• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALI KOTA BATU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALI KOTA BATU"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALI KOTA BATU

NOMOR 82 TAHUN 2021 TENTANG

PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH DAN LAPORAN KETERANGAN PERTANGGUNGJAWABAN BAGI PERANGKAT DAERAH

DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BATU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALI KOTA BATU,

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dan dalam rangka optimalisasi penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Perangkat Daerah, perlu menetapkan Peraturan Wali Kota tentang Pedoman Penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban bagi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kota Batu;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Batu (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 91, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4118);

2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 245, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 6573);

SALINAN

(2)

Halaman 2 dari 52 hlm…

4. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 292, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5601) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 245, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 6573);

5. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6041);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 52, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6323);

7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah;

8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah;

9. Peraturan Daerah Kota Batu Nomor 3 Tahun 2018 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2017-2022;

10. Peraturan Daerah Kota Batu Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Batu Nomor 8 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kota Batu Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah;

(3)

Halaman 3 dari 52 hlm…

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN WALI KOTA TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH DAN LAPORAN KETERANGAN PERTANGGUNGJAWABAN BAGI PERANGKAT DAERAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BATU.

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Wali Kota ini yang dimaksud dengan:

1. Daerah adalah Daerah Kota Batu.

2. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kota Batu.

3. Wali Kota adalah Wali Kota Batu.

4. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disingkat DPRD adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Batu.

5. Perangkat Daerah adalah unsur pembantu Kepala Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah.

6. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat SKPD adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kota Batu.

7. Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang selanjutnya disingkat LPPD adalah laporan yang disampaikan oleh pemerintah daerah kepada pemerintah pusat yang memuat capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah dan pelaksanaan tugas pembantuan selama 1 (satu) tahun anggaran.

8. Ringkasan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang selanjutnya disingkat RLPPD adalah informasi yang disampaikan oleh pemerintah daerah kepada masyarakat yang memuat capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah selama 1 (satu) tahun anggaran.

9. Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang selanjutnya disingkat EPPD adalah evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah pusat dan pemerintah provinsi kepada pemerintah daerah kabupaten/kota dalam rangka penilaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah.

10. Indikator Kinerja Kunci yang selanjutnya disingkat IKK adalah indikator kinerja yang menggambarkan

(4)

Halaman 4 dari 52 hlm…

keberhasilan penyelenggaraan suatu urusan pemerintahan;

11. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban yang selanjutnya disingkat LKPJ adalah laporan yang disampaikan oleh pemerintah daerah kepada dewan perwakilan rakyat daerah yang memuat hasil penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menyangkut laporan pertanggungjawaban kinerja yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah selama 1 (satu) tahun anggaran.

Pasal 2

(1) Maksud penyusunan Peraturan ini adalah sebagai pedoman dalam Penyusunan LPPD dan LKPJ bagi perangkat daerah.

(2) Tujuan penyusunan Peraturan ini adalah sebagai berikut:

a. mewujudkan keseragaman format dan sistematika penyusunan LPPD dan LKPJ; dan b. mewujudkan LPPD dan LKPJ yang akurat dan

akuntabel sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan Daerah.

BAB II

LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH

Bagian Kesatu Muatan

Pasal 3

(1) LPPD memuat satu kesatuan hasil pengukuran kinerja pemerintahan daerah yang terdiri atas:

a. capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah; dan

b. capaian kinerja pelaksanaan tugas pembantuan.

(2) Selain LPPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1), juga memuat laporan penerapan standar pelayanan minimal.

Pasal 4

(1) Capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf a, terdiri atas:

a. capaian kinerja makro;

(5)

Halaman 5 dari 52 hlm…

b. capaian kinerja penyelenggaraan urusan pemerintahan; dan

c. capaian akuntabilitas kinerja pemerintahan daerah.

(2) Capaian kinerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a merupakan capaian kinerja pemerintah daerah melalui indikator makro antara lain Indeks Pembangunan Manusia (IPM), angka kemiskinan, angka pengangguran, pertumbuhan ekonomi, pendapatan per kapita, dan gini rasio/ketimpangan pendapatan.

