MAKALAH
“GERAKAN KEAGAMAAN DI INDONESIA”
Ditujukan untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Gerakan Keagamaan Baru Dosen pengampu : Dr. Ahmad Muttaqin, M.Ag, MA
Disusun Oleh :
Oda Diego Dendy Saputra (14520008) Rizal Hema Saprudin (14520040) Abdul Qadir Abdillah (15520001) Muhammad Habibul Musthofa (15520003)
FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM PRODI STUDI AGAMA-AGAMA
A. Pendahuluan
Suatu aliran maupun faham keagamaan seringkali muncul sekaligus sebagai gerakan keagamaan. Sebagai suatu gerakan keagamaan, terkadang aliran keagamaan tersebut mengklaim diri sebagai penyelamat umat dari dekadensi moral yang melanda masyarakat dan keterpurukan ekonomi. Dalam konteks ini, gerakan keagamaan dapat mengusung konsep “ratu adil” (messianic movement) yang menjanjikan suatu penyelamatan atau pembebasan dari segala keterpurukan yang sedang terjadi.
Menurut para Sosiolog, gerakan messianic movement biasanya muncul di kalangan masyarakat yang sedang dilanda keterpurukan ekonomi ataupun kesulitan politik yang berkelanjutan. Dengan demikian maka keterpurukan ekonomi, politik dan berbagai kesulitan lain dalam masyarakat akan menjadi lahan subur bagi perkembangan gerakan keagamaan yang tergolong sempalan itu.
Dari satu segi, aliran-aliran keagamaan di Indonesia secara garis besar terdiri atas dua macam. Pertama, aliran keagamaan yang secara doktrinal tidak bertentangan dengan arus utama (mainstream) umat beragama di Indonesia. Kedua, aliran-aliran keagamaan yang tergolong mempunyai doktrin yang tidak sejalan dengan doktrin yang dimiliki kelompok mainstream.
Di sini kami akan bahas tentang gerakan keagamaan baru di Indonesia. Terutama akan dibahas seputar gerakan keagamaan dari Lia Eden tentang sejarah dan perkembangan gerakan tersebut, ajaran dan aktivitas dari gerakan keagamaan tersebut, dan problematika yang dihadapi kelompok tersebut.
B. Sejarah dan Perkembangan Lia Eden
Komunitas Eden atau juga disebut Tahta Suci Kerajaan Tuhan Eden berawal dari pengalaman spiritual Paduka Bunda Lia Eden, sebutan untuk sosok wanita yang pada waktu itu biasa disebut dengan nama Lia Aminuddin.
nuraninya dan membimbingkan pengajaran ketuhanan kepadanya. Sejak saat itu, Bunda Lia menjadi medium Malaikat Jibril yang menyampaikan pesan melalui dirinya, baik melalui lisannya maupun berkata-kata melalui hati nurani yang kemudian harus dituliskannya.
Di dalam pembimbingan Malaikat Jibril, Bunda Lia mengalami proses pensucian dan pembimbingan spiritual. Pada saat bersamaan, Bunda Lia diperintahkan untuk menyampaikan pesan Malaikat Jibril kepada masyarakat. Setiap kali menerima pesan-pesan Malaikat Jibril, pesan-pesan-pesan-pesan itu dituliskannya dan kemudian disebarkan kepada masyarakat. Pesan-pesan itu kemudian dikirimkan kepada pemimpin lembaga-lembaga resmi kenegaraan, lembaga agama, dan tokoh-tokoh nasional dalam bentuk dokumen resmi dengan nama dan alamat penerima yang jelas.
Pada awalnya (1997), Malaikat Jibril memberikan nama “Salamullah” (artinya: keselamatan dari Allah) untuk komunitas para muridnya. Dalam proses perkembangannya, pada bulan Juni 2000 Malaikat Jibril memerintahkan kepada para muridnya untuk mendeklarasikan Salamullah sebagai agama baru, setelah pesan-pesan dan peringatan Malaikat Jibril diabaikan, bahkan para muridnya mendapat tentangan dari para ulama dan umat Islam. Salamullah disebutkan sebagai agama baru yang bersendikan pada perenialisme, keyakinan bahwa pada hakikatnya seluruh agama memiliki sumber yang sama, yaitu Tuhan Yang Maha Esa.
Agama Salamullah memang dideklarasikan dan sempat dicatat dalam sejarah, tapi tak pernah berkembang. Agama baru Salamullah dinyatakan oleh Malaikat Jibril hanya untuk memisahkan Jamaah Salamullah dari keterkaitannya secara formal dengan pemahaman Islam pada umumnya, sebelum Malaikat Jibril menempatkan Eden sebagai institusi Surga dan wahana perdamaian semua agama.
Usai deklarasi agama baru, proses pengajaran Malaikat Jibril di Salamullah terus berkembang. Malaikat Jibril kemudian mengajarkan spiritualitas tanpa agama, yang mendasarkan religiusitas Kaum Eden pada tauhid (absolute monotheism), kesucian, ketundukan kepada Tuhan yang terwujud dalam buah moralitas keseharian. Dimulai dengan perintah kepada Bunda Lia Eden untuk melepaskan afiliasi pada agama tertentu dan keterikatan pada syariat agama (pada tahun 2000), Malaikat Jibril memberikan pilihan untuk memilih spiritualitas non-agama kepada para muridnya (pada tahun 2002), dan kemudian menyatakan Eden sebagai institusi ketuhanan yang mandiri dan tak memiliki afiliasi keagamaan dengan agama apapun (pada tahun 2005).
menggantikan nama Salamullah yang memiliki afiliasi budaya dengan Islam. Pengkristalan itu semakin mengental melalui berbagai jenjang pentahbisan Kerajaan Tuhan Eden yang puncaknya adalah peresmian Kerajaan Tuhan Eden pada 5 Desember 2005. Sejak itu, nama resmi institusi Eden adalah Tahta Suci Kerajaan Tuhan Eden dan para murid Malaikat Jibril yang berada di dalamnya dikenal dengan sebutan Komunitas Eden.
Akhirnya pada tahun 2005, Lia diseret ke meja pengadilan yang menghukumnya dengan hukuman penjara 2 tahun. Meski sang pemimpin berada di dalam hotel prodeo, tak dinyana kegiatan Komunitas Eden tetaplah berjalan seperti biasa. Bahkan menurut salah satu pengikutnya, para jamaah justru tertuju ke penjara yang menjadi tempat Lia Eden dihukum dan tetap menganggapnya sebagai penyampai wahyu dari Malaikat Jibril.
C. Ajaran dan Aktivitas dari Lia Eden
Kaum ulama ribut karena dalam ajarannya Eden mengaku sebagai nabi yang diutus. Ajaran ini mengklaim bahwa ajaran Islam dan Kristen telah jauh melenceng dan dia diutus untuk memperkenalkan ajaran yang sesungguhnya. Sekarang aliran ini telah dilarang beredar di Indonesia dengan alasan penistaan agama.
Kelompok lain yang dinilai MUI sebagai aliran sesat. Tak ada kegiatan ibadah khusus seperti shalat sebagaimana umat Muslim lakukan. Mereka hanya berdoa dan selalu memanjatkan puji-pujian kepada Tuhan setiap waktu. Bila Lia mendapatkan wahyu dari Malaikat Jibril, maka semua jamaah diharuskan berkumpul dan mendengarkan wahyu yang mereka sebut sebagai risalah. Lia lantas duduk di kursi kebesarannya dan membimbing para pengikutnya dalam menerima wahyu yang telah didapatkannya. Mereka juga menentang pengkotakkan umat melalui agama-agama. Bagi mereka, Tuhan hanya satu. Sedangkan untuk kitab suci, Komunitas Eden mempelajari hampir setiap kitab suci dari berbagai agama. Selain itu, mereka juga mempunyai wahyu-wahyu yang diyakini diturunkan melalui Lia Eden dan kini mulai dibukukan seperti halnya Al-Qur’an tempo dulu. Melalui Komunitas Eden, para jamaah ini juga akan bertekad untuk menghapuskan semua agama yang ada di dunia. Sehingga tidak ada lagi konflik antar agama atau bahkan pertikaian antar agama yang satu dengan agama lainnya.
