• Tidak ada hasil yang ditemukan

OASE (THE OVERSEAS ACADEMIC STUDY EXCHANGE PROGRAM)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "OASE (THE OVERSEAS ACADEMIC STUDY EXCHANGE PROGRAM)"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Proceeding

OASE (THE OVERSEAS ACADEMIC STUDY EXCHANGE PROGRAM)

Seminar, Discussions, Academic Field Studies, Campus,

and Education Institution Visit

(3)

PROCEEDING

OASE (The Overseas Academic Study Exchange Program)

Seminar, Discussions, Academic Field Studies, Campus and Education Institution Visit

ISSN: 2686-4312 Vol. 2, No. 1

Diterbitkan Oleh:

Direktorat Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang

Penanggung Jawab Akhsanul In’am., Ph.D.

Direktur Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang

Dewan Editor

Mokhamad Najih., Ph.D (Koordinator) Dr. Diah Karmiyati., M.Si

Dr. Wahyudi., M.Si

Prof. Dr. Yus Moch Cholili., M.Pd Dr. Moh. Nurhakim., M.Ag

Dr. Hartono., M.Pd Dr. Ribut Wahyu Eriani., M.Pd

Dr. Eko Handayanto., M.M Dr. Bambang Yudi Aryadi Luluk Dwi Kumalasari., M.Si

Desain Grafis Nurisma Sofiana., S.Pd Zumrotul Sholihah, S.Ikom

Alamat Redaksi

Kampus 3: GKB 4 Lantai 1 – 3 Jl. Raya Tlogomas No. 246 Malang, East Java, Indonesia 65144 Phone: +62 341 46418-19 (Hunting)

Fax : +62 341 460782

(4)

Kata Pengantar …

Alhamdulillah, puji syukur dihaturkan kepada Allah SWT, berkat rahmat, taufiq dan hidayah-Nya proceeding OASE 2018 ini dapat diterbitkan dengan baik. Meskipun terlambat, tetapi dapat di wujudkan dengan perjuangan yang lumayan melelahkan.

Program OASE (The Overseas Academic Study Exchange Program) 2018 merupakan program pengembangan dan pengenalan kepada mahasiswa pascasarjana pada DPPS UMM untuk angkatan tahun 2017. Adapun tujuan program ini adalah membekali pengalaman pada mahasiswa pascasarjana presentasi karya ilmiah di forum internasional. Perlu disampaikan bahwa tidak semua makalah diterbitkan dalam proceediung ini, hanya yang memenuhi syarat dan lolos uji plagiasi sampai 50% yang diterbitkan. Sedangkan yang tidak memenuhi syarat hanya abstaraksinya atau judulnya saja.

OASE 2018 dilaksanakan pada tanggal, 1 – 4 Desember 2018 dengan tujuan 3 (tiga) kampus utama di Malaysia yaitu Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Universiti Malaya (UM) dan 1(satu) institusi di Singapura (Persyarikatan Muhammadiyah).

Proceeding yang seedrhana ditangan pembaca ini, adalah karya mahasiswa yang ditulis untuk kegiatan OASE 2018 tersebut. Mengingat beragamnya tema yang buat oleh mahasiswa maka kualifikasi disusun berdasarkan program studi dan berdasarkan urutan abjad nama penyusunnya.

Atas terbitnya proceeding ini, kami menyampaikan terimakasih kepada Direktur pascasarjana UMM beserta jajaran staf atas dukungan dan bantuannya. Khsusunya kepada sdri Zumrotul Sholihah S.Ikom, dan Nurisma Sofiana, SPd., yang telah menyusun dan melakukan editing sehingga dapat tersusunnya proceeding ini.

Malang, 25 Maret 2019 Panitia

(5)

Daftar Isi …

MAGISTER BAHASA INGGRIS 1

STUDENTS’ SELF-ESTEEM IN LEARNING SPEAKING AT KAMPOENG INGGRIS SMART ENGLISH COURSE

Amanaturrohmah 2

APPLYING ENGLISH PROGRAM IN OUTSIDE OF LECTURE TO IMPROVE ESP (ENGLISH FOR SPECIFIC PURPOSES) OF PUBLIC HEALTH SCIENCE'S STUDENTS

Dwi Priyo Santoso 8

A STUDY ON THE TEACHING MEDIA USED BY THE ENGLISH TEACHER AT SMP MUHAMMADIYAH 2 MALANG

Fajar Wirawan 12

THE STRUGGLE OF MILITARY CADETS TO LEARN ENGLISH IN THE CLASSROOM

Ida Setianingsih 19

LANGUAGE TESTING

Mulis 25

THE MOTIVATION OF STUDENTS IN LEARNING ENGLISH AT NURSING STUDENTS

Pendik Setiawan 34

CLASSROOM MANAGEMENT FOR AN EFFECTIVE LEARNING ENVIRONMENT AT THE EIGHT GRADE STUDENTS OF STATE ISLAMIC JUNIOR HIGH SCHOOL OF BATU

Sukma Widya Sasmi Sabbu 41

EFFECTIVE TEACHER STYLE IN INCREASING STUDENTS’ MOTIVATION IN ENGLISH FOR FASHION DESIGN

Sulastri 47

REDEFINING EFFECTIVE CLASSROOM MANAGEMENT: A STUDY OF

CUSTOMIZED CLASSROOM MANAGEMENT AT PUBLIC SENIOR HIGH SCHOOL (SMAN) 1 PAITON PROBOLINGGO, INDONESIA.

