11
Mengeva uasi Kesiapan Hukum Perdata Nas onal lndonesia dalam Menghadap Tantangan Masa Depan
r, 9-
1
APK
PROCEED NG
PAPERS PLENARY SESSION
HUKU
IL
PROCEEDIN
(PAPER PLENARY SESSION)
KONFERENST NASIONAL HUKUM PERDATA
MENGEVALUASI KESIAPAN HUKUM PERDATA NASIONAL IND ONESIA DAI,AM MBNGHADAPI
TANTANGAN
MASADEPAN
PROCE D NG
(PAPER PLENARY SESSION)
KONFERENSI NASIONAL HUKUM PERDATA
MENGEVALUASI KESIAPAN HUKUM PERDATA NASIONAL INDONESIA DALAM MENGHADAPI
TANTANGAN
MASADEPAN
Diselenggarakan
OIeh:ffi
AsosIAsI PENGAJAR HUKUM KEPERoATAAN
ASOSIASI PENGAJAR HUKUM KEPERDATAAN
Proceeding (Paper plenary Session)
KONFERENSI NASIONAL HUKUM PERDATA
Menganaluasi Kesiapan
Hukum perdata Nasional
Indonesia dalamMenghadapi Tantangan Masa Depan
Copyright O November 2014
Pertama kali diterbitkan di Indonesia dalam Bahasa Indonesia. Hak Cipta dilindungi oleh undang-undang. Dilaran-g mengutip atau memperbanyak baik sebagian ataupun keseluruhan isi buku dengan cara apapun tanpa izin terturis dari pene"rbrt.
Ukuran: 16,5x24 cm; Halaman: 102 IS BN: 978{0 2-7642-33 -z
Penulis:
Suhariningsih, dkk
Cooer: Wawan S. Fauzi, Lay Out: Hikmatus Silmi Diterbitkan atas kerjasama:
Asosiasi Pengajar Pengajar Hukum perdataan (ApHK) dan Universitas Lambung Mangkurat
Dicetak oleh:
Intrans Publishing Wisma Kalimetro
)1. Joyosuko Metro 42 Malang, jatim
Telp. 0341 -57 3650, 7 079952 Fax. 0341-588010
Email : [email protected] intra [email protected]
Sebaah Pengantar
Prof. Dr. Y. Sogar Simamora, S.H., M.Hum.
Ketua APHK
Yang terhormat Para Kolega dan Mitra Kerjasama,
AsosiasiPengajar Hukum Keperdataan (APHK) merupakan asosiasi profesi bagi para dosen yang mengajar pada bidang
Ilmu Hukum
Ke- perdataan yang bervisiuntuk
mendorong dilakukannya pembaharuan Hukum Perdata di hdonesia. Hal ini dilatarbelakangi oleh suatu kenyata- an bahwa hingga saatini
sebagian besarHukum
Perdatadi
Indonesia merupakan peninggalan Kolonialisme Hindia Belanda. Untukitu,APHK
melakukanberbagai kegiatan ilmiah yang melibatkan seluruh dosen yang tergabung dalam APHK
untuk
memberikankontribusi
pemikiran bagi terwujudnya suatu pembaharuan Hukum Perdata di Indonesia yangdi
masa mendatang dituntut untuk dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks. Pertemuan pertama untuk menginisiasi
APHK
telah dilakukan dengan sukses di Surabaya dengan tuan rumah Fakultas Hukum Universitas Airlangga pada 34 September Z}74yangtelah berhasil menghimpun 107 dosen yang mengajarpadabidang Ilmu Hukum Keper- dataanbaik PTN dan PTS di seluruh lndonesia. Sesuai dengan rekomen- dasi pada pertemuan pertama, maka pertemuan di tahun 2014 diselengga- rakan di Banjarmasin dengan tuan rumah FakultasHukum
Universitas Lambung Mangkurat.Pada pertemuan
di
Banjarmasin, APHK menyelenggarakan Kon- ferensi Nasional yang mengambil tema "Mengevaluasi KesiapanHukum
Perdata Nasional Indonesia Menghadapi Tantangan Masa Depan." Tema tersebut dipilih karena isu regionalisrne sangat mengemuka di mana pada tahun 2015Indonesia akan masuk dalam Masyarakat ASEAN. Dalam kon- ferensi kaliini
telah diseleksi makalah-makalah terpilih yang akan dipre- sentasikan dan didiskusikan dalam forum ilmiah tersebut. Para akademisi, praktisi hukum dan pengambil keputusan diharapkanturut
hadir untuk bertukar pikiran dan berdiskusi demi terwujudnya Hukum Perdata Na- sional lndonesia yang mampu menjawab tantangan jaman. Hasil pemi-j
kiran dari konferensi ini akan didokumentasikan dalam bentuk prosiding dan akan disampaikan kepada para stakeholders, terutama eksekutif dan legislatif, sebagai salah satu pertimbangan dan mazukan bagi para pengam-
bil
keputusan.Akhimya, kami
yakin bahwa kegiatanini
merupakan evenilmiah
yang luar biasa dan merupakan kesempatan yang sangat baik bagi seluruh pihak untuk
turut
berpartisipasi dan berkontribusi nyata bagi suatu pe- rubahan demi terwujudnya Hukum Perdata Nasional Lrdonesia yang le- bih baik.Salam hangat Ketua APHK,
Prof. Dr. Y. Sogar Simamora, S.H.,
M.Hum
SUSUNANACARA
KONFERENSINASIONAL
Baniarmasil,
5'7Iuni
2014Kamis,5Iuni
201408.30
-
09.00Pembukaan Konferensi Nasional, Rektor
Universi-
tas Lambung Mangkurat Registrasi
09.00
-
09.15Keynote Speech, Y.M. Ketua Mahkamah Agung RI 09.1s
-
09.4sCoffee Break 09.45
-
10.00Plenary Session:
Moderator: Prof. Dr. Y. Sogar Simamora, S.H., M.Hum.
- Prof. Dr. Nindyo Pramono, S.H., M.S' (Hukum Bisnis Dalam Kerangka Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015) - Prof. Dr. M.Isnaeni, S.H., M.S. (Dinamika
Hukum
)aminan di Indonesia)
- Prof. Dr.
Anwar
Borahima, S.H.,M.H. (Dinamika
Badan Usahadi
Era Globalisasi)- Prof. Dr. RosaAgustina, S.H., M.H. (Perbuatan Me- Ianggar Hukum oleh Badan
Hukum)
Lunch Break 12.30
-
13.30Paratlel Session 1.1 Hukum Perdata Indonesia dalam Era Perdagangan Bebas ASEAN 2015
- Mengevaluasi Hukum Persaingan Usaha
di ln-
donesia dalam Menyongsong Era Pasar BebasASEAN 2015
(Ria Setyawati dan Budi Kagramanto)
- Pilihan Hukum Perdata dalam Menghadapi Pasar Bebas Beserta Persoalannya
(Rini Fidiyani)
- Pergeseran Metode Pendekatan dalam
Hukum
Dagang sebagai Antisipasi Globalisasi Ekonomidi Indonesia (Pujiono)
- Perlindungan Hukum Hak-Hak Petani Dalam Perdagangan Global (Moch. Najib
Imanullah)
10.00
-
12.3013.30
-
15.30Parallel Session 12 Dinamika Hukum Hak Kekayaan Intelektual di Indonesia
- Perlindungan Hukum Merek Terkenal
(Ag,r.g
Sujatmiko)- Eksistensi Indikasi Geografis diJawa Tengah
(Ditin-
jau dari Pendaftaran Lrdikasi Geografis)(Rindia Fanny Kusumaningtyas)
- Hak Kekayaan hrtelektual sebagai Alat Koleteral (Djumadi)
- Rancangan Undang-Undang Pengetahuan Tladisio.
nal dam Ekspresi Budaya lnternasional ditinjau dari Aspek Benefits Pasal 8jUNCBD (yenny Eta Widyanti)
13.30
-
15.30Parallel Session 1.3 Perkembangan Hukum Jaminan di Indonesia
- Implikasi Diundangkannya Undang-Undang Nomor
1 Tahun 2009 tentang Penerbangan Terhadap Jami- nan Pesawat Udara di Lrdonesia
(Leonora Bakarbessy)
- Parate Eksekusi atas Jaminan Fidusia (Mencari Model Eksekusi Jaminan Fidusia)
(Markus Suryoutumo)
- Membangun Kelembangaan Hak atas Merek sebagai Lrtangible Asset dalam Perspektif ]aminan Fidusia
di Indonesia (Sri
Mulyani)
- Kaj i an Kebendaan Digi tal dalam Hukum Keperdataan Indonesia (Abdul Salam)
