• Tidak ada hasil yang ditemukan

AKUNTANSI BIAYA BANK BIAYA BEBAN BANK (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "AKUNTANSI BIAYA BANK BIAYA BEBAN BANK (1)"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

AKUNTANSI BIAYA BANK BIAYA / BEBAN BANK 1. Pengertian

Yang dimaksud biaya adalah semua biaya yang secara langsung maupun tidak langsung telah dimanfaatkan untuk menciptakan pendapatan dalam suatu periode tertentu. Biaya yang dikeluarkan tidak memberikan manfaat ekonomis untuk kegiatan periode berikutnya. 2. Jenis – Jenis Biaya Bank

a. Biaya Operasional, terdiri dari :Biaya Bunga

Biaya ini paling besar porsinya terhadap biaya bank keseluruhan. Biaya ini harus diantisipasikan oleh bank pada penutupan tahun buku atau pada tanggal laporan.

Biaya Valuta Asing

Biaya dalam transaksi valuta asing biasanya muncul dari selisih kurs yang merugi. Munculnya kerugian selisih kurs baik dari transaksi spot, forward, maupun swap akan dibebankan ke dalam laporan laba rugi.

Biaya Overhead

Dalam operasi bank sehari-hari diperlukan biaya untuk mengolah transaksi. Biaya ini berhubungan langsung dengan periode terjadinya sehingga harus dicatat dan diakui sebagai beban periode berjalan.

Biaya overhead yang terjadi di bank memiliki ciri-ciri :

 Tidak dapat diidentifikasikan secara langsung dengan jasa yang dihasilkan karena biaya yang dikeluarkan untuk semua kegiatan bank

 Menjadi biaya pada periode terjadinya

 Tidak memberikan manfaat untuk masa yang akan datang

Contoh biaya overhead : biaya gaji pegawai, tunjangan-tunjangan, biaya penyusutan aktiva tetap, biaya kegiatan kantor dll.

b. Biaya Non Operasional

Yaitu biaya–biaya yang yang dikeluarkan yang tidak berkaitan dengan kegiatan utama bank misalnya kerugian dari penjualan aktiva tetap.

(2)

Biaya ini harus dipisahkan dari hasil usaha sehari-hari dan ditunjukkan secara terpisah dalam perhitungan laba rugi disertai pengungkapan atas sifat dan jumlahnya. Biaya luar biasa kejadiannya tidak normal dan tidak sering terjadi atau tidak terulang lagi di masa yang akan datang. Peristiwa seperti gempa bumi dan apabila merugikan bank dapat digolongkan sebagai kerugian atau pos luar biasa. Tetapi apabila di satu Negara, seperti Jepang misalnya, peristiwa ini sangat sering terjadi. Dengan demikian kerugian akibat ini tidak bias digolongkan sebagai peristeiwa luar biasa.

Koreksi Masa Lalu

Koreksi masa lalu yang berkaitan dengan unsure laba-rugi dapat dilakukan apabila telah terjadi kesalahan dalam perhitungan atau kesalahan penerapan prinsip akuntansi yang tidak tepat waktu atau tidak dapat diterima, kelalaian mencatat suatu transaksi atau kejadian yang telah terjadi, dan kesalahan matematis. Koreksi yang dilakukan terhadap laba-rugi periode lalu harus tetap

diungkapkan.

Pajak Penghasilan

Pos biaya paling akhir dalam tubuh laporan laba-rugi adalah pajak penghasilan. Pajak

penghasilan dihitung berdasarkan laba menurut akuntansi atau laba kena pajak (taxable income) untuk diperhitungkan dengan tariff pajak penghasilan.

AKUNTANSI BEBAN BANK.

Biaya merupakan pengeluaran yang dilakukan oleh suatu perusahaan dalam rangka menciptakan atau memperoleh pendapatan. Maksud dari biaya

disini adalah biaya yang secara langsung atau tidak langsung telah dimanfaatkan untuk menciptakan pendapatan dalam suatu periode tertentu. Biaya yang dikeluarkan tidak memberikan manfaat ekonomis untuk kegiatan

periode berikutnya.

Biaya diakui secara accrual basis, selalu diakui dan dibebankan kedalam perhitungan laba-rugi pada saatjatuh waktu tanpa tedebih dahulu menunggu

(3)

Biaya yang terdapat dalam laporan laba-rugi bank terdiri dari biaya operasianal seperti biaya bunga, biaya komisi, biaya overhead dan biaya

non-operasional. Biaya-biaya ini merupakan beban periode berjalan.

BIAYA BUNGA.

