• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kendala Perempuan ke Parlemen.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kendala Perempuan ke Parlemen."

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

OPNI

RABU

PAH I

NG,

22 JUL!291

5

(

c sA\ruAL 1e48

)

TAHUN LXX NO 284

''KEDAULATAN RAKYAT''

HALAi|/AN

{2

Kendala Perempuan

ke

Parlemen

l

DA

pendapat

menarik

yang

dilon-A

r*0""

Proisupriyoko

dalantulisan

.f

lanalisis

(KB,

4/7/2075t

beberapa

waktu lalu.

Dalam

tulisan

tersebut Prof

Su-priyoko menunjukkan data rendahnya peran

aktif

perempuan Indonesia dalam kepemim-pinan di perguruan tinggi.

Ini

pendapgt yang

menarik. Karena

sesungguhnya rendahnya

perempuan di Indonesia dalam kepemimpinan

tidak hanya di perguruan tinggi. tetapi terlebih

didaiamduniapolitik

:" :,..'., . .

.

Situasi yang

tak

kondusif bagi perempuan berkiprah di dunia

politik

di Indonesia sudah

diramalkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sejak merdeka, Indonesia belum pernah

mencapai

30%"

representasi perempuan di

DPR. Pada pemilu

terakhir

(2014),

jumlah

ke-terwakilan

perempuan bahkan jeblok

lagi di

angkaLf7o dibandingkan dengan Pemilu 2009 yang hampir 19Vo. Padahal,sesuai dengan hasil

penelitian di negara-negara di seluruh dunia,

307, adalah angka minimal untuk dapat meng-ubah kebijakan hingga lebih responsif terhadap

kesejahteraan

rakyat.

Bukan sekadar

untuk

perempuan.

PasangSurut

Dari masake masa, keterwakilan perempuan dalam parlemen memang merrgalami

pasang-sunrt. Pada masa'Orde Bam, keberadaan

pria

sebagai penguasa

yang

agung dan tangguh

telah menempatkan perempuan hanya sebagai pendukung dan penggembira. Keberadaan

pe-rempuan hanya diharapkan secara biologis

sa-ja, melayani suami, melahirkan dan mengasuh anak, juga meng"urus rumah tangga. Bahkan

Dharma Wanita yang notabene mempakan ba-dan resmi pemberdayaan perempuan ternyata

hanya merupakan kedok, karena kenyataannya malah menjadi wadah'pemerdayaan' wanita.

Di sinitugas utama mereka hanyalah

menja-di medium atau alat

untuk

mendukrmg

karier

suami mereka.

Hak

dan kepandaian mereka

sebagai perempuan dan individu tidak dihargai

sama sekali. Dalam ideologi negara 0keibuani

mereka

dituntut untuk

patuh membantu

sua-mi

mereka. Semua

untuk

menjaga

keutuhan

d.an.

keharmonisan

negara

meskipun

harus

mengorbarkan perasaan mereka sendiri. Sebagai penguasa dan penentu

kebiiaksaqa-A.il(efdivttjffi

ffi

an dalam keluarga, pria memiJiki hak sepenuh-nya

untuk

mengainbil setiap keputusan.

Hal

ini

berakibat fatal, karena perempuarr seakan menjadi timpang. Misalnya ketika peiempuan

disakiti

dan ditinggalkan oleh

pria

mereka menjafi gamang bahkan cenderung

menyalah-kan

diri

sendiri. Belum semua perempuan

di

masa Orba berani menJruarakan ketidakadikm'r yang mereka alami. Belum ada

dalil hukum

yang kuatyang dapat melindungi hak-hakme'

reka. Poligami dan perceraian masih menjadi momok

yang mengerikan bagi

perempuan,

karena di antara mereka sendiribelum

timbui

rasa solidaritas. Mereka memi]ih diam karena

mereka menganggap hal

itu

sebagai aib yang

bisa mencoreng wajah mereka.

