Kata Pengantar
Dari DEKAN FT
iv DAFTAR ISI
Kata Pengantar i
DAFTAR ISI iv
DAFTAR GAMBAR v
DAFTAR TABEL vi
1 PENDAHULUAN 1
2 PROFIL PROGRAM STUDI 3
2.1 Visi, Misi dan Tujuan Pendidikan 5
2.2 Profil Dosen Tetap, Tidak Tetap dan Tenaga Kependidikan 6
2.3 Profil Sumber Pembelajaran 7
2.4 Profil Layanan Kemahasiswaan 10
3 Ketentuan Akademik 13
3.1 Pengertian 13
3.2 Tujuan 14
3.3 Ciri-ciri 14
3.4 Nilai Kredit Semedter dan Beban Studi 15
4 Kurikulum 21
4.1 Profil Lulusan 23
4.2 Capaian Pembelajaran 24
4.3 Keterkaitan Mata Kuliah dan Capaian Pembelajaran 27
4.4 Komposisi Kurikulum 33
4.5 Distribusi Mata Kuliah per Semester 35
4.6 Deskripsi Mata Kuliah 40
5 Penutup 82
Daftar Pustaka 83
LAMPIRAN I 84
LAMPIRAN II. DIAGRAM ALIR MATA KULIAH 90
LAMPIRAN III. CONTOH RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) 91
LAMPIRAN IV. DAFTAR EKIVALENSI MATA KULIAH 99
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Tahapan penyusunan kurikulum PSTE 2016-2020 [4] 2
Gambar 2. Struktur mata kuliah pada kurikulum PSTE 33
vi DAFTAR TABEL
Tabel 1. Profil Tenaga Kependidikan PSTE 6
Tabel 2. Deskripsi Laboratorium di lingkungan PSTE 7
Tabel 3. Tenaga Kependidikan pada Laboratorium 8
Tabel 4. Perpustakaan 9
Tabel 5. Rumusan Profil Lulusan PSTE 23
Tabel 6. Keterkaitan CP PSTE dengan Capaian KKNI, SNPT, dan ABET 26
Tabel 7. Rekomendasi Body of Knowledge (BOK) dari FORTEI 2014 27
Tabel 8. Mata kuliah dari setiap bidang peminatan/keahlian 29
Tabel 9. Keterkaitan antara mata kuliah dan capaian pembelajaran 30
Tabel 10. Komposisi Mata Kuliah pada Kurikulum PSTE 34
1 PENDAHULUAN
Buku Panduan Kurikulum Program Studi Teknik Elektro (PSTE) ini memuat revisi kurikulum sebelumnya (2012-2016) yang mengadopsi konsep kurikulum berbasis kompetensi (KBK) yang ditetapkan dalam Kepmendikbud no. 232/U/2000 dan no.
045/U/2002. Penyusunan kurikulum 2016-2016 ini sendiri merujuk kepada konsep Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT) yang tercantum pada UU Pendidikan Tinggi no. 12 tahun 2012 [1] dan sesuai dengan Perpres no. 8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi no. 45 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT atau SN-Dikti) [3].
Konsep atau kunci utama dalam penyusunan kurikulum yang sesuai dengan KKNI dan SNPT adalah kualifikasi dan capaian pembelajaran (CP) [2,4]. Rumusan CP yang sesuai dengan jenjang kualifikasi KKNI sangat penting dalam proses penyetaraan kualifikasi (kemampuan) dan pengetahuan antara jenjang/tingkat pendidikan dan tingkat pekerjaan [2,4]. Untuk program Sarjana, rumusan CP harus mengacu kepada deskripsi KKNI jenjang ke-6. Selain itu, rumusan CP juga harus memenuhi kriteria minimal standar kompetensi lulusan SNPT yang meliputi: Sikap, Pengetahuan dan Kemampuan (Umum dan Khusus).
Dalam penyusunan kurikulum 2016-2020 ini, tim penyusun telah mengikuti langkah-langkah atau tahapan penyusunan kurikulum seperti yang tertera pada Buku Panduan Kurikulum Pendidikan Tinggi 2014 dan Buku Panduan Penyusunan Kurikulum Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) 2016. Tahapan tersebut diilustrasikan pada Gambar 1.
Tahapan pertama, yaitu penentuan profil lulusan PSTE didasarkan kepada visi dan misi
universitas/prodi, hasil tracer study yang dilakukan oleh CDC (Career Development Center)
Unysiah dan tim kurikulum PSTE, dan masukan-masukan dari para stake-holder, termasuk
dari industri seperti PT. Lafarge dan PT. PLN Banda Aceh. Selanjutnya, dilakukan
perumusan capaian pembelajaran dengan mengacu kepada deskripsi KKNI jenjang ke-6,
SN-Dikti (SNPT) Sarjana, dan deskrisi capaian lulusan Sarjana dari ABET untuk bidang
Engineering dan Electrical Engineering (Teknik Elektro) [4,5]. Pemilihan Bahan Kajian/Mata
Kuliah (MK) merujuk kepada rekomendasi Body of Knowledge (BOK) dari asosiasi Forum
Teknik Elektro Indonesia (FORTEI) tahun 2014 [6]. Dari BOK ini, kemudian dijabarkan
rancangan/konsep mata-kuliah wajib PSTE beserta besaran SKSnya. Rancangan mata
kuliah pilihan (peminatan) ditentukan oleh masing-masing bidang peminatan dibawah
koordinasi Ketua Bidang. Rancangan mata kuliah wajib dan pilihan kemudian disepakati
melalui rapat pleno jurusan tentang kurikulum. Tahapan terakhir adalah penyusunan
2 struktur kurikulum dan rancangan pembelajaran semester (RPS) dibawah koordinasi ketua bidang peminatan dan tim kurikulum.
Gambar 1. Tahapan penyusunan kurikulum PSTE 2016-2020 [4]
Buku panduan ini juga memuat tabel matrikulasi atau ekivalensi antara mata kuliah yang terdapat pada kurikulum 2012-2016 dan kurikulum 2016-2020 dengan tujuan untuk meminimalisir kerugian-kerugian bagi mahasiwa yang terimbas oleh pelaksanaan kedua kurikulum tersebut. Diharapkan dengan pelaksanaan kurikulum PSTE 2016-2020 ini dapat menghasilkan lulusan yang dapat bersaing di dunia kerja baik di tingkat nasional maupun internasional.
12
|
Buku Panduan Penyusunan Kurikulum Universitas Syiah KualaKKNI. Ketentuan dari penetapan capaian pembelajaran ini, diatur dalam standar kompetensi lulusan dalam Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi
Gambar 3.1 Tahapan Penyusunan Kurikulum
Langkah berikutnya adalah menetapkan bahan kajian untuk dapat memenuhi ketercapaian dari capaian pembelajaran tersebut. Ketentuan dari penetapan bahan kajian ini, ditetapkan melalui standar isi Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi
Analisis SWOT:
(University Values, Scientific Vision)
Tracer Study:
Need Assesment, Market Signal PROFIL LULUSAN
LULUSAN
Rumusan CAPAIAN PEMBELAJARAN
KKNI dan SN-DIKTI
Pemilihan:
Bahan Kajian Tingkat Keluasan Tingkat Kedalaman Tingkat Kemampuan
yang ingin dicapai
Matriks antara:
Sikap, Ketrampilan Kerja Umum, Ketrampilan Khusus,
dengan Bahan Kajian KKNI
dan SN- DIKTI
Konsep Mata Kuliah dan Besarnya SKS
Struktur Kurikulum dan Rancangan Pembelajaran
2 PROFIL PROGRAM STUDI
Jurusan Teknik Elektro (JTE) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) berdiri pada tahun 1996 berdasarkan Surat Keputusan (SK) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi nomor No.