Jenis biaya yang paling besar porsinya terhadap biaya bank keseluruhan adalah biaya bunga. Biaya bunga terdiri dari biaya bunga dana yang dimiliki oleh bank. Biaya ini harus diantisipasikan oleh bank pada penutupan tahun buku

atau pada tanggal laporan. Biaya bunga ini telah dibahas pada waktu mengupas akuntansi penanaman dana.

BIAYA VALUTA ASING.

Biaya dalam transaksi valuta asing lazimnya muncul dari selisih kurs yang merugi. Dalam hal munculnya kerugian selisih kurs baik dalam transaksi

spot, tonvard, maupun swap akan dibebankan kedalam laporan laba-rugi.

Khusus untuk transaksi forward, kerugian selisih kurs antara tanggal penutupan kontrak dan tanggal relisasi akan diamortisasikan selama jangka waktu kontrak tersebut. Perbedaan kurs antara tanggal neraca dan kurs tunai pada

saat terjadinya transaksi valuta berjangka akan diakui sebagai biaya periode berjalan dalam transaksi.

Mekanisme transaksi daiam valuta asing ini akan dibahas akuntansi dalam valuta asing.

BIAYA BUNGA.

Biaya bunga pada dasarnya diakui secara accrual basis, kecuali pendapatan bunga dalam aktiva produktif non-performing.

BIAYA OVERHEAD.

Dalam operasi bank sehari-harinya dipedukan biaya untuk mengolah transaksi. Biaya atau beban ini berhubungan tangsung dengan periode terjadinya, oleh

sebab itu harus dicatat dan diakui-sebagai beban periode berjalan. Biaya yang dikeluarkan oleh bank ini tidak memiliki manfaat untuk masa-masa

mendatang.

(4)

a. tidak dapat diidentifikasiakn secara langsung dengan jasa dihasilkan, karena biaya yang dikeluarkan untuk semua kegiatan bank.

b. Menjadi beban atau biaya pada periode terjadinya. Tidak ada biaya overhead untuk beberapa periode.

c. Biaya overhead yang dikeluarkan tidak memberikan manfaat untuk masa yang akan datang.

Ada berbagai jenis biaya overhead yang harus terjadi dan diakui dalam laporan laba –rugi bank. Jenis-jenis biaya tersebut antara lain biaya-biaya yang

berkaitan dengan pegawai seperti gaji, tunjangan-tunjangan, biaya penyusutan dari aktiva tetap, biaya operasional kantor yang bukan biaya pegawai atau penyusutan, dan jenis biaya-biaya lain yang dikeluarkan atau

berkaitan dengan periode pelaporan keuangan.

Biaya Pegawai.

Sebagai contoh, apabila Bank Omega cabang Jakarta membayar gaji pegawai sebesar Rp. 200 juta untuk periode bulan Desember 19XX, dan membayar tunjangan kesehatan Rp. 50juta secara tunai. oleh Bank Omega akan dibukukan dengan ayat jurnal sebagai berikut.

D : Gaji Pegawai... Rp. 200.000.000 D : Tunjangan Kesehatan ... Rp. 50.000.000

K : Kas ... Rp. 250.000.000

Biaya Kegiatan Kantor.

(5)

D : Biaya

Entertainment... Rp. 20.000.00

D Biaya Listrik danRp. 45.000.00

D Biaya RisetRp. 43.000.00

D Biaya Alat Tulis KantorRp. 23.000.00 K Kas ...Rp. 131.000.0

Khusus untuk biaya riset dapat ditangguhkan dan dialokasikan secara berkala apabila manfaatnya dirasakan lebih dan satu tahun.

biaya Penyusutan.

Penyusutan merupakan alokasi biaya yang dibebankan kedalam laporan laba-rugi menurut kriteria atau berdasarkan waktu dengan beberapa pilihan atau

metode penyusutan sebagai bedkut.

a. Metode garis lurus, dimana besarnya penyusutan dilakukan dengan jumlah yang sama setiap periode.

b. Metode pembebanan yang menurun, yang terdiri dari

Metode Sum-of-the-year digits method, dimana besamya penyusutan akan menurun setiap periodenya dibanding dengan periode sebelumnya.

Metode Declining balance method, dimana besarnya penyusutan akan semakin kecil setiap periodenya dan tarip yang dipergunakan adalah dua kali tarip semula.

Untuk aktiva tetap tak berwujud umumnya diamortisasikan berdasarkan metode garis lurus dan penyusutannya langsung mengkredit rekening aktiva

yang bersangkutan.

(6)

Selain biaya-biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan kegiatan utama bank, juga ada biaya-biaya yang terjadi atau dikeluarkan tidak berkaitan dengan kegiatan utama bank. Kerugian dari penjualan aktiva tetap

merupakan salah sate contoh dari biaya non-operasional.

