1 I
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia sebagai negara berekembang terus berusaha untuk mendorong pertumbuhan ekonominya dengan menetapkan wilayah-wilayah tertentu menjadi kawasan strategis, ini terbukti dengan berbagai cara yang sudah dilakukan seperti mendirikan kawasan perekonomian terpadu, kawasan industri dan kawasan pelabuhan bebas dan perdagangan bebas. Tujuan utama pengembangan kawasan tersebut guna mempercepat pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dan masuknya investasi penanaman modal asing dan menanaman modal dalam negeri (Kementrian PPN/Bappenas). Hingga pada tahun 2009 pemerintah Indonesia mengesahkan Undang-Undang Nomor 39 tentang kawasan ekonomi khusus, terbentuknya kawasan ekonomi khusus ini bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan menyeimbangkan pembangunan antar wilayah di Indonesia (Bappenas, 2020).
Kawasan ekonomi khusus menurut Deepak (2012) adalah suatu wilayah geografis yang memiliki hukum yang lebih bebas dibandingkan hukum ekonomi yang ada di negara tersebut. Menurut Arafat (2010) kawasan ekononmi khusus dapat dicirikan dengan suatu wilayah di dalam sebuah negara memiliki kegiatan ekonomi tertentu yang dipromosikan oleh seperangkat instrument kebijakan yang tidak berlaku ke seluruh bagian negara. Berdasarkan Undang-undang Nomor 39 Tahun 2009 kawasan ekonomi khusus didefinisikan sebagai sebuah kawasan yang memiliki batas tertentu dalam negara kesatuan Republik Indonesia yang berguna untuk mengadakan fungsi perekonomian khusus dengan mendapatkan fasilitas tertentu. Kawasan ekonomi khusus dapat disimpulkan merupakan wilayah yang memiliki kebijakan
tambahan yang berbeda dengan wilayah lain di negara tersebut yang didirikannya kawasan bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di suatu negara.
Fokus perkembangan kawasan ekonomi khusus di Indonesia yaitu menyebarluaskan pertumbuhan ekonomi pada wilayah berkembang dan meningkatkan daya saing di wilayah tertentu yang dikembangkan dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru (Kementrian PPN/Bappenas). Undang-undang nomor 39 Tahun 2009 mengatakan bahwa hadirnya kawasan ekonomi khususu ini berguna untuk mendorong hadirnya pusat-pusat ekonomi diluar pulau Jawa, serta meningkatkan pemerataan dan daya saing di wilayah-wilayah tersebut. Dalam RPJMN 2020-2024 arah kebijakan dan strategi pembangunan kawasan strategis untuk meningkatkan keunggulan kompetitif pusat-pusat wilayah dengan mengoptimalkan pembangunan kawasan strategi pperioritas sebagai pusat-pusat pertumbuhan wilayah yang salah satunya adalah kawasan ekonomi khusus yang merupakan salah satu prioritas nasional dalam mengembangkan wilayah guna mengurangi kesenjangan nasional dan menjamin pemerataan pembangunan.
Pada RPJMN 2020-2024 kawasan ekonomi khusus diharapkan dapat meningkatkan devisa negara, mendorong hilirisasi industri, dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap ekspor dan mendorong pertumbuham pusat-pusat industri baru diluar pulau jawa guna mengurangi kesenjangan. Hingga Tahun 2020 Indonesia sudah memiliki 19 kawasan ekonomi khusus dengan 14 kawasan sudah beroperasi dan 5 kawasan masih dalam proses pembangunan. CSIS tahun 2015 menyatakan bahwa ada delapan masalah dalam pengembangan kawasan ekonomi khusus yaitu struktur kelembagaan, kurangnya koordinasi antar lembaga pemerintahan, system insentif yang belum jelas, pengembangan infrastruktur, penentuan lokasi dan aglomerasi, akses ke pasar internasional dan domestik yang belum maksimal, kurangnya ketenagakerjaan, dan lahan serta pertanahan.
