• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBERIAN TESTOSTERONE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEMBERIAN TESTOSTERONE"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

i

TESIS

PEMBERIAN

TESTOSTERONE

REPLACEMENT

THERAPY

MENINGKATKAN EKSPRESI mRNA

RESEPTOR ANDROGEN PADA KELENJAR

PROSTAT TIKUS WISTAR (

Rattus norvegicus

)

JANTAN YANG DIKASTRASI

LUH ARI ARINI

PROGRAM MAGISTER

PROGRAM STUDI ILMU BIOMEDIK

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS UDAYANA

DENPASAR

(2)

ii

TESIS

PEMBERIAN

TESTOSTERONE

REPLACEMENT

THERAPY

MENINGKATKAN EKSPRESI mRNA

RESEPTOR ANDROGEN PADA KELENJAR

PROSTAT TIKUS WISTAR (

Rattus norvegicus

)

JANTAN YANG DIKASTRASI

LUH ARI ARINI NIM 1490761001

PROGRAM MAGISTER

PROGRAM STUDI ILMU BIOMEDIK

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS UDAYANA

DENPASAR

(3)

iii

PEMBERIAN

TESTOSTERON

E

REPLACEMENT

THERAPY

MENINGKATKAN EKSPRESI mRNA

RESEPTOR ANDROGEN PADA KELENJAR

PROSTAT TIKUS WISTAR (

Rattus norvegicus

)

JANTAN YANG DIKASTRASI

Tesis Untuk Memperoleh Gelar Magister Pada Program Magister, Program Studi Biomedik, Program Pascasarjana Universitas Udayana

LUH ARI ARINI NIM 1490761001

PROGRAM MAGISTER

PROGRAM STUDI ILMU BIOMEDIK

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS UDAYANA

DENPASAR

(4)

iv

Lembar Pengesahan

TESIS INI TELAH DISETUJUI PADA TANGGAL 18 JULI 2016

Pembimbing I

Prof. Dr.dr Wimpie I. Pangkahila, SpAnd., FAACS

NIP. 194612131971071001

Pembimbing II

Prof. Dr. dr. Nyoman Mangku Karmaya, M.Repro

NIP. 194612311969021001

Mengetahui,

Ketua Program Studi Magister Ilmu Biomedik

Program Pascasarjana

Universitas Udayana

Dr. dr. Gde Ngurah Indraguna Pinatih, M.Sc., Sp.GK

NIP.195805211985031002

Direktur Program Pascasarjana

Universitas Udayana

Prof.Dr.dr.A.A.Raka Sudewi, Sp.S(K)

NIP. 195902151985102001

(5)

v

Tesis Ini Telah Diuji Dan Dinilai Oleh Panitia Penguji Pada

Program Pascasarjana Universitas Udayana Pada Tanggal 18 Juli 2016

Panitian Penguji Tesis Berdasarkan SK Rektor Universitas Udayana, No.:..., Tanggal...

Ketua : Prof. Dr. dr. Wimpie I. Pangkahila, Sp.And., FAACS Anggota :

1. Prof. Dr. dr. Nyoman Mangku Karmaya, M.Repro 2. Prof. Dr. dr. J. Alex Pangkahila, M.Sc., Sp.And 3. Prof. dr. I Gusti Made Aman, Sp.FK

(6)

vi

SURAT PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT

Nama : Luh Ari Arini

Nim : 1490761001

Program Studi : Magister Ilmu Biomedik (IKR)

Judul : Pemberian Testosterone Replacement Therapy Meningkatkan

Ekspresi mRNA Reseptor Androgen Pada Kelenjar Prostat

Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Jantan Yang Dikastrasi.

Dengan ini menyatakan bahwa karya ilmiah Tesis ini bebas plagiat

Apabila dikemudian hari terbukti terdapat plagiat pada karya ilmiah ini, maka

saya bersedia menerima sanksi sesuai peraturan Mendiknas RI No.17 tahun 2010

dan peraturan perundang-undang yang berlaku.

Denpasar, 9 Juni 2016

Yang membuat pernyataan,

(7)

vii

UCAPAN TERIMA KASIH

Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi

Wasa/Tuhan Yang Maha Esa karena atas asung wara nugraha-Nya tesis yang

berjudul ”Pemberian Testosterone Replacement Therapy Meningkatkan Ekspresi

mRNA Reseptor Androgen pada Kelenjar Prostat Tikus Wistar (Rattus

norvegicus) Jantan Yang Dikastrasi” ini dapat terselesaikan dengan baik.

Berkat petunjuk, bimbingan, serta bantuan dari berbagai pihak, segala

hambatan dan rintangan dalam penyusunan tesis ini dapat diselesaikan dengan baik,

untuk itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan rasa hormat dan terima kasih

yang sebesar-besarnya kepada:

1. Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD selaku Rektor Universitas

Udayana atas kesempatan dan fasilitas yang diberikan kepada penulis untuk

mengikuti dan menyelesaikan pendidikan Program Magister di Universitas

Udayana.

2. Prof. Dr. dr. Putu Astawa. M.Kes, Sp.OT, FICS selaku Dekan Fakultas

Kedokteran Universitas Udayana yang telah memberikan kesempatan

kepada penulis untuk menempuh pendidikan di Universitas Udayana.

3. Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K) selaku Direktur program

Pascasarjana Universitas Udayana atas kesempatan yang diberikan kepada

penulis untuk menjadi mahasiswa Program Magister Pascasarjana

Universitas Udayana.

4. Dr. dr. Gde Ngurah Indraguna Pinatih, M.Sc., Sp.GK., selaku Ketua

(8)

viii

atas kesempatan yang diberikan kepada penulis untuk menjadi mahasiswa

Program Studi Ilmu Biomedik (IKR).

5. Prof. Dr. dr. Wimpie I Pangkahila, Sp.And., FAACS., selaku Pembimbing I

yang telah banyak memberikan bimbingan, dorongan, semangat, dan

masukan kepada penulis selama penyusunan tesis.

6. Prof. Dr. dr. Nyoman Mangku Karmaya, M.Repro selaku Pembimbing II

yang telah banyak memberikan bimbingan, dorongan, semangat, dan

masukan kepada penulis selama penyusunan tesis.

7. Prof. Dr. dr. J. Alex Pangkahila, M.SC., Sp.And selaku penguji yang telah

banyak memberikan bimbingan dan masukan kepada penulis dalam

penyusunan tesis ini.

8. Prof. dr. I.G.M. Aman, Sp.FK selaku penguji yang telah banyak

memberikan bimbingan dan masukan kepada penulis dalam penyusunan

tesis ini.

9. Dr. dr. Bagus Komang Satriyasa, M. Repro selaku penguji yang telah

banyak memberikan bimbingan dan masukan kepada penulis dalam

penyusunan tesis ini.

10. Dr. I.G.N Sri Wiryawan, M.Repro selaku Kepala Bagian Histologi Fakultas

Kedokteran Universitas Udayana atas ijin yang diberikan untuk melakukan

penelitian di Laboratorium Histologi.

11. dr. I.G.K Nyoman Arijana, Msi.Med., yang telah banyak membantu dalam

(9)

ix

12. Para dosen pengajar Magister Ilmu Biomedik, teman-teman sependidikan,

para staf bagian Biomedik serta seluruh pihak yang tidak dapat penulis

sebutkan satu persatu, atas bimbingan, ilmu dan bantuan yang diberikan

selama ini.

Tak lupa dalam kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan permohonan

maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyusunan tesis ini dan penulis

mengharapkan kritik serta saran yang membangun demi kesempurnaan tesis ini.

Penulis berharap tesis ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi

penulis pribadi, bagi pembaca dan seluruh pihak yang berkepentingan.

Denpasar, 15 Mei 2016

(10)

x ABSTRAK

PEMBERIAN TESTOSTERONE REPLACEMENT THERAPY MENINGKATKAN EKSPRESI mRNA RESEPTOR ANDROGEN PADA

KELENJAR PROSTAT TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus) JANTAN YANG DIKASTRASI

Istilah andropause merupakan keadaan penuaan pada pria yang terjadi secara alami, diawali dengan menurunnya fungsi testis sehingga menimbulkan penurunan hormon testosteron. Defisiensi testosteron akan menimbulkan masalah khususnya pada pria tua seperti gangguan vasomotor, penurunan body performance, penurunan densitas tulang, menurunnya libido, disfungsi ereksi, disfungsi ejakulasi yang akhirnya mempengaruhi keadaan psikologis pria tersebut. Pengaruh defisiensi testosteron pada kelenjar prostat akan menyebabkan atropi kelenjar yang akhirnya dapat mempengaruhi volume cairan seminal yang penting ketika ejakulasi. Pemberian testosterone replacement therapy merupakan cara yang efektif digunakan untuk memulihkan keadaan defisiensi tersebut. Pemberian preparat testosteron dapat meningkatkan struktur jaringan kelenjar prostat, yang kerjanya dimediasi oleh reseptor androgen melalui mekanisme autoregulasi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membuktikan pemberian

testosterone replacement therapy dapat meningkatkan ekspresi mRNA reseptor androgen pada kelenjar prostat tikus wistar jantan yang dikastrasi.

Penelitian ini menggunakan post test only control group design terhadap 36 ekor tikus wistar jantan yang dikastrasi, dan ditunggu efeknya selama 21 hari, tikus dibagi menjadi 2 kelompok yaitu, kelompok kontrol (diberikan injeksi

aquadest secara intramuskuler) dan kelompok perlakuan (diberikan injeksi Sustanon 250 secara intramuskuler dengan dosis 4,5 mg/ 250 gr BB tikus), dengan jadwal injeksi 1 minggu sekali selama 21 hari/ 3 minggu. Pada minggu ke-8 tikus pada masing-masing kelompok dieuthanasia lalu diterminasi dan diambil kelenjar prostatnya untuk dianalisis ekspresi mRNA reseptor androgen dengan menggunakan metode realtime PCR. Oleh karena data berdistribusi normal maka analisis statistik yang digunakan yaitu independent-t test dengan taraf kemaknaan (α=0,05).

Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa rerata ekspresi mRNA reseptor androgen prostat pada kelompok kontrol (0,57 + 0,17 pg/µl) dan kelompok perlakuan (0,77 + 0,21 pg/µl). Dengan independent-t test didapatkan bahwa terjadi peningkatan mRNA reseptor androgen secara bermakna pada kelompok perlakuan dimana p= 0,003 (p<0,05).

Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa pemberian testosterone

replacement therapy dapatmeningkatkan ekspresi mRNA reseptor androgen pada

kelenjar prostat tikus kastrasi. Saran yang dapat disampaikan yaitu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait peranan DHT terhadap ekspresi reseptor androgen pada kelenjar reproduksi.

Kata kunci: testosterone replacement therapy, mRNA reseptor androgen dan kelenjar prostat.

(11)

xi ABSTRACT

ADMINISTRATION OF TESTOSTERONE REPLACEMENT THERAPY INCREASED ANDROGEN RECEPTOR EXPRESSION OF mRNA IN PROSTATE GLAND OF MALE CASTRATED WISTAR RATS (Rattus

norvegicus)

Andropause is the aging process occurs naturally on men, it is preceeded by deficiency of the testicular function resulting in a decrease of testosterone hormone. This creates some problems to old men like vasomotor dysfuction, decreases on body performance, bone density, and libido, dysfunction of erection and ejaculation that consequently affect the psychological condition of the men. Testosterone deficiency effects on the genital accessories like prostate gland, will cause atrophy on the gland and affect the volume of important seminal liquid for ejaculation. The administration of testosterone replacement therapy an effective way to recover the deficiency. Administration the testosterone increased tissue structure of prostate gland, that is mediated by androgen receptor through autoregulation mechanism. This research was aimed to prove that administration of testosterone replacement therapy increased androgen receptor expression of mRNA in prostate gland of male castrated wistar rats.

This research used post test only control group design towards 36 castrated male wistar rats, with 21 days awaiting effects. The rats were divided into 2 groups namely, controlled group (aquades intramuscularly injected) and treated group (sustanon 250 intramuscularly injected with dosage of 4,5mg/ 250 gram of rat weight), with weekly injection sehedule for 21 days/ 3 weeks. In 8th week, euthanasia was done to the rats on each group to be dissected to get the prostate gland. The androgen receptor expression of mRNA was analyzed by realtime PCR method. Since the data were normally distributed, then independent t-test statistical analysis was used, with level of significance (α = 0.05).