Sebagai contoh apabila Bank Omega cabang Jakarta menjual inventaris kantor secara lelang karena sudah habis umur ekonomisnya dengan harga Rp. 400.000 secara tunai dimana harga perotehannya sebesar Rp- 3.000.000 dan

telah habis disusutkan. Ayatjumal untuk mencatat transaksi ini adalah sebagai berikut :

D Kas Rp. 400.000 D Akumulasi Penyusutan — Inventaris

Kantor... Rp. 3.000.000 K : Inventaris Kantor ... Rp. 3.000.000

: Keuntungan Dan Penjualan Aktiva Tetap... Rp. 400.000

POS LUAR BIASA.

Biaya atau kerugian yang timbul digolongkan sebagai pos luar biasa harus dipisahkan dan hasil usaha sehari-hari dan ditunjukan secara terpisah dalam

perhitungan laba-trugi disertai pengungkapan atas sifat dan jumlahnya. Seperti halnya pendapatan luar biasa, biaya luar biasa kejadianya tidak normal

atau tidak berhubungan dengan kegiatan perusahaan, sehari-hari serta tidak sering terjadi atau tidak terulang lagi dimasa yang akan datang. Peristiwa seperti gempa bumi dan apabila merugikan bank dapat digolongkan sebagai kerugian atau pos luar biasa. Tetapi apabila di satu negara, seperti Jepang misalnya, peristiwa ini sangat sering terjadi. Dengan

demikian kerugian akibat peristiwa ini tidak bisa digolongkan sebagai peristiwa luar biasa.

(7)

Korteksi masa lalu yang berkaitan dengan unsur laba-rugi dapat dilakukan apabila telah terjadi kesalahan dalam penghitungan atau kesalahan

penerapan prinsip akuntansi yang tidak tepat waklu atau tidak dapat diterima, kelalaian mencatat suatu transaksi atau kejadian yang telah terjadi,

dan kesalahan matematis.

Koreksi yang dilakukan terhadap laba-rugi periode lalu harus tetap dlungkapkan.

PAJAK PENGHASILAN.

Pos biaya paling akhir dalam tubuh laporan laba-rugi adalah pajak penghasilan. Pajak penghasilan dihitung berdasarkan laba menurut akuntansi atau laba kena pajak (taxable income) untuk diperhitungkan

dengan tarip pajak penghasilan.

Dalam hal pajak penghasilan dihitung menurut laba akuntansi, selisih perhilungan tersebut dengan hutang pajak (yang dihitung menurut laba kena

pajak), yang disebabkan perbedaan waktu (timing difference) pengakuan pendapatan dan beban untuk tujuan akuntansi dengan tujuan pajak, ditampung dalam pos 'Pajak Penghasilan' yang ditangguhkan dan

dialokasikan pada beban pajak penghasilan tahun-lahun mendatang.

AKUNTANSI KOMITMEN DAN KONTINJEN

(8)

belum perlu dibukukan secara intrakomtabet sehingga belum mempengaruhi posisi aktiva maupun pasiva pada saat itu. Dalam istitah akuntansi, transaksi ini dikatakan sebagai transaksi yang masih bersifat administratif. Oleh karena itu dalam laporan keuangan bank sering muncul rekening administratif. Dalam laporan itu dikelompokkan menjadi rekening administratif untuk komitmen dan untuk kontinjensi.

Pelaporan transaksi yang masih bersifat administratif perlu dilakukan sebab transaksi ini mengandung risiko terutama bila pihak yang bertransaksi dengan bank melakukan wan prestasi atau cidera janji. Di sisi lain pelaporan rekening ini akan membantu bank datam mengelola likuiditas bank. Dengan mengetahui tagihan dan kewajiban potensiat dimasa datang, maka bank dapat memperkirakan kebutuhan dan sumber likuiditas yang harus dipenuhi.

Akuntansi untuk komitmen dan kontinjensi akan dicatat secara single entry. Tujuan dari pencatatan secara single entry ini adalah untuk mengetahui sisa

kewajiban atau tagihan suatu bank kepada nasabahnya. Hal ini dapat diketahui pads saat menyusun laporan keuangan, dimana harus dijabarkan

besarnya masing-masing komitmen dan kontinjensi.

Pada akhir periode atau pada tanggal pelaporan keuangan, bank diwajibkan membuat suatu laporan komitmen dan laporan kontinjensi untuk

mengetahui posisi rekening administratif, apakah berada pada posisi long

atau lebih besar tagihan daripada kewajiban, atau berada pads posisi short

(9)

A.

