RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SMA Negeri 1 Cigudeg
Mata Pelajaran : Biologi Kelas/Semester : X MIPA / I
Alokasi Waktu : 1 x 10 Menit KD : 3.3 Pertemuan Ke : 1 Materi : Virus
A.
TUJUAN PEMBELAJARAN
B.
KEGIATAN PEMBELAJARAN
Media :
Video dan Slide Presentasi
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Lembar Penilaian, Buku Biologi Kelas X, Erlangga
Alat/Bahan :
Laptop
Projektor
HP
PENDAHULUAN
Kegiatan Pembelajaran Alokasi
Waktu
• Memberi salam dan menanyakan kabar
• Sebelum belajar dimulai guru mengecek kehadiran siswa
• Bertanya kepada siswa yang minggu lalu tidak hadir
• Sebelum belajar diawali berdoa dan mengaji
• Melalui tanya jawab guru memberikan apersepsi yang berkaitan dengan penyakit yang disebabkan virus.
• Menyampaikan garis besar cakupan materi
• Menyampaikan tujuan pembelajaran yang berkenaan dengan materi virus
• Menyampaikan metode pembelajaran dan teknik penilaian yang akan digunakan saat membahas materi virus
1,5 Menit
KEGIATAN INTI
Stimulation
Peserta didik diberikan stimulus berupa video penyakit yang sedang membumi atau penyakit yang berdampak secara global. (Virus Corona)
Peserta didik secara individu mengamati video
Guru membagi kelompok peserta didik
Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk membaca petunjuk Lembar Kerja.
1,5 Menit
Problem statement
Peserta didik dalam kelompok mengidentifikasi permasalahan tentang:
▪ Ciri-ciri virus ▪ Struktur tubuh virus ▪ Replikasi virus
1,5 Menit
Data collecting
Peserta didik dalam kelompok mengumpulkan informasi dari berbagai sumber tentang :
▪ Ciri-ciri virus
▪ Struktur tubuh virus
▪ Replikasi virus
1,5 Menit
Data processing
Peserta didik dalam kelompok menyimpulkan hasil temuannya tentang:
▪ Ciri-ciri virus
▪ Struktur tubuh virus
▪ Replikasi virus
1 Menit
Peserta didik dapat
1. Mengidentifikasi Ciri-ciri virus 2. Menjelaskan struktur virus 3. Memjelaskan replikasi virus
4. Mengidentifikasi penyakit yang disebabkan oleh virus kedalam kertas HVS dan melakukan kampanye bahaya virus dalam kehidupan ke warga sekitar
Verification
Secara acak kelompok peserta didik mempresentasikan hasil kesimpulannya Peserta didik membandingkan hasil diskusi antar kelompok untuk menganalisis data hasil observasi tentang:
▪ Ciri-ciri virus
▪ Struktur tubuh virus
▪ Replikasi virus
1 Menit
Generalization
Peserta didik menyimpulkan hasil diskusi pada kegiatan pembelajaran tentang :▪ Ciri-ciri virus
▪ Struktur tubuh virus ▪ Replikasi virus
1 Menit
PENUTUP
Beberapa peserta didik dapat mengungkapkan ciri, struktur replikasi virus
Beberapa peserta didik untuk mengungkapkan manfaat materi virus.
Memberikan tugas membuat charta jenis penyakit yang disebabkan oleh virus dan melakukan penyuluhan ke masyarakat sekolah dan menyertakan tandatangan dari orang yang mendapatkan informasi tersebut.
Memberi salam.
1 Menit
C.
PENILAIAN
Mengetahui, Bogor, Juli 2022 Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Nendar Kusnendar, S.Pd,.M.Si Titin Sriwartini, S.Pd., M.Pd.
NIP: 196207071985121001 NIP. 197806302003122010
- Sikap : Lembar Pengamatan; - Pengetahuan: LKPD, tes tulis; - Keterampilan : Fortofolio dan produk
Materi
Berbagai gambar Kasus-kasus penyakit yang disebabkan virus 1. Covid 19 yang disebabkan SARS-cov-2
Gambar . Virus covid 19 (JPNN.com: 2021) 2. Cacar, yang disebabkan Herpesvirus varicella.
Gambar. Cacar akibat virus
3. Polio, penyakit ini disebabkan oleh Enterovirus.( Google image 2010)
4. Demam berdarah, penyakit ini disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegyti
Gambar . Penderita DBD
4.
Virus rabies, yaitu virus yaang menyebabkan penyakit rabies. Manusia dapat terinfeksi oleh gigitan hewan yang menderita rabies, misalnya anjing dan kucing.Gambar. Rabies yang disebabkan oleh Rhabdovirus
5.
Virus campakGambar . Penderita Campak (Fajar, 2011)
6.
Virus AIDSAIDS (Acquired immunodeficiency syndrome) adalah penurunan sistem kekebalantubuh yang disebabkan oleh HIV (Human immunodeficiency virus).
Penularan AIDS berbeda dengan penularan penyakit akibat virus lainnya. Hal ini disebabkan karena HIV langsungmati jika tertedah di udara
Gambar Penderita Penyakit HIV (Puspitasari, 2011)
Virus memiliki struktur, bentuk dan ukurannya masing-masing. Secara umum, ciri-ciri virus adalah sebagai berikut:
aseluler, yaitu tidak memiliki sel
berukuran antara 20-300 milimikron (lebih kecil dari bakteri)
hanya memiliki satu macam asam nukleat, DNA saja atau RNA saja
bentuknya oval, silinder, polihedral, atau kompleks
asam nukleat diselubungi oleh selubung protein yang disebut kapsid
hanya dapat hidup di dalam sel hidup
tubuhnya dapat dikristalkan.
2. Berbagai bentuk virus.
a) Berbentuk heksahedral b) Berbentuk seperti batang c) Berbentuk oval
d) Berbentuk silindris e) Berbentuk polihedral f) Berbentuk kompleks 3.Struktur Tubuh Virus
3. Reproduksi Virus 1. Siklus Litik (Lisis)
Siklus lisis adalah siklus reproduksi atau replikasi genom virus yang pada akhirnya menyebabkan kematian sel inang. Istilah lisis mengacu pada tahapan akhir dari infeksi, yaitu saat sel inang bakteri lisis atau pecah dan melepaskan fage yang dihasilkan di dalam sel inang tersebut. Virus yang hanya dapat bereplikasi melalui siklus lisis disebut dengan virus virulen.
Tahapan siklus lisis :
a) Adsorbsi (fase penempelan).
Pada tahap ini, ekor virus mulai menempel di dinding sel bakteri. Virus hanya menempel pada dinding sel yang mengandung protein khusus yang dapat ditempeli protein virus. Menempelnya virus pada dinding sel disebabkan oleh adanya reseptor pada ujung serabut ekor. Setelah menempel, virus akan mengeluarkan enzim lisozim yang dapat menghancurkan atau membuat lubang pada sel inang.
b) Penetrasi/injeksi/Infeksi (fase memasukkan asam nukleat).
Proses injeksi DNA ke dalam sel inang ini terdiri atas penambatan lempeng ujung, kontraksi sarung, dan penusukan pasak berongga kedalam sel bakteri. Pada peristiwa ini, asam nukleat masuk ke dalam sel, sedangkan selubung proteinnya tetap berada di luar sel bakteri. Jika sudah kosong, selubung protein ini akan terlepas dan tidak berguna lagi.
c) Sintesis (fase pembentukan), Eklifase, Replikasi.
Enzim penghancur yang dihasilkan oleh virus akan menghancurkan DNA bakteri yang menyebabkan sintesis DNA bakteri terhenti. Posisi ini digantikan oleh DNA virus yang kemudian mengendalikan kehidupannya. Dengan fasilitas dari DNA bakteri yang sudah tidak berdaya, DNA virus akan mereplikasi diri berulang kali. DNA virus ini kemudian akan mengendalikan sintesis DNA dan protein yang akan dijadikan kapsid virus.
d) Perakitan.
Pada tahap ini, kapsid virus yang masih terpisah-pisah antara kepala, ekor, dan serabut ekor akan mengalami proses perakitan menjadi kapsid yang utuh. Kemudian, kepala yang sudah selesai terbentuk diisi dengan DNA virus. Proses ini dapat menghasilkan virus sejumlah 100 – 200 buah.
e) Lisis (fase pemecahan sel inang / Pembebasan).
