• Tidak ada hasil yang ditemukan

Evaluasi Struktur Atas Jembatan Gantung Pejalan Kaki Di Desa Aek Libung, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan Chapter III V

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Evaluasi Struktur Atas Jembatan Gantung Pejalan Kaki Di Desa Aek Libung, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan Chapter III V"

Copied!
67
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 4.3 Detail Gelagar Jembatan
Gambar 4.10 Pembebanan Pada Menara Jembatan
Gambar 4.11 Pembebanan Lantai Baru
Gambar 4.13 Data Ukuran Jembatan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Beban-beban yang harus diperhitungkan dalam perencanaan jembatan adalah sebagai berikut: beban primer (beban mati, beban hidup, beban kejut).Tahapan-tahapan perencanaan jembatan

Menyatakan dengan sesunguhnya bahwa Tugas Akhir yang berjudul “ Perencanaan Jembatan Gantung Pejalan Kaki Tipe I Dusun Taker Desa Gunung Malang Kecamatan Suboh

Karena jembatan hanya direncanakan untuk kendaraan roda dua dan pejalan kaki, maka beban Truk “T” yang digunakan pada perencanaan jembataan ini digunakan beban terpusat

Beban-beban yang bekerja pada struktur seperti beban mati (dead load), beban hidup (live load), beban gempa (earthquake), dan beban angin (wind load) menjadi bahan perhitungan

Beban beban yang bekerja pada struktur seperti beban mati (dead load), beban hidup (live load), beban gempa (earthquake), dan beban angin (wind load) menjadi bahan

Karena jembatan hanya direncanakan untuk kendaraan roda dua dan pejalan kaki, maka beban Truk “T” yang digunakan pada perencanaan jembataan ini digunakan beban terpusat

Untuk bentang di atas 100 m lebih sering juga digunakan truss sehingga bisa dikatakan bahwa jembatan gantung pejalan kaki antara 60 – 100 m yang kritis terhadap beban

Oleh karena itu dalam Beban mati terdiri atas : - Berat sendiri balok girder - Berat diafragma - Beban plat lantai jembatan dan beban-beban tambahan lainnya Beban hidup terdiri atas :