• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V RANCANGAN SISTEM EVALUASI KINERJA SUPPLIER

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB V RANCANGAN SISTEM EVALUASI KINERJA SUPPLIER"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

BAB V

RANCANGAN SISTEM

EVALUASI KINERJA SUPPLIER

Pada bab ini akan dijelaskan rancangan evaluasi kinerja supplier yang baru dan analisa dari rancangan evaluasi kinerja supplier yang dilakukan untuk menyempurnakan sistem evaluasi kinerja supplier yang selama ini dilakukan di PT. Ciputra Surya, Tbk. Analisa ini bertujuan untuk mengetahui apakah sistem yang ada selama ini sudah efektif.

5.1. Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung, diskusi, pengisian kuisioner pembobotan kriteria evaluasi supplier dan pengumpulan data sekunder yang berkaitan dengan penelitian ini. Data-data sekunder tersebut didapatkan dari pihak-pihak yang terkait yaitu, Departemen Pengadaan dan Kontrak serta Kontraktor. Responden tersebut adalah orang yang expert/ahli mengenai kondisi dan situasi dalam manajemen pengadaan (procurement). Data yang digunakan untuk evaluasi adalah data untuk 6 bulan terakhir (Nopember-Mei 2005). Data ini berdasar atas evaluasi setiap 6 bulan untuk supplier yang diterapkan saat ini.

5.1.1. Data Kriteria Penilaian Performansi Supplier

Kriteria penilaian performa supplier ini ditentukan melalui diskusi dengan pihak manajemen perusahaan (Departemen Pengadaan dan Kontrak) serta dari studi literatur evaluasi supplier yang berhubungan dengan penelitian ini.

Data yang digunakan dalam proses evaluasi supplier ini adalah data kualitatif yang diperoleh melalui penyebaran kuisioner kepada Active Participant (Departemen Pengadaan dan Kontrak serta Kontraktor) yaitu data mengenai pembobotan dan penilaian kinerja supplier. Untuk kriteria

(2)

Participant berdasarkan kerjasama yang selama ini terjadi..

5.2. Sistem Evaluasi Supplier dengan Metode AHP (Analytical Hierarchy Process)

Dalam penelitian ini akan digunakan metode lain untuk mengevaluasi kinerja supplier, yaitu dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process. Dengan menggunakan metode ini maka akan dapat diketahui rating aatu nilai dari masing-masing supplier. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan kriteria yang akan digunakan, lalu melakukan pembobotan untuk untuk masing-masing kriteria kemudian menentukan rating atau nilai supplier.

Pembobotan untuk masing-masing kriteria dilakukan dengan menggunakan

software Expert Choice. Setelah bobot untuk masing-masing kriteria penilaian kinerja supplier diketahui, maka selanjutnya akan dicari nilai supplier dengan menggunakan software Expert Choice. Dari rating atau nilai supplier inilah kinerja supplier akan dapat kita ketahui.

5.2.1. Identifikasi Active Participant

Struktur organisasi PT. Ciputra Surya, Tbk. adalah struktur matrik, dimana bila ditinjau dari bentuk kekuasaannya merupakan jenjang pengawasan. Struktur organisasi PT. Ciputra Surya, Tbk. dipimpin oleh seorang Direktur Utama, dan secara bersama-sama mengemban tanggung jawab untuk mengelola dan menjalankan perusahaan. Pada manajemen PT. Ciputra Surya, Tbk. terdapat dua departemen yang berhubungan dengan proses pembelian/(rantai) pasok kebutuhan material adalah Departemen Teknik (kontraktor) sebagai pengguna material dan Departemen Contract and Procurement sebagai penentu kebijakan tentang pengadaan.

Active Participant atau pihak yang terkait dengan proses evaluasi supplier

adalah :

a. Departemen Kontrak dan Pengadaan (Ibu Leny)

Dalam penelitian ini, Departemen Kontrak dan Pengadaan bertugas untuk memberikan bobot terhadap kriteria yang telah terpilih. Kriteria

(3)

yang diberi bobot adalah kriteria yang merupakan kriteria penilaian perusahaan (eksisting) dan kriteria dari literatur yang sudah disetujui Departemen Kontrak dan Pengadaan. Bobot yang diberikan merupakan penilaian yang bersifat subyektif dan merupakan tingkat kepentingan suatu kriteria. Kuisioner Pembobotan dapat dilihat pada Lampiran B.

b. Kontraktor (Pelaksana Lapangan)

Kontraktor merupakan pemberi nilai bagi kinerja supplier. Dalam penelitian ini kontraktor menentukan rating atau nilai supplier. Terdapat 9 kontraktor yang akan memberikan penilaian. Penilaian yang diberikan kontraktor bersifat kualitatif (Baik, Cukup, Kurang), kemudian bersama dengan nilai pembobotan yang diberikan Departemen Kontrak dan Pengadaan (Ibu Leny), penilaian itu akan dianalisa dengan software Expert Choice sehingga akan menghasilkan rating untuk setiap ukuran performansi supplier.