452/DIKTI/Kep/1996. Penerimaan mahasiswa angkatan pertamadimulai pada tahun 1997 melalui Ujian Masuk Peguruan Tinggi Negeri (UMPTN). Pendirian JTE Unsyiah bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sarjana dibidang kelistrikan, telekomunikasi, komputer, elektronika, dan sistem kendali/kontrol, baik di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) maupun di lingkup wilayah lainnya di Indonesia. JTE menaungi dua program studi, yaitu Program Studi Teknik Elektro (PSTE) dan Program Studi Teknik Komputer yang baru berdiri pada tahun 2016. Pada tahun 2007, PSTE mendapatkan akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Demikian pula di tahun 2012, PSTE Unsyiah kembali terakreditas B dan berlaku hingga 2017.
Saat ini PSTE memiliki 46 orang staf pengajar dengan kualifikasi akademik: 13 Doktor (S3) dengan satu orang diantaranya mempunyai jabatan fungsional Profesor, dan sisanya 33 orang bergelar Master (S2). Selain itu, 6 orang staf sedang menempuh studi doktoral. Dosen PSTE memiliki minat riset dan kepakaran dalam berbagai bidang ilmu elektro, seperti tertera pada Lampiran I.
PSTE mempunyai 5 (lima) bidang peminatan/keahlian yang dapat dipilih oleh mahasiswa, yaitu:
a. Teknik Tenaga Listrik
Kajian pada bidang peminatan ini meliputi pembangkitan, penyaluran dan pemakaian energi listrik termasuk di dalamnya pengkajian tentang komponen dan piranti yang digunakan, metodologi dan teknik terutama merancang, merencanakan, serta mendapatkan sistem dengan unjuk kerja yang diinginkan. Pelaksanaan kegiatan akademik termasuk praktikum ditunjang oleh Laboratorium Energi Listrik dan Laboratorium Elektronika Daya.
b. Teknik Elektronika dan Instrumentasi
Mahasiswa yang memilih bidang peminatan ini diharapkan mampu menganalisis
permasalahan Teknik Elektronika dan Instrumentasi secara umum dan khusus,
mengupayakan usulan pemecahannya yang logis, sistematis dan praktis dengan
didukung oleh penggunaan yang tepat guna. Selain itu mampu pula merancang dan
mengembangkan perangkat elektronika industri, elektronika biomedika, elektronika
4 divais dan mikroelektronika. Pelaksanaan kegiatan akademik ditunjang oleh Laboratorium Elektronika dan Laboratorium Digital dan Laboratorium Sistem Kendali.
c. Teknik Telekomunikasi Multimedia
Kajian Bidang keahlian Telekomunikasi Multimedia meliputi tahap pembangkitan, pengkodean, penyimpanan (storage) dan pengiriman (transmission) sinyal atau informasi secara efektif dan efisien, aman (secure) dan memenuhi kualitas layanan atau quality of service (QoS) yang telah ditentukan. Selain itu dikaji juga transmisi informasi melalui media kabel (termasuk kabel optical-fiber) dan gelombang radio atau nirkabel (wireless). Selain aspek pada layer fisik (physical layer), pemrosesan informasi dan komunikasi data, termasuk data multimedia, pada layer jaringan (network) dan layer aplikasi juga menjadi topik kajian.
Pelaksanaan kegiatan akademik termasuk praktikum ditunjang oleh Laboratorium Telekomunikasi, Laboratorium Data dan Laboratorium Jaringan Komputer.
d. Teknik Kendali
Mahasiswa bidang studi ini diharapkan mampu menganalisis permasalahan Sistem Kendali dan Sensor secara umum dan khusus, mengupayakan usulan pemecahannya yang logis, sistematis dan praktis dengan didukung oleh penggunaan yang tepat guna.
Selain itu mampu pula merancang dan mengembangkan perangkat sensor dan sistem pengendalian dalam bidang otomatisasi industri dan robotika. Pelaksanaan kegiatan akademik ditunjang oleh Laboratorium Sistem Kendali, Laboratorium Digital, Laboratorium Elektronika, Laboratorium Jaringan Komputer dan Laboratorium Pengolahan Data.
e. Teknik Komputer dan Informatika
Bahan kajian keilmuan Teknik Komputer dan Informatika meliputi desain dan rekayasa sistem perangkat keras digital termasuk mikrokomputer, sistem embedded, jaringan komputer, dan perangkat yang berbasis pada komputer. Kajian keilmuannya termasuk pengembangan perangkat lunak, dengan fokus pada desain dan rekayasa perangkat lunak sebagai antarmuka untuk perangkat digital dengan penggunanya dan dengan perangkat lainnya.
2.1 Visi, Misi dan Tujuan Pendidikan
Sejalan dengan visi Universitas (Unsyiah) dan Fakultas Teknik Unsyiah dan untuk mewujudkan jurusan/program studi yang berkualitas dan ternama, maka Rencana Strategis (Renstra) Program Studi Teknik Elektro(PSTE) Unsyiah 2014- 2017, telah mencanangkan Visi 2020, yaitu:
`` Menjadi program studi yang inovatif, adaptif, dan terkemuka dalam pendidikan, penelitian, dan penerapan ilmu teknik elektro.’’
Untuk mencapai Visi 2020 di atas, maka JTE telah merumuskan Misi PSTE sebagai berikut:
M1. Meningkatkan kualitas dan relevansi penyelenggaraan pendidikan tinggi teknik elektro yang berdaya saing tinggi.
M2. Melaksanakan penelitian dan menerapkan ilmu teknik elektro untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta mendukung pembangunan berbasis potensi daerah.
M3. Melaksanakan tata kelola yang menerapkan prinsip transparansi, partisipatif, efisien, dan produktif yang menunjang kemandirian organisasi.
M4. Menjalin kerjasama yang produktif dan berkelanjutan dengan pihak luar dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pelayanan masyarakat.
Tujuan Pendidikan yang ingin dicapai oleh PSTE adalah:
T1. Dihasilkannya Sarjana Teknik Elektro yang berkualitas, profesional, berdaya-saing tinggi, dan berwawasan long-life learning.
T2. Dihasilkannya produk penelitian serta pengabdian masyarakat yang berkualitas dan dipublikasikan pada jurnal/prosiding bereputasi di tingkat nasional maupun internasional.
T3. Terciptanya organisasi dan tata kelola institusi yang sehat dan efisien.
T4. Terbentuknya kerjasama dengan berbagai pihak yang mendukung pada peningkatan ketersediaan sumber daya internal dan kompetensi lulusan.
