• Tidak ada hasil yang ditemukan

Resources Reservation Protocol (RSVP) Untuk Menjamin Quality of Service (QoS) Pada Jaringan Internet.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Resources Reservation Protocol (RSVP) Untuk Menjamin Quality of Service (QoS) Pada Jaringan Internet."

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Resource reSerVation Protocol (RSVP) adalah signaling protocol yang memungkinkan aplikasi internet mendapatkan qualities of service (QoS) yang berbeda-beda dengan cara pemesanan sumber daya (resource reservation) pada jalur yang akan digunakan, biasanya resource yang dipesan itu adalah bandwidth. RSVP bukanlah suatu routing protocol. RSVP dapat diterapkan pada jaringan yang sudah ada dan tidak memerlukan migrasi routing protocol yang baru.

Tiap aplikasi mempunyai kebutuhan performansi jaringan yang berbeda-beda. Beberapa aplikasi, termasuk aplikasi interaktif yang umum, membutuhkan pengiriman data yang handal tapi tidak memerlukan ketepatan waktu yang tinggi. Sebaliknya, aplikasi yang terbaru termasuk videoconferencing, IP telephony, dan komunikasi multimedia membutuhkan ketepatan waktu yang tinggi.

RSVP dapat menyediakan jaringan IP dengan kemampuan untuk mendukung kebutuhan performansi yang berbeda pada tiap jenis aplikasi yang berbeda pula. Dengan menggunakan protokol RSVP pada aplikasi VoIP, delay yang terjadi lebih kecil dibandingkan jika tidak menggunakan protokol RSVP. Hal ini dikarenakan protokol RSVP telah mereservasi bandwidth.

(2)

ABSTRACT

The Resource Reservation Protocol (RSVP) is a signaling protocol that enables Internet applications to obtain differing qualities of service (QoS) with resource reservation procedure, the resource usually mean bandwidth. RSVP is not a routing protocol. Implementing RSVP in an existing network does not require migration to a new routing protocol.

Different applications have different network performance requirements. Some applications, including the more traditional interactive and batch applications, require reliable delivery of data but do not impose any stringent requirements for the timeliness of delivery. Newer application types, including videoconferencing, IP telephony, and other forms of multimedia communications require almost the exact opposite.

RSVP was intended to provide IP networks with the capability to support the divergent performance requirements of differing application types. In VoIP application using RSVP, smaller delay than does not using RSVP. Because RSVP has been reserved some bandwidth.

(3)

DAFTAR ISI

1.2 Identifikasi Masalah ... 2

1.3 Tujuan ... 2

1.4 Pembatasan Masalah ... 2

1.5 Sistematika Penulisan ... 3

BAB II TEORI PENUNJANG ... 4

2.1 Aplikasi Multimedia pada Internet ... 4

2.2 QoS (Quality of Service) ... 4

2.3 Kendala pada Multimedia Network ... 6

2.3.1 Delay ... 7

2.4 Arsitektur Protokol TCP/IP ... 13

2.4.1 Application Layer ... 14

2.4.2 Transport Layer ... 15

2.4.2.1 TCP (Transmission Control Protocol) ... 16

(4)

2.4.2.2 UDP (User Datagram Protocol) ... 16

2.4.3 IP (Internet Protocol) ... 17

2.5 RTP (Real-Time Transport Protocol) ... 18

2.6 RTCP (RTP Control Protocol) ... 19

2.6.1 Fungsi dan karakteristik RTCP ... 20

BAB III RSVP (Resource Reservation Protocol) ... 22

3.1 Integrated Service (IntServ) ... 23

3.2 Differentiated Service (DiffServ) ... 23

3.3 Mekanisme Protokol RSVP ... 24

3.3.1 Admission Control ... 25

3.3.2 Policy Control ... 25

3.3.3 Packet Classifier ... 25

3.3.4 Packet Scheduler ... 26

3.4 Elemen Reservasi ... 26

3.5 Reservation Style ... 28

3.8.1 Application Interface ... 34

3.8.1.1 Register session ... 35

3.8.1.2 Define sender ... 35

3.8.1.3 Reserve ... 36

(5)

3.8.1.5 Error/event upcall ... 36

3.8.2 Traffic control process ... 38

3.8.3 Routing Process ... 39

BAB IV Aplikasi RSVP ... 42

4.1 Aplikasi Menggunakan RSVP ... 42

4.2 Merge reservation ... 43

4.3 RSVP pada Network yang Besar ... 45

BAB V KESIMPULAN ... 47

5.1 Kesimpulan ... 47

5.2 Saran ... 47 DAFTAR PUSTAKA

(6)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel II.1 Parameter yang mempengaruhi performansi tiap layanan …….. 6

