• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMANFAATAN DATA MORBIDITAS PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT ISLAM AMAL SEHAT SRAGEN TAHUN 2012

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEMANFAATAN DATA MORBIDITAS PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT ISLAM AMAL SEHAT SRAGEN TAHUN 2012"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PEMANFAATAN DATA MORBIDITAS PASIEN RAWAT INAP

DI RUMAH SAKIT ISLAM AMAL SEHAT SRAGEN

TAHUN 2012

Ita Sari Hastuti1, Tri Lestari2, Harjanti3

Mahasiswa APIKES Mitra Husada Karanganyar1, Dosen APIKES Mitra Husada Karanganyar2,3 !"#$$%&''()%*++,-+.1/0#$12&%324!5.2$1%()%*++,-+,262, [email protected]3

ABSTRAK

Rumah sakit merupakan suatu institusi pelayanan kesehatan yang kompleks, padat pakar, dan padat modal. Laporan morbiditas adalah angka kesakitan yang berasal dari community based yang diperoleh melalui studi morbiditas dan facility based data yang diperoleh dari fasilitas pelayanan kesehatan melalui system pencatatan dan pelaporan secara rutin. Beradasarkan survai pendahuluan Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen membuat RL 4a dan RL 4b yang digunakan untuk membuat laporan 10 besar penyakit.

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian secara deskriptif, Pendekatan yang digunakan adalah secara retrospektif. Definisi istilah yaitu pemanfaatan data dan data morbiditas. Subjek penelitian adalah petugas pelaporan sedangkan objek penelitian yaitu RL 4a dan prosedur tetap. Instrumen yaitu pedoman observasi dan pedoman wawancara sedangkan cara pengumpulan datanya observasi dan wawancara. Teknik pengolahan yaitu collecting, editing, dan penyajian data. Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif.

Data morbiditas Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen berasal dari dokumen rekam medis pasien rawat inap yang dikode dan diindeks penyakitnya oleh petugas koding/indeksing. Proses pengolahan data morbiditas dilakukan dengan mencari dalam ICD 10 dan ICD 9 CM kemudian dientry kedalam program komputer yang dinamakan SIRS. Laporan morbiditas dilaporkan secara online kepada Kementerian kesehatan. Laporan Morbiditas Pasien Rawat Inap dimanfaatkan sebagai evaluasi data penyakit, perencanaan persediaan obat, dan pengambilan keputusan dalam membuat program perencanaan pembangunan kesehatan.

Prosedur tetap rumah sakit islam amal sehat sragen tentang pelaporan nomor 001/RM/IV/2013 revisi 1 halam 1. Saran yaitu data morbiditas sebaiknya digunakan dalam perencanaan sumberdaya manusia agar sumber daya manusia dengan pelayanan kesehatan yang diberikan dapat sesuai sehingga dapat menurunkan ataupun mengurangi angka kesakitan.

Kata Kunci : Pemanfaatan data morbiditas, Pasien rawat inap Kepustakaan : 10 (1997-2011)

PENDAHULUAN

Rumah sakit merupakan suatu institusi pelayanan kesehatan yang kompleks, padat pakar, dan padat modal. Kompleks ini muncul karena pelayanan rumah sakit menyangkut berbagai fungsi pelayanan, pendidikan, dan penelitian serta mencakup berbagai tingkatan maupun jenis disiplin, agar rumah sakit mampu melaksanakan

fungsi yang professional baik dibidang teknis medis maupun administrasi kesehatan. Untuk menjaga dan meningkatkan mutu rumah sakit harus mempunyai suatu ukuran yang menjamin peningkatan mutu disemua tingkatan (Rustiyanto, 2010).

Salah satu aspek kegunaan rekam medis seperti nilai administrasi, karena isinya menyangkut tindakan

(2)

berdasarkan wewenang dan tanggung jawab sebagai tenaga medis dan paramedis dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan. Rekam medis merupakan catatan hasil kegiatan pelayanan yang diberikan kepada pasien oleh dokter, perawat dan petugas kesehatan lain sejak dari awal masuk rumah sakit sampai setelah selesai perawatan atau keluar rumah sakit dalam keadaan hidup atau meninggal. Data pasien tersebut tercantum secara keseluruhan pada dokumen rekam medis. Rekam medis rumah sakit merupakan salah satu upaya pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk menunjang tercapainya tertib administrasi dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan (Hatta, 2008).

Laporan morbiditas adalah angka kesakitan yang berasal dari community based yang diperoleh melalui studi morbiditas dan facility based data yang diperoleh dari fasilitas pelayanan kesehatan melalui sistem pencatatan dan pelaporan secara rutin. Laporan Morbiditas memuat data kompilasi penyakit pasien rawat inap yang dikelompokkan menurut daftar tabulasi dasar untuk masing-masing kelompok penyakit. Dilaporkan mengenai jumlah pasien keluar menurut golongan umur dan jenis kelamin, serta jumlah pasien mati untuk masing-masing penyakit. Rekapitulasi Morbiditas Rawat Inap (RL 4a) yaitu formulir untuk data keadaan morbiditas pasien rawat inap yang merupakan formulir rekapitulasi dari jumlah pasien keluar rumah sakit (hidup dan mati) untuk periode 1 tahun. Data dikumpulkan dari tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember setiap tahunnya.

Berdasarkan laporan morbiditas RL 4a menghasilkan laporan 10 besar penyakit pasien rawat inap. Laporan 10 besar penyakit pasien rawat inap akan dilaporkan setiap triwulan baik kepada pihak internal maupun ekternal rumah sakit. Dari laporan tersebut dapat diketahui tentang perencanaan selanjutnya yang akan dilakukan oleh pihak manajemen. Baik dalam hal peningkatan mutu pelayanan, membuat kebijakan,

menyusun strategi dalam rangka mencapai suatu tujuan, penilaian (evaluasi), serta pengambilan keputusan.

Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen merupakan rumah sakit swasta yang memberikan pelayanan dan rujukan yang melayani perawatan pasien dengan berbagai kasus yaitu penyakit dalam, penyakit anak, penyakit bedah, urologi, penyakit kebidanan dan kandungan, penyakit syaraf, penyakit mata, penyakit telinga, hidung dan tenggorokan serta penyakit kulit dan kelamin. Berdasarkan survai pendahuluan Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen membuat laporan morbiditas yaitu RL 4a tentang laporan morbiditas pasien rawat inap dan RL 4b tentang laporan morbiditas pasien rawat jalan.

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian secara deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang hasilnya berupa diskripsi (penggambaran) keadaan objek penelitian tanpa memberikan kesimpulan yang berlaku umum (Arif, 2008). Dalam penelitian ini peneliti menggambarkan pemanfaatan data morbiditas pasien rawat inap di Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen tahun 2012.

Rancangan penelitian menggunakan pendekatan retrospektif yaitu penelitian untuk menggali dan menjelaskan data-data pada masa lampau (memandang ke belakang) (Arif, 2008). Subjek penelitian adalah petugas di unit rekam medis bagian pelaporan di Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen. Objek penelitian adalah RL 4a dan prosedur tetap di Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen Tahun 2012. Instrumen penelitian menggunakan pedoman observasi untuk mengamati pengolahan dan laporan morbiditas pasien rawat inap di Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen tahun 2012 dan pedoman wawancara untuk mendapatkan informasi tentang manfaat data morbiditas di Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen tahun 2012. Cara pengumpulan data menggunakan observasi check list dan wawancara

(3)

1. Teknik Pengolahan data a. Collecting

Melakukan pengumpulan hasil observasi dan wawancara di Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen.

b. Editing

Tahap Mengoreksi, memperbaiki dan mengumpulkan data yang telah diperoleh menjadi informasi yang lebih berarti sesuai dengan tujuan penelitian.

c. Penyajian

Memaparkan atau menyajikan hasil penelitian yaitu mengetahui pemanfaatan data morbiditas untuk Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen dalam bentuk narasi dan hasil sepuluh besar penyakit dalam bentuk tabel dan grafik.