6 2.2 Profil Dosen Tetap, Tidak Tetap dan Tenaga Kependidikan
2.2.1 Profil Dosen Tetap dan Tidak Tetap
Tenaga Pendidik atau Dosen Tetap pada Jurusan Teknik Elektro Unversitas Syiah Kuala berjumlah 46 (empat puluh enam) orang dengan kualifikasi pendidikan Doktor (S3) sebanyak 13 (tiga belas) orang atau 28,3% dan sisanya 71,7% atau 33 (tiga puluh tiga) orang mempunyai kualifikasi pendidikan Magister (S2). Saat ini sebanyak 6 (enam) orang staf pengajar sedang menempuh pendidikan Doktor di sejumlah negara di Asia, Amerika, dan Eropa. Selain 46 Dosen Tetap, Jurusan Teknik Elektro juga dibantu oleh Dosen Tidak Tetap sebanyak 2 (dua) orang yang berasal dari Program Studi Lain.
Rincian kualifikasi pendidikan dan bidang keilmuan setiap tenaga pendidik PSTE dapat dilihat pada LAMPIRAN I.
2.2.2 Profil Tenaga Kependidikan
Selain tenaga pendidik atau dosen, kegiatan akademik dan administrasi PSTE ditunjang memiliki 8 (delapan) orang tenaga kependidikan yang bertugas sebagai Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP), Teknisi dan Tenaga administrasi, seperti yang terlampir pada tabel berikut.
Tabel 1. Profil Tenaga Kependidikan PSTE
No Nama Tenaga Kependidikan KualifikasiAkademik Fungsi Tenaga Kependidikan
1. Edy Sukriansyah, S.T., M.T. S-2 PLP
2. Ali Imron, S.T. S-1 PLP
3. Zul Syukri, S.T. S-1 PLP
4. Zalmi, S.T. S-1 PLP
5. Ismahadi S-1 PLP
6. Emmy Mulyadi, A.Md D-3 PLP
7. Yudha Iskandar, S.T. S-1 Teknisi
8. Jasmiati, A,Md D-3 Administrasi
2.3 Profil Sumber Pembelajaran
Program Studi Teknik Elektro dalam penyelengaraan dan pelaksanaan kegiatan akademik ditunjang oleh sumber pembelajaran yang cukup baik, yaitu: ruang kuliah, laboratorium, perpustakaan jurusan dan universitas, dan sistem teknologi informasi.
2.3.1 Ruang Kuliah dan Laboratorium
Terdapat 33 ruang kuliah yang dapat digunakan oleh mahasiswa PSTE dalam kegiatan perkuliahan dengan status penggunaan bersama (sharing) dengan prodi-prodi lain baik dibawah manajemen universitas dan fakultas maupun prodi PSTE sendiri. Kapasitas tempat duduk untuk setiap ruang kuliah bervariasi, dari 20 orang sampai 300 orang.
Hampir semua ruang kuliah telah dilengkapi dengan whiteboard, proyektor dan layar proyektor.
Untuk kegiatan perkuliahan, terdapat juga kegiatan praktikum (praktik mata kuliah) yang dilaksanakan di Laboratorium. PSTE memiliki 8 (delapan) Laboratorium untuk pelaksanaan kegiatan praktikum ini dan juga kegiatan penelitian, yaitu: Laboratorium Energi Listrik, Laboratorium Pemrograman & Jaringan Komputer, Laboratorium Telekomunikasi, Laboratorium Elektronika, Laboratorium Kendali, Laboratorium Data Komputer, Laboratorium Digital, dan Laboratorium Elektronika Daya. Deskripsi dari setiap laboratorium dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Deskripsi Laboratorium di lingkungan PSTE
No Laboratorium Luas
(m2) Kapasitas
(orang) Rasio Status*
1. Laboratorium Digital 100 25 4,00 Sharing
2. Laboratorium Pengolahan Data 160 40 4,00 Sharing
3. Laboratorium Jaringan Komputer 218 50 4,36 Sharing
4. Laboratorium Telekomunikasi Multimedia 160 30 5,33 Sharing 5. Laboratorium Elektronika dan
Instrumentasi 136 30 4,53 Sharing
6. Laboratorium Elektronika Daya 100 25 4,00 Sharing
7. Laboratorium Sistem Kendali 136 30 4,53 Sharing
8. Laboratorium Sistem Tenaga Listrik 136 30 4,53 Sharing
*) Sharing: penggunaan bersama dengan program studi lain dibawah manajemen universitas, fakultas atau jurusan.
8 Kegiatan manajemen dan operasional Laboratorium dipimpin oleh seorang Ketua Laboratorium yang diangkat dari tenaga pendidik (dosen) dan dibantu oleh dibantu oleh 1 (satu) laboran/Teknisi dari Tenaga Kependidikan. Saat ini setiap Laboratorium mempunyai 1(satu) Laboran/Teknisi kecuali Laboratorium Elektronika Daya dimana Laboran/Teknisi dari laboratorium Kendali diperbantukan di Laboratorium tersebut. Daftar Tenaga Kependidikan yang bertugas sebagai laboran/teknisi untuk setiap laboratorium dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Tenaga Kependidikan pada Laboratorium
No Nama Tenaga Kependidikan KualifikasiAkademik Laboratorium 1. Edy Sukriansyah, S.T., M.T. S-2 Telekomunikasi Multimedia
2. Ali Imron, S.T. S-1 Jaringan Komputer
3. Zul Syukri, S.T. S-1 Digital
4. Zalmi, S.T. S-1 Sistem Tenaga Listrik
5. Yudha Iskandar, S.T. S-1 Pengolahan Data
6. Ismahadi S-1 Elektronika dan Instrumentasi
7. Emmy Mulyadi, A.Md D-3 Sistem Kendali; Elektronika Daya
2.3.2 Perpustakaan
UPT (Unit Pelaksana Teknis) Perpustakaan Universitas Syiah Kuala memuat koleksi buku referensi, artikel jurnal, skipsi/thesis ataupun jenis referensi lain yang diperlukan dalam kegiatan perkuliahan atau penelitian. Selain UPT Perpustkaan, mahasiswa PSTE juga dapat menggunakan koleksi buku atau literatur tertentu pada Perpustakaan Fakultas Teknik dan Perpustakaan Teknik Elektro. Deskripsi fisik masing-masing perpustakaan dapat dilihat pada Tabel 4.
UPT Perpustakaan Unsyiah telah terakreditasi A dan telah memperoleh sertifikat ISO 9001:2008. Koleksi judul buku pada UPT Perpustakaan mencapai 74.985 (data tahun 2015). Layanan online UPT perpustakaan yang dapat digunakan oleh civitas akademika Unsyiah adalah:
• Electronic Thesis and Disertation; http://etd.unsyiah.ac.id
• Artikel Jurnal; http://jurnal.unsyiah.ac.id
• Laporan Penelitian; http://uilis.unsyiah.ac.id/opac
• Resource of Excellence: http://uilis.unsyiah.ac.id/unsyiana.
Tabel 4. Perpustakaan
No Perpustakaan Luas
(m2)
Kapasitas
(orang) Rasio Status*
1. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 6461 2000 3,23 sharing
2. Perpustakaan Fakultas Teknik 328 120 2,73 sharing
3. Perpustakaan Teknik Elektro 36 10 3,60 sharing
*) Sharing: penggunaan bersama dengan program studi lain dibawah manajemen universitas, fakultas atau jurusan.
