Hubungan Kepemilikan Laptop, Personal Computer, dan Handphone Terhadap Akses Internet pada Kabupaten dan Kota di Provinsi
Banten berdasarkan analisis data SUSENAS 2012
Riza F Ramadhan Sekolah Tinggi Ilmu Statistik
ABSTRACT
Apa yang mempengaruhi akses internet di suatu daerah jika ditinjau dari kepemilikan barang elektronik pada rumah tangga? Alat elektronik yang dimaksud adalah alat yang bisa terhubung ke Internet diantaranya Personal computer (PC), Laptop, dan Handphone.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kepemilikan Laptop, Personal computer, dan Handphone terhadap akses internet pada Kabupaten dan Kota di Provinsi Banten berdasarkan data SUSENAS 2012.
Pengumpulan data untuk semua variabel berasal dari quesioner yang menggunakan pertanyaan tertutup kualitatif. Jawaban responden kemudian menjadi kumulatif dengan pengkategorian Kabupaten dan Kota.
Keabsahan data diperoleh melalui uji validitas dan reliabilitas, dengan metode stepwise. Pengujian persyaratan analisis meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas dengan menggunakan
software SPSS 17.00.Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk menghitung harga mean,minimal,maksimal, dan simpangan baku. Analisis data untuk uji hipotesis menggunakan analisis regresi linier menggunakan metode stepwise untuk mengetahui model terbaik yang dapat digunakan dan untuk mengetahui besarnya persentase derajat pengaruh variabel X terhadap variabel Y dengan koefisien determinasi.
Hasil dari penelitian menunjukan bahwa variabel yang dimasukan kedalam model adalah variabel banyaknya unit laptop di suatu kabupaten/kota. Sedangkan variabel lainnya dikeluarkan dari model. Dari model terpilih menunjukan bahwa antara banyak unit laptop dan akses internet di suatu kabupaten/kota terdapat pengaruh yang positif dan signifikan, dengan kontribusi 95,83% dan sisanya 4,16% ditentukan oleh variabel lain. Hal ini dapat dilihat dari nilai thitung>ttabel(11,746>1,894)
pada taraf signifikansi 5%.
1. INTRODUCTION
Seiring dengan perkembangan zaman, jaringan personal computer telah mengalami banyak perubahan dari masa ke masa. Hingga akhirnya, mulai dikenal jaringan internet. Internet adalah jaringan personal computer global. Jika pada masa lampau, internet belum membumi, kini internet telah dikenal banyak orang. Sehingga untuk dapat mengaksesnya, kita perlu pengetahuan tentang internet.
Ada banyak manfaat yang dapat diperoleh apabila seseorang mempunyai akses ke internet. Berikut ini sebagian dari apa yang tersedia di internet: (1) Informasi untuk kehidupan pribadi : kesehatan, rekreasi, hobby, pengembangan pribadi, rohani, sosial. (2) Informasi untuk kehidupan profesional/pekerja : sains, teknologi, perdagangan, saham, komoditas, berita bisnis, asosiasi profesi, asosiasi bisnis, berbagai forum komunikasi.
Satu hal yang paling menarik ialah keanggotaan internet tidak mengenal batas negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor faktor lain yang biasanya dapat menghambat pertukaran pikiran. Internet adalah suatu komunitas dunia yang sifatnya sangat demokratis serta memiliki kode etik yang dihormati segenap anggotanya. Manfaat internet terutama diperoleh melalui kerjasama antar pribadi atau kelompok tanpa mengenal batas jarak dan waktu.
Adapun dalam mengakses internet, kita memerlukan alatnya terlebih dahulu. Banyak alat elektronik yang dipakai untuk bisa mengakses internet beberapa diantaranya yaitu Laptop, Personal computer, dan Handphone. Alat tersebut tidak akan bisa mengakses internet jika tidak mempunyai koneksi ke internet.
faktor lain lebih mempengaruhi akses internet. Karena mengakses internet Handphone Terhadap Akses Internet pada Kabupaten dan Kota di Provinsi Banten berdasarkan data SUSENAS 2012”.
2. METODOLOGI PENELITIAN
penggunaan jenis kuesioner. Survei memerlukan populasi yang besar jika peneliti menginginkan hasilnya mencerminkan kondisi nyata. Semakin sampenya besar, survei semakin meberikan hasil yang lebih akurat. Dengan survei seorang peneliti dapat mengungkapkan masalahyang banyak, meski hanya sebatas dipermukaan. Sekalipun demikian, survei bermanfaat jika peneliti menginginkan informasi yang banyak dan beraneka ragam.metode survei sangat populer karena banyak digunakan dalam penelitian bisnis. Keunggulan survei yang lain ialah mudahmelaksanakan dan dapat dilakukan secara cepat.
Sehingga variabel penelitian pada penelitian ini murni diambil dari data hasil survei yang ada tanpa manipulasi. Data yang diambil adalah data rumah tangga untuk variabel laptop, personal computer, dan handphone masing-masing sebanyak 6473 unit, dengan keterangan “1=punya”, dan “2=tidak punya” .Kemudian mengambil data individu untuk variabel akses internet selama 3 bulan terakhir ada sebanyak 26433 data, dengan keterangan “0=non respon”, “1=mengakses”, dan “2=tidak mengakses”.
Dari data diatas kemudian penulis hanya mengambil keterangan 1 saja, yaitu data kepemilikan laptop, personal computer, dan handphone. Kemudian data pernah mengakses internet selama 3 bulan terakhir. Agar dapat melihat hubungannya maka data tersebut dijadikan kumulatif dengan pengkategorian berdasarkan kabupaten dan kota. Sehingga simpulannya menjadi pada kabupaten A memiliki laptop(X1) sebanyak … unit, personal computer(X2) sebanyak … unit, handphone(X3) … unit dengan akses internet(Y) sebanyak … orang.
Dalam penelitian ini penulis ingin mengetahui bagaiman pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Oleh karena itu dalam analisis data awal digunakan
Dengan :
Y = tingkat akses internet (variabel terikat)
X1, X2, X3 = laptop, personal computer, dan handphone (variabel bebas)
β0, β1, β2, β3 = konstanta
Penyusunan model-model hubungan tingkat akses internet dan kepemilikan laptop, personal computer, dan handphone dalam penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier berganda. Pemilihan variabel bebas dan variabel tak bebas dilakukan berdasarkan nilai korelasinya. Untuk memudahkan dalam proses analisis maka digunakan alat bantu perangkat lunak program personal computer SPSS versi 17.0. Terdapat 4 metode yang dapat digunakan dalam memasukkan/menyeleksi variabel bebas dalam program SPSS yaitu metode enter, backward elimination, forward elimination, dan metode stepwise elimination. Untuk setiap tahapan metode, akan dilakukan kajian koefisien determinasi (R2), nilai konstanta, dan koefisien regresi dengan kriteria :
1. Semakin banyak variabel, maka model semakin baik
Hal ini karena dengan semakin banyak variabel independen maka semakin banyak informasi yang dapat dijelaskan mengenai hubungan antara variabel dependen dan variabel independen.
2. Tanda koefisien regresi sesuai yang diharapkan
3. Nilai konstanta regresi semakin mendekati nol adalah semakin baik
Nilai konstanta mendekati nol berarti nilai itu mendekati nilai asymptot sehingga persamaan yang ada semakin mendekati kondisi aktual atau lebih dapat menggambarkan/merepresentasikan kondisi aktual.
4. Nilai R2 semakin besar, maka model semakin baik
Koefisien determinasi ( R2 ) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai R2 yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen.
Penulis melakukan analisis dengan metode terbaik yaitu stepwise elimination untuk menyeleksi variabel bebas yang akan dimasukan kedalam model. Kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis jika:
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil pengolahan data dan pembahasan disajikan di bawah ini. Metode análisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda (multiple regression analysis). Dalam penelitian ini pengembangan model hubungan tingkat akses internet dan kepemilikan alat elektronik dengan metode analisis regresi memakai bantuan program personal computer SPSS (Statistical Package for Social Science) versi 17.00. Berdasarkan hipótesis yang diajukan, teknik análisis data dengan menggunakan analisa
regresi berganda dengan model persamaan :
Y=β0+β1X1+β2X2+β3X3 .
