TUGAS AKHIR
GALERI KEHIDUPAN DALAM AIR di SURABAYA
Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh
Gelar Sarjana S1 pada jurusan Teknik Arsitektur
Universitas Pembangunan Nasional ” Veteran ” Jawa timur
Diajukan oleh :
SAHREAL NUR YUSLI
0751010045
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN”
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur atas segala nikmat dan karunia Allah SWT yang mana atas ridho-Nya
sehingga penyusunan Proposal Tugas Akhir yang berjudul “GALERI KEHIDUPAN BAWAH
AIR DI SURABAYA” ini dapat terselesaikan dengan baik, untuk memenuhi sebagian
persyaratan dalam memperoleh Gelar Sarjana Teknik ( S-1 ) Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas
Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur di
Surabaya.
Kelancaran penulisan Proposal Tugas Akhir ini tidak terlepas dari berbagai pihak.
Bersama ini dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih kepada semua
pihak atas segala bantuan, waktu, tenaga, dalam membantu dan membimbing untuk
menyelesaikan laporan ini.
Dalam kesempatan ini penulis juga memohon maaf apabila terdapat banyak kekurangan
maupun kesalahan dalam menyusun laporan ini. Oleh karena itu, penulis membuka diri untuk
menerima kritik dan saran guna adanya perbaikan yang berarti agar hasil yang tercapai dapat
lebih baik lagi.
Akhir kata, semoga Proposal Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi yang membacanya.
Surabaya, Januari 2011
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL
i
LEMBAR PENGESAHAN
ii
KATA PENGANTAR
iii
ABSTRAKSI
v
DAFTAR ISI
vi
DAFTAR GAMBAR
vii
DAFTAR TABEL
x
BAB I PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
1
1.2.
Tujuan dan Sasaran Perancangan
5
1.3.
Batasan dan Asumsi
5
1.4.
Tahapan Perancangan
7
1.5.
Sistematika Laporan
8
BAB II TINJAUAN OBYEK PERANCANGAN
2.1. Tinjauan Umum Perancangan
10
2.1.1. Pengertian Judul Proyek Tugas Akhir
10
2.1.2. Studi Literatur
11
2.1.3. Studi Kasus
21
2.1.4. Analisa Hasil Studi
37
2.2. Tinjauan Khusus
47
2.2.1. Lingkup Pelayanan
47
2.2.2. Aktivitas dan Kebutuhan Ruang
47
2.2.3. Perhitungan Luas Ruang
53
2.2.4. Program Ruang
58
BAB III TINJAUAN LOKASI PERANCANGAN
3.2. Penetapan Lokasi
53
3.3. Kondisi Fisik Lokasi
55
3.3.1. Eksisting Site
55
3.3.2. Aksesibilitas
56
3.3.3. Potensi Bangunan Sekitar
57
3.3.4. Infrastruktur Kota
57
3.3.5. Peraturan Bangunan Setempat
59
BAB IV ANALISA PERANCANGAN
4. 1. Analisa Site
66
4.1.1. Aksesbilitas
66
4.1.2. Analisa Iklim
68
4.1.3. Analisa Lingkungan Sekitar
72
4.1.4. Analisa Zonning
75
4. 2. Analisa Ruang
76
4.2.1. Organisasi Ruang
76
4.2.2 .Hubungan Ruang dan Sirkulasi
78
4.2.3. Diagram Abstrak
80
4.3. Analisa Bentuk dan Tampilan
80
4.3.1. Analisa Bentuk Massa Bangunan
80
4.3.2. Analisa Tampilan
81
BAB V KONSEP PERANCANGAN
5. 1. Tema Perancangan
82
5. 2. Metode Perancangan
83
5.2.1. Teori Metafora
84
5.2.2. Teori Metafora Menurut Anthony C. Antoniades
84
5. 3. Konsep Tapak
86
5.3.1. Konsep Zoning
86
5.3.3. Konsep Tatanan Massa
87
5.3.4. Konsep Etrance
88
5. 4. Konsep Bentuk dan Fasad
88
5.4.1. Konsep Bentuk
88
5.4.2. Konsep Fasad
89
5. 5. Konsep ruang luar
89
5. 6. Konsep Mekanikal Elektrikal
90
BAB VI APLIKASI PERANCANGAN
6. 1. Aplikasi tapak
91
6.1.1. Aplkasi Zoning
91
6.1.2. Aplikasi Tatanan Massa
92
6. 2. Aplikasi orientasi bangunan
93
6.2.1. Aplkasi Entrance
94
6. 3. Aplikasi bentuk dan fasad
95
6.3.1. Aplikasi Bentuk
95
6.3.2. Aplikasi Fasad
96
6. 4. Aplikasi ruang luar dan dalam
96
Penutup
98
Daftar pustaka
99
DAFTAR GAMBAR
•
Gambar 1.1. Grafik Jumlah spesies di dunia ……… 1
•
Gambar 1. 2. Grafik penggemar ikan hias ……… 2
•
Gambar 1. 3. Persentase pangsa pasar di dunia ……… 3
•
Gambar 1. 4. Skema urutan tahapan perancangan ……… 8
•
Gambar 2. 1. Jarak pandang dan pencahaaan objek …………..………….. 13
•
Gambar 2. 2. Sistem sirkulasi air ……….……… 14
•
Gambar 2. 3. Area oprasional ……….………. 14
•
Gambar 2. 4. Thermometer ………... 19
•
Gambar 2. 5. Refraknometer ……… 20
•
Gambar 2. 6. Aerator ……….………. 20
•
Gambar 2. 7. Tampak bangunan…..………. 21
•
Gambar 2. 8. Skema organisasi ruang ……… 22
•
Gambar 2. 9. ruang pamer atau oceanarium ( temporer )………..
22
•
Gambar 2. 10. Ruang pamer atau oceanarium ekosistem ( permanen )… 23
•
Gambar 2. 11. Microwolrd………..….………… 23
•
Gambar 2. 12. Touch pool...……….
23
•
Gambar 2. 13. Sea shore creature ………. 23
•
Gambar 2. 14. Terowongan laut………….……….. 24
•
Gambar 2. 16. Galeri………..……….………..24
•
Gambar 2. 17. Aquarium persegi panjang ………...……… 25
•
Gambar 2. 18. Aquarium bulat/silinder …..……….………… 25
•
Gambar 2. 19. Bentukan yang dinamis………….……….. 25
•
Gambar 2. 20. Ruang silinder………. 25
•
Gambar 2. 21. Ruang pemisah………..……… 25
•
Gambar 2. 22. Tampak bangunan………..………. 28
•
Gambar 2. 23. Agenda acara………..………. 29
•
Gambar 2. 24. Layout bangunan……….………. 29
•
Gambar 2. 25. Isonometri……….……… 30
•
Gambar 2. 26. Patung ikan paus……… 30
•
Gambar 2. 27. Umichu gate……….…….……… 30
•
Gambar 2. 28. Spot view……….……….………. 31
•
Gambar 2. 29. Restaurant……….. 31
•
Gambar 2. 30. Shop……….……….. 31
•
Gambar 2. 31. Karang loby………..………. 31
•
Gambar 2. 32. Touch pool……….……… 31
•
Gambar 2. 33. Interior………....……….. 32
•
Gambar 2. 34. Interior……… 32
•
Gambar 2. 35. Aquarium………..……….……... 32
•
Gambar 2. 37. Suasana pengunjung………...………. 33
•
Gambar 2. 38. Theater………..……… 33
•
Gambar 2. 39. Replika………..……… 33
•
Gambar 2. 40. Kehidupan laut……… ……….. 34
•
Gambar 2. 41. Aqua room…………..……….……….. 34
•
Gambar 2. 42. Café………..………. 34
•
Gambar 2. 43. Suasana………. 35
•
Gambar 2. 44. Aqua lab……… 35
•
Gambar 2. 45. Shop……….………. 35
•
Gambar 3. 1. Wilayah lokasi yang dijadikan pertimbangan …………..