The result of the analysis showed that the mean of mRNA expression of prostate androgen receptor on the controlled group was (0,57 + 0,17 pg/µl), and (0,77 + 0,21 pg/µl) on the treated group. With the independent-t test indicates that androgen receptor of mRNA increased significantly on the treated group with p = 0,003 (p<0.05).

The study concluded that administration of testosterone replacement therapy increased androgen receptor expression of mRNA in prostate gland of male castrated wistar rats. Thus, it was suggested that further research was required of the need to be conducted in relation to the role of DHT towards androgen receptor expression on reproductive gland.

Keywords: testosterone replacement therapy, mRNA androgen receptor and prostate gland.

(12)

xii DAFTAR ISI

Halaman

SAMPUL DEPAN ... i

SAMPUL DALAM ... ii

PERSYARATAN GELAR... iii

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iv

PENETAPAN PANITIA PENGUJI ... v

PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT... vi

UCAPAN TERIMA KASIH... vii

ABSTRAK... x

ABSTRACT... xi

DAFTAR ISI ... xii

DAFTAR TABEL ... xv

DAFTAR GAMBAR ... xvi

DAFTAR ARTI LAMBANG, SINGKATAN DAN ISTILAH ... xvii

DAFTAR LAMPIRAN ... xix

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Rumusan Masalah ... 6 1.3 Tujuan Penelitian ... 6 1.4 Manfaat Penelitian ... 6 1.4.1 Manfaat akademik... 6 1.4.2 Manfaat praktis... 7

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Hipogonad ... 8

2.1.1 Definisi ... 8

2.1.2 Etiologi ... 10

2.1.3 Fisologi ... 11

2.1.4 Penatalaksanaan pada hipogonad ... 14

2.1.5 Syarat penggunaan testosterone replacement therapy... 15

2.2 Tikus Galur Wistar (Rattus norvegicus) ... 16

2.2.1 Karakteristik tikus ... 16

2.2.2 Sistem reproduksi pada hewan mamalia ... 17

2.3 Reseptor AndrogenPada Tikus ... 23

2.4 Messenger Ribonucleid Acid (mRNA) ... 30

2.5 ReseptorAndrogen Pada Kelenjar Prostat ... 32

2.6 Hormon Testosteron... 35

2.6.1 Pada manusia... 35

2.6.2 Pada mamalia... 39

2.7 Pengobatan LOH Dengan TestosteroneReplacement Therapy... 41

(13)

xiii

2.7.2 Efek samping testosterone replacementtherapy... 46

2.7.3 Kontraindikasi testosterone replacement therapy... 47

2.7.4 Monitoring pemberian testosterone replacement therapy... 48

BAB III KERANGKA BERPIKIR, KONSEP DAN HIPOTESIS 3.1 Kerangka Berpikir ... 50

3.2 Konsep Penelitian ... 52

3.3 Hipotesis Penelitian ... 52

BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Rancangan Penelitian ... 53

4.2 Tempat dan Waktu Penelitian ... 54

4.3 Penentuan Sumber Data ... 54

4.3.1 Populasi ... 54 4.3.2 Populasi terjangkau ... 55 4.3.3 Teknik sampling ... 55 4.3.4 Besar sampel ... 55 4.3.5 Kriteria sampel ... 56 4.3.5.1 Kriteria inklusi ... 56