2. Analisis yang digunakan adalah deskriptif yaitu mamaparkan hasil-hasil penelitian yang sesuai dengan keadaan sebenarnya dengan membandingkan teori-teori yang terkait dan selanjutnya ditarik suatu kesimpulan tanpa melakukan uji statistik (Arief , 2008)

HASIL

1. Prosedur tetap pelaporan Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen

Prosedur tetap di Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen tentang laporan morbiditas yaitu: a. Data dihimpun disesuaikan dengan indek

penyakit yang dibuat dari data pasien rawat jalan dan rawat inap perbulan.

b. Data dimasukkan kedalam formulir RL 4 hal 1 sampai 1.

c. Data dimasukkan dalam komputer hasilnya diteliti oleh kepala urusan rekam medis. d. Laporan impor melalui file dalam SIRS

online Kementerian Kesehatan RI Direktorat

Jenderal Bina Upaya Kesehatan dan arsip tiap 1 tahun sekali.

2. Sumber data dan alur perolehan data morbiditas pasien rawat inap di Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen

Data morbiditas di Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen berasal dari indeks penyakit pasien rawat inap. Alur perolehan datanya yaitu berasal dari dokumen rekam medis pasien pulang rawat inap yang diperiksa lembar demi lembar mengenai keutuhan/kebenaran dan kelengkapan dokumennya terlebih dahulu oleh petugas assembling kemudian dikode dan diindeks penyakitnya oleh petugas koding/indeksing.

3. Pengolahan dan Pelaporan data morbiditas 10 besar penyakit Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen

Proses pengolahan data morbiditas menurut prosedur tetap rumah sakit yaitu dengan cara mencari kode diagnosis penyakit pasien dengan menggunakan ICD-10 dan kode tindakan menggunakan ICD 9 CM. kemudian data diindeks dan dientry ke dalam program komputer yang dinamakan SIRS oleh bagian koding.

Proses pengolahan pelaporan data morbiditas pasien rawat inap Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen yaitu data diperoleh dari dokumen rekam medis pasien pulang rawat inap yang sudah terkumpul di rekam medis dilakukan proses pemeriksaan pengisian dan kelengkapan dokumen rekam medisnya (assembling), kemudian dikode dan diindeks penyakitnya oleh bagian koding/ indeksing. Data yang sudah terkumpul direkap berdasarkan indeks penyakit pasien oleh bagian pelaporan selanjutnya dilaporkan kepada pihak internal dan eksternal. Pelaporan dikirim ke SIRS Kementerian Kesehatan secara online dengan format Microsoft excel.

(4)

Laporan morbiditas 10 besar penyakit adalah sebagai berikut:

Tabel 1

Data 10 besar penyakit pasien rawat inap Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen Tahun

2012

No Diagnosis Jumlah Pasien

1. Dyspepsia 463 2. Febris 426 3. Stroke 419 4. Gastro Enteritis 330 5. Cedera Kepala 325 6. Diabetes Melitus 227 7. Vertigo 211 8. COPD/PPOK 196 9. Colix Renal 189 10. Gastritis 179

Sumber data : Sekunder berdasarkan hasil penelitian 10 besar penyakit tahun 2012

0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 500 Diagnosis Dyspepsia Febris Stroke Gastro Enteritis Cedera Kepala Diabetes Melitus Vertigo COPD/PPOK Gastritis

Grafik 1 Data 10 Besar Kasus Penyakit Rawat Inap Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen Tahun 2012

Dari grafik 1 menjelaskan bahwa diagnosis dyspepsia menduduki peringkat terbesar pada tahun 2012 dengan jumlah penderita sebanyak 463 kasus, dan peringkat terkecil pada tahun 2012 yaitu gastritis dengan jumlah penderita sebanyak 179 kasus.

4. Manfaat data morbiditas di Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen

Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala rekam medis data morbiditas dimanfaatkan oleh: a. Bagian Internal

1) Direktur rumah sakit.

2) Wakil direktur pelayanan medis. Dimanfaatkan untuk perencanaan persediaan obat dan pengambilan.