2.3.3 Sistem dan Teknologi Informasi
Layanan teknologi informasi bagi sivitas akademika PSTE dan Unsyiah meliputi layanan KRS online, layanan sistem informasi dan kinerja dosen, layanan beasiswa, layanan informasi alumni & peluang pekerjaan, layanan sistem informasi penelitian, layanan sistem informasi SKS online, dan layanan-layanan akademik lainya yang dapat dilihat pada sub- domain dari laman www.unsyiah.ac.id. Di samping laman universitas yang menyediakan informasi dan layanan akademik, Prodi Teknik Elektro juga mempunyai layanan internal teknologi informasi dimana informasi, Prosedur Operasional Baku (POB), Petunjuk kerja, dan buku kurikulum disajikan pada laman www.elektro.unsyiah.a.cid.
Untuk melakukan akses online di atas, mahasiswa dan sivitas akademika Unsyiah didukung oleh jaringan intranet melalui Virtual Private Network (VPN). Jaringan intranet ini tersedia di lingkungan Fakultas Teknik dan dapat digunakan baik melalui media kabel ataupun secara nirkabel. Jaringan ini telah terhubung ke jaringan internet menggunakan kabel fiber optic melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (U.P.T. T.I.K.), dan Perpustakaan Pusat (U.P.T. Perpustakaan) Universitas Syiah Kuala.
10 2.4 Profil Layanan Kemahasiswaan
2.4.1 Fasilitas
Universitas Syiah Kuala menyediakan sejumlah fasilitas yang diperuntukkan untuk mahasiswa termasuk di dalamnya mahasiswa Teknik Elektro, di antara fasilitas yang disediakan adalah:
1. Fasilitas Asrama
Asrama Mahasiswa Unsyiah yang berlokasi di Jl, Inoeng Balee Darussalam dapat menampung lebih dari seribu mahasiswa (i). Asrama dipisah dalam dua katagori, (1) asrama putri adalah asrama dengan gedung bantuan dari KOMPAS Grup, sedangkan (2) Asrama Putra adalah asrama yang dibangun Universitas dan direnovasi oleh NGO pasca Tsunami.
2. Fasilitas Kesehatan
Universitas juga menyediakan layanan kesehatan yang dapat diperoleh mahasiswa dengan mengunjungi Rumah Sakit Prince Naeef yaitu rumah sakit hibah dari Pengeran Naeef Arab Saudi kepada Universitas Syiah Kuala dan dikelola oleh Fakultas Kedokteran Unsyiah. Selain itu, untuk pemeliharaan dan pengobatan masalah gigi dan mulut mahasiswa dan sivitas akademika Unsyiah dapat mengunjungi Rumah Sakit Kesehatan Gigi Mulut yang dikelola oleh Fakultas Kedokteran Gigi Unsyiah.
3. Fasilitas Tempat Ibadah
Mahasiswa PSTE yang beragama Islam dapat melaksanakan kegiatan ibadah di Mesjid Jami’ Universitas Syiah Kuala (dengan kapasitas 2500 orang) dan Mushalla Fakultas Teknik Unsyiah (dengan kapasitas 500 orang).
4. Fasilitas Olahraga
Sejumlah Fasilitas olahraga tersedia di lingkungan Universitas Syiah Kuala.
Gedung dan lapangan yang digunakan untuk kegiatan Olahraga antara lain: (1) Gedung Olahraga dan Sport Centre Prof. Ali Basyah Amin, (2) Gelanggang Prof. A.
Majid Ibrahim, dan (3) Lapangan Tugu Unsyiah.
5. Fasilitas Lain
Sejumlah fasilitas lain seperti taman rekreasi, sanggar seni, dan perbankan juga
tersedia di dalam lingkungan Universitas Syiah Kuala. Beberapa Bank yang
beroperasi di dalam kampus antara lain Bank BNI, Mandiri, BRI, Bank Aceh dan
Bank Mandiri Syariah.
2.4.2 Organisasi dan Kegiatan Kemahasiswaan
Organisasi kemahasiswaan adalah organisasi yang beranggotakan mahasiswa untuk mewadahi dan menyalurkan bakat, minat, dan potensi mahasiswa yang dilaksanakan di dalam kegiatan kemahasiswaan diluar kelas (extra). Secara umum, organisasi mahasiswa dilingkungan Universitas Syiah Kuala terdiri dari: Senat Mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa dan Unit Kegiatan Mahasiswa.
1. Dewan Perwakilan Mahasiswa
Dewan Perwakilan Mahasiwa (DPM) merupakan lembaga legislatif senat mahasiswa di tingkat pendidikan tinggi. Dalam melaksanakan program-programnya, umumnya DPM memiliki beberapa komisi, antara lain: Komisi A (Bidang Legislasi), Komisi B (Bidang Pengawasan), Komisi C (Bidang Anggaran), dan Komisi D (Bidang Advokasi). DPM pada Universitas Syiah Kuala terdiri dari dua tingkatan, yaitu DPM ditingkat Universitas dan DPM ditingkat Fakultas.
2. Badan Eksekutif Mahasiswa
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) adalah organisasi kemahasiswaan intra-kampus yang merupakan lembaga eksekutif di tingkat pendidikan tinggi. Dalam melaksanakan program-programnya, umumnya BEM memiliki beberapa departemen. BEM pada Universitas Syiah Kuala terdiri dari dua tingkatan, yaitu BEM ditingkat Universitas dan BEM ditingkat Fakultas. BEM ditingkat Universitas membawahi (koordinasi) seluruh BEM yang ada di setiap Fakultas, sementara itu BEM ditingkat Fakultas membawahi (koordinasi) seluruh himpunan mahasiswa yang ada pada fakultas tersebut.
3. Himpunan Mahasiswa Jurusan/Program Studi
Himpunan Mahasiswa merupakan organisasi setingkat jurusan/program studi.
Himpunan ini dibentuk untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan setingkat jurusan/program studi sesuai dengan disiplin ilmu digelutinya. Himpunan mahasiswa jurusan/program studi merupakan media bagi anggotanya untuk mengembangkan pola pikir dan kepribadian yang berkaitan dengan disiplin ilmunya agar siap terjun ke masyarakat. Organisasi kemahasiswaan Prodi Teknik Elektro di wadahi dalam satu himpunan dengan nama Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro (HIMATEKTRO). HIMATEKTRO menfasilitasi dan menyelenggarakan sejumlah kegiatan, seperti: try out Ujian Masuk Perguruan Tinggi ke sekolah-sekolah menengah umum di Provinsi Aceh.
12 4. Unit Kegiatan Mahasiswa
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) merupakan organisasi aktivitas kemahasiswaan diluar kelas (extra) untuk mengembangkan minat, bakat dan keahlian tertentu. UKM merupakan partner organisasi kemahasiswaan intra kampus lainnya seperti Senat Mahasiswa dan Badan Eksekutif Mahasiswa, baik yang berada di tingkat program studi, jurusan, fakultas, maupun universitas. Saat ini terdapat 21 (dua puluh satu) UKM pada Universitas Syiah Kuala yaitu, yaitu UKM Leuser, UKM Menwa, UKM KSR PMI, UKM Pers, UKM Pramuka, UKM Kempo, UKM Fosma, UKM Putroe Phang, UKM Teater Nol, UKM Taekwondo, UKM Tarung Derajat, UKM Pencak Silat, UKM Karate, UKM Merpati Putih, UKM Bola Basket, UKM Bola Voli, UKM Bulu Tangkis, UKM Catur, UKM Cendekia, UKM BSPD, dan UKM Paduan Suara. Mahasiswa Universitas Syiah Kuala dapat memilih satu atau lebih UKM sesuai dengan minat, bakat dan keahlian yang ingin didalaminya.