(3) Capaian kinerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b merupakan capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan indiktor kinerja kunci pada masing-masing urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah.

(4) Capaian akuntabilitas kinerja pemerintahan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, merupakan capaian atas perjanjian kinerja kepala daerah yang merupakan bagian dari sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.

(5) Indikator kinerja kunci sebagaimana dimaksud pada ayat (3) sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Wali Kota ini.

Pasal 5

(1) Capaian kinerja pelaksanaan tugas pembantuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) huruf b merupakan capaian kinerja pelaksanaan tugas pembantuan yang diterima oleh daerah dari pemerintah pusat dan/atau pemerintah daerah provinsi.

(2) Capaian kinerja pelaksanaan tugas pembantuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diukur dengan membandingkan antara target dan realisasi yang dicapai dari aspek fisik dan keuangan.

Pasal 6

(1) Laporan penerapan standar pelayanan minimal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2), paling sedikit memuat:

a. hasil capaian penerapan standar pelayanan minimal;

b. kendala penerapan standar pelayanan minimal;

dan

(6)

Halaman 6 dari 52 hlm…

c. ketersediaan anggaran dalam penerapan standar pelayanan minimal.

(2) Format laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.

Bagian Kedua Penyusunan

Pasal 7

Penyusunan LPPD dan LKPJ dilakukan melalui tahapan:

a. pembentukan Tim Penyusun dan Tim Pereviu oleh Pemerintah Daerah;

b. pengumpulan data dan dokumen pendukung;

c. penyusunan dokumen data dasar capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah, digunakan dalam penyusunan LPPD, LKPJ, dan RLPPD;

d. verifikasi dan penilaian dokumen data dasar capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah;

e. penyusunan rancangan LPPD, LKPJ, dan RLPPD;

dan

f. penetapan dokumen LPPD, LKPJ, dan RLPPD yang disampaikan kepada pemerintah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan masyarakat.

Pasal 8

(1) Tim Penyusun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf a, terdiri dari kelompok kerja khusus untuk penyusunan LPPD, LKPJ, dan RLPPD.

(2) Susunan keanggotaan dan rincian tugas Tim Penyusun dan Tim Pereviu ditetapkan dengan Keputusan Wali Kota.

Pasal 9

(1) Pengumpulan data dan dokumen pendukung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf b, dilakukan dengan tahapan:

a. penyiapan data; dan b. kompilasi data.

(2) Penyiapan dan kompilasi data sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilakukan oleh perangkat daerah yang melaksanakan urusan pemerintahan;

(7)

Halaman 7 dari 52 hlm…

(3) Urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) terdiri dari:

a. urusan wajib pemerintahan yang berkaitan dengan pelayanan dasar;

b. urusan wajib pemerintahan yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar; dan

c. urusan pemerintahan pilihan.

(4) Urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a meliputi:

a. pendidikan;

b. kesehatan;

c. pekerjaan umum dan penataan ruang;

d. perumahan rakyat dan kawasan permukiman;

e. ketentraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat; dan

f. sosial.

(5) Urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b meliputi:

a. tenaga kerja;

b. pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak;

c. pangan;

d. pertanahan;

e. lingkungan hidup;

f. administrasi kependudukan dan pencatatan sipil;

g. pemberdayaan masyarakat dan desa;

h. pengendalian penduduk dan keluarga berencana;

i. perhubungan;

j. komunikasi dan informatika;

k. koperasi, usaha kecil dan menengah;

l. penanaman modal;

m. kepemudaan dan olahraga;

n. statistik;

o. persandian;

p. kebudayaan;

q. perpustakaan; dan r. kearsipan.

(6) Urusan Pemerintahan pilihan sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) huruf c meliputi:

a. kelautan dan perikanan;

b. pariwisata;

c. pertanian;

d. kehutanan;

e. perdagangan;

f. energi dan sumber daya mineral;

(8)

Halaman 8 dari 52 hlm…

g. perindustrian; dan h. transmigrasi.

Pasal 10

Penyusunan dokumen data dasar capaian kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf c, dilakukan oleh Tim Penyusun LPPD.

Pasal 11

(1) Verifikasi dan penilaian dokumen data dasar capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf d, dilakukan oleh APIP Inspektorat.