Tri Wahyu Trisna Murti 52

(6)

MAGISTER PENDIDIKAN MATEMATIKA 58 STUDENT RESPONSE PROFILE BASED ON SOLO TAXONOMY IN SOLVING THE

PROBLEM IN THE MATERIAL GEOMETRY IS REVIEWED FROM ADVERSITY QUOTIENT

Abdul Wahab 59

FINISHED COMPETITION METHOD TO INCREASE UNDERSTANDING OF PARTICIPANTS IN NON-OPERATING OPERATIONS

Achmad Syahirul Alim 67

PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PENGGUNAAN SPSS DI KELAS STATISTIK INFERENSIAL

Arief Rahman Hakim 77

ANALYSIS OF STUDENT BALANCE CAPABILITIES BASED ON SETTLEMENT OF MULTIPLE CHOICE TYPE TIMSS PROBLEMS

Arkadius Kiang Lagamakin 83

UNDERSTAND THE CONCEPT OF TRANSFORMATION GEOMETRY WITH THE HELP OF SOFTWARE GEOGEBRA THROUGH TECHNIQUES PREDICT, OBSERVE, AND EXPLAIN

Azimatul Munirah 94

APPLICATION OF E-LEARNING BASED MEDIA EDMODO TO INCREASE ACTIVITY AND LEARNING OUTCOMES GEOMETRY

Danang Lipianto 99

IMPLEMENTATION OF CHARACTER EDUCATION THROUGH MATHEMATICS LEARNING

Defriana Dwi Lestari 111

THE ANALYSIS OF STUDENT’S MATHEMATICAL WRITING ABILITY OF VIII GRADE STUDENTS AT ISLAMIC JUNIOR HIGH SCHOOL MUHAMMADIYAH 1 MALANG

Dita Latifatu Syarifah 117

MATHEMATICAL LEARNING MIND MAPPING MODEL EDRAW MIND MASTER ASSISTED IN TRIGONOMETRY

Fika Puspitasari 123

PENERAPAN PEMBELAJARAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PENALARAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA

Imroatul Kosia 128

THE EFFECTIVENESS OF COOPERATIVE LEARNING WITH COURSE REVIEW HORAY TO IMPROVE THE STUDENT’S ACHIEVEMENT

Karimah Mabrukah 136

(7)

HUBUNGAN ANTARA LONELINESS DAN PENALARAN MATEMATIKA

Lisda Ramdhani 142

ANALYSIS OF STUDENTS PROCEDURAL ABILITY TO SOLVE THE PROBLEM OF THE LINEAR EQUATION SYSTEM TWO VARIABLES

Lusia Bince Kumanireng 148

VALIDITY AND PRACTICALITIES STUDENT WORKSHEET CONTENT-BASED CONTEXTUAL APPROACH BUILD SPACE FLAT SIDE OF STUDENTS OF SMP

Romadhon 156

MATHEMATICAL PROBLEM SOLVING ANALYSIS ON CIRCLE GEOMETRY USING ESSAY TESTS

Roro Dyar Ayu Maulitasari 165

THE ANALYSIS OF TEACHER'S DIFFICULTIES IN IMPLEMENTING PRODUCT ASSESSMENT IN MATHEMATICS LEARNING

Silvia Irene 171

IMPLEMENTATION OF LEARNING METHODS TWO STAY TWO TO STRAY HELPFUL GEOGEBRA IMPROVE RESULTS

Sunaryo Sinto Sidul 177

THE ANALYSIS OF STUDENT MISCONCEPTION IN CONGRUENCE AND SIMILARITY MATERIALS USING TWO - TIER MULTIPLE CHOICE

Windy Tunas Putri 185

RESPON SISWA SMP TERHADAP GAME MATEMATIKA EDUKATIF

Zulkipli 192

MAGISTER PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA 197 KESENJANGAN BUDAYA KOMUNIKASI BERDASARKAN STRATAFIKASI

SOSIAL PADA KETURUNAN AMAQ DENGAN MENAQ DI LOMBOK

Agus Darma Putra 198

EKSISTENSI PEMBELAJARAN BIPA DI KANCAH INTERNASIONAL

Ainur Trihana Indrawati 206

DISTRIBUSI SENYAPAN DALAM TUTURAN BAHASA INDONESIA (KAJIAN PSIKOLINGUISTIK)

Mey Lisawatul Munawaroh 222

BAHASA KHOTBAH JUMAT DI MASJID ANNUR KABUPATEN MALANG: UPAYA KONSERVASI BAHASA JAWA MELALUI PENANAMAN NILAI-NILAI AGAMA

Muhammad Rivai Sakka 227

REPRESENTASI BUDAYA NTT DALAM STAND UP COMEDY EPHY PAE

Richard Oematan 241

(8)