3 Ketentuan Akademik 3.1 Pengertian
a. Sistem Kredit Semester
Sistem Kredit Semester adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan dengan menggunakan Satuan Kredit Semester (SKS) untuk menyatakan beban studi mahasiswa, beban kerja dosen, pengalaman belajar dan beban penyelenggaraan program.
b. Semester
1) Semester Reguler
Semester Reguler adalah satuan waktu kegiatan akademik yang terdiri atas 16 (enam belas) minggu kuliah atau kegiatan terjadwal lainnya secara efektif termasuk 2 (dua) minggu kegiatan penilaian, berikut kegiatan iringannya.
2) Semester Antara
Semester Antara adalah semester tambahan yang ditawarkan oleh program studi atas dasar kebijakan akademik fakultas pada pergantian semester.
Semester Antara tidak harus diambil oleh semua mahasiswa.
a) Kegiatan perkuliahan untuk Semester Antara adalah kegiatan akademik yang setara dengan kegiatan 1 (satu) semester, yang dilaksanakan selama minimum 8 (delapan) minggu efektif.
b) Apabila Semester Antara diselenggarakan dalam bentuk perkuliahan, tatap muka paling sedikit 16 (enam belas) kali termasuk ujian tengah Semester Antara dan ujian akhir Semester Antara.
c) Pembiayaan untuk setiap sks diatur oleh Keputusan Rektor atau aturan Rektor lainnya.
c. Satuan Kredit Semester (sks)
1) Sks adalah takaran waktu kegiatan belajar yang dibebankan pada mahasiswa per minggu per semester dalam proses pembelajaran melalui berbagai bentuk pembelajaran atau besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha mahasiswa dalam mengikuti kegiatan kurikuler di suatu program studi.
2) Jumlah sks per semester dan tata cara pelaksanaannya di setiap Program
Studi harus mendapatkan pengesahan Rektor sebelum diterapkan.
14 3.2 Tujuan
a. Tujuan Umum
Tujuan Umum penerapan Sistem Kredit Semester di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) adalah menyajikan program pendidikan yang beraneka ragam dan fleksibel, sehingga mahasiswa dapat memilih mata kuliah-mata kuliah yang sejalan dengan minat, bakat, dan tuntutan lapangan kerja.
b. Tujuan Khusus
Tujuan khusus penerapan Sistem Kredit Semester adalah:
1) Memberikan kesempatan kepada para mahasiswa yang cakap dan giat belajar agar dapat menyelesaikan studi dalam waktu yang sesingkat- singkatnya.
2) Memberikan kesempatan kepada para mahasiswa agar dapat mengambil mata kuliah-mata kuliah yang sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuannya.
3) Memberikan kemungkinan agar sistem pendidikan dengan input dan output jamak dapat dilaksanakan.
4) Mempermudah penyesuaian kurikulum dari waktu ke waktu sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi.
5) Memungkinkan sistem evaluasi kemajuan belajar mahasiswa dapat diselenggarakan dengan sebaik-baiknya.
6) Memungkinkan pengalihan (transfer) kredit antar program studi dalam lingkungan Unsyiah.
7) Memungkinkan perpindahan mahasiswa dari perguruan tinggi lain ke Unsyiah.
3.3 Ciri-ciri
a. Tiap-tiap mata kuliah diberi harga yang dinamakan nilai kredit.
b. Banyaknya nilai kredit untuk masing-masing mata kuliah tidak sama.
c. Banyaknya nilai kredit untuk masing-masing mata kuliah ditentukan atas dasar besarnya usaha untuk menyelesaikan tugas-tugas yang dinyatakan dalam program perkuliahan, praktikum, kerja lapangan ataupun tugas-tugas lain.
3.4 Nilai Kredit Semedter dan Beban Studi 3.4.1 Nilai Kredit
a. Nilai Kredit Pembelajaran Kuliah, Responsi, dan Tutorial.
Untuk perkuliahan, nilai satu sks ditentukan berdasarkan beban kegiatan selama satu semester yang meliputi keseluruhan dari tiga macam kegiatan per minggu sebagai berikut:
1) Untuk mahasiswa
Bobot 1 (satu) sks pada bentuk pembelajaran kuliah, responsi dan tutorial, mencakup:
a) kegiatan belajar dengan tatap muka 50 (lima puluh) menit per minggu per semester;
b) kegiatan belajar dengan penugasan terstruktur 60 (enam puluh) menit per minggu per semester; dan
c) kegiatan belajar mandiri 60 (enam puluh) menit per minggu per semester.
2) Untuk dosen
a) 50 (lima puluh) menit acara tatap muka dengan mahasiswa secara terjadwal.
b) 60 (enam puluh) menit acara perencanaan dan evaluasi kegiatan akademik terstruktur.
c) 60 (enam puluh) menit pengembangan materi kuliah.
b. Nilai Kredit untuk Seminar atau Bentuk Pembelajaran Lain yang Sejenis.
Bobot 1 (satu) sks pada bentuk pembelajaran seminar atau bentuk pembelajaran lain yang sejenis, mencakup:
1) kegiatan belajar tatap muka 100 (seratus) menit per minggu per semester;
2) kegiatan belajar mandiri 70 (tujuh puluh) menit per minggu per semester.
c. Nilai Kredit untuk Praktikum, Penelitian, Kerja Lapangan dan Sejenisnya.
Bobot 1 (satu) sks pada bentuk pembelajaran praktikum, praktik studio,
praktik bengkel, praktik lapangan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat,
16 dan/atau bentuk pembelajaran lain yang setara, adalah 170 (seratus tujuh puluh) menit per minggu per semester.
d. Pendidikan jarak jauh adalah pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber sumber belajar melalui teknologi informasi dan komunikasi, dan media lain serta menggunakan sistem penilaian yang terjamin mutu lulusan sesuai dengan standar nasional pendidikan.
3.4.2 Konversi Nilai Akhir Mata Kuliah
Nilai akhir untuk setiap mata kuliah, merupakan indikator dari prestasi akademik yang dicapai oleh seorang mahasiswa dan diberikan atas dasar penilaian terhadap semua ujian yang diadakan sepanjang semester dengan memperhitungkan bobot nilai yang ditetapkan sebelumnya. Nilai akhir untuk suatu mata kuliah dalam bentuk angka dikonversikan dengan cara tertentu ke dalam bentuk huruf dengan cara sebagai berikut:
a. Nilai ujian mahasiswa dalam bentuk angka (dari skala nilai 0 - 100) diubah ke dalam bentuk huruf dengan berpedoman kepada metoda PAP (Penilaian Acuan Patokan).
b. Rentang nilai PAP adalah sebagai berikut:
A ≥ 87 78 ≤ AB < 87
69 ≤ B < 78 60 ≤ BC < 69
51 ≤ C < 60 41 ≤ D < 51
E < 41
3.4.3 Indeks Prestasi Mahasiswa
a. Keberhasilan studi dinyatakan dalam ukuran nilai Indeks Prestasi Semester (IPS) dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Perhitungan IPS maupun IPK dilakukan dengan terlebih dahulu mengalikan nilai huruf dengan bobotnya, sebagai berikut:
A = 4; AB = 3,5; B = 3; BC = 2,5; C = 2; D = 1; E = 0
Selanjutnya perhitungan IPS dan IPK dilakukan sebagai berikut:
1) Indeks Prestasi Semester (IPS)
IPS =
∑
∑
K KN
dimana:
! = Beban kredit (dalam sks) dari setiap mata kuliah pada semester tersebut.