(2) Verifikasi dan penilaian dokumen data dasar capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah dilaksanakan dalam bentuk reviu, yang bertujuan sebagai bentuk pembinaan dan pengawasan terhadap kebenaran informasi penyelenggaraan pemerintahan daerah yang akan dituangkan dalam rancangan LPPD.

(3) Data dinyatakan tidak dapat dimasukkan ke dalam dokumen data dasar capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah jika:

a. data tidak memiliki sumber yang dapat dipertanggungjawabkan;

b. data tidak tersedia pada lembaga yang dinyatakan sebagai sumber data; dan

c. metode, teknik pengumpulan, dan analisis data tidak dapat dijelaskan.

(4) Hasil reviu dokumen data dasar capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dilakukan oleh APIP Inspektorat dituangkan dalam catatan hasil reviu dan menjadi dasar penyusunan rancangan LPPD.

Bagian Ketiga Penyampaian

Pasal 12

(1) LPPD disampaikan oleh Wali Kota kepada Menteri melalui Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat.

(9)

Halaman 9 dari 52 hlm…

(2) LPPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan paling lama 3 (tiga) bulan setelah tahun anggaran berakhir.

(3) Penyampaian LPPD sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan melalui sistem informasi pemerintahan daerah.

Pasal 13

(1) SKPD wajib menyusun LPPD.

(2) LPPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada Wali Kota melalui Sekretaris Daerah paling lama 1 (satu) bulan setelah tahun anggaran berakhir.

(3) LPPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun menggunakan format sistematika sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari peraturan Wali Kota ini.

BAB III

LAPORAN KETERANGAN PERTANGGUNGJAWABAN

Bagian Kesatu Muatan Pasal 14

(1) Ruang lingkup LKPJ meliputi:

a. hasil penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah; dan b. hasil pelaksanaan tugas pembantuan dan

penugasan.

(2) Hasil penyelenggaraan urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, meliputi:

a. capaian pelaksanaan program dan kegiatan, serta permasalahan dan upaya penyelesaian setiap urusan pemerintahan;

b. kebijakan strategis yang ditetapkan oleh kepala daerah dan pelaksanaannya; dan

c. tindak lanjut rekomendasi DPRD tahun anggaran sebelumnya.

(3) Hasil pelaksanaan tugas pembantuan dan penugasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, berupa:

a. tugas pembantuan yang diterima dari pemerintah pusat; dan

(10)

Halaman 10 dari 52 hlm…

b. tugas pembantuan yang diterima dari pemerintah daerah provinsi.

(4) Hasil pelaksanaan tugas pembantuan dan penugasan sebagaimana dimaksud pada ayat (3), juga memuat permasalahan dan upaya penyelesaian setiap tugas pembantuan atau penugasan;

(5) Laporan hasil pelaksanaan penugasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bagian Kedua Penyusunan

Pasal 15

Penyusunan LKPJ dilakukan oleh kelompok kerja khusus penyusunan LKPJ sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1).

Pasal 16

(1) Data yang digunakan dalam LKPJ merupakan data yang digunakan untuk menyusun LPPD.

(2) Dalam hal data sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak tersedia, perangkat daerah yang melaksanakan urusan pemerintahan menyiapkan data sesuai dengan kebutuhan penyusunan LKPJ atau meminta ke badan pusat statistik.

Bagian Ketiga Penyampaian

Pasal 17

LKPJ disampaikan oleh Wali Kota dalam rapat paripurna DPRD yang dilakukan 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun paling lambat 3 (tiga) bulan setelah tahun anggaran berakhir.

Pasal 18

(1) SKPD wajib menyusun LKPJ.

(2) LKPJ sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada Wali Kota melalui Sekretaris Daerah paling lama 1 (satu) bulan setelah tahun anggaran berakhir.

(11)

Halaman 11 dari 52 hlm…

(3) LKPJ sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun menggunakan format sistematika sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Wali Kota ini.

Pasal 19

(1) Dalam hal Wali Kota atau pejabat pengganti berakhir masa jabatannya sebelum tahun anggaran berakhir, Wali Kota atau pejabat pengganti yang bersangkutan menyampaikan memori serah terima jabatan kepada Wali Kota yang baru atau pejabat pengganti.