15.30 Coffeebreak, end of da 1
Jum'at,6Iuni
201408.15
-
08.30 Registrasi08.30
-
11.00 Plenary Session:Moderator: Prof. Dr.
Ahmidu Miru,
S.H., M.H.- Prof. Dr. Suhariningsih, S.H., S.U. (Hukum perdata lndonesia dalam Perspektif Pluralisme Hukum Ke-
luarga)
- Prof. Dr. Herowati Pusoko, S.H., M.H. (Penegakan Hukum Perdata
Materiil
yang Menjamin KepastianHukum)
- Prof. Dr. Agus Yudha Hemoko, S.H, M.H. (Pergese- ran Prinsip-prinsip
Hukum
Kontrak)- Prof. Dr. Abd. Shomad, Drs', S.H., M.H- (Syariah
Compliance dalam Transaksi Bisnis) Wrap dan coffee break
11.00
-
11.15Parallel Session 2.1 Hukum Konhalc Penerapan Prin- sip
Itikad
Baik sebagai Salah Sahr Penilaian Keabsa-han
Kontrak
- Penerapan Konsepsi Consideration sebagai Salah Satu Syarat Sahnya Perjaniian (Studi Perbandingan
Hu-
kum Perdata) (Susilowati)- Prinsip Itikad Baik dalam Perspektif Nieuu.r Burgerliik Wetboek (NBW) : Pelajaran Bagi lndonesia
Menuju
ReformasiHukum
Kontrak? (Fifi Junita)- Prinsip Itikad Baik dalam Perianjian Pengikatan Jual Beli Hak atas Tanah (Muh. Satria Muldjabar)
- Perbandingan Asas-Asas Hukum Perianjian Menu- rut BW, Hukum Adat dan Hukum lslam dalam Rangka Menuju
Hukum
Perjanjian Nasional (Djumikasih)Paratlel Session 2.2
Hukum
Pertanahan Nasional:Upaya Mendukung Pertumbuhan Ekonomi di
Indo-
nesia- Kaj ian Yuridis Terhadap Pembangunan yang Dilaku- kan Oleh Pihak Swasta di Atas Tanah Hak Penge- lolaan (Merry Tjoanda)
- Penegakan Hukum Lingkungan dalam Upaya Men- dukung Investasi Pertambangan yang Berkelaniu-
tan (Nur Sulistyo Budi Ambarini)
- Urgensi PengadilanAgraria yang Berbasis Perlindu- ngan Terhadap MasyarakatAdat Sebagai Lembaga Penyelesaian Konflik Agraria yang Berkeadilan So-
sial (Diah Pawestri Maharani)
Parallel Session 2.3
Dinamika Hukum
Orang dan Keluarga di Indonesia- Masalah Pluralisme Batasan Umur Kedewasaan Da-
lam Hukum Perdata
Materiil
Indonesia (DianLatifiani)
- Pembatalan Perkawinan dalam perspektif
Hukum
Islam (Fiska Silvia RadenRoro dan GhanshamAnand)
- Dekonstruksi Hukum WarisAdat di lndonesia (Ana- lisis Putusan Mahkamah Agung No. 104gK/?
dtl2)t2)
(Victor lmanuel W. Nalle dan Ryna Frensiska)
-'
13.15-
14.15 Lunch break14.15
-
16.15Parallel Session
3.l Kapita
SelektaHukum
Bisnis- Penerapan Prinsip Vicarious Liabili$ dalam
Hukum
Perburuhandi
Indonesia(Ratih Dheviana Puru Hitaningtyas)
- Asas Kebebasan Berkontrak dalam Perjanjian Kerja (Budi Santoso)
- Peranan AsuransiJiwa di Indonesia dalam Mengha- dapi Persaingan Pasar Bebas
(Zahry Vandawati Chumai da )
Parallel Session 3.2 Perlindungan Konsumen dan pe- megang Hak Kekayaan
Intelektual
Menyongsong Pasar Bebas- Prinsip Keadilan dalam Perlindungan Nasabah (Uswatun Hasanah)
- Perlindungan Konsumen Muslim dalam Menyong- song Era Pasar Bebas (Hanum Rahmaniar
Helmi)
- Penerobosan Asas Kebendaan sebagai Perlindungan Bagi Pemegang Hak Kekayaan Intelektual
(Dewi Sulistiangsih)
Parallel Session 3.3 Perkembangan Hukum Ekonomi lndonesia dalam Peningkatan Keseiahteraan Masya- rakat
- Harmonisasi Ex-ante dan Ex-Post Kebijakan Perban- kan Nasional dalam Menanggulangi Krisis Keuangan
(Yuniarti)
- Konsep Legal Representasional sebagai Upaya Untuk Meningkatkan
Nilai
Ekonomis Aset Pelaku UsahaMikro
(Rhido Jusmadi)- Altematif Pembiayaan Usaha
Mikrc
KecilMenmgah Melalui
Sukuk (Surat Berharga Syariah Negara) (MasRahmah)- Peran dan Tanggung Jawab Dewan Pengawas Syari- ah (DPS) dalam Menjaga Risiko Reputasi (Reputation Risk) yang dihadapi Perbankan Syariah Demi Tercip- tanya Pertumbuhan Perbankan Syariah yang Sehat (Nun
Harieti)
15.1s
-
16.30 Penutupan Konferensi 15.30-
17.00 CoffeeBreak17.00
-
18.00 RapatPlenoAPHK18.00
-
18.30 Break (ShalatMaghrib)18.30
-
19.30 Rapat Pleno APHK (Lanjutan)19.30 Closing,MakanMalam
Sabtu,7
|uni
2014: Acara BebasPerhatian:
Susunan acara
ini
bersifat sebagai panduan bagi Panitia Pelaksana dan Peserta. Dalam implementasinya dapat disezuaikan menurut syarat yang dianggap baikDAFTAR ISI
1. Suhariningsih
Hukum
Perdata Indonesia dalamperspektif
... 12. Moch.Isnaeni
iPeran
Hukum
Jaminan dalam Bisnisperbankan
... 113. Anwar
BoharimaDinamika
Hukum yayasandi
Era Globalisasi4.
Herowati Poesoko25
Problematika Hukum atas Eksekusi Jaminan Kebendaan ... 41
5.
Abd. ShomadSharia Compliance dalam Bisnis Bank Syariah
6.
Agus Yudha HernokoPergeseran
Prinsip-prinsip Hukum Kontrak
7.
RosaAgustinaPerbuatan Melawan
Hukum
BadanHukum
79\r
O
leh:
Agus Yudh aHernoko"
Pendahuluan
Ketika pihak panitia meminta saya untuk mengisi salah satu sessi
pacia
"PergeseranPrins
gsubstansialdane
tersebutsudalbergeso dmi tempatnya (manoahnya?)". Pertanyaan ini terkesan mengada- ada atau bahkan agaknakal bagi sebagian oran g awan (tlw man on the street), namun bagi penikmat dan pemerhati hukum kontrakiustm menarik
un-
tuk dianalisis dan dikritisi- Dimensi serta spektmmnya tidaksekedarmen- jadi bahan renungan dogmatif, bahkan lebih dari itu menukik pada tata- ran teori mauPun filosofi spekulatifnya-Mengawali diskusi sederhana tentang "Pergeseran PrinsipPrinsiP
Hu- kum
Kontrak",r kiranya perlu unfuk menelusuri dimensi transendental proses lahimyaprinsipprinsip
hukum kontrak- versi imaginatifini
saya awali dengan di alog antara Tuhan dengan Adam-Hawa, sebagaiberikut
' Makalah disampaikan pada plenary scssiom dalam Konferensi Nasional dan Pertemuan Asosiasi Pengajar Hukum Keperdataan, Banjarmasin 5-7 Jtni2Ol4'
- Guru Besar pada Fakultas Hukurn Universitas Airlangga, Surabaya- urur'.
Ourr- h.rlisan ini saya mengtunakan dua istilah yang bermakna sama, yaitu prinsip atau
PERGESERAN PRINSP.PRINSIP HUKUM
KONTRAK*
PROCEEDING
Tuhan: Hai Adam dan Hawa, maukah kamu
Aku
beri limpahan nikmat atas Surga dan segala isi- nya?Adam-Hawa: Dengan senang hati kami berdua me- nerima segala anugerah dan nikmat yang Eng- kau berikan, Wahai Tuhanku!
Tuhan:
Mulai
saatini
surga beserta segala isinya meniadi mililsnu berdu4 tetapi satu permintaan- Kra "|anganlah kalian mendekati pohon itu dan memakanbuahnya!"Adam-Hawa: Baik Tuhanku, kami berdua berjany'i untuk patuh akan se- muaperintah-Mu!
Kisah selanjutnya serta akibatnya sudah pernbacaketahui, dan cobalah temukan
pinsip-pinsip
hukum kontr ak diilalamny a sert a ilay a kcrj any a!Bagi orang awam, memahami kisah ini seperti dongeng furun temu- run dari orangtua kepada anaknya dari mulut ke
mulu!
namun bagi ma- syarakat akademis kisah ini sangat inspiratif dan membawa pesan moral yang sangatkuat tentang, i.c.prinsipprinsip
hukum kontrak serta imple- mentasinya dalam dunia nyata. Bahkan apa yang tertuIis dalamberbagai kitab h'Jkum pada masa Mesopotamia, Yunani, Romawi sampai era mo- dern sekarang ini pada dasamya derivatifnilai-nilai
sorgawi yangditu-
runkan. Prinsipprinsip hukum kontrak, semisal: kebebasan berkontrak, konsenzual isme,
piaity
of mn tr act, p act a sunt seroandn, ittkadbaik maupun proporsionalitas, pada hakikatnya bersumber dari sorga yang dapatdi-
telusuri dan dianalisis dari dialog di atas.Prinsip atau Asas Pokok Dalam Hukum
Kontrak
Mencermati prinsip atau asas di bidang hukum kontrak ternyata de- mikian beragam, antara lain sejalan dengan sudut pandang, aliran serta perkembangannya. Beberapa ahli mengidentifi kasi asas atau prinsip hukum kontrak, antara lain:
a.
Niewenhuis2 dalam disertasinya (Driek
girselen orn mntr actenrecht), r.,:te-nyebut tiga asas dalam hukum kontrak, yaihl; autonomie-beginsel (asas otonomi), aertrouwensbeginsel (asas kepercayaan), causa-beginsel (asas causa). Sementara ih-r dalam bukunya yang lain dengan
judul'Hoofd-
stukken Verbintennissenrecht" (Pokok-Pokok Hukum Perikatan), Niewen- huis, menyebut tiga asas hukum kontrak dan perkecualiannya,
yaituf
2 J.H Niewenhuis, HooJstakken Verbintennissenrccht, Kluwer-Deventer, 1975, h_ 5
r J H.Niewenhuis, Dric Beginselen uan Contractenrecrrl, Kluwer-Deventer, 1979, h. 63-72.
68
AGUSYUDHAHERsIoIoIPERGESERANPRINSIP.PRINSIPHUKUMKoNTRAK
i.Asaskebebasanberkontrak(menurutbentukdanisi)denganper-
kecualian kontrak-kontrak formal danriil
(bentuk) dan syarat causa yang diPerbolehkan (isi);ii.Asasdayamengikatkontrak(perkecualian:dayapembatasitikad
baik dan ou ermadrt), darriii.Asasbahwaperianiianhanyamenciptakanperikatandiantarapara pihak yang berkmtrak (perkecualian janji demi kepentingan
pihak
ketiga).b. M.Isnaenia ggaHukum
Kontrak,
ya
aiar denganasas-asas Ia
i.
asasPacta sunt *ruanda,ii.
asas kesederajatan,tii. asasPriaitY of onhact, iv. asas konsenzualimre, dan
v.
asasitikadbaik.i.
asas kebebasan untuk mengadakankontrak
ii.
asas menjamin perlindungan bagi kelompok-kelompok ekonomi lemah,iii. asas
itikadbaik,
iv. asaskeselarasan,v.
asaskesusilaan,vi. asas kePentingan umum,
vii.
asas kePastian hukum, viii. asas P act a sunt xroanda'd.