Perencanaan obat digunakan untuk menambah stok obat, misalnya pada tahun 2011 dyspepsia menduduki peringkat 4 dalam 10 besar penyakit dan pada tahun 2012 menduduki peringkat pertama, maka stok obat untuk penyakit dyspepsia harus ditambah. Febris pada tahun 2011 menduduki peringkat 3 dalam 10 besar penyakit dan pada tahun 2012 menduduki peringkat 2 maka stok obat untuk penyakit febris harus ditambah. Gastro enteritis pada tahun 2011 tidak termasuk dalam 10 besar penyakit dan pada tahun 2012 menduduki peringkat 4 maka stok obat harus ditambah. Diabetes melitus pada tahun 2011 menduduki peringkat 9 dan pada tahun 2012 menduduki peringkat 6 maka stok obat juga harus ditambah.

Dimanfaatkan juga sebagai pengambilan keputusan untuk membuat program rencana pembangunan kesehatan.

Berdasarkan 10 besar yang ada di rumah sakit islam amal sehat sragen dapat digunakan sebagai pembuatan program untuk menanggulangi ataupun mengurangi penyakit-penyakit yang sering muncul. Misalnya membuat program senam diabetes mellitus untuk mencegah penyakit diabetes mellitus

(5)

dan senam strok untuk mencegah penyakit strok.

b. Bagian Eksternal

1) Kementerian Kesehatan.

Dimanfaatkan untuk evaluasi data penyakit. Evaluasi data penyakit digunakan untuk mengevaluasi penyakit apa saja yang sering muncul di rumah sakit islam amal sehat sragen. Misalnya penyakit vertigo pada tahun 2011 tidak termasuk dalam 10 besar penyakit sedangkan pada tahun 2012 menduduki peringkat 7 hal ini disebabkan karena ketidak seimbangan antara pikiran dan beban. COPD/PPOK pada tahun 2011 tidak termasuk dalam 10 besar penyakit sedangkan pada tahun 2012 menduduki peringkat 8 hal ini disebabkan karena faktor keturunan dan pola hidup. Colix renal pada tahun 2011 tidak termasuk dalam 10 besar penyakit sedangkan tahun 2012 menduduki peringkat 9 hal ini disebabkan tidak pernahnya olah raga.

Laporan morbiditas RL 4a di Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen dilaksanakan setiap satu tahun sekali yaitu pada tanggal 15 Januari kepada kementerian kesehatan, Sedangkan laporan morbiditas 10 besar penyakit RL 5.3 dilaporkan setiap 1 bulan sekali kepada diretur rumah sakit dan wakil direktur pelayanan medis. Tidak ada feed back langsung yang diberikan oleh pihak tesebut.

PEMBAHASAN

1. Prosedur tetap tentang pelaporan morbiditas di Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen.

Laporan morbiditas pasien rawat inap di Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen tahun 2012 sesuai dengan prosedur tetap nomor 001/ RM/IV/2013 revisi 1 halaman 1 bahwa data morbiditas dihimpun disesuaikan dengan indek penyakit yang dibuat dari data rawat jalan dan rawat inap perbulan, data dimasukkan kedalam formulir RL 4 kemudian data dimasukkan dalam komputer hasilnya diteliti oleh kepala rekam medis, selanjutnya laporan tersebut dikirim ke kementerian kesehatan RI Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan secara online. Hal ini sudah sesuai dengan prosedur tetap Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen, Prosedur tetap tentang pelaporan morbiditas sebagai pedoman petugas dalam melaksanakan pembuatan laporan morbiditas di Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen.

2. Sumber data dan alur perolehan data morbiditas pasien rawat inap Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen

Data morbiditas diperoleh dari dokumen rekam medis pasien pulang di assembling kemudian dikode dan diindeks penyakitnya oleh bagian koding. Pelaporan morbiditas 10 besar penyakit ditarik dari indeks penyakit yang telah diolah oleh bagian koding/indeksing sehingga data morbiditas diperoleh dari indeks penyakit pasien rawat inap.

Hal ini sesuai dengan sistem informasi rumah sakit menurut PERMENKES RI NOMOR 1171/MENKES/PER/VI/2011 bahwa sumber data morbiditas rawat jalan maupun rawat inap diperoleh dari indeks penyakit pasien. Dalam hal ini petugas tidak mengalami kesulitan karena sumber data dan alur perolehan data sudah jelas.