60
•
Gambar 3. 2. Peta site………..………. 61
•
Gambar 3. 3. Peta Kawasan Genangan..……….………. 62
•
Gambar 3. 4. Foto Keadaan Vegetasi di lokasi ………..…. 62
•
Gambar 3. 5. Akses jalan………..…….………. 63
•
Gambar 3. 6. Jalan Pada Batas Selatan ………..……… 63
•
Gambar 3. 7. Jalan Pada Batas Timur ……….……… 63
•
Gambar 3. 8. Riol kota …….………... 64
•
Gambar 4. 1. Pilihan peletakan site entrance ……..……….….. 67
•
Gambar 4. 2. Kondisi orientasi matahari dan hujan pada site ……….…... 68
•
Gambar 4. 3. Respon desain terhadap site dan bangunan …………..…… 69
•
Gambar 4. 5. Penyelesaian bentuk ………..……..……..70
•
Gambar 4. 6. Penyelesaian desain atap ………...……….. 71
•
Gambar 4. 7. Tampak shading ……….….…….. 71
•
Gambar 4. 8. Kondisi Lingkungan Sekitar Site …………..………... 72
•
Gambar 4. 9. Analisa view ……… 73
•
Gambar 4. 10. Sketsa Penyeleseaian view……….... 74
•
Gambar 4. 11. View dari arah Surabaya ………..……… 75
•
Gambar 4. 12. View dari arah Jembatan Suramadu ……… 75
•
Gambar 4. 13. pembagian zoning ……….………….. 76
•
Gambar 4. 14. Digram Organisasi Ruang ……… 77
•
Gambar 4. 15. Diagaram hubungan ruang ………. 78
•
Gambar 4. 16. Sirkulasi pada dalam bangunan ……… 79
•
Gambar 4. 17. Diagram abstrak lantai………. 80
•
Gambar 4. 18. Diagram abstrak lantai 2 ………. 80
•
Gambar 4. 19. Bentuk dasar bangunan ……….. 80
•
Gambar 4. 20. Tampilan Okinawa Churaumi Aquarium ……… 81
•
Gambar 5.1. Siklus Kehidupan Katak
82
•
Gambar 5.2. Elaborasi Tema
83
•
Gambar 5.3. Metafora Abstrak
85
•
Gambar 5.4. Metafora Konkrit
85
•
Gambar 5.5. Metafora Kombinasi
86
•
Gambar 5.7. Konsep Tatanan massa bangunan
87
•
Gambar 5.8. Konsep Orientasi massa bangunan
87
•
Gambar 5.9. Konsep Entrance
88
•
Gambar 5.10. Konsep Bentuk bangunan
88
•
Gambar 5.11. Konsep Fasad
89
•
Gambar 5.12. Konsep Open space
89
•
Gambar 5.13. Konsep Ruang luar
89
•
Gambar 5.12. Jenis Lampu
90
•
Gambar 6.1. Aplikasi Zonning
91
•
Gambar 6.2. Aplikasi Tatanan massa dan pola site
92
•
Gambar 6.3. Aplikasi Tatanan masa
92
•
Gambar 6.4. Aplikasi orientasi menghadap Selat Madura
93
•
Gambar 6.5. Aplikasi orientasi menghadap jalan Suramadu
93
•
Gambar 6.6. Posisi Entrance masuk
94
•
Gambar 6.7. Posisi Entrance keluar
94
•
Gambar 6.8. Proses aplikasi tampilan bangunan
95
•
Gambar 6.9. Aplikasi tampilan bangunan
96
•
Gambar 6.10. Suasana Ruang Luar
97
DAFTAR TABEL
•
Tabel 1.1. Jumlah Perusahaan Budidaya Menurut Jenis Bbudidaya …….. 5
•
Tabel 2.1. Analisa Studi Kasus………. 36
•
Table 2. 2. Aktivitas dan Kebutuhan Ruang ……… 48
•
Table 2. 3. Program Ruang Hall & Lobby ……… 54
•
Tabel 2.4. Program Kantor Pengelola ……….………. 54
•
Table 2. 5. Program Ruang Galeri ………..……….. 55
•
Tabel 2. 6. Program Ruang Laboratorium ………. 55
•
Tabel 2. 7. Program Ruang Parkir……….. ………. 56
•
Tabel 2. 8. Program Ruang Servis……….. ………. 56
•
Tabel 2. 9. Jumlah Kebutuhan Ruang ……….………. 58
•
Tabel 3. 1. Penilaian Pemilihan Lokasi Site ………. 59
GALERI K EHIDUPAN BAWAH AIR DI SURABAYA
SAHREAL NUR YUSLI
0751010045
ABSTRAKSI
Galeri merupakan salah satu sarana apresiasi masyarakat yang mencakup cipta dan karsa. Disaat setiap orang sibuk dengan rutinitasnya. Biota bawah air yang terdapat ragam, corak dan warna menjadi salah satu pilihan sarana pelepas stress dari rutinitas kebanyakan orang, serta menjadi trend hobi pada era modern. Galeri kehidupan bawah air adalah fasilitas hiburan, informasi dan konservasi ditengah kota yang berupa pertunjukan.
Beberapa tahun belakangan ini khususnya di Surabaya belum ada upaya untuk menghadirkan sebuah wadah informasi dan pengetahuan bagi masyarakat mengenai berbagai ragam, corak dan warna biota yang terdapat di perairan indonesia. Pengaruh tentang berkembangna ragam biota bawah air baik laut dan payau belum mampu dirasakan sebagian masyarakat, dikarenakan masyarakat belum mengerti akan potensi biota yang terdapat pada bawah air yang kompeten.
Disisi lain ikan dan terumbu karang hanya kita ketahui melalui media dan terdapat beberapa lapak yang terdapat di Surabaya, sehingga potensi ikan hias yang seharusnya mampu bersaing dengan negara besar menjadi terhambat.
Galeri kehidupan bawah laut di Surabaya merupakan bangunan yang digunakan untuk mempertunjukan dan sebuah media informasi tentang ikan hias bagi masyarakat. Bangunan ini dirancang untuk menjadi salah satu media informasi dan pengetahuan khususnya, dengan dilengkapi fasilitas yang akan memanjakan penggunan bangunan dengan mempertimbagkan segi kenyamanan. Lokasi yang dipilih di Surabaya utara memang dikhususkan untuk fasilitas pendidikan dan konservasi.
Surabaya dibuat dengan konsep bangunan yang baru, yang diharapkan dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Surabaya untuk menikmati keindahan biota bawah air baik laut dan payau .
BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Menurut M. Syamsul Maarif (Dirjen Perikanan) Dalam fakta, Dalam
pengetahuan kita, kehidupan ikan bermula sejak 430 juta tahun lalu, ikan
merupakan hewan vertebrata yang paling tua. Ikan terbagi atas jenis ikan air tawar
dan ikan air laut. Ikan air tawar juga masih dibagi menjadi dua yaitu untuk
konsumsi dan untuk hiasan. Namun dewasa ini minat masyarakat akan ikan hias
meningkat cukup tnggi. Ikan-ikan yang diminati masyarakat akan ikan hias
digunakan sebagai koleksi, hobi, dan hiburan. Sebagai bahan perbandingan
potensi ikan hias di dunia.
Gambar 1.1. Grafik Jumlah spesies di dunia.
Sumber : PIHI (Persatuan Ikan Hias Indonesia) Jakarta 2010
Dari data tersebut, jelas bahwa Indonesia menduduki peringkat pertama di
dunia dalam produksi ikan hias tawar dan jenis ikan hias air laut. Dan Singapura
merupakan negara di urutan paling bawah. Dengan jumlah spesies yang cukup
potensial banyak masyarakat mulai menggemari ikan hias dapat dilihat dari
yang diambil dari Dinas perikanan propinsi Jawa Timur tahun 2006 – 2009 pada
gambar 1.2 yang menunjukan meningkatnya jumlah penggemar ikan hias.
Gambar 1.2 Grafik penggemar ikan hias
Sumber : Dinas Perikanan Propinsi Jawa Timur
Dunia internasional mengakui Indonesia merupakan negara kepulauan
terbesar dan negara bahari terluas di dunia hal ini dinyatakan oleh Asep Purnama
Bahtiar, alumnus PPSA XVI/2009 Lemhannas RI. Luas wilayah NKRI adalah
8.287.520 kilometer persegi, terdiri atas luas daratan 2.027.087 km² dan luas
perairan 6.260.433 km². Sektor kelautan dan perikanan merupakan salah satu
keunggulan kompetitif untuk menggerakkan perekonomian nasional, sehingga
sudah saatnya sektor tersebut dikembangkan (Koran Tempo, 2010).
Dengan sektor kelautan dan perikanan yang komponen ikan hias merupakan
salah satu komoditi perikanan yang potensial dalam menghasilkan devisa bagi
negara. Memperhatikan pangsa pasar ikan hias Indonesia di dunia saat ini sebesar
6 persen, lebih kecil dibandingkan dengan pasar Singapura yang mencapai 25
persen, sedangkan potensi spesies ikan hias Indonesia jauh melebihi negara
tetangga tersebut. Sebagai gambaran, pangsa pasar ikan hias dunia berdasarkan
peringkatnya. 0 500 1000 1500 2000 2500
2006 2007 2008 2009
Taw ar
Gambar 1.3. Persentase pangsa pasar di dunia.
0 10 20 30 40
Singapor e Amer ika Ser ikat M alaysia Czech Republic Indonesia Sr ilangka Jepang Philipina Isr ael Lain lain
%
Sumber : PIHI Jakarta 2010
Kecilnya pangsa pasar di Indonesia dimungkinkan karena akibat banyaknya
masyarakat yang belum mengetahui potensi ikan hias di Indonesia dan minimnya
media komunikasi serta promosi. Dijelaskan dalam Code of Conduct for
Responsible Fisheries (CCRF), bahwa Konservasi Sumberdaya Ikan (KSDI)
merupakan bagian tidak terpisahkan untuk penglola perikanan berkelanjutan dan
juga untuk pelaksanaan Integrated Coastal and Ocean Managemen (ICOM).
Namun peran penting tesebut belum disadari sepenuhnya oleh masyarakat, karena
dianggap belum dapat mensejaterahkan mereka, sementara itu keanekaragamaan
hayati dan sumberdaya ikan (SDI) juga terus saja terdegradasi. Sehingga
perkembangan KSDI masih dianggap sebagai slogan – slogan saja, yang
menyebabkan masyarakat bersikap pro dan kontra. Target pencapaian 10 juta Ha
Kawasan Konservasi Laut (KKL) pada tahun 2010 menjadi tantangan dan
kesempatan baik untuk membuktikanya, karena apabila target tersebut tercapai,
yang tidak hanya dalam luasan namun juga yang dikelola efektif, maka dapat
mengklarifikasi pro dan kontra tersebut.
Memperhatikan pangsa pasar yang kecil banyak kolektor memanfaatkan
potensi yang terdapat pada jumlah spesies ikan hias yang tinggi, sehingga mampu
mengembangkan pangsa Indonesia agar mampu bersaing di dalam dunia.
mendirikan perusahaan sebagai prasarana dan sarana bisnis, salah satunya ditinjau
dari jenis budidaya perikanan yang terdapat dalam tabel.
Tabel 1.1 Jumlah perusahaan budidaya menurut jenis budidaya
Sumber : Badan Pusat Statistik 2009
Saat ini belum banyak media pengenalan potensi biota laut di indonesia. Salah
satunya adalah SeaWorld, Jakarta. Direktur SeaWorld Indonesia, Sonny W
Widjanarko mengatakan tahun 2009 pengunjung SeaWorld mencapai 1,1 juta
orang, setiap tahun rata-rata pengunjung mencapai 85 persen hingga 89 persen
dari target dan tahun 2010 ditargetkan mengalami kenaikan 5 persen dari tahun
sebelumnya.( sumber Kompas, 2009 )
Selain SeaWorld, JatimPark juga menghadirkan sebuah wahana untuk
pengenalan aneka macam ikan, terdapat 75 spesies ikan dari berbagai belahan
dunia yang terbagi atas 25 jenis air tawar dan 12 jenis air laut, ada pula Arapaima
Gigas yang berumur ratusan tahun dengan panjang 1,7 meter.
Media pengenalan merupakan suatu alat komunikasi yang penting pada
masyarakat, masyarakat tidak hanya tahu dan peduli terhadap potensi bangsa,
tetapi masyarakat juga dapat mengembangkan hobinya yang berhubungan dengan
dunia ikan. Dengan adanya galeri ikan hias masyarakat jadi memiliki sebuah
1.2Tujuan dan Sasaran Per ancangan.
Dengan membuat sebuah Galeri Ikan Hias di Surabaya, dimaksudkan agar
dapat menampung keinginan masyarakat kota yang butuh akan wadah bukan
hanya dalam hal menikmati sebuah ikan hias melainkan menjadi rujukan
masyarakat kota Surabaya.
- Tujuan yang ingin dicapai adalah.
1. Menyediakan wadah bagi masyarakat untuk mengenal kehidupan biota air
baik secara langsung dan tak langsung.
2. Dapat menambah pengetahuan, pendidikan dan hiburan tentang
seputar biota bawah air.
3. Sebagai fasilitas dan sarana rekreasi dimana didalamnya terdapat
eksplorasi, edukasi dan observasi.
1.3. Batasan Dan Asumsi.
Dalam penyelenggaraan sebagai galeri ikan hias di Surabaya untuk
menghindari pembahasan agar tidak melebar pada masalah - masalah yang tidak
seharusya dibahas, maka perlu adanya batasan-batasan yang melingkupi
permasalahan yang ada, antara lain:
- Sebagai salah satu fasilitas hiburan yang ditujukan untuk Batasan usia
pengguna dari usia anak sampai dewasa antara 4-18 tahun, dewasa hingga tua
antara 19 – 70 tahun. Wanita dan laki – laki.
- Lingkungan buatan Untuk menampilkan kompleks biota ikan hias yang
sesuai dengan standard yang memuat jenis ikan hias di dalamnya, ditujukan
dengan adanya kapasitas daya tampung ikan hias air payau dan laut yang
memiki ukuran kecil hingga besar dengan ukuran 5 cm – 3 m untuk
aquarium.
- Biota yang akan dipamerkan juga harus dipertimbangkan, karena ada
beberapa hewan laut khususnya ikan yang mempunyai sifat mengganggu dan
tidak bersahabat dengan ikan lainnya. Adapun biota yang akan
1. Kelompok biota karang
Aquarium yang digunakan untuk kelompok biota karang berukuran tidak
terlalu besar, tetapi panjang karena pada umumnya memerlukan cahaya untuk
melakukan fotosintesis. Jenis- jenis biota, yaitu: angel fish, damselfish,
surgeon fish, butterfly fish, gobbies fish, banner fish, fox fish, frog fish, dll.
2. Kelompok bukan biota karang
Kelompok yang kedua ini merupakan potensi utama dari pembuatan
proyek ini, dimana pengunjung diarahkan untuk menuju ke sebuah ruangan
aquarium sehingga merasa berada pada suasana kehidupan di dalam laut ,
Adapun jenis-jenis penghuni aquarium ini yaitu ikan Hiu, Pari, ikan Tuna,
Grouper, Scorpion Fish, kerapu macan, dan ikan-ikan terumbu karang.
3. Pengelompokan biota bawah air ditinjau berdasarkan type makanan yaitu :
a. Herbivora
- endogenus (golongan biota yang memakan tumbuhan didalam air)
- eksogenus (golongan biota yang memakan tumbuhan yang jatuh didalam
air)
b. Karnivora
- predator endogenus (biota yang memakan binatang kecil, plankton)
- predator eksogenus (biota yang memakan binatang kecil diluar air,
ganggang)
- predator 1(biota yang memakan binatang air yang lebih besar, udang)
- predator 2(biota yang memakan ikan lainya)
c. Omnivora (sumber makanan berasal dari bahan nabati, hayati dan sisa2
hancuran organik)
Sedangkan asumsi untuk perancangan adalah :
- Jumlah pengunjung yang dapat ditampung diperkirakan 1000 orang
Berdasarkan pertimbangan :
• Total penggemar ikan. Berdasarkan data 2006-2009 dapat disimpulkan bahwa terjadi kenaikan tiap tahun, hal ini berakibat
- Terdapat 100 spesies yang terdiri dari 75 spesies ikan dari berbagai belahan
dunia yang terbagi atas 25 jenis air tawar dan 12 jenis air laut Indonesia.
- Dirancang dan direncanakan yang mampu mewadahi kegiatan atau aktivitas
dalam jangka waktu sampai 10 tahun kedepan.
- Perancangan bangunan Galeri Kehidupan Bawah Air di Surabaya ditekankan
dengan penyelesaian tatanan masa dan disesuaikan dengan segala kebutuhan
ruang dan fungsi ruang.
- Untuk masyarakat ekonomi menengah ke atas.
1.4. Tahapan Per ancangan.
Dalam penulisan laporan tugas akhir diperlukan adanya kerangka tahapan
perancangan yang khususnya berguna dalam membantu mempermudah
perencanaan dan perancangan dalam penulisan laporan tugas akhir. Disamping itu
juga dapat mempermudah menyusun perencanaan dari kerangka pikiran konsep,
tema, sampai penyusunan analisa studi kasus. Tahapan ini yaitu sebagai berikut.
Dimulai dengan menginterpretasi judul objek rancangan yang disesuaikan
dengan latar belakang. Kemudian dilakukan pengumpulan data yang dibutuhkan
sebagai penunjang perencanaan obyek rancang yaitu melalui studi literatur yang
diperoleh dari buku - buku referensi, brosur - brosur dan lain - lain, studi
komperatif dengan survey lapangan, browsing melalui internet, wawancara untuk
memperoleh data dengan melakukan proses tanya – jawab, studi banding atau
studi kasus serta standarisasi dari objek rancangan yang dibutuhkan.
Dari hasil kompilasi-kompilasi data tersebut digabungkan dengan kajian
teori, prinsip serta azas-azas perancangan sehingga terbentuk sebuah tema dan
konsep rancangan yang menentukan ide bentuk serta gagasan pra desain. Setelah
terbentuk ide bentuk atau gagasan pra desain dilakukan kontrol kembali terhadap
prinsip, teori dan azas serta tema dan konsep rancangan, sehingga menghasilkan
sebuah rancangan objek yang sesuai (hasil desain), berikut skema tahapan
Gambar 1.4. Skema urutan tahapan perancangan.
Sumber: Kertas Kerja Azas dan Metoda Perancangan.
