menyiarkan berita secepatnya ke masyarakat.

Nama “detik” sebagai pilihan brand merupakan bukti kesungguhan Detikcom untuk selalu menghadirkan berita terkini, tercepat, sesuai dengan namanya. Karena faktor kecepatan inilah yang membuat para pengakses setia untuk rajin mengunjungi Detikcom.

(10)

2.6 Kode Etik Jurnalisme

KODE ETIK AJI (ALIANSI JURNALIS INDEPENDEN)

1. Jurnalis menghormati hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar. 2. Jurnalis senantiasa mempertahankan prinsip-prinsip kebebasan dan

keberimbangan dalam peliputan dan pemberitaan serta kritik dan komentar. 3. Jurnalis memberi tempat bagi pihak yang kurang memiliki daya dan kesempatan

untuk menyuarakan pendapatnya.

4. Jurnalis hanya melaporkan fakta dan pendapat yang jelas sumbernya.

5. Jurnalis tidak menyembunyikan informasi penting yang perlu diketahui masyarakat.

6. Jurnalis menggunakan cara-cara yang etis untuk memperoleh berita, foto dan dokumen.

7. Jurnalis menghormati hak nara sumber untuk memberi informasi latar belakang, off the record, dan embargo.

8. Jurnalis segera meralat setiap pemberitaan yang diketahuinya tidak akurat.

9. Jurnalis menjaga kerahasiaan sumber informasi konfidensial, identitas korban kejahatan seksual, dan pelaku tindak pidana di bawah umur.

10. Jurnalis menghindari kebencian, prasangka, sikap merendahkan, diskriminasi dalam masalah suku, ras, bangsa, politik, cacat/sakit jasmani, cacat/sakit mental atau latar belakang sosial lainnya.

11. Jurnalis menghormati privasi, kecuali hal-hal itu bisa merugikan masyarakat. 12. Jurnalis tidak menyajikan berita dengan mengumbar kecabulan, kekejaman

(11)

13. Jurnalis tidak memanfaatkan posisi dan informasi yang dimilikinya untuk mencari keuntungan pribadi.

14. Jurnalis tidak dibenarkan menerima sogokan. (Catatan: yang dimaksud dengan sogokan adalah semua bentuk pemberian berupa uang, barang dan atau fasilitas lain, yang secara langsung atau tidak langsung, dapat mempengaruhi jurnalis dalam membuat kerja jurnalistik.)

15. Jurnalis tidak dibenarkan menjiplak.

16. Jurnalis menghindari fitnah dan pencemaran nama baik.

17. Jurnalis menghindari setiap campur tangan pihak-pihak lain yang menghambat pelaksanaan prinsip-prinsip di atas.

18. Kasus-kasus yang berhubungan dengan kode etik akan diselesaikan oleh Majelis Kode Etik.

2.7 Kompetitor

Beberapa media dalam negeri yang menjadi kompetitor Detikcom dalam hal kualitas berita antara lain: kompas.com, okezone.com, dan inilah.com.

2.7.1. kompas.com

Gambar 2.3 Logo kompas.com

Kompas.com (Kompas Cyber Media) merupakan bagian dari Kelompok Kompas Gramedia. Jauh sebelum kompas.com diluncurkan, surat kabarnya telah dikenal

(12)

oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, kredibilitas media cetaknya sudah tidak diragukan lagi.

Pada waktu pertama peluncurannya, kompas.com masih mengikuti konsep pers cetak (tetap menganut pola periodisasi untuk update beritanya). Namun tidak lama sesudahnya, pola update-nya pun mengalami perubahan, yaitu dengan menanggalkan pola periodisasi. Selain itu, halaman situsnya juga telah diperbaharui sehingga tampilannya berkesan bersih, nyaman, dan bersifat interaktif.

Gambar 2.4

(13)

2.7.2 okezone.com

Gambar 2.5 Logo okezone.com

Sama seperti kompas.com, okezone.com juga merupakan bagian dari sebuah grup yang bergerak di bidang media, yaitu Media Nusantara Citra (MNC). Sebelum membuat portal berita okezone.com, MNC sudah mengeluarkan surat kabar yang bernama Sindo. Isi beritanya tidak jauh berbeda dengan Detikcom, berisi berita breaking news, serta artikel tentang hiburan, gaya hidup, dan olahraga.