5.2.2. Identifikasi Kriteria Penilaian Performansi Supplier

Kriteria penilaian ini digunakan sebagai tolok ukur dalam mengevaluasi kinerja supplier. Kriteria penilaian ini diperoleh dari spesifikasi standar penilaian dari perusahaan/kriteria eksisting (Departemen Kontrak dan Pengadaan) dan Kriteria penilaian yang berasal dari literatur dan telah disetujui oleh Departemen Kontrak dan Pengadaan (Ibu Leny).

a. Kriteria Penilaian dari Perusahaan (kriteria eksisting)

Pada identifikasi awal terdapat 9 kriteria yang digunakan oleh perusahaan sebagai kriteria untuk mengevaluasi kinerja supplier. Kriteria tersebut adalah :

1. Harga 2. Pelayanan

3. Ketersediaan barang

4. Kemudahan Pemesanan Barang 5. Informasi Produk

(4)

7. Garansi

8. Cara Pembayaran 9. Mutu Produk

Dari 9 kriteria tersebut, maka kemudian dicari kriteria penilaian kinerja dari literatur yang belum digunakan dalam sistem evaluasi kinerja supplier di PT. Ciputra Surya, Tbk. Kriteria evaluasi kinerja supplier dari literatur ini diharapkan dapat diterima sebagai bahan masukan untuk menyempurnakan kriteria evaluasi yang sudah diterapkan di PT. Ciputra Surya, Tbk.

b. Penilaian dari Literatur

Kriteria penilaian kinerja dari literatur digunakan sebagai masukan bagi sistem evaluasi kinerja supplier di PT. Ciputra Surya, Tbk.. Selain kriteria untuk evaluasi/seleksi calon supplier, kriteria bagi pemilihan supplier juga bisa dijadikan sebagai kriteria bagi evaluasi kinerja supplier. Karena kriteria untuk pemilihan/seleksi supplier juga memuat item-item tentang evaluasi kinerja supplier.

Langkah yang dilakukan adalah memberikan tanda untuk menentukan ada atau tidaknya kriteria tersebut dalam kriteria penilaian kinerja yang digunakan PT. Ciputra Surya, Tbk. Berikut ini beberapa kriteria evaluasi kinerja supplier dari beberapa literatur.

(5)

Tabel 5.1. Kriteria dari Literatur

Kriteria dari Literatur Ada Tidak

Purchasing

Pengiriman tepat waktu

Pengiriman sesuai jumlah permintaan Harga yang kompetitif

Mengantisipasi kebutuhan perusahaan Bantuan saat keadaan darurat Informasi teknis harga, dan

katalog

Mempunyai serikat buruh yang baik Pengiriman tanpa follow-up Iperusahaan Penggantian barang rusak dengan cepat

X X X X X X X X X Receiving

Pengiriman sesuai permintaan Pengemasan material yang baik

X X

Quality Control Kualitas material

Adanya sertifikasi kualitas

Tindakan korektif pada kecacatan lebih cepat

X

X X

5.2.3. Struktur Hierarki Pembobotan Evaluasi Supplier PT.Ciputra Surya, Tbk. a. Validasi Kriteria

Validasi akhir bertujuan untuk memastikan kembali bahwa kriteria yang sudah terindentifikasi adalah sesuai dan dapat diterapkan pada perusahaan. Validasi akhir ini dilakukan dengan diskusi langsung dengan Active Participant

(Departemen Kontrak dan Pengadaan). Dari hasil validasi akhir ini diperoleh 4 kriteria yang diusulkan penulis berdasarkan literatur. Empat kriteria terpilih ini

(6)

dianggap paling berpengaruh terhadap evaluasi supplier di PT. Ciputra Surya, Tbk. Validasi akhir ini dapat dilihat seperti berikut ini:

Tabel 5.2.Validasi Akhir

No. Kriteria yang Diusulkan Setuju Tidak

1.

2.