" = Bobot nilai masing-masing mata kuliah yang diambil pada semester tersebut.
2) Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)
IPK =
∑
∑
Kt KtN
dimana:
!
#= Beban kredit (dalam sks) dari setiap mata kuliah yang telah diambil sejak semester I.
" = Bobot nilai masing-masing mata kuliah tersebut yang telah diambil sejak semester I.
b. Indeks prestasi dan beban studi tiap semester
1) Pada semester pertama dan kedua, mahasiswa diharuskan mengambil seluruh mata kuliah yang telah ditetapkan dalam kurikulum untuk kedua semester tersebut. Mata kuliah yang tersaji pada semester satu dan semester dua wajib diambil oleh mahasiswa dalam bentuk paket dan tanpa memperhatikan hasil evaluasi pada semester satu.
2) Beban studi yang boleh diambil oleh mahasiswa untuk semester- semester berikutnya didasarkan hasil prestasi mahasiswa sesuai nilai Indeks Prestasi Semester ( IPS) semester sebelumnya. Berdasarkan IPS yang telah dicapai, maka mahasiswa dapat mengambil mata kuliah dengan beban studi yang sesuai mengacu tabel berikut:
18 IPS Beban Studi
Maksimum
≥ 3,50 24 sks
3,00 – 3.49 22 sks 2,50 – 2,99 20 sks 2,00 – 2,49 18 sks 1,50 – 1,99 16 sks
≤ 1,50 14 sks
3.4.4 Beban Studi dan Masa Studi
a. Beban studi minimum mahasiswa pada tahun pertama untuk sarjana ditetapkan sebesar 36 (tiga puluh enam) sks, yang harus diselesaikan dalam bentuk paket. Untuk semester-semester berikutnya, beban studi mahasiswa ditetapkan berdasarkan Indeks Prestasi Semester (IPS) yang diperolehnya.
b. Beban studi program Sarjana adalah 144 - 160 (seratus empat puluh empat – seratus enam puluh) sks, yang dijadwalkan dalam 8 (delapan) semester dengan masa penyelesaian maksimum 14 (empat belas) semester.
c. Jika ada keputusan lain yang lebih tinggi yang dikeluarkan untuk mengatur beban dan masa studi ini, maka ketentuan pada bagian 2.2 ini akan disesuaikan sebagaimana mestinya.
3.4.5 Evaluasi Keberhasilan Studi Program Sarjana
Evaluasi hasil studi dilakukan untuk:
a. Menilai pemahaman dan penguasaan materi perkuliahan dalam semester berjalan.
b. Hasil evaluasi dikelompokkan ke dalam beberapa kriteria; yaitu istimewa (nilai A), sangat baik (nilai AB), baik (nilai B), sedang (nilai BC), cukup (nilai C), kurang (nilai D), dan sangat kurang (nilai E).
1) Evaluasi keberhasilan studi dua semester pertama
Pada akhir masa studi dua semester pertama, keberhasilan studi
mahasiswa dievaluasi dan harus memenuhi persyaratan sebagai
berikut:
a) Telah menyelesaikan minimum 18 sks, dan b) Mencapai IPK ≥ 2,00.
Jika dalam dua semester pertama mahasiswa yang bersangkutan telah mengumpulkan lebih dari 18 sks namun IPK < 2,0, maka untuk keperluan evaluasi dimaksud, diambil 18 sks dari mata kuliah dengan nilai terbaik.
Mahasiswa yang tidak berhasil memenuhi persyaratan tersebut di atas akan diberhentikan sebagai mahasiswa melalui keputusan Rektor.
2) Evaluasi keberhasilan studi enam semester pertama
Pada akhir masa studi empat semester pertama, keberhasilan studi mahasiswa dievaluasi dan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a) Telah menyelesaikan minimum 56 sks, dan b) Mencapai IPK ≥ 2,00.
Jika dalam enam semester pertama mahasiswa yang bersangkutan telah mengumpulkan lebih dari 56 sks namun IPK < 2,0, maka untuk keperluan evaluasi dimaksud, diambil 56 sks dari mata kuliah dengan nilai terbaik.
Mahasiswa yang tidak berhasil memenuhi persyaratan tersebut di atas akan diberhentikan sebagai mahasiswa melalui keputusan Rektor.
3) Evaluasi keberhasilan studi pada akhir masa studi
Mahasiswa dinyatakan telah menyelesaikan studi program sarjana jika memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a) Telah menyelesaikan beban kredit minimum 144 sks, b) IPK ≥ 2,00,
c) Memiliki nilai D maksimum 5% dari total sks yang telah
diselesaikan,
20 d) Mata kuliah Praktikum atau mata kuliah yang menggabungkan
teori dan praktikum sebagai bagian mata kuliah, harus bernilai minimal C,
e) Tidak ada nilai E, dan
f) Telah menyelesaikan skripsi/tugas akhir/karya tulis yang disyaratkan sesuai dengan kurikulum pada program studi yang bersangkutan.
Mahasiswa yang tidak berhasil memenuhi persyaratan tersebut di atas akan diberhentikan sebagai mahasiswa oleh Rektor setelah mendapatkan pertimbangan Senat Fakultas yang bersangkutan.
3.4.6 Perbaikan Nilai
a. Nilai akhir terendah yang tidak boleh diperbaiki adalah nilai BC.
b. Mata kuliah yang nilai akhirnya diperbaiki turut diperhitungkan dalam penentuan beban studi semester berikutnya.
c. Perhitungan Indeks Prestasi Semester (IPS) dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) didasarkan kepada nilai terakhir yang dicapai oleh mahasiswa untuk mata kuliah tersebut.
d. Usaha perbaikan nilai harus dilaksanakan sesegera mungkin dalam
rentang waktu studi yang telah ditetapkan
4 Kurikulum
Penyusunan kurikulum PSTE 2016-2020 merujuk kepada KKNI jenjang 6 dan kriteria SNPT. Deskripsi KKNI untuk kualifikasi jenjang 6 adalah [2]:
K1. Mampu mengaplikasikan bidang keahliannya dan memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni pada bidangnya dalam penyelesaian masalah serta mampu beradaptasi terhadap situasi yang dihadapi.
K2. Menguasai konsep teoritis bidang pengetahuan tertentu secara umum dan konsep teoritis bagian khusus dalam bidang pengetahuan tersebut secara mendalam, serta mampu memformulasikan penyelesaian masalah prosedural.
