• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Organisasi Privat Perusahaan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Pengembangan Organisasi Privat Perusahaan"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Pengembangan Organisasi Privat Perusahaan

Organisasi merupakan suatu kesatuan bagian-bagian unit maupun sumber daya manusia dengan tujuan tertentu yang dimiliki oleh organisasi yang bersangkutan. Organisasi dapat berskala kecil, sedang maupun besar, pada pemahaman paling minim organisasi biasanya ditunjukkan dalam bentuk kelompok kerja yang terdiri dari beberapa orang untuk mencapai tujuan bersama. Pembahasan mengenai organisasi dapat menjadi kompleks sebab ada aspek mikro dan makro di dalamnya (Hicks dan Gullet, 1987). Organisasi disebut makro ketika dilihat dari aspek hubungan unit-unit dalam tubuh organisasi. Sedangkan unit mikro manakala dilihat per bagian atau unit dalam organisasi.

Seiring keniscayaan perkembangan peradaban dan kehidupan sosial, ekonomi dan politik maka organisasi harus mengikutinya ke arah yang dinamis. Dalam keadaan tertentu organisasi akan berhasil tapi dalam keadaan yang lain organisasi dapat berhenti beroperasi (Hicks dan Gullet, 1987). Hal ini mensyaratkan adanya pengelolaan internal baik dan hubungan dengan lingkungan ekternal untuk mendukung organisasi dapat terus hidup. Oleh karena itu pengembangan organisasi muncul sebagai suatu disiplin ilmu yang relatif muda usianya.

Baik organisasi publik maupun organisasi privat sama-sama membutuhkan pengembangan organisasi untuk menjaga kelangsungan hidup organisasinya.

Terlebih dahulu kita perlu membedakan mendefinisikan kata pengembangan dan perubahan dan memberikan batasan antara keduanya. Seringkali kita terjebak menyebutkan bahwa pengembangan organisasi adalah suatu bentuk perubahan. Pengembangan berarti proses atau cara sedangkan perubahan adalah adanya peralihan keadaan yang sebelumnya. Melihat definisi tersebut maka dapat kita sebutkan bahwa perubahan adalah hasil dari pengembangan.

Pengembangan Organisasi pada prinsipnya merupakan suatu proses di mana pengetahuan, konsep-konsep, dan praktek-praktek yang berkaitan dengan

(2)

(perilaku) organisasi digunakan secara efektif untuk membantu organisasi dalam mencapai tujuannya. Proses ini juga termasuk bagaimana meningkatkan kualitas kinerja organisasi dan sekaligus meningkatkan produktivitas (anggota) organisasi. Fokus kajian PO itu terletak pada peningkatan kemampuan organisasi untuk dapat mengetahui dan memecahkan berbagai masalah yang dihadapi organisasi itu sendiri.

Pengembangan organisasi berorientasi pada peningkatan atau kemajuan (kinerja) sistem; di mana organisasi sebagai suatu sistem dengan bagian- bagian yang terdapat di dalamnya, dapat mempengaruhi atau memberi dampak (positif) dalam interaksinya dengan lingkungan yang lebih luas lagi, yaitu lingkungan di luar organisasi. Studi mengenai pengembangan organisasi juga merupakan upaya untuk mengatasi berbagai isu yang timbul, atau berbagai masalah yang muncul, termasuk masalah-masalah yang muncul sebagai dampak dari berbagai perubahan yang dilakukan. Studi ini juga menyangkut cara-cara yang digunakan di dalam melakukan perubahan organisasi, termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam melakukan perubahan organisasi. Menurut Cummings (1989), pengembangan organisasi adalah suatu aplikasi konsep atau teori dengan menggunakan suatu sistem di mana konsep-konsep ilmu pengetahuan digunakan untuk mengembangkan organisasi secara terencana dan dengan menggunakan semua strategi yang dimiliki organisasi untuk meningkatkan efektivitas kinerja organisasi. Selanjutnya, Cummings (1989) juga menyatakan bahwa konsep (ilmu pengetahuan) di dalam pengembangan organisasi itu pada dasarnya merupakan faktor-faktor yang membedakan pengembangan organisasi dengan pendekatan lain dalam kaitannya dengan peningkatan kinerja organisasi.

Pengembangan dapat menghasilkan dampak positif maupun negatif bagi sebuah organisasi. Pengembangan pada suatu organisasi dipengaruhi oleh situasi perubahan dari lingkungan ekternal dan internal organisasi.

Perubahan dari lingkungan eksternal tersebut dapat berupa; perubahan teknologis dan perubahan komposisi dan kapasitas sumber daya manusia.

Perubahan dari dalam tubuh organisasi berupa perubahan struktural, kebijakan dan prosedur. Hal yang paling mendesak untuk diperhatikan bagi

(3)

kelangsungan hidup yang lama pada sebuah organisasi adalah perubahan teknologi seiring perkembangan peradaban (Hicks dan Gullet, 1987).

Tuntutan perubahan lingkungan harus diwaspadai oleh semua organisasi.

Organisasi akan terus merangkak naik dalam fase perkembangannya. Pada fase perkenalan organisasi akan memiliki kurva yang merangkak naik, semakin menanjak di fase perkembangan hingga fase kedesawaan. Namun seiring tuanya organisasi maka fase kemunduran menjadi ancaman organisasi tersebut, sebab tuntutan lingkungan semakin berubah.

Pengembangan organisasi sangat lekat dengan organisasi bisnis. Organisasi privat merupakan organisasi yang dibentuk dengan tujuan pangsa pasar.

Organisasi privat akan menyediakan barang privat dan jasa disesuaikan dengan hukum pasar. Lingkungan pada organisasi privat adalah sebagai berikut: (1) Lingkungan otoritas tidak sekompleks di organisasi publik dan (2) bergantung pada pangsa pasar dalam proses pengambilan keputusan.

(4)

Apa itu Pengembangan Organisasi?

Pengembangan organisasi merupakan suatu disiplin ilmiah yang banyak berkaitan dengan perilaku organisasi, atau singkat kata pengembangan organisasi merupakan bentuk instrumen ilmiah (Siagian, 1995). Instrumen tersebut digunakan oleh organisasi untuk menghadapi perubahan yang akan terjadi atau sedang terjadi. Instrumen pengembangan organisasi akan memberikan dampak dalam peningkatan efektivitas dan kemampuan organisasi dalam berdapatsi dengan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berubah (Siagian, 1995). Menurut Siagian (1995) unsur-unsur yang perlu terdapat dalam pengembangan organisasi antara lain:

1. Perencanaan

2. Cakupan pada seluruh organisasi 3. Dampak jangka panjang

4. Keterlibatan manajemen puncak

5. Menggunakan intervensi dengan pendekatan perilaku

Pengembangan organisasi menekankan sasarannya pada seluruh organisasi, hal ini berarti peningkatan efektivitas dan perubahan sistem organisasi, pengembangan potensi karyawan dan peningkatan kerja sama antar bagian untuk mencapai tujuan organisasi adalah sasaran dari pengembangan organisasi. Pengembangan organisasi harus berlandaskan pada sifat humanistik-demokratis, artinya selain bertujuan untuk meningkatkan efektivitas organisasi, harkat dan martabat pegawai atau karyawan harus diperhatikan dalam pengembangan organisasi. Paradigma pengembangan organisasi berangkat dari konsep pertumbuhan manusia dan organisasi, kerjasama dan partisipasi dan penemuan hal-hal baru. Kekuasaan, pemaksaan dan konflik bukan sebagai dasar dalam pengembangan organisasi.

Nilai-nilai yang harus muncul dalam pengembangan organisasi antara lain:

1. Pengakuan terhadap harkat dan martabat manusia 2. Saling mendukung dan berlandaskan kepercayaan

(5)

3. Adanya pemerataan kekuasaan. Pengembangan organisasi perlu untuk memahami hirarki dan struktur kekuasaan dan wewenang dalam organisasi namun tidak melihat pada aspek kekuasaan dan wewenang dalam roda organisasi. Pengembangan organisasi lebih menekankan pada bentuk organisasi matrik dibanding bentuk organisasi hirarki piramida.

4. Keterbukaan dalam menghadapi masalah.

5. Partisipasi

Teknik teknik pengembangan organisasi menjadi semakin beraneka ragam.

Pengembangan organisasi akan semakin berperan dalam membantu organisasi mampu melakukan penyesuaian yang dibutuhkan dalam menghadapi faktor pengubah pada lingkungan eksternal dan berbagai kecenderungan yang berpengaruh pada keberlangsungan organisasi. Saat ini pengembangan organisasi cenderung bergerak dalam aspek :

1. Transformasi organisasi

Kebetuhan organisasi untuk melakukan transformasi organisasi dari masa ke masa, transformasi organisasi menjadi bentuk strategi perubahan dan digunakan dalam perubahan yang drastis dan mendadak, sehingga transformasi organisasi merupakan bentuk revolusioner dari pengembangan organisasi. Bentuk transformasi organisasi dapat berupa merger, akuisisi, perubahan produk, penutupan perusahaan dan pemutusan hubungan kerja karyawan dalam skala besar. Melihat ragam tersebut maka trasnformasi organisasi patut dilakukan dalam kondisi krisis.

2. Visi bersama

Keberhasilan top manager dapat menjadi keberhasilan organisasi di masa depan dengan catatan adanya isi yang jelas tentang bentuk ideal organisasi. Hal tersebut juga disyaratkan adanya keterlibtan semua elemen dalam organisasi. Kepemilikan bersama akan menumbuhkan motivasi dan ketangguhan keberlanjutan organisasi.

3. Inovasi

Organisasi yang ingin meningkatkan efektivitas dan produktivitas membutuhkan cara berfikir dan tindakan yang inovatif.

(6)

4. Pemberdayaan

Organisasi membutuhkan sumber daya manusia yang berdaya dalam menuaikan kewajiban, tugas dan fungsinya. Oleh karena itu organisasi harus berdaya terlebih dahulu dalam arti ; 1. Memperlakukan karyawan secara hormat (humanis), partisipatif, aksesibilitas dan kesempatan pengembangan potensi secara efektif bagi karyawan.

5. Dampak perubahan kultur

Pemahaman yang tepat terhadap kultur organisasi terkait semangat kerja, produktivitas, hubungan antar budaya organisasi dan strategi organisasi penting untuk dipahami. Salah satu sasaran pengembangan organisasi adalah merubah kultur organisasi.

6. Konflik

Konflik dalam kehidupan organisasai merupakan hal yang wajar terjadi menyatukan berbagai pendapat antar individu dalam unit organisasi merupakan tantangan bagi sebuah organisasi manajemen dituntut memiliki kemampuan dalam melakukan manajemen konflik.

7. Kemitraan

Keberadaan berbagai organisasi memiliki tujuan bagi peningkatan kesejahteraan seluruh masyarakat. Hal ini tercermin organisasi publik sebagai penyelenggara layanan publik dan korporasi atau organisasi swasta memiliki tanggung jawab sosial. Penyelengaraan pelayanan publik dan tanggung jawab sosial membutuh kemitraan antar organisasi.

8. Plurarisme

Semakin lama ketenagakerjaan akan menjadi semakin heterogen, ditinjau dari segi usia, jenis kelamin, latar belakang, daerah dan sistem nilai yang dianut. Kehadiran perusahaan multi nasional lewat arus globalisasi harus diperhitungkan dalam pengembangan organisasi.

(7)

Pendorong Pengembangan Organisasi

Organisasi tidak bisa berada dalam kondisi yang statis. Pengembangan bagi organisasi merupakan suatu keniscayaan. Organisasi akan berkembang dan maju apabila cepat dan tanggap terhadap perubahan yang terkadi (Siagian, 1995). Komponen top manager dan seluruh lininya diharapkan siap dalam mengantisipasi berbagai bentuk perubahan dan mampu luwes menghadapi lingkungan organisasi yang dinamis.

Konsep perubahan organisasi dengan faktor perubahan organisasi harus kita bedakan. Perubahan organisasi dilakukan manakala organisasi tidak sesuai lagi dengan tuntutan dan kebutuhan lingkungan. Perubahan organisasi dapat dilakukan melalui jalan pengembangan organisasi, sebab pengembangan organisasi merupakan proses pemecahan masalag yang dimaksudkan untuk menghasilkan perubahan terencana agar organisasi efektif (Torang, 2014).

Faktor perubahan organisasi mengacu pada kondisi di internal dan eksternal organisasi yang mendorong organisasi harus melakukan perubahan atau gulung tikar. Perubahan internal organisasi antara lain; perubahan struktur organisasi, pergantian sumber daya manusia organisasi, pergantian formasi pegawai, sistem organisasi dan komposisi pegawai. Perubahan dari lingkungan eksternal organisasi lebih banyak menyoal pada perubahan peran sosial ekonomi politik organisasi terhadap lingkungan (Torang, 2014).

Faktor dari perubahan internal dalam organisasi antara lain:

1. Perubahan struktur dalam organisasi

Struktur organisasi didefinisikan sebagai jumlah cara dalam melakukan pembagian kerja. Hal ini berarti jika organisasi semakin gemuk dan besar maka akan ada banyak ragam pembagian kerja di dalamnya. Semakin banyak ragam pembagian kerja maka semakin banyak pola koordinasi yang dibutuhkan. Semakin banyak pola koordinasi yang hadir maka semakin kompleks strktur organisasinya. Perubahan tatanan yang mengatur pola interaksi antar individu dalam unit kerja akan mempengaruhi unit yang lainnya. Perubahan struktur organisasi juga

(8)

dipengaruhi oleh faktor eksternal organisasi. Pada organisasi publik perubahan struktur organisasi memiliki sasaran untuk menciptakan struktur kelembagaan yang dinamis, efektif dan efisien.

2. Perubahan Konfigurasi Ketenagakerjaan

Temuan sebelumnya banyak menyebutkan bahwa setiap generasi pekerja memilki nilai yang berbeda. Tenaga kerja yang berusia 50 tahun ke atas menganut nilai loyalitas yang tingggi kepada organisasi. Tenaga kerja berusia 40 tahun loyal kepada dirinya sendiri dan tenaga kerja muda lebih menempatkan flesibilitas dalam nilai bekerjanya dan diikuti dengan nilai kepuasaan kerja (Siagian, 1995). Pergeseran nilai bekerja yang dianut para karyawan berbeda kategori umur adalah hal yang pasti terja dan dapat dipertanggungjawabkan validitasnya. Perbedaan nilai bekerja pada berbagai kelompok usia tenaga kerja akan berimplikasi bagi aspek manajemen organisasi.

Faktor perubahan lainnya dalam konfigurasi ketenagakerjaan adalah semakin banyaknya jumlah tenaga kerja perempuan dalam dunia kerja baik yang menduduki posisi strategis maupun pada level menegah dan staf.

Implikasinya organisasi harus mempu mengubah kebijaksanaan dan kebijakan manajemen sumber daya dalam organisasi dan pemenuhan hak dan kewajiban secara adil dan setara.

Faktor dari perubahan eksternal bagi pengembangan organisasi antara lain:

1. Teknologi

Teknologi berkembang dengan sangat pesat belakangan ini. Teknologi transportasi, informasi dan komunikasi berkembang sangat cepat sehingga turut mengubah perspesi manusia. Perubahan teknologi turur mempengaruhi kehidupan organisasi, baik menyangkut proses perencanaan, perumusan strategi, struktur organisasi dan pengelolaan sumber daya dalam organisasi. Perubahan teknologi mampu menyentuh seluruh aspek strategis, fungsional dan operasional organisasi.

2. Politik

Referensi

Dokumen terkait

Jangka waktu RTRW ataupun RZWP-3-K berlaku selama 20 (dua puluh) tahun dan dapat ditinjau kembali sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun sekali, Pasal 9 ayat (2) UU No 14 Tahun

Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Karanganyar tentang Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Karanganyar Nomor 24/Kpts/KPU-Kab-012.329506/2013 tentang

M.H umur 13 tahun berjenis kelamin laki-laki dengan diagnosa medis efusi pleura telah diberikan penatalaksanaan fisioterapi sebanyak 4 kali terapi dengan

1et)de : Penu$asan4 Tana 9a*a%4 Diskusi dan eama# '. Kelas dimulai den$an di%uka den$an salam4 menanakan ka%a dan men$e5ek ke#adian sis*a. 2. Sis*a diin$atkan untuk

Batas Daerah Provinsi Banten - Provinsi DKI Jakarta PROVINSI BANTEN PROVINSI JAWA BARAT JUMLAH PILAR PANJANG BATAS PELAKSANAAN PEMASANGAN PILAR TINDAK LANJUT NO 1 KOTA TANGERANG

Abstrak: Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar merupakan salah kecamatan yang rentan terhadap bencana banjir pasang surut atau banjir rob, terutama pada

Teknologi nano di kedokteran gigi digunakan da- lam bahan tambal dan adhesif, bahan cetak, dental implan, gigi tiruan, pasta gigi, kawat ortodonti, ba- han untuk merangsang