Asas-asas dalam kontrak komersial menurut UNIDROIT adalah seba- gai berikut:6{ M- Isnaeni, "Hukum Perikatan Dalam Era Perdagangan Bebas" ' Pelal-ihon Huku Bagi Dosen dan Praktisi, Fakultas Hukum Universitas Airlangga' Swabaya' 6-7
m Perikatan September 2006, h. 5
j Tim pengembangan Hulum Ekonomi (ELIPS), Model Pengembongat Hukum Ekotomi' Proyek ELIPS, Jakarta, 198, h- 91-
; T"ry"r,, Soenandar, Prinsip-Priasip UNIDROIT Scbagai Sumbcr Hukum Kontrak datr Pctryelesaian Bisnis Internasional, Sinar Grafika' f akarta' 2004' h' 36'
69
PROCEEDING
i.
Asas kebebasan berkontrak.ii.
Asas itikad baik(goodfaith) dantransaksijujur
(fair ilealing).iii'
Asas diakuinya kebiasaan transaksi bisnis di negara setempat.iv. Asas kesepakatan melalui penawaran (offer) dan penerim aan (ac_
ceptance) atau melalui tindakan.
v
Asas larangan bemegosiasi dengan itikad buruk- vi. Asas kewajiban menjaga kerahasiaan.vii.
Asas perlindungan pihak lemah dari syarat_syarat baku.viii.Asas syarat sahnya kontrak.
ix.
Asas dapat dibatarkannya kontrak bira mengandung perbedaan besar (g.ross itisp ar i ty).x.
Asas contra proferentem dalam penafsiran kontrak baku.xi'
Asas menghormati kontrak ketika terjadi kesuritan (hardship).xi i - Asas pembebasan tangg,ng ja wab dalam keadaan mem aksa (for ce
majeur).
e'
Menurut saya beberapa asas hukum kontrak yang bersifat fundamen- tal, antara lain:i.
Asaskebebasan berkontrak.ii.
Asas konsenzualisme.iii. Asas
privity
of contract iv. Asas pacta sunt seraanda.v
Asas itikad baik.vi. Asas proporsionalitas.
Terkait dengan asas-asas hukum kontraksebagaimana tersebut di atag para sarjana memberi porsi perhatian yangberbeda, namun daram bebe- rapa hal terdapat persarnaannya. Dari berbagai asas hukum yang terdapat dalam hukum kontrak terdapat empat asas yang dianggap sebagai soko
guru
hukum kontrak, yaitu:7a.
Asas kebebasan berkontrak.b.
Asaskonsenzualisme.c-
Asaspacta sunt seraanda.d.
Asas itikad baik.70
-
7 Nindyo Pramono dalam makalah yang berjudul, -Kontrak Komersial: pembuatan dan Penyelesaian sengketa," dalam acara 'peraiihan'Hukunt pcrikaton Bogi Dosen dstr praktisi, Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Srrrabaya, 6_7 September 2006, h. 1_3.
AGUS YUDHA HERNOKO I PERGESERAN PRINSIP.PRINSIP HUKUM KOMTRAK
Bukan
Pergeseran Prinsip an sich, NamunDinamika
Proporsi DayaKerianya
Sebagai bidang ilmu yang
memiliki
dimensi paling luas serta me- nyen tuh be rbagai aspek kemasyarakatan, bidan g hukum kontraktumbuh
dan berkembang seialan dengan dinamika kompleksitas serta problematika yang ada di masyarakat. Dalam bisnis, pertukaran kepentingan para
pihak
senantiasa dituangkan dalam format kontrak mengingat "Setiop langkah bisnis adalah langkah hukum" - Ungkapanini
merupakan landasan utama yang harus diperhatikan para pihak dalam berinteraksi di dunia bisnis, dimana hukum (i.c. khususnya kontrak) merupakan simpul utamayang
menghubungkan kepentingan mereka. Meskipun acapkali para pelakubi snis ti dak menyadarinya, namun perlu diingat bahwa setiap pihak yang memasuki belantara bisnis pada dasarnya melakukan langkah-langkah hukum dengan segala konsekuensinya.E
Kekeliruan mendasar dalam praktik bisnis ftalau tidak dapat disebut kesesatan), ketika muncul problematika yang berujung pada sengketa, maka format serta substansi penyelesaiannya berkutat pada
tafsir-tafsir
gramatikal-tekstual sehingga muaranya pada "keraguan akan kebenaran".Hal ini
tidak terlepas dari sudut pandang serta instrumen yangdiper-
gunakan dalam menyelesaikan masalah, serta tidak dijadikannyaprinsiP
atau asas sebagai bagian penting dalam memahami, meneiaah serta menye- lesaikan problematika tersebut. Pada kasus atau situasi ketika tafsir-tafsir gramatikal-tekstual tidak dapat menyelesaikan, maka seyogyanya sPek- trumnya ditingkatkan pada dimensi prinsip atau asasbahkan pada tata- ran filosofisnya. Oleh karena itu penting memahami esensi dan urgensi hukum yang diharapkan, dibangun dan diimplementasikan Para
pihak,
yang mampu mewuiudkan ide-ide hukum yang bersubstansikan keadilan dan kepastian.Pe rtany aan " ap akah meman g p r insip -p rin s ip t e r seb u t
sudahbergeserdaritempatnya(marwahnya?)",hendaknya Filstat tidak dimaknai bergesemya prinsip "sebagai fundamen
atau penopang atau soko guru yang bersifat meta
norma
rmridari sebuah strukturbangunan (i.c. kontrak)". Karakter
prinsip sebagai meta norma tidak akan pernah
bergeser
dosmatikdari hakikatnya, namun daya kerjanya yang bergerak
E " setiop langkah bisnis adalah langkah hukum" pernyataan ini merupakan tesis (pendapat saya) yang senantiasa saya sampaikan dalam berbagai kesempatan. Tiada satupun langkah- langkah bisnis di dunia ini tanpa di dalamnya terkandung dimensi hukum. Dimensi hukum yang komprehensif senantiasa membingkai serta memformat hubungan hubungan para pihak. fustru melalui format hukum sebuah proses bisnis akan mampu mencapai sasaran/tujuannya, (i.c, efisiensi - profit) Periksa Agus Yudha Hernoko, Hukunt Ptrjnnjian: Asos Proporsionalilas Dalant Korrlrttk Komersial, Kencana Prenada Media Group, Jakarta, 2070, h- 74-
77
PROCEEDING
sesuai karakteristik masing-masing kontrak dimungkinkan mengalami Pergeseran.
a-
Asas Kebebasan Berkontrak pada Masa Awal rerbentukn y aBurgolijk
Wetboek(BW)
pancaran hak asasi manusia.e Asas ini bersumber serta dilatarbelakangi oleh fahamindividualisme yang secara embrional lahirdalam zaman
yu-
samaan dengan
lahirnya
paham ekonomi klasik yang mengagungkanlaissez faire atau persaingan bebas. r0
Kebe-basan berkon tra k berkembang dil an dasi semangat liberal isme yang mengagungkan kebebasan individu. perkembangan ini seiring de- ngan penyusunan BW di negeri Beland4 dan semangat liberalisme ini
ju-
ga dipenganrhi semboyan Revolusi perancis "liberte,egaliteetfraternitd, (ke- bebasan, persarnaan dan persaudaraan). Menurut faham
inaiudualisme
setiap orang bebas untuk memperoleh apa yang dikehendaki, sementaraitu
di dalam hukum perjanjian farsafah ini diwujudkan dalam asas kebe- basan berkonhak. Faham ini memberi peluang luas kepada golongan eko- - e Sebagai hak dasar manusia atau lebih lazim dikenal dengan hak azasi manusia, bertolak dari suatu idea yang berfokus pada manusia sebagai individu.r0 Mariam Darus Badrulzaman, Kilab lJndang-l)ndang Hukum Perdota Buku lll Tetrtang
Hukunt Perikotan Dengan ptnjdasat, Alumni, Ban-dung, 19g3, h. 110-
72
AGUS n D,ttA HERNoKO I PERGESERAN PRINSIP-PRINSIP HUKUM KONTRM
nomi kuat untuk mengatasi golongan ekonomi lematu dominasi yang
kuat
terhadap yang lemah, suatu "exploitation de"lhomme par l"homme" -Pada kondisi dan situasi ini kesanyang muncul yaitu adanya Parakontraktan
yang saling berhadapan dengan posisi berbeda kekuatan ekonomisnya.Sehingga lambat laun dirasakan bahwa kebebasan berkontrak menjurus pada ketidakadilan. Namun demikian, pada perkembangan
berikutnya
eksistensi asas ini telah direduksi, antara lain baik melaluidoktrin-doktrin
hukum, ahrran hukum yang mem ak-sa (dwingend r echt) maupun intervensi pengadilan.b.
Asas Kebebasan Berkontrak Dalam M euw N ederlands Bur gerliik Wetbxk(NBw)
Seba gai asas yang universal, asas kebebasan berkontrak di akui dalam berbagai sistem hukum, misal: UPICC dan RUU Kontrak (ELIPS) menS- akui kebebasan berkontrak sebagai asas fundamental dalam hubungan kontraktual parapihak. Kebebasan tersebrrt mencakup isi maupun forma- litasnya sebagaimana tersimpul dari ketentuan Pasal 1.1 UPICC dan RUU Kon trak (ELIPS) yang menyatakan bahw a, " P ar a p ih ak b eb as untuk menga- dakan suatu kontrak dan untukmenentukan isinya.' Demikian pula dalam Pasal
1 .2 dinyatakan bahwa, "Tiilok satupun dalam asas-asas ini yang mensyaratkan suatu kontrak harus diadakan atau ilinyataknn atau dibuktikan secara tertulis- Kontrak ini dapat dibuktiknn ilengan cara aPaPun, termasuk dengan saksi--"
De-
ngan kandungan substansi yang sama Pasal 1OAkta Kontrak 1950 menga- kui kebebasan berkontralg dengan menyatakan bahwa, " semuaperianiian adalahkontrak jika dibuat atos kerelaan bebas pihak-ptiukyanglayakrnembuat konh'ak!'(garisbawah olehsaya).Kata"bebas", "tidak satupun", *tta"kerelaanbebas" menunjukkan substansi pasal-pasal tersebut di atas dikuasai oleh
asas kebebasan berkontrak.
