• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROTOZOOLOGI DALAM PARASITOLOGