50 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Lokasi Penelitian
Museum Negeri Sri Baduga berada di jalan BKR No. 185 Bandung, memiliki koleksi benda alam serta benda budaya Jawa Barat. Museum ini terdiri atas tiga lantai. Lantai satu menampilkan kekayaan alam, meliputi flora, fauna, berbagai jenis batuan dan bahan galian, serta peta plestosen. Lantai dua menampilkan profil masyarakan tradisional Sunda dan hasil budayanya. Adapun di lantai tiga, menampilkan penataan ruang dalam sebuah rumah.
Selain menampilkan benda-benda bersejarah, museum ini juga mempunyai fasilitas auditorium, ruang seminar, ruang pameran, perpustakaan, serta fasilitas umum lainnya. Museum ini buka setiap Senin-Jumat pukul 08.00:15.00, sedangkan Sabtu dan Minggu mulai pukul 08.00-14.00.
B. Metode Penelitian
Tujuan adanya metode penelitian adalah untuk memberikan gambaran kepada peneliti mengenai langkah-langkah penelitian yang dilakukan, sehingga permasalahan tersebut dapat dipecahkan. Seperti yang dikemukakan oleh Winarno Surakhmad (1998 : 131), “metode merupakan cara utama yang dipergunakan untuk mencapai tujuan, misalnya untuk menguji serangkaian hipotesis, dengan mempergunakan teknik serta alat-alat tertentu”. Cara utama
itu dipergunakan setelah penyelidik memperhitungkan kewajarannya ditinjau dari tujuan penyelidikan serta dari situasi penyelidikan.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Menurut Sugiyono (2006), “metode kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti objek yang alamiah (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci”. Teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil yang lebih pada menekankan makna dari pada generalisasi. Setelah dianalisis, kemudian dilakukan beberapa pengujian, yaitu pengujian kredibilitas, pengujian transferability, pengujian dependability, dan pengujian konfirmability. Karakteristik lainnya adalah penelitian kualitatif lebih bersifat deskriptif, data yang terkumpul.
C. Variabel Penelitian
Sugiyono (2006:59) menyatakan bahwa “variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya.”
Menurut Nan Lin (dalam Silalahi, 2009: 115) mendefinisikan sebagai berikut: ‘a variable is defined as a characteristic which can take on two more different categories’.
Variabel dapat dikatakan sebagai suatu hal yang menjadi objek pengamatan penelitian atau sering pula dikatakan sebagai faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala yang akan diteliti.
Dalam penelitian ini, yang menjadi variabel penelitian adalah “Kinerja Karyawan”. Kinerja adalah sebuah kata dalam bahasa Indonesia dari kata dasar "kerja" yang menterjemahkan kata dari bahasa asing prestasi. Dapat iartikan juga sebagai hasil kerja. Pengertian kinerja dalam organisasi merupakan jawaban dari berhasil atau tidaknya tujuan organisasi yang telah ditetapkan
Menurut Gibson (1987) ada 3 faktor yang berpengaruh terhadap kinerja : a. Faktor individu : kemampuan, ketrampilan, latar belakang keluarga,
pengalaman kerja, tingkat sosial dan demografi seseorang.
b. Faktor psikologis : persepsi, peran, sikap, kepribadian, motivasi dan kepuasan kerja.
c. Faktor organisasi : struktur organisasi, desain pekerjaan, kepemimpinan, sistem penghargaan (reward system)
D. Populasi & Sampel 1. Populasi
Kuncoro (2003: 103) mengemukakan bahwa “populasi adalah kelompok elemen yang lengkap, yang biasanya berupa orang, objek, transaksi, atau kejadian di mana kita tertarik untuk mempelajarinya atau menjadi objek penelitian”. Sedangkan menurut Indriantoro dan Supomo
(2002: 115) populasi (population) yaitu: “sekelompok orang, kejadian atau segala sesuatu yang mempunyai karakteristik tertentu”.
Dalam mengumpulkan dan menganalisa suatu data, menentukan populasi merupakan langkah yang penting. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek atau subyek itu, tetapi meliputi seluruh karakteristik atau sifat yang dimililiki subjek atau obyek itu sendiri.
Berdasarkan uraian duatas, maka populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan di bagian pengelolaan koleksi Museum Negeri Sri Baduga. Berikut tabel populasi dalam penelitian ini.
