4. ANALISA DAN PEMBAHASAN
4.1. Gambaran Umum Perusahaan
Berikut ini penulis memberikan pembahasan singkat tentang De Boliva Café.
De Boliva Café merupakan café yang terkenal dengan kenikmatan cita rasa ice cream. Namun De Boliva kini semakin berkembang, tidak hanya menjual ice cream namun juga banyak menu utama yang disajikan dengan istimewa. De Boliva Café sendiri adalah café atau restoran yang dimiliki pribadi oleh Bapak Andre Soenjoto. Jam operasional dari De Boliva Café Surabaya Town Square adalah pukul 09.00 sampai dengan 00.00 WIB setiap hari.
4.1.1. Sejarah Singkat Perusahaan
Pada awal 1990-an, De Boliva Ice Cream dikenal sebagai “Cinxana Ice Cream”, pabrik ice cream kecil yang hanya khusus untuk teman-teman dan keluarga. Pabrik ini bertumbuh lebih besar dari mulut ke mulut dan pujian dari orang lain. Pada tahun 2000, seorang pengusaha muda (pemilik De Boliva sekarang) ingin mengembangkan bisnis ini dan menciptakan nama merek baru yaitu "De Boliva Ice Cream”. De Boliva adalah nama jalan di Italia pada saat pemilik belajar di sana. Pecinta ice cream mengenal De Boliva sebagai ice cream "Great Taste dengan rendah lemak".
Visi De Boliva untuk lima tahun ke depan adalah untuk menciptakan peluang waralaba, sementara misi jangka pendeknya adalah untuk membuka cabang di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Denpasar, Makassar, dain lainnya. Target pemasaran dari De Boliva Café Surabaya Town Square adalah pengunjung Surabaya Town Square kalangan menengah ke atas, baik itu anak muda maupun keluarga.
Gambar 4.1. Logo De Boliva Café
4.1.2. Lokasi Perusahaan
Salah satu outlet De Boliva Café terletak di Surabaya Town Square Jl.
Raya Adityawarman No. 55 Wonokromo, Surabaya 60242, telepon:
+62315633605. Lokasi yang digunakan adalah lokasi perbelanjaan yang sebagian besar merupakan bidang kuliner. Surabaya Town Square adalah satu- satunya lokasi perbelanjaan di Surabaya yang buka hingga tengah malam, sehingga menguntungkan bagi De Boliva untuk menarik pelanggan lebih banyak lagi.
4.1.3. Fasilitas Perusahaan
Fasilitas yang dimiliki oleh De Boliva Café Surabaya Town Square adalah:
a. Dining Room
Dining room yang dimiliki berkapasitas 60 orang. Desain ruangan yang elegan menambah nyaman dining room yang dimiliki. Dari dining room, tamu dapat melihat langsung proses makanan dan minuman sedang dibuat oleh Chef dan Bartender.
b. Air Conditioner
Dining room semakin nyaman dengan adanya air conditioner yang tersedia di beberapa sudut dinding, sehingga cuaca kota Surabaya yang panas tidak akan mengganggu kenyamanan tamu.
c. Liquid Crystal Display (LCD) Projector
LCD Projector biasanya digunakan untuk menonton televisi, acara pertandingan sepak bola, bahkan bisa menjadi fasilitas bagi tamu yang mengadakan rapat di De Boliva.
d. Internet Connection (WI-FI)
Kebutuhan informasi para tamu akan terus didapat selama berada di De Boliva Café, karena koneksi internet yang berkecepatan tinggi tersedia di outlet De Boliva ini.
4.1.4. Struktur Organisasi Perusahaan
Gambar 4.1.4 Struktur Organisasi
Sumber: Marketing De Boliva Café Surabaya Town Square Cashier
Owner
Bar Captain Manager
Manager Assistant
Head Waiters
Server
Marketing
4.2. Wawancara
Penulis melakukan wawancara selama 4 (empat) hari, yaitu tanggal 7 Juni 2013, 11 Juni 2013, 12 Juni 2013, dan 13 Juni 2013. Wawancara dilakukan kepada 7 orang informan yaitu, Owner De Boliva Café, Manajer De Boliva Café, Marketing De Boliva Café, 3 (tiga) orang pegawai operasional De Boliva Café.
