• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE DAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP KINERJA KEUANGAN DENGAN GENDER DIVERSITY SEBAGAI VARIABEL MODERASI TESIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE DAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP KINERJA KEUANGAN DENGAN GENDER DIVERSITY SEBAGAI VARIABEL MODERASI TESIS"

Copied!
54
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE DAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP KINERJA KEUANGAN DENGAN

GENDER DIVERSITY SEBAGAI VARIABEL MODERASI

TESIS

Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Mencapai Magister Manajemen

Oleh : Agustina 201910280211014

PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

2022

(2)

PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE DAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP KINERJA KEUANGAN DENGAN

GENDER DIVERSITY SEBAGAI VARIABEL MODERASI

TESIS

Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Derajat Gelar S-2 Program Study Magister Manajemen

Disusun oleh:

Agustina 201910280211014

PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

2022

(3)

i

(4)

ii

(5)

iii

(6)

iv

KATA PENGANTAR Assalamualaikum wr.wb

Bissmillahirrohmanirrohim

Puji syukur penulis memanjatkan kepada Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan nikmat-Nya penulis dapat menyelsaikan tesis dengan judul “Pengaruh Corporate Governance dan Corporate Social Responsibility terhadap Kinerja Keuangan dengan Gender Diversity sebagai Variabel Moderasi” sesui dengan waktu yang telah ditentukan. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, beserta para sahabatnya yang gigih memperjuangkan ajaran tauhid dan keutamaan budi pekerti.

Selama proses penyusunan tesis ini, penulis sadar bahwa banyak pihak yang turut membantu dan mendukung terselsaikannya tesis ini. Sebagai ungkapan syukur, dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada:

1. Prof. Akhsanul In’am, Ph.D. selaku Direktur Direktorat Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang yang telah memberikan persetujuan penelitian ini.

2. Dr. Aniek Rumijati, M.M. selaku Ketua Program Studi Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Malang yang memberikan kesempatan penulis untuk menempuh perkuliahan pada program studi Magister Manajemen.

3. Prof. Dr. Ihya’ul Ulum dan Dr. Ahmad DJuanda selaku dosen pembimbing yang telah memberikan waktu, bimbingan, nasihat, dan inspirasi untuk menyelesaikan tesis ini.

4. Bapak/Ibu Dosen Program Studi Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Malang yang telah memberikan banyaknya ilmu.

5. Bapak Khunaini dan Ibu Ngatimah, selaku orang tua tercinta yang selalu memberikan dorongan, doa, dan semangat.

6. Saudari Weni Andriyani, adik kandung yang memberikan semangat dan bantuan untuk menyelesaikan tesis ini.

(7)

v

7. Basyarudin yang selalu memberikan motivasi untuk menyelesaikan tesis ini.

8. Pak ketua kelas (Abdul Kadir ) yang banyak memebantu dan mengarahkan dalam mengerjakan tesis ini.

9. Dina Hanifah yang selalu sabar memberi masukan dan menjadi pendengar yang baik.

10. Temen-teman Magister Manajemen 2019 umumnya dan kelas B khususnya.

11. Pihak-pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu yang terlibat dalam penyusunan tesis ini hingga selesai.

Kepada mereka semua, hanya ungkapan terima kasih dan doa tulus ikhlas yang dapat penulis persembahkan. Semoga apa yang telah mereka berikan tercatat dalam tinta emas dalam lembaran catatan amal ibadah yang tidak ternilai. Aamiin.

Akhirnya, dengan segala keterbatasan dan kekhilafan, penulis persembahkan karya tulis ini. Penulis sadar bahwa karya tulis ini masih jauh dari kata sempurna.

Penulis mengharap kritik maupun saran yang membangun demi kebaikan dan kesempurnaan karya-karya selanjutnya. Semoga apa yang telah disajikan dalam karya tulis ini bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. Terima kasih.

Billahi Fii Sabililhaq, Fastabiqulkhoirot Wassalamu’alaikum, wr. wb.

Malang, 08 Januari 2022

Penyusun,

Agustina

(8)

vi

PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE DAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBIITY TERHADAP KINERJA KEUANGAN DENGAN GENDER

DIVERSITY SEBAGAI VARIABEL MODERASI

Agustina Ihya’ul Ulum Ahmad Djuanda

Program studi Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Malang

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh corporate governance dan corporate social responsibility terhadap kinerja keuangan dengan gender diversity sebagai variabel moderasi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel yang digunakan yaitu 28 perusahaan non financial dengan dua periode pengamatan sehingga total sampel ialah 56 perusahaan. Jenis penelitian yang digunakan adalah asosiatif dengan teknik dokumentasi dan pendekatan kuantitatif serta menggunakan sumber data sekunder. Data tersebut diuji dan dianalisis menggunakan SEM (Structural Equation Model) dengan program warppls. Hasilnya menunjukkan bahwa corporate governance berpengaruh tidak signifikan terhadap kinerja keuangan, sebaliknya corporate social responsibility berpengarus dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Hasil selanjutnya terdapat pengaruh signifikan pada corporate governance terhadap kinerja keuangan yang dimoderasi oleh gender diversity, akan tetapi berpengaruh tidak signifikan pada corporate social responsibility terhadap kinerja keuangan yang dimoderasi oleh gender diversity.

Kata kunci: kinerja, tanggung jawab sosial, tata kelola/ peguasaan, gender

(9)

vii

THE INFLUENCE OF CORPORATE GOVERNANCE AND CORPORATE SOCIAL RESPONSIBIITY TOWARD FINANCIAL PERFORMANCE WITH GENDER

DIVERSITY AS MODERATION VARIABEL

Agustina Ihya’ul Ulum Ahmad Djuanda

Magister of Management Universitas of Muhammadiyah Malang

ABSTRACT

This paper aimed to analyze the influence of corporate governance and corporate social responsibility toward financial performance with gender diversity as moderation variabel of Indonesia Stock Exchange especially on manufacture companies . The sample comprises 28 non financial public companies by two periods analyzed, thus the total was 56 companies. The type of this study used asosiatif reseach by using documentation technic and quantitative approch; also using secondary data resource. For that, it was used SEM (Structural Equation Model) by warppls program to analysze it. The result showed that corporate governance did not influence to financial performance, coversely the variabel of corporate social responsibility gave positive influence toward financial performance.

Henceforht, the result was significan influential variabel of corporate governance toward financial performance where moderating by gender diversity. In other way . it influenced not significan on corporate social reponsibiity toward financial performance with gender diversity as moderating variabel.

Key word:financial performance, social responsibility, governance, gender

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...i

(10)

viii

ABSTRAK...iii

ABSTRACT...iv

DAFTAR ISI...v

DAFTAR TABEL...vi

DAFTAR GAMBAR...v

A. PENDAHULUAN ... 1

1. Latar Belakang ... 1

2. Rumusan Masalah ... 3

3. Tujuan Penelitian ... 4

4. Manfaat Penelitian ... 4

B. TINJAUAN TEORI ... 4

1. Tinjauan Hasil Penelitian Terdahulu ... 4

2. Tinjauan Teori ... 5

3. Pengembangan Hipotesis ... 8

4. Kerangka Pemikiran ... 12

C. METODOLOGI PENELITIAN ... 12

1. Jenis Penelitian ... 12

2. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel ... 13

3. Jenis dan Sumber Data ... 13

4. Teknik Perolehan Data ... 13

5. Variabel Penelitian ... 14

6. Metode Analisis Data ... 16

D. HASIL DAN PEMBAHASAN ... 18

1. Deskripsi Obyek Penelitian ... 18

2. Hasil Analisis Statiktik Deskriptif ... 19

3. Model Pengukuran (outer Model) ... 20

4. Hasil Analisis Inner Model ... 22

5. Uji Hipotesis ... 24

6. Pembahasan ... 26

7. Additional Analysis ... 29

E. PENUTUP ... 30

1. Kesimpulan ... 30

2. Saran... 31

DAFTAR PUSTAKA...36 LAMPIRAN

(11)

ix

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Penelitian Pendukung ... 5

Tabel 2 Kriteria Pemilihan Sampel ... 19

Tabel 3 Hasil Analsis Statistik Deskriptif... 19

Tabel 4 Hasil Evaluasi Convergent Validity ... 20

Tabel 5 Hasil Analiss convergent Validity Setelah Eliminasi ... 21

Tabel 6 Hasil Analisis Average Varian Extracted ... 22

Tabel 7 Hasil Analisis Composite Reliability ... 22

Tabel 8 Hasil Koefesiensi Determinasi ... 23

Tabel 9 Hasil Determinasi Total ... 23

Tabel 10 Hasil Uji Pengaruh Langsung ... 24

Tabel 11 Hasil Uji Pengaruh Tidak Langsung ... 25

Tabel 12 Analisis Tambahan ... 29

(12)

x

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Model Penelitian Empiris ... 12 Gambar 2 Model Fit Hasil Analisis Partial Least Square(PLS) ... 24