lamanya waktu mereka bergabung. Bahkan ada salah satu anak Lia yang harus dikeluarkan dari Komunitas Eden karena telah melakukan dosa pada perbuatannya.
Para jamaah Eden dikenal dengan sifat kemandirian yang mereka miliki. Mereka mengaku tidak memiliki pegawai satu pun di rumah. Apapun pekerjaan di dalam rumah, harus mereka kerjakan sendiri tanpa bantuan dari pihak luar. Seseorang yang akan masuk ke dalam komunitas haruslah menjalani beberapa prosesi. Salah satunya yang disebutkan kepada Realita adalah dengan proses penyucian melalui api. Setiap calon anggota jamaah diharuskan melewati api dan dibakar. Sebelumnya, mereka juga harus mengakui seluruh dosa yang pernah dilakukan di masa lampau, baik dosa besar maupun dosa kecil. Barulah mereka melakukan proses penyucian dengan cara dibakar. Bila tubuh terasa sakit dan terbakar, maka ada dosa yang belum diakui oleh si calon anggota. Sebaliknya, bila mereka tidak merasa kesakitan, maka mereka telah suci dan bersih layaknya bayi yang baru lahir. Setelah melewati prosesi tersebut, mereka akan secara resmi menjadi anggota jamaah Komunitas Eden. Meskipun sudah resmi menjadi seorang anggota jamaah, tidak menutup kemungkinan si anggota itu dikeluarkan karena telah melakukan dosa. Tak heran, ketika beberapa tahun silam, anggota jamaah Eden mampu mencapai angka ratusan. Tapi, saat ini hanya sekitar 50 jamaah karena banyaknya yang keluar ataupun dikeluarkan oleh Malaikat Jibril yang telah mereka yakini sebelumnya.
Sekitar 14 orang diantara 50 anggota, tinggal dalam satu rumah di Jalan Mahoni Nomor 30. Sisanya tinggal di rumah masing-masing. Untuk masalah pembiayaan sendiri, dananya sebagian besar berasal dari anggota-anggotanya yang telah bekerja. Ada semacam kas yang menampung penghasilan para anggotanya tersebut. Dana itulah yang digunakan untuk membiayai setiap kegiatan Komunitas Eden termasuk kebutuhan sehari-hari anggota lainnya yang tidak bekerja. Entah sampai kapan Komunitas Eden akan tetap bertahan. Namun, yang pasti setiap pengikut Komunitas Eden percaya bahwa apa yang mereka yakini selama ini merupakan sesuatu yang menunjukkan kebenaran dan akan membawa mereka ke surga bernama Eden, surga yang dijanjikan oleh Tuhan sebelumnya.
EDEN (d/h LIA AMINUDDIN, mengaku menerima wahyu dan setiap saat selalu siap seorang pencatat wahyu di depan komputer. Begitu wahyu turun langsung dibaca oleh Lia dan langsung pula dicatat oleh penulis wahyu (salah seorang sekretaris wahyunya bernama Yuyus Yusuf A. dari Tasikmalaya, mahasiswa DO dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), sehingga wahyu–wahyu tersebut sudah menumpuk di rumahnya.- Muhammad Abdur Rahman : Imam Besar Agama Salamullah dan berpangkat IMAM MAHDI Pokok-Pokok Ajarannnya Kala Tuhan takkan menyisakan harapan terhadap bangsa Arab, dunia Islam harus berpaling ke negeri ini, menjadi makmum Nabi Muhammad secara langsung. Niscaya kiblat di Mekah tak lagi berdaulat, karena untuk apa lagi berhaji ke sana, kalau nabi Muhammad telah bangkit dan kerajaan malaikat yang disebut surga itu bertahta di negeri ini
Sementara Tuhan sendiri pun berkehendak membuat pemusatan kiblat semua agama di negeri Indonesia. Jakarta akan menjadi pusat spiritual semua agama. Maria dan Yesus disebutkan termasuk pendiri Salamullah, tapi keduanya kemudian menyerahkan daulat Salamullah sepenuhnya kepada Abdul Rahman yang ditunjukkan Tuhan sebagai Imam Mahdi.