Setelah Orde

Baru runtuh,

perempu€rn

se-olah ke luar kandang. Mereka berjuang sendiri

&ukan diajukan

oleh pemerintah lagi) Iewat partai

politi\

namun jumlahnya tetap kurang memadai. Dalam Pemilu 2014 terdapat 97

pe-remprran

caleg. Arhinya

jika

se-mua

terpilih,

itu

saja batulT%o

perempuan yang berada dalam badan

legislatif.

Dengan demi-kian, yang

jadi

calon saja masih jauh di bawah kuota.

Diinventarisasi

Bertolak dari

rendahnya re-presentasi perempuan

di

par-Iemen selama ini, maka perlu di-inventarisasi kendala-kedalanya,

agar

kuota

menimal

keterwa-kilan

perempuan

di

parlemen mendatang terpenuhi. Adapun

kendala-kendala tersebut antara

lain:

(1)

faktor

ideologi: adanya anggapan bahwa perempuan

ti-dak cocok masuk dunia

politik.

(2) faktor politik:

perempuan susah

masuk dalam

atmosfer

.klub patriarkal. (3) faktor sosial:

tingkat pendiditan

perempuan yang

lebih

rendah, atau beban

domestik misalnya;

(4)

faktor

ekonomi: tiadanya sumber

eko-nomi

untuk

modal kampanye (data

seluruh

dunia menunjukkan perempuan lebih

mibkin

daripada

lakiJaki);

dan

(5)

faktor kultural:

yang

mendahulukan

laki-laki,

pada

hal

ke-dudukan perempuan sejajar dengan

laki-laki'

Lebih

dari

250 perda

diskriminatif

terhadap

perempuan Indonesia telah dihasilkan DPRD'

Hal

itu

qeharusnya dapat dihindari

jikaketer-wakilan

perempuan

minimal

30Vo,

btsa

tet

penuhi. Sebab, mereka harapan besar b3q

pe1-ubahan proses pembuatan legislasi yarrg berpi-hak pada kaum rentan.

Di negara lai:r, komposisi 307o

kursi

perem-puan di DPR

tidak

dapat diganggu gugat.

Di

Indonesia,

kursi

30% percimpuan

tidak

terpro-teksi denganbaik. Mudah-mudahan dalam

Pe-milu

2019 keterwakilan perempuan sungguh-sungguh diutamakan dan terproteksi. Jika

ti-dak, Indonesia akan menjadi negara

terbela-kang dengan ketdrwakilan perempuan yang

se-lalurendah.

I

- g

*) Drs A

KardiYot

W.hnryrunta MM,

Referensi

Dokumen terkait

HASIL DAN PEMBAHASAN Strategi samudera biru ini merupakan strategi bisnis atau strategi pemasaran yang menganut prinsip bahwa untuk memenangkan persaingan, kita tidak harus

Penelitian yang dilakukan Gustanti (1999) terhadap uji efek anti kanker dadih sapi yang mengandung bakteri Lactococcus lactis terhadap mencit yang diinduksi

Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel masing-masing independen yaitu: intensitas pemeriksaan pajak, kualitas pelayanan aparat

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis yang diuraikan pada bab sebelumnya, mengenai efektivitas program kerja unit pendidikan masyarakat dan rekayasa (dikyasa)

• Proses otomatisasi penyiraman tanaman anggrek dapat berjalan dengan baik berdasarkan nilai kelembaban yang dideteksi oleh sensor SHT-11 yakni ketika kelembaban bernilai di

Petani responden responsif terhadap jagung hibrida varietas BIMA-3 karena memiliki beberapa keunggulan, antara lain benihnya memiliki daya tumbuh yang lebih baik, harga benih

%asil ka#ian mendapati kaedah demonstrasi dan penggunaan kad manual mendapati kaedah demonstrasi dan penggunaan kad manual dapat membantu tiga orang murid Tahun Lima memasang kit

Berdasarkan distribusi frekuensi perubahan Iklim mempengaruhi ketersediaan air pertanian padi sawah umumnya petani padi sawah mengatakan berpengaruh (56.95%) terhadap