(13)

1 A. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Dalam beberapa dekade terahir, gender diversity menjadi topik yang hangat dalam penelitian,terutama mengenai kesetaraan gender dalam dewan direksi suatu perusahaan (Erhardt, Werbel, & Shrader, 2003). Tata kelola perusahaan menegaskan pentingnya gender diversity bagi dewan direksi. Keadaan ini, semakin mengarah pada upaya mempromosikan kesempatan yang sama bagi wanita seperti yang dilakukan pemerintah negara maju (US dan Australia) yang sudah membentuk komisi dalam hal tersebut (Adams & Ferreira, 2009). Diikuti pemerintah Norwegia yang telah mengesahkan undang-undang untuk 40% posisi direktur bagi wanita (Ahern & Dittmar, 2012). Pemerintah Perancis menetapkan 20% posisi direksi untuk wanita pada tahun 2014 dan menjadi 40% pada tahun 2017 (Nekhili & Gatfaoui, 2013). Begitu juga pemerintah Spanyol yang telah mengesahkan undang-undang yang mewajibkan perusahaan memiliki setidaknya 40% wanita dalam posisi direksi. Demikian pula dengan negara lainnya seperti Belgia, Italia dan Belanda yang sedang menunggu pengesahan undang-undang yang sama (Diplock, Wilderotter, & Kilaas, 2011)

Hingga saat ini, jumlah wanita yang mengejar kedudukan dewan eksekutif pada perusahaan di indonesia juga meningkat secara signifikan. Hal ini didukung dari hasil penelitian Centre for Governance, Institution and Organisations (SGIO) National Singapore University Business School menyatakan bahwa adanya peningkatan presentase dari tahun 2013 (11%) dan di tahun 2014 (11.1%) di Indonesia. Tidak hanya itu, Indonesia menduduki peringkat ke-5 se- Asia Pasifik (11.1%) untuk presentase perempuan yang menduduki posisi dewan eksekutif (komisaris dan direksi) yang terdaftar pada Indonesia Stock Exchange (IDX) (Ferry, 2016).

Dilihat dari perspektif perusahaan, disampaikan oleh Brahma, Nwafor, and Boateng (2020) hubungan antara gender diversity dan kinerja keuangan yang diambil dari 100 perusahaan FTSE di UK. Dimana hasil penemuan menjadi

(14)

2

lebih signifikan ketika terdapat tiga atau lebih wanita yang ditunjuk daripada kurang dari dua wanita diposisi tersebut. Gender diversity posisi direktur pada wanita, membawa kemampuan yang lebih besar dalam hal keahlian, pengalaman, dan jaringan yang mengarah ke corporate governance, dan corporate social responsibility yang lebih baik beserta kinerja keuangannya.

Seperti penelitian dari Dani, Picolo, and Klann (2019) yang melakukan analisis pada sektor non-financial di Brazil dan menyatakan hasilnya terdapat hubungan yang signifikan pada corporate governance terhadap kinerja keuangan yang dimediasi oleh gender diversity tetapi tidak diamati untuk hubungan corporate social responsibility terhadap kinerja keuangan. Adapun penelitian yang dilakukan oleh Mahrani and Soewarno (2018); Park (2017) yaitu pengaruh corporate governance dan corporate social responsibility terhadap kinerja keuangan, yang dilakukan pada 102 perusahan yang terdaftar di BEI tahun 2014.

Adapun hasil yang didapatkan menunjukkan pengaruh positif dari corporate governance dan corporate social responsibility terhadap kinerja keuangan.

Sementara itu hasil penelitian Adams and Ferreira (2004); Yasser, Al Mamun, and Ahmed (2017) mengkaji pengaruh gender diversity pada resiko dan dorongan pembayaran serta pada corporate governance dan juga corporate social responsibility dari sampel 327 perusahaan di Swedia dan 1131 perusahaan dari tiga negara bagian Asia Pasifik (Malasia, Tailan dan Pakistan) menyatakan adanya bukti empiris hubungan positif antara board room diversity dan corporate social responsibily dan menunjukkan tidak adanya hubungan yang kuat antara gender diversity terhadap resiko dan dorongan pembayaran. Dalam penelitian lain oleh Galbreath (2016); Sial et al. (2018) dalam studinya pada perusahaan-perusahaan terbesar di Austrlia dan perusahaan terdaftar di Cina tahun 2008-2015 , menguji apakah gender diversity berkontribusi meningkatkan kinerja keuangan dan sosial perusahaan yang dimediasi oleh corporate social responsibility, dan hasil penelitian menunjukkan bahwa gender diversity terkait dengan corporate social responsibility dan corporate social responsibility sendiri terkait dengan kinerja keuangan.

(15)

3

Dari hasil studi Orazalin and Baydauletov (2020) yang menguji apakah corporate social responsibility strategy dalam meningkatkan corporte environmental dan kinerja sosial dimoderasi oleh gender diversity dengan menggunakan data dari perusaan Eropa yang telah terdaftar pada tahun 2009- 2016 dan hasilnya dinyatakan positif berhubungan antara variabel tersebut yang di moderasi oleh gender diversity. Data perusahaan di Cina dari Shenzein dan Shanghai stock exchange menyatakan bahwa wanita pada posisi direktur memiliki keterkaitan dengan kinerja keuangan dan juga corporate social responsibility memiliki pengaruh positif signifikan ketika memoderasi gender diversity dan kinerja keuangan (Jiang et al., 2020).

Berdasarkan uraian dan penelitian terdahulu yang telah dilakukan, saya ingin menganalisis pengaruh corporate governance, dan corporate social responsibility terhadap kinerja keuangan dengan menggunakan gender diversity sebagai variabel moderasinya. Pada penelitian ini, peneliti akan mengkaitkan penelitian terdahuu dengan pnelitian yang akan peneliti lakukan dengan menganalisis bagaimana variabel tersebut bisa saling berpengaruh. Penelitian ini penting dilakukan, pertama kurangnya literasi dibidang tersebut khususnya pada penelitian aspek serupa di Indonesia. Kedua, untuk menganalisis pentingnya terdapat seorang wanita atau lebih pada posisi direktur pada sebuah perusahaan.Meskipun banyak peneliti yang telah melakukan penelitian tersebut tetapi penelitian kali ini memiliki pembeda seperti menggunakan gender diversity sebagai variabel moderasi dan subjek yang digunakan yaitu laporan keuangan pada perusahaan non-finansial khususnya manufaktur yang telah terdaftar di BEI yang dimana peneliti terdahulu menggunakan gender diversity sebagai variabel mediasi dan subjek yang digunakan yaitu perusahaan non- finansial di Brazil.

2. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

a. Apakah corporate governance berpengaruh terhadap kinerja keuangan.

(16)

4

b. Apakah corporate social responsiblity berpengaruh terhadap kinerja keuangan.

c. Apakah gender diversity mampu memoderasi pengaruh corporate governance terhadap kinerja keuangan.

d. Apakah gender diversity mampu memoderasi pengaruh corporate social responsibility terhadap kinerja keuangan.

3. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah:

a. Untuk menguji pengaruh corporate governance terhadap kinerja keuangan.

b. Untuk meganalisis pengaruh corporate social responsibility terhadap kinerja keuangan.

c. Untuk menguji pengaruh gender diversity yang memoderasi corporate governance terhadap kinerja keuangan.

d. Untuk menguji pengaruh gender diversity yang memoderasi corporate social responsibility terhadap kinerja keuangan.

4. Manfaat Penelitian

a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori mengenai pengaruh corporate governance dan corporate social responsibility terhadap kinerja keuangan.

b. Diharapkan juga dapat membuktikan pengaruh corporate governance dan corporate social responsibility pada kinerja keuangan yang dimoderasi oleh gender diversity.

c. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan yang bermanfaat, dan menjadi tambahan referensi sebagai bantuan literatur bagi peneliti selanjutnya.

B. TINJAUAN TEORI

1. Tinjauan Hasil Penelitian Terdahulu

Penelitian ini tidak lepas dari peran penelitian-penelitian terdahulu yang dijadikan tolok ukur dan acuan dalam memudahkan penulis dalam menyusun

(17)

5

penelitian dari segi konsep dan teori. Adapun penelitian terdahulu yang terkait dengan topik penelitian yang akan dilakukan 1 berikut ini.

Tabel 1

Penelitian Pendukung

No Variabel Penelitian Pendukung

1 Pengaruh corporate

governance terhadap kinerja keuangan

Dani et al. (2019); Mahrani and Soewarno (2018); Park (2017); Wati (2016); Oba and Fodio (2013)

2 Pengaruh corporate social responsibility terhadap kinerja keuangan

Yasser et al. (2017); Kholis (2014);

Adams and Ferreira (2004)

3 Pengaruh corporate

governance terhadap kinerja keuangan dengan gender diversity sebagai variabel moderasi

Carter, Simkins, and Simpson

(2003); Campbell and Mínguez-Vera (2008)

4 Pengaruh corporate social responsibility terhadap kinerja keuangan dengan gender diversity sebagai variabel moderasi

Reguera-Alvarado, de Fuentes, and Laffarga (2017); Post and Byron (2015); Orazalin and Baydauletov (2020)

Sumber: Olah data penelitian, 2021

Berdasarkan tabel tersebut diungkapkan bahwa hubungan antar variabel yang diambil oleh peneliti beralaskan dari penelitian terdahulu yang hasilnya sejalan maupun bertolak belakang pada hasil penelitian. Pengembangan penelitian terdahulu disajikan pada lampiran 1.

2. Tinjauan Teori

a. Corporate Governance

Salah satu cara untuk mengurangi masalah agensi adalah melalui praktik corporate governance yang efektif. Corporate governance mencakup sekumpulan struktur, aturan, dan sistem di dalam dan di luar perusahaan yang melindungi nilai pemegang saham. Corporate governance dirancang untuk menyelaraskan kepentingan manajer dengan pemegang saham (Buertey, Sun, Lee, & Hwang, 2020). Corporate governance adalah sistem yang tidak hanya meningkatkan hubungan antara berbagai pihak (pemegang saham perusahaan, manajer,dan investor), tetapi juga memastikan bahwa penyediaan sumber daya yang tepat di antara pengguna

(18)

6

yang bersaing. Selain itu, corporate governance menawarkan struktur perusahaan yang dirumuskan secara objektif dan cara untuk mencapai tujuan serta menguji kinerja yang dilakukan sesui tingkatannya. Untuk menilai dan menanamkan corporate governance dalam kerangka struktural perusahaan dan membandingkan nilainya dengan standar yang ditetapkan oleh badan pengawas (Al-ahdal, Alsamhi, Tabash, & Farhan, 2020).

Seperti yang disampaikan juga oleh Aras and Crowther (2008); De Carvalho (2002); Mohamad, Darus, and Jusoh (2011) corporate governance telah menjadi minat investor, akuntan, dan pemerintah sejak 1980-an sebagai pilihan untuk menyelsaikan permasalahan antara agen dan prinsipal, guna meningkatkan dan mengelola kinerja pemegang saham terkait. Secara singkat Al-Gamrh, Ismail, Ahsan, and Alquhaif (2020) mengemukakan bahwa corporate governance digunakan di sebagian besar organisasi pemegang saham untuk mengelola konflik yang mungkin terjadi antara manajer dan pemegang saham. Corporate governance dapat menciptakan pemantauan yang efektif dan meminimalisir setiap perilaku oportunistik oleh manajemen yang dapat merugikan pemegang saham.

Pada dasarnya, corporate governance juga masih berkaitan dengan pertanggung jawaban sosial perusahaan yang harus mengutamakan investor, karyawan, keinginan pemasok, konsumen, pemerintah, dan sektor ketiga.

Corporate governance dan Corporate social responsibility perusahaan memiliki banyak karakteristik umum yang memiliki peranan penting dalam perusahaan (Dani et al., 2019; Ferreira, 2004; Gonzalez, 2002).

b. Corporate Social Responsibility

Setelah penerbitan buku oleh Bowen (2013) yang berjudul soocial responsibilities of the businessman, konsep corporate social responsibility menjadi lebih modern yang mengacu pada kewajiban pengusaha mengikuti garis tindakan yang diingnkan dalam hal tujuan dan nilai-nilai bagi masyarakat. Yang mana pada tahun 1970-an diakui bahwa corporate social responsibility haruslah dapat sesui dengan kepentingan pemegang saham

(19)

7

(Wallich & McGowan, 1970). Dengan ini memberikan pembelaan pada corporate social respnsibility tanpa mengorbankan kepentingan pemegang saham (Lee, 2008).

Corporate social responsibility adalah model bisnis yang membantu perusahaan bertanggung jawab secara sosial kepada perusahaan tersebut dan para pemimpinnya (Advantage, 2020). Corporate social responsibility juga didefinisikan sebagai perjanjian usaha untuk bertindak secara etis, beroperasi secara legal, dan berkontribusi untuk meningkatkan ekonomi dan kualitas hidup karyawan. Selain hal tersebut perusahaan juga harus memperhatikan dan menjaga kelestarian lingkungan (Elkington &

Rowlands, 1999; Fanani, 2016; Sari & Azizah, 2019) c. Gender Diversity

Gender adalah status yang dibangun berdasarkan sosial, budaya, psikologis pada ciri-ciri pribadi (Fathonah, 2018). Menurut Milliken and Martins (1996) diversitas gender dibedakan dalam dua kategori, yang pertama demografi yaitu hal yang didasarkan pada karakteristik yang dapat diamati dan diidentifikasi dengan mudah, seperti jenis kelamis, ras, dan tingkat akademis. Kategori kedua merupakan atribut yang tidak terlihat, yaitu keterampilan, pengetahuan, profil dan kapasitas individu.

Berdasarkan teori gender diversity, untuk mengarah keperusahaan yang lebih baik, memanfaatkan keterbatasan sumberdaya dapat memperluas profil dewan, guna mengembangkan hubungan antara pesaing dan customer, pengetahuan tentang industri, maupun akses kelembaga keuangan (Reguera- Alvarado et al., 2017). Didukung oleh Voordeckers, Van Gils, and Van den Heuvel (2007) yang menyatakan bahwa begitu pentingnya peran ketergantungan sumberdaya dalam memperoleh pembiayaan eksternal terutama bagi perusahaan yang memiliki sedikit akses kepasar modal.

(20)

8 d. Kinerja Keuangan

Kinerja didefinisikan sebagai hasil kerja yang di capai karyawan meliputi jumlah output, kemampuan baik hasil karya personal maupun kelompok dalam kualitas dan kuantitas (Mangkunegara & Prabu, 2012).

Penilaian kinerja perusahaan dapat dilakukan dengan cara mengukur kinerja tersebut menggunakan suatu metode dan pendekatan. Seperti yang dijelaskan Horngren (2009) terdapat dua kategori pada pengukuran kinerja yaitu pengukuran kinerja non keuangan (non financial performance measurement) dan kinerja keuangan (financial performance measurement) yang pada penelitian ini menggunakan pengukuran kinerja keuangan.