Lia adalah Maria yang diutus untuk mendamaikan seluruh agama-agama, maka diapun dititahkan Tuhan agar tak beragama lagi. Tapi berketuhanan. Bahkan didaulat dibandingkan denganku sebagai Ruhul Kudus. Dia menjadi penyampai wahyu bagi seluruh agama-agama
Babi itu kini telah dihalalkan Tuhan. Padahal babi yang sediakalanya termasuk binatang kutukan Tuhan mengakibatkan Tuhan terpaksa meninjau kembali ketetapan-Nya mengharamkan babi. Dipertimbangkan babi yang busuk itu dipertanggungkan sebagai olahan makanan yang lebih baik daripada ular dan sebagainya itu. Babi yang diternakkan dapat lebih terpelihara pertumbuhan dan perkembangbiakannya dari pada menternakkan ular.
D. Eksistensi GKB Lia Eden dan Anand Krishna di Indonesia
keadilan serta meluruskan kembali ajaran-ajaran agama yang telah mentradisi dan kultus. Dengan kata lain, keyakinan terhadap Jibril dan ajaran-ajarannya merupakan inti dari paham Salamullah.1
Menurut Ahmad Syafi'i Mufid, kelompok ini telah mengalami beberapa perubahan mendasar dan menghadapi tantangan yang semakin besar. Pertama, perubahan komunitas Salamullah menjadi komunitas Eden mengisyaratkan bahwa kelompok ini, yang berakar dari paham dan gerakan Islam, telah bergeser menjadi kelompok yang menyatakan diri keluar dari Islam, dan berdiri sebagai agama tersendiri. Kedua, pusat kegiatan kelompok ”Kingdom of God” demikian mereka menyebut rumah jalan Mahoni No. 30 Kemayoran,Jakarta telah mendapatkan tekanan dari masyarakat sekitar sehingga polisi harus melakukan evakuasi Penyelamatan anggota kelompok. Ketiga, pemimpin gerakan Lia Aminuddin telah dipersalahkan melakukan pelanggaran’terhadap pasal penodaan agama dan dijatuhi hukuman penjara selama 2 tahun. Abdurrahman (disebut Imam Mahdi), tokoh kedua dalam kelompok Eden, sempat ditahan dan diadili, kemudian dibebaskan. Akibat semua itu, soliditas kelompok menjadi semakin teruji dan ketataan kelompok inti semakin terseleksi.2 Ajaran
utamanya ialah pengesaan Tuhan (absolute monotheism), perenialisme, keindahan, kesucian, kesetaraan (egalitarisme), regulasi ruh dan senantiasa berserah diri kepada Allah. Pandangan keagamaan ini terhadap penganut agama lain sangat toleran dan bahkan agama-agama lain itu adalah kebenaran dan ajaran Tuhan juga. Jadi, gerakan yang semula bercorak sufisme perenial, kemudian berkembang menjadi spiritualisme Eden. Sufisme perenial maksudnya ajaran yang menurut mereka dibawa oleh malaikat Jibril dan kemudian berkembang menjadi agama baru. Kehadiran agama Kerajaan Tuhan ini dianggap sebagai penggenapan nubuwah dan sekaligus memenuhi janji dan kebenaran Tuhan tentang surga dan neraka.3
Dimana pada tahun 1997, muncul Fatwa MUI kepada kelompok Lia Eden yang dinyatakan bertentangan atau dianggap aliran sesat. Walaupun begitu kelompok ini tetap senakin eksis, bahkan menyatakan sebagai agama baru (lepas dari Islam). walau pemimpinnya telah dipenjara 2 kali tahun 2006 dan tahun 2009 terkait masalah kelompoknya