(2) Memori serah terima jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), menjadi bahan penyusunan LKPJ oleh Wali Kota yang baru atau pejabat pengganti.

(3) LKPJ sebagaimana dimaksud pada ayat (2), ditandatangani dan diserahkan oleh Wali Kota yang baru atau pejabat pengganti.

BAB IV TINDAK LANJUT

Bagian Kesatu Tindak Lanjut LPPD

Pasal 20

(1) Hasil penyusunan LPPD digunakan untuk penyelarasan penyusunan RKPD tahun berikutnya.

(2) Hasil EPPD Pemerintah Provinsi digunakan untuk penyelarasan rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Penyusunan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara tahun berikutnya.

(3) Hasil EPPD Tim Nasional digunakan untuk penyelarasan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun berikutnya.

Pasal 21

Tim Penyusun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf (a) menyampaikan rekomendasi penyelarasan penyusunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 kepada Wali Kota.

(12)

Halaman 12 dari 52 hlm…

Bagian Kedua Tindak Lanjut LKPJ

Pasal 22

Kepala SKPD agar menindaklanjuti rekomendasi DPRD atas hasil pembahasan LKPJ yang telah disampaikan kepada Wali Kota.

Pasal 23

Hasil rekomendasi DPRD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 dijadikan bahan pertimbangan penyusunan perencanaan dan anggaran tahun berikutnya.

BAB V

KETENTUAN PENUTUP Pasal 24

Peraturan Wali Kota ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Wali Kota ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kota Batu.

Ditetapkan di Batu

pada tanggal 26 November 2021 WALI KOTA BATU,

ttd

DEWANTI RUMPOKO Diundangkan di Batu

pada tanggal 26 November 2021

SEKRETARIS DAERAH KOTA BATU, ttd

ZADIM EFFISIENSI

BERITA DAERAH KOTA BATU TAHUN 2021 NOMOR 82/E

(13)

Halaman 13 dari 52 hlm…

1. FORMAT SISTEMATIKA PENYUSUNAN LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH (LPPD) BAGI PERANGKAT DAERAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BATU KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG

Bagian ini memuat informasi tentang profil SKPD secara umum yang meliputi beberapa hal sebagai berikut:

1) Penjelasan singkat mengenai peraturan dasar (pembentukan, tugas, dan fungsi) SKPD;

2) Daftar peraturan dasar pelaksanaan program kegiatan;

3) Penjelasan singkat mengenai kondisi kepegawaian SKPD (termasuk bagan dengan jumlah pegawai);

4) Penjelasan singkat mengenai kondisi aset daerah yang dikelola oleh SKPD (termasuk tabel jumlah aset yang dikelola); dan

5) Penjelasan singkat mengenai keterbukaan informasi SKPD (menyebut dan menjelaskan jumlah sarana prasarana informasi yang dimiliki beserta tingkat efektivitasnya).

2. PERENCANAAN DAN KEUANGAN

Bagian ini memuat informasi yang meliputi beberapa hal sebagai berikut:

1) Penjelasan singkat mengenai perencanaan RPJMD yang dilaksanakan pada tahun berkenaan beserta jumlah realisasi. Disertakan juga deskripsi alasan singkat apabila kegiatan tidak dilaksanakan;

2) Penjelasan singkat mengenai jumlah program kegiatan RENSTRA dan RENJA tahun berkenaan beserta jumlah realisasi serta mendiskripsikan alasan singkat apabila kegiatan tidak dilaksanakan;

dan

3) Penjelasan singkat mengenai anggaran dan belanja SKPD (sebelum dan setelah perubahan). Apabila terdapat pendapatan dan belanja tidak langsung seperti hibah, dibuat tabel terpisah.