Pertanyaan yang diajukan kepada Owner sebanyak 9 (sembilan) pertanyaan, kepada Manajer 7 (tujuh) pertanyaan, kepada Marketing sebanyak 7 (tujuh) pertanyaan, dan kepada pegawai operasional sebanyak 2 (dua) pertanyaan.
Namun selain pertanyaan pokok yang diajukan oleh penulis, ada beberapa pertanyaan tambahan yang gunanya untuk memperjelas jawaban dari para infroman.
4.2.1. Wawancara Andre Soenjoto Sebagai Owner
Owner De Boliva Café outltet Surabaya Town Square, Raya Gubeng, dan Water Place bernama Andre Soenjoto. Wawancara dilakukan di kantor pusat De Boliva di Dharmahusada pada tanggal 13 Juni 2013 pukul 10.00.
De Boliva Café Surabaya Town Square soft opening pada pertengahan tahun 2010. De Boliva Café melakukan proses seleksi dalam menerima pegawai baru. Proses seleksi biasanya dilakukan oleh Informan sendiri sebagai Owner, Marketing dan Manajer. Proses seleksi yang dilakukan di De Boliva sama seperti apa yang telah dijelaskan oleh Otta sebagai Marketing, yaitu seleksi surat lamaran, tes tulis, wawancara video, dan wawancara akhir.
Syarat yang terpenting dalam menentukan lolosnya suatu surat lamaran adalah foto, dari foto dapat dilihat pelamar secara fisik (face) yang menarik, minimal penampilannya bersih dan rapi. Selain itu juga pengalaman kerja, tidak perlu pengalaman kerja yang banyak supaya De Boliva dapat melatih dan membentuk pegawainya sesuai dengan keinginan De Boliva sendiri.
Sedangkan mengenai tes tulis, informan menjelaskan dalam tes tulis pelamar akan mengisi data pribadinya, selain itu ada pertanyaan mengenai kondisi pribadi pelamar, seperti apakah pelamar mempunyai kendaraan pribadi,
apakah bisa komputer, dan lain-lain. Intinya pertanyaan yang ada di formulir tersebut adalah pertanyaan yang menunjang pekerjaan. Jika jawaban pelamar memuaskan, dalam arti kondisi pribadinya tidak memberatkan pekerjaan maka dianggap memenuhi syarat. Wawancara di De Boliva ada 2 (dua) jenis, yaitu wawancara video dan wawancara akhir. Wawancara video ada, akan tetapi tidak selalu digunakan. Jika De Boliva sangat membutuhkan pegawai baru, biasanya langkah ini ditiadakan guna menghemat waktu, dan akan langsung ke wawancara akhir. Kegunaan dari wawancara video ini adalah untuk mengukur kepercayaan diri dari pelamar, untuk diputar kembali supaya dapat dilihat jawabannya masuk akal atau tidak, selain itu jika wawancara video ini dilakukan oleh pihak lain, bisa menjadi alat lapor kepada informan.
Dalam proses seleksi di De Boliva Café tidak ada tes kesehatan dan psikologis, karena biayanya tidak sedikit. Psikologis dapat dilihat pada saat proses wawancara dan pada masa training, sedangkan tes kesehatan akan dilakukan langsung oleh Dinas Kesehatan tiap 6 (enam) bulan, dan selama ini tidak pernah ada masalah dengan kesehatan pegawainya, kebersihan makanan juga masih terjaga. Setelah selesai proses seleksi, tidak ada kontrak kerja.
Karena menurut informan kontrak kerja bukan solusi terbaik. Jika memang ada pegawai yang ingin keluar karena tidak betah atau ada masalah, lebih baik De Boliva mengijinkan daripada pegawai tersebut bekerja dengan terpaksa dan merusak brand.