AKUNTANSI KOMITMEN

Komitmen adalah ikatan atau kontrak berupa janji yang tidak dapat dibatalkan (Irrevocable) secara sepihak, dan harus dilaksanakan apabila persyaratan yang disepakati bersama dipenuhi. Komitmen dituangkan dalam perjanjian tertutis yang mengikat kedua belah pihak dan sifatnya pasti. Pembatatan sepihak akan berakibat hukum dan oleh karena itu harus dilaksanakan apabila semua persyaratan yang disetujui dalam perjanjian tersebut telah dipenuhi. Komitmen hanya dapat dibatalkan bila ada persetujuan kedua betah pihak atau perjanjian tersebut cacat demi hukum. Komitmen dapat menimbulkan tagihan atau kewajiban bagi pihak-pihak yang bertransaksi.

1. Komitmen Tagihan

Komitmen tagihan adalah komitmen yang menimbulkan hak bagi pihak bank untuk memperoleh seperti yang diperjanjikan dengan pihak lain yang bertransaksi. Komitmen tagihan pada akhirnya kalau direalisasi akan menimbulkan posisi aktiva maupun pasiva bank. Komitmen yang tergolong tagihan misalnya:

a. Fasilitas pinjaman yang diterima dan belum digunakan

(10)

pelaporan akan muncul sebesar saldo fasilitas pinjaman yang masih dapat ditarik. Pencatatan komitmen ini sebenarnya sudah disinggung pada saat membahas pinjaman diterima di bab sebelumnya.

Pada saat terjadi komitmen:

TanggaRekening Debet Kredit

Dr. RAR fasilitas pinjamanRp dan belum digunakan

Pada saat pinjaman diterima tersebut ditarik:

Tanggal Rekening Debet Kredit

Cr. RAR fasilitas pinjaman diterima Rp... dan belum digunakan

b. Pembelian valuta asing berjangka

Pembelian valuta asing berjangka adalah transaksi berjangka valuta asing

(Forward future) yang masih outstanding pada saat tanggal laporan. Transaksi ini dicatat sebesar nilai tagihan bank atas valuta berjangka ini. Transaksi ini menggunakan kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku. Sedangkan jurnat pada saat terjadinya komitmen adalah:

Tanggal Rekening Debet Kredit

Dr. RAR pembetian valuta asingRp ... yang masih berjalan

c. Pembelian valuta asing tunai (spot) yang belum terselesaikan

(11)

transaksi valas ini sebesar nitai yang harus diselesaikan pada tanggal laporan.

Pencatatan pada saat komitmen disepakati:

Tanggal Rekening Debet Kredit

Dr. RAR pembelian valuta asingRp yang masih berjalan

Pencatatan pada saat komitmen diselesaikan

Tanggal Rekening Debet Kredit

Cr. RAR pembelian valuta asing Rp ... yang masih berjalan

2. Komitmen Kewajiban

Komitmen kewajiban adalah suatu janji yang akan menimbutkan kewajiban bagi pihak bank dan tak dapat dibatalkan secara sepihak. Komitmen ini antara lain:

a. Fasilitas kredit yang diberikan dan belum ditarik

Fasilitas kredit yang diberikan kepada nasabah dan belum ditarik atau belum digunakan akan menimbulkan kewajiban merealisasi bila nasabah menariknya. Oleh karena itu transaksi ini dicatat dalam komitmen kewajiban. Komitmen ini dicatat saat terjadi komitmen dan akan terjadi mutasi sejalan dengan penarikan kredit ini oteh nasabah/debitur. Jadi dapat dikatakan bahwa fasilitas ini pada saat perjanjian dicatat sebesar Nilai plafon kredit yang disetujui, kemudian akan terjadi mutasi atau berkurang sejalan dengan jumlah kredit yang ditarik. Rekening ini akan outstanding sebesar saldo yang belum ditarik.

(12)

Tanggal Rekening Debet Kredit

b. Kewajiban pembelian kembati aktiva yang dijual dengan syarat

repo

Dalam praktik perbankan, kita jumpai adanya perjanjian untuk membeli aktiva bank yang telah dijual sebelumnya. Pembetian kembali tersebut lazimnya dilakukan setetah jangka waktu tertentu (jatuh tempo) menurut kesepakatan antara bank penjual dengan pihak lain/bank lain. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa repurchase agreement adalah komitmen bank untuk membeli kembali sesuai waktu yang diperjanjikan dan harga yang diperjanjikan pada akhir periode tertentu. Aktiva yang dijual dengan syarat repo umumnya aktiva finansial (sekuritas tertentu). Transaksi ini akan dicatat sebesar harga yang disepakati kedua belah pihak. Dengan demikian dalam rekening administratif pun akan dicatat sesuai dengan nilai kewajiban yang akan timbut sesuai perjanjian. dengan jurnal sebagai berikut:

Tgl Rekening Debet Kredit

Cr. RAR kewajiban pembelian

bank yang dijual dengan syarat Rp...

Jurnal tersebut akan tetap outstanding hingga aktiva bank yang dijual dadiperjanjikan telah jatuh tempo. Pada saat jatuh tempo transaksi ini dinihilkan dengan cars mendebet rekening tersebut sebesar nominal yang dicatat sebelumnya.

Tgl Rekening Debet Kredit

(13)

bank yang dijual dengan syarat repo Rp ...

c. Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) yang tak clapat

dibatatka(Irrevocable) dalam rangka perdagangan datam negeri.

SKBDN yang tak dapat dibatalkan merupakan jaminan dalam bentuk SKBDN dalam rangka lalu lintas perdagangan dalam negeri. Penerbitan SKBDN merupakan tindakan bank untuk memberikan non cash loan kepada nasabah. sebagai pemberian kredit non kas, maka bank terikat dengan perjanjian untuk melakukan pembayaran apabila SKBDN dicairkan oleh pihak penerima

(beneficiary). Untuk itu transaksi seperti ini harus dicatat dalam rekening administratif selama belum dicairkan oleh beneficiary sebesar nominal SKBDN yang diterbitkan.

Pencatatan pada rekening administratif pada saat penerbitan SKBDN, dan pada saat pencairan oleh pihak penerima di bank pembayar (bank lain/ cabangnya). Saldo komitmen kewajiban ini akan tampak pada setiap akhir periode pelaporan dengan melihat pendebetan rekening (pada saat terbit) dan pengkreditan rekening ini (pada saat pencairan).

Pencatatan saat penerbitan SKBDN yang tak clapat dibatalkan:

Tanggal Rekening Debet Kredit

Cr. RAR SKBDN tak dapat dibatalkan Rp

Pada saat bank pembayar melakukan pembayaran terhadap beneficiary, maka bank penerbit membukukan rekening administratif sebagai berikut:

TanggaRekening Debet

Dr. RAR SKBDN tak dapatRp...

d. Akseptasi wesel berjangka atas dasar SKBDN berjangka (usonce

L/C)

Penerbitan SKBDN berjangka akan menimbulkan penerbitan wesel berjangka atas SKBDN tersebut oleh pihak bank pembayar yang disetujui oleh beneficiary.

(14)

untuk memenuhi kewajibannya di kemudian hari bila wesel tersebut dicairkan/ditunaikan atau jatuh tempo. Untuk itu rekening ini dicatat dalam komitmen kewajiban dengan jurnal sebagai berikut:

TanggaRekening DebetKredit

Cr. RAR wesel berjangka yang Rp

Pada saat wesel tersebut jatuh tempo atau ditunaikan, maka bank penerbit SKBDN akan membukukan rekening administratif ini:

Tangga

l Rekening Debet Kredit

Dr. RAR wesel berjangka yangRp ...

e.Penjualan valuta asing berjangka

Transaksi penjualan valuta asing berjangka Bering dilakukan oleh bank. Transaksi ini akan menimbulkan komitmen tagihan dalam valuta asing tetapi akan menimbulkan komitmen kewajiban untuk valuta rupiah. Dalam konteks transaksi rupiah, maka pencatatan pada saat transaksi penjualan dilakukan akan dicatat dalam rekening administratif:

TanggalRekening Debet Kredit

Cr. RAR penjualan valuta asing Rp ...

(15)

Transaksi ini akan menimbulkan kewajiban bank, dengan demikian saat trans--. dicatat dalam rekening administratif sebagai berikut:

Tanggal Rekening Debe Kredit

Cr. RAR penjualan valuta asing Rp

LAPORAN KOMITMEN.

Merupakan suatu kewajiban bagi bank untuk melaporkan besarnya kewajiban. Atau tagihan bersih atas seluruh transaksi kornitmen yang telah

dilakukan.

Tujuan dari laporan komitmen adalah untuk alat kontrol bagi bank yang bersangkutan dalan mengelola aktiva dan kewajibannya termasuk didalamnya pengelolaan alat likuid untuk memenuhi kewajiban yang diperkirakan akan terjadi beberapa hari atau bulan yang akan datang yang

akan dikaitkan dengan tagihan yang akan dilerima.

laporan komitmen ini dibuat setiap tanggal laporan bersamaan dengan pembuatan neraca dan laporan laba-rugi Laporan ini akan memerinci seluruh kewajiban dan catatan komitmen yang dimiliki oleh suatu bank. Melalui laporan ini dapat diketahui apakah bank memiliki suatu kewajiban atau tagihan bersih dari sejumlah kornitmen yang telah ada. Komitmen ini juga akan mempengaruhi perhitungan aktiva tertimbang menurut resiko

dalam rangka perhitungan rasio kecukupan modal (CAR). Contoh laporan Komitmen

L A P O RA N KO M I T M E N

Per 31 januari 19XX

(dalam Jutaan Rupiah)

TAGIHAN KEWAJISAN

1) Fasifilas 1) Fasililas Kredit

Pinjaman Yang Yang Diberikan Rp. 85

Dilerima Rp. 125.000 2) Irrevocable UC

2) Penjualan Spot DN Rep6 Rp. 300

Valas Rp. 41 3) Wesel Beqangka

3) Penjualan Yang Diaksep Rp. 400

Forward valas Rp. 31,125 4) Pembelian Spot

Valas Rp. 12,9

5) Pembelian

Valas Rp. 41,4

(16)

JUMLAH TAGIHAN BERSIH Rp. 124.232,825 Juta

Dengan demikian, Bank Omega masih akan mendapatkan dana sebesar Rp. 124,23 milyar yang berarti akan ada pertumbuhan dalam jumlah aktiva.

B.AKUNTANSI KONTINJENSI BANK

Kontinjensi adalah keadaan yang masih diliputi ketidakpastian mengenai kemungkinan diperolehnya laba atau rugi oleh suatu bank, yang baru akan terselesaikan dengan terjacli atau tidak terjadinya peristiwa di masa datang. Transaksi yang bersifat kontinjensi (bersyarat) ini belum mengikat bank untuk melakukan tagihan ataupun kewajiban rill saat ini, akan tetapi secara antisipatif kontinjensi tersebut akan menjadi kewajiban atau tidak sangat tergantung terjadi atau tidak terjadinya peristiwa yang berkaitan dengan kontinjensi ini di masa yang akan datang. Kontinjensi bank terdiri dari kontinjensi tagihan dan kontinjensi kewajiban.

1. Kontinjensi Tagihan

a. Bank garansi yang diterbitkan oleh bank lain

Bank garansi dari bank lain adalah semua bentuk bank garansi atau jaminan yang diterima oleh bank yang mengakibatkan tagihan kepada pihak bank penjamin apabila pihak yang dijamin melakukan ingkar janji atau wan prestasi di kernudian hari. Penerimaan jaminan ini dalam bentuk bank garansi baik risk sharing, standby L/C maupun pelaksanaan proyek seperti bid bond, performance bond dan advance payment bond. Di samping itu juga dapat berupa endosement surat

(17)

akan tetap outstanding hingga bank garansi jatuh tempo. Pada saat jatuh tempo rekening administratif ini harus dinihilkan dengan cara didebet sebesar nilai bank garansi jatuh tempo.

Tanggal Rekening Debet Kredit

Dr. RAR bank garansi dari bank lain Rp...

Pada saat jatuh tempo, pencatatannya:

Tanggal Rekening Debet Kredi

Cr. RAR bank garansi dari bank lain Rp ...

b.Pembelian opsi valuta asing

Opsi adalah perjanjian yang memberikan hak pilihan kepada pembeli opsi untuk menggunakan atau tidak menggunakan dalam kontrak jual beli valuta asing. Bila pada saat expiration date opsi itu memberikan keuntungan maka pembeli opsi akan melakukan eksekusi, sebatiknya bila tidak menguntungkan maka opsi tersebut tidak dilaksanakan. Opsi ini sifatnya tidak mengikat harus melakukan eksekusi, oleh karena itu ditampung dalam rekening administratif sebagai kontinjensi tagihan pada saat kontrak opsi ditandatangani.

Tangg Rekening Debet Kredit

Dr. RAR pembelian opsi valutaR P ...

Bila opsi tersebut jatuh tempo, baik dilaksanakan atau tidak, maka rekening administratif tersebut harus dinihilkan/didebet:

TanggaRekening Debet Kredit

Cr. RAR pombelian opsi valuta Rp

c. Pendapatan bunga dalam penyelesaian

(18)

sangat hati-hati. Bank akan membukukan pendapatan bunga dalam rekening nominal dengan accrual basis maupun cash basis kalau aktiva tersebut masuk dalam kolektibilitas lancar. Dengan demikian kalau aktiva yang mendatangkan pendapatan bunga itu tergolong lancar maka tidak akan timbui rekening administratif.