3. Pengolahan dan Pelaporan Data Morbiditas pasien rawat inap Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen

(6)

Pengolahan data morbiditas di Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen berdasarkan prosedur tetap nomor 024/RM/II/2008 revisi 2 dilakukan dengan mencari dalam buku ICD-10 untuk kode penyakit pasien dan ICD 9 CM untuk tindakan yang diberikan kepada pasien. Berdasarkan prosedur tetap yaitu dokumen rekam medis diberi kode dengan melihat buku pedoman ICD 10 di volume 3, apabila kode sudah diketemukan maka dilihat dalam volume 1 apabila belum yakin akan ketepatan kodenya dilihat dibuku bantu, kode ditulis pada lembar ringkasan masuk dan keluar pada kolom diagnosa. Kemudian kode tindakan dicari dalam ICD 9 CM, berdasarkan prosedur tetap yaitu dokumen rekam medis dikode dengan melihat ICD 9 CM apabila belum yakin akan ketepatan kode penyakit maka dilihat dalam buku bantu, kode ditulis pada lembar ringkasan masuk dan keluar dalam kolom kode tindakan.

Hal ini seperti dijelaskan Depkes RI, (2006) bahwa untuk lebih meningkatkan informasi dalam rekam medis, petugas rekam medis harus membuat kode sesuai dengan klasifikasi yang tepat. Disamping kode penyakit, berbagai tindakan lain juga harus di beri kode sesuai dengan klasifikasi masing-masing dengan menggunakan ICD-10 dan ICD 9 CM. Dalam pengolahan tidak ada kesulitan bagi petugas dikarenakan petugas sudah berpengalaman dengan adanya pedoman buku ICD-10 dan ICD 9 CM. Kemudian data dimasukkan kedalam program di komputer yang dinamakan SIRS oleh bagian koding .

Pelaporan di Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen dilaksanakan sesuai dengan prosedur tetap nomor 032/RM/IV/08 tentang pelaporan rumah sakit, data dihimpun disesuaikan dengan indeks penyakit yang dibuat dari data pasien rawat jalan dan rawat inap perbulan, data dimasukkan ke dalam formulir RL4a, dan data dientry kedalam program komputer hasilnya diteliti oleh kepala

rekam medis, selanjutnya laporan morbiditas dikirim ke SIRS Kementerian Kesehatan RI Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan secara online dengan format microsoft exel, pengiriman laporan dilakukan setiap satu tahun sekali yaitu pada tanggal 15 Januari. Pelaporan data morbiditas sudah dilaporkan sesuai PerMenKes RI nomor 1171/PER/MENKES/VI/2011 bahwa pelaporan data morbiditas dilaksanakan setiap satu tahun sekali dan laporan 10 besar penyakit dilaporkan setiap satu bulan sekali.

B e r d a s a r k a n l a p o r a n m o r b i d i t a s menghasilkaan 10 besar penyakit, penyakit terbesar yaitu dyspepsia merupakan penyakit yang menyerang usus dan mengindikasikan abnormalitas dalam sistem pencernaan. dyspepsia lebih sering dikenal dengan nama indigestion (gangguan pencernaan). Pada umumnya dyspepsia merupakan sekumpulan sindrom yang mengindikasikan suatu masalah di kerongkongan, perut, atau usus dua belas jari. Gejala utamanya adalah rasa sakit atau tidak nyaman di perut bagian atas. Tetapi, ada pula gejala-gejala lain yang menyertai gejala utama tersebut, seperti heartburn (rasa panas seperti terbakar di dada bagian bawah), kembung, sendawa, cepat merasa kenyang, mual atau muntah. Sedangkan diagnosis gastritis menduduki peringkat terkecil dari 10 besar diagnosis penyakit pasien rawat inap dengan 179 kasus. Gastritis sama dengan penyakit maag. Asal kata gastritis berasal dari bahasa Yunani yaitu gastro, yang artinya perut atau lambung dan kata itis yang berarti inflamasi (peradangan). Organ lambung pada perut pada dasarnya merupakan sebuah kantung berotot dimana tempat makanan yang kita makan dicerna. Disaat makanan masuk kedalam ruang lambung, secara bersamaan mukosa dinding pada lambung mengeluarkan zat yang namanya asam hidroklorida (HCl). Asam ini bersifat sangat korosif sehingga bisa melarutkan segala jenis

(7)

bahan dalam lambung, bahkan besi pun bisa larut dalam cairan ini. Penyakit gastritis sebenarnya bukanlah suatu penyakit tunggal, namun beberapa kondisi yang berbeda, semuanya mempunyai peradangan pada lapisan lambung. Gastritis dapat juga disebabkan oleh terlalu banyaknya minum alkohol, penggunaan obat-obat sintetis anti peradangan nonsteroid yang diminum jangka panjang seperti aspirin atau ibuprofen, atau infeksi bakteri seperti Helicobacter pylori (H.pylori).