Dinding sel bakteri yang sudah dilunakkan olen enzim lisozim akan pecah dan diikuti oleh pembebasan virus-virus baru yang siap untuk mencari sel-sel inang yang baru. Pemecahan sel-sel bakteri secara eksplosif dapat diamati dengan mikroskop
2. Siklus Lisogenik
Siklus lisogenik merupakan siklus replikasi genom virus tanpa menghancurkan sel inang, setelah adsobsi dan injeksi DNA Virus (fage) berintegrasi ke dalam kromosom bakteri, integrasi ini disebut profage (gen asing yang bergabung dengan kromosom bakteri). Dalam hal ini DNA virus tidak langsung mensintesis DNA Bakteri, karena bakteri memiliki imunitas.
Setelah imunitasnya hilang baru DNA Virus mengendalikan Dna bakteri, yang tahap selanjutnya seperti pada siklus lisis.
Tahapan dalam siklus lisogenik :
1) Fase adsorbsi. 5) Fase sintesis.
2) Fase injeksi. 6) Fase perakitan.
3) Fase penggabungan. 7) Fase litik.
4) Fase pembelahan.
Melalui perkembangan ilmu pengetahuan beberapa jenis virus dapat dimanfaatkan mekanismenya untuk menanggulangi jenis penyakit tertentu yang sulit disembuhkan oleh pengobatan biasa seperti pada penyakit genetis. Contohnya pada penyakit SCID (Severe Combine Immunodeficiency) dimana tubuh tidak dapat membentuk leukosit akibat tidak adanya enzim adenosin deaminase (ADA). Dengan memasukkan retrovirus ke dalam sumsum tulang akan mengakibatkan dibentuknya RNA virus baru, protein virus dan juga ADA oleh enzim transkriptase balik dari virus. Dengan dibentuknya ADA, leukosit pun dapat diproduksi. Penyakit yang disebabkan oleh virus dapat dicegah dengan cara vaksinasi. Vaksinasi adalah proses pemberian vaksin (bibit penyakit)
5. Peran Virus
Peran virus dalam kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya memiliki dua sifat, yakni menguntungkan dan merugikan. Salah satu peran virus dalam kehidupan makhluk hidup yang menguntungkan adalah dapat membantu manusia dalam proses pembuatan vaksin.
Peran virus tidak selamanya merugikan makhluk hidup. Berikut beberapa manfaat virus dalam kehidupan manusia:
Pembuatan vaksin protein, yang mana memanfaatkan selubung virus untuk digunakan sebagai protein khusus yang akan memacu terbentuknya respons kekebalan tubuh untuk melawan suatu penyakit.
Membantu produksi antitoksin, yakni zat antiracun yang menggabungkan DNA virus dengan DNA lain yang menguntungkan yang akan mempengaruhi bakteri yang nantinya akan diinfeksi
Virus dapat dimanfaatkan untuk membantu proses genetika, seperti terapi gen.
Membantu pengobatan secara biologis, yakni dengan cara membasmi bakteri, jamur, atau protozoa yang bersifat patogen.
Membantu proses pemberantasan hama pada tumbuhan, contohnya adalah Baculovirus, yaitu jenis virus yang digunakan untuk biopestisida.
Virus dapat digunakan dalam proses pembuatan interferon, yaitu sejenis senyawa yang mampu mencegah replikasi virus di dalam sel induk.
Membantu produksi hormon insulin dengan cara mencangkokkan virus penyebab kanker pada gen-gen penghasil insulin dalam tubuh bakteri sehingga dapat menghasilkan hormon insulin.
Peran Virus yang Merugikan
Virus dapat bersifat merugikan bagi kehidupan manusia karena menyebabkan sejumlah penyakit, salah satunya adalah influenza. Virus merupakan parasit intraseluler obligat pada sel hidup. Tak heran jika pada umumnya virus bersifat merugikan. Virus disebut sebagai agen infeksi karena dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, baik pada manusia, hewan, dan tumbuhan.
Pada manusia, virus dapat menyebabkan beberapa macam penyakit, seperti berbagai jenis cacar, campak, influenza, bahkan penyakit-penyakit mematikan, seperti AIDS, Sars, Corona, Kanker Serviks, dan lain-lain. Virus juga dapat mengakibatkan beberapa penyakit hewan. Contoh Rabies, kutil, tumor, dan sebagainya. Pada tumbuh-tumbuhan, virus dapat menjadi penyebab beberapa gangguan dan penyakit, seperti penyakit tungro yang mengakibatkan sel-sel daun mati.
PENILAIAN, PEMBELAJARAN REMEDIAL DAN PENGAYAAN
1. Teknik Penilaian
Penilaian Kompetensi Sikap
Lembar pengamatan
Penilaian Kompetensi Pengetahuan
Tes Tertulis
Penilaian Kompetensi Keterampilan 1) Portofolio / unjuk kerja
Laporan tertulis/individu/kelompok 2) Produk / Projek
Membuat media atau carta serta mensosialisasikan tentang berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus serta cara pencegahannya
2. Instrumen Penilaian
2.1 Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Kompetensi Dasar : 3.3. Menganalisis Karakteristik, struktur dan replikasi virus Bahan Diskusi
1.
Sebutkan ciri –ciri virus ?2.
Lengkapi gambar struktur virus dibawah ini?3.
Mengapa pula virus dapat digolongkan sebagai benda mati, mengapa pula dapat digolongkan ke dalam makhluk hidup? Berikan penjelasan.4.
Lengkapi tahapan daur hidup virus atas tipe litik dan lisogenik dibawah ini dan jelaskan perbedaan ke-2 tahap daur hidup tersebutKeterangan :
1...
2...
3...
4...
5...
2.2 Lembar Penilaian Kognitif
EVALUASI 1. Perhatikan gambar virus berikut ini!
Berdasarkan gambar, meteri genetik virus ditunjukkan oleh gambar nomor ...
A. 2 D. 5
B. 4 E. 3
C. 1
2. Perhatikan data struktur organisme berikut ! I. Asam Nukleat (DNA/RNA)
II. Ribosom III. Sitoplasma IV. Kapsid V. Membran Sel VI. Selubung Protein
Berdasarkan data diatas yang merupakan struktur yang dimiliki oleh virus adalah ...
A. I – V – VI D. II – IV – VI
B. II – III – V E. I – III – V
C. I – IV – VI
3. Wendell Meredith Stanley adalah ilmuwan Amerika yang menemukan penyakit pada tembakau. Dalam eksperimennya Wendell mengemukakan bahwa virus merupakan suatu mikro organisme yang memiliki ciri seperti benda tak hidup. Eksperimen yang dimaksud adalah ...
A. Virus dapat dikristalkan
B. Birus menyebabkan penyakit pada tanaman tembakau C. Virus hanya dapat hidup di sel hidup
D. Virus dapat menembus kertas saring pada penyaringan ekstrak daun tembakau E. Semua SALAH
4. Bentuk virus bermacam-macam, virus berikut ini yang berbentuk seperti benang adalah ...
A. Bakteriofage B. Virus HIV C. Virus Ebola D. Adenovirus E. Tobacco Virus
5. Perhatikan sifat-sifat virus berikut ini ! I. Dapat dikristalkan
II. Tidak memiliki sitoplasma, inti sel, dan organel sel III. Dapat bereproduksi
IV. Memiliki asam nukleat berupa DNA dan RNA
Sifat-sifat yang menunjukkan bahwa virus tergolong benda mati adalah ...
A. I dan III D. II dan IV
B. I dan II E. II dan III
C. III dan IV
Kunci Jawaban : 1. (C); 2. (D); 3. (A); 4. (C); 5. (B)
2.3. Instrumen Penugasan
Satuan Pendidikan : SMAN 1 Cigudeg Mata Pelajaran : Biologi
Kelas : X
Kompetensi dasar : 4.3 Menyajikan data tentang ciri, replikasi dan peran virus dalam aspek kesehatan dalam bentuk model ataiu charta.