3

4

Flexibility

a. Kuantitas (kemampuan supplier untuk memenuhi permintaan perubahan jumlah)

b. Waktu Pengiriman (kemampuan supplier untuk memenuhi permintaan perubahan jumlah)

Relationship

a) Long Term Relationship (hubungan jangka panjang antara supplier dengan perusahaan)

b) Past Experience (pengalaman hubungan masa lalu antara supplier dengan perusahaan)

Responsiveness

a) Problem (respon terhadap komplain masalah, misal kualitas, yang diutarakan)

b) Mendadak ( kecepatan reaksi dalam menangani adanya permintaan yang mendadak)

Quality Control

a) Penanganan cepat (tindakan korektif pada kecacatan lebih cepat)

b) Tanpa inspeksi ( tidak memerlukan inspeksi penerimaan material oleh pihak perusahaan)

X X X X X X X X X X X X b. Pembobotan Kriteria

Pembobotan kriteria supplier dilakukan sesuai dengan hirarki sistem yang terbentuk pembobotan ini dilakukan untuk mengetahui tingkat hubungan antar kriteria yang dipentingkan dalam evaluasi supplier. Nilai bobot tersebut diperoleh dengan menggunakan data-data tingkat kepentingan (importance) dari sudut pandang Active Participant melalui kuisioner tersebut. Bobot yang diberikan mempunyai skala 1-9, dimana nilai 1 menyatakan bahwa hubungan antara kriteria sama pentingnya, nilai 3 menyatakan kriteria yang satu sedikit

(7)

lebih penting dibandingkan kriteria yang lain, nilai 5 menyatakan kriteria yang satu lebih penting dibanding kriteria yang lain, nilai 7 menyatakan kriteria yang satu sangat lebih penting dibanding kriteria yang lain, nilai 9 menyatakan kriteria yang satu mutlak lebih penting dibanding kriteria yang lain, nilai 2, 4, 6, 8, menyatakan nilai-nilai kompromi diantara dua nilai yang berdekatan. Indikator yang digunakan bersifat larger is better yang berarti bahwa semakin besar nilai yang diperoleh maka semakin baik. Untuk nilai bobot kriteria yang diberikan

Active Participant dapat dilihat pada Lampiran C.

Berdasarkan pada pembobotan kriteria yang telah dilakukan oleh Active Participant, kemudian data pembobotan diolah dengan menggunakan software Expert Choice.

Inconsistency ratio untuk semua kriteria berada pada angka kurang dari 0,1, hal ini berarti pembobotan yang dilakukan konsisten. Hasil pembobotan kriteria dari Active Participant dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 5.1. Pembobotan kriteria

Dari hasil pembobotan menggunakan kriteria perusahaan, dapat kita ketahui bahwa kriteria teratas dalam pembobotan adalah mutu produk (0.149),

(8)

dan kriteria paling bawah dalam pembobotan adalah informasi produk (0.021).

Inconsistency ratio adalah 0,08 (lebih kecil dari 0,1), ini berarti pembobotan yang dilakukan konsisten. Berikut ini rangking pembobotan kriteria setelah diolah dengan software Expert Choice.

Tabel 5.3.Rangking Pembobotan Kriteria

No. Kriteria Bobot

1. Mutu Produk 0.149 2. Ketersediaan Barang 0.141 3. Harga 0.126 4. Supervisi Lapangan 0.09 5. Cara Pembayaran 0.085 6. Flexibility 0.07 7. Quality Control 0.069 8. Relationship 0.057 9. Pelayanan 0.054

10. Kemudahan Pemesanan Barang 0.046

11. Responsiveness 0.046

12. Garansi 0.046

13. Informasi Produk 0.021

5.2.4. Penilaian Kinerja Supplier dengan Metode yang Dipergunakan Perusahaan setelah Dilakukan Pembobotan

Setelah dilakukan pembobotan dan didapatkan hasil seperti tabel 5.3, maka akan dilakukan penilaian dengan metode yang dipergunakan Departemen Kontrak dan Pengadaan. Setelah didapatkan bobot penilaian dengan hasil seperti pada gambar 5.1, maka bobot tersebut dikalikan dengan hasil penilaian para kontraktor. Hasil penilaian ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner penilaian kepada 9 kontraktor. Kuisioner penilaian ini dapat kita lihat pada lampiran C.

(9)

Tabel 5.4. Hasil Kuisioner Penilaian kinerja Supplier oleh Kontraktor (Supplier :Toto)

Jawaban No.