Berbagai negara telah menggunakan kawasan ekonomi khusus sebagai strategi dalam mengembangkan pertumbuhan negara seperti China, Korea Utara, Malaysia, Thailand, India, Irlandia dan negara lainnya. China merupakan salah satu negara yang memiliki keberhasilan sangat baik dalam pengembangan kawasan ekonomi khusus yang menyumbang 22% dari keseluruhan jumlah PDB China, 45%
dari total investasi asing langsung berada di kawasan ekonomi khusus. Kawasan ekonomi China diperkirakan sudah menciptakan lebih dari 30% lapangan pekerjaan dan meningkatkan 30% pendapatan petani, percepatan Industrialisasi, modernisasi pertanian dan urbanisasi (Poetramerdeka, 2016). Shenzen merupakan salah satu contoh kesuksesan perkembangan kawasan ekonomi khusus China yang mengubah desa nelayan yang terletak di Provinsi Guangdong menjadi Pusat Industri di China (Kompas, 2016). Dalam 40 Tahun kawasan ekonomi khusus China PDRB Shenzen melonjak hingga 2,7 Triliun dan perdagangan luar negeri Shenzen yang meningkat dari 18 Juta dolar AS pada tahun 1980 menjadi 431,5 Miliar dolar AS. Pada Tahun 2019 Shenzen telah menjadi pusat industri manufuktur China yang berpengaruh di dunia dahulu berawal dari daerah terpencil (CriIndonesia, 2020).
Kawasan ekonomi khusus sudah memiliki manfaat yang sangat banyak dalam pertumbuhan ekonomi China. Kawasan ekonomi khusus China telah membantu desentralisasi sumber daya dan membantu perkembangan ekonomi pasar terbuk, selain itu kawasan ekonomi sudah menarik investasi langsung yang telah meningkatkan ekonomi dan meningkatkan standar hidup masyarakat (Sharma, 2009).
Melihat kesuksesan china hingga dapat memberikan investasi ke negara lain dan menjadi negara dengan ekonomi terbesar kedua setelah Amerika serikat Indonesia seharusnya bisa belajar banyak dari negara China. Pandemi Covid-19 yang merupakan wabah seluruh dunia ini telah berdampak pula pada perekonomian dunia, China merupakan salah satu negara yang paling cepat pulih ekonominya. Pada juni 2020 China sudah dapat menunjukan pertumbuhan ekonomi kembali, bahkan pada bulan September tahun 2019 ekspor di China telah meningkat 9,9% dan impor tumbuh hingga 13,2% yang jika digabungkan nilai ekspor China meencapai 23,12
triliun yuan (Merdeka, 2020). Kondisi ini menunjukkan bahwa ekonomi China memang sudah sangat kuat.
Kawasan ekonomi khusus di Indonesia sudah mencapai 10 tahun perkembangannya, tetapi belum terlihat pertumbuhan ekonomi yang signifikan dari perkembangan kawasan ekonomi khusus di Indonesia sehingga perlu diketahui alasan mengapa perkembangan kawasan ekonomi khusus di Indonesia belum signifikan.
Kawasan ekonomi khusus Indonesia juga sudah melewati tahun pertama RPJMN 2020-2024 sehingga diperlukan review capaian kawasan ekonomi khusus Indonesia untuk mempersiapkan tercapainya target RPJMN 2020-2024 dalam 3 tahun kedepan.
Hingga saat ini belum banyak penelitian yang mengkaji perkembangan kawasan ekonomi khusus Indonesia Berdasarkan uraian di atas maka diperlukan penelitian yang meninjau perkembangan kawasan ekonomi khusus Indonesia hingga Tahun 2021. China dijadikan sebagai best practice sehingga Indonesia dapat mengambil pelajaran dari kesuksesan kawasan ekonomi khusus China yang berdampak untuk pertumbuhan ekonominya dan mengimplementasikan kepada Indonesia, dengan demikian Indonesia akan lebih mudah mencapai target yang ada dalam RPJMN 2020- 2024.