Penyakit tidak menular seperti penyakit stroke dan diabetes mellitus, dalam kesehatan masyarakat sebenarnya dapat digolongkan sebagai satu kelompok Penyakit Tidak Menular (PTM) utama yang mempunyai faktor risiko sama (common underlying risk factor). Faktor risiko tersebut antara lain faktor genetik merupakan faktor yang tidak dapat diubah (unchanged risk factor) dan sebagian besar berkaitan dengan faktor risiko yang dapat diubah (change risk factor ) antara lain konsumsi rokok, pola makan yang tidak seimbang, makanan yang mengandung zat aditif, kurang berolah raga dan adanya kondisi lingkungan yang tidak kondusif terhadap kesehatan. PTM mempunyai dampak negatif sangat besar karena merupakan penyakit kronis. Apabila seseorang menderita PTM, berbagai tingkatan produktivitas menjadi terganggu. Penderita ini menjadi serba terbatas aktivitasnya, karena menyesuaikan diri dengan jenis dan gradasi dari penyakit tidak menular yang dideritanya. Hal ini berlangsung dalam waktu yang relatif lama dan tidak diketahui kapan sembuhnya karena memang secara medis penyakit tidak menular tidak bisa disembuhkan tetapi hanya bisa dikendalikan. Yang harus mendapatkan perhatian lebih adalah bahwa penyakit tidak menular merupakan penyebab kematian tertinggi dibanding dengan penyakit menular. Oleh karena itu persediaan obat dapat

direncanakan dari penyakit-penyakit yang sering muncul di rumah sakit agar pelayanan kesehatan dapat dilakukan dengan baik.

4. Manfaat data morbiditas pasien rawat inap di Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen

Laporan morbiditas di Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen di manfaatkan oleh pihak internal yaitu direktur rumah sakit dimanfaatkan untuk perencanaan persediaan obat dan pengambilan keputusan untuk membuat program rencana pembangunan kesehatan, wakil direktur pelayanan medis dimanfaatkan untuk perencanaan persediaan obat dan pengambilan keputusan untuk membuat program rencana pembangunan kesehatan. Sedangkan pihak eksternal yaitu Kementerian Kesehatan dimanfaatkan untuk evaluasi data penyakit.

Menurut Rustiyanto (2010) laporan morbiditas dimanfaatkan oleh bagian internal yaitu Direktur rumah sakit, Wakil direktur rumah sakit, Kepala bagian/Kepala bidang, Kepala instalasi, Kepala sub bagian, Medis. Laporan morbiditas dilaporkan kepada pihak eksternal yaitu kepada Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Dinas kesehatan provinsi, Dinas kesehatan kabupaten/ kota, Pelayanan kesehatan dasar dan rujukan, Pemasok obat dan alat kesehatan. Dimanfaatkan sebagai pengambilan keputusan, pengambilan kebijakan, pedoman, petunjuk pelaksanaan, petunjuk teknis, program kesehatan. Di rumah sakit islam amal sehat sragen pemanfaatan data morbiditas belum dilaksanakan secara maximal.

Evaluasi data penyakit digunakan untuk melihat penyakit apa saja yang sering muncul dirumah sakit islam amal sehat sragen misalnya penyakit strok dan diabetes mellitus yang pada setiap tahun dari tahun 2009-2012 menjadi 10 besar penyakit. Kemudian dari hal tersebut pihak

(8)

Direktur Rumah Sakit mengadakan rapat untuk mengevaluasi kinerja tiap-tiap unit ataupun karyawan yang terkait dan mengambil suatu keputusan dalam membuat program rumah sakit guna pencapaian pelayanan yang optimal dan sesuai dengan apa yang ingin dicapai oleh pihak rumah sakit yaitu kepuasan pasien.