4.2.1.1. Interpretasi Wawancara Andre Soenjoto Sebagai Owner Berdasarkan hasil wawancara dengan Andre Soenjoto selaku Owner dari De Boliva, penulis menyimpulkan ada 4 (empat) langkahan seleksi di De Boliva. Keempat langkahan tersebut adalah seleksi surat lamaran yang akan diseleksi oleh Owner dimana kriterianya adalah penampilan yang menarik dan pengalaman kerja yang cukup, tes tulis dimana kondisi pribadi pelamar yang akan menentukan lolos atau tidak, wawancara video yang akan diputar ulang jawabannya dan mengukur kepercayaan diri pelamar, serta wawancara akhir dimana keputusan akhir
akan diberikan. Semua langkahan proses seleksi tersebut dapat dilakukan oleh Marketing dan Manajer, namun pada akhirnya akan kembali ke Owner.
4.2.2. Wawancara Hadi Sebagai Manajer
Manajer De Boliva Café Surabaya Town Square adalah Hadi.
Wawancara dilakukan di outlet De Boliva Surabaya Town Square pada tanggal 12 Juni pukul 18.00. Informan sudah bekerja di De Boliva selama 13 tahun. Pendidikan terakhir informan adalah SMK jurusan listrik di Sidoarjo.
Informan menjelaskan bahwa proses seleksi itu sangat penting untuk jangka panjang perusahaan. De Boliva sendiri melakukan seleksi untuk mendapatkan pegawai yang sesuai dengan keinginannya, yaitu pegawai yg loyal dan jujur. Kemampuan atau skill yang tidak terlalu tinggi bukan masalah, yang penting adalah kejujuran. Proses seleksi yang ada di De Boliva tidak terlalu panjang. Informan juga mengungkapkan konsep De Boliva yang multitasking mengharuskan De Boliva untuk mengadakan training yang cukup lama yaitu 3 bulan. Konsep ini ditujukan agar kedua belah pihak sama-sama diuntungkan, dari pihak pegawai akan mendapatkan ilmu lebih banyak, sedangkan De Boliva dapat menekan biaya pegawai. Dengan itu gaji pegawai bisa semakin tinggi. Langkahan seleksi yang standart di De Boliva biasanya mengirim surat lamaran beserta CV ke kantor pusat, data-data tersebut akan diseleksi oleh Owner. Setelah itu Owner akan mengutus Manajer untuk menghubungi orang bersangkutan untuk wawancara. Sebelum wawancara dimulai, pelamar diminta untuk mengisi data pribadi/biodata atau biasanya disebut tes tulis, dalam formulir tersebut ada beberapa pertanyaan tentang pengalaman kerja, referensi kerja, pendidikan, dan lainnya. Setelah selesai langkah tersebut, proses selanjutnya adalah wawancara. Wawancara akan dilakukan oleh Manajer. Isi dari wawancara tersebut menanyakan kesiapan kerja, ketersediaan kendaraan pribadi, jika tidak ada, apa solusinya, dan lain sebagainya. Sebab itu pentingnya wawancara, yaitu untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang pelamar. Biasanya setiap orang yang
mewawancarai mempunyai cara tambahan untuk memaksimalkan proses seleksinya. Untuk memaksimalkan proses seleksi, biasanya beliau memberi tes tulis tambahan sesuai dengan bagian apa yang diminati oleh pelamar.
Misalnya di bagian kasir, maka akan ada tes matematika tertulis, sedangkan bagian service akan diberi tes tambahan mengenai pengetahuan dasar tentang tata cara menyajikan makanan. Referensi itu penting menurut informan, supaya perusahaan mengetahui pelamar pernah kerja dimana saja dan sekaligus mengetahui reputasinya. Biasanya pelamar akan membawa foto copy dari surat referensi, lalu informan akan bertanya apakah boleh De Boliva menghubungi orang yang menanda-tangani surat refernsi ini. Jika diperbolehkan, maka pelamar dianggap jujur dan tidak pernah bermasalah di tempat kerja sebelumnya. Maka pihak De Boliva akan menghubungi ke pihak yang bertanda tangan di surat referensi untuk mengecek kebenarannya. Dalam proses seleksi di De Boliva tidak ada tes psikologis, namun bukan berarti tidak penting. Psikologis dari pegawai dapat dilihat pada saat masa training berjalan. Sedangkan tes kesehatan juga tidak ada, biasanya tes kesehatan akan dilakukan tiap 6 (enam) bulan oleh Dinas Kesehatan untuk mengecek kesehatan pegawainya, selain itu De Boliva Café Surabaya Town Square telah menerima piagama layak sehat. Semua langkahan seleksi tersebut akan dilaporkan oleh Manajer kepada Owner, sehingga keputusan terakhir tetap pada Owner.
4.2.2.1. Interpretasi Wawancara Hadi Sebagai Manajer
Hasil wawancara dengan Hadi sebagai Manajer, dapat disimpulkan bahwa ada 3 langkahan utama proses seleksi di De Boliva Café. Ketiga langkahan tersebut adalah seleksi surat lamaran dan CV dimana surat lamaran akan diseleksi oleh Owner, written test dimana pelamar akan mengisi biodata/data pribadi serta pertanyaan-pertanyaan tambahan dari Informan mengenai keahlian dalam bidang yang diminati, dan wawancara langsung dengan Manajer dimana wawancara ini berisi tentang informasi yang detail dari pelamar. Setelah langkahan proses
seleksi tersebut, keputusan akhir akan diputuskan oleh Owner melalui laporan yang masuk.
4.2.3. Wawancara Informan Otta Sebagai Marketing
Marketing dari De Boliva Café Surabaya Town Square bernama Otta.
Informan berumur 25 tahun, dan sudah bekerja di De Boliva selama 1,5 tahun.
Wawancara dilakukan di outlet De Boliva Surabaya Town Square pada tanggal 7 Juni 2013 pukul 17.00.
De Boliva Café outlet Surabaya Town Square mulai di buka pada pertengahan tahun 2010, dan jam operasionalnya mulai pukul 09.00 sampai 00.00 WIB. Dalam proses seleksi yang dilakukan, biasanya yang terlibat adalah Owner, Manajer, dan informan sendiri. Dalam proses seleksinya, ada beberapa langkah yang harus dilalui oleh calon pegawai. Pertama calon pegawai diminta untuk mengirim surat lamaran dan CV ke outlet De Boliva atau langsung ke kantor pusat, data-data dari calon pegawai ini akan di seleksi. Sedangkan kriteria utama dalam penyeleksian surat lamaran dan CV adalah dari fisik yang dapat dilihat dari foto diri calon pegawai yang telah dikumpulkan bersama surat lamaran, dan pengalaman kerja. Fisik yang dimaksud di sini adalah dari muka (face) yang menarik, minimal bersih, tidak berjerawat. Informan juga menuturkan jika De Boliva lebih memilih pegawai yang belum banyak memiliki pengalaman kerja, hal ini dikarenakan akan lebih mudah untuk mengatur dan memberi pengajaran yang sesuai dengan keinginan dan konsep dari De Boliva sendiri. Setelah lolos seleksi surat lamaran, pihak De Boliva akan menghubungi calon pegawai tersebut untuk melalui proses seleksi langkah selanjutnya. Langkah kedua adalah tes tulis (written test), dimana calon pegawai diminta untuk mengisi data diri, menjelaskan tentang motivasinya, gaji yang diinginkan, dan pengetahuan apa yang diketahui tentang De Boliva. Langkah ketiga adalah wawancara awal menggunakan video. Wawancara video ini bertujuan untuk melihat tingkat kepercayaan diri dari calon pegawainya. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan untuk wawancara video ini telah dicantumkan pada saat calon pegawai
mengisi blanko lamaran. Hal-hal yang dipertanyakan antara lain motivasi calon pegawai memilih De Boliva sebagai tempat kerja, adakah informasi tentang De Boliva yang mereka pernah ketahui. Selanjutnya langkah keempat adalah wawancara akhir dengan owner. Hal yang dipertanyakan dalam wawancara akhir kurang kebih sama dengan wawancara video, hanya saja ada beberapa pertanyaan tambahan seperti berapa gaji yang diinginkan oleh calon pegawai, asal usul, transportasi yang digunakan untuk bekerja. Perbedaannya dengan wawancara yang pertama adalah wawancara akhir ini lebih detail untuk mengetahui informasi dan latar belakang dari calon pegawai, dan wawancaranya langsung bertatap muka. Setelah melalui semua langkah di atas, maka akan diputuskan diterima atau ditolaknya calon pegawai tersebut.
