• Tidak ada hasil yang ditemukan

DIGITALISASI LAPORAN KINERJA PENYULUH NON PNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DIGITALISASI LAPORAN KINERJA PENYULUH NON PNS"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PROPOSAL AGEN PERUBAHAN

DIGITALISASI LAPORAN KINERJA PENYULUH NON PNS

OLEH:

I DEWA GEDE AGUS PRIANA PUTRA, S.SOS.H PENGELOLA PROGRAM PENYULUHAN

1991032 202012 1 015

SUBDIREKTORAT PENYULUHAN DIREKTORAT URUSAN AGAMA HINDU

DIREKTORAT JENDERAL BIMBINGAN MASYARAKAT HINDU KEMENTERIAN AGAMA RI

2022

(2)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Penyuluh agama menjadi ujung tombak dan garda terdepan Kementerian Agama dalam melaksanakan tugasnya sebagai penerang di tengah pesatnya dinamika perkembangan masyarakat Indonesia yang multikultural dan multi agama. Perannya sangat strategis dalam rangka membangun mental, moral, dan nilai sradha dan bhakti umat serta turut mendorong peningkatan kualitas kehidupan umat beragama dalam berbagai bidang baik di bidang keagamaan maupun pembangunan.

Berdasarkan Data Badan Pusat Stastik terdapat 83.931 wilayah administrasi setingkat desa di Indonesia pada tahun 2018. Setidaknya, jika satu desa terdapat satu orang penyuluh agama, maka Kementerian Agama membutuhkan 84.000 penyuluh agama untuk melakukan bimbingan kepada masyarakat. Namun jumlah ketersediaan Penyuluh Agama Pegawai Negeri Sipil masih sangat terbatas dan jauh dari kebutuhan yaitu sejumlah 5.616. Untuk itu Kementerian Agama RI kemudian mengangkat penyuluh agama yang berstatus non pegawai negeri sipil.

Keberadaan Penyuluh Agama nonpegawai negeri sipil sudah cukup lama dan memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap upaya peningkatan pemahaman dan pengamalan keagamaan masyarakat termasuk keberadaan Penyuluh Agama Hindu nonpegawai negeri sipil.

Sebanyak 140 Penyuluh Agama Hindu pegawai negeri sipil dan 1.000 Penyuluh Agama Hindu nonpegawai negeri sipil dibawah naungan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu berkolaborasi untuk terus dapat hadir di masyarakat khususnya umat Hindu memberikan pemahaman dan pengamalan ajaran Agama Hindu. Namun peran vital yang diemban penyuluh Agama Hindu Non Pegawai Negeri Sipil belum sebanding dengan penghargaan yang diberikan negara. Berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 10 tahun 2019 Penyuluh Agama Hindu nonpegawai negeri sipil hanya mendapatkan honorarium sejumlah Satu Juta Rupiah perbulan.

Untuk memperoleh honorarium sejumlah Satu Juta Rupiah tersebut, Penyuluh nonpegawai negeri sipil di wajibkan untuk melakukan pelaporan kinerja.

Pelaporan kinerja berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 769 Tahun 2018, Penyuluh Agama nonpegawai negeri sipil diwajibkan menyusun rencana kegiatan, merealisasi dan

(3)

melaporkan pelaksanaan pembinaan kepada pejabat terkait dengan uraian wajib memiliki paling sedikit 2 (dua) kelompok binaan, pembinaan kepada kelompok binaan paling sedikit 2 (dua) kali dalam seminggu dan menyusun laporan yang memuat nama kegiatan, tempat kegiatan, tanggal pelaksanaan kegiatan dan jumlah orang dalam kegiatan dan melampirkan foto kegiatan.

Selain pelaporan manual, Keputusan Menteri Agama Nomor 769 Tahun 2018 sebenarnya mengatur mekanisme pelaporan kinerja Penyuluh Nonpegawai negeri sipil dapat dilakukan melalui penggunaan media aplikasi tertentu. Namun yang dilakukan selama ini terhadap Penyuluh Agama Hindu Nonpegawai negeri sipil dibawah Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI adalah pelaporan secara manual yaitu dengan cara diketik kemudian dicetak dan serahkan kepada Pembimas atau Kepala Bidang Urusan Agama Hindu yang berkedudukan di Kantor Wilayah Kementerian Agama masing-masing Provinsi. Hal ini tentunya cukup memberatkan bagi para Penyuluh Agama Hindu Nonpegawai negeri sipil karena harus mengeluarkan biaya untuk mencetak dan menjilid laporan kinerja padahal honorarium hanya satu Juta Rupiah perbulan.