Persediaan obat ini untuk menambah ataupun menyediakan stok obat yang dapat dilihat dari 10 besar penyakit pasien. Hal ini untuk mempermudah pasien untuk mendapatkan obat dengan langsung membelinya di apotik rumah sakit dan tidak harus mencari di apotik lain. Misalnya obat untuk penyakit gastro enetritis yang pada tahun 2011tidak termasuk dalam 10 besar penyakit namun pada tahun 2012 menduduki peringkat 4, maka stok obat harus ditambah.

Pengendalian mutu rumah sakit yang pertama harus dilakukan pemantauan dengan pengumpulan informasi pelayanan pasien, sehingga dapat mengetahui perencanaan yang akan datang. Setelah itu melakukan penilaian berkala terhadap sistem pelayanan untuk meningkatkan pelayanan. Setelah diketahui masalah-masalah yang ada kemudian dilakukan tindakan untuk memecahkan masalah tersebut. Evaluasi efektivitas tindakan dimanfaatkan untuk pembangunan jangka panjang rumah sakit. Evaluasi mutu dapat memberikan umpan balik yang positif bagi staf dan juga pasien nyaman dalam menjalani pelayanan dirumah sakit.

Menurut Program Dinas Kesehatan Jawa Tengah yaitu melakukan perencanaan dan evaluasi terpadu program pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan di Jawa Tengah. Program tersebut bertujuan untuk menjadikan wahana desiminasi informasi kebijakan nasional dan rencana strategi program pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan, evaluasi kinerja program pengendalian penyakit dan penyehatan

lingkungan tahun 2012 dan untuk perencanaan program untuk tahun 2013. Oleh karena itu Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen mendukung program tersebut dengan melaporkan setiap penyakit yang ada di Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen terutama 10 besar penyakit pasien rawat inap.

Untuk mendukung misi Dinas Kesehatan Jawa Tengah yaitu mendorong terwujudnya kondisi lingkungan sehat dan perilaku hidup sehat dalam mengendalikan dan mencegah penyakit serta penanggulangan kejadian luar biasa, maka Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen melaporkan laporan morbiditas ke Kementerian Kesehatan RI Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan untuk ditindak lanjuti. Dengan dikirimnya laporan morbiditas tersebut akan mempermudah bagi Kementerian Kesehatan RI Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan dalam pengambilan keputusan. Tujuan dinas kesehatan jawa tengah salah satunya yaitu mencegah meluasnya Kejadian Luar Biasa (KLB) maka rumah sakit juga melaporkan kasus KLB sesuai prosedur tetap Rumah Sakit Islam Amal Sehat sragen tentang pelaporan kasus KLB nomor 037/RM/IV/08.

Data morbiditas rumah sakit dapat digunakan untuk mengetahui obat-obatan yang harus tersedia, sehingga rumah sakit bisa merencanakan jenis obat apa saja yang harus disediakan. Selain itu dengan adanya data 10 besar penyakit maka dapat diketahui penyakit-penyakit yang paling banyak di Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen, sehingga memudahkan dalam evaluasi penyakit-penyakit untuk dijadikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Pengelompokan penyakit pasien rawat inap sudah sesuai dengan prosedur tetap nomor 032/RM/IV/08 revisi 2 tahun 2008 tentang pembuatan laporan morbiditas.

(9)

SIMPULAN

1. Prosedur tetap rumah sakit islam amal sehat sragen tentang lapopran morbiditas nomor 001/ RM/IV/2013 revisi 1 halaman 1.

2. Sumber data morbiditas pasien rawat inap berasal dari indeks penyakit. Alur perolehan data untuk Laporan Morbiditas Pasien Rawat inap di Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen didapat dari dokumen rekam medis pasien pulang rawat inap yang diperiksa kelengkapan dokumen rekam medisnya terlebih dahulu oleh petugas assembling kemudian dikode oleh petugas koding. Dalam hal ini pihak Rumah Sakit tidak mengalami kesulitan karena alur perolehan data sudah jelas.