Tabel 3.1
Populasi Karyawan Pengelolaan Koleksi
Sumber : Diolah Peneliti
No Nama Departemen
1 Dra. Sri Mulyati Pegelolaan Koleksi
2 Dra. Rr Meilyn Pegelolaan Koleksi
3 Farida Setiawati, BA Pegelolaan Koleksi
4 Hj. Hodijah, S.Pd Pegelolaan Koleksi
5 Suwandi Pegelolaan Koleksi
6 Sutisna Pegelolaan Koleksi
7 Romulo, S.Pd, M.Hum Pegelolaan Koleksi
8 Mumun Mulyana Pegelolaan Koleksi
9 Budi Wiharjono Pegelolaan Koleksi
10 Asep Riyadi Pegelolaan Koleksi
11 Hermanto Pegelolaan Koleksi
12 Sutresno Pegelolaan Koleksi
13 Rosala Laelawati Pegelolaan Koleksi
14 Iip Sarif Hidayat Pegelolaan Koleksi
15 Daswi Karyati Pegelolaan Koleksi
2. Sampel
Dalam suatu penelitian tidak mungkin semua populasi dapat diteliti. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya karena keterbatasan biaya, tenaga, dan waktu yang tersedia atau pun karena hal lainnya. Oleh karena itu menurut Sugiyono (2009: 115), peneliti diperkenankan mengambil sebagian dari objek populasi yang telah ditentukan.
Menurut Sugiyono (2009: 116) mengemukakan bahwa :
“Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan penelitian tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga, dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut”.
Dalam pengambilan sampel, terdapat dua tehnik sampling (Sugiono, 2006 : 91), yaitu :
a. Probability sampling (pengambilan sampel berdasarkan peluang) adalah metode pemilihan sample dari suatu populasi dengan menggunakan kaidah-kaidah probabilita. Terdapat empat cara sampling dalam Probability Sampling, yaitu :
1) Simple random sampling
2) Proportionate Stratified Random Sampling 3) Disportionate Stratified random sampling 4) Cluster random sampling
b. Non Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau
anggota opulasi untuk dipilih menjadi sampel. Dalam non probability sampling terdapat enam cara pengambilan sampling, yaitu :
1) Sampling Sistematis 2) Sampling Kuota 3) Sampling Insidental 4) Sampling Purposive 5) Sampling Jenuh 6) Snowball Sampling
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik nonprobability sampling yaitu Sampling Jenuh, dimana menurut Sugiyono (2009: 120) teknik nonprobability sampling adalah : “suatu teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang atau kesempatan sama kepada setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel dikarenakan pertimbangan tertentu”.
Sedangkan Sampling Jenuh menurut Sugiyono (2009: 122) adalah “teknik pengambilan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel”. dikarenakan Dari uraian diatas, dikarenakan jumlah populasi relatif sedikit, yaitu 16 orang, jadi sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan bagian pengelolaan/jabatan fungsional yang brjumlah 16 orang.
E. Teknik Pengumpulan Data 1. Teknik Pengumpulan data
Adapun teknik dalam pengumpulan data yang akan dilakukan peneliti yaitu:
a. Kuesioner
Menurut Umar (2008: 49) “kuesioner merupakan suatu pengumpulan data dengan memberikan atau menyebarkan daftar pertanyaan/pernyataan kepada responden dengan harapan memberikan respon atas daftar pertanyaan tersebut”.
Jenis angket yang digunakan penulis adalah angket tertutup dan terstruktur, artinya jawaban responden pada setiap pernyataan atau pertanyaan terikat pada sejumlah alternatif yang disediakan dan responden tidak diberi kesempatan untuk memberikan jawaban lain selain jawaban-jawaban yang disediakan. Pengisian kuesioner dilakukan secara langsung oleh pimpinan dari masing-masing responden tersebut.
Alat ukur yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini adalah skala likert. Menurut Silalahi (2009: 229) skala likert adalah “teknik penskalaan banyak digunakan terutama untuk mengukur sikap, pendapat, atau persepsi seseorang tentang dirinya atau sekelompok orang yang berhubungan dengan suatu hal”. Skala ini juga disebut summated scale yang berisi sejumlah pernyataan dengan kategori respon.
Dalam skala Likert, jawaban yang dikumpulkan dapat terdiri dari pernyataan positif maupun pernyataan negatif. Dalam penilaian yang peneliti lakukan, disediakan lima nilai, yaitu A (Sangan Baik), B (Baik), C (Cukup Baik), D (Buruk), E ( Sangat Buruk). Untuk setiap item pernyataan positif akan diberi bobot sebagai berikut :
Tabel 3.2
Skor setiap item jawaban
Jawaban Skor Sangat Baik 5 Baik 4 Cukup Baik 3 Buruk 2 Sangat Buruk 1
Adapun skor item didapat dari jumlah responden yang memilih salah satu alternatif jawaban dikalikan dengan nilai skor yang ada pada tabel 3.2.
Selanjutnya adalah menentukan kriteria pengklasifikasian untuk variabel yang mengacu pada ketentuan yang dikemukakan oleh Husein Umar (2003:201), dan skor akan dicari dengan menggunakan rumus, di mana rentang skor dicari dengan rumus sebagai berikut:
(
)
b n m RS = − Keterangan:RS = Rentang skor m = Skor tertinggi item n = Skor terendah item
b = Jumlah kelas
Skor tertinggi (banyaknya responden dikali skor tertinggi yaitu 5) = 16 x 5 =80, dan skor terendah (banyaknya responden dikali skor terendah yaitu 1) =16 x 1 = 16.
(
)
5 16 80− = RS = 12,8Rentang pengklasifikasian setiap kategori untuk Penilaian Karyawan
Tabel 3.3
Kriteria Rentang Pengklasifikasian
Variabel Kategori Rentang Pengklasifikasian
Penilaian Karyawan Tidak baik 16 - < 28,8 Kurang baik 28,8 - < 41,6 Cukup baik 41,6 - < 54,4 Baik 54,4 - < 67,2 Sangat baik 67,2 - 80
Sumber: Data Diolah
Adapun jumlah pertanyaan kuesioner adalah berjumlah 12 (dua belas) item.
b. Pengumpulan Data Dengan Observasi
Adapun tahapan observasi seperti yang dikatakan Spradley (1980), terbagi tiga yaitu :
2) Observasi terfokus
3) Observasi terseleksi
Dalam tahapan pertama observasi deskriptif yaitu observasi yang dilakukan peneliti pada saat memasuki situasi sosial tertentu sebagai objek penelitian. Pada tahap ini peneliti belum membawa masalah yang akan diteliti, maka peneliti melakukan penjelajah umum, dan menyeluruh, melakukan deskripsi terhadap semua yang dilihat, didengar, dan dirasakan. Semua data direkam, oleh karena itu hasil dari observasi ini disimpulkan dalam keadaan yang belum tertata. Observasi tahap ini disebut grand tour observation dan peneliti menghasilkan kesimpulan pertama.
Tahapan kedua adalah observasi terfokus yang dalam tahap ini peneliti sudah melakukan mini tour observation yaitu suatu observasi yang telah dipersempit untuk difokuskan pada aspek tertentu.
Dan tahapan terakhir adalah observasi terseleksi yang telah menguraikan fokus yang ditemukan sehingga datanya lebih rinci. Dengan melakukan analisis komponensial terhadap fokus, maka pada tahap ini peneliti telah menemukan karakteristik, kontras-kontras/perbedaan dan kesamaan antar kategori, serta menemukan hubungan antara satu kategori dengan kategori yang lain.
a. Teknik Pengumpulan Data dengan Interview/Wawancara
Esterberg (2002) dalam Sugiono (2006:26) mengemukakan beberapa macam wawancara, yaitu:
1) Wawancara Terstruktur (Structured Interview)
Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila peneliti telah mengetahui dengan pasti tentang nformasi apa yang akan diproleh.
2) Wawancara Semiterstruktur (semistructure Interview)
Jenis wawancara ini sudah termasuk dalam kategori in-dept interview, dimana dalam pelaksanaannya lebih bebas bila dibandingkan dengan wawancara terstrktur. Tujuan dari wawancara jenis ini adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana pihak yang diajak wawancara diminta pendapat dan ide-idenya.