1.2 Rumusan Masalah
Pada RPJMN 2020-2024 Kawasan ekonomi khusus merupakan salah satu arahan kebijakan untuk meningkatkan keunggulan pusat-pusat pertumbuhan wilayah melalui pengoptimalan pembangunan kawasan strategis prioritas. Bahkan kawasan ekonomi khusus Indonesia menjadi kegiatan proritas yang akan dikembangkan untuk mempercepat perkembangan pertumbuhan ekonomi secara nasional. Namun hingga saat ini kawasan ekonomi khusus di Indonesia belum berjalan optimal sehingga perlu diketahhui alasan yang menyebabkan kawasan ekonomi khusus ini belum dapat berkembang pesat. Diperlukan sebuah konsep untuk mengetahui capaian perkembangan kawasan ekonomi khusus di Indonesia.
Investasi yang merupakan salah satu komponen utama keberhasilan kawasan ekonomi khusus juga masih terhambat akibat pengadaan lahan, penyediaan infrastruktur, dan utilitas yang belum memadai. Tumpang tindihnya regulasi, profesionalisme pengembang dalam pengelolaan dan pemasaran juga menjadi masalah. Banyaknya masalsah dan isu yang terjadi dalam perkembangan kawasan ekonomi khusus di Indonesia menjadi penyebab terhambatnya perkembangan kawasan ekonomi khusus. Oleh karena itu penelitian ini akan berfokus pada perkembangan ekonomi khusus Indonesia yang akan dilakukan berdasarkan pertanyaan penelitian yaitu: Bagaimana perkembangan kawasan ekonomi khusus Indonesia hingga tahun 2021?
1.3 Tujuan dan Sasaran
Penelitian ini memiliki tujuan yang akan dicapai dan didukung oleh sasaran penelitian. Tujuan penelitian ini dibuat berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang ada. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perkembangan kawasan ekonomi khusus di Indonesia hingga Tahun 2021. Untuk mencapai tujuan penelitian yang ada maka sasaran penelitian yang diperlukan adalah:
1. Mengidentifikasi profil perkembangan Kawasan ekonomi khusus di Indonesia hingga Tahun 2021
2. Mengidentifikasi masalah perkembangan kawasan ekonomi khusus di Indonesia hingga Tahun 2021
1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat secara optimal secara teoritis maupun secara praktis, berikut adalah manfaat penelitian yang diharapkan tercapai dalam penelitian ini:
1.4.1 Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat teoritis berupa diketahuinya capaian perkembangan kawasan ekonomi khusus Indonesia hingga tahun 2021 dan diketahuinya kunci keberhasilan China dalam mengembangkan kawasan ekonomi khusus. Selain itu penelitian ini diharapkan dapat memberikan data terbaru mengenai perkembangan kawasan ekonomi khusus Indonesia. Sehingga penelitian ini dapat dikaji ulang dan diperdalam informasi yang didapatkan, serta teori-teori yang ada dapat dilakukan pembuktian kebenarannya.
1.4.2 Manfaat Praktis
Dalam penelitian ini, diharapkan memiliki manfaat praktis nantinya dapat dijadikan pertimbangan bagi pemerintah dalam menetapkan dan menyempurnakan strategi kebijakan yang ada guna mempercepat pertumbuhan kawasan ekonomi khusus di Indonesia. Selain itu penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah untuk melihat perkembangan kawasan ekonomi khusus Indonesia. Dengan demikian pemerintah dapat mengatasi isu dan masalah yang menyebabkan terhambatnya pertumbuhan kawasan ekonomi di Indonesia.
1.5 Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini terdiri dari Ruang Lingkup Spasial dan Ruang Lingkup Substansial, ruang lingkup ini sebagai dasar penelitian akan dilakukan.