1.5. Sistimatika Lapor an.
Dalam penyusunan laporan diharapkan dapat memberikan gambaran
secara umum mengenai usulan laporan, mulai dari bagian umum hingga ke bagian
khusus dengan pengaturan sedemikian rupa sehingga mencerminkan suatu pola
pikir perencanaan yang sistematis. Sistematika penulisan yang dilakukan dalam
pembahasan laporan ini, meliputi :
BAB I : Pendahuluan, berisi tahapan-tahapan mulai dari latar belakang pemilihan
judul, tujuan perancangan, batasan dan asumsi rancangan, dan tahap perancangan
beserta dengan uraian penjelasan dari tiap tahapannya yang menjelaskan secara
rinci isinya. Dikarenakan Indonesia negara kepulauan terbesar dan negara bahari
terluas di dunia, sektor kelautan dan perikanan merupakan salah satu keunggulan
kompetitif untuk menggerakkan perekonomian nasional dimana Indonesia
menduduki peringkat pertama di dunia dalam produksi ikan hias tropis, potensi ini
Feed
back control Feed
back control
Interpretasi Judul
Latar Belakang
Pengumpulan Data
Kajian Teori, Azas Serta Prinsip Perancangan
Tema/Konsep Perancangan
Gagasan Pra Desain
bermanfaat untuk memberikan wadah yang untuk budidaya dan sumber
pertukaran informasi bagi masyarakat dalam ruang lingkup yang lebih luas. Lalu
batasan dan asumsi yang digunakan dalam perancangan nantinya. Juga tahapan
perancangan dari mulai proses interpretasi judul sampai pada proses aplikasi pada
rancangan gambar.
BAB II : Tinjauan Obyek Perancangan, mulai dari tahap pengertian judul
yang berisi pengertian tentang pusat pengenbangan kreativitas dan pengertian
anak jalanan itu sendiri yang kemudian disimpulkan menjadi suatu pengertian
baru dari rancangan. Tahap studi literatur yang berisi tentang segala data dari
bermacam jenis literatur yang digunakan sebagai data penunjang yang berkaitan
dengan rancangan. Tahap tinjauan obyek perancangan yang berisi dua obyek studi
kasus sejenis secara fungsi dan aktivitas yang digunakan sebagai acuan yang
menbantu rancangan nantinya, dari hasil analisa dan pembandingan yang
dilakukan pada studi kasus. Tahap kesimpulan studi, lingkup pelayanan yang
menjelaskan pembatasan pelayanan rancanangan, serta aktivitas kebutuhan ruang
dan perhitungan luasannya yang menguraikan secara rinci kebutuhan ruang yang
diperlukan untuk kemudian dihitung secara pasti luasan yang dibutuhkan.
BAB III : Tinjauan Lokasi Perancangan, pembahasan site/lokasi
perancangan luasan lahannya mampu memenuhi persyaratan luasan yang
dibutuhkan proyek. Nilai jual lahan bukan merupakan lahan dengan nilai jual
tinggi, mengingat bangunan ini nantinya berdiri dengan kerjasama dengan
perusahaan swasta tanpa persediaan dana yang tinggi. Terjangkau jaringan listrik,
dan tersedianya sumber air bersih.
BAB IV : Analisa Perancangan, isinya sudah mengarah ke arah lebih
lanjut yaitu mulai dari analisa sampai dengan gambaran secara abstrak tentang
konsep perancangan yang akan dibuat. Seperti dari mulai analisa ruang berserta
hubungannya, analisa aksesibilitas, view, kebisingan, iklim, potensi daerah
sekitar. Sampai dengan diagram abstrak yang kurang lebih menggambarkan
BAB II
TINJ AUAN OBYEK RANCANGAN
2. 1. Tinjauan Umum Rancangan
2. 1. 1. Penger tian J udul Proyek Tugas Akhir
Galeri ikan hias di Surabaya, judul proyek tersebut memiliki arti sebagai
berikut :
1. Galeri
- Wadah perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan aset seni-budaya
atau karya seni rupa sebagai sarana edukasi-kultural dan rekreasi serta
pengembangan kreativitas dan apresiasi.
- Bangunan Gallery adalah wadah atau sebagai sarana koleksi,
mendokumentasi, memajang, riset, interpretasi dan pameran terhadap
obyek-obyek khusus.
- Ruangan atau gedung tempat memamerkan benda atau karya seni dan
budaya.( sumber : Kamus Besar Bahasa Indonesia ).
Jadi pengertian galeri dapat disimpulkan merupakan wadah untuk
memamerkan, mempertontonkan segala sesuatu yang dapat di apresiasikan
oleh manusia mencakup hasil cipta rasa dan karsa manusia.
2. Kehidupan Dalam Air
- Hal yang berhubungan dengan mahkluk hidup tempat (letak, sisi, bagian,
arah) lebih rendah yang berada di dalam air. ( sumber : Kamus Besar
Bahasa Indonesia )
3. di Surabaya
- Kota Surabaya adalah ibukota provinsi Jawa Timur, Indonesia. Surabaya
merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Dengan
merupakan pusat bisnis, perdagangan, industri, dan pendidikan di kawasan
timur Pulau Jawa dan sekitarnya. Terkenal dengan sebutan Kota
Pahlawan, karena sejarahnya yang sangat berperan dalam perjuangan
kemerdekaan bangsa Indonesia terhadap penjajah. Konon kata Surabaya
berasal dari cerita mitos pertempuran antara SURA (ikan hiu=bahasa
jawa) dan BAYA (buaya=bahasa jawa).
(sumber : www.wikipedia.com)
- Ibukota Jawa Timur, kota terbesar kedua di Indonesia.
Jadi Galeri Ikan Hias di Surabaya berarti sebuah tempat berkumpul,
sosialisasi dan informasi bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas
dalam menyalurkan hiburan dan informasi, melalui audio maupun visual
(baik yang berkaitan dengan ilmu maupun hiburan). Namun dengan
ruang lingkup yang lebih luas, lebih terorganisir, Sehingga adanya
tempat yang sebagai naungan bagi masyarakat.
Jadi pengertian Galeri Ikan Hias di Surabaya disini bisa disimpulkan
sebagai ruangan tempat untuk memamerkan ikan yang memiliki warna, corak,
bentuk yang indah, sebagai sarana ilmu pengetahuan bagi kegiatan observasi
baik audio maupun visual, sebagai lingkungan buatan biota ikan hias.
2.1.2 Studi Liter atur
Dalam perancangan Galeri Kehidupan Bawah Air di Surabaya diperlukan
adanya sebuah wacana yang diharapkan menjadi acuan dalam proses desain.
Pada studi literatur data-data yang diperoleh didapat dari berbagai website
dan buku - buku literatur yang ada. Hasil dari studi literatur tersebut
diperoleh:
• Penggolongan jenis ikan hias menurut M. Syamsul Maarif (Dirjen
Perikanan). Terdapat 1570 jenis, ikan terbagi atas jenis ikan air tawar dan
ikan air laut. Ikan air tawar juga masih dibagi menjadi 2 yaitu untuk
.1. Ikan air tawar 532 jenis:
a. Ikan hias ( 200 jenis )
- Warna indah.
- Bentuk aneh atau unik.
- Tidak dapat dikonsumsi.
- Besar tubuh 2,5 – 60 cm
- Pakan dan pemeliharaan mudah.
b. Bukan ikan hias ( 372 jenis )
- Hidup diberbagai macam jenis sungai.
- Dikonsumsi.
- Di pelihara di empang atau kolam besar.
- Untuk dikail atau dipancing.
- Cepat berkembang biak.
.2. Ikan laut 1038 spesies:
a. Ikan hias ( 200 jenis )
- Warna indah.
- Bentuk aneh atau unik.
- Tidak dapat dikonsumsi.
- Besar tubuh 2,5 – 60 cm.
- Pakan dan pemeliharaanya mudah.
b. Bukan ikan hias ( 838 jenis )
- Jumlah banyak terdapat dilaut lepas.
- Ukuran tidak terbatas.
- Untuk dikonsumsi ( di tangkap dan di makan )
- Dipelihara di tambak – tambak laut.
.3. Penempatan ikan hias tawar dan laut.
a. Aquarium:
1. Suka cahaya matahari:
- Warna cerah dan berkilau.
- Suhu air antara 20 – 26 derajat dengan pH 6,5 – 7
2. Tidak suka cahaya.
- Bila siang warna tubuh suram.
- Hidup dibawah suhu 20 derajat dengan pH dibawah 6
- Mempunyai fosfor pada tubuhnya.
- Warna mata biru atau merah
• Jarak pandang pengunjung.
Pandangan pengunjung harus diperhatikan, karena hal tersebut
menyangkut kenyamanan pengunjung.
Gambar 2.1. Jarak pandang dan pencahaaan objek
Sumber : NewMetric Handbook, 1981.
• Kualitas air pada aquarium tergantung dari beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu:
1. Bahan kimia sebagai penetralisir dari bakteri
2. Sumber air
3. Kebersiahan
4. Pengendalian kotoran dengan filter air dan pengecekan air berkala.
• Sistem sirkulasi air aquarium
Dalam beberapa sistem air akuarium, air hanya digunakan sekali dan
kemudian dibuang. Ini disebut sistem terbuka. Sistem tertutup adalah di
untuk menjaga stabilitas air pada akuarium, biasanya dengan penyaringan
air yang duganakan pada umumnya.
Air harus selalu disaring sebelum dimasukkan ke dalam reservoir atau
sistem tertutup untuk menghapus hewan kecil dan tumbuhan (plankton)
yang terdapat dalam air.
Gambar 2.2. Sistem sirkulasi air
Sumber : Times sever standart for building types, 1983
• Area oprasional
Ruang oprasional harus diletakan pada sepanjang dinding belakang
aquarium, untuk memudahkan perawatan dan perbaikan pada aquarium.
Dapat dilihat pada gambar 2.3, dimana terdapat area oprasional yang harus
disediakan untuk perawatan dan perbaikan aquarium.
Gambar 2.3. Area oprasional
• Pencahayaan
Terdapat dua macam pencahayaan yang dihadirkan pada yaitu pencahayaan
alami dan buatan.
a. Pencahayaan Alami
Sistim pencahayaan ini menggunakan sinar matahari sebagai sumber
cahaya. Sistim ini diterapkan pada cafe, kantor pengelola dan
perpustakaan.
b. Penerangan Buatan
Pencahayaan buatan yang dipergunakan secara umum untuk
penerangan ruangan. Fungsi pencahayaan pada akuarium hanya untuk
memperjelas bentuk ikan , sedangkan pada bangunan disesuaikan dengan
keadaan dilaut yaitu cahaya yang minim sekali (untuk menghadirkan
suasana). Pencahayaan buatan dibagi menjadi 2 yaitu pencahayaan yang
sifatnya lokal (misalnya menerangi obyek supaya terlihat dengan jelas) dan
general (menerangi keadaan atau ruangan/membentuk suasana) Fungsi
penerangan buatan:
1. Visibility
Yaitu dapat melihat keadaan sekitaraya, dengan menggunakan lampu TL,
Lampu Down Light, lampu gantung dan lampu Fibre Optic, dsb.
2. Penerangan Obyek
Yaitu untuk lebih menonjolkan obyek sehingga menjadi pusat perhatian.
Lampu yang digunakan menggunakan halogen untuk penerangan pada
Giant ocenarium yang diletakkan diatas (digantung). Lampu spot light
digunakan pada museum rangka dan obyek - obyek yang digantung.
3. Membentuk Suasana
Yaitu untuk menciptakan suasana tertentu. Larripu yang digunakan adalah
lampu-lampu khusus untuk dekorasi.
• Audio
Pemberian informasi kepada pengunjung adalah sangat penting untuk
menunjang fungsi suatu bangunan yang bersifat hiburan. Ada 2
a. Audio visual
Audio Visual dihadirkan pada theatre sebagai sumber informasi.
b. Audio speaker
Audio speaker ini diletakkan pada ruangan-ruangan untuk menyampaikan
informasi kepada pengunjung dan juga sebagai kelengkapan dari theatre
selain itu juga dipakai untuk menunjang suasana ruang / ekosistem yang
dihadirkan.
• Bentuk, dimensi, dan konstruksi aquarium
1. Bentuk aquarium
Adapun bentuk-bentuk akuarium yang ada, antara lain :
- Bentuk bulat : kekurangannya kaca berfungsi sebagai lensa
yang dapat mengecilkan atau membesarkan penglihatan
terhadap ikan-ikan yang ada didalamnya.
- Memanjang ke atas : kekurangannya tekanan air terhadap
kaca akan lebih besar sehingga memerlukan kaca yang lebih
tebal.
- Lonjong/ silinder : kelebihannya mudah dibersihkan,
kekurangannya sama seperti bentuk bulat yaitu penipu
penglihatan mata.
- Diorama : akuarium ini dibuat di dalam tembok dan hanya
dinikmati dari satu sisi saja. Pembuatannya lebih mahal dan
membutuhkan perawatan yang rumit. Kelebihannya yaitu
menimbulkan kesan seolah sedang mengintip kehidupan
bawah laut.
- Kubus : pembuatannya lebih mudah. Kerangkanya bisa
dibuat dari:
- Besi, mudah pembuatannya dan murah. Tahan lama asalkan
- Alumunium, ada bermacam-macam ukuran maupun tebal
atau panjangnya. Tidak semua tukang las bisa
mengerjakannya sehingga biaya pemasangan relatif mahal.
- Serba kaca, merupakan yang paling praktis, murah dan
mudah dirakit sendiri.
- Plastik, kekurangannya mudah tergores dan retak.
- Bentuk rumah-rumahan
- Segienam : model ini biasanya diletakkan dengan menempel
di dinding. Bentuk ini dibuat untuk memenuhi tuntutan
akuarium yang lebih besar, keinginan menghadirkan
akuarium yang menyatu dengan rumahnya.
2. Dimensi aquarium
- Kaca
Panjang x Lebar x Tinggi (cm) = Tebal kaca (mm)
60 x 30 x 30 = 5
80 x 30 x 30 = 7
80 x 45 x 45 = 7
90 x 45 x 45 = 8
100 x 50 x 50 = 8
130 x 50 x 50 = 10
200 x 75 x 75 = 15
- Acrylic
Panjang x Lebar x Tinggi (cm) = Tebal kaca (mm)
70 x 55 x 45 = 6
90 x 55 x 45 = 8
130 x 55 x 55 = 10
150 x 55 x 60 = 10
180 x 60 x 60 = 15
3. Konstruksi aquarium
- Plastik
Kekurangan : Cepat buram atau kusam .
Kelebihan : Bahan lebih ringan.
-Kaca
Kekurangan : Tidak kuat terhadap tekanan air laut,
menggunakan sambungan lem sehingga tidak
menutup kemungkinan terjadi kebocoran
Kelebihan : Murah dan bersifat konduktor.
-Acrylic
Kekurangan : Sulit menjadi konduktor, sehingga
aquarium menjadi panas .
Kelebihan : Lebih ringan, kuat, lebih cerah bila terkena
sinar, permukaan licin sehingga sulit untuk
ditumbuhi lumut, dapat dipoles apabila
terjadi goresan, lebih lentur sehingga mudah
dibentuk sesuai keinginan, dan tidak
membutuhkan sambungan.
• Komposisi air laut
Keadaan di laut tropis dapat dikatakan selalu konstan, oleh sebab
itu keadaan air dalam aquarium harus sedemikian juga. Suhu harus
dijaga antara 25oC sampai 28oC, pH(derajat keasaman) sekitar 8,4,
dan salinitas (kadar garam) dengan berat jenis sekitar 1,021.
Derajat keasaman dan mutu air akan banyak berubah karena
adanya interaksi para penghuni aquarium.
a. Suhu
Suhu yang terjaga sekitar 26oC merupakan hal yang mutlak
untuk aquarium air laut. Pergeseran suhu sampai dua derajat
tidak akan terlalu banyak menimbulkan masalah, tetapi bila
suhu mencapai 30oC akan berbahaya bagi kehidupan koral.
Gambar 2.4. Thermometer
Sumber : Prof. Ir. Budiono Mismail “ Akuarium Terumbu
Karang “ Penerbit UB Press Cetakan I 2010.
b. Derajat keasaman (ph)
Derajat keasaman (pH) merupakan ukuran konsentrasi
hidrogen dan ion hidroksida dalam larutan. Jika ion hidroksida
sangat banyak larutan dikatakan bersifat basa, tetapi jika ion
hydrogen lebih banyak maka larutan akan bersifat asam. Dalam
aquarium, proses alamiah cenderung menurunkan nilai pH dan
harus diwaspai. Aquarium air laut mempunyai pH antara 8,0
sampai 8,5 artinya air lebih bersifat basa. Derajat keasaman
diukur dengan pH meter. salah satu tanda bahwa nilai pH
terlalu tinggi atau terlalu rendah adalah banyaknya koral yang
mati dan kerang membuka cangkangnya lebar-lebar. Untuk
mengatasi agar kadar pH tidak berubah diperlukan Kesadahan
suatu larutan sebagai penyangga (buffer). Kesadahan dapat
diperoleh dengan keberadaan antara lain karbonat, bikarbonat,
dan lain-lain. Keberadaan karbonat juga dapat dipakai sebagai
pengganti ukuran kesadahan, dan nilai derajat kandungan
karbonat dapat dipakai sebagai acuan. Air laut alami
mempunyai derajat kandungan karbonat (dKH) antara 6 sampai
7. Sedangkan untuk air laut dalam aquarium sebaiknya
dipertahankan antara7 sampai 10 dKH. Alat yang digunakan
c. Salinitas
Kadar garam (salinity) adalah ukuran beberapa banyak garam
yang larut dalam air, diukur dengan gram per liter. Air laut
daerah tropis mempunyai kadar garam sekitar 35 gram per liter.
Alat yang digunakan untuk mengukur kadar garam adalah
refraktometer.
Gambar 2.5. Refraknometer
Sumber : Prof. Ir. Budiono Mismail “ Akuarium Terumbu
Karang “ Penerbit UB Press Cetakan I 2010.
d. Oksigen
Oksigen merupakan unsur yang dibutuhkan oleh semua
makhluk hidup tidak terkecuali hewan-hewan yang hidup di
air. Untuk menyuplai oksigen didalam aquarium air laut
dibutuhkan Aerator.
Gambar 2.6. Aerator
Sumber : Prof. Ir. Budiono Mismail “ Akuarium Terumbu
2.1.3 Studi kasus
2.1.3.1 SEA WORLD JAKARTA
Letak : Jl. Lodan Timur No.7 Jakarta 14430.
Indonesia
Tahun Perencanaa : 2 oktober 1980
Tahun Pengerjaan : 13 juni 1982
Luas Lahan & Bangunan : ± 4 ha, 45.000
m2
Gambar 2.7. Tampak bangunan sumber: seaworld, 2009
Sea World Indonesia didirikan dengan konsep yang mendasari suatu
Negara maritime yang secara geografis terdiri dari lebih banyak air dari tanah.
Memperluas pengetahuan baik menghibur atau memberikan program – program
kepada pengunjung, merupakan salah satu visi dari Sea World Indonesia. Dengan
konsep kompleks laut yang dimana salah satu konsep program yang bersifat
edukatif dengan harapan bahwa orang dapat menikmati atau menonton dengan
mengalami petualangan bawah laut sambil meningkatkan pemahaman pengunjung
pada sifat – sifat karakteristik hewan laut yang akan menuntun pengunjung untuk
menghargai peran mahkluk hidup air bagi lingkungan. Dengan memperhatikan
tiga program bagi pengunjung yaitu pendidikan, rekreasi dan konservasi
merupakan misi bagi Sea World Indonesia.
Waktu oprasional Sea World hanya berlangsung dari pagi hinggga sore
yaitu mulai pukul 09.00 – 18.00 dengan pertimbangan bahwa ruang luar tidak
dapat dinikmati karena potensi di dalam site yang tidak mendukung.
Skema Ruang :
= Sirkulasi Pengunjung
Gambar 2.8. Skema organisasi ruang
Sumber: seaworld, 2009
1. Pada aktivitas dalam bangunan Sea World yang lebih bersifat
memperlihatkan, maka diperlukan ruang – ruang khusus untuk display.
Gambar 2.9. ruang pamer atau oceanarium ( temporer )
(sumber : seaworld, 2009 )
Pintu masuk utama
Ruang AC
Luar
Kantor Pengelo la
Lo ket Melihat-lihat
Servis
Gudang
Pintu Keluar
Meno nto n Film Ko lam Sahab at Tero w ongan Antasena Anjungan (lt. 2) & Perpustakaan Panggung Serb a Guna Restauran
Mus eum Rangka & Amphib i KM/ WC
Pintu Keluar Utama
Pujasera KM/ WC
So uvenir
KM/ WC
BAk Penampungan
Ruang Filter & Pompa
Entranc e
Gambar 2.10. ruang pamer atau oceanarium ekosistem ( permanen )
(sumber : seaworld, 2009)
Gambar 2.11. microworld
(sumber : seaworld, 2009)
Gambar 2.12. touch pool
(sumber : seaworld, 2009)
Gambar 2.13. sea shore creature
Gambar 2.14. Terowongan laut
(sumber : seaworld, 2009)
Gambar 2.15. Giant oceanarium
(sumber : seaworld, 2009)
Gambar 2.16. Galeri
(sumber : seaworld, 2009)
2. Bentuk ruang
Bentuk yang dipergunakan untuk display kebanyakan bujur sangkar dan
bulat. Bentuk bujur sangkar/persegi panjang mempunyai keuntungan radius
dapat melihat jauh ke dalam (tembus), sehingga bagian yang dibelakang dapat
terlihat dengan jelas dari berbagai arah.
gambar 2.17. Aquarium persegi panjang
Ruang - ruang yang ada mengikuti bentuk sirkulasi yang dinamis
(meliuk-liuk) sehingga tidak flat dan monoton. Beberapa area ruangan dibuat
pemisah dengan tujuan memfokuskan apa yang didisplaykan, misalnya ikan
yang memiliki bentuk pola tubuh yang pada umumnya. Ruang khusus
berbentuk silinder misalnya terowongan laut di disain khusus karena selain
bentuk yang fleksibel juga mempunyai struktur yang cukup kuat. Radius
penglihatan/pandangan pengunjung segala arah.
3. Fungsi
Sea World Indonesia memliki fungsi sebagai jendela yang terbuka bagi
setiap orang yang ingin mengetahui atau sebagai observasi tentang kehidupan
bawah laut yang berharga dan rapuh Indonesia. Keanekaragaman hayati yang gambar 2.21. Ruang pemisah
gambar 2.20. Ruang silinder
(sumber : seaworld, 2009)
gambar 2.18. Aquarium bulat/silinder
(sumber : seaworld, 2009)
gambar 2.19. Bent ukan yan g dinamis
(sumber : seaworld, 2009)
(sumber : seaworld, 2009)
menjelaskan dasar terbentuknya ekosistem kehidupan laut, yang merupakan
sumber sejarah yang patut untuk dipelajari, sehingga masyarakat mampu
berpikir bahwa kelangsungan mahkluk hidup air memiliki karakteristik
mahkluk hidup pada setiap perairan di dunia. Sea World Indonesia diharapkan
menjadi sebuah ”catatan sejarah masa depan” yang mampu mengakomodir
sebanyak-banyaknya mahkluk hidup laut, sehingga dapat menjadi warisan
bagi generasi selanjutnya.
4. Program dan fasilitas yang ada
Adapun program-program yang dilakukan adalah :
1. Program Magang
Seaworld Indonesia juga memberi kesempatan untuk murid murid
mengerjakan pekerjaan sekolah, riset dan praktek kerja pada area area seperti
Layanan Pengunjung (Customer Service), marketing, kuratorial, dan
arsitektur.
2. Program Pendidikan
Seaworld Indonesia juga menawarkan program belajar, "Belajar di
Seaworld" , program ini dirancang khusus untuk mendukung mata pelajaran
biologi dan untuk memenuhi rasa ingin tahu pelajar akan dunia laut.
Programnya pertama di luncurkan pada bulan Agustus 1994 dan masih
berjalan hingga kini untuk membantu pendidikan sekolah sekolah di seluruh
Indonesia. Program ini terdiri dari:
• Pengamatan ekosistem air pada ex situ dan pengelolaan lebih dari 500
biota, yang terbagi menjadi 350 spesies
• Kertas kerja, dibagikan gratis untuk murid murid dari tingkat SD
hingga SMA
• Presentasi untuk topik topik tertentu bisa dilakukan bila membuat janji
terlebih dahulu
• Panduan mengenai biota Seaworld dengan bantuan pemandu
pendidikan (Education Guide)
3. Program Jangkauan Keluar:
Seaworld Indonesia juga mendatangi sekolah sekolah untuk membantu
mendidik anak agar lebih peduli tentang dunia laut. Beberapa dari program ini
disponsori oleh perusahaan lain. Tujuannya adalah
• Untuk merangsang keingintahuan dan kecintaan murid pada kehidupan
laut dan usaha usaha pelestariannya.
• Untuk mengajak murid melakukan permainan interaktif, presentasi,
tanya jawab kuis dan aktivitas lain yang mendidik.
4. Program Pelestarian
Program pelestarian yang telah dilakukan seaworld adalah program
pelestarian penyu. Penyu yang dibesarkan di Seaworld Indonesia, dengan
tujuan pendidikan, secara berkesinambungan dilepaskan kembali ke habitat
mereka.
Fasilitas-fasilitas yang terdapat pada Sea World adalah :
5. Aquarium Utama
6. Area Air Tawar
7. Food Court
8. Marine Area
9. Gift shop
10.Function Hall
11.First Aid
13.Theater
14.Observation Deck
15.Area Parkir
5. Interior
Interior ruang yang ditampilkan adalah trend desain masa kini, yaitu
modern minimalist. Hal ini untuk menggambarkan karakter Seaworld sebagai
tempat hiburan yang modern. Pemilihan warna yang soft permainan bidang
dan bentuk semakin mencerminkan sisi idealis sebuah galeri yang berkonsep
berbeda dari yang lainnya. Seperti terlihat pada gambar-gambar dibawah ini.
2.1.3.2 OKINAWA CHURAUM I AQUARIUM
Gambar 2.22. Tampak bangunan
Letak : Motobu, Okinawa, Prefektur
Okinawa, Jepang
Gedung lama: 8 Agustus 1979 - 31
Agustus 2002
Gedung baru : 1 November 2002
Luas Lahan & Bangunan : ± 2.9 ha,
29.000 m2
Sumber : Okinawa churaumi , 2009
Akuarium yang terletak di Taman Ocean Expo, barat
laut Okinawa, Jepang. Dalam bahasa Okinawa, chura ( ) berarti indah,
dan umi ( ) berarti laut. Akuarium Churaumi adalah akuarium terbesar nomor
dua di dunia setelah dibukanya Akuarium Georgia di Atlanta pada tahun 2005.