K3. Mampu mengambil keputusan yang tepat berdasarkan analisis informasi dan data, dan mampu memberikan petunjuk dalam memilih berbagai alternatif solusi secara mandiri dan kelompok.
K4. Bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung jawab atas pencapaian hasil kerja organisasi.
Sedangkan standar kompetensi lulusan SNPT meliputi komponen sikap, pengetahuan, kemampuan umum dan kemampuan khusus. Kriteria minimum untuk sikap dan kemampuan umum telah dirumuskan pada SNPT, sedangkan perumusan komponen pengetahuan dan kemampuan khusus dilakukan oleh program studi ataupun asosiasi keilmuan. Rumusan sikap pada SNPT adalah sebagai berikut [3]:
S1. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius;
S2. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama, moral dan etika;
S3. Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban berdasarkan Pancasila;
S4. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggungjawab pada negara dan bangsa;
S5. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain;
S6. Bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap
masyarakat dan lingkungan;
22 S7. Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara S8. Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik;
S9. Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri; dan
S10. Menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan, dan kewirausahaan.
Kemudian, rumusan kemampuan umum SNPT untuk tingkat Sarjana adalah [3]:
U1. mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora yang sesuai dengan bidang keahliannya;
U2. mampu menunjukkan kinerja mandiri, bermutu, dan terukur;
U3. mampu mengkaji implikasi pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora sesuai dengan keahliannya berdasarkan kaidah, tata cara dan etika ilmiah dalam rangka menghasilkan solusi, gagasan, desain atau kritik seni, menyusun deskripsi saintifik hasil kajiannya dalam bentuk skripsi atau laporan tugas akhir, dan mengunggahnya dalam laman perguruan tinggi;
U4. menyusun deskripsi saintifik hasil kajian tersebut diatas dalam bentuk skripsi atau laporan tugas akhir, dan mengunggahnya dalam laman perguruan tinggi;
U5. mampu mengambil keputusan secara tepat dalam konteks penyelesaian masalah di bidang keahliannya, berdasarkan hasil analisis informasi dan data;
U6. mampu memelihara dan mengembang-kan jaringan kerja dengan pembimbing, kolega, sejawat baik di dalam maupun di luar lembaganya;
U7. mampu bertanggungjawab atas pencapaian hasil kerja kelompok dan melakukan supervisi dan evaluasi terhadap penyelesaian pekerjaan yang ditugaskan kepada pekerja yang berada di bawah tanggung jawabnya;
U8. mampu melakukan proses evaluasi diri terhadap kelompok kerja yang berada dibawah tanggung jawabnya, dan mampu mengelola pembelajaran secara mandiri; dan
U9. mampu mendokumentasikan, menyimpan, mengamankan, dan menemukan kembali data untuk menjamin kesahihan dan mencegah plagiasi.
Deskripsi KKNI jenjang 6 dan rumusan sikap serta kemampuan umum dari SNPT di
atas akan digunakan dalam merumuskan capaian pembelajaran (lihat sub-bab 4.2).
4.1 Profil Lulusan
Berdasarkan Buku Panduan Penyusunan Kurikulum Unsyiah [4], profil lulusan didefinisikan sebagai postur atau peranan yang diharapkan dapat dilakukan oleh pembelajar (mahasiswa) di dunia kerja atau masyarakat setelah lulus atau menyelesaikan seluruh proses pembelajaran yang sesuai dengan jenjang KKNI.
Identifikasi profil lulusan dilakukan dengan mempertimbangkan visi universitas dan prodi, hasil tracer study dari CDC, dan masukan-masukan dari stake- holder, terutama dari kalangan industri, seperti PT. Lafarge, PT PLN cab. Banda Aceh dan PT. Telkom. Rumusan profil lulusan PSTE seperti yang tertera pada Tabel 5 berlaku secara umum untuk lulusan PSTE walaupun setiap lulusan memiliki pengetahuan dan keahlian spesifik yang sesuai dengan bidang peminatan yang ada di PSTE, yaitu: teknik tenaga listrik, teknik elektronika dan instrumentasi, teknik telekomunikasi multimedia, teknik kendali dan teknik komputer & informatika.
Tabel 5. Rumusan Profil Lulusan PSTE
No Profil lulusan Deskripsi profil
1 Engineer/Insinyur teknik elektro dengan keahlian khusus sesuai dengan bidang
peminatan: teknik tenaga listrik, teknik elektronika dan
instrumentasi, teknik telekomunikasi multimedia, teknik kendali, dan teknik komputer & informatika
Engineer di bidang teknik elektro yang bisa mengidentifikasi, menganalisa dan memecahkan masalah teknik di bidang ketenaga-listrikan, elektronika dan instrumentasi, telekomunikasi multimedia, kendali, dan komputer &
informatika.
2 Supervisor/Manajer Supervisor/Manajer pada industri (proses produksi dan lapangan/field) dan proyek sipil.
3 Programmer Tenaga programmer atau analis sistem
(system analyst) pada
perusahaan/industri dan lembaga pemerintah.
4 Tenaga Pendidik Tenaga pendidik pada sekolah menengah/kejuruan dan program D3.
5 Peneliti Peneliti muda atau pemula pada
universitas dan lembaga penelitian 6 Technopreneur Technorepeneur dibidang ketenaga-
listrikan, elektronika & instrumentasi, kontrol dan dibidang teknologi informasi dan komunikasi. Termasuk juga dalam kategori ini adalah pendiri (founder) perusahaan start-up dibidang terkait.
24 4.2 Capaian Pembelajaran
Penyusunan capaian pembelajaran PSTE merujuk kepada deskripsi KKNI jenjang 6 (untuk Sarjana/D4), kriteria standar kompetensi SNPT untuk sikap dan kemampuan umum, dan standar kompetensi lulusan bidang teknik dan teknik elektro dari lembaga akreditasi ABET (Accreditation Board for Engineering and Technology)
1.
Rumusan capaian pembelajaran PSTE adalah sebagai berikut :
CP 1. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan berdasarkan agama, moral dan etika dalam menjalankan tugas sebagai Sarjana Teknik Elektro, serta taat kepada aturan hukum yang berlaku.
CP 2. Memiliki nasionalisme dan tanggung jawab terhadap bangsa dan negara dengan berkontribusi sesuai dengan bidang keahliannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang berdasarkan Pancasila, dan mampu menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain.
CP 3. Memiliki pengetahuan sains, komputer, dan prinsip-prinsip rekayasa serta mampu menerapkannya untuk memecahkannya masalah rekayasa kompleks, seperti dalam menganalisis dan merancang peralatan elektronik atau elektrikal, perangkat lunak dan sistem yang terdiri dari perangkat keras dan lunak.
CP 4. Memiliki pengetahuan matematika dan penerapannya, termasuk didalamnya kalkulus diferensial dan integral, probabilitas & proses acak, aljabar linier, variabel kompleks, dan metode transformasi.
CP 5. Mempunyai pengetahuan teoritis yang luas di bidang teknik elektro dan pengetahuan khusus yang mendalam pada bidang keahliannya.
CP 6. Mampu menggunakan metode/teknik, keterampilan, piranti lunak dan perangkat keras modern yang dibutuhkan dalam praktek bidang teknik dan bidang keahliannya.