Melihat kondisi tersebut, perlu dilakukan perubahan, dari mekanisme pelaporan secara manual ke penggunaan media aplikasi tertentu berbasis digital sehingga penyuluh agama Hindu nonpegawai negeri sipil tidak memerlukan biaya tambahan untuk melaporkan kinerjanya. Selain menghemat biaya, penggunaan aplikasi tertentu berbasis digital dapat menghemat ruang dan waktu. Laporan manual yang selama ini dikerjakan dan dikirimkan penyuluh Agama Nonpegawai negeri sipil cukup memakan waktu karena harus diketik, dicetak dan dikirimkan secara manual serta memakan ruang penyimpanan di kantor wilayah kementerian agama di masing-masing provinsi.

Perubahan dari mekanisme pelaporan secara manual ke penggunaan media aplikasi tertentu berbasis digital juga terkait dengan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja penyuluh agama nonpegawai negeri sipil. Monitoring dan evaluasi kinerja penyuluh agama Hindu nonpegawai negeri sipil dengan penggunaan pelaporan secara manual selama ini hanya sampai pada kepala kantor kementerian agama di masing-masing provinsi. Padahal sesuai dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 769 Tahun 2018, monitoring dan evaluasi harus dilakukan secara periodik oleh unit eselon I pemangku tugas dan fungsi, dalam hal ini Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI. Pelaporan dengan penggunaan media aplikasi tertentu berbasis

(4)

digital memungkinkan dilakukan monitoring dan evaluasi secara bersama-sama antara Kantor Kementerian Agama, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama dan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu.

Pelaporan kinerja dengan penggunaan media aplikasi tertentu berbasis digital selain memberi manfaat terhadap penyuluh agama Hindu juga memberi manfaat terhadap Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI. Selain karena dapat melaksanakan tugas dan fungsi melakukan monitoring dan evaluasi, penggunaan media aplikasi tertentu berbasis digital akan memudahkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu untuk mengumpulkan data terkait capaian kinerja selama satu tahun berjalan. Data kinerja yang dikirimkan berbasis digital dapat dengan mudah diolah dan disajikan sesuai dengan kebutuhan.

Photo-photo kegiatan yang berbasis digital juga dapat dimanfaatkan untuk publikasi kinerja sebagai bagian dari tanggung jawab Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu terhadap umat Hindu di seluruh Indonesia.

B. Tujuan

Tujuan DIGITALISASI LAPORAN KINERJA PENYULUH NON PNS agar tersedianya media aplikasi tertentu berbasis digital yang dapat dimanfaatkan oleh Penyuluh Agama Hindu Non PNS untuk melaporkan kinerjanya.

C. Sasaran

Sasaran DIGITALISASI LAPORAN KINERJA PENYULUH NON PNS yaitu Penyuluh Agama Hindu Non PNS dapat melaporkan kinerjanya melalui media aplikasi tertentu berbasis digital

(5)

BAB III

FORM RENCANA KERJA PROGRAM AGEN PERUBAHAN

Unit Kerja : Direktorat Urusan Agama Hindu Ditjen Bimas Hindu

Sasaran : Penyuluh Agama Hindu Non PNS dapat melaporkan kinerjanya melalui media aplikasi tertentu berbasis digital Nama : I Dewa Gede Agus Priana Putra, Sos.H

NIP : 19910320 202012 1 015 Pangkat/Gol : Penata Muda/ IIIa

Jabatan : Pengelola Program Penyuluhan pada seksi Pengembangan Program Penyuluhan Subdirektorat Penyuluhan Direktorat Urusan Agama Hindu Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI No. Area

Perubahan

Inovasi Perubahan

Kondisi Saat ini

Kondisi yang diharapkan

Rencana Aksi Kendala/Tantangan Target Waktu Implementasi

Ket.