Gambar 2.6

(14)

2.7.3 inilah.com

Gambar 2.7 Logo inilah.com

Sajian berita yang terdapat pada inilah.com cukup lengkap dan beragam. Selain berita, inilah.com juga memiliki beberapa kanal berisi informasi seputar hiburan dan gaya hidup. Di situs ini terdapat beberapa kanal yang unik dan jarang ditemui di portal berita lainnya, yaitu kanal berisi konsultasi kesehatan dan karikatur. Pada rubrik konsultasi kesehatan, user dapat menanyakan masalah kesehatannya yang akan dijawab oleh pakar yang telah ditentukan.

Desain pada tampilan situs inilah.com memiliki ciri khas warna oranye, memberikan kesan dinamis dan enerjik. Desain situs serta isinya yang sedikit berbeda ini memberikan karakter / identitas tersendiri.

(15)

Gambar 2.8 Tampilan Muka inilah.com

2.8 Target Audience Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pers, Detikcom tidak membatasi

pembacanya berdasarkan golongan atau kalangan tertentu. Berita dan informasi yang disajikan diperuntukkan bagi semua kalangan yang haus akan informasi terkini. Namun tidak dapat dipungkiri, perkembangan teknologi dan gaya hidup cenderung menjadi sorotan bagi mereka yang berada dalam masa usia produktif. Hal ini selaras dengan data hasil pengamatan terhadap pembaca Detikcom.

(16)

Berikut ringkasan data profil pembaca Detikcom berdasarkan survei yang dilakukan oleh AC Nielsen:

IP Address recorded / day : 750.000 IP Address. Asumsi 1 IP Address digunakan oleh 10 orang. Berarti total pengakses Detikcom berjumlah 7.500.000 pageviews per hari. AC Nielsen mengklasifikasikan user Detikcom ke dalam beberapa golongan, yaitu:

a. gender pria : 71% wanita : 29% b. kisaran usia > 40 tahun : 8 % 30-39 tahun : 26 % 25-29 tahun : 20 % 20-24 tahun : 40 % 15-19 tahun : 6 % c. tempat tinggal Jakarta : 68%

Pulau Jawa (non Jabodetabek) : 28%

(17)

d. Kelas Sosial Ekonomi (SES) A : 40% B : 23,5 % C : 36,5 % e. pendidikan sarjana (S1) : 62% master (S2) : 7% Diploma : 17% Lain-lain : 14% f. tempat mengakses

tempat kerja / kantor : 61%

lainnya : 39% g. memakai internet > 7 tahun : 28% 5-7 tahun : 32% 1-4 tahun : 35% <1 tahun : 5% h. frekuensi pemakaian setiap hari : 69%

(18)

sekali seminggu : 1% sekali dalam sebulan : 4%

Berdasarkan data hasil survei tersebut, maka diambil kesimpulan tentang target audience sebagai berikut:

geografis

kota- kota besar, terutama Jabodetabek

demografis

usia : terutama usia 20-40 tahun (usia produktif) gender : pria dan wanita

pendidikan : S1, D3

kelas ekonomi sosial : SES A, B, dan C

profesi : karyawan, kalangan profesional, praktisi, dan mahasiswa frekuensi pemakaian internet : setiap hari dan beberapa kali dalam seminggu (rutin) memakai internet : 1-7 tahun

psikografis

a. Selalu menggunakan dan mengandalkan internet dalam aktivitas kesehariannya. b. Menggunakan sebagian besar waktunya di depan komputer dan menjelajahi

internet (antara lain karena tuntutan profesi).

c. Memiliki rasa ingin tahu yang cukup tinggi terhadap perkembangan situasi ekonomi, politik, dan sosial yang terjadi di dalam dan luar negeri.