Akuarium ini memamerkan kehidupan biologi laut di terumbu karang, laut dalam,
dan arus Kuroshio yang mengalir melintasi Kepulauan Jepang. Dari keseluruhan
77 tangki akuarium, tangki terbesar disebut Akuarium Laut Kuroshio yang dapat
menampung 7.500 m³ air (panjang 10 m, lebar 35 m, kedalaman 27 m), atau
akrilik dinding akuarium berukuran tinggi 8,2 m, lebar 22,5 m, tebal 60 cm, dan
berat 135 ton. Struktur yang digunakan adalah beton bertulang yang memiliki 4
lantai.
Waktu oprasional Okinawa Churaumi Aquarium hanya berlangsung dari pagi
hinggga sore yaitu mulai pukul 09.00 – 20.00, berikut program dan jadwal yang
disedikan Okinawa Churaumi Aquarium.
Gambar 2.23. Agenda acara
Sumber : Okinawa churaumi , 2009
Gambar 2.24. layout bangunan
Gambar 2.26. patung ikan paus
Gambar 2.27. Umichu Gate Okinawa Churaumi Akuarium dirancang dengan pintu masuk bangunan
pada pintu masuk area 3F (Coral Lobyy) dan dimulai pada area 4F, sehingga
pengunjung turun menuju area 1F dan 2F untuk diarahkan pada akhir yaitu bawah
laut. Setiap lantai memiliki tema tingkatan jenis ikan menurut kedalaman laut
Okinawan jepang,Pada area 4F memiliki konsep mengajak untuk melihat
keindahan laut dengan dijelaskan beberapa ruang sebagai berikut:
Gambar 2.25. isonometri
Sumber : Okinawa churaumi , 2009
- Patung ikan paus
Patung Ikan paus menandakan
Landmark Okinawa Churaumi Aquarium
yang dapat dilihat ketika hendak menuju
objek lokasi, dan memberikan kesan
welcome.
- Uminchu Gate
Setelah melewati patung ikan paus,
pengunjung diarahkan menuju Umichu
Gate yang berarti pintu nelayan, dimana
dihadirkan sebuah pemandangan laut
Gambar 2.28. Spot view
Gambar 2.29. Restauran
Gambar 2.30. Shop
Gambar 2.31. Lobby
Gambar 2.32. Touch Pool
- Spot view
Pengunjung dapat melihat coral
bawah lautdan ikan laut tropis dari atas
tangki, pemandangan karang dan ikan
tropis berwarna – warni berkilauan di
bawah matahari.
- Restauran
Pengunjung dapat menikmati
makan siang ala masakan Okinawa,
dengan pemandangan laut yang
menghadap ke laut.
- Shop
Pengunjung dapat membeli produk
dari Okinawa berupa boneka dan
mercendaise.
Pada area 3F memiliki konsep mengajak untuk menikmati perjalanan menuju
Koral dan terumbu karang dengan dijelaskan beberapa ruang sebagai berikut
- Karang lobby (Aquarium Enterance)
Pintu masuk menuju aquarium yang
luas berbahan dasar batu gamping yang
bernama ryukyu, Disini tempat pembelian
tiket masuk untuk menikmati keindahan
dalam air.
- Touch Pool
Inoh, memiliki arti Laguna Trumbu
Karang dalam bahasa Okinawa, dimana
mahkluk hidup yang berada di air laut
dangkal dapat dilihat dan disentuh.
Gambar 2.33. Interior
Gambar 2.34. Interior
Gambar 2.35. Aquarium
Gambar 2.36. Aquarium
- Terubu Karang Laut
Tangki terumbu karang laut yang
terbuka, pencahayaan alami yang
memanfaatkan sinar matahari secara
langsung membuat suasana lebih
dramatis. Dengan skala budidaya yang lebih besar seperti terumbu
karang yang memanfaatkan sistem sirkulasi air laut yang berkelanjutan,
hal ini terlihat karena terdapat 800 koloni yang terdiri 70 trumbu karang
yang dihadirkan seakan – akan menciptakan biota laut buatan yang baru.
Dengan kapasitas sebesar 300m3 dan 70 spesies didalamnya. - Ikan Laut Tropis
Reaksi dari biota laut tropis yang
indah dimana pemandanan laut yang
terbuka sengaja dihadirkan menyerupai
biota yang sesungguhnya dan dibiarkan
berkembang sesuai alami. Dengan
kapasitas sebesar 700m3 dan 200 jenis spesies.
- Trumbu Karang Dunia
Pengunjung dapat melihat dan
belajar tentang kehidupan laut hidup
dengan laguna trumbu karang dalam ruang
ini, selain itu hewan laut yang beracun
seperti jenis kerucut geografi yang memilik radula dan flagtail
diperkenalkan lebih detail dengan dibandingkan dengan spesies yang
lain, serta diberikan penjelasan berupa video dimana dijelaskan
bagaimana awal pembentukan dari trumbu karang.
- Galery Trumbu Karang
Sebuah sinar kehidupan laut yang
tumbuh subur pada terumbu karang pada
30 tangki air, besar dan kecil
Gambar 2.37. Suasana pengunjung
Gambar 2.38. Theater
Gambar 2.39. Replika tangki air yang meniru hutan mangrove, ikan anemone dan tangki kecil
trumbu karang yang tidak kita jumpai.
- Kehidupan Air Payau
Kehidupan air payau yang
tidak dijumpai oleh manusia
terdapat pada ruang ini, spesies
lama yang hampir tidak terjamah
oleh manusia yang mengalami
kepunahan, di dalam ruang ini pengunjung dapat mengetahui dan belajar
akan pentingnnya mempertahan kan mahkluk hidup uyang mengalami
kepunahan.
Pada area 2F memiliki konsep mengajak untuk melihat keindahan laut Kuroshio,
pada pertunjukan kali ini diperkenalkan hiu yang berukuran besar, pari mata, dan
ikan migrant yang memiliki volume yang lebih besar, dijelaskan beberapa ruang
sebagai berikut.
- Churaumi Theater.
Didalam Teater video memperkenalkan
ekosistem yang dihuni oleh berbagai
mahkluk hidup pada keindahan Okinawa,
pantai laut yang terbuka, dan hubungan
antara masyarakat Okinawa dengan laut.
Sementara pengunjung sejenak memperhatikan penayangan video
singkat, pengunjung disajikan pemandangan laut Kuroshio, dan kolam
ikan tropis melalui ruang observasi. Daya tampung 120m3 tempat duduk.
- Lab Penelitian Hiu ( Hiu Laut yang Berbahaya )
Banyak orang menangkap bahwa hiu
binatang yang ganas, menyerang manusia
tanpa peringatan. Akan tetapi sebenarnya
ada beberapa hiu sedikit tidak terlalu
agresif terhadap manusia, disini
Gambar 2.40. Kehidupan laut
Gambar 2.41. Aqua room
Gambar 2.42. Cafe artefak dan termasuk spesies nyatanya. Daya tampung 800m3 dan 6 spesies.
- Kehidupan Laut Kuroshio
Tangki raksasa yang memiliki kapasitas
volume 7.500 meter kubik, pandangan dari
berbagai arah yang melalui akrilik besar,
pengunjung dapat menikmati kelompok –
kelompok ikan yang berukuran besar yang
jarang dilihat sebelumnya. Daya tampung
7.500 m3 dengan ukuran 10m X 35m kedalaman 27 m, 70 spesies dan 56 view
stand.
- Aqua Room
Langit – langit yang hanya bebahan dasar
akrilik, pengunjung dapat merasakan
berada dibawah laut, seolah – olah berada
didalam air dengan berbagai ikan
berukuran besar.
- Cafe ‘ Ocean Blue’
Santai beberapa saat, berada didalam
dunia fantasi berwarna biru laut sambil
menikmati ikan yang berenang disekitar
pengunjung, dengan berbagai pilihan
makanan dan minuman yang tersedia.
Pada area 1F memiliki konsep mengajak untuk melihat laut mamiliki banyak
rahasia didalamnya, di area ini pengunjung dipertunjukan tentang kehidupan 200
meter bawah laut dimana terdapat 70 spesies langka didalamnya. Dijelaskan
Gambar 2.43. Suasana
Gambar 2.44. Aqua Lab
Gambar 2.45. Shop - Laut dalam dunia.
Di laut dalam pengunjung dapat
menemukan kehidupan laut dengan bentuk
yang tidak biasa, dimana makanan
mahkluk laut dalam sangat susah sehingga
mengisyaratkan sebuah lingkungan hidup
yang sensitif, cahaya, suhu dan tekananair
yang berbeda pada kedalaman 200 meter.