Untuk menguji hipótesis digunakan uji t (parsial), uji F (simultan), dan
Tabel 2. Data Variabel Terikat dan Variabel Bebas
1 PANDEGLANG 235 37 18 600
2 LEBAK 133 27 12 577
3 TANGERANG 628 137 87 921
4 SERANG 253 44 38 672
5 KOTA TANGERANG 993 217 143 895
6 KOTA CILEGON 557 131 66 546
7 KOTA SERANG 546 133 86 588
8 KOTA TANGSEL 971 273 218 781
Sumber : (Olah data, Susenas Prov. Banten 2012)
Tabel 3. Descriptive Statistics
N Minimum Maximu
m
Mean Std. Deviation
Y 8 133.00 993.00 539.5000 325.15491
X1 8 27.00 273.00 124.8750 88.25359
X2 8 12.00 218.00 83.5000 69.10448
X3 8 546.00 921.00 697.5000 149.06854
Valid N (listwise) 8
Sumber : (output SPSS 17.00 , descriptive statistics)
Tabel 4. Korelasi Variabel Bebas terhadap Variabel Terikat
3 Handphone~Akses Internet 0.671959908
Sumber: (Olah Data, 2015)
Pada Software SPSS dalam penggunaan metode stepwise elimination, ternyata hasilnya menunjukan bahwa hanya satu variabel saja yang masuk ke dalam model regresi.
Sumber : (output SPSS 17.00, regression linear stepwise method)
Tabel 6. Pembuktian Seleksi Variabel yang Masuk ke dalam Model
N o
Variabel Nilai t Nilai F Keterangan Keputusan Kesimpula
n
Maka Variabel X2 dan X3 yaitu Personal Computer dan Handphone tidak dimasukan ke dalam model regresi (Variabel removed) dalam menentukan pengaruh terhadap akses Internet. Sehingga model terbaik menjadi ;
Y=β0+β1X1
Y = tingkat akses internet (variabel terikat)
X1 = laptop (variabel bebas)
Dengan Nilai
Y=89.10861895+3.606737786X1
Tingkat Akses Internet akan mengalamai penambahan sebanyak 3.6 ~ sekitar 4 orang untuk setiap rumah tangga yang memiliki satu unit laptop. Kemudian tingkat Akses Internet sekitar 89 orang ketika tidak ada unit laptop atau ketika X1 = 0.
Uji Normalitas
Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, residual memiliki distribusi normal. Karena untuk uji t dan uji F mengasumsikan bahwa residual berdistribusi normal. Kalau asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid. Untuk menguji normalitas residual digunakan uji statistik Liliefors dan Shapiro Wilk. Intepretasi pada Liliefors adalah bahwa jika Liliefors hitung kurang dari Liliefors tabel ( Lhitung<Ltabel ) maka gagal tolak hipotesis nol H0 atau data residual berdistribusi normal, dan jika nilai Lhitung>Ltabel maka diinterpretasikan sebagai tidak normal. Dari hasil pengujian menggunakan uji statistik Liliefors ternyata didapatkan Lhitung = 0.175656459 dengan Ltabel = 0.2825 , Lhitung<Ltabel
sehingga dapat dikatakan bahwa residual terdistribusi normal.
Pada software SPSS 17.00 bisa dilihat pada grafik dibawah ini,
Gambar 1. Grafik Uji normalitas menggunakan Normal Probabiliti Plots
Gambar diatas menunjukan bahwa sebaran data residual menyentuh atau mendekati garis diagonalnya. Sehingga residual berdistribusi normal.
Uji Multikolinearitas
Uji ini dilakukan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas, jika terjadi korelasi maka dapat dikatakan terkena gejala multikolinieritas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas. Persyaratan untuk dapat dikatakan terbebas dari multikolinieritas adalah apabila nilai VIF prediktor tidak melebihi 10.
Uji Heteroskedastisitas
Uji ini dilakukan menggunakan scatter plot nilai residual variabel dependen. Pada uji ini yang perlu diperhatikan adalah dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada scatter plot dari variabel terikat, di mana jika tidak terdapat pola tertentu maka tidak terjadi heterokedastisitas namun apabila terdapat pola tertentu maka terjadi heterokedastisitas pada data yang digunakan dalam penelitian. Model yang baik adalah yang tidak terjadi heterokedastisitas. Dari hasil pengolahan data menggunakan program SPSS versi 17.00, didapat hasil bahwa titik-titik menyebar secara acak dan tidak membentuk suatu pola tertentu sehingga dapat dikatakan bahwa pada model tidak terjadi heterokedastisitas. Lihat gambar 2.