Lazimnya pada pengukuran kinerja keuangan perusahaaan menggunakan tingkat laba (profitability ratios) (Felisia, 2011). Namun tidak hanya itu,menurut Chen and Li (2010) untuk mengukur kinerja keuangan dapat juga menggunakan return of dividens (RD), market to book (MB), dan Q de tobin (Q).

3. Pengembangan Hipotesis

a. Pengaruh Corporate Governance terhadap Kinerja Keuangan

Corporate governance merupakan perusahaan yang digambarkan memiliki legitimasi, dan kompetensi dalam ranah kebijakan serta dalam pelaksaan pelayanan dengan menghormati hukum dan hak asasi manusia secara bersamaaan. Pada konsep tersebut dapat dimengerti dengan mudah, karena didalamnya disebutkan bagaimana corporate governance mengelola dan mengendalikan aktivitas perusahaan Al-ahdal et al. (2020).

Banyak penelitian yang yang meneliti hubungan corporate governance dengan kinerja keuangan pada perusahaan non finansial seperti yang dilakukan Al-ahdal et al. (2020); Martsila and Meiranto (2013) yang menyatakan adanya pengaruh positif signifikan antara corporate governance dengan kinerja keuangan. Dapat dilihat bahwa corporate governance memiliki dampak positif pada nilai dan profitabilitas pada perusahaan (Silveira, 2006) .

(21)

9

Untuk perusahaan yang sudah dianggap berlanjut diharuskan memiliki karakter penentu dari corporate governance untuk mendapatkan kinerja yang baik dalam keuangan dan lingkungan dan diharapkan dapat mengetahui iklim dan kondisi perusahaan sehingga dapat menghasilkan keputusan yang efektif (Ujunwa, 2012). Berdasarkan uraian tersebut didapatkan hipotesis sebagai berikut:

H1: Corporate governance berpengaruh positif dengan kinerja keuangan perusahaan

b. Pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap Kinerja Keuangan Corporate social responsibility digunakan sebagai pendekatan strategi untuk reputasi perusahaan dan daya saing perusahan. Corporate social responsibility dapat memberikan manfaat dalam hal mengatur/ manajemen resiko. Selain itu, corpororate social responsibility mendorong lebih banyak tanggung jawab sosial dan lingkungan pada saat krisis melanda seperti rusaknya kepercayaan konsumen dan tingkat kepercayaan dalam bisnis (Cherian et al., 2019).

Diantara penelitian yang berusaha menghubungkan corporate social responsibility dan kinerja keuangan, seperti Dipraja (2014); Isbandi (2016);

Kholis (2014) menemukan hubungan yang positif antara corporate social responsibility dan kinerja keuangan perusahaan manufaktur di Indonesia.

Diketahui bahwa penelitian ini digunakan untuk mengukur perkembangan dua jalur investigasi dalam pembangunan keuangan maupun ekonomi.

Dengan kata lain peneitian ini menuturkan tentang visi perkembangan multidimensi berdasarkan penelitian sebelumnya.

Hal ini mengisyaratkan bagi perusahaan yang mematuhi praktik corporate social responsibility karena alasan instrumental, seperti hasil keuangan yang diharapkan, nilai-nilai internal dan adanya hubungan antara praktik corporate social responsibility, kebijakan serta hasil keuangan.

Hasil yang diharapkan dapat menemukan hubungan positif antara CSR dan kinerja keuangan yang serupa dengan studi (Al-ahdal et al., 2020; Cherian et al., 2019; Dani et al., 2019). Dari literatur tersebut, hipotesis berikut

(22)

10

didukung hubungan antara corporate social responsibility terhadap kinerja keuangan perusahaan, berupa:

H2: Corporate social responsibility berpengaruh positif dengan kinerja keuangan perusahaan.

c. Pengaruh Corporate Governance terhadap Kinerja Keuangan Dimoderasi oleh Gender Diversity

Mekanisme corporate governance diperkenalkan untuk membantu dalam pemantauan dan proses hubungan pengguna informasi disebabkan meningkatnya permintaan atas transparansi dan harapan untuk mengukur, melaporkan meningkatkan kinerja ekonomi, sosial, dan lingkungan secara terus menrus. Karena itu, struktur corporate governance yang baik dapat dipahami jika mendorong manajer yang lebih cakap. Hal itu yang mendasari meningkatnya kehadiran perempuan ditingkat dewan (Labelle, Gargouri, &

Francoeur, 2010; Westphal & Milton, 2000).

Menurut Adams and Ferreira (2009) jika wanita berpartisipasi secara aktif pada rapat dewan dan berkelanjutan, mereka dapat meningkatkan intensitas pemantauan pada dewan. Dengan adanya banyak dewan perempuan dalam perusahaan memiliki potensi yang lebih besar dalam pengambilan keputusan dengan pemantauan yang ketat dan keselarasan pada kepentingan pemegang saham, sehingga kehadiran dewan wanita pada posisi eksekutif dinyatakan dapat menjadikan corporate governance yang lebih baik.

Studi yang dilakukan oleh Campbell and Mínguez-Vera (2008); Carter et al. (2003) mengenai corporate governance dan gender diversity dievaluasi dan dikonfirmasi adanya hubungan positif signifikan antara keduanya. Dengan begitu, berdasarkan literatur yang mendukung pandangan ini didapatkanlah hipotesis sebagai berikut:

H3: Pada posisi gender diversity feminim maka pengaruh corporate governance terhadap kinerja keuangan menjadi kuat. Sebaliknya, pada posisi gender diversity maskulin maka pengaruh corporate governance terhadap kinerja keuangan menjadi lemah.

(23)

11

d. Pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap Kinerja Keuangan yang dimoderasi oleh Gender Diversity.

Corpotrate social responsibility dapat didefinisan sebagai tindakan dan kebijakan organisasi sesuai ketentuan konteks yang berlaku yang memperhitungkan harapan pemangku kepentingan pada ekonomi, sosial dan budaya (Cherian et al., 2019). Banyak penelitian empiris yang telah dilakukan pada corporate social responsibility terhadap kinerja keuangan.

Seperti yang dilakukan Dipraja (2014); Kholis (2014) yang meneliti pengaruh corporate social responsibility terhadap kinerja keuangan. Dan dari penelitiannya Dani et al. (2019) tidak hanya melakukan studi pada pengaruh corporate social responsibility terhadap kinerja keuangan saja, tetapi juga dua variabel tersebut dimediasi dengan gender diversity.

Pada skala internasional, Bear, Rahman, and Post (2010) melakukan penelitian dengan menggunakan sampel 689 perusahaan di AS, dan hasilnya peningkatan jumlah perempuan didewan perusahaan dapat meningkatkan corporate social responsibility. Keberadaan perempuan diposisi eksekutif berdampak positif pada modal sosial dan tanggung jawab sosial perusahaan karena tingkat spesialisasi, dukungan dan pengaruh yang lebih tinggi terhadap masyarakat.

Dengan adanya gender diversity yang lebih tinggi menunjukkan prkembangan yang lebih baik pada perusahaan, seperti pada Tobin’s Q dan ROA, yang artinya hadirnya gender diversity berpengaruh positif terhadap perkembangan keuangan (Silva Júnior & Martins, 2017). Ditegaskan oleh Margem (2013) bahwa adanya hubungan positif antara gender diversity dan corporate social responsibility. Pada pendekatan teoritis ini diasumsikan bahwa hubungan antara corporate social responsibility dan kinerja keuangan menjadi lebih kuat akibat mediasi dari gender diversity. Oleh karena itu, hipotesis pada penelitian ini adalah:

H4: Pada posisi gender diversity feminim maka pengaruh corporate social responsibility terhadap kinerja keuangan menjadi kuat. Tetapi, pada posisi gender diversity maskulin maka pengaruh corporate social responsibility terhadap kinerja keuangan menjadi lemah.