(19)

e. Membutuhkan berita dengan akses yang cepat dan mudah, dan dapat dipercaya kebenarannya.

f. Memiliki keinginan untuk menyampaikan pendapat serta bertukar pikiran dengan sesama pengguna internet.

g. Merupakan tipe individu yang mobile.

h. Merupakan tipe individu yang loyal terhadap sesuatu yang sudah dipercaya dan tidak mudah untuk mengganti pilihannya.

i. Merupakan kaum yang melek informasi dan teknologi, dan selalu menantikan terobosan dan inovasi terbaru yang dapat diakses melalui internet.

j. Merupakan tipe individu yang berpikiran terbuka dan tidak anti terhadap perubahan, selama perubahan itu menuju ke arah yang positif.

2.9 Data Kuesioner

Kuesioner diberikan kepada lima puluh responden yang merupakan user Detikcom dengan rentang usia antara 20-40 tahun serta berdomisili di Jabodetabek. Kategori ini dipilih sebagai penyesuaian dengan hasil survei yang dilakukan oleh AC Nielsen terhadap user Detikcom. Berikut data kuesioner beserta hasil dan pembahasannya.

2.9.1 Hasil Kuesioner jenis kelamin

laki-laki : 56%

(20)

1). frekuensi pemakaian

setiap hari : 26%

beberapa kali seminggu : 30%

seminggu sekali : 2%

tidak rutin / (<1x seminggu) : 42%

2). kapan terakhir kali membuka situs detik.com

hari ini : 28%

kemarin : 22%

beberapa hari lalu (<seminggu) : 10% seminggu yang lalu : 12% tidak ingat (>seminggu lalu) : 28%

3). apakah mengenali logo Detikcom (awareness)

ya : 58%

tidak : 42%

4). apakah dapat mengingat kembali seperti apa logo Detikcom

(lanjutan dari pertanyaan no.3, persentase berdasarkan responden yang menjawab ya pada pertanyaan nomor 3)

ya, dengan sangat jelas : 20,7% ingat, tetapi samar-samar : 55,2% tidak (karena tidak memperhatikan) : 24,1%

(21)

5). bagaimana kesan terhadap desain logo Detikcom

unik dan modern : 13,8%

kuno, kaku : 10,3%

biasa saja (tidak berkesan apa-apa) : 75,9%

2.9.2 Pengaruh Frekuensi Kunjungan User terhadap Pengenalan Logo Dari kuesioner yang dibagikan, dikelompokkan tiga jenis responden seperti berikut:

a. Responden yang setiap hari rutin mengunjungi situs Detikcom:

• 69,2% mengetahui logo Detikcom

mayoritas user kategori ini dapat mengingat kembali logonya, meskipun hanya secara samar samar.

• 30,8% tidak mengetahui logo Detikcom

b. Responden yang rutin mengunjungi situs Detikcom beberapa kali dalam seminggu:

• 80% mengetahui logo Detikcom

User kategori ini juga dapat mengingat kembali seperti apa logo tersebut, meskipun hanya samar-samar.

• 20% tidak mengetahui logo Detikcom

(22)

c. Responden yang tidak rutin mengunjungi situs Detikcom + responden yang mengunjungi situs Detikcom seminggu sekali:

• 36,4% mengetahui logo Detikcom

• 63,6% tidak mengetahui logo Detikcom

2.9.3 Penyebab Mengapa Logo Tidak Dikenal

Alasan mengapa kebanyakan responden tidak mengetahui atau mengenal logo Detikcom:

a. Karena beberapa user yang tidak melihat ke dalam halaman utama situs Detikcom (logo Detikcom terdapat pada halaman utama situs ini), melainkan melihat ke halaman kanal lain yang merupakan bagian dari Detikcom, seperti DetikSport, DetikHot, dan lainnya. Setiap kanal ini memiliki logonya sendiri-sendiri (berfungsi seperti sub-brand).

b Ada juga beberapa user yang tidak dapat memperhatikan / mengetahui logo ini karena letaknya yang kurang strategis dan “tertutupi” oleh banyaknya banner iklan yang hampir semuanya bergerak dan berformat flash. Selain itu ukuran logonya yang tidak jauh berbeda dengan iklan serta letaknya yang sangat dekat dengan banner iklan membuatnya tidak stand out sebagai identitas utama portal.

c. Logonya tidak memiliki karakter, sehingga tidak meninggalkan kesan apapun yang mewakili Detikcom seperti yang diinginkan

(23)

perusahaan, yaitu sebagai portal berita online teraktual dan terpercaya kepada user.