3. STANDAR PELAYANAN MINIMAL

Standar Pelayanan Minimal bagi SKPD yang melaksanakan urusan wajib pelayanan dasar. Pada bagian ini memuat hal-hal terkait:

1) Dasar pertimbangan penerapan standar pelayanan minimal;

2) Dasar penerapan standar pelayanan minimal;

Lampiran Peraturan Wali Kota Batu Nomor : 82 Tahun 2021 Tanggal : 26 November 2021

(14)

Halaman 14 dari 52 hlm…

3) Kebijakan umum daerah dalam rencana penerapan dan pencapaian standart pelayanan minimal yang dituangkan dalam RPJMD; dan

4) Kebijakan umum anggaran.

BAB II CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN

Merupakan gambaran tentang laporan capaian kinerja urusan pemerintahan yang memuat data/informasi kinerja setiap urusan pemerintahan sesuai dengan indikator masing- masing urusan pemerintahan dan urusan penunjang.

Data/informasi setiap indikator wajib diisi oleh SKPD dan disertai data pendukung. Data pendukung yang dilampirkan wajib menggunakan kop surat dan cap instansi bersangkutan dan ditandatangani pejabat berwenang.

1. Indikator Kinerja Kunci Keluaran (Outcome)

No Urusan

Pemerintahan

Indikator Kinerja kunci keluaran

Capaian Kinerja

2. Indikator Kinerja Kunci Hasil (Output)

No Urusan

Pemerintahan

Indikator Kinerja Kunci Hasil

Capaian Kinerja

3. Indikator Kinerja Kunci untuk Fungsi Penunjang Urusan Pemerintahan

No Fungsi Penunjang Indikator Kinerja kunci

Capaian Kinerja Tahun N Perencanaan

Keuangan Keuangan Kepegawaian Dst….

BAB III CAPAIAN KINERJA PELAKSANAAN TUGAS PEMBANTUAN Bagi SKPD yang melaksanakan tugas pembantuan baik dari pemerintah provinsi maupun dari pemerintah pusat.

Capaian kinerja tugas pembantuan meliputi:

1. Dasar Hukum

Dasar hukum peraturan perundang-undangan yang melandasi atau menjadi dasar hukum penyelenggaraan dan pelaporan pelaksanaan tugas pembantuan;

(15)

Halaman 15 dari 52 hlm…

2. Gambaran Umum Pelaksanaan Tugas Pembantuan

Gambaran umum menggambarkan pelaksanaan tugas pembantuan yang diterima SKPD yang meliputi bidang urusan yang ditugas- pembantuankan, jumlah kegiatan dan anggaran tugas pembantuan, dan lain-lain pelaksanaan tugas pembantuan; dan

3. Capaian Kinerja Pelaksanaan Tugas Pembantuan

Berisi tentang capaian kinerja pelaksanaan tugas pembantuan yang diukur dengan cara membandingkan antara target atau sasaran program/kegiatan dan anggaran dengan realisasi yang dicapai selama 1 (satu) tahun anggaran.

BAB IV PENUTUP

Batu,……….

Kepala SKPD….

(Nama dan Gelar) NIP.

2. FORMAT SISTEMATIKA PENYUSUNAN LAPORAN KETERANGAN PERTANGGUNGJAWABAN (LKPJ) BAGI PERANGKAT DAERAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BATU

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

Bagian ini memuat informasi tentang profil SKPD secara umum yang meliputi beberapa hal sebagai berikut:

1. Penjelasan singkat mengenai peraturan dasar (pembentukan, tugas, dan fungsi) SKPD;

2. Keterkaitan dengan program dan kegiatan dalam menunjang RPJMD ;

3. Penjelasan singkat mengenai kondisi kepegawaian SKPD (termasuk bagan dengan jumlah pegawai); dan

4. Realisasi anggaran pada setiap SKPD.

BAB II PERUBAHAN PENJABARAN ANGGARAN

Bagian ini menjelaskan perubahan terhadap kegiatan yang telah disepakati dalam dokumen anggaran.

BAB III HASIL PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN YANG MENJADI KEWENANGAN DAERAH

1. Capaian Pelaksanaan Program dan Kegiatan

Capaian pelaksanaan program dan kegiatan memuat:

(16)

Halaman 16 dari 52 hlm…

1) Capaian kinerja program sesuai dengan target kinerja yang ditetapkan dalam perjanjian kinerja;

2) Capaian kinerja keluaran masing-masing kegiatan pada setiap urusan pemerintahan/urusan penunjang/urusan pendukung pemerintahan sesuai dengan target dalam dokumen anggaran dan masalah yang dihadapi serta solusi permasalahannya; dan 3) Analisis kesesuaian antara kegiatan dengan target

kinerja program yang sudah ditetapkan dalam perjanjian kinerja.