- Aqua Lab.
Kuliah sejenak dalam aquarium, dimana
pengunjung ingin tau lebih banyak
tentang kehidupan bawah laut, salah satu
staf akan menjelaskan secara mudah
dalam memahami istilah – istilah
tentang mahkluk laut, dengan
menggunakan mikroskop dan video.
- Toko ‘ Blue Manta’
Blue Manta merupakan nama tokok
yang terdapat didalam Okinawa
Churaumi Aquarium pada area 1F,
pengunjung dapat membeli souvenir dan
Kesimpulan dari kedua kasus dapat dilihat pada tabel 2.1 dibawah ini.
Tabel 2.1. Analisa studi kasus
Seaworld Jakarta Okinawa Churaumi Aquarium
fasilitas
Fasilitas yang ada pada
Seaworld, secara keseluruhan
sudah mencukupin dengan
adanya hall dan 7 ruang
pamer
Okinawa churarumi mempunyai
fasilitas pendukung yang lengkap
selain fasilitas utama ruang
pamer.
Cafe, view laut, shop, serta lobby
dll.
Gubahan
masa
Bentuk yang kompleks
dengan pengolahan bentuk
yang mengadopsi sebuah
ombak yang diaplikasikan
pada tampak bangunan.
Bentukan yang dinamis yang
mengedepankan massa bangunan
tunggal, mengadopsi bangunan
ala Barat, mengingat konseptor
desain berasal dari luar.
Ruang dan
susunan
Bentuk denah lebih kaku,
yakni berbentuk persegi,
mengikuti pola ruang area
pamer yang berbentuk persegi
pula.
Bentuk denah unik namun
bercerita, yakni persegi panjang.
Dimana pengunjung diarahkan
menuju awal cerita yaitu
2.1.4. Analisa Hasil Studi
Dari hasil melakukan studi kasus dan literatur didapatkan beberapa
standarisasi-standarisasi serta persyaratan-persyaratan ruang yang akan digunakan
pada obyek rancangan. Antara lain:
- Pada studi kasus Seaworld, fasilitas-fasilitas pendukung dari ruang pamer
seperti Souvenir dan photo studio, dan Smooking Lounge bagi para perokok,
dapat dijadikan pertimbangan program ruang pada objek rancangan.
- Untuk studi kasus Okinawa Churaumi Aquarium yang dapat dijadikan
pertimbangan dalam obyek rancangan adalah pengaturan alur sirkulasi yang
dibagi dalam sebuah skenario cerita dimana ada awal dan akhir, sehingga
pengunjung dapat menikmati fasilitas dengan nyaman sesuai apa yang di
inginkan.
Sedangkan untuk standarisasi yang dijadikan pertimbangan pada obyek
rancangan antara lain: Interior
Interior dari Seaworld, masih
menggunakan nuansa modern
pada seluruh kulit maupun
interior bangunan. Kebutuhan
pasar akan ruang yang
nyaman dan santai pun dapat
tercapai
Pengolahan ruang dalam
diekspose dengan elevasi lantai
yang tinggi agar terkesan
bercerita dan nyaman. Elemen
interior pun dibuat minimalis
modern berwarna serba
monokrom menimbulkan kesan
hight class dan bersih. Elemen
lighting juga diekspos pada area
lobby dengan pemakaian bahan
- Display atau jenis aquarium
Display harus memberikan penglihatan secara keseluruhan apa yang ada
dalam aquarium atau display, hal tersebut sangat berpengaruh dalam
mempertontonkan objek yang ditampilkan.
a. Ruang pamer atau oceanarium ( temporer )
gambar 2.8. ruang pamer atau oceanarium ( temporer )
(sumber : seaworld, 2009 )
b. Ruang pamer atau oceanarium ekosistem ( permanen )
gambar 2.9. ruang pamer atau oceanarium ekosistem ( permanen )
c. Microworld
gambar 2.10. microworld
(sumber : seaworld, 2009)
d. Taouch pool
gambar 2.11. taouch pool
(sumber : seaworld, 2009)
e. Sea shore creature
gambar 2.12. sea shore creature
f. Tunnel
gambar 2.13. terowongan laut
(sumber : seaworld, 2009)
g. Giant oceanarium
gambar 2.14. giant oceanarium
(sumber : seaworld, 2009)
h. Galeri
gambar 2.15. galeri
- Bentuk ruang
Bentuk yang dipergunakan untuk display kebanyakan bujur sangkar dan
bulat. Bentuk bujur sangkar/persegi panjang mempunyai keuntungan radius
penglihatan lebih besar, sedangkan bulat/silinder mempunyai keuntungan
dapat melihat jauh ke dalam (tembus), sehingga bagian yang dibelakang
dapat terlihat dengan jelas dari berbagai arah.
gambar 2.16. Aquarium persegi
panjang
(sumber : seaworld, 2009)
gambar 2.17. Aquarium bulat/ silinder
(sumber : seaworld, 2009)
gambar 2.20. Ruang pemisah
gambar 2.19. Ruang silinder
gambar 2.18. Bent ukan yan g dinamis
(sumber : seaworld, 2009)
(sumber : seaworld, 2009)
gambar 2.21. Jarak pandang
Sumber : NewMetric Handbook, 1981
- Jarak Pandang
- Jarak pandang pengunjung yaitu 1 meter dari obyek sehingga dapat
memperoleh kenyamanan dalam mengamati, maksimal mempunyai sudut
pandang 30o- 45o
- Jarak tinggi obyek yang di lihat 950cm dari titik lantai.
.
• Area oprasional
Ruang oprasional harus diletakan pada sepanjang dinding belakang
aquarium, untuk memudahkan perawatan dan perbaikan pada aquarium.
Lebar ruang oprasional yaitu 2 m, karena membutuhkan ruang gerak dan alat
didalamnya.
gambar 2.22. Area oprasional
- Pengelompokan aktivitas
1.Pengelola
Pengelola adalah badan yang dibentuk oleh pemilik ( owner ), dengan
tugas utama mengelola tugas dan tanggung jawab yang dibagi menjadi:
a. Staff
Posisi pekerjaan yang mengerjakan keorganisasian dan administrasi
gedung.
- Divisi Pemasaran
Bagian yang mengurusi promosi dan pemasaran mulai di
dalam kota hingga keluar negri.
Skema organisasinya – unit promosi
- unit public relation
- Divisi Operasional
Bagian yang mengurusi kegiatan penunjang, misalnya
pertunjukan, penelitian dan perawatan serta pemberian
makan.
Skema organisasinya – unit atraksi dan karyawan
- unit pengunjung dan karyawan
- unit pengadaan
- unit peneliti dan perawatan
- Divisi Keuangan
Bagian ini menangani pemasukan dan pengeluaran keuangan,
Skema organisasinya – unit pemasukan dan pengeluaran
- unit pembukuan dan data
- unit kasir
- Divisi Teknik dan pemeliharaan
Bagian yang menangani perawatan dan pemeliharaan alat
seperti pompa, filter, baju selam, dsb.
Skema organisasinya – unit pemeliharaan bangunan
- unit pemeliharaan alat unit teknik
- Divisi Food dan Beverage
Bagian ini mengkoordinir penyediaan makanan dan minuman
di restoran, café ataupun rumah makan.
Skema organisasinya – Chief cook dan staff
- F dan b supervisor serve
- Chief bartender
- Chief steward dan crew
- Divisi kepegawaian
Bagian ini mengkoordinir pekerja karyawan, keamanan serta
pelatihan dan pengembangan karyawan.
Skema organisasinya – unit hubungan kerja
- unit pelatihan dan pengembangan
karyawan
b. Karyawan
Yaitu mereka yang bekerja membantu menunjang jalannya Seaworld.
2.Penyewa
Penyewa adalah badan atau perusahaan yang bekerja sama dengan badan
pengelola yang menyewa tempat untuk memasarkan produksinya, contoh
restaurant, souvenir, dsb.
3.Pengunjung
Pengunjung adalah orang yang menikmati sekaligus pemakai fungsi
bangunan tersebut, baik dari mancanegara maupun local. Pengunjung dapat terdiri
dari pengunjung umum dan khusus (pelajar).
- Jenis fasilitas atau ruang yang ada.
a. Fasilitas utama
- Lobby / Hall utama
- Counter penjualan tiket
- Oceanarum ( air laut )
- Microworld
- Touch pool
- SeaShore creature
- Terowongan laut ( Tunnel )
- Giant oceanarium
- Gallery
b. Fasilitas penunjang
1. Restoran / café / pujasera
2. Shop / souvenir
3. Telepon umum
4. Gardu santai
5. Fasilitas pelengkap
6. Kantor pengelola
7. Divisi pemasaran
8. Divisi operasional
9. Divisi keuangan
10.Divisi kepegawaian
11.Divisi food dan beverage
12.Divisi pemeliharaan
c. Servis
- Loading deck
- Gudang
- Ruang ganti karyawan
- Ruang dapur dan ruang pendingin <