Menarik untuk dikritisi perkembangan di Bel an da saat ini, khusu^snya Buku 6 NBW Tentang Bagian Umum Hukum Pe ri ka ta n, yang didalamnya terdapat perubahan fundamental terkait dengan keberadaan asas kebebasan berkontrak. Dalam Pasal 6:2 (1) NBW, kandungan asas kebebasan berkon- trak sebagaimana tersimpul dari ketentuan Pasal 1338 (1)BW telah
diting-
galkan, namun Iebih menekankan pentingnya " redelijkheid en billijkheid"atau " reasonableness andfairness" atau "kelayakan dan kepatutan" dalam melakukan perbuatanhukum ftontrak), dan karenanya Pasal 6:2(Z)NBW melarang para pihak melanggar rambu-rambu " redeliikheid en billiikheid"
tersebut.
Memahami substansi Pasal 6:2 NBW maka dapat ditarik kesimpulan, meskipun NBW tidak menuangkan asas kebebasarr berkontrak dalam rumusan pasal-pasalnya, tidak berarti asas kebebasan berkontrak telah
73
a
PROCEEDING
mati. Asas kebebasan berkontrak secara implisit tetap diakui, namun de- ngan penekanan pada rambu-rarnbu " redelijwrcid en biltijkheid" atatt " reaso- nableness andfairness" atau "kelayakan dan kepatutan".
Dalam perspektif sistem BW Indonesia, apabila dianalisis rebih men- dalam serta dikaitkan dengan praktik di pengadilan, maka " redelijkheid en billiil&eid' atau"reasonableness andfairness" atau "kelayakan dan kepafutan,,, lebih mengarah pada asas atau prinsip
itikadbaik.
Dengan meletakkan dasar itikad baik dalam proses konhak kiranya lebih mencirikan karakter"doktrin keadilan berkontrak" yang diharapkan para pihak.
Hubungan antar Asas atau Prinsip dan Daya Kerjanya
Memperhatikan contoh daya berlakunya asas kebebasan berkontrak sebagaimana tersimpul dalam ketentuan Pasal 1338 (1) BWtr, seyogyanya tidak dimaknai berdiri dalam kesendiriannya, asas-asas yang terdapat da- lam pasal tersebut berada dalam satu sistem yang padu dan integratif de- ngan ketentuan-ketentuan lainnya. Terkait dengan kebebasan berkontrak, daya mengikatnva perjanjian berlaku sebagai undang-undang bagi para pihakyang membuakrya Qtacta sunt sentanda), ternyata pada situasi tertentu daya berlak uny a (s tr elcking) diba tasi bahkan dikesampingkan, antara
lain
dengan itikad baik.Dengan demikian vangharus dipahami bahwa asas-asas
atauprinsip
prinsip hukum kontrak hendaknya dibaca/diinterpretasikan dalam ke- rangka pikir yang komprehensif-proporsional. Selanjutnya dengan mem- perhatikan substansi masing-masing asas tersebut di atas, sesuai dengan fungsi " check and bAlance" , maka asas kebebasan berkontrak, asas konsen- sualisme, asas daya mengikat kontrak, asaspactasunt seroanda,itikad baik serta asas proporsionalitas mempunyai daya kerja menjangkau kontrak yangbersangkutan. Sebagai suatu sistem, pada prinsipnya dalam mem- buat membuat kontrak, seyogyanya dilandasi itikadbaih
atas dasar ke- hendak bebas (sepakat) para pihak bebas menentukan isi dan bentuk kon- trak, serta melangsungkan proses perfukaran hak dan kewajiban sesuai kesepakatan masing-masing secara proporsional. sebagai sebuah janji yang bermakna maka diikatlah komitemen-komitmen para pihak dengan daya kerja yang mengika! bahkan dengan penguat sanksi untuk menegakkan- nya.Sebagai sebuah model-proses kontrak, skema di bawah ini menggam- barkan daya kerja asas-asas atau prinsip-prinsip hukum kontrak (skema 1), dengan itikad baik sebagai landasan utamanya (skema 2).
