• Tidak ada hasil yang ditemukan

Undang Undang Guru dan Dosen

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Undang Undang Guru dan Dosen"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Kabar seputar nasib guru honorer di Indonesia masih hangat dalam perbincangan publik, karena secara langsung mempengaruhi kualitas pendidikan nasional Indonesia. Tidak dapat dipungkiri jika masih banyak guru yang hidup dalam keterbatasan, inilah yang kemudian menjadi perhatian dengan menggelontorkan anggaran untuk tunjangan profesi guru, baik PNS maupun Non-PNS. Selengkapnya lihat Syarat Guru Penerima Tunjangan Profesi dari DIKDAS.

Lalu, bagaimana dengan guru yang belum mendapat tunjangan? Seperti kita ketahui tidak semua guru berhak mendapat tunjangan profesi, apalagi guru swasta yang baik diri maupun lembaganya belum memenuhi persyaratan sebagaimana disebutkan di atas. Wajar bila guru Non-PNS

kebanyakan hidup dalam pas-pas karena kecilnya honor yang diperoleh ditambah belum memiliki sertifikat tunjangan profesi guru.

Peraturan Honor Guru Non PNS

Namun jangan khawatir bagi guru Non-PNS, karena pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk honor guru Non-PNS. Pemerintah akan mengambil dana dari APBN untuk honor guru Non-PNS sebagaimana yang telah diatur sesuai perundangan yang berlaku. Hal ini termaktub dalam Undang - Undang (UU) No 14 Tahun 2005 yang membahas mengenai Guru dan Dosen serta UU 20 Tahun 2003 tetntang Sistem Pendidikan Nasional atau Sisdiknas, tidak ada yang salah mengenai UU tersebut.

Dok. Pribadi : Guru Mengajar Baris

Sayangnya, tidak semua guru Non-PNS dapat menerima honor Pemerintah yang bersumber dari dana APBN itu. Guru yang mendapatkan honor dari APBN hanyalah guru yang diangkat oleh Pemerintah. Apabila pemerintah yang mengangkat guru dan diperbantukan ke sekolah-sekolah seluruh Indonesia meskipun statusnya bukan PNS, mereka tetap mendapat honor dengan gelar sebagai guru honorer. (Kasubdit Pengembangan Sistem Pengembangan Sistem Penganggaran pada Ditjen Anggaran Kemenkeu, Made AryaWijaya).

(2)

Referensi

Dokumen terkait

Sebelurnnya, Menteri Ke- uangan rnengeluarkan Surat Menteri Keuangan Nornor S- 14S/MKoS/ 2009 tertanggal12 Maret 2009 tentang Pernbayar- an Tunjangan Profesi Guru dan Dosen

Demikian Surat Pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya untuk melengkapi persyaratan yang diperlukan dalam merealisasikan Bantuan Tunjangan Profesi Guru Tahun Anggaran

Demikian Surat Pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya untuk melengkapi persyaratan yang diperlukan dalam merealisasikan Bantuan Tunjangan Profesi Guru Tahun Anggaran

subsidi tunjangan fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (1) kepada guru yang diangkat oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat sesuai

Gaya hidup guru sebelum adanya program sertifikasi mendapatkan tunjangan profesi guru, pada umumnya berperilaku hidup sederhana, dalam berpenampilan tidak harus bermerek tetapi

Sehubungan dengan masih rendahnya capaian realisasi anggaran atas pembayaran tunjangan profesi guru ( Inpassing) bagi guru madrasah yang berstatus bukan Pegawai Negeri Sipil yang

Tunjangan profesi yang dibayarkan melalui dana dekonsentrasi adalah tunjangan yang diberikan bagi guru bukan PNS dan guru PNS yang menjadi binaan dinas pendidikan

Kebijakan profesi guru di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (selanjutnya disebut UUGD). Undang-undang ini