3. Pengolahan dan Pelaporan telah dilaksanakan dengan baik oleh bagian pelaporan, sebelum data dilaporkan data morbiditas diolah dengan cara mencari di ICD 10 dan ICD 9 CM kemudian di entry kedalam program computer yang dinamakan SIRS oleh bagian koding dan selanjutnya di rekap oleh bagian pelaporan dan dilaporkan kepada pihak internal dan eksternal. Laporan dikirim ke SIRS kementerian kesehatan secara online. Dalam pengolahan dan pelaporan sesuai dengan prosedur tetap rumah sakit Islam Amal Sehat Sragen. 4. Data morbiditas di Rumah Sakit Islam Amal

Sehat Sragen di manfaatkan oleh pihak internal yaitu direktur rumah sakit dimanfaatkan untuk perencanaan persediaan obat dan pengambilan keputusan untuk membuat prodram rencana pembangunan kesehatan, wakil direktur pelayanan medis dimanfaatkan untuk perencanaan persediaan obat dan pengambilan keputusan untuk membuat program rencana pembangunan kesehatan. Sedangkan pihak eksternal yaitu Kementerian Kesehatan dimanfaatkan untuk evaluasi data penyakit.

DAFTAR PUSTAKA

Depkes RI. 1997. Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Pedoman Sistem Informasi Rumah Sakit (Sistem Pelaporan Rumah Sakit Revisi IV) di Indonesia. Jakarta: Depkes RI

______, RI. 2006. Pedoman Pengelolaan Rekam Medis Rumah Sakit Di Indonesia. Jakarta: Depkes RI. ______, RI. 2008. PerMenKes RI No. 269/MENKES/ PER/III/2008. Tentang Rekam Medis. Jakarta. Depkes

______, RI. 2011. Juknis SIRS 2011(Sistem Informasi Rumah Sakit). Jakarta: Depkes

Hatta, GR (ed.) 2008. Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan, Jakarta: UI Press

Notoatmodjo, S. 2010. Metodelogi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta

Rustiyanto, E. 2010. Statistik Rumah Sakit Untuk Pengambilan Keputusan Edisi Pertama-Yogjakarta: Graha Ilmu.

Sudra RI. 2010. Statistik Rumah Sakit-Dari Sensus !"#$%& '!%& ()!*+& ,!)-$)./01%"0%& 2#%33!& Statistik Kematian dan Otopsi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Taufiqurrahman, MA. 2008. Pengantar Metodologi Penelitian untuk Ilmu Kesehatan. Klaten Selatan : CSGF (the community of self Help Gruop Forum).

Wijono D.1999. Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan. Surabaya: Airlangga University Press.

Gambar

Grafik 1 Data 10 Besar Kasus Penyakit Rawat  Inap  Rumah  Sakit    Islam Amal  Sehat  Sragen  Tahun 2012

Referensi

Dokumen terkait

Menurut teori ini pidana dijatuhkan karena orang telah melakukan kejahatan. Pidana sebagai akibat mutlak yang harus ada sebagai suatu pembalasan kepada orang yang

Sesuai dengan jenis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif yaitu data yang dikumpulkan berupa jawaban atas pertanyaaan penelitian yang

Singleton adalah sebuah himpunan fuzzy dengan fungsi keanggotaan: pada titik tertentu mempunyai sebuah nilai dan 0 di luar titik tersebut. Model

Berdasarkan nilai hasil pengujian yang telah dilakukan, diperoleh dari siswa pada kelas Kontrol dan Eksperimen, dapat disimpulkan bahwa jawaban pertanyaan penelitian

4082 dan lebih ditingkatkan lagi adalah bagaimana menjaga hubungan yang baik dan benar dengan para pelanggan hotel, atau dengan kata lain dapat diartikan,

mendaptakan pahala yang berlipat dari Allah SWT, kelak dikemudian hari. Akhirnya, penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat.. Penerapan Metode The Power Of Two And Four

IPA UNTUK SEKQI[M 1DA.SAR SE KABUPATEK. PASAIVAV WIUliAIET

Agar dapat bersaing dengan produk sejenis dari negara lain, selain kompetitivitas harga, produsen produk olahan ikan Indonesia mutlak harus menyesuaikan produknya dengan standar