Item Kuisioner

K C B

Kontraktor terhadap supplier

1 Harga 0 3 6

2 Pelayanan 0 6 3

3 Ketersediaan barang 0 6 3

4 Kemudahan pemesanan barang 0 3 6

5 Informasi produk 0 3 6 6 Supervisi lapangan 3 6 0 7 Garansi 0 9 0 8 Cara pembayaran 0 0 9 9 Mutu produk 0 0 9 10. Flexibility 0 6 3 11. Quality Control 0 9 0 12. Responsiveness 0 6 3 13. Relationship 0 3 6

Hasil dari penilaian itu kemudian dibuat dalam bentuk persentase, yang hasilnya akan tampak seperti di bawah ini.

Tabel 5.5. Porsentase Hasil Kuisioner Penilaian kinerja Supplier oleh Kontraktor (Supplier:Toto)

Jawaban Tingkat

Perolehan Nilai Total No.

Item Kuisioner

K C B C-K C-B

Kontraktor terhadap supplier

(10)

2 Pelayanan 0% 66.67% 33.33% 33.34% 66.66% 100%

3 Ketersediaan barang 0% 66.67% 33.33% 33.34% 66.66% 100%

4 Kemudahan pemesanan barang 0% 33.33% 66.67% 16.67% 83.33% 100%

5 Informasi produk 0% 33.33% 66.67% 16.67% 83.33% 100% 6 Supervisi lapangan 33.33% 66.67% 0% 66.66% 33.34% 100% 7 Garansi 0% 100% 0% 50% 50% 100% 8 Cara pembayaran 0% 0% 100% 0% 100% 100% 9 Mutu produk 0% 0% 100% 0% 100% 100% 10. Flexibility 0% 66.67% 33.33% 33.34% 66.66% 100% 11. Quality Control 0% 100% 0% 50% 50% 100% 12. Responsiveness 0% 66.67% 33.33% 33.34% 33.34% 100% 13. Relationship 0% 33.33% 66.67% 16.67% 83.33% 100%

Skala penilaian yang digunakan adalah :

K C B

Dengan cara penilaiannya adalah sebagai berikut :

CK = 2 Cukup Kurang CB = 2 Cukup Baik

Dari persentase penilaian kontraktor, kemudian dimasukkan hasil pembobotan kriteria kinerja supplier yang telah didapatkan. dengan software Expert Choice. Hasil penilaiannya akan tampak seperti dibawah ini.

(11)

Tabel 5.6. Porsentase Hasil Kuisioner Penilaian kinerja Supplier oleh Kontraktor dengan Nilai Pembobotan

Tingkat Perolehan

Nilai Total No. Item Kuisioner

C-K C-B

Kontraktor terhadap supplier

1 Harga (0.126) 2.1 10.5 12.6%

2 Pelayanan (0.054) 1.8 3.6 5.4%

3 Ketersediaan barang (0.141) 4.7 9.4 14.1%

4 Kemudahan pemesanan barang (0.046) 0.77 3.83 4.6%

5 Informasi produk (0.021) 0.35 1.75 2.1% 6 Supervisi lapangan (0.090) 5.99 3 9% 7 Garansi (0.046) 2.3 2.3 4.6% 8 Cara pembayaran (0.085) 0 8.5 8.5% 9 Mutu produk (0.149) 0 14.9 14.9% 10. Flexibility (0.070) 2.3 4.7 7% 11. Quality Control (0.069) 3.45 3.45 6.9% 12. Responsiveness (0.046) 1.53 3.1 4.6% 13. Relationship (0.057) 0.95 4.7 5.7% Total 26.24 73.76 100%

Dari tabel diatas akan dapat diketahui nilai supplier setelah dilakukan pembobotan.

5.3 Penilaian Kinerja Supplier dengan Software Expert Choice

Selanjutnya data pembobotan (Lampiran C) dan penilaian dari kontraktor tersebut diolah dengan menggunakan software Expert Choice sampai akhirnya didapatkan rating dari setiap ukuran performansi supplier. Nilai performansi

supplier bisa dilihat melalui rata-rata nilai supplier yang didapat dari rata-rata nilai total seperti yang telah dihitung pada tabel dibawah ini.