KAJIAN SOSIOLINGUISTIK PADA STIKER PENDUKUNG SEPAK BOLA AREMA FC DI MALANG

Rizki Amsari Saragih 246

KAJIAN SEMIOTIK PADA PUISI-PUISI BERTEMA PERJUANGAN

Anisa Wahyu Ifanti 252

REPRESENTASI CANTIK DALAM NOVEL CANTIK ITU LUKA KARYA EKA KURNIAWAN DENGAN PENDEKATAN PSIKOLOGI SASTRA

Runi Fazalani

MAGISTER PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 257

REVITALISASI BUDAYA DAN TRADISI SEBAGAI DASAR MELAKUKAN

Adi Irfan Marjuqi 258

PENGEMBANGAN KURIKULUM DARI ASPEK NORMATIVE DAN HISTORIS DALAM PERJALANAN SEJARAH KELEMBAGAAN PENDIDIKAN ISLAM

Akbarlita Ari Kurnia 268

THE SCIENCE REVOLUTION AS THE BASE FOR THE DEVELOPMENT OF ISLAMIC EDUCATION CURRICULUM MATERIALS

Fahmi Arief Hidayat 280

REKONSTRUKSI KAJIAN PENDIDIKAN SEBAGAI SALAH SATU BASIS PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM

Muhammad Arief 291

MAGISTER AGRIBISNIS 301

PENGARUH PROMOSI MELALUI KEGIATAN BAKING DEMO DALAM

MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PRODUK DI PT. WILMAR NABATI INDONESIA

Azhar Rohmadi 302

PERCEPTION OF FARMERS IN ORGANIC FARMING SYSTEMS IN BATU CITY

Sinta Dewi Andaru 308

MAGISTER MANAJEMEN 315

PENERAPAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI ALTERNATIF PENILAIAN KINERJA ORGANISASI PUBLIK

Afnita 316

EMOTION MANAGEMENT, SPIRITUALITY, MOTIVATION, AND WORKING SPIRIT : AN EXPERIMENTAL STUDY

Andry Syuhada Caesar Saefullah 327

LEADERSHIP STYLE AND ITS EFFECT ON EMPLOYEE PERFORMANCE

Eka Widiantini 336

(9)

STUDI LITERATUR PENGARUH BUDAYA ORGANISASI ,PERILAKU

KEPEMIMPINAN, KOMITMEN ORGANISASI, TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN KINERJA

Eni Sumadi 344

THE RELATIONSHIP OF GOAL SETTING AND FEEDBACKON PERFORMANCE

Eria Ayu Kudria 353

ANALISIS KOMUNIKASI ORGANISASI, MOTIVASI KERJA,DAN

KOMPENSASIUNTUK MENINGKATKAN KINERJA GURU (STUDI LITERATUR)

Farokh Khoirun Nisa’ 361

POLITICAL RISKS OF GLOBAL BUSINESS : A CRITICAL CONCERN TO TERRORISM AND CORRUPTION IN INDONESIA

Muhammad Zulfiqar Mahmud 370

CULTURAL STUDY IN INTERNATIONAL MARKETING: SUKSES DALAM PEMASARAN GLOBAL

Nur Sakinah 367

PENERIMAAN APLIKASI P-CARE DI PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT DENGAN METODE TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL – SEBUAH STUDI LITERATUR

Nurul Zuroidah 390

PENERAPAN PRINSIP TQM (TOTAL QUALITY MANAGEMENT) PADA PERUSAHAAN DI INDONESIA

Taufiq Fitrianto 397

HUBUNGAN WORK FAMILY CONFLICT, JOB STRESS, BURNOUT DENGAN KINERJA KARYAWAN

Uswatun Hasanah 405

CONSUMERS' INTENTION TO CHOOSE HALAL FOOD IN GLOBAL MARKETS

Yayuk Yuniarti 415

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN JOB CRAFTING: REVIEW

Zumrotul Sholihah 423

MAGISTER ILMU HUKUM 431

SELAYANG PANDANG PEMERINTAH DESA DONOWARIH

Ary Widy Hartono 432

ANALISIS HUKUM PERTAMBANGAN EMAS TANPA IZIN DI WILAYAH KABUPATEN SUMBAWA BARAT

Bakti Bina Darmayanti 438

(10)

DEMOKRASI PANCASILA: MEWUJUDKAN IDEALISME DAN KEDAULATAN RAKYAT BERDASARKAN PANCASILA

Ifan Taufikurrohman 444

PENGAKUAN TERHADAP SAKSI DAN KETERANGA “TESTIMONIUM DE AUDITU” DALAM SISTEM PEMBUKTIAN (SEBUAH TINJAUAN MENGENAI URGENSI PEMBAHARUAN KUHAP)

Naili Ariyani 451

MASA PENAHANAN DI TINGKAT PENYIDIKAN TERHADAP TERSANGKA TINDAK PIDANA TERORISME DITINJAU DARI PRINSIP-PRINSIP HAK ASASI MANUSIA

Siti Wulandari 465

MENAKAR REGULASI HUKUM AGRARIA KEHUTANAN DI INDONESIA DALAM PRESPEKTIF SEJARAH DITINJAU DARI TEORI HUKUM RESPONSIF

Tasya Moedy Agusti 473

MAGISTER SOSIOLOGI 481

ANALYSIS OF FUJOSHI'S SOCIAL BEHAVIOR IN THE NEGATIVE STIGMA OF LGBT

Aimah Mopashari 482

THE CONSTRUCTION OF STIGMA FROM THE REALITY OF SINGLE PARENTS

Cahyo Budiman 490

RASIONALITAS DAN PREFERENSI KONSUMEN DALAM BELANJA ONLINE

Ita Kosasih 499

GENDER GROUPS IN AGRICULTURE AND RURAL DEVELOPMENT IN TIMOR LESTE: THE ROLE OF WOMEN IN HOME ECONOMICS

Joao Ximenes 511

AGRICULTURAL LAND TRANSFER FUNCTION AND SHIFTS IN LOCAL CULTURAL VALUES IN THE CITY OF STONE

Suhariyanti 516

CONFLICT OF THE IDEOLOGICAL MOVEMENT OF TERRORISM

Suprapto 522

RASIONALITAS KONSUMSI PRODUK REPLIKA (COUNTERFEIT PRODUCT) DALAM MEMBANGUN MODAL SIMBOLIK

Vinggi Oktaviari 528

FORMAT DAN ATURAN PENULISAN MANUSKRIP PROSIDING 535

(11)