Materi : Peranan Virus
Tugas Mandiri:
Tugas Mandiri: Buatlah charta dikertas HVS 1 virus yang bisa
menyebabkan penyakit dimana didalamnya disertakan struktur virus, bahayanya, pencegahan dan cara mengobatinya. Kemudian kampanye kan atau melakukan penyuluhan kepada 5 orang dan setetlahnya dibuktikan dengan tandatangan dari yang mendapatkan informasi tersebut
1. Buatlah charta dan dokumentasi hasil penyuluhannya
2. Presentasikan kasil karya di depan kelas pada pertemuan berikutnya
Rubrik Penilaian
Nama peserta didik :
Kelas :
Tanggal Pengumpulan :
No Kategori Skor Alasan
1. Apakah tugas dikerjakan lengkap dan sesuai dengan waktu yang diberikan?
2. Kerapian hasil karya
3. Apakah yang dikerjakan sesuai dengan konsep yang telah dipelajari?
4. Apakah dibuat kesimpulan?
Jumlah
Kriteria:
5 = sangat baik, 4 = baik, 3 = cukup, 2 = kurang, dan 1 = sangat kurang Skor Perolehan
Nilai Perolehan =--- X100 20
2.4. Instrumen Penilaian Diskusi
No Aspek yang Dinilai 100 75 50 25
Kelompok I
1 Penguasaan materi diskusi
2 Kemampuan menjawab pertanyaan 3 Kemampuan mengolah kata
4 Kemampuan menyelesaikan masalah Kelompok II
1 Penguasaan materi diskusi
2 Kemampuan menjawab pertanyaan 3 Kemampuan mengolah kata
4 Kemampuan menyelesaikan masalah Kelompok III
1 Penguasaan materi diskusi
2 Kemampuan menjawab pertanyaan 3 Kemampuan mengolah kata
4 Kemampuan menyelesaikan masalah Keterangan:
100 = Sangat Baik 75 = Baik 50 = Kurang Baik 25 = Tidak Baik
2.5. Instrumen Penilaian Afektif
Kel No Nama Siswa
Sikap
Ketelitian Jujur Bekerjasama
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
I
1 2 3 5 6
II
1 2 3 5 6
III
1 2 3 5 6
Skor Akhir = Jumlah Perolehan Skor Skor Maksimal x 4
Skor Maksimal = Banyaknya Indikator x 4
Kategori nilai sikap peserta didik didasarkan pada Permendikbud No 81A Tahun 2013 Sangat Baik (SB) : apabila memperoleh Skor Akhir : 3,33 < Skor Akhir ≤4,00 Baik (B) : apabila memperoleh Skor Akhir : 2,33 < Skor Akhir ≤ 3,33 Cukup (C) : apabila memperoleh Skor Akhir : 1,33 < Skor Akhir ≤ 2,33 Kurang (K) : apabila memperoleh Skor Akhir : ≤ 1,33
Rubrik Penilaian Psikomotorik
No Nama Siswa Rubrik
1 Pemahaman materi tentang Virus
4 = Sangat Baik 3 = Baik 2 = Kurang Baik 1 = Tidak Baik Penskoran:
Nilai Akhir (NA) =𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ𝑆𝑘𝑜𝑟 x 100 4
Rumus Penghitungan Skor Akhir
2.6. Instrumen Penilaian Psikomotor
No Aspek yang Dinilai 100 75 50 25
Kelompok I
1 Penguasaan materi diskusi
2 Kemampuan menjawab pertanyaan
3 Kemampuan mengolah kata
4 Kemampuan menyelesaikan
masalah Kelompok II
1 Penguasaan materi diskusi
2 Kemampuan menjawab pertanyaan
3 Kemampuan mengolah kata
4 Kemampuan menyelesaikan
masalah Kelompok III
1 Penguasaan materi diskusi
2 Kemampuan menjawab pertanyaan
3 Kemampuan mengolah kata
4 Kemampuan menyelesaikan
masalah 3. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
a. Remedial
Remedial dapat diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai KKM maupun kepada peserta didik yang sudah melampaui KKM. Remedial terdiri atas dua bagian: remedial karena belum mencapai KKM dan remedial karena belum mencapai Kompetensi Dasar
Guru memberi semangat kepada peserta didik yang belum mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru akan memberikan tugas bagi peserta didik yang belum mencapai KKM (Kriterian Ketuntasan Minimal), b. Pengayaan
Pengayaan diberikan untuk menambah wawasan peserta didik mengenai materi pembelajaran yang dapat diberikan kepada peserta didik yang telah tuntas mencapai KKM atau mencapai Kompetensi Dasar.
Pengayaan dapat ditagihkan atau tidak ditagihkan, sesuai kesepakatan dengan peserta didik.
Direncanakan berdasarkan indikator atau materi pembelajaran yang membutuhkan pengembangan lebih luas.