(12)

Tabel 5.7. Nilai KinerjaSupplier T o t o H a l M a r A m s t a d P a n c a w i r a D a r m a A s i a T i l e M o w i l e k N i c k o M -C l a s s J a w a B e t o n S e m e n G r e s i k J a y a B o a r d B e s i E l e p h a n t W a v i n Z i n c a l u m e R o m a n P r o p a n RJ, CV 0.71 0.5 0.52 0.83 0.49 0.4 0.55 0.76 0.57 0.38 0.5 0.49 BTI, CV 0.85 0.58 0.69 0.52 0.75 0.57 0.59 0.59 0.71 0.66 0.57 0.65 0.7 PJ, CV 0.58 0.64 0.64 0.48 0.64 0.69 SDT, CV 0.57 0.48 0.57 0.43 0.43 0.82 0.54 0.63 0.67 SP,CV 0.65 0.64 0.68 0.44 0.67 0.69 0.67 0.64 TK, CV 0.66 0.47 0.43 0.59 0.61 0.48 0.46 0.55 0.77 0.58 0.38 0.5 0.46 0.49 0.6 SGM, CV 0.79 0.69 0.47 0.79 0.59 0.67 0.68 0.75 0.46 0.6 0.53 0.6 0.58 LK, CV 0.6 0.41 0.36 0.7 0.42 0.44 0.43 0.58 0.54 0.51 0.38 0.46 0.63 0.75 WK, CV 0.8 0.6 0.53 0.76 0.51 0.52 0.51 0.68 0.74 0.51 0.6 0.51 0.67 Total 6.2 4.12 1.58 2.82 6.3 2.17 4.36 2.67 5.34 6.46 3.23 1.27 0.88 2.78 2.57 4.28 3.34 Rata-rata 0.69 0.59 0.4 0.47 0.7 0.54 0.48 0.53 0.59 0.72 0.54 0.42 0.44 0.56 0.43 0.61 0.67 5.3.1. Evaluasi Supplier

Nilai performansi supplier bisa dilihat melalui rata-rata nilai supplier, yang telah dihitung diatas (tabel 5.7). Semakin tinggi nilai rata-rata berarti performansi supplier semakin bagus, begitu juga sebaliknya semakin rendah nilai rata-rata berarti performansi supplier semakin buruk.

Ketika rata-rata nilai supplier digunakan sebagai dasar dalam evaluasi

supplier untuk periode selanjutnya, maka terdapat tiga kemungkinan yang akan terjadi, yaitu:

1. X1 > X2, menunjukkan bahwa performansi supplier

meningkat dan harus dijaga kualitas performansinya untuk periode yang akan datang. Beberapa reward dapat diberikan agar supplier terus meningkatkan performansinya.

2. X1 = X2, menunjukkan bahwa supplier tidak mengalami peningkatan performansi tetapi juga tidak mengalami penurunan performansi. Sehingga supplier yang masuk dalam

(13)

kategori ini dapat diberikan motivasi agar supplier bisa meningkatkan performansinya untuk periode yang akan datang.

3. X1 < X2, menunjukkan bahwa performansi supplier telah mengalami penurunan. Dalam hal ini perlu diberikan saran dan kritik untuk keperluan koreksi.

Gambar

Tabel 5.1.  Kriteria dari Literatur
Tabel 5.2. Validasi Akhir
Gambar 5.1.  Pembobotan kriteria
Tabel 5.3. Rangking Pembobotan Kriteria
+4

Referensi

Dokumen terkait

Perusahaan dengan profitabilitas tinggi akan mudah untuk menjawab tuntutan dan tekanan dari masyarakat karena perusahaan mempunyai sumber daya yang lebih untuk dapat digunakan

bahwa dengan telah dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler

4.1.1 Jumlah Sekolah Umum Menurut Tingkatan Sekolah ( Negeri dan Swasta ) per Kelurahan di Kecamatan Astanaanyar

internal yang telah dicoba dengan berbagai media gelasi, ternyata yang memberikan hasil terbaik adalah menggunakan media gelasi TCE, seperti hasil yang

Penggunaan daun gamal (Gliricidia sapium), guna mempercepat kematangan buah pisang Raja Sere dan Emas yang dilakukan Yulianingsih dan Dasuki (1989), menyatakan bahwa daun gamal

Pertemuan orang tua peserta didik dimaksudkan untuk menyamakan persepsi antara harapan sekolah dan harapan orang tua sehingga ada kesejalanan antara perlakuan orang tua

Alhamdulillah, segala puji dan syukur selalu penulis panjatkan kepada Allah SWT, karena telah diberikan nikmat tubuh yang sehat serta izin-Nya sehingga skripsi

4&lt; ◆ ◆ Kagcbkbtj ugtuh Kagcbkbtj ugtuh kagcjlagtjejhbsj lbg kagcjlagtjejhbsj lbg karukushbg kbsbibo karukushbg kbsbibo tagtbgc fdyah 0 ljkagsj tagtbgc fdyah 0 ljkagsj ◆