Capaian kinerja program dan kegiatan tersebut dituangkan menggunakan tabel sebagai berikut:

Capaian Kinerja Program dan Kegiatan

No Urusan Pemerintahan

Urusan Perangkat daerah Pelaksana

Kebiajakan Uraian Prog/Keg

Target Realisasi Permasal ahan

Upaya meng atasi perma salah an

Tindak lanjut rekomen dasi DPRD

1. ….

2. ….

dst

1. ….

2. ….

dst

1. ….

2. ….

dst

Keterangan:

Target adalah hasil yang dicapai pada tingkat outcome yang segera terlihat setelah output dicapai (immeditate outcome)

contoh: pembangunan jalan,

outputnya adalah jalan yang terbangun

outcomenya adalah peningkatan sosial dan/atau ekonomi masyarakat.

immeditate outcome antara lain adalah waktu tempuh atau biaya/

ongkos angkut pada ruas jalan tersebut

2. Kebijakan Strategis yang Ditetapkan

Kebijakan yang diambil meliputi Peraturan Wali Kota dan Keputusan atau tindakan Wali Kota dalam menyelesaikan masalah masyarakat yang strategis yang diambil dalam satu tahun anggaran. Laporan tentang kebijakan yang diambil oleh Wali Kota dituangkan dalam format berikut:

No Kebijakan Strategis

Dasar hukum Tujuan/masalah yang diselesaikan

3. Tindak Lanjut Rekomendasi DPRD Tahun Sebelumnya Uraian mengenai kebijakan, program, dan kegiatan yang dilaksanakan sebagai bentuk tindak lanjut terhadap rekomendasi DPRD yang diberikan pada tahun

(17)

Halaman 17 dari 52 hlm…

sebelumnya. Laporan tentang tindaklanjut SKPD terhadap rekomendasi DPRD yang diberikan pada tahun anggaran sebelumnya dituangkan dalam format sebagai berikut:

No Rekomendasi DPRD Tahun N-1

Tindak lanjut Tujuan/Masalah yang diselesaikan

BAB IV CAPAIAN KINERJA PELAKSANAAN TUGAS PEMBANTUAN DAN PENUGASAN

1. Urusan Pemerintahan yang Ditugas-Pembantuan

Uraian mengenai identifikasi urusan pemerintahan yang menjadi tugas pembantuan:

1) identifikasi tugas pembantuan urusan pemerintahan yang diterima dari pemerintah tingkat atasnya; dan 2) identifikasi tugas pembantuan urusan pemerintahan

yang diberikan kepada tingkatan pemerintahan di bawahnya.

2. Hambatan/permasalahan dalam pelaksanaan tugas pembantuan dan upaya penyelesaian.

Memuat uraian hambatan atau permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas pembantuan serta upaya penyelesaian pada setiap tugas pembantuan yang diterima dari pemerintah tingkat atasnya maupun tugas pembantuan yang diberikan kepada tingkatan pemerintah di bawahnya.

BAB IV PENUTUP

Batu,……….

Kepala SKPD….

(Nama dan Gelar) NIP.

Referensi

Dokumen terkait

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada pemerintahan yang selanjutnya disebut LPPD adalah laporan atas penyelenggaraan pemerintah daerah selama 1 (satu)

Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kepada

Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) serta adanya keseragaman, perlu menetapkan format data bahan penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) sesuai dengan

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun Anggaran, yang selanjutnya disingkat LPPD Akhir Tahun Anggaran adalah laporan penyelenggaraan pemerintahan desa kepada

Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah

(3) Dinas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mempunyai tugas membantu Wali Kota melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah di bidang pertanian,

bahwa untuk melaksanakan ketentuan dalam Pasal 51 ayat (4) dan ayat (5) Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Pasal 3 ayat (1)

(5) Prestasi Kerja Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) huruf e diberikan dengan bobot 18% (delapan belas perseratus) yang dihitung