4.3.5.2 Kriteria drop out ... 56

4.4 Variabel Penelitian ... 56

4.4.1 Identifikasi variabel... 56

4.4.2 Klasifikasi variabel ... 56

4.4.3 Hubungan antar variabel ... 57

4.4.4 Definisi operasional... 57

4.5 Bahan dan Alat penelitian ... 58

4.5.1 Bahan penelitian ... 58

4.5.2 Alat penelitian ... 59

4.6 Prosedur Penelitian ... 61

4.6.1 Pemilihan dan pemeliharaan hewan uji... 61

4.6.2 Pelaksanaan penelitian... 61

4.6.3 Metode analisis PCR... 63

4.6.4 Alur penelitian... 66

4.7 Analisis data ... 67

BAB V HASIL PENELITIAN 5.1 Analisis Deskriptif... 68

5.1.1 Analisis deskriptif pada studi pendahuluan... 69

5.2 Distribusi Dan Homogenitas Data Hasil Penelitian... 70

5.2.1 Uji normalitas data... 70

5.2.2 Uji homogenitas data... 71

5.3 Uji Efek Perlakuan... 71

5.3.1 Uji efek perlakuan pada studi pendahuluan... 73

BAB VI PEMBAHASAN 6.1 Subyek Penelitian... 74

(14)

xiv

6.2 Penurunan ekspresi mRNA AR pada prostat pasca kastrasi... 74 6.3 Peningkatan ekspresi mRNA AR pada prostat setelah pemberian

testosterone replacement therapy... 79

BAB VII SIMPULAN DAN SARAN

6.1 Simpulan... 86 6.2 Saran... 86

DAFTAR PUSTAKA... 87 LAMPIRAN

(15)

xv

DAFTAR TABEL

Halaman

2.1 Kadar Testosteron Dan Kadar Testosteron SHBG... 13

2.2 Data Biologis Tikus... 17

2.3 Ekspresi Relatif mRNA AR Beberapa Organ Tikus Jantan... 28

2.4 Kadar Hormon Normal Pada Laki-Laki Dewasa... 38

4.1 Primer Androgen... 64

4.2 Langkah-Langkah Amplifikasi... 64

5.1 Rerata Umur Kelompok Kontrol Dan Perlakuan... 68

5.2 Rerata BB Kelompok Kontrol Dan Perlakuan... 69

5.3 Rerata Ekspresi mRNA AR Kelompok Kontrol Dan Perlakuan... 69

5.4 Rerata Ekspresi mRNA AR Kelompok Kontrol Dan Perlakuan... 70

5.5 Hasil Uji Normalitas Data Ekspresi mRNA AR Kelompok Kontrol Dan Perlakuan... 70

5.6 Hasil Uji Homogenitas Data Ekspresi mRNA AR Kelompok Kontrol Dan Perlakuan... 71

5.7 Perbedaan Rerata Ekspresi mRNA AR Antara Kelompok Kontrol Dan Perlakuan... 71

5.8 Perbedaan Rerata Ekspresi mRNA AR Antara Kelompok Kontrol Dan Perlakuan... 73

(16)

xvi

DAFTAR GAMBAR

Halaman

2.1 Sistem Reproduksi Tikus Jantan... 18

2.2 Anatomi Kelenjar Prostat... 20

2.3 Histologi Kelenjar Prostat... 22

2.4 Analisis Struktur DNA Komplemen Dari AR Pada Tikus... 24

2.5 Aktivasi Dari Reseptor Hormon Steroid... 25

2.6 Struktur Kimia Hormon Testosteron... 35

3.1 Bagan Konsep Penelitian... 52

4.1 Rancangan Penelitian... 53

4.2 Hubungan Antar Variabel... 57

4.3 Alur Penelitian... 66

5.1 Perbandingan Ekspresi mRNA AR Antara Kelompok Kontrol Dan Perlakuan... 72

(17)

xvii

DAFTAR ARTI LAMBANG, SINGKATAN DAN ISTILAH

A : Adenin ACTB : Actin Beta

ACTH : Adenocortcotropic Hormone

ADAM : Androgen Deficiency In Aging Male

ADF : Age Dependent Factor

AR : Androgen Receptor

AREs : Androgen Respone Elements

BB : Berat Badan

BPH : Benign Prostate Hyperplasia

C : Citosin

Ct : Cycle Threshold

cDNA : complementaryDeoxyribonucleic Acid

DHEA : Dehydroepiandrosterone

DHT : Dihydrotestosterone

DNA : Deoxyribonucleic Acid

FAI : Free Androgen Index

FSH : Follicle Stimulating Hormone

G : Guanin GF : Growth Factor GH : Growth Hormone GnRH : Gonadotrophin-Releasing Hormone GR : Glucocotcicoid Receptor gr : Gram