Tabel II.2 Besaran Bandwidth [2] ………... 12

Tabel II.3 Bandwidth pada berbagai jaringan [2] ……… 12

Tabel III.1 Perbandingan IntServ dan DiffServ [5] ………. 24

Tabel III.2 RSVP Style [1] ……….……….. 28

Tabel III.3. RSVP Header [1] ……… 30

Tabel III.4 Field Header [1] ………. 30

(7)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar II.1 Packet Lost [5] ……… 10

Gambar II.2 Analogi Bandwidth [2] ……… 11

Gambar II.3 Perbandingan Protokol TCP/IP dengan OSI (Open Systems Interconnection) [2] ………... 14

Gambar II.4 Pemrosesan Data untuk Dikirimkan [2] ……….. 14

Gambar II.5 Application Layer [2] ……….. 15

Gambar II.6 Transport Layer [2] ……….………… 15

Gambar II 7 RTP adalah sub-layer pada transport layer [5] ……….. 18

Gambar II.8 Sender dan receiver mengirimkan pesan RTCP [5] …………. 19

Gambar III.1 Informasi user dikirimkan ke RSVP receiver [1] ……… 25

Gambar III.2 Multicast dan receiver oriented [5] ………. 27

Gambar III.3 RSVP Header [1] ……… 29

Gambar III.4 Object Header [1] ……… 30

Gambar III.5 Distibusi Multicast dan Unicast [1] ………. 34

Gambar III.6 Routing yang melalui router non-RSVP [1] ……… 40

Gambar IV.1 Delay trafik Picayune dan Cherokee [4] ………. 42

Gambar IV.2 Delay antara Klamath dan Mogehan [4] ………….………… 43

Gambar IV.3 Topologi merge reservation [3] ……….………. 43

Gambar IV.4 Hasil merge reservation [3] ……… 44

Gambar IV.5 Topologi RSVP pada Network yang Besar [3] ………. 45

Gambar IV.6 Hasil RSVP pada Network yang Besar [3] ………...… 46

(8)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Teknologi multimedia networking sekarang ini berkembang sangat pesat. Internet dapat diakses untuk mendengarkan siaran radio dan TV baik secara live ataupun rekaman. Dengan adanya akses internet dengan kecepatan tinggi di rumah-rumah, muncul tren baru untuk mendapatkan program video favorit lewat internet daripada menggunakan satelit atau siaran TV tradisional. Jika sekarang internet dapat digunakan sebagai telepon maka 10 tahun kemudian, internet dapat menggantikan sistem telepon circuit switch. Internet bukan hanya dapat menyediakan fasilitas telepon yang lebih murah, namun dapat memberikan banyak layanan tambahan seperti video conference, voice messaging service, dll.

Internet telah digunakan sebagai media yang cukup handal untuk transmisi data. Protokol TCP/IP (Transfer Control Protocol/Internet Protocol) telah didesain untuk trafik jenis ini dan dapat bekerja dengan baik. Pada TCP/IP semua aplikasi dianggap sama, network akan melayani dengan metoda first come first served. Mekanisme kontrol TCP (Transfer Control Protocol) seperti ini dapat mengganggu pengiriman data. Untuk layanan non-real time seperti FTP (file transfer protocol) data, hal ini tidak menjadi masalah.

(9)

2

Sewaktu membicarakan mengenai resources dalam konteks internet maka akan berhubungan dengan bandwidth. Protokol RSVP (Resource Reservation Protocol) memungkinkan suatu host atau klien mereservasi bandwidth yang

tersedia pada network.

1.2 Identifikasi Masalah

1. Bagaimana protokol RSVP menangani aplikasi yang bersifat real-time ? 2. Bagaimana bila terjadi kesalahan pada salah satu modul RSVP sewaktu

mereservasi resource ?

3. Bagaimana mekanisme reservasi resource pada RSVP ?

1.3 Tujuan

ƒ Mempelajari bagaimana protokol RSVP menangani aplikasi yang bersifat real-time, bagaimana bila terjadi kesalahan pada salah satu modul RSVP sewaktu mereservasi resource dan mempelajari mekanisme reservasi resource pada RSVP.

1.4 Pembatasan Masalah

ƒ Tugas akhir ini tidak membahas keamanan data pada RSVP.