1. Petunjuk Teknis

Perubahan Petunjuk Teknis Terkait Penyuluh Non Pns

Petunjuk teknis belum

mengatur pelaporan berbasis digital

Petunjuk teknis mengatur

-Menyiapkan draf petunjuk teknis

-Pembahasan draf Petunjuk Teknis

-Penetapa Draf petunjuk teknis

Keterbatasan waktu pelaksanaan

Mei 2022

2. Aplikasi Berbasis Web

Digitalisasi Dengan Penggunaan Aplikasi Berbasis Web

Belum ada aplikasi berbasis web yang dapat digunakan oleh penyuluh untuk melaporkan kinerjanya

Tersedianya aplikasi berbasis web yang dapat digunakan penyuluh untuk melaporkan kinerjanya

-Merekap hal- hal yang akan dimasukan dalam aplikasi -Menyiapkan desain dasar aplikasi -Konsultasi pihak ketiga untuk

Keterbatasan waktu dan belum tersedianya anggaran untuk pembuatan aplikasi

Juni 2022- Juni 2023

(6)

penyiapan aplikasi -Pembuatan Aplikasi -Sosialisasi penggunaan aplikasi 3. Laporan

Kinerja Penyuluh

Laporan Kinerja Penyuluh

Sulit

mengumpulkan data terkait kinerja penyuluh agama Hindu terhadap beberapa program kementerian agama yang telah

dilaksanakan

Terkumpulnya data terkait kinerja penyuluh agama Hindu terhadap program kementerian agama

-

mengumpulkan dan mengolah data dari aplikasi kinerja penyuluh agama hindu terhadap program kementerian agama

Baru Dapat dilaksanakan setelah aplikasi selesai dan penyuluh melaporkan kinerjanya melalui aplikasi

Juli 2023

4. PUBLIKASI KINERJA PENYULUH

PUBLIKASI KINERJA PENYULUH MELALUI MEDIA SOSIAL

Kinerja penyuluh nonpns selama ini

dipublikasikan secara parsial oleh masing- masing individu penyuluh saja dan belum ada ditingkat

Terpublikasinya kegiatan

penyuluh di daerah

-mengolah data dari aplikasi yang dapat digunakan untuk publikasi -membuat akun media social khurus penyuluhan -melakukan publikasi melalui akun media social

Baru Dapat dilaksanakan setelah aplikasi selesai dan penyuluh melaporkan kinerjanya melalui aplikasi

Agustus 2023

(7)

Direktorat Jenderal

Bimas Hindu dan

penyuluhan

(8)

BAB III

ANALISA PERUBAHAN A. Strategi

1. Pengaturan Tugas Pokok dan Fungsi Penyuluh Non-PNS

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI saat proposal ini ditulis belum memiliki Petunjuk Teknis yang rinci terkait dengan tugas pokok dan fungsi Penyuluh Non-PNS. Hal ini menyebabkan Penyuluh Agama Hindu Non-PNS dalam melaksanakan tugasnya mempergunakan acuan atau standar penyuluhan mengikuti dengan standar bagi Penyuluh PNS yang ditetapkan melalui Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi serta Peraturan Menteri Agama. Selain itu pengaturan mengenai pelaporan dilakukan ditingkat Kantor Kementerian Agama Wilayah/ Provinsi sehingga tidak ada keseragaman dalam bentuk kinerja yang dipertanggungjawabkan. Untuk itu diperlukan pengaturan lebih rinci terkait dengan kinerja penyuluh agama Hindu non PNS sehingga terdapat kesamaan dalam pelaporan dan akses laporan juga dapat disampaikan ke Direktorat Jenderal sehingga tercipta pengawasan.

2. Penyiapan Media Pelaporan Digital

Untuk dapat melakukan pelaporan secara digital dan dapat diakses oleh Penyuluh Non PNS, dan pengawas diperlukan perangkat atau media pelaporan berbasis digital.

Untuk itu diperlukan penyiapan media pelaporan berbasis digital. Media Pelaporan berbasis digital yang dipersiapkan adalah berbasis web sehingga Penyuluh dan pengawas dapat melaporkan dan memonitoring kapan pun dan dimanapun selama terhubung dengan internet.

B. Hasil Yang Diinginkan

DIGITALISASI LAPORAN KINERJA PENYULUH NON PNS jika dilakukan harapannya menjadikan Penyuluh Non PNS mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsi dengan melaporkan kinerjanya melalui media pelaporan berbasis digital dengan seksama.

(9)

BAB IV PENUTUP

Demikian proposal ini kami buat untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Calon Agen Perubahan

I Dewa Gede Agus Priana Putra, S.Sos.H

Referensi

Dokumen terkait

Direktorat Pendidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI..

Direktorat Pendidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.

Direktorat Pendidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.

Direktorat Pendidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.

Direktorat Pendidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.

Direktorat Pendidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.

Direktorat Pendidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.

Direktorat Pendidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.