(24)

12 4. Kerangka Pemikiran

Setelah melakukan kajian pustaka dan mengembangkan hipotesis yang mendasari rumusan masalah penelitian ini, maka peneliti mengajukan kerangka pemikiran yang akan difungsikan sebagai acuan mengatasi masalah. Kerangka pemikiran ini meliputi variabel penelitian seperti yang tersaji pada gambar 1 berikut ini:

Gambar 1:

Model Penelitian Empiris

H1

H3 H2

H4

C. METODOLOGI PENELITIAN 1. Jenis Penelitian

Berdasarkan fenomena yang diteliti, penelitian ini menggunakan metode asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Menurut Sugiyono (2017) penelitian asosiatif bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih.

Didefinisikan juga olehnya bahwa pendekatan kuantitatif merupakan metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme dimana digunakan untuk menganalisis pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data yang menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik yang bertujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditentukan.

Corporate Governance

Corporate Social

Responsibility Gender

Diversity

Kinerja Keuangan

(25)

13 2. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur, sektor barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2018-2019. Pemilihan perusahaan manufaktur dikarenakan sebagian besar perusahaan yang bergerak di bidang tersebut adalah perusahaan besar (multinasional) dan memiliki dewan eksekutif cenderung tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang bergerak dibidang lain. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel berupa purposive sampling pada perusahaan- perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2018-2019. Dimana purposive sampling adalah pengelompokan subjek berdasarkan ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu yang diterapkan sesui tujuan penelitian dan berkaitan dengan variabel pada penelitian ini. Diketahui bahwa kriteria-kriteria yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Perusahan manufaktur sektor industri barang dan konsumsi tersebut terdaftar pada BEI tahun 2018-2019.

2. Perusahaan manufaktur tersebut menerbitkan laporan tahunan pada tahun 2018-2019 yang dipublikasikan pada website resmi perusahaan dan BEI.

3. Perusahaan tersebut memiliki data yang lengkap yang berkaitan dengan variabel-variabel yang digunakan oleh peneliti.

3. Jenis dan Sumber Data

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian asosiatif. Dimana jenis penelitian ini bertujuan untuk menganalisis satu variabel dengan variabel yang lain. Data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data sekunder. Hubungan yang dimaksud berupa hubungan biasa (korelasi) maupun kausalitas (sebab- akibat). Data sekunder merupakan data tambahan yang tidak diperoleh dari tangan pertama, dengan kata lain data yang diterbitkan atau digunakan oleh organisasi yang bukan pengolahnya.

4. Teknik Perolehan Data

Pada penelitian ini perolehan data dilakukan dengan teknik dokumentasi.

Teknik dokumentasi digunakan untuk memperleh data-data yang sudah jadi yang diolah oleh orang lain. Perolehan data diambil dari website resmi yang

(26)

14

menjadi objek penelitian yang berupa laporan tahunan perusahaan yang diterbitkan pada website resmi perusahaan dan BEI pada tahun 2018-2019.

5. Variabel Penelitian a. Variabel Independen

Untuk penelitian ini terdapat dua variabel independen yaitu corporate governance dan corporate social responsibility.

1. Corporate Governance

Definisi corporate governance yaitu seperangkat aturan dan prinsip yang mengatur hubungan pemegang saham, manajemen perusahaan termasuk dewan direksi dan komisaris, pihak kreditur, karyawan serta stakeholder lainnya yang berkaitan dengan hak dan kewajiban masing- masing pihak (Al-ahdal et al., 2020).

Adapun indikator pengukuran corporate governance yang digunakan pada penelitian ini yakni size of the board (SB) diukur menggunakan dummy-1 untuk perusahaan yang memiliki dewan direksi pada administrasi dengan tiga sampai sembilan anggota dan 0 jika disituasi yang lain, remuneration commitee (RC) diperoleh dari dummy-1 dikaitkan dengan perusahaan yang memiliki komite kompensasi dan 0 jika perusahaan tidak memilikinya. audit commitee (AC) inipun menggunakan dummy-1 jika perusahaan memiliki seorang komite audit dan 0 apabila perusahaan tidak memiliki komite audit pada perusahaan manufaktur yang terdaftar BEI (Kholis, 2014;

Klapper & Love, 2004; Love, 2011).

2. Corporate Social Responsibility

Menurut Nur Kholis corporate social responsibility dapat didefinisikan berupa klaim agar perusahaan tidak hanya beroperasi berdasarkan kepentingan pemegang saham (shareholders) akan tetapi untuk kemaslahatan pihat stakeholders, dengan kata lain perusahaan tidak hanya memiliki kewajiban-kewajiban ekonomi dan legal tetapi juga kewajiban-kewajiban terhadap pihak lain yang berkepentingan.

(Kholis, 2014) .

(27)

15

Variabel ini diukur berdasarkan GRI (Global Reporting Initiative) yang terdiri dari tiga fokus pengungkapan, yaitu ekonomi, lingkungan dan social. Penghitungan CSDI dilakukan dengan menggunakan pendekatan dikotomi, yaitu setiap item CSR dalam instrument penelitian diberi nilai 1 jika diungkapkan dan nilai 0 jika tidak diungkapkan. Selanjutnya, skor dari setiap item dijumlahkan untuk memperoleh keseluruhan skor untuk setiap perusahaan(Haniffa &

Cooke, 2005).

b. Variabel Dependen

Variabel dependen pada penelitian ini adalah kinerja keuangan yang kinerja sendiri merupakan sesuatu yang dicapai, prestsi yang diperlihatkan, dan kemampuan kerja, dengan ini dapat diartikan bahwa kinerja keuangan adalah prestasi manajemen (manajemen keuangan) yang menghasilkan keuntungan dan meningkatkan nilai perusahaan (Kholis, 2014). Dalam hal ini pengukurannya menggunakan return of dividens (RD), market to book (MB), dan tobins Q.

c. Variabel Moderasi

Untuk variabel moderasi yaitu gender diversity yang menurut (Fathonah, 2018) ialah status yang dibangun berdasarkan sosial, budaya, psikologis pada ciri-ciri pribadi. Gender diversity sendiri merupakan salah satu aspek yang diperdebatkan secara luas diliteratur tata kelola perusahaan (Orazalin & Baydauletov, 2020).

Pada variabel penelitian ini diukuran menggunakan presence of female directors (PFD) diberikan nilai 1 jika memiliki minimal satu RD= Dividends per share

Market price of the share MB= Market price of the share

Book Value of share Tobins Q= MVE + D

Total Asset

(28)

16

dewan wanita dan 0 apabila tidak terdapat dewan wanita pada perusahaan tersebut, apabila ada representatif dua direktor wanita pada perusahaan diberikan nilai 1 dan 0 jika kebalikannya; begitu juga jika ada 3 perwakilan direktor wanita pada perusahaan diberikan nilai 1 dan 0 pada kebalikannya. Selain itu termasuk female executive dimana ketika pada perusahaan terdapat direktor wanita menjabat juga sebagai anggota executive perusahaan maka diberi nilai 1 dan 0 jika kebalikannya. Selanjutnya, multiple directorship yaitu jika terdapat diroktor wanita yang menjabat bagian direksi lainnya maka diberikan nilai 1 dan diberikan nilai 0 apabila tidak terdapat hal tersebut.

Education juga termasuk pada indikator variabel moderasi ini diberikan nilai 1 jika terdapat satu direktor wanita yang memiliki pendidikan paska sarjana, Phd atau kualifikasi prefesional yang lain dan diberikan nilai 0 jika kebalikannya (Brahma et al., 2020; Gordini & Rancati, 2017; Margem, 2013).

6. Metode Analisis Data

a. Analisis Partial Least Square (PLS)

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan Partial Least Square (PLS) yang dijalankan mengunakan media komputer. PLS merupakan pendekatan alternatif yang bermula dari pendekatan SEM berbasis covariance menjadi berbasis varian. Pada umumnya SEM yang berbasis covariance menguji kualitas/teori sementara itu PLS lebih bersifat predictive model. Meskipun PLS tidak digunakan untuk mengkonfirmasi teori tetapi dapat digunakan untuk menganalisis ada atau tidaknya hubungan antar variabel (Ghozali, 2006). Pada penelitian ini menggunakan perangkat warpPls yang berfungsi untuk mengidentifikasi nonlinier yang menghubungkan pasangan variabel laten dan menghitung multivariat asosiasi yang sesui(Kock, 2017).