Gambar 2. Hasil Uji Heteroskedastisitas
tabel = 1.943180281. Keputusan t hitung < t tabel , maka data tersebut homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas.
Uji Hipotesis
a. Uji Regresi Linier Y=β0+β1X1
Y=89.10861895+3.606737786X1
Dilakukan uji F anova dengan Kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis jika;
- Fhitung>Ftabel , maka hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis
alternative (Ha) gagal tolak.
- Fhitung≤ Ftabel , maka hipotesis nol (H0) gagal tolak dan hipotesis alternative (Ha) ditolak.
Tingkat signifikansi = 5%, dan Ftabel = 3.589
Tabel 8. Anova
ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 709237.935 1 709237.935 137.975 .000a
Residual 30842.065 6 5140.344
Total 740080.000 7
a. Predictors: (Constant), X1 b. Dependent Variable: Y
Keputusan F hitung > F tabel , maka H0 ditolak , Sehingga variabel bebas (x1) memberi pengaruh yang signifikan terhadap perubahan nilai variabel terikat (Y).
b. Uji Koefisien Determinasi
R2 ~ r2 dengan kata lain Koefisien Determinasi setara dengan korelasi yang dikuadratkan. Nilai korelasi kepemilikan laptop terhadap akses internet dapat dilihat pada tabel 4, yaitu sebesar 0.978941285. Nilai Koefisien Determinasi adalah 0.9789412852 = 0.958326039.
Kepemilikan laptop di setiap rumah tangga memberikan kontribusi 95,83% terhadap perubahan akses internet. Sedangkan sisanya, 4,16% dipengaruhi oleh faktor yang lain.
6. COMMENTS AND CONCLUSION
REFERENCES
1. Gudono. (2012) Analisi Data Multivariate. Edisi 2. Yogyakarta : BPFE
2. http://sukrisnaaji.blogspot.com/2013/10/ex-post-facto-babii-pengerttiandan.html, akses Februari 2015.
3. Neter, J., Wasserman, W.,Hunter, M.H. (1983) Applied Linear Regression Models. Richard D.Irwin, inc.
4. Sedarmayanti dan Hidayat, Syarifudin.2011. Metodologi Penelitian. Bandung: Mandar Maju
5. Supranto,J.(2008) Statistik Teori dan Aplikasi. Edisi ke-7. Jilid 1 dan 2. Jakarta : Erlangga.
6. Jonathan Sarwono. 2007. Analisis Jalur Untuk Riset Bisnis dengan SPSS. Yogyakarta : Penerbit Andi
Tabel 1. Data Keterangan Akses Internet dan Kepemilikan Laptop, Personal Computer, dan Handphone pada Kabupaten/Kota di Provinsi Banten berdasarkan SUSENAS Tahun 2012
Kabupaten/Kota
0 ya tidak ya tidak ya tidak ya tidak
Pandeglang 330 235 2814 3379 Pandeglang 37 792 829 18 811 829 600 229 829
Lebak 282 133 2709 3124 Lebak 27 799 826 12 814 826 577 249 826
Tangerang 369 628 3158 4155 Tangerang 137 879 1016 87 929 1016 921 95 1016
Serang 325 253 2903 3481 Serang 44 771 815 38 777 815 672 143 815
Kota Tangerang 333 993 2429 3755 Kota Tangerang 217 722 939 143 796 939 895 44 939
Kota Cilegon 231 557 1693 2481 Kota Cilegon 131 456 587 66 521 587 546 41 587
Kota Serang 281 546 2029 2856 Kota Serang 133 526 659 86 573 659 588 71 659
Kota Tangsel 264 971 1967 3202 Kota Tangsel 273 529 802 218 584 802 781 21 802
Total 2415 4316 1970 2
2643
3 Total 999 5474 6473 668 5805 6473 5580 893 6473
Lampiran 2.
Tabel 7. Coefficients dari Model Terbaik
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
Correlations Collinearity Statistics
B
Std.
Error Beta Zero-order Partial Part Tolerance VIF
1 (Constant) 89.109 45.965 1.939 .101
X1 3.607 .307 .979 11.746 .000 .979 .979 .979 1.000 1.000
a. Dependent Variable: Y