1.5.1 Ruang Lingkup Wilayah
Penelitian ini memiliki lokasi studi penelitian diseluruh kawasan ekonomi khusus di Indonesia yang tersebar di pulau-pulau di Indonesia terutama di luar pulau
Jawa. Kawasan ekonomi khusus Indonesia terdiri dari 19 kawasan yaitu Arun Lhokseumawe di Aceh, Sei Mangkei di Sumatera Utara, Batam Aero Teknik di Batam, Nongsa di Batam, Galang Batang di Kepulauan Riau, Gersik di Jawa Timur, Tanjung Api-Api di Sumatera Selatan, Tanjung Kelayang di Bangka Belitung, Tanjung Lesung di Banten, Lido di Jawa Barat, Kendal di Jawa Tengah, Sorong di Papua Barat, Morotai di Maluku Utara, Bitung di Sulawesi Utara, Likupang di Sulawesi Utara, Palu di Sulawesi Tengah, Maloy Batuta Trans Kalimantan di Kalimantan Timur, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, dan Singhasari di Jawa Timur. Hingga saat ini terdapat 14 kawasan yang telah beroperasi dan 5 kawasan masih dalam proses pengembangan. Berikut merupakan peta sebaran kawasan ekonomi khusus di Indonesia:
Sumber: Hasil olahan peneliti, 2021
Gambar I.1 Peta Sebaran KEK Indonesia
1.5.2 Ruang Lingkup Substansial
Penelitian ini memiliki ruang lingkup substansial dari sisi manajemen pengebangan berupa pembahasan terkait perkembangan kawasan ekonomi khusus di Indonesia serta masalah-masalah yang timbul seiring berkembangnya kawasan ekonomi di Indonesia yang dapat menjadi penghambat perkembangan kawasan ekonomi di Indonesia tersebut. Kawasan ekonomi khusus China juga dijadikan model dalam melihat keberhasilannya yaitu Shenzen yang merupakan wilayah tertinggal kini menjadi pusat industri china yang mendunia dan Hainan sebagai Provinsi yang dijadikan kawasan ekonomi khusus secara keseluruhan. Penelitian ini dibatasi oleh mendeskripsikan capaian kawasan ekonomi khusus berdasarkan data sekunder yang digunakan.
1.6 Keaslian Penelitian
Penelitian ini dilakukan guna mengevaluasi perkembangan ekonomi khusus di Indonesia hingga tahun 2021. Sebelum dilakukan penelitian ini terdapat beberapa penelitian terdahulu yang berkaitan dengan kawasan ekonomi khusus Indonesia
Tabel I.I Keaslian Penelitian
NO Peneliti Judul Fokus Lokasi Tahun
1 Shanti Darmastuti, Afrimadona , Andi
Kurniawan
Kawasan ekonomi khusus dan pembangunan ekonomi : sebuah studi komparatif Indonesia dan China
Komparatif pembangunan ekonomi antara China dan Indonesia
Indonesia dan China
2018
2 Nurafni Irma Suryani dan Ratu Eva Febriani
Kawasan ekonomi khusus dan pembangunan ekonomi regional : sebuah studi literatur
Dampak perkembangan kawasan ekonomi khusus di
Indonesia
Indonesia 2019
NO Peneliti Judul Fokus Lokasi Tahun 3 Prawidya
Hairan dan Efen Silvia
Analisis Pengaruh Infrastruktur Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei terhadap
Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Simalungun
Pengaruh
Infrastruktur KEK Sei Mangkei terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten.
Medan, Indonesia
2015
4 Maftuhah Dampak
pembangunan kawasan ekonomi
khusus terhadap pertumbuhan usaha
mikro kecil dan menengah di Tanjung
Lesung.
Dampak KEK tanjung lesung terhadap UMKM
sekitar kawasan ekonomi khusus
Banten, Indonesia
2017
5 Heavi Nala Estriani
Kawasan ekonomi khusus mandalika dalam implementasi
konsep pariwisata berbasis ecoturism :
peluang dan tantangan
Peluang dan tantangan KEK mandalika dalam mengimplementas
ikan konsep pariwisata ecoturism.
Nusa Tenggara
Barat, Indonesia
2019
6 Bret Cranea, Chad Albrechtb, Kristopher
McKay Duffinc dan
Conan Albrechtd
Kawasan ekonomi khusus china : analisis kebijakan untuk mengurangi kesenjangan regional
Kebijakan kawasan ekonomi
khusus guna mengurangi
kesenjangan
China 2018
NO Peneliti Judul Fokus Lokasi Tahun
7 Kwan Yiu Wong
Eksperimen kawasan ekonomi khusus
China : Sebuah penilaian
Mengevaluasi perkembangan kawasan ekonomi
China
China 2017
8 Sheng Fang Kawasan Ekonomi Khusus China
Membedah pembangunan dan
pengembangan kawasan ekonomi
khusus
China 2007
9 Liu
Guoguang
Masalah mengenai strategi pembangunan
kawasan ekonomi khusus China
Permasalahan seiring perkembangan kawasan ekonomi
khusus
China 2014
10 Susanne A.
Frick, Andrés Rodríguez-
Pose &
Michael D.
Wong
Menuju Kawasan ekonomi khusus yang
dinamis di negara berkembang.
Menganalisis factor yang mempengaruhi kinerja kawasan ekonomi khusus di
negara berkembang
Negara Berkemba
ng
2018
11 Yitao Tao &
Yiming Yuan
Laporan tahunan pengembangan kawasan ekonomi
khusus China
Perkembangan kawasan ekonomi
khusus China
China 2018
Sumber: Olah Data Pustaka,2021.
Terdapat perbedaan terkait penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti dengan peneliti yang telah dilakukan sebelumnya. Peneliti berfokus pada 19 kawasan ekonomi khusus di Indonesia yaitu capaian perkembangan kawasan ekonomi khusus Indonesia. Penelitian sebelumnya dilakukan sebelum KEK di Indonesia berjumlah 19 kawasan dan dilakukan sebelum tahun 2021.
1.7 Kerangka Pemikiran Penelitian
Berdasarkan Latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan sasaran maka akan dirangkum beberapa hasil keluaran dan saran. Untuk mempermudah penelitian selanjutnya berikut dapat dilihat secara keseluruhan ringkasan penelitian yang akan dilakukan.
Sumber: Hasil Olahan Peneliti,2021.
Gambar I.2 Kerangka Pemikiran Penelitian
Latar Belakang
1. Perkembangan kawasan ekonomi khusus di Indonesia setelah 10 Tahun berjalan belum menunjukkan hasil yang signifikan sehingga perlu diketahui alasan yang menjadi penghambat perkebangan kawasan ekonomi khusus Indonesia.
2. RPJMN Indonesia 2020-2024 menunjukkan bahwa pengembangan kawasan ekonomi khusus merupakan proyek prioritas nasional dalam mengembangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
3. Kawasan ekonomi khusus Indonesia telah melewati 1 tahun pertama dalam target RPJMN Indonesia 2020-2024 sehingga perlu diketahui capaian perkembangan kawasan ekonomi khusus di Indonesia yang dapat mempermudah pencapaian target yang ada dalam RPJMN 2020-2024 dalam 3 tahun kedepan.
Pertanyaan Penelitian
Bagaimana perkembangan kawasan ekonomi khusus di Indonesia hingga tahun 2021?
Tujuan Mengetahui perkembangan kawasan ekonomi khusus di Indonesia hingga tahun 2021.
Sasaran 1. Mengidentifikasi profil perkembangan kawasan ekonomi khusus di Indonesia.
2. Mengidentifikasi masalah perkembangan ekonomi khusus di Indonesia.
Keluaran Diketahuinya capaian perkembangan kawasan ekonomi khusus di Indonesia hingga tahun 2021.
Kesimpulan
Rekomendasi
1.8 Metodologi Penelitian
Pada sub bab ini akan dijelaskan gambaran mengenai metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, dimulai dari pengempulan hingga analisis data dalam penelitian. Metodologi ini berisi tentang metode pengumpulan data dan metode analisis data. Penelitian ini merupakan penelitian induktif kualitatif karena seluruh data yang digunakan adalah data sekunder yang didapatkan dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan hasil analisis penelitian pada akhirnya akan berupa kata-kata bukanlah angka. Bogdan dan Talor dalam Moloeong (2010) mengemukakan bahwa penelitian kualitatif merupakn prosedur penelitian yang akan menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun secara lisan dari objek yang dapat diamati. Studi Literatur adalah serangkaian penelitian yang meliputi metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat, serta mengelola bahan penelitian (Zed, 2008).
Penelitian ini menggunakan pendekatan peneltian induktif dikarenakan dalam masa peneltian untuk mengetahui capaian perkembangan kawasan ekonomi khusus hingga tahun 2021 ini peneliti menemukan sebuah konsep tipologi yang berasal dari unit-unit informasi. Benyamin Molan (2014), induktif adalah sebuah logika penalaran yang menghasilkan sebuah kesimpulan yang bersifat umum berasal dari pernyataan- pernyataan yang besifat khusus. Selain itu penelitian induktif merupakan sebuah pendekatan yang dapat membentuk tema atau abstraksi yang berasal dari data informasi dalam proses penelitiannya (Creswell & Poth, 2018: 46). 1
1.8.1 Metode Koleksi Data
Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data sekunder, data sekunder merupakan data yang mengacu pada informasi yang dikumpulkan dari sumber yang telah ada. Sumber data sekunder adalah catatan atau dokumentasi perusahaan, publikasi dokumen oleh pemerintah, analisis industri oleh media, jurnal, situs web
1 Diperdalam dari diskusi bersama Lutfi Setianingrum, S.T., M.URP., pada tanggal 5 Januari 2022.
dan seterusnya (Sekaran,2011). Sedangkan menurut Sugiyono (2011), data sekunder merupakan data yang didapatkan oleh peneliti secara tidak langsung dari sumbernya.
Data yang digunakan peneliti adalah data sekunder yang berasal dari jurnal, dokumen publikasi instansi, laporan publikasi, situs web dan media berita di Internet.
Pengumpulan data dari penelitian ini dilaksanakan melalui studi literatur secara eksploratif guna mendapatkan informasi mengenai perkembangan kawasan ekonomi khusus di Indonesia. Untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan agar mendapatkan hasil analisis yang maksimal penelitian ini dilakukan teknik mengoleksi data berupa dokumen-dokumen resmi yang dipublikasikan secara luas oleh instansi pemerintah. Instansi terkait yang menjadi sumber data sekunder adalah web resmi Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus Indonesia dan dokumen-dokumen Bappenas atau Kementrian Perncanaan Pembangunan Nasional Indonesia. Selain itu koleksi data yang dilakukan bersumber dari jurnal-jurnal terkait kawasan ekonomi khusus dan artikel resmi yang publikasi oleh media melalui internet. Berikut merupakan table kebutuhan data dalam penelitian ini :
Tabel I.II Ketersediaan data
NO. Data Yang dibutuhkan Sumber data Jenis data 1. Profil KEK Indonesia Website KEK
Indonesia
Sekunder
2. Regulasi pendukung KEK yg telah diterbitkan
Website KEK Indonesia & website pemerintah daerah
Sekunder
3. Investasi Laporan akhir dewan
KEK
Sekunder
4. Tenaga Kerja Laporan akhir tahun
dewan KEK 2020 &
Website KEK Indonesia
Sekunder
5. Infrastruktur Website KEK Indonesia
Sekunder
6. Tipologi KEK Investasi,
infrastruktur dan tenaga kerja KEK
Sekunder
7. Permasalahan pengembangan 19 KEK
Laporan akhir tahun dewan KEK, Portal berita dan Jurnal
Sekunder
Sumber : Hasil olahan peneliti, 2021
1.8.2 Metode Analisis Data
Pada bagian ini akan menjelaskan sistematika metode pengolahan data yang digunakan dimulai dari perolehan data, pengolahan data hingga penyajian data.
Penelitian ini merupakan penelitan studi literatur dengan menelaah jurnal-jurnal yang ada sebelumnya yang berkaitan dengan kawasan ekonomi khusus Indonesia Selanjutnya data yang didapat akan digabungkan dengan data-data yang didapatkan dari publikasi instansi pemerintah, web resmi pemerintah, dokumen resmi serta artikel-artikel berita. Data yang dibutuhkan antara lain progress dan masalah perkembangan KEK di Indonesia. Setelah seluruh data yang berkaitan tentang kawasan ekonomi khusus Indonesia telah terkumpul selanjutnya data tersebut dianalisis menggunakan analisis kualitatif, dan mendapatkan keluaran berupa deskriptif.
Cara analisis data dalam penelitian ini adalah dengan mengumpukan seluruh data yang sudah didapatkan yang berhubungan dengan perkembangan kawasan ekonomi khusus di Indonesia akan dianalisis dengan cara analisis naratif berdasarkan temuan-temuan yang didapatkan dari berbagai sumber seperti publikasi pemerintah, artikel-artikel berita terkait dan jurnal penelitian, sehingga diharapkan nantinya dari temuan tersebut dapat menghasilkan sebuah keluaran. Kustanto (2015) menyatakan bahwa analisis naratif adalah analisis yang digunakan untuk menganalisis dalam
bentuk cerita, pada penulisannya analisis ini dilakukan secara sistematis agar lebih mudah dipahami.
Data profil KEK, Investasi, Tenaga kerja Infrastruktur dan permasalahan KEK yang sudah terkumpul dari berbagai sumber akan dijabarkan secara deskriptif.
Sedangkan tipologi KEK dianalisis melalui data status KEK, investasi, tenaga kerja, infrastruktur dan masalah yang dijadikan sebagai data pendukung yang kemudian akan disesuaikan dengan 4 tahap tipologi berikut :
1. Tahap Perencanaan dengan kriteria Kawasan Ekonomi khusus baru ditetapkan sebagai kawasan ekonomi khusus, sudah memiliki regulasi tetapi belum beroperasi seerta mendapatkan investasi.
2. Tahap Awal pengembangan dengan kriteria kawasan ekonomi khusus sudah ditetapkan dan belum beroperasi tetapi sudah mendapatkan komitmen investasi.
3. Tahap Perkembangan dengan kriteria kawasan ekonomi khusus yang telah beroperasi, sudah memiliki investasi yang masuk dan sudah memiliki infrastruktur pendukung.
4. Tahap Maju dengan kriteria Kawasan ekonomi khusus yang telah beroperasi, telah mendapatkan investasi, menyerap tenaga kerja, seluruh rencana pengembangan dan pembangunan telah tercapai, infrastruktur telah dipenuhi seluruhnya dan siap melanjutkan ke tahap pengembangan berkelanjutan.
Sumber: Hasil analisis peneliti, 2022
Gambar I.3 Kerangka Analisis
1.9 Sistematika Penulisan
Dalam penulisan laporan penelitian tugas akhir ini terdiri dari beberapa bab sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini dijelaskan hal – hal yang mendasari penelitian seperti latar belakang dilakukan penelitian,rumusan masalah untuk mendapatakan pertanyaan penelitian, manfaat penelitian,tujuan dan sasaran penelitian,ruang lingkup penelitian, metodelogi penelitian,kerangka berfikir, keaslian penelitian serta sistematika penelitian.
Input Data Kawasan Ekonomi Khusus
Indonesia
Input Data:
1. Profil KEK
2.Regulasi yang telah terbit 3. Investasi
4. Infrastruktur Pendukung 5. Tenaga Kerja
6. Masalah Pengembangan
Input Data:
1.Investasi 2. Tenaga Kerja
3. Infrastruktur Pendukung 4. Status KEK
Analisis Naratif:
Mengidentifikasi perkembangan kawasan ekonomi khusus dan masalah perkembangan
Analisis Naratif:
Mengidentifikasi tipologi tahap perkembangan kawasan ekonomi khusus.
Output : Mengetahui capaian perkembangan kawasan ekonomi khusus dan masalah
perkembangannya.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Pada bab ini dijelaskan landasan teori yang dipergunakan dalam penelitian. Landasan teori ini meliputi teori-teori yang berkaitan dengan kawasan ekonomi khusus termasuk teori tentang lokasi. Selain itu dalam bab ini terdapat penelitian terdahulu yang telah dilakukan sbelumnya
BAB III KEBIJAKAN KAWASAN EKONOMI KHUSUS DI INDONESIA Pada bab ini menjelaskan terkait profil kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia dalam pengembangan kawasan ekonomi khusus di Indonesia.
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini menjelaskan terkait hasil dan pembahasan dari data yang telah dikumpulkan kemudian dilakukan analisis data. Hasil dan pembahasan analisis meliputi profil dan perkembangan kawasan ekonomi khusus di Indonesia, Masalah dalam mengembangkan kawasan ekonomi khusus di Indonesia, Strategi kebijakan pemerintah China dalam kesuksesan mengembangkan kawasan ekonomi khusus, dan studi kasus dua kawasan ekonomi khusus China yaitu Shenzen dan Hainan
BAB V PENUTUP
Pada bab ini berisi kesimpulan, saran dan rekomendasi penelitian.