Analisis PLS dapat digunakan pada segala jenis skala data dengan syarat asumsi yang lebih fleksibel. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan memprediksi hubungan antar konstruk corporate

(29)

17

governance, sorporate social responsibility, gender diversity dan kinerja keuangan. Tahapan dalam analisis PLS adalah sebagai berikut:

1. Model Pengukuran (outer model)

Model pengukuran mendefinisikan hubungan antar variabel laten pada indikatornya dengan kata lain model ini mengspesifikasikan indikator-indikator yang berhubungan dengan variabel latennya. Pada hal ini terdapat dua uji yang dilakukan, yaitu uji validitas dan reliabilitas yang dilakukan sebagai berikut:

a) Uji validitas

1.Convergent Validity nilainya yang dihasilkan adalah nilai loading factor pada variabel laten dan setiap indikatornya.

Adapun nilai loading factor harus >0,70 untuk penelitian bersifat confirmatory dan loading factor antara 0,60-0,70 untuk penelitian bersifat exploratory.

2.Average varian extracted nilai yang diharapkan adalah > 0,5 3.Descriminant validity pengukuran model ini diketahui dari nilai

cross loading diharapkan bernilai lebih tinggi dari pada konstruk lain.

4.Akar kuadarat AVE (square root AVE )

Nilai akar kuadrat AVE harus lebih tinggi dari variabel laten lain pada kolom yang sama (diatas maupun dibawahnya)

b) Uji Reliabilitas

1.Composite reability dari uji ini, nilai dianggap memuaskan apabila nilai yang diperoleh >0,70.

2.Cronbanch alpha pengukuran uji ini bertujuan untuk memperkuat uji realibiltas. Adapun nilai yang diharapkan setiap konstruk adalah >0,70.

2. Model Struktural (Inner Model)

Uji struktural digunakan untuk menganalisis hubungan antar konstruk laten. Adapun beberapa uji yang dilakukan untuk tahapan ini adalah:

a. R-square pada konstruk endogen. Pada penelitian ini menggunakan uji koefesiensi determinasi (R2) untuk mengetahui seberapa besar

(30)

18

kemampuan model dalam menjelaskan variasi variabel dependen.

Pada uji koefesiensi ini bernilai antara 0 sampai 1 dimana semakin besar nilai (R2) semakin baik hasil model variabel tersebut.

Diasumsikan juka nilai (R2) mendekati 1 menunjukkan variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel dependen. Begitu pula sebaliknya, ketika nilai (R2) semakin kecil menunjukkan kemampuan variabel dependen yang terbatas (Ghozali, 2018). Ringkasnya, nilai R-square merupakan koefesiensi determinasi pada konstruk endogen, dimana dinyatakan kuat jika nilai R-square 0,69; moderat bernilai 0,33; dan lemah saat bernilai 0,19.

b. Prediction relevance (Q-square) merupakan pengukur seberapa baik observasi ang dilakukan dapat memberikan hasil terhadap model peneitian.Tujuan dilakukan uji ini untuk mengetahui kapabilitas prediksi dengan prosedur blindfolding. Apabila nilai yang didapatkan 0,02 (kecil), 0,15 (sedang), dan 0,35 (besar).

3. Uji Hipotesis a. Uji Statistik T

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh masing- masing variabel independen pada variabel dependen (Ghozali, 2018). Adapun kriteria pengujian uji statistik t yaitu apabila nilai signifikansi <0,05 maka hipotesis diterima dan apabila nilai signifikansi >0,05 maka hipotesis ditolak.

D. HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Deskripsi Obyek Penelitian

Dalam penelitian ini, data yang digunakan yaitu annual report pada perusahaan manufaktur tahun 2018-2019 yang diperoleh dari www.idx.co.id dan website resmi perusahaaan dengan pengolahan data berupa warpPLS.

Obyek penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sektor industri barang dan konsumsi. Berdasarkan teknik purposive sampling dengan kriteria yang ditentukan oleh peneliti, diperoleh sampel yang sesuai dijadikan obyek

(31)

19

penelitian berjumlah 28 perusahaan. Adapun gambaran tahapan pemilihan sampel adalah sebagai berikut:

Tabel 2

Kriteria Pemilihan Sampel

No Kriteria yang ditetapkan Jumlah

1 Perusahaan manufaktur sektor industri barang dan

konsumsi yang terdaftar di BEI tahun 2018-2019 54 2

Perusahaan manufaktur sektor industri barang dan konsumsi sub sektor industri makanan dan minuman yang mengeluarkan laporan keuangan secara lengkap selama periode 2018-2019

28

3

Perusahaan manufaktur sektor industri barang dan konsumsi sub makanan dan minuman yang mengalami kerugian dan tidak mengungkapkan CSR pada periode 2018-2019

0

Sampel penelitian 28

Sumber: Olah Data Penelitian : 2021

Dari tabel diatas diperoleh data sebanyak 28 perusahaan manufaktur sektor industri barang da konsumsi yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan. Penelitian ini menggunakan periode pengamatan selama dua tahun, sehingga diperoleh 56(28 x 2 tahun) pada penelitian ini. Untuk daftar nama perusahaan yang dijadikan sampel dapat dilihat di lampiran 1.

2. Hasil Analisis Statiktik Deskriptif

Untuk memberikan gambaran atau deskripsi suatu data pada penelitian merupakan tujuan dari analisis statistik deskrptif ini digunakan untuk melihat pada nilai maksimum, minimum, rata-rata (mean), standard deviasi, dan kurtosis (Ghozali, 2018). Pada penelitian ini mengobservasi 28 perusahaan dengan dua tahun penelitian, sehingga jumlah data observasi terdapat 56 perusahaan. Berikut hasil statistik analisis menggunakan partial least square (PLS) pada tabel berikut:

Tabel 3

Hasil Analisis Statistik Deskriptif

No Variabel Minimum Maksimum Median

1 Corporate Governance (X1)

0,000 1,000 0,511

2 Corporate Sosial Responsibility (X2)

0,000 1,000 0,030

(32)

20

Sumber: Data Output WarpPls Diolah, 2021

Berdasarkan tabel 4 diketahui variabel corporate governance (x1) memiliki nilai minimum sebesar 0.000 dengan nilai maksimalnya yaitu 1.000 dan nilai tengah bernilai sebesar 0,511. Pada variabel corporate social responsibility mendapatkan nilai minimum sebasar 0.000; nilai maksimalnya yaitu 1.000; dan nilai median sebesar 0,030. Diketahui juga nilai variabel moderasi yaitu gender diversity memiliki nilai mininum yaitu 0.000; nilai mksimal ialah 1.000; dan nilai tengah sebesar 0,284. Selanjutnya nilai yang diperoleh untuk variabel kinerja keuangan yaitu 0,163 pada nilai minimumnya, nilai maksimal sebesar 7,258, dan mendapat 0,163 pada median.

3. Model Pengukuran (outer Model)

Analisis outer bertujuan untuk mendeskripsikan setiap indikator pada variabel latennya. Adapun pengukuran yang dilakukan adlah:

a. Uji Validitas

1. Hasil Analisis convergent validity

Hasil pengujian convergenrt validity dapat dilihat dari tabel berikut:

Tabel 4

Hail evaluasi convergent validity

Variabel Indikator Outer Loading Keterangan Corporate

Governance (X1)

X1.1 0,880 Valid

X1.2 0,939 Valid

X1.3 0,887 Valid

Corporate Social Responsibility

(X2)

X2.1 0,842 Valid

X2.2 0,813 Valid

X2.3 0,724 Valid

Kinerja Keuangan (Y)

Y1.1 0,141 Tidak Valid

Y1.2 0,734 Valid

Y1.3 0,453 Tidak Valid

Gender Diversity

Z1.1 0,037 Tidak Valid

Z1.2 0,922 Valid

Z1.3 0,942 Valid

Z1.4 0,117 Tidak Valid

Z1.5 0,917 Valid

3 Gender Diversity (Z) 0,000 1,000 0,284

4 Kinerja Keuangan (Y)

(33)

21

Z1.6 0,851 Valid

Sumber: Data Output WarpPls Diolah, 2021

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa hasil analisis convergent validity terdapat nilai outer loading <0,7 yaitu pada indikator Y1.1; Y1.3; Z1.1; dan Z1.4; sehingga indikator tersebut tidak valid untuk mengukur variabelnya dan harus dieliminasi untuk mendapat nilai outer loading pada seluruh indikator yang diharapkan yaitu outer loading >0,7.

Berikut hasil pengujian convergent validity yang telah menghilangkan indikator yang tidak valid, tertera pada tabel dibawah ini:

Tabel 5

Hasis Evaluasi Convergent Validiy Setelah Eliminasi Variabel Indikator Outer Loading Keterangan

Corporate Governance (X1)

X1.1 0,880 Valid

X1.2 0,939 Valid

X1.3 0,887 Valid

Corporate Social Responsibility

(X2)

X2.1 0,842 Valid

X2.2 0,813 Valid

X2.3 0,728 Valid

Kinerja

Keuangan (Y) Y1.2 1,000 Valid

Gender Diversity

Z1.2 0,922 Valid

Z1.3 0,945 Valid

Z1.5 0,921 Valid

Z1.6 0,846 Valid

Sumber : Data Output WarpPlS Diolah, 2021

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan hasil convergent validity bahwa semua indikator memiliki nilai outer loading > 0,7 yang menunjukkan semua indikator pada variabel corporate governance, corporate social responsibility, gender diversity dan kinerja keuangan dinyatakan valid untuk mengukur variabelnya.

2. Hasil Analisis Avarege Varian Extracted

Hasil pengujian average varian extrated dapat dilihat dari tabel 7 berikut:

(34)

22

Tabel 6

Hasil Analisis Average Varian Extracted

Variabel Average Varian Extracted (AVE) Keterangan Corporate

Governance 0,814 Valid

Corporate Social

Responsibility 0,634 Valid

Kinerja Keuangan 1,000 Valid

Gender Diversity 0,827 Valid

Sumber: Data output WarpPLS diolah, 2021

Dari tabel diatas diketahui bahwa nilai average varian extracted pada variabel corporate governance, corporate social responsibility, gender diversity dan kinerja keuangan masing-masing variabel memiliki nilai average varian extracted ≥ 0,5 sehingga model dari penelitian ini dapat dinyatakan setiap variabel discriminant validity yang baik dan valid dalam melakukan pengukuran.

b. Uji Reliabilitas

Hasil pengujian reliability dapat dilihat berdasarkan nilai composite reliability dan cronbach’s alpha pada tabel berikut:

Tabel 7

Hasil Evaluasi Composite Reliability

Variabel Cronbach’s Alpha Composite Reliability Corporate

Governance 0,929 0,885

Corporate Sosial

Responsibility 0,838 0,709

Kinerja Keuangan 1,000 1,000

Gender Diversity 0,950 0,930

Sumber: Data Output SmartPLS Diolah, 2021

Berdasarkan tabel 8 diatas dapat diketahui bahwa semua variabel dalam penelitian ini memiliki nilai cronbach’s alpha dan composite reliability ≥ 0,5 yang menandakan bahwa semua variabel tersebut memiliki nilai reliabilitas yang baik dan reliabel untuk melanjutkan pengukuran.

4. Hasil Analisis Inner Model

Analisis inner model digunakan untuk melakukan pengujian terhadap pengaruh antar konstruk laten.

(35)

23 1. Hasil Koefesiensi Determinasi (R2)

R-square menunjukkan kemampuan konstruk eksogen dalam menunjukkan kuat atau lemahnya suatu model penelitian. Hasil nilai R- square dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel 9 berikut:

Tabel 8

Hasil Koefesiensi Determinasi

Variabel Nilai R-square (R2)

Kinerja Keuangan 0,684

Sumber: Data Output WarpPLS Diolah, 2021

Berdasarkan tabel diatas menjelaskan bahwa koefesiensi determinasi pada variabel kinerja keuangan dapat dilihat melalui nilai R-square pada variabel kinerja keuangan memiliki nilai 0,684 atau 68,4% , artinya varian variabel kinerja keuangan yang dijelaskan oleh variabel corporate governance dan corporate social responsibility sebear 68,4% dan sisanya sebesar 31,6% dijelaskan oleh variabel lainnya yang berada diluar penelitian ini.

2. Q-square

Koefesiensi determinasi total atau Q-square merupakan pengukur seberapa baik observasi yang dilakukan dapat memberikan hasil terhadap model penelitian.

Tabel 9

Hasil Determinasi Total

Variabel Nilai Q-square

Kinerja Keuangan 0,771

Sumber: Data Output WarpPLS Diolah, 2021

Hasil uji diatas menunjukkan bahwa nilai koefesiensi determinasi total dalam menjelaskan hubungan konstruk laten untuk model penelitian diatas adalah sebesar 0,771 atau 77,1% atas konstribusi variabel yang ada dalam penelitian baik secara langsung maupun tidak langsung dan sisanya sebesar 0,229 atau 22,9% dijelaskan oleh konstruk lain yang tidak ada dalam penelitian ini. Berdasarkan dari hasil tersebut dapat diartikan bahwa hasil dari Q-square tergolong kuat karena lebih dari 0,69.

(36)

24 5. Uji Hipotesis

Penelitian ini memiliki empat hipotesis yang diuji dan diukur menggunakan alat bantu smartPLS dengan model fit seperti pada gambar 2 berikut:

Gambar 2

Model Fit Hasil Analisis Partial Least Square (PLS)

Sumber: Data Output WarpPLS Diolah, 2021 a. Uji Statistik T

1. Hasil Uji Pengaruh Langsung

Uji statistik T ini bertujuan untuk menguji signifikansi pengaruh dari variabel dependen terhadap variabel independen secara persial.

Tabel 10

Hasil Uji Pengaruh Langsung Hipotesis Koefisien

Jalur

P

Value Keterangan X1 → Y 0,077 0,279 Ditolak X2 → Y 0,873 0,001 Diterima Z →X1*Y 0,219 0,041 Diterima Z→X2*Y -0,037 0,391 Ditolak

Sumber: Data Output WarpPLS Diolah, 2021

H1: Corporate Governance Berpengaruh Signifikan terhadap Kinerja Keuangan

Berdasarkan tabel diatas, diketahui hipotesis pertama yang menguji pengaruh langsung corporate governance terhadap kinerja keuangan dengan hasil penelitian didapatkan nilai koefesiensi jalur sebesar 0,077;

dan nilai P value sebesar 0,279. Sesui dengan data diatas dapat ditarik

(37)

25

kesimpulan bahwa terdapat pengaruh tidak signifikan antara corporate governance terhadap kinerja keuangan.

H2: Corporate Social Responsibility Berpengaruh Signifikan Terhadap Kinerja Keuangan

Hipotesis kedua menganalisis pengaruh langsung corporate social responsibility terhadap kinerja keuangan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diketahui bahwa nilai koefesiensi jalur sebesar 0,873; dan nilai P value sebesar 0,001 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara corporate social responsibility terhadap kinerja keuangan.

2. Hasil Uji Pengaruh Tidak Langsung

Hasil uji pengaruh tidak langsung varibel moderasi dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 11

Hasil Uji Pengaruh Tidak Langsung Hipotesis Koefisien

Jalur

P

Value Keterangan Z → X1*Y 0,219 0,041 Diterima

Z→ X2*Y -0,037 0,391 Ditolak

Sumber: Data Output WarpPLS Diolah, 2021

Meihat tabel diatas dapat di intepretasikan hipotesis sebagai berikut:

H3: Corporate Governance Berpengaruh Terhadap Kinerja Keuangan Dimoderasi Oleh Gender Diversity

Berdasarkan tabel 12 diatas diketahui nilai koefesien jalur sebesar 0,219 dan P value sebesar 0,041 yang dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara corporate governance terhadap kinerja keuangan yang dimoderasi oleh gender diversity karena nilai P value <0,05.

H4: Coporate Social Responsibility Berpengaruh Terhadap Kinerja Keuangan Yang Dimoderasi Oleh Gender Diversity

Merujuk tabel 12 sebagai hasil uji moderated regression analysis pada variabel corporate social responsibility terhadap kinerja keuangan yang dimoderasi oleh gender diversity diketahui nilai koefesien jalur sebesar -0,037; dan nilai P value sebesar 0,391; maka dapat disimpulkan

(38)

26

bahwa terdapat pengaruh tidak signifikan antara corporate social responsibility terhadap kinerja keuangan yang dimoderasi oleh gender diversity.

6. Pembahasan

Pembahasan dari hasil uji hipotesis pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Pengaruh Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa corporate governance berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kinerja keuangan. hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi corporate governance semakin tinggi juga kinerja keuangan, akan tetapi tidak signifikan perubahannya. Hasil penelitian tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Dani et al.

(2019) mengenai pengaruh corporate governance terhadap kinerja keuangan yang menyatakan bahwa terdapat hubungan positif tetapi tidak signifikan, sama halnya pada penelitian Wati (2016) menyatakan bahwa tidak adanya pengaruh antara variabel corporate governance terhadap variabel kinerja keuangan. Tetapi, pada penelitiannya Paniagua, Rivelles, and Sapena (2018), Rossi, Nerino, and Capasso (2015), Mahrani and Soewarno (2018), dan Fathonah (2018) mengungkapkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara corporate governance terhadap kinerja keuangan.

Pada beberapa penelitian menunjukkan bahwa perlu adanya perubahan tata kelola yang terkait dengan dewan dan implementasinya yang termasuk partisipasi perempuan dalam anggota dewan direksi (Dani et al., 2019). Adanya temuan yang menyatakan bahwa 56% dari sampel penelitian tidak memiliki dewan direksi perempuan satu pun dalam perusahaan , batasan ini secara khusus pada pelibatan perempuan dalam anggota dewan direksi untuk kontribusi terhadap kinerja keuangan yang pada dasarnya masalah ini terjadi karena kesetaraan sosial dan gender, dimana seharusnya hal ini menjadi tanggung jawab perusahaan secara sosial untuk menghindari sikap diskrimatif terhadap perempuan (Oba & Fodio, 2013).

2. Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Kinerja Keuangan Berdasarkan hasil analisis dengan bantuan warpPLS mengungkapkan bahwa corporate social responsibility terhadap kinerja keuangan terdapat

(39)

27

adanya pengaruh positif dan signifikan pada pengujian model tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi corporate social responsibility maka akan membuat semakin tinggi juga kinerja keuangannya. Hasil tersebut memperkuat penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Park (2017), Kholis (2014), dan Mahrani and Soewarno (2018) yang hasil penelitiannya juga menunjukkan bahwa corporate social responsibility berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan.

Hal ini sesuai dengan konsep teori stakeholder yang beranggapan bahwa perusahaan harus bertanggung jawab untuk berbagai kelompok dalam masyarakat yang memiliki pengaruh terhadap perusahaan karena keputusan dan perilaku akan mempengaruhi kesejahteraan masyarakat.

Hubungan yang baik antara masyarakat dan perusahaan akan menciptakan dukungan dari masyarakat yang mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan. Dukungan tersebut tercermin dari pelanggan yang loyal terhadap perusahaan dan karyawan yang bekerja secara optimal untuk kepentingan perusahaan sehingga meningkatkan kinerja keuangan. Tetapi penelitian ini bertentengan dengan penelitian yang dilakukan oleh Dani et al. (2019) dimana hasil penelitiannya ialah crporate social responsibility berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan.

3. Pengaruh Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Dengan Gender Diversity Sebagai Variabel Moderasi

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis mengenai pengaruh corporate governance terhadap kinerja keuangan dengan gender diversity sebagai variabel moderasi dengan hasil yang menunjukkan bahwa gender diversity memiliki pengaruh positif dan signifikan yang maknanya mampu memberikan efek yang cukup untuk memoderasi corporate governance terhadap kinerja keuangan, sebagaimana hasil pengujian tersebut sejalan dengan hipotesis yang diajukan dan sesui dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Campbell & Mínguez-Vera, 2008; Carter et al., 2003). Pada tabel tersebut kita dapat mengetahui bahwa dewan direksi perempuan pada variabel corporate governance secara positif dan signifikan terkait dengan variabel kinerja keuangan. Meskipun tampaknya terdapat hal negatif aspek

(40)

28

representasi dewan perempuan yang lebih besar adalah seabnding dengan aspek negatifnya.

Hasil pengujian tersebut tidak sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Reguera-Alvarado et al. (2017) yang menyatakan agar perusahaan meningkatkan representasi perempuan pada posisi dewan direksi karena secara positif mempengaruhi kinerja prekonomian perusahaan.

Dengan begitu gender diversity menambah nilai pada perusahaan karena membawa ide-ide baru, pengalaman dan pandangan yang berbeda. Hal ini didukung pernyataan yang mengatakan penelitian yang tidak signfikan sehingga tidak mampu untuk memoderasi variabel independen terhadap variabel dependen yang dimana gender diversity berpengaruh positif dan signifikan ketika diaplikasikan pada negara maju (high income) akan tetapi akan berpengaruh negatif jika digunakan pada negara berkembang (low income) (Post & Byron, 2015).

4. Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Kinerja Keuangan Dimoderasi Oleh Gender Diversity

Berdasarkan pengujian hasil hipotesis mengenai pengaruh orporate social responsibility terhadap kinerja keuangan dengan gender diversity sebagai variabel moderasi. Hasil yang diperoleh gender diversity tidak mampu memperkuat pengaruh corporate social responsibility terhadap kinerja keungan. Bukti empiris ini mendukung temuan Orazalin and Baydauletov (2020) menunjukkan bahwa gender diversity secara negatif memoderasi hubungan antara corporate social responsibility kinerja lingkungan. Akan tetapi, dampak dari moderasi gender diversity terhadap corporate oscial responsibility dan kinerja keuangan yang secara negatif, dapat diperkuat oleh mekanisme tata kelola perusahaan lainnya.

Dengan adanya gender diversity yang lebih tinggi menunjukkan prkembangan yang lebih baik pada perusahaan, seperti pada Tobin’s Q dan ROA, yang artinya hadirnya gender diversity berpengaruh positif terhadap perkembangan keuangan (Silva Júnior & Martins, 2017). Ditegaskan oleh Margem (2013) bahwa adanya hubungan positif antara gender diversity dan corporate social responsibility. Pada pendekatan teoritis ini diasumsikan

Gambar

Gambar 1 Model Penelitian Empiris ........................................................................
Tabel 12  Additional Analysis  Hipotesis  Koefisien  Jalur  P  Value  Keterangan  Z → X1  0,984  0,001  Diterima   Z→ X2  0,370  0,001  Diterima        Z → Y  -0,090  0,244  Ditolak

Referensi

Dokumen terkait

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul

Memberi izin kepada Pemohon (TERBANDING ) untuk menjatuhkan talak satu raj’i terhadap Termohon (PEMBANDING) didepan sidang Pengadilan Agama3.

This study discusses two approaches in testing the causal ordering of a model, i.e., the Granger and Sim’s tests as well as SCDTs test of causality, which could be either used

Karena biasanya tidak mungkin bagi bayi mengkonsumsi makanan hewani dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan zat besi, seng atau kalsium, bila secara ekonomi

Hasil penelitian siklus II tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran melalui model kooperatif tipe Jigsaw berbasis media visual perlu untuk dilanjutkan ke siklus III

Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa..

KEENAM : Dengan berlakunya Keputusan Bupati ini maka Keputusan Bupati Bantul Nomor 163 Tahun 2007 tentang Pembentukan Tim Pemantau Desa Bebas 4 (Empat) Masalah

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) produksi dan ekspor karet di Provinsi Jambi; 2) pengaruh ekspor karet terhadap PDRB Provinsi Jambi. Analisis