4.2.3.1. Interpretasi Wawancara Otta Sebagai Marketing
Berdasarkan hasil wawancara dengan Otta sebagai Marketing, maka penulis menyimpulkan ada 4 (empat) langkah utama dalam proses seleksi di De Boliva Café. Keempat langkah tersebut adalah seleksi surat lamaran dan CV dimana Owner dan Marketing De Boliva akan menyeleksi sesuai dengan kriteria yang diinginkan, tes tulis dimana calon pegawai diminta mengisi data diri dan motivasi kerjanya, wawancara video yang ditujuakan untuk mengukur tingkat kepercayaan diri dari calon pegawai, dan wawancara akhir untuk mendapatkan informasi lebih detail serta memutuskan hasil akhir kepada calon pegawai.
4.2.4. Wawancara Andi Setiawan Sebagai Pegawai
Andi Setiawan adalah pegawai De Boliva Café sebagai Bartender.
Pendidikan akhir pegawai adalah SMK di SMK Teknik Otomotif Wonocolo.
Informan bekerja di De Boliva Café selama 3 (tiga) tahun. Wawancara dilakukan di outlet De Boliva Surabaya Town Square pada tanggal 11 Juni 2013 pada pukul 19.00.
Langkah pertama kali informan mengirim surat lamaran ke outlet De Boliva Café yang terletak di Gubeng, pada saat yang bersamaan informan
langsung diminta untuk melakukan serangkaian wawancara. Namun sebelumnya, informan diminta untuk mengisi formulir dimana berisi tentang data diri, pertanyaan-pertanyaan tentang motivasi kerja, gaji yang diingingkan, dan lain sebagainya. Informan melalui ada 2 (dua) langkah wawancara yang dilalui. Wawancara awal yang dilalui adalah wawancara video, dimana pada langkah ini informan diminta menjawab pertanyaan yang sebelumnya sudah diberikan di depan kamera. Informan menjawab pertanyaan di depan kamera mengenai pengalaman kerja dan motivasi kerja. Setelah langkah wawancara video, informan melanjutkan langkah wawancara kedua dengan Bapak Andre sebagai Owner. Pada wawancara ini Owner menanyakan mengenai latar belakang keluarga, kesiapan kerja calon pegawai, motivasi memilih De Boliva, dan gaji yang diminta. Pada saat yang bersamaan juga, Owner memutuskan untuk menerima informan sebagai pegawai, dan diminta untuk melalui masa training selama 3 (tiga) bulan.
4.2.4.1. Interpretasi Informan Andi Setiawan Sebagai Pegawai Menurut hasil wawancara penulis dengan pegawai, maka dapat disimpulkan langkah proses seleksi yang dilalui oleh informan ada 4 (empat) langkah. Keempat langkah tersebut adalah mengumpulkan surat lamaran yang nantinya akan di seleksi oleh pihak De Boliva, written test dimana informan mengisi pertanyaan-pertanyaan yang tertulis di formulir, wawancara video dimana informan menjawab di depan kamera mengenai pengalaman kerja dan motivasi kerja, dan wawancara akhir dengan Owner dimana informan diberikan pertanyaan tambahan oleh Owner sekaligus keputusan akhir untuk diterima sebagai pegawai De Boliva Café.
4.2.5. Wawancara Putra Sebagai Pegawai
Putra adalah pegawai Kitchen De Boliva Café Surabaya Town Square.