1Ahmad Syafi'i Mufid, Kuasa Jibril dan Sufisme Perenial Salamullah hingga Spiritualitas Eden, dalam Martin Van Bruissen dan Julia Day Howell, a Day Howell, Urban Sufisme , (Jakarta: Rajawali Pers, 2008), hlm. 416
2 Ahmad Syafi'i Mufid, Kuasa Jibril dan Sufisme Perenial Salamullah hingga Spiritualitas Eden, dalam Martin Van Bruissen dan Julia Day Howell, ia Day Howell, Urban Sufisme , hlm. 417
itu (dihukum atas penistaan agama). Bahkan setelah pasca bebas tahun 2011, kelompok ini masih tetap eksis ajarannya. Sebagaimana kelompok ini pernah mengatakan akan ada UFO yang mendarat di monas pada tahun 2015. Bahkan situs komunitaseden.com sampai sekarang (2017) masih ada, walau situs ini dikabarkan juga pernah diblokir oleh pemerintah.
Sementara untuk kelompok Anand Krishna yang memilki banyak tempat meditasi ini, telah dimulai didirikan tahun 1991, walau diketahui awalnya tidak berupa padepokan atau asrama dalam pengertian umum, tapi akhirnya berupa padepokan atau asrama yang menyediakan tempat tinggal atau penginapan. Saat itu, ashram (sebutan tempat meditasi kelompok ini) yang pertama ada di bilangan Sunter Jakarta hanyalah pusat pembelajaran seni meditasi, seni kehidupan yang proses pembelajarannya bersifat informal dan Tidak ada iuran tetap. Walau ada sumbangan yang dianjurkan bagi pengikutnya untuk pemeliharaan dan pembiayaaan tempat. Kemudian karena semakin berkembang, tahun 2001 kelompok ini mendirikan One Earth Retreat Center di Ciawi, Bogor (Jawa Barat), dengan fasilitas penginapan. Lalu padepokan kedua, Anand Ashram di Ubud Bali yang menyediakan penginapan bagi pengunjung tempat itu. Ada juga didirikan tempat pusat meditasi dan pelayanan di Kuta Bali dan Yogyakarta, walaupun tempat ini tidak menyediakan penginapan. Begitupula ada tempat pertemuan di Singaraja, Surakarta, Semarang, Blitar, Surabaya, Bandung dan Lampung.4 Dan mungkin sekarang sudah hadir di setiap kota Besar di
Indonesia.
Dimana berdasar salah satu buku karya Anand Krishna NeoSpiritual Hypnotherapy, yang membahas masalah hipnotis khususnya, namun secara umum dapat dikategorikan meditasi pula, mengajak pembacanya untuk mengikuti Anand Krishna Foundation yang dikatakan berafiliasi dengan PBB dengan menyediakan akses website ataupun call center tiap kota, seperti di kota lain seperti, Solo, Maumere, Lombok, Kediri, Pati, Tampak Siring, Tabanan dan lain-lainnya.5
E. Kesimpulan
4 Anand Krishna, Sanyas Dharma: Mastering the Art and Science of Discipleship, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2012), hlm. 5-6.
DAFTAR PUSTAKA
Syafi'i Mufid, Ahmad. Kuasa Jibril dan Sufisme Perenial Salamullah hingga Spiritualitas Eden, dalam Martin Van Bruissen dan Julia Day Howell, a Day Howell, Urban Sufisme . Jakarta: Rajawali Pers, 2008.
Krishna, Anand. Sanyas Dharma: Mastering the Art and Science of Discipleship. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2012.