MAGISTER manajemen

(12)

Yayuk Yuniarti 201710280211019 Magister Manajemen [email protected]

Abstrak

Artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang niat beli konsumen untuk memilih produk makanan halal, khususnya di pasar global. Dalam studi ini, penulis memilih untuk mengatasi kesenjangan dalam literatur yang berkaitan dengan niat beli konsumen. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menentukan sikap, norma subyektif, dan kontrol perilaku yang dirasakan konsumen. Dengan menggunakan Theory of Planned Behavior, penulis dapat mengidentifikasi faktor apa saja yang bisa mempengaruhi niat beli konsumen terhadap produk makanan halal di pasar global.

Introduction

Pasar global merupakan pasar berskala dunia yang terbuka bagi seluruh pelaku usaha.

Pasar global mengalami perkembangan yang pesat karena beberapa negara industri yang mampu menghasilkan produk yang berkualitas. Pasar global dianggap sebagai peluang bisnis yang sangat besar dan menantang. Ketika suatu perusahaan memutuskan untuk ikut serta dalam pasar global, maka terbukalah kesempatan baginya untuk mengembangkan bisnisnya dan meraih lebih banyak keuntungan. Peluang bisnis yang banyak diminati oleh pelaku bisnis di pasar global salah satunya yaitu bisnis makanan. Pasar makanan global diprediksi akan terus melesat dari tahun ke tahun. Bersamaan dengan kondisi itu, industri dan pasar makanan halal pun diharapkan mampu mengambil kesempatan untuk terus menunjukkan peningkatan.

Makanan merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi oleh setiap manusia, makanan juga sangat penting bagi keberlangsungan hidup manusia. Makanan yang dikonsumsi tidak hanya yang mengenyangkan, tetapi apakah kandungan yang terdapat dalam makanan itu halal atau tidak, terutama bagi umat muslim. Makanan dan minuman halal digambarkan sebagai sesuatu yang dapat dimakan atau diminum, dan tidak ada bukti yang sah tentang larangannya, serta bahan-bahannya bebas dari komponen yang dilarang atau terkontaminasi (Said, Hassan, Musa, & Rahman, 2014). Produk halal diproduksi dan dikonsumsi tidak hanya di negara-negara yang memiliki populasi muslim yang tinggi, tetapi juga negara-negara yang memiliki populasi muslim yang rendah, dan ini membuat produk halal tersedia di seluruh dunia (Hasnah Hassan, 2011).

(13)

Halal bukan lagi hanya masalah tentang agama, namun merupakan tempat perdagangan, dan itu juga menjadi simbol global untuk jaminan kualitas dan pilihan gaya hidup (Haque, Sarwar, Yasmin, Tarofder, & Hossain, 2015). Industri makanan menjadi lebih peduli dan sensitif tentang manufaktur dan sumber produk halal. Popularitas Halal yang berkembang juga dapat dikaitkan dengan semangat keagamaan, dan keyakinan bahwa itu lebih bersih, sehat dan enak (Toong, Khin, & Khatibi, 2015). Maka dari itu, makanan halal lebih diminati oleh konsumen, baik itu konsumen muslim maupun konsumen non muslim.

Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Bashir, Bayat, Olutuase, & Abdul Latiff, 2018) juga menyelidiki niat beli konsumen terhadap produk halal. Niat beli merupakan suatu proses untuk menganalisis dan memprediksi perilaku konsumen (Lin & Lin, 2007) yang berkaitan dengan kesediaan mereka untuk membeli, menggunakan dan perhatian mereka terhadap merek tertentu (Chang & Liu, 2009), dan itu dianggap dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen (Omar, Mat, Imhemed, & Ali, 2012). Niat untuk membeli mengindikasikan tujuan individu untuk membeli produk makanan halal (Aziz & Chok, 2013).

Dalam hal ini, menilai niat pembelian merek halal akan membantu untuk lebih memahami kebutuhan, harapan, dan persepsi konsumen (Borzooei & Asgari, 2013).

Sikap terhadap perilaku, norma subyektif, dan kontrol perilaku yang dirasakan diyakini bisa memprediksi perilaku niat beli konsumen. Hal ini berdasarkan Theory of Planned Behavior yang dicetuskan oleh Ajzen. Penjelasan mengenai niat beli konsumen untuk memilih produk halal didukung dengan beberapa penelitian terdahulu yang menjadi acuan untuk pemahaman mengenai hal - hal tersebut. Artikel ini ditujukan untuk mengetahui faktor apa saja yang bisa mempengaruhi niat beli konsumen terhadap produk makanan halal di pasar global.

Literatur Riview Halal Food Product

Pemilihan makanan dan proses pengambilan keputusan yang terkait sering dibentuk oleh norma dan praktik sosial yang berlaku, dengan agama berfungsi sebagai landasan utama dalam pendekatan. Kata halal berasal dari bahasa Arab yang berarti izin masuk hukum (Wilson & Liu, 2010). Namun, menurut (Rehman & Shahbaz Shabbir, 2010), konsep halal mematuhi aturan syariah yang secara jelas menjelaskan apa yang bisa dan tidak bisa diterima oleh muslim.

Berdasarkan sudut pandang tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa seseorang tidak boleh menggunakan bahan berbahaya, yang tidak memenuhi syariah islam. Konsep Halal menginstruksikan bahwa produsen makanan itu harus memastikan nutrisi yang baik dengan bahan yang diizinkan. Selain itu, konsep ini juga menekankan pada kebersihan bahan makanan dan juga kebersihan lingkungan dari penanaman untuk menyajikan makanan.

Mempelajari perilaku konsumen di pasar global sangat penting ketika menyangkut pemasaran produk halal. Secara global, terutama konsumen muslim, lebih terlibat dalam isu- isu mengenai produk halal, karena pengetahuan agama menjadi aspek penting yang mempengaruhi tindakan konsumsi (Azam, 2016). Faktanya, konsumen muslim sama dengan konsumen lainnya, menuntut produk yang sehat dan berkualitas, yang juga harus sesuai dengan persyaratan syariah (Bashir et al., 2018). Selain itu, mereka juga merasa bahwa produk

(14)

halal lebih baik bagi kesehatan. Hal itu dikarenakan menurut aturan halal yang ada, perusahaan harus memperlakukan hewan dengan cara religius dan juga higienis (Abdullah, 2007).

Orientasi halal yang fokus pada kinerja bisnis jangka panjang, dianggap sebagai entri bisnis baru (Wilson et al., 2013). Perdagangan pasar makanan halal berkembang sebagai salah satu pasar dengan potensi yang luar biasa di dunia (Shah Alam & Mohamed Sayuti, 2011), yang membuat perdagangan dalam produk halal tersebut sukses secara global. Produk makanan halal telah menjadi perhatian khusus bagi konsumen, terutama konsumen muslim, karena sifatnya yang higienis, memperhatikan kebersihan, kesejahteraan hewan, dan masalah keamanan (Zannierah Syed Marzuki, Hall, & Ballantine, 2012), dan karena itu memberikan jaminan lebih lanjut tentang keamanan dan kualitas makanan (Afendi, Azizan, & Darami, 2014). Selain itu, konsumen Muslim mempunyai kesadaran lebih tinggi akan pentingnya mengkonsumsi makanan - makanan halal, dan itu mengarah pada perluasan industri makanan halal secara global (Man & Sazili, 2010). Dan saat ini, kesadaran akan makanan halal telah berkembang di seluruh dunia (Bashir et al., 2018)

Theory of Planned Behavior

Theory of Planned Behavior adalah teori yang disarankan oleh Ajzen yang menunjukkan hubungan antara keyakinan dan perilaku (Bashir et al., 2018). Theory of Planned Behavior diterapkan untuk menguji bagaimana attitudes, subjective norm, dan perceived behavior control dapat mempengaruhi niat beli konsumen. Dan ini telah terbukti menjadi cara terbaik dalam memprediksi individu pada niat konsumsi, dan juga telah diterapkan untuk mempelajari hubungan antara sikap, norma subyektif, dan kontrol perilaku yang dirasakan untuk menentukan niat dan perilaku individu (Bashir et al., 2018). Selain itu, Theory of Planned Behavior menyediakan kerangka kerja sosial -psikologis untuk memahami dan memprediksi perilaku manusia dan mengintegrasikan beberapa konsep mendasar dalam ilmu sosial dan perilaku (Shah Alam & Mohamed Sayuti, 2011).

Theory of Planned Behavior dianggap relevan untuk mempelajari preferensi konsumen dalam membeli produk makanan, karena telah banyak dilakukan penelitian sebelumnya (Shah Alam & Mohamed Sayuti, 2011). Ini adalah model yang mudah digunakan, yang berguna dalam memprediksi tingkah laku pembelian konsumen. Banyak penulis telah merekomendasikan efisiensi dari model ini mengukur niat pembelian halal (Bashir et al., 2018).

Menurut Theory of Planned Behavior, sikap terhadap perilaku, norma subyektif, dan kontrol perilaku yang dirasakan biasanya memprediksi niat perilaku. Tujuan pembelian makanan halal mendahului proses sebelum pembelian atau perilaku pembelian yang sebenarnya, karena niat mencerminkan masa depan tingkah laku. Dengan demikian, kesadaran memiliki hubungan dengan niat membeli dan perilaku membeli. Attitudes, subjective norm, dan perceived behavior control semua memiliki hubungan langsung dengan niat membeli. Niat memiliki hubungan dengan perilaku pembelian konsumen (Bashir et al., 2018).

Consumer’s Attitudes

Konsumen muslim biasanya tidak menerima produk makanan yang tidak ada disertifikasi halal oleh otoritas keagamaan. Menurut (Alserhan, 2010), penelitian tentang

(15)

kesadaran terbesar mengenai ukuran halal pasar global adalah sumber informasi yang paling penting mengenai topik ini di dunia saat ini. Kemudian (Wilson et al., 2013) menekankan bahwa "kewajiban agama berbasis konsumen" harus dilihat ke dalam untuk pengembangan lebih lanjut dari pasar halal internasional.

Makanan halal dapat memberikan jaminan pada keamanan maupun kualitas makananya, termasuk pada sertifikasi halal yang notabene banyak dicari oleh konsumen muslim. Dalam masalah pembelian produk makanan halal, keyakinan konsumen dianggap sebagai penentu apakah orang tersebut akan mempunyai perilaku yang bisa menguntungkan atau malah sebaliknya terhadap pembelian produk halal (Wilson, 2014).

Consumer’s Subjective Norm

Pasar untuk produk makanan halal telah tumbuh secara global (Golnaz, Zainalabidin, Mad Nasir, & Eddie C2010). Banyak ekspor untuk produk makanan halal ke berbagai negara yang datang tepat waktu. Ini bisa dikatakan berhasil sebagai pembentukan perilaku niat konsumen pada pasar global untuk membeli produk makanan halal. Menurut (Dali, Sulaiman, Samad, Ismail, & Alwi, 2007), penjelasan terkait produk islami memiliki sebuah perbedaan dengan produk non-islami, yaitu produk Islami mengikuti pemrosesan dengan prosedur yang sesuai dengan syariah, yang mencakup kebersihan dalam setiap prosesnya. Kemudian pada studi yang dilakukan sebelumnya oleh (Lada, Harvey Tanakinjal, & Amin, 2009) juga mendukung adanya perbedaan yang diyakini ada dalam produk makanan halal tersebut, yaitu merupakan norma subyektif, yang mempunyai peran positif untuk mempengaruhi sikap seseorang. Konsep halal dianggap mempunyai arti penting terkait dengan keyakinan seorang muslim.

Consumer’s Subjective Norm mewakili anggapan perilaku yang dirasakan dari sekelompok orang penting yang menjadi referensi (Haque et al., 2015). Subjective norm dianggap sebagai suatu motivasi untuk mematuhi harapan yang dirasakan dari masing-masing referensi yang dapat menghasilkan tekanan sosial (Wilson et al., 2013). Maka dari itu, subjektif norm dapat dilihat sebagai tekanan sosial yang dirasakan dari keluarga atau masyarakat sekitar yang akan mempengaruhi niatnya untuk membeli produk makanan halal, yang berhubungan dengan niat dan pengaruh dari orang lain.

Consumer’s Perceived Behavior Control

Keyakinan kontrol dikaitkan dengan keberadaan yang dirasakan dari faktor-faktor yang melaluinya, dan kontrol perilaku yang dirasakan. Kontrol perilaku yang dirasakan dianggap bisa mewakili persepsi seseorang untuk melakukan perilaku yang dimaksudkan. Seorang konsumen dalam melakukan pembelian makanan halal bisa mempertimbangkan hal yang berkaitan dengan faktor kontrol dan nilai mereka terhadap kemampuan dirinya, sebelum pada akhirnya membeli produk makanan halal yang dimaksud. Namun, niat baik hanya akan menerjemahkan dirinya ke dalam perilaku ketika dirasakan kontrol perilaku itu kuat (Wilson &

Grant, 2013). (Cutler, 2007) mengartikan bahwa konsumen lebih percaya pada makanan halal, karena itu mengikuti aturan ketat untuk memproses makanan daripada pemrosesan makanan non-halal.

(16)

Menurut (Lindgreen & Hingley, 2012), keamanan dan kualitas pangan merupakan perhatian utama bagi negara bagian, konsumen, produsen makanan, dan pihak berwenang. Itu terkait dengan memastikan bahwa makanan yang tersedia untuk konsumen aman untuk dikonsumsi. Dengan demikian, dalam banyak negara, pemerintah telah memaksakan untuk memperoleh sertifikat halal sebelum membuka restoran apapun (Dali et al., 2007). Di Malaysia, keamanan dan kualitas makanan merupakan isu yang semakin penting (Golnaz et al., 2010).

Studi yang dilakukan oleh (Dali et al., 2007) telah menunjukkan bahwa masalah keamanan pangan dan kualitas soal keprihatinan yang permanen. Kemajuan dalam pengetahuan, sains dan teknologi dalam industri makanan membuat undang-undang makanan kurang efektif.

Menjamin keamanan dan kualitas pangan membutuhkan upaya lebih dari sekedar penegakan ketentuan hukum yang ada. Maka dari itu, beberapa negara sudah memulai melakukan pengembangan otoritas untuk memastikan proses halal yang tepat dan sesuai, dan juga pemeriksaan sebelum memberikan sertifikasi halal pada makanan (Shaharudin, Pani, Mansor, Elias, & Sadek, 2010).

Consumer’s Purchase Intention

Niat membeli mengacu pada kesiapan dan kesediaan individu untuk membeli produk atau layanan tertentu, dan itu dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen di masa depan (Omar et al., 2012). Niat pembelian yang unggul dapat mempromosikan pembelian (Chen, Chen, & Huang, 2012), karena pengalaman konsumen setelah melakukan pembelian memberikan perasaan kolektif yang dapat mempengaruhi konsumen untuk membeli kembali (Chen et al., 2012). Dalam hal ini, menilai niat pembelian produk makanan halal akan membantu untuk lebih memahami kebutuhan, harapan, dan persepsi konsumen (Shaari &

Arifin). Beberapa studi empiris juga menunjukkan bahwa niat dapat menjadi peramal perilaku yang dapat diandalkan. Perilaku pembelian berasal dari kesadaran yang memadai terhadap produk (Liana, Radam, & Yacob, 2010).

Dalam mengukur niat beli konsumen, Theory of Planned Behavior telah banyak digunakan, dan dalam aplikasi penggunaannya yang lebih dalam, telah dilaksanakan oleh beberapa peneliti untuk mengukur niat beli konsumen, niat mengkonsumsi, dan juga niat menerima produk makanan halal (Rahim & Junos, 2012). Dengan menggunakan Theory of Planned Behavior sebagai pondasi, para peneliti menganggap bahwa niat untuk membeli mengindikasikan tujuan seseorang untuk membeli makanan halal.

Berdasarkan Theory of Planned Behavior, niat membeli berhubungan dengan anteseden sikap, norma subjektif dan persepsi kontrol perilaku. Elemen-elemen ini digunakan untuk memahami niat seseorang untuk menjadi terlibat dalam suatu kegiatan, misalnya kesediaan seseorang untuk memilih dan sikap seseorang terhadap suatu pembelian (Nasir, Norman, Fauzi, & Azmi, 2011). Dalam pengukuran langsung, sikap dianggap sebagai pemacu untuk penilaian yang evaluatif tentang kelebihan dan kekurangan perilaku seseorang, sementara norma subjektif dianggap sebagai pemacu persepsi seseorang tentang tekanan sosial untuk melakukan perilaku, kemudian kontrol perilaku yang dirasakan dianggap sebagai pemacu kepercayaan seseorang dalam kemampuan mereka untuk melakukan suatu perilaku (Bashir et al., 2018).

(17)

Conclusion

Sebagian besar konsumen di pasar global sadar akan pentingnya produk makanan halal.

Ini dikarenakan pengetahuan yang memadai terhadap produk makanan halal, dan juga manfaat dari mengkonsumsi produk makanan halal tersebut. Sikap konsumen di pasar global ini yang mempengaruhi niat untuk membeli produk makanan halal. Oleh karena itu, memahami sikap dan kesadaran konsumen adalah sesuatu yang bermanfaat untuk menghasilkan dan menawarkan produk halal di pasar global.

Konsep Theory of Planned Behavior digunakan untuk menentukan faktor -faktor yang berpengaruh terhadap niat beli konsumen di pasar global terhadap produk makanan halal.

Sikap positif pelanggan, seperti konsep diri, kesadaran dan pemahaman konsep halal, memainkan peran penting dalam menentukan perilaku konsumen terhadap produk halal.

Selain itu, norma subyektif juga mempengaruhi niat konsumen tentang pembelian produk halal. Kontrol perilaku yang dirasakan seperti keamanan pangan, kesejahteraan hewan dan ramah lingkungan juga penting dalam mempengaruhi niat beli konsumen.

Maka dari itu dapat diambil kesimpulan bahwa, salah satu hal yang paling penting terletak pada fakta tentang kesadaran konsumen akan produk halal. Kesadaran dan sikap konsumen merupakan faktor penting dalam menjelaskan niat untuk membeli produk halal di antara konsumen di pasar global.

REFERENCES

Abdullah, A. (2007). Perception and Awareness among food manufactures. Universiti Putra Malaysia Press, Kuala Lumpur.

Afendi, N. A., Azizan, F. L., & Darami, A. I. (2014). Determinants of halal purchase intention:

case in perlis. International Journal of Business and Social Research, 4(5), 118-123.

Alserhan, B. A. (2010). On Islamic branding: brands as good deeds. Journal of Islamic Marketing, 1(2), 101-106.

Azam, A. (2016). An empirical study on non-Muslim’s packaged halal food manufacturers:

Saudi Arabian consumers’ purchase intention. Journal of Islamic Marketing, 7(4), 441-460.

Aziz, Y. A., & Chok, N. V. (2013). The role of Halal awareness, Halal certification, and marketing components in determining Halal purchase intention among non-Muslims in Malaysia: A structural equation modeling approach. Journal of International Food &

Agribusiness Marketing, 25(1), 1-23.

Bashir, A. M., Bayat, A., Olutuase, S. O., & Abdul Latiff, Z. A. (2018). Factors affecting consumers’ intention towards purchasing halal food in South Africa: a structural equation modelling. Journal of Food Products Marketing, 1-23.

Borzooei, M., & Asgari, M. (2013). The Halal brand personality and its effect on purchase intention. Interdisciplinary Journal of Contemporary Research in Business, 5(3), 481-491.

Chang, H. H., & Liu, Y. M. (2009). The impact of brand equity on brand preference and purchase intentions in the service industries. The service industries journal, 29(12), 1687- 1706.

Chen, C.-C., Chen, P.-K., & Huang, C.-E. (2012). Brands and consumer behavior. Social Behavior and Personality: an international journal, 40(1), 105-114.

(18)

Cutler, T. R. (2007). Food safety drives growth in Kosher & Halal foods. International Food Safety and Quality Network, available at: http://www. trcutlerinc. com/IFSQN, 205(201), 2007.

Dali, N., Sulaiman, S., Samad, A. A., Ismail, N., & Alwi, S. H. (2007). HALAL PRODUCTS FROM THE CONSUMERS PERCEPTION. AN ONLINE SURVEY. Paper presented at the Proceeding of the Islamic Entrepreurship Conference, KolejUniversiti Islam Malaysia.

Golnaz, R., Zainalabidin, M., Mad Nasir, S., & Eddie Chiew, F. (2010). Non-Muslims’ awareness of Halal principles and related food products in Malaysia. International Food Research Journal, 17(3), 667-674.

Haque, A., Sarwar, A., Yasmin, F., Tarofder, A. K., & Hossain, M. A. (2015). Non-Muslim consumers’ perception toward purchasing halal food products in Malaysia. Journal of Islamic Marketing, 6(1), 133-147.

Hasnah Hassan, S. (2011). Consumption of functional food model for Malay Muslims in Malaysia. Journal of Islamic Marketing, 2(2), 104-124.

Lada, S., Harvey Tanakinjal, G., & Amin, H. (2009). Predicting intention to choose halal products using theory of reasoned action. International Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management, 2(1), 66-76.

Liana, M., Radam, A., & Yacob, M. R. (2010). Consumer perception towards meat safety:

confirmatory factor analysis. International Journal of Economics and Management, 4(2), 305- 318.

Lin, N.-H., & Lin, B.-S. (2007). The effect of brand image and product knowledge on purchase intention moderated by price discount. Journal of International Management Studies, 2(2), 121-132.

Lindgreen, A., & Hingley, M. K. (2012). The new cultures of food: marketing opportunities from ethnic, religious and cultural diversity: Gower Publishing, Ltd.

Man, Y. B. C., & Sazili, A. Q. (2010). Food production from the halal perspective. Handbook of poultry science and technology, 183-215.

Nasir, M., Norman, A., Fauzi, S. S. B. M., & Azmi, M. (2011). An RFID-based validation system for halal food. Int. Arab J. Inf. Technol., 8(2), 204-211.

Omar, K. M., Mat, N. K. N., Imhemed, G. A., & Ali, F. M. A. (2012). The direct effects of halal product actual purchase antecedents among the international Muslim consumers.

American journal of economics, 2(4), 87-92.

Rahim, N. A., & Junos, S. (2012). The halal product acceptance model for the religious society.

Business and Management Quarterly Review, 3(1), 17-25.

Rehman, A.-u.-., & Shahbaz Shabbir, M. (2010). The relationship between religiosity and new product adoption. Journal of Islamic Marketing, 1(1), 63-69.

Said, M., Hassan, F., Musa, R., & Rahman, N. (2014). Assessing Consumers’ Perception, Knowledge and Religiosity on Malaysia's Halal Food Products. Procedia-Social and Behavioral Sciences, 130, 120-128.

Shaari, J., & Arifin, N. b. M.(2010). Dimension of Halal Purchase Intention: A Preliminary Study.

International Review of Business Research Papers, 6(4), 444-456.

Shah Alam, S., & Mohamed Sayuti, N. (2011). Applying the Theory of Planned Behavior (TPB) in halal food purchasing. International journal of Commerce and Management, 21(1), 8-20.

(19)

Shaharudin, M. R., Pani, J. J., Mansor, S. W., Elias, S. J., & Sadek, D. M. (2010). Purchase intention of organic food in Malaysia; A religious overview. International Journal of Marketing Studies, 2(1), 96.

Toong, F. W., Khin, A. A., & Khatibi, A. (2015). Impact of Changing Consumer Lifestyles on Intention to Purchase towards Green and Halal Foods of the Chicken Meat Industry in Malaysia. International Journal of Marketing Studies, 7(6), 155.

Wilson, J. A. (2014). Islamic economics 2.0-creating a halal wealth and knowledge economy.

Zawya, 1-7.

Wilson, J. A., Belk, R. W., Bamossy, G. J., Sandikci, Ö., Kartajaya, H., Sobh, R., . . . Scott, L.

(2013). Crescent marketing, Muslim geographies and brand Islam: reflections from the JIMA Senior Advisory Board. Journal of Islamic Marketing, 4(1), 22-50.

Wilson, J. A., & Grant, J. (2013). Islamic marketing–a challenger to the classical marketing canon? Journal of Islamic Marketing, 4(1), 7-21.

Wilson, J. A., & Liu, J. (2010). Shaping the halal into a brand? Journal of Islamic Marketing, 1(2), 107-123.

Zannierah Syed Marzuki, S., Hall, C. M., & Ballantine, P. W. (2012). Restaurant manager and halal certification in Malaysia. Journal of Foodservice Business Research, 15(2), 195-214.

Referensi

Dokumen terkait

● Guru meminta peserta didik merumuskan masalah berdasarkan hasil studi literasi dan pengamatan vidio yang dapat ditulis pada LKPD mengenai faktor-faktor apa sajakah

Berdasar pada indikator yang telah terbentuk setelah dilakukannya exploratory faktor analysis , dinyatakan bahwa semua faktor reliabel,sehingga faktor yang terbentuk dan terdiri

Gambut sepanjang 7.200 meter (Lanjutan) BANJAR. Desa

(2003:61) menyatakan bahwa pengalaman dalam melaksanakan audit merupakan salah satu unsur yang dapat menunjang keahlian auditor. Standar umum kedua mengharuskan

Pandangan tersebut juga selari dengan dapatan kajian Geertz (1960) mendapati unsur perdagangan orang Jawa versi Islam adalah lebih murni daripada masyarakat umum yang ditemui di

SUMBER RISIKO RISK FACTORS EKSPOSUR TERHADAP RISIKO. KONDISI YANG MENAIKKAN

Work engagement memungkinkan individu untuk menanamkan diri sepenuhnya terhadap pekerjaan dengan meningkatkan self- efficacy dan berdampak positif pada kesehatan

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kualitas pekerjaan audit, dukungan dari pimpinan dan lingkup pekerjaan audit internal mempunyai pengaruh yang