• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERATURAN BUPATI SIMEULUE NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERATURAN BUPATI SIMEULUE NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

PERATURAN BUPATI SIMEULUE NOMOR 17 TAHUN 2011

TENTANG

PELIMPAHAN KEWENANGAN PERIZINAN DAN NON PERIZINAN KEPADA KEPALA KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU

KABUPATEN SIMEULUE

BUPATI SIMEULUE,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan pasal 8 Qanun Kabupaten Simeulue Nomor 9 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Simeulue, dipandang perlu melimpahkan kewenangan di bidang perizinan dan non perizinan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Simeulue;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a perlu ditetapkan Peraturan Bupati tentang Pelimpahan Kewenangan Perizinan dan Non Perizinan Kepada Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Simeulue.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomo 55, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 145, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3877);

2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3851);

3. Undang-Undang Nomor 48 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Simeulue (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 176, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3897);

4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah untuk kedua kalinya dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan

kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

5.Undang-Undang...

[ SALINAN ]

(2)

5. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan

Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

6. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4633);

7. Undang-undang Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2009 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 5038);

8. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5049 );

9. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234);

10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 24 tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pinta;

11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2008 tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelayanan Perizinan Terpadu di Daerah;

12. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Kep/25/M.PAN/2/2004 tentang Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah;

13. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Kep/26/M.PAN/2/2004 tentang Petunjuk Tekhnis Transparansi dan Akuntabilitas dalam Penyelenggaraan Pelayanan Publik;

15. Qanun Kabupaten Simeulue Nomor 9 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Simeulue.

MEMUTUSKAN:

Menetapkan: PERATURAN BUPATI TENTANG PELIMPAHAN KEWENANGAN PERIZINAN DAN NON PERIZINAN KEPADA KEPALA KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN SIMEULUE

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Bupati ini yang dimaksud dengan : 1. Kabupaten adalah Kabupaten Simeulue;

2. Pemerintah Kabupaten adalah Pemerintah Kabupaten Simeulue;

3. Bupati adalah Bupati Simeulue;

4. Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Simeulue;

5.Kepala……..

(3)

5. Kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten yang selanjutnya disingkat Kepala SKPK adalah Kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten pada Pemerintah Kabupaten Simeulue selaku Pengguna Anggaran/Pengguna Barang;

6. Keputusan Bupati adalah Surat Penetapan yang dikeluarkan oleh Bupati Simeulue;

7. Izin adalah dokumen yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Simeulue berdasarkan Peraturan daerah atau peraturan lainnya yang merupakan bukti legalitas, menyatakan sah atau diperbolehkannya seseorang atau badan untuk melakukan usaha atau kegiatan tertentu;

8. Perizinan adalah pemberian legalitas kepada orang atau pelaku usaha atau kegiatan tertentu, baik dalam bentuk izin maupun tanda daftar usaha;

9. Non perizinan adalah pemberian rekomendasi dan dokumen lainnya kepada seseorang atau badan hukum tertentu;

10. Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu adalah kegiatan penyelenggaraan perizinan dan non perizinan yang proses pengelolaannya mulai dari tahap permohonan sampai ke tahap terbitnya dokumen dilakukan secara terpadu dalam satu pintu dan satu tempat;

11. Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu yang selanjutnya disingkat KP2T adalah Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Simeulue;

12. Kepala Kantor adalah Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Simeulue.

BAB II

PELIMPAHAN KEWENANGAN, JENIS PERIZINAN DAN NON PERIZINAN

Pasal 2

(1) Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu mempunyai kewenangan menandatangani Perizinan atas nama Bupati berdasarkan pendelegasian wewenang dari Bupati.

(2) Apabila Kepala Kantor Perizinan Terpadu dinas keluar daerah/berhalangan hadir maka yang mendatangani perizinan adalah Sekretaris Daerah.

(3) Bupati melimpahkan kewenangan kepada kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Simeulue dalam memproses pelayanan administrasi, menandatangani dokumen, menerbitkan dokumen perizinan dan non perizinan, menangani pengaduan masyarakat di lingkungan KP2T.

Pasal 3

Dalam melaksanakan kewenangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Simeulue berkewajiban untuk:

a. Memperhatikan dan menerapkan prinsip pelayanan publik;

b. Menetapkan mekanisme perizinan dan non perizinan, mulai dari permohonan sampai dengan penyerahan izin kepada pemohon sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

c. Menetapkan kelengkapan persyaratan administrasi perizinan dan non perizinan;

d. Menyampaikan tembusan kepada instansi terkait atas perizinan dan non perizinan yang dikeluarkan;

e. Menyampaikan laporan perizinan dan non perizinan setiap bulan kepada Bupati dan instansi terkait lainnya.

Pasal 4……….

(4)

Pasal 4

Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Simeulue dalam melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, harus tetap memperhatikan/mempedomani semua ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan berkoordinasi dengan instansi terkait.

Pasal 5

(1) Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu wajib memungut pendapatan dari setiap izin dan non izin yang dikeluarkan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

(2) Hasil pemungutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi target dan realisasi pendapatan instansi terkait menurut bidang dan jenis perizinan dan non perizinan.

(3) Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu wajib menyetor setiap penerimaan pendapatan atas izin dan non izin kepada Bendahara Umum Daerah dan menyampaikan laporan realisasi setiap bulan kepada instansi terkait.

Pasal 6

(1) Jenis-jenis pelimpahan kewenangan perizinan adalah sebagai berikut:

1. Izin Tempat Usaha (SITU);

2. Izin Gangguan (HO);

3. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP);

4. Tanda Daftar Perusahaan (TDP);

5. Izin Mendirikan Bangunan (IMB);

6. Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK);

7. Izin Penyelenggaraan Reklame;

8. Izin Trayek;

9. Izin Usaha Angkutan;

10. Izin Praktek Dokter Umum;

11. Izin Praktek Dokter Spesialis;

12. Izin Praktek Dokter Gigi;

13. Izin Praktek Bidan;

14. Izin pengobatan Tradisional;

15. Izin Usaha Perikanan Tambak/kolam;

16. Izin Pemeriksaan Ternak dan hasil ternak;

17. Izin Pemakaian Kekayaan Daerah;

18. Izin Penangkapan Ikan (SIPI);

19. Izin Usaha Perikanan (SIUP);

20. Izin Usaha Pengangkut Ikan (SIKPI);

21. Surat Keterangan Asal (SKA);

22. Izin Usaha di Bidang Pariwisata.

23. Izin Galian Golongan C;

24. Izin Usaha Rekreasi dan Hiburan Umum;

25.Izin……

(5)

25. Izin Pendirian Hotel;

26. Izin Pendirian Rumah Sakit Type C;

27. Izin Usaha Industri Skala Menengah dan Besar;

28. Izin Pelatihan Keterampilan Tenaga Kerja oleh Lembaga Pelatihan Swasta.

(2) Jenis-jenis Non Perizinan adalah sebagai berikut:

1. Rekomendasi Izin Lokasi Usaha;

2. Rekomendasi Pendirian Lembaga Pendidikan;

3. Rekomendasi Izin Prinsip Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU);

4. Rekomendasi Izin Pembukaan Lahan (Land Clearing);

5. Rekomendasi Izin Usaha Pemamfaatan Hasil Kayu pada Hutan Alam/ Restorasi Ekosistem (IUPHHK-HA/RE);

6. Rekomendasi Izin Usaha Pemamfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Tanaman (IUPHHK-HT);

7. Rekomendasi Izin Usaha Pemamfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (IUPHBK);

8. Rekomendasi Izin Pemamfaatan kayu (IPK);

9. Rekomendasi Izin Usaha Pemungutan Hasil Hutan Bukan Kayu (IUIPHK);

10. Rekomendasi Izin Survey/Penyelidikan Umum/Eksplorasi Pertambangan di Kawasan Hutan;

11. Rekomendasi Izin Usaha Peternakan;

12. Rekomendasi Izin Penimbunan dan Penyimpanan Bahan Bakar Minyak (BBM);

13. Rekomendasi Izin Usaha Hotel Bintang.

Pasal 7

Penandatangan dokumen perizinan dan non perizinan selain tersebut dalam pasal 6 merupakan kewenangan Bupati.

BAB III

PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

Pasal 8

Pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan perizinan dan non perizinan yang telah diterbitkan, tetap menjadi kewenangan Satuan Kerja Perangkat Kabupaten Simeulue menurut bidang dan jenisnya masing-masing.

BAB IV

KETENTUAN PERALIHAN

Pasal 9

Dengan telah ditetapkannya Peraturan Bupati ini maka seluruh pelaksanaan proses administrasi dan izin yang menjadi kewenangan pada setiap Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) dinyatakan tidak berlaku dan selanjutnya menjadi kewenangan Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Simeulue.

BAB V………..

(6)

BAB V

PENUTUP

Pasal 10

Hal-hal yang belum diatur dalam peraturan ini akan ditetapkan dengan Keputusan Bupati.

Pasal 11

Peraturan Bupati ini mulai berlaku sejak tanggal 2 Januari 2012.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Simeulue.

Ditetapkan di Sinabang

Pada tanggal 15 November 2011 M 19 Dzulhijjah 1432 H

BUPATI SIMEULUE

DARMILI

Diundangkan di Sinabang

Pada tanggal 15 November 2011 M 19 Dzulhijjah 1432 H Plt. SEKRETARIS DAERAH

Drs.NASKAH BIN KAMAR Pembina Utama Muda (IV/c) Nip: 19590505 198603 1 018

BERITA DAERAH KABUPATEN SIMEULUE TAHUN 2011 NOMOR 17 ttd

(7)

Lampiran- Keputusan Bupati Simeulue Nomor : Tahun 2009 Tanggal : 03 Maret 2009 M

06 Rabiul awal 1430 H

No PEJABAT/APARATUR JUMLAH DANA PENUNJANG

KEGIATAN/BULAN (Rp)

1 2 3

1.

2.

3.

4.

Sekretaris Daerah Asisten Tata Pemerintah Asisten Administrasi Umum Asisten Keistimewaan Aceh Ekonomi dan Pembangunan

7.500.000 5.000.000 5.000.000 5.000.000

(8)

Diundangkan di Sinabang

pada tanggal 03 Maret 2009 M 06 Rabiul Awal 1430 H SEKRETARIS DAERAH

MOHD RISWAN. R

Ditetapkan di Sinabang

pada tanggal 03 Maret 2009 M 06 Rabiul Awal 1430 H

BUPATI SIMEULUE

DARMILI

BUPATI SIMEULUE

RANCANGAN

PERATURAN BUPATI SIMEULUE NOMOR TAHUN 2009

TENTANG

TATA CARA PEMBERIAN DANA PENUNJANG KEGIATAN KUNJUNGAN KERJA BERDASARKAN BEBAN KERJA DI LINGKUNGAN PEMERINTAH

KABUPATEN SIMEULUE TAHUN ANGGARAN 2009

BUPATI SIMEULUE,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan pelayanan dibidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyakaratan di

ttd

(9)

Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Simeulue maka dipandang perlu memberikan Dana Penunjang Kegiatan kepada Aparatur Pemerintah Kabupaten Simeulue berdasarkan Beban Kerja;

b. bahwa berdasarkan pasal 39 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b diatas, perlu ditetapkan dalam suatu Peraturan Bupati;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomo 55, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 145, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3877)

2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;

3. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Propinsi Daerah Istimewa Aceh;

4. Undang-Undang Nomor 48 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Simeulue;

5. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;

6. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;

7. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4349);

8. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara

9. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan kedua atas Undang- Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;

10. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah;

11. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh;

12. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pemberian Urusan Pemerintahan, antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota;

13. Qanun Kabupaten Simeulue Nomor 15 Tahun 2008 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Simeulue

14. Qanun Kabupaten Simeulue Nomor 1 Tahun 2009 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Simeulue Tahun Anggaran 2009.

(10)

MEMUTUSKAN

Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG TATA CARA PEMBERIAN DANA PENUNJANG KEGIATAN KUNJUNGAN KERJA BERDASARKAN BEBAN KERJA DI LINGKUNGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN SIMEULUE

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Bupati ini yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Kabupaten Simeulue;

2. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kabupaten Simeulue;

3. Bupati adalah Bupati Simeulue;

4. Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten adalah Dewan Perwakilan Kabupaten Simeulue

yang selanjutnya disebut DPRK Simeulue;

5. Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Simeulue;

6. Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat Kepala SKPD adalah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah pada Pemerintah Kabupaten Simeulue selaku Pengguna Anggaran/Pengguna Barang;

7. Keputusan Bupati adalah Surat Penetapan yang dilkeluarkan oleh Bupati Simeulue;

8. Instansi adalah Unit Kerja Pemerintah Daerah yang berada dilingkungan Pemerintah Kabupaten Simeulue;

9. Dana Tunjangan adalah dana tambahan yang diberikan kepada aparatur yang mempunyai beban kerja melebihi standar kualifikasi kerja;

10. Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten yang selanjutnya disingkat APBK adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten Simeulue;

BAB II

PEMBERIAN DANA TUNJANGAN KEGIATAN PEJABAT APARATUR PEMERINTAH DAERAH

Pasal 2

(1) Pemerintah daerah dapat memberikan tambahan pengasilan kepada pegawai negeri sipil berdasarkan pertimbangan yang objektif dengan memperhatikan kemampuan keuangan daerah dan memperoleh persetujuan DPRD sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

(2) Tambahan pengasilan diberikan dalam rangka peningkatan kesejahteraan pegawai berdasarkan beban kerja atau tempat bertugas atau kondisi kerja, atau kelangkaan profesi atau prestasi kerja.

(3) Tambahan pengasilan berdasarkan beban kerja pada ayat (2) diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dibebani pekerjaan untuk menyelesaikan tugas- tugas yang dinilai melampowi beban kerja normal.

(4) Tambahan pengasilan bersadarkan tempat bekerja sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dalam melaksanakan tugasnya berada di daerah memiliki tingkat kesulitan tinggi dan daerah terpencil.

(5) Tambahan pengasilan bersadarkan kondisi kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dalam melaksanakan tugasnya berada pada lingkungan kerja yang dimiliki resiko tinggi.

(11)

(6) Tambahan pengasilan berdasarkan kelangkaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dalam mengembankan tugas memiliki keterampilan khusus dan langka.

(7) Tambahan pengasilan berdasarkan prestasi kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dalam melaksanakan tugasnya dinilai mempunyai prestasi kerja.

(8) Keriteria pemberian tambahan pengasilan ditetapkan dengan Keputusan Bupati Simeulue.

BAB III

KETENTUAN PENUTUP Pasal 3

Hal-hal yang belum diatur dalam Pertaturan Bupati ini akan ditetapkan lebih lanjut dengan Keputusan Bupati.

Pasal 4

Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Simeulue.

Diundangkan di Sinabang

pada tanggal 03 Maret 2009 M 06 Rabiul Awal 1430 H SEKRETARIS DAERAH

MOHD RISWAN. R

Ditetapkan di Sinabang

pada tanggal 03 Maret 2009 M 06 Rabiul Awal 1430 H

BUPATI SIMEULUE

DARMILI

BERITA DAERAH KABUPATEN SIMEULUE TAHUN 2009 NOMOR ttd

Referensi

Dokumen terkait

Dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1998 menambah satu bab baru yaitu Bab Ketiga mengenai Pengadilan Niaga. Pembentukan peradilan khusus ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah

Sedangkan, perbedaan penelitian yang dilakukan oleh Andi dengan penelitian penulis yakni pertama, tujuan yang ingin dicapai Andi untuk mendeskripsikan secara

Hasil penelitian mengenai Strategi Pemasaran Cengkeh (Syzgium Aromaticum) Produksi Desa Langda Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang, dapat disimpulkan bahwa

Dengan ditetapkannya Peraturan Bupati ini, maka Peraturan Bupati Ciamis Nomor 34 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Ciamis Nomor 70 Tahun 2016 tentang

Komunikasi berperan penting dalam mengkampanyekan suatu produk disuatu perusahaan. Sukses tidaknya sebuah perusahaan ditentukan bagaimana cara mengkomunikasikan

Pemborosan inputdana pihak ketiga rata-rata sebesar 16,3%, hal ini terjadi karena pihak perbankan syariah sebagai lembaga intermediaryingin meningkatkan jumlah dana

Keput usan Ment eri Kehut anan dan Perkebunan Nomor 314/ Kpt s-II/ 1999 t ent ang Rencana Karya Pengusahaan Hut an, Rencana Karya Lima Tahun, dan Rencana Karya Tahunan at au

[r]