Rekening administratif kontinjensi tagihan akan timbul bila aktiva produktif yang mendatangkan pendapatan bunga masuk kolektibilitas dalam perhatian khusus, kurang lancar, diragukan bahkan macet. Pendapatan bunga yang ditimbutkannya akan diakui dengan dasar kas (accrual basis). sebagai konsekuensinya pendapatan bunga yang beturn diterima tetapi sudah

menjadi hak bank harus dicatat datam rekening administratif pendapatan bunga dalam penyelesaian.

TanggaRekening Debet Kredit

Dr. RAR pendapatan bungaRp ... Penyelesaian

Bila pendapatan bunga dalam penyelesaian telah diterima, maka rekening ini harus didebet sesuai dengan nominal penerimaan bunga. Pendebetan ini diikuti dengan pencatatan pada rekening riR dan nominal.

2. Kontinjensi Kewajiban

a. Garansi yang diberikan

(19)

prestasi atau cidera janji. Bentuk bentuk tersebut misalnya bank garansi, akseptasi atau endosemen surat berharga, dan lainnya.

TanggaRekening Debet Kredit

Cr. RAR garansi yang Rp ... dan beturn jatuh

Nilai yang disajikan sebesar jumlah rupiah garansi yang diberikan oleh bank. Rekening ini akan dinihilkan atau didebet bila garansi telah jatuh tempo keadaan wan prestasi atau tidak.

b. Surat Kredit Berdokumen dalam Negeri (SKBDN) yang dapat dibatalkan

(revocow L/C) dalam rangka perdagangan dalam negeri.

SKBDN ini dapat dibatalkan saat berlakunya atau saat masih berjalan -sehingga tidak ada kepastian bank untuk melakukan kewajiban. Bank akan melakukan pembayaran atau tidak tergantung SKBDN tersebut dibatalkan atau tidak. Untuk itu SKBDN jenis ini akan dicatat dalam rekening administrative kelompok kontinjensi kewajiban ketika SKBDN tersebut diterbitkan. Pencatatan, dalam rekening administratif sebesar nilai SKBDN yang diterbitkan:

Tanggal Rekening Debet Kredit

Cr. RAR SKBDN dapat dibatalkan Rp ... masih berjalan

(20)

Tanggal Rekening Debet Kredit Dr. RAR SKBDN dapat dibatalkanRp ...

masih berjatan

c. Penjualan opsi valuta asing

Opsi jual (put option) adalah opsi yang memberikan hak kepada pemegang opsi untuk menjual valuta asing pada harga tertentu selama atau pada akhhir masa opsi. Sebagai opsi, pemegang opsi jual tentu akan melakukan bila underlying assets pada akhir periode memiliki harga dibawah strike price. Sebaliknya bila harga jual pada saat jatuh tempo (expiration date) di alas strike price maka

pemegang opsi tidak akan melaksanakan opsinya. Dengan memperhatikan karakter opsi seperti ini, maka transaksi penjualan opsi merupakan transaksi bersyarat yang masuk dalam kelompok kontinjensi kewajiban dengan pencatatan pada saat kontrak:

Tangga Rekening Debet Kredit

Cr. RAR Penjualan opsi valuta Rp ...

Catatan ini akan dinihilkan dengan cara mendebet rekening tersebut bila opsi telah jatuh tempo.

Tangga Rekening Debet Kredit

Dr. RAR penjualan opsi valutaRp ...

(21)

komitmen dan kontinjensi terkini. Namun demikian bisa saja muncul semuanya bila dipandang cukup material.

LAPORAN KONTINJEN.

Setiap tanggal laporan akan dibuatkan laporan kontinjen yang akan menjabarkan posisi kontinjen Bank, apakah terjadi short atau long position

B A N K O M E G A

LAPORAN KONTINJEN

TAGIHAN TUNGGAKAN

1. Tunggakan

Bunga ... Rp. 18 jt 1. Bank Garansi Yg.

Belum Jt. Waktu... Rp. 500 Jt 2. Bank Garansi Yg.

Sudah Jt. Waktu... Rp 350 A

3. LJC DN300 Jt

JUMLAH

(22)
(23)
(24)
(25)

B. BIAYA BANK 1. Pengertian

Yang dimaksud biaya adalah semua biaya yang secara langsung maupun tidak langsung telah dimanfaatkan untuk menciptakan pendapatan dalam suatu periode tertentu.

Biaya yang dikeluarkan tidak memberikan manfaat ekonomis untuk kegiatan periode berikutnya. 2. Jenis – Jenis Biaya Bank

(26)

Biaya ini paling besar porsinya terhadap biaya bank keseluruhan. Biaya ini harus diantisipasikan oleh bank pada penutupan tahun buku atau pada tanggal laporan.