1
Standar kompetensi lulusan (Program Outcomes) dari ABET ini selaras dengan capaian pembelajaran yang dirumuskan oleh lembaga akreditasi Indonesia yang akan berdiri, yaitu: Lembaga Akreditasi Program Studi Teknik Indonesia atau The Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE).
CP 7. Mampu melakukan perancangan, implementasi dan verifikasi komponen, proses atau sistem yang sesuai dengan bidang keahlian untuk memenuhi spesifikasi atau kebutuhan yang diinginkan dan juga mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti: ekonomi, lingkungan, sosial, kesehatan dan keselamatan, dan keberlanjutan.
CP 8. Mampu melakukan atau merancang eksperimen (percobaan) dan kemudian melakukan analisis dan interpretasi data.
CP 9. Mampu mengidentifikasi, merumuskan, menganalisis dan menyelesaikan permasalahan atau memberikan solusi alternatif sesuai bidang keahliannya.
CP 10. Mampu berkerjasama dalam tim multi-disiplin dan multi-kultural.
CP 11. Mampu berkomunikasi secara efektif.
CP 12. Mampu bertanggung jawab secara mandiri atas pekerjaannya dan mematuhi etika profesi dalam menyelesaikan permasalahan teknik.
CP 13. Mampu membaca karya ilmiah (terutama dalam bahasa Inggris), melakukan tinjauan pustaka dan mampu menyusun karya ilmiah termasuk tugas akhir berdasarkan hasil analisis matematis dan data hasil percobaan serta mampu menuliskannya secara akurat, efektif dan komunikatif dengan mengikuti kaidah-kaidah ilmiah.
CP 14. Mampu memahami kebutuhan akan pembelajaran sepanjang hayat, termasuk akses terhadap pengetahuan terkait isu-isu kekinian yang relevan di bidang teknik elektro.
CP 15. Mempunyai pengetahuan dan kemampuan dasar technopreneurship.
CP 16. Memiliki latar belakang untuk pendidikan tahap selanjutnya.
CP 17. Mempunyai pengetahuan tentang kebencanaan dan penerapan teknologi informasi dan komunikasi untuk pengurangan resiko kebencanaan.
Catatan: Bidang keahlian pada rumusan capaian pembelajaran di atas merujuk kepada salah satu bidang peminatan/keahlian: teknik tenaga listrik, teknik elektronika dan instrumentasi, teknik telekomunikasi multimedia, teknik kendali, dan teknik komputer
& informatika.
Keterkaitan rumusan capaian pembelajaran di atas dengan rumusan kemampuan (outcomes) lulusan dari KKNI, SNPT dan ABET dapat dilihat pada Tabel 6.
26 Tabel 6. Keterkaitan CP PSTE dengan Capaian KKNI, SNPT, dan ABET
Acuan
Capaian Pembelajaran PSTE (CP)1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
SN PT - Si kap
1
√2
√3
√4
√5
√6
√7
√8
√ √9
√10
√SN PT Ke m am pu an Um um 1
√ √2
√ √3
√ √4
√5
√ √6
√ √7
√8
√ √9
√ √KKNI 1
√ √ √ √2
√3
√ √4
√ABE T - Eng ine er ing
1
√ √2
√3
√4
√5
√6
√7
√8
√9
√10
√11
√ABE T - EE 1
√2
√3
√4
√5
√6
√7
√4.3 Keterkaitan Mata Kuliah dan Capaian Pembelajaran
Pemilihan bahan kajian atau mata kuliah dalam kurikulum PSTE berdasarkan kepada Body of Knowledge (BOK) Teknik Elektro yang direkomendasikan oleh FORTEI pada tahun 2014 [6] dan rekomendasi dari setiap bidang peminatan/keahlian pada PSTE. Ketentuan khusus pada BPPK Unsyiah 2016 menyatakan bahwa mata kuliah wajib pada program sarjana terdiri atas:
1. Mata Kuliah Wajib Nasional, yaitu:
• Pendidikan Agama (2 sks)
• Bahasa Indonesia (2 sks)
• Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2. Mata Kuliah Wajib Universitas, yaitu:
• Ilmu Alamiah Dasar (2 sks)
• Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (2 sks)
• Bahasa Inggris (2 sks)
• Kuliah Kerja Nyata (2 sks)
• Pengetahuan Kebencanaan dan Lingkungan (2 sks)
Adapun mata kuliah wajib Fakultas Teknik Unsyiah adalah Kewirausahaan (2 sks).
Untuk kurikulum inti PSTE, pemilihan mata kuliah wajib mengacu kepada BOK Teknik Elektro hasil rekomendasi FORTEI pada tahun 2014, yang dapat dilihat pada Tabel 7 di bawah ini.
Tabel 7. Rekomendasi Body of Knowledge (BOK) dari FORTEI 2014
No. Bahan Kajian/Body of Knowledge
Level
Mata Kuliah Bloom
(min)
1 Kalkulus Calculus c2 Kalkulus I dan Kalkulus 2
2 Fisika Physiscs c2 Fisika
3 Kimia Chemistry c2 -
4 Probabilitas dan Statistik
Probability and
Statistics c2 Probabilitas dan Proses Acak
5 Matematika Lanjut Advanced Mathematics c3
Aljabar Linier dan Bilangan Kompleks, Metode
Transformasi 6 Struktur Diskrit Discrete Structures c2 Struktur Diskrit* (T.
Komputer & Informatika) 7 Sistem Digital Digital Systems c3 Logika Digital
8 Elektronika Electronics c3 Elektronika
28
No. Bahan Kajian/Body of Knowledge
Level
Mata Kuliah Bloom
(min)
9 Mikroelektronika Microelectronics c2 Mikroelektronika* (T.
Elektronika &
Instrumentasi) 10 Sirkuit dan Sinyal Circuits and Signals c2 Analisa Rangkaian,
Rangkaian Listrik, Sinyal dan Sistem
11 Pemrograman Programming c3 Pemrograman I,
Pemrograman II
12 Elektromagnetik Electromagnetics c2 Medan Elektromagnetik 13 Sistem Ketenagaan Power Systems c2 Pengantar Sistem Tenaga
Listrik 14 Sistem
Telekomunikasi Telecommunications
Systems c2 Pengantar Sistem
Telekomunikasi
15 Sistem Kendali Control Systems c3 Pengantar Sistem Kendali 16 Organisasi dan
Arsitektur Komputer
Computer Architecture
and Organization c3 Organisasi dan Arsitektur Komputer
17 Pengolahan Sinyal Digital
Digital Signal
Processing c3 Pengolahan Sinyal Digital
18 Sistem
Mikroprosesor Microprocessor
systems c3
Sistem Mikroprosesor, Sistem Embedded* (T.
Komputer & Informatika) 19 Material Teknik Elektro Electrical Engineering
Materials c2 Material Teknik Elektro
20 Pengukuran dan Instrumentasi
Instrumentation/Meas
urement c2 Pengukuran dan
Instrumentasi 21 Rekayasa Sistem System Engineering c4
Pengantar Rekayasa Desain, Kerja Praktek, Tugas Akhir 1, Tugas Akhir 2
22
Isu-isu
Profesionalisme dan Sosial
Social and Professional
Issues c2
Etika Profesi dan Rekayasa, Kewirausahaan, Kuliah Kerja Nyata