hAR : Human Androgen Receptor hCG : Human Chorionic Gonadotropin

HPG : Hypothalamic-Pituitary-Gonadal

HSP : Heat Shock Protein

IGF : Insulin Growth Factor

IIEF : International Index Of Erection Function

IUPAC : International Union Of Pure And Applied Chemistry

kDa : kilo-Dalton

LBD : Ligand Binding Domain

LH : Luteinizing Hormone

LOH : Late Onset Hypogonadism

µl : Mikroliter mg : miligram

MR : Mineralcorticoid Receptor

mRNA : messenger Ribonucleic Acid

ng/ml : Nanogram per mililiter

PBP : Prostate Binding Protein

PC3 : Prostate Cancer Line-3

(18)

xviii

PSA : Prostate Specific Antigen

PR : Progesterone Receptor

rAR : rat Androgen Receptor

REST : Relative Expression Software Tool

ROS : Reactive Oxygen Species

SHBG : Sex Hormone Binding Globulin

Slp : Sex Limited Protein

SPSS : Statistical Package For The Social Sciences

SRCs : Steroid Receptor Coactivators

T : Timin

TRT : Testosterone Replacement Therapy

TSH : Tyroid Stimulating Hormone

USA : United State Of America 5’UTR :Untranslated Region’5

1-step qRT-PCR : quantificationRealtimePoly Chain Reaction

LAMBANG : % : Persentase / : Per º : Derajat = : Sama dengan ® : Registered ISTILAH :

Apoptosis : kematian sel yang terprogram Atropi : penyusutan organ

Coactivators : Pengaktif

Down-regulates : regulasi menurun

et. al : dan kawan-kawan

Immature : belum matang

inflamasi : peradangan

Intact : kontrol sehat

In Vitro : kondisi di luar organisme yang dibuat sama dengan lingkungan normalnya seperti pembiakan/kultur jaringan

In Vivo : kondisi di dalam pada suatu organisme hidup

Leading gene : sintesis untaian DNA baru saat replikasi

Ligand-activated : ligan yang telah aktif

Ligand-dependent : ligan yang saling terikat

P53 : protein tumor suprressor gen

P21 : protein inhibitor ciklin dependent kinase

reexpression : diekspresikan kembali

(19)

xix

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1 Administrasi Penelitian... 96

Lampiran 2 Dokumentasi Penelitian... 98

Lampiran 3 Hasil penelitian dengan metode realtime PCR... 101

Lampiran 4 Tabulasi Data Ekspresi Absolut mRNA AR... 104

Lampiran 5 Hasil realtime PCR studi pendahuluan... 105

Lampiran 6 Karakteristik sampel penelitian... 107

Lampiran 7 Konversi Dosis... 108

Lampiran 8 Hasil Output SPSS... 109

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti pengaruh dari pergaulan yang menganggap hal tersebut bukanlah sesuatu yang berarti bahkan menganggap

Pembuktian kualifikasi harus dihadiri oleh penanggung jawab atau yang menerima kuasa dari direktur utama/pimpinan perusahaan atau pejabat yang menurut

diperoleh dari beberapa instansi terkait, literature dan laporan hasil penelitian yang berkaitan dengan tujuan penelitian. Analisis Data; penelitian ini menggunakan 3

Dalam pengadaan bahan baku kedelai Industri Tahu Mitra Cemangi sebaiknya melakukan pembelian kedelai dalam jmlah yang besar dan dengan frekuensi yang rendah per

Bahwa dalam rangka proses Evaluasi Dokumen Kualifikasi dan Pembuktian Kualifikasi perusahaan untuk pekerjaan jasa konsultansi Pekerjaan DED RUMAH JABATAN DPRD (RUMAH DINAS KETUA

[r]

Tingkat keuntungan usahatani tomat petani anggota kelompok tani lebih tinggi dibandingkan dengan keuntungan usahatani tomat petani bukan anggota kelompok

Kepala Humas Kota Bandung, Ibu Meliana, mengatakan debit air baku yang dikelola hanya cukup untuk menyuplai 57 persen kebutuhan penduduk kota Bandung.. Akibat terbatasnya debit