(10)

3

1.5 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan tugas akhir ini terdiri dari lima bab, yaitu :

Bab I PENDAHULUAN

Menjelaskan tentang latar belakang, identifikasi masalah, tujuan, pembatasan masalah dan sistematika penulisan.

Bab II TEORI PENUNJANG

Bab ini menjelaskan mengenai jenis aplikasi multimedia, QoS (Quality of Service), kendala pada multimedia network, dan protokol TCI/IP.

Bab III RSVP (Resource Reservation Protocol)

Bab ini akan membahas mekanisme protokol RSVP, RSVP header, RSVP message type, RSVP interface.

Bab IV Aplikasi RSVP

Bab ini akan memperlihatkan aplikasi yang menggunakan protokol RSVP, implementasi RSVP pada network yang besar.

Bab V Kesimpulan dan Saran

(11)

47

BAB V

KESIMPULAN

5.1 Kesimpulan

Dari studi yang telah dilakukan maka dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu :

1. Protocol ini digunakan oleh router untuk mengirimkan permintaan QoS. Hasil dari permintaan ini adalah pemesanan sumber daya (resource reservation) pada jalur yang akan digunakan, biasanya resource yang dipesan itu adalah bandwidth. RSVP meningkatkan QoS pada network dengan tipe aplikasi yang berbeda-beda seperti video conference, IP telephony dan aplikasi multimedia lainnya yang bersifat real time.

2. Bila terjadi kesalahan dalam salah satu modul admission control dan policy control, akan terjadi RSVP error, yang berarti request tidak akan dipenuhi. Bila kedua modul ini berjalan dengan baik, maka RSVP akan membentuk parameter packet classifier dan packet scheduler.

3. Mekanisme reservasi resource pada RSVP terdiri dari dua elemen yaitu flowspec dan filterspec.

5.2 Saran

Adapun saran yang dapat diambil adalah :

(12)

48

DAFTAR PUSTAKA

[1] Braden, R. Ed., Zhang, L., Berson, S., Herzog, S., and Jamin, S., Resource ReSerVation Protocol (RSVP) - Version 1 Functional Specification, University of Michigan, 1997.

[2] CCNA v3.0, Cisco Networking Academy Program, Cisco System Inc.

[3] Greis, Marc, RSVP /ns : An Implementation of RSVP for the Network Simulator ns-2, Computer Science Department IV, University of Bonn.

[4] Kent, William, Skehill, Ronnan., Lenihan, Nicola., and Barry, Michael., OPNET Simulation of the REALM Network, Department of Electronic and Computer Engineering, University of Limerick, Ireland.

[5] Kurose, James F., and Ross, Keith W. Computer Networking A Top-Down Approach Featuring the Internet, 2nd Edition, Addison-Wesley, 2000.

[6] Stalling, W., Data and Computer Communication, 7th Edition, Prentice Hall, New Jersey, 2004.

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil pengukuran pada skenario keempat untuk layanan IPTV berupa VoD yang dilewatkan pada jaringan MPLS QoS dengan beban trafik sebesar 40% dan parameter yang diamati berupa

Quality of Service (QoS) merupakan metode pengukuran tentang seberapa baik jaringan dan merupakan suatu usaha untuk mendefinisikan karakteristik dan sifat dari

Metode penelitian ini adalah penerapan Quality of Service (QoS) yang digunakan untuk mengukur kualitas bandwidth internet yang berjalan pada Wireless LAN dengan

Parameter yang akan diukur adalah QoS dan MOS, untuk Quality of Service (QoS) pada layanan Mobile VoIP pada HSDPA adalah delay end to end, packet loss dan

Pada tahap ini yaitu melakukan identifikasi masalah yang ada untuk membuat dasar penelitian dengan cara melakukan analisis Quality of Service (QoS) awal pada

kampus UMRI, hasil perhitungan yang berupa persentase tersebut akan dibandingkan dengan standarisasi Quality of Service (QoS) versi TIPHON, sehingga dapat dikategorikan

Analisa Quality Of Service Layanan Video Call Berbasis Internet Protocol Multi Media Subsystem Pada Jaringan Ip Versi 6 (Bongga Arifwidodo) Variasi beban trafik yang

Hasil QoS Jarak Sedang Setelah Penerapan Gambar 54 QoS Jarak Jauh Download dan Upload Gambar 54Menampilkan hasil Speedtest jaringan internet di rumah client dengan jarak dekat