It Di dalam ketentuan Pasal 1338 (1) BW tidak tersimpul azas kebebasan'r:erkontrak, namun didalamnya iuga terkadung azas konsensualtsme, parlij aoutottomie, serta daya mengikatnya perjaniian (Itacta sunl serunndn)
74
I
a
a
AGUS WOHA HERNoKO I PERGESBAT PRINSIP+RNSIP HUKUM KONTRAK
Skena 1
Skema 2
Pada skema di atas, kedudukan asas itikad baik merupakan
struktur
dasar yang fundamental karena karaktemya yangmelingkupi
seluruh proses kontrak. Ratio pemikiran di atas dapatditelusuri dari
substansi Pasal 1338 (3) BW menyatakan bahwa, "Perianjian-perjanjianharus dilaksa-n akan d e n g an i t ikad b aik." (con tr act us bonafi dei - kontra k b e rda sarka n i tika d baik). Dengan demikian fungsi itikadbaik mempunyai sifat dinamis me-
lingkupi
keseluruhan proses kontrak tersebut Selain itu juga dimaksttd- kan hendaknya perjanjian itu dilaksanakan menurut kepatutan dan keadi- lan.t2 Sebagaimana dikemukakan oleh].M.
van Dunne,r3 bahwa dayaf2 Periksa P.L. Werry, Perkentbangan Hukum Tentang ltikad Baik di Netherlond, Percetakan Negara RI, Jakarta, 1990, h. 9; periksa luga subekti, Pokok-Pokok Hukum Pardata, Intermasa, Jakarta, 1982, h 139.
13 Substansi Pasal 1339 BW pada prinsipnya mempunyai kandungan yan8 sama dengan Pasal 6 248 paragraf 1 NBW yang menyatakan bahwa, "kofllrak tidak hontln nrcngikat aPa yong
75
t
PROCEEDING
Penutup
a-
Hakikat asas-asas hukum kontrak sebagai meta norma merupakan pondasi, pedoman, parameter atau tolck ukur bagi kontrak yang di_buat para pihak. p
b.
Pergeseran asas-asas hukum kontrak, pada dasarnya dimaknai daya kerja masing-masing asas dalam*atu
kontrak demi mewuiudkanpio
ses perfukaran yang fair.
c.
emahami daya kerja asas_asasetasi unh-rk mengabstraksi lua-
a secara tegas disepakati, tetapi juga kepado apa yong menurut sifat kontrak yang berasal dari persyaratan kerasionolan don kepatu!an _,
hukunt, ktbiasaan, otnu
I{ f.M. van Dunne, Ve rb i n te n issenredt t, ( De et l, Co n t r a ct e nr e ch t, 7 e g e dee I te ), Kluwer-Devente r, 1993, h. r70. Periksa iuga Steven R. Schuit, et. al_, Dutch Bus iness Law, Kluwer Kaw &
Taxation Publishers, Antwerp-Boston-London-Frankfurt. t 9g3. h 60. Hal yang sama diungl..apkan oleh Steven f. Burton dan Eric G. Andersen, bahwa itikad baik sebagaiprinsip fundamental dalam kontrak mencakup seluruh rangkaian " forntation, pcrformatrce. and enlorcenrcnl" Periksa Steven f. Burton- Eric C. Andersen, Cotttrtdual Coodfaith (Formatiotr,
P c rfo rn t a n cc, Breach, Enforce men!),
76
15Did.h 40 Little, Brown and Company, Canada, 1,995, h. 2-3.
I
I
AGUS n OH HERNOKO I PERGESERAN PRINSP-PRINSIP HUKUM KONTRAI(
DAFTARBACAAN
Badrulzamaq Mariam Darus, Kitab Urulang-Undang Hukum Perdata Buku lll Tentang Hukum Prilatan Dengan Penielaun, Alumni, Bandtrng 1983- Burton, Steven |. - Eric G. AnderserL Contractual Goodfaith (Formation, Per- formance, Breach, Enforcement), Little, Brown and Company, Canada,
1995.
Hernoko, Agus Yudh a, Hukum Perianjian: Asas Proporsionalitas Dalam Kon- trak Komersial, Kencana Prenada Media Group, Jakarta, 2010- Isnaeni,M., "Hukum Perikatan Dalam Era Perdagangan Bebas", Pelatihan
Hukum Perikatan Bagi Dosen dan Praktisi, Fakultas Hukum
Universi-
tas Airlangga, Surabaya, G7 September 2A06.
Niewenhuis,l.H.,Hoofstuk*enVerbintennissenrecht,Kluwer-Deventer,l976- Dric Beginselen aan Contractenrech f, Kluwer-Deventer, 1979- Pramono, Nindyo, "Kontrak Komersial: Pembuatan dan Penyelesaian
Sengketa," dalam acara PelatihanHukum Peikatan Bagi Dosen dan Prak- tisi,
iakultas
Hukum Universitas Airlangga, Surabaya, 6-7 Septem- ber2005.Schuit, Steven R. et. al., DutchBusinessltw,Kltwer Kaw & Taxation Pu- blishers, Antwerp-Boston-[ondon-Frankfu
rt,
1 983Soenandar,Taryana, P r insip -Prinsip UNIDR OIT Seb agai S un* er Hukum Kontr ak dnn P ary elesaian Bisnis In ternasional,Sinar Grafika, Jakarta 20O1.
Subekti, P okok-Pokok Hukum Per dat a, Intermasa, fakarta, 1982.
Tim Pengembangan Hukum Ekonomi (ELIPS), Model Pengembangan
Hu-
kum Ekonomi, Proyek ELIPS, Jakarta, 1998.van Dunne, l.M.,Verbintenis*nredtt, (Deel1, Contractenrecht,'Le gedeelte),Ku- wer-Deventer, 1993.
Werry, P.L,PerkembanganHulatmTLntangltikailBaikdiNetherland,Percetakan Negara RI, |akarta, 1990.
77
a
PROCEEDING
78 a
t