Wawancara dilakukan di outlet De Boliva Surabaya Town Square pada
tanggal 11 Juni 2013 pukul 19.00. Pendidikan terkahir adalah SMA di SMA 1 Tuban. Informan sudah bekerja di De Boliva selama 1 tahun.
Langkah yang dilakukan informan pertama kali adalah mengirim surat lamaran ke outlet De Boliva Café yang terletak di Gubeng. Pada saat yang bersamaan, informan diminta untuk melakukan mengisi formulir yang berisikan biodata, pengalaman kerja, dan gaji yang diinginkan. Lalu selanjutnya wawancara dilakukan oleh bapak Hadi sebagai Manajer. Dalam langkah ini Manajer menanyakan tentang pengalaman kerja, dan motivasi kerja di De Boliva. Setelah selesai proses tersebut, informan dihubungi oleh pihak De Boliva 2 (dua) hari kemudian dan dinyatakan diterima sebagai pegawai.
4.2.5.1. Interpretasi Putra Sebagai Pegawai
Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan Putra sebagai pegawai, maka dapat disimpulkan bahwa proses seleksi yang dilalui informan ada 3 (tiga) langkah. Ketiga langkah tersebut adalah mengumpulkan surat lamaran yang selanjutnya di seleksi oleh pihak De Boliva, written test dimana informan mengisi pertanyaan-pertanyaan yang ada di formulir, dan wawancara dengan Manajer De Boliva. Pada informan C tidak ada wawancara video yang dilalui, wawancara yang dilakukan hanya 1 (satu) kali dan dilakukan bukan dengan Owner.
4.2.6. Wawancara Hanafi Sebagai Pegawai
Hanafi adalah pegawai De Boliva Café Surabaya Town Square di bagian Kitchen. Informan bekerja di De Boliva selama 6 bulan. Wawancara dilakukan di outlet De Boliva Surabaya Town Square pada tanggal 11 Juni 2013 pukul 19.00. Pendidikan terakhir informan adalah SMA di SMA Muhamadiyah Surabaya.
Pegawai pertama kali mengirim surat lamaran ke outlet De Boliva Café yang terletak di Surabaya Town Square. Pada saat yang bersamaan,
informan diminta untuk mengisi formulir yang berisi biodata dan serangkaian pertanyaan-pertanyaan mengenai motivasi kerja, pengalaman kerja, dan jumlah gaji. Setelah proses pengisian formulir, informan langsung melalui proses wawancara. Wawancara ini dilakukan oleh Bapak Hadi sebagai Manajer. Pada langkah ini Manajer menanyakan tentang pengalaman kerja sebelumnya dan mengenai jumlah gaji yang diinginkan. Pada saat yang bersamaan, informan langsung menerima keputusan untuk diterima menjadi pegawai. Informan mengungkapkan juga bahwa pada saat itu di De Boliva Café sedang sangat membutuhkan pegawai di bagian Kitchen, oleh sebab itu proses seleksi yang dilalui sangat singkat. Informan langsung menjalani masa training yang hanya membutuhkan waktu 1 (satu) bulan.
4.2.6.1. Interpretasi Hanafi Sebagai Pegawai
Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan informan, maka dapat disimpulkan bahwa proses seleksi yang dilalui oleh informan ada 3 (tiga) langkah. Ketiga langkah tersebut adalah pengumpulan surat lamaran ke outlet De Boliva, Wawancara langsung dengan Bapak Hadi sebagai Manajer dimana wawancara ini berisi tentang pengalaman kerja dan jumlah gaji yang diinginkan oleh informan, written test dimana informan mengisi formulir yang berisikan pertanyaan-pertanyaan, dan wawancara langsung oleh Bapak Hadi Manajer De Boliva Café. Penulis menyimpulkan, pada informan D juga tidak ada proses wawancara video.
Wawancara juga tidak dilakukan sendiri oleh Owner De Boliva Café.
4.3. Triangulasi Proses Seleksi Tenaga Kerja
Tabel 4.3 Triangulasi Proses Seleksi Tenaga Kerja
Berdasarkan tabel triangulasi di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa tidak semua pegawai melalui proses wawancara video. Hal ini dikarenakan keadaan De Boliva yang kurang pegawai mendesak untuk mendapatkan segera pegawai baru utuk mengisi bagian yang kosong. Sehingga proses wawancaranya dilakukan secara singkat.
4.4. Observasi
Dalam penelitian ini, penulis juga melakukan observasi. Observasi yang dimaksud adalah observasi berkas-berkas surat lamaran kerja beserta CV, dan tes tulis yang ada di formulir biodata. Dalam observasi tersebut, peneliti melihat 2 (dua) buah foto pelamar, 1 (satu) pria dan 1 (satu) wanita, masing-masing memiliki wajah yang bersih, penampilan rambut yang rapi. Sedangkan pada observasi Curriculum Vitae, peneliti melihat riwayat pendidikan pelamar rata- rata baru lulus Sekolah Menengah Atas atau Kejuruan (SMA/SMK), sehingga
Penyeleksi Diseleksi
Andre
Soenjoto Hadi Otta Andi
Setiawan Putra Hanafi Surat
Lamaran dan CV
Ya Ya Ya Ya Ya Ya
Tes Tulis Ya Ya Ya Ya Ya Ya
Wawancara
Video Ya Tidak Ya Ya Tidak Tidak Wawancara
Akhir Ya Ya Ya Ya Ya Ya
belum memiliki pengalaman kerja. Ada juga Curriculum Vitae yang pelamarnya sudah pernah bekerja, namun hanya 1 (satu) kali dan 2 (dua) kali bekerja. Dalam observasi tes tulis di dalam formulir biodata, peneliti melihat para pelamar mengisi data pribadi dengan lengkap, semua pelamar belum pernah wawancara di De Boliva sebelumnya, belum pernah bekerja di De Boliva sebelumnya, tidak ada yang pernah berurusan dengan polisi, pada pertanyaan kemampuan khusus, 2 (dua) orang pelamar memiliki kemampuan dalam komputer.
4.5. Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan oleh penulis melalui wawancara, terdapat 4 (empat) langkah dalam proses seleksi tenaga kerja di De Boliva Café Surabaya Town Square. Langkah-langkah tersebut antara lain adalah proses seleksi surat lamaran dan CV, pengisian blanko/written test, wawancara video, dan wawancara akhir. Berikut ini adalah proses seleksi tenaga kerja di De Boliva Café.
Sebelum proses seleksi dimulai, para pelamar diminta untuk menyerahkan berkas-berkas lamaran seperti surat lamaran, Curriculum Vitae, dan foto 4 x 6 ke outlet-outlet De Boliva di Surabaya Town Square, Raya Gubeng, Water Place, dan kantor pusat De Boliva di Dharmahusada. Surat lamaran akan diseleksi oleh oleh Owner yaitu Andre Soenjoto. Namun tidak menutup kemungkinan jika Owner menyeleksi surat lamaran dan CV bersama Marketingnya yaitu Otta.
Yang menjadi kriteria utama dalam penyeleksian surat lamaran dan CV adalah foto dari pelamar dan pengalaman kerja. Setelah langkah seleksi surat lamaran dan CV selesai, pelamar akan dihubungi oleh pihak De Boliva untuk melakukan langkah seleksi selanjutnya. Namun tidak menutup kemungkinan sewaktu pelamar mengumpulkan surat lamaran dan CV akan langsung dilakukan proses wawancara.
Sebelum proses wawancara dimulai, pelamar akan melalui langkah pengisian blanko dan tes tulis. Dalam pengisian blanko dan tes tulis ini, calon pegawai diminta untuk mengisi jawaban yang telah tertulis di dalam formulir. Format
blanko tersebut terdiri dari biodata (nama, alamat, tempat/tanggal lahir, usia, nama orang tua) dan pertanyaan-pertanyaan mengenai kepribadian dan kondisi pribadi pelamar. Pertanyaan umum yang tercantum di dalam formulir tersebut juga sangat menentukan lolos atau tidaknya pelamar. Dalam langkah ini, Manajer De Boliva biasanya memberi tes tulis tambahan sesuai dengan bagian yang diinginkan, seperti tes matematika untuk pelamar yang akan ditempatkan di bagian kasir. Berikutnya pelamar akan masuk ke proses wawancara. Wawancara yang pertama adalah wawancara dengan menggunakan video.