Biaya Valuta Asing

Biaya dalam transaksi valuta asing biasanya muncul dari selisih kurs yang merugi. Munculnya kerugian selisih kurs baik dari transaksi spot, forward, maupun swap akan dibebankan ke dalam laporan laba rugi.

Biaya Overhead

Dalam operasi bank sehari-hari diperlukan biaya untuk mengolah transaksi. Biaya ini berhubungan langsung dengan periode terjadinya sehingga harus dicatat dan diakui sebagai beban periode berjalan.

Biaya overhead yang terjadi di bank memiliki ciri-ciri :

 Tidak dapat diidentifikasikan secara langsung dengan jasa yang dihasilkan karena biaya yang dikeluarkan untuk semua kegiatan bank

 Menjadi biaya pada periode terjadinya

 Tidak memberikan manfaat untuk masa yang akan datang

Contoh biaya overhead : biaya gaji pegawai, tunjangan-tunjangan, biaya penyusutan aktiva tetap, biaya kegiatan kantor dll.

b. Biaya Non Operasional

Yaitu biaya–biaya yang yang dikeluarkan yang tidak berkaitan dengan kegiatan utama bank misalnya kerugian dari penjualan aktiva tetap.

Pos Luar Biasa

Biaya ini harus dipisahkan dari hasil usaha sehari-hari dan ditunjukkan secara terpisah dalam perhitungan laba rugi disertai pengungkapan atas sifat dan jumlahnya.

Biaya luar biasa kejadiannya tidak normal dan tidak sering terjadi atau tidak terulang lagi di masa yang akan datang.

Peristiwa seperti gempa bumi dan apabila merugikan bank dapat digolongkan sebagai kerugian atau pos luar biasa. Tetapi apabila di satu Negara, seperti Jepang misalnya, peristiwa ini sangat sering terjadi. Dengan demikian kerugian akibat ini tidak bias digolongkan sebagai peristeiwa luar biasa.

(27)

Koreksi masa lalu yang berkaitan dengan unsure laba-rugi dapat dilakukan apabila telah terjadi kesalahan dalam perhitungan atau kesalahan penerapan prinsip akuntansi yang tidak tepat waktu atau tidak dapat diterima, kelalaian mencatat suatu transaksi atau kejadian yang telah terjadi, dan kesalahan matematis.

Koreksi yang dilakukan terhadap laba-rugi periode lalu harus tetap diungkapkan.  Pajak Penghasilan

Pos biaya paling akhir dalam tubuh laporan laba-rugi adalah pajak penghasilan. Pajak

penghasilan dihitung berdasarkan laba menurut akuntansi atau laba kena pajak (taxable income) untuk diperhitungkan dengan tariff pajak penghasilan.

PENGERTIAN & PENGAKUAN BEBAN

Beban bank adalah semua pengeluaran baik langsung ataupun tidak langsung yang terjadi dalam suatu periode laporan digunakan dalam rangka penciptaan dan

perolehan pendapatan bank

Beban bank diakui dengan menggunakan prinsip akrual Basis

b. Kerugian penjualan aktiva tetap

JENIS TRANSAKSI BEBAN Pengakuan Beban:

Pencatatan beban yang terjadi baik yang telah atau betum dibayar.

Pembayaran Beban :

(28)

Misalnya :

1. Bunga tabungan bulan Januari 2005 yang dibayar bulan berikutnya, harus dicatat sebagai beban Januari 2005.

2. Sewa dibayar dimuka sebesar Rp 100 juta untuk 5 tahun, maka beban sewa tahun pertama dicatat sebesar Rp 20 juta.

PENJURNALAN TRANSAKSI BEBAN

1. Pengakuan Beban Dalam Tahun Berjalan : Debet : Beban Rp. xxxx

2. Pembayaran Beban dan uang, muka beban : Debet: Utang Beban/

3. Penyesuaian Penqakuan Beban Tanqqal Laporan : Debet: Beban Rp.xxxx

Perhitungan beban bunga tabungan (sesuai metode yang dianut, saldo harian, saldo rata-2, ataupun saldo terendah).

Beban penyusutan aktiva tetap diukur berdasarkan metode penyusutan Garis Lurus, atau metode Saldo Menurun.

Beban PPAP dihitung berdasarkan ketentuan BI.

Beban operasional lainnya diukur berdasarkan jumlah pengorbanan ekonomi yang dikeluarkan.

PENGUKURAN BEBAN

Perhitungan beban bunga deposito berjalan: = suku bunga x(jumlah hari/365) x nominal

(29)

Beban penyusutan aktiva tetap diukur berdasarkan metode penyusutan Garis Lurus, atau metode Saldo Menurun.

Beban PPAP dihitung berdasarkan ketentuan BI.

Referensi

Dokumen terkait