3) Wawancara Tidak Terstruktur
Wawancara tidak terstrktur adalah wawacara yang bebas, dimana penliti tidak mnggunakan pedoman wawancara yang telah trsusun secara sistematis untuk pengumpulan datanya.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan wawancara semiterstruktur, peneliti melakukan wawancara yang telah ditentukan penulis. Akan tetapi, dilapangan terdapat beberapa hal yang tak terduga untuk diwawancara. Dalam melakukan wawancara peneliti dapat menggunakan cara “berputar-putar baru menukik” artinya pada awal wawancara yang dibicarakan adalah hal-hal yang tidak terkait dengan tujuan, dan bila sudah terbuka kesempatan untuk menanyakan sesuatu yang menjadi tujuan, maka segera ditanyakan (Prof. Dr. Sugiyono, 2006). Alat-alat yang digunakan dalam wawancara adalah buku catatan, tape recorder dan kamera.
b. Pengumpulan data dengan Dokumen
Teknik pengumpulan data dengan dokumen merupakan studi dokumen sebagai pelengkap wawancara dan observasi. Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari
seseorang. Dokumen yang berbentuk tulisan misalnya catatan harian, sejarah kehidupan (life histories), cerita, biografi, peraturan, dan kebijakan. Dokumen yang berbentuk gambar misalnya foto, gambar hidup, sketsa dan lain-lain. Dokumen yang berbentuk karya misalnya karya seni, yang dapat berupa gambar, patung, film, dan lain-lain. Hasil penelitian dari observasi dan wawancara, akan lebih kredibel / dapat dipercaya kalau didukung oleh sejarah pribadi kehidupan di masa kecil, di sekolah, di tempat kerja, di masyarakat dan autobiografi. Hasil penelitian juga akan semakin kredibel apabila didukung oleh foto-foto atau karya tulis akademik dan seni yang telah ada (Sugiyono, 2006:56).
F. Tahap Pengolahan Data 1. Teknik Analisis Data
Analisis data dimaksudkan untuk menyederhanakan data sehingga lebih mudah dibaca, dipahami, dan diinterprestasikan. Data yang akan dianalisis merupakan data hasil pendekatan survei dari pengumpulan data secara kuesioner ditambah dengan data yang didapat dari teknik pengumpulan data yang lainnya, kemudian dilakukan analisis untuk menarik kesimpulan.
Setelah dilakukan analisis data antara data hasil wawancara, dan telaah dokumen, kemudian diadakan perhitungan dari hasil kuesioner agar hasil analisis dapat teruji dan dapat diandalkan.
a. Uji Kredibilitas
Uji kredibilitas data atau kepercayaan terhadap data hasil penelitian kualitatif antara lain dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan dalam penelitian, triangulasi, diskusi dengan teman sejawat, analisis kasus negative, dan membercheck.
b. Pengujian Transferability
“Bila pembaca laporan peneliti memperoleh gambaran yang sedemikian jelasnya, “semacam apa” suatu hasil penelitian dapat diberlakukan (transferability), maka laporan tersebut memenuhi standar transferability. (Sanafial Faizal, 1990).
Oleh karena itu, supaya orang lain dapat memahami hasil penelitian kualitatif sehingga ada kemungkinan untuk menerapkan hasil penelitian tersebut, maka peneliti dalam membuat laporannya harus memberikan uraian yang rinci, jelas, sistematis, dan dapat dipercaya. Dengan demikian, pembaca menjadi jelas atas hasil penelitian tersebut, sehingga dapat memutuskan dapat atau tidaknya mengaplikasikan hasil penelitian tersebut di tempat yang lain.
c. Pengujian Depenability
Dalam penelitian kualitatif, uji dependability dilakukan dengan menggunakan audit terhadap keseluruhan proses penelitian. Sering terjadi peneliti tidak melakukan proses penelitian ke lapangan, tetapi bisa memberikan data. Penelitian seperti ini perlu diuji dpenabilitynya.
Kalau proses penelitian tidak dilkukan tetapi datanya ada, maka penelitian tersebut tidak reliable atau dependable. Untuk itu, pengujian dependability dilakukan dengan cara melakukan audit oleh auditor yang independen, atau pembimbing untuk mengaudit kseluruhan aktivitas peneliti dalam melakukan penelitian. Bagaimana peneliti mulai menentukan masalah/fokus, memasuki lapangan, menentukan sumber data, melakukan analisis data, melakukan uji keabsahan data, sampai membuat kesimpulan harus dapat ditunjukan oleh peneliti.
d. Pengujian Konfirmability
Dalam penelitian kualitatif, uji konfirmabilty mirip dengan uji dependability, sehingga pengujiannya dapat dilakukan secara bersamaan. Menguji konfirmability berarti menguji hasil penelitian, dikaitkan dengan proses yang dilakukan. Bila hasil penelitian merupakan fungsi dari proses penelitian yang dilakukan, maka penelitian tersebut telah memenuhi standat konfirmability. Dalam penelitian, jangan sampai proses tidak ada, tetapi hasilnya ada.