2.9.4 Kesan Responden Terhadap Logo

Kesan sebagian besar user terhadap logo Detikcom mayoritas (sebanyak 75,9%) biasa saja, dalam arti mereka tidak memperoleh suatu kesan tentang Detikcom dari desain logonya. Hal ini berbeda pada tampilan situsnya. Detikcom dikenal dari tampilan situsnya, bukan dari logonya. Ini menunjukkan bahwa logo Detikcom telah gagal menjalankan fungsinya sebagai wajah / representasi suatu perusahaan yang dapat berkomunikasi kepada audiens dan publik.

2.9.5. Harapan terhadap Identitas Korporat yang Baru

Harapan dari pembuatan ulang identitas korporat Detikcom adalah:

a. Membangun suatu kesatuan identitas yang utuh dan solid sesuai dengan positioning Detikcom. Yaitu sebagai portal berita online teraktual dan terpercaya, serta menjadi rujukan dalam menemukan berita maupun informasi terbaru.

b. Membangun suatu identitas korporat dengan desain yang terstruktur dan terintegrasi sebagai upaya untuk memudahkan pengenalan jenis-jenis layanan yang dimiliki Detikcom bagi user, sekaligus sebagai upaya memfasilitasi perkembangan Detikcom pada masa-masa mendatang.

(24)

2.10 SWOT 2.10.1 Strength

a. Detikcom merupakan pionir dalam bidang pers online di Indonesia. b. Kecepatan dan keakuratan berita yang disajikan telah memperoleh

kepercayaan dari para pengguna internet dan klien.

c. Dengan semakin bertambahnya jumlah pengakses Detikcom, maka bertambah pula klien dan pemasang iklan di Detikcom. Adanya aliran dana yang mengalir masuk ini memungkinkan Detikcom menambah kanal, konten, serta layanannya.

d. Detikcom tidak hanya mengandalkan keunggulan / kualitas beritanya (aspek fungsional), namun juga memanfaatkan kekuatan komunitas (human insight).

e. Penamaan kanal-kanal Detikcom yang berbeda dari portal berita lainnya. Kanal-kanal pada Detikcom ini diberi imbuhan kata ‘Detik’ sehingga memberikan suatu nilai lebih kepada kanal-kanal tersebut.

2.10.2 Weakness

a. Kurangnya perhatian terhadap segi desain membuat sejumlah pengakses mengeluhkan tampilan situs yang terkesan kurang user-friendly dan membuat mata cepat lelah.

b. Logo yang ada saat ini tidak dapat berfungsi sebagai perwakilan / wajah perusahaan.

c. Kurang adanya keselarasan desain antara halaman kanal yang satu dengan yang lainnya.

(25)

2.10.3 Opportunity

a. Dengan semakin maraknya penggunaan internet, maka terbuka juga peluang bagi Detikcom untuk merambah berbagai kalangan.

b. Kerja sama antara Detikcom dengan Yahoo! membuka peluang Detikcom untuk dilihat dan dikenal oleh pengakses Yahoo!

c. Banyaknya media yang secara legal mengutip pemberitaan Detikcom semakin meningkatkan kredibilitas Detikcom di mata masyarakat.

2.10.4 Threat

a. Adanya layanan berita dan informasi dengan konten dalam negeri di situs media online internasional seperti Google, Yahoo!, dan MSN . Namun ancaman ini telah diantisipasi oleh Detikcom dengan cara menjalin kerjasama dengan Yahoo!.

b. Kesuksesan Detikcom akan turut memunculkan media-media pers online serupa lainnya di dalam negeri.

c. Adanya portal berbasis komunitas seperti Friendster dan Facebook, sedikit banyak akan mengalihkan perhatian user. Portal-portal komunitas tersebut akan menjadi destinasi pertama mereka ketika mengakses internet, menggantikan posisi Detikcom.

Figur

Gambar 2.2  Tampilan Muka Detikcom

Gambar 2.2

Tampilan Muka Detikcom p.4
Gambar 2.5  Logo okezone.com

Gambar 2.5

Logo okezone.com p.13
Gambar 2.8  Tampilan Muka inilah.com

Gambar 2.8

Tampilan Muka inilah.com p.15

Referensi

Memperbarui...