SEJARAH DAN PERKEMBANGAN EITI DI INDONESIA
Satya Widya Yudha
Anggota Pemangku Kepentingan DEN
Disampaikan pada Webinar: Transparansi Pemanfaatan Sumber Daya Alam kepada Publik Sebagai Upaya Good Governance, 7 Juli 2021
SUMBER DAYA ALAM INDONESIA
KOMODITAS CADANGAN
(TERBUKTI & POTENSIAL) UMUR
CADANGAN*)
MINYAK BUMI 4,2 MILIAR BAREL 9 TAHUN
GAS BUMI 62,4 TCF 18 TAHUN
BATUBARA 38,8 MILIAR TON 69 TAHUN
SUMBER DAYA ALAM INDONESIA PERLU DIKELOLA BERDASARKAN PRINSIP:
• pemerintahan yang baik ( good governance ),
• transparansi (keterlibatan pemangku kepentingan;
keterbukaan)
• pembangunan yang berkelanjutan ( sustainable development )
• peningkatan daya saing dan iklim investasi di bidang Industri
Ekstraktif
KOMODITAS
(dalam Juta Ton) BIJIH LOGAM
SUMBER
DAYA CADANGAN SUMBER
DAYA CADANGAN
TEMBAGA 14.796 2.632 63,69 23,79
NIKEL 11.784 4.595 170,02 71,99
KOBALT 2.996 725 4,15 1,07
TIMBAL 4000 76 91,35 2,02
BAUKSIT 3.878 2.869 1.356,24 740,29
TIMAH 10.785* 2.292* 2,89 2.233
EMAS PRIMER 14.964 3.566 13,33 0,005
PERAK 7.569 2.851 0,08 0,013
“
PENGUASAAN MIGAS DI INDONESIA
PENGUASA NEGARA
PENGUASAAN MINERBA DI INDONESIA
Presiden SBY menetapkan Peraturan Presiden Nomor 26/2010
Publikasi Laporan EITI pertama Indonesia (state revenue) di 2009
Publikasi Laporan EITI Ketiga Indonesia (2012-2013 state
revenue )
Publikasi Laporan EITI
Keempat Indonesia (2014 state revenue )
Menkeu (Sri Mulyani) mendukung Indonesia bergabung dengan EITI
Indonesia menjadi candidate country EITI
Publikasi Laporan EITI Indonesia Kedua (2010-2011 state revenue)
Status compliance ditunda menunggu Publikasi Laporan
EITI di 2012
Indonesia memperbaiki Status compliance Indonesia menerima
status compliance EITI
I
Indonesia menerbitkan Laporan EITI Keenam Tahun 2016
I
Indonesia menerbitkan Laporan EITI Ketujuh Tahun 2017
Validasi Laporan EITI Tahun 2015
I
Indonesia Menyusun Laporan EITI kedelapan Tahun 2018
TIMELINE KEIKUTSERTAAN INDONESIA DALAM EITI
Sumber: EITI 2020
UU Nomor 22/2001 (Migas) UU Nomor 30/2007 (Energi)
UU Nomor 30/2009 (Ketenagalistrikan) UU Nomor 3/2020 (Minerba)
LINGKUP KEWENANGAN
KESDM KETERLIBATAN MULTISEKTOR
1. Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi
2. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian 3. Kementerian Keuangan
4. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan 5. Kementerian Dalam Negeri
6. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
7. Badan Koordinasi Penanaman Modal 8. Kementerian Perindustrian, dan
9. Kementerian Perhubungan.
TIMELINE KEIKUTSERTAAN INDONESIA DALAM EITI
Standar EITI 2019 sebagai pedoman baru pelaksanaan EITI yang telah berlaku sejak 1
Januari 2020 (sebelumnya Standar EITI 2016).
Perubahan signifikan:
a. Kewajiban membuka data kontrak dan izin migas dan minerba yang baru.
b. Kewajiban
mempublikasikan keuangan perusahaan terkait lingkungan c. Kewajiban publikasi
data tenaga kerja dan mendorong pelaksanaan gender serta
transparansi
commodity trading
• Prinsip EITI, yaitu penggunaan kekayaan SDA harus dilakukan dengan baik untuk pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, pengelolaan kekayaan SDA dilakukan untuk kemaslahatan warga negara dan kepentingan pembangunan nasional.
• Pemerintah harus membuat laporan EITI didukung oleh Multi-Stakeholder Groups (MSG), mengikuti rantai nilai (value chain) industri ekstraktif yaitu Perizinan dan Kontrak, Produksi, Pengumpulan Pendapatan, Alokasi Pendapatan, dan Kontribusi Sosial dan Ekonomi.
PERUBAHAN STANDAR EITI 2016 KE 2019
MANFAAT IMPLEMENTASI EITI INDONESIA
Peningkatan sistem good governance
dan akuntabilitas publik
Perbaikan iklim investasi Membuka peluang
untuk mengakses bantuan dana
internasional
Akses informasi dan data mengenai pendapatan Negara/Daerah yang diperoleh
dari industri Kredibilitas baik
perusahaan yang transparan dan akuntabilitas dalam
pengusahaan SDA
PEMERINTAH PERUSAHAAN PUBLIK
Keterbukaan informasi Beneficial
Ownership
Dewan Energi Nasional
Jalan Gatot Soebroto Kav. 49 Jakarta Selatan 12950 Website: www.den.go.id
Phone: (021) 52921621 Email: [email protected]