Dalam langkah wawancara video ini, pelamar akan diberikan pertanyaan mengenai motivasi kerja dan pengalaman kerja. Pelamar akan menjawab pertanyaan tersebut secara lisan di depan kamera, yang nantinya akan direkam.
Hasil rekaman akan diputar ulang berulang kali untuk di analisa kembali hasil jawaban dari pelamar. Ada kemungkinan langkah wawancara video tidak dilakukan apabila kebutuhan pegawai baru di De Boliva sangat mendesak, sehingga membutuhkan waktu cepat untuk menyeleksi. Proses seleksi yang terakhir adalah wawancara akhir dengan Owner De Boliva. Pertanyaan yang diajukan biasanya lebih mendetail, gunanya untuk mendapatkan informasi yang lebih dalam mengenai calon pegawainya. Tidak jarang juga pada saat wawancara akhir untuk menerima atau menolak pelamar tersebut sebagai pegawai. Namun tidak menutup kemungkinan jika wawancara akhir dilakukan oleh Manajer sesuai dengan utusan Owner, tetapi hasil akhir akan tetap diputuskan oleh Owner.
4.5.1. Analisa Pertimbangan Dalam Memilih Tenaga Kerja
Berdasarkan penelitian penulis baik melalui wawancara dan observasi, maka penulis menyimpulkan ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam tiap langkah proses seleksi tenaga kerja di De Boliva Café Surabaya Town Square. Berikut ini adalah pertimbangan-pertimbangan setiap proses seleksi tenaga kerja:
a. Seleksi Surat Lamaran
Dalam langkah seleksi surat lamaran ini, kriteria utamanya adalah face yang menarik dan pengalaman kerja. De Boliva menilai fisik
calon pegawainya dari foto yang telah dikumpulkan. Fisik yang dimaksud face yang menarik, minimal bersih, tetapi akan lebih baik lagi jika face yang dimiliki cantik dan tampan. De Boliva lebih mengutamakan calon pegawai yang belum banyak memiliki pengalaman kerja, alasannya supaya lebih mudah mengatur dan memberi pengajaran sesuai dengan apa yang diinginkan oleh De Boliva.
b. Pengisian Blanko dan Written Test
Dalam pengisian blanko lamaran, pelamar akan mengisi formulir berisi data pribadi atau biodata, pengalaman kerja, pendidikan, gaji yang diinginkan dan yang paling utama adalah pertanyaan umum mengenai kondisi pribadi pelamar. Kondisi pribadi pelamar itulah yang menentukan pelamar kayak atau tidak, jika kondisi pribadi pelamar tidak memungkinkan untuk bekerja maka dianggap tidak memenuhi syarat. Misalnya, tempat tinggal jauh dari outlet De Boliva dan tidak memiliki kendaraan pribadi, jika pelamar tidak memiliki solusi atas keadaan tersebut maka dianggap tidak memenuhi syarat.
c. Wawancara Video
Wawancara video bertujuan untuk mengatur tingkat kepercayaan diri dari pelamar, dimana pelamar akan menjawab pertanyaan yang telah diberikan sebelumnya di depan kamera dan direkam. Pelamar yang mempunyai kepercayaan diri tinggi dan hasil jawabannya masuk akal adalah yang dianggap memenuhi syarat.
d. Wawancara Akhir
Wawancara akhir biasanya dilakukan langsung oleh Owner. Hal terpenting yang dipertanyakan adalah kesiapan kerja di De Boliva. Jika pelamar menyatakan dirinya sudah siap untuk dipekerjakan di De Boliva, maka pelamar tersebut akan diterima sebagai pegawai.
Tentunya hasil akhir ini juga dipengaruhi oleh langkah proses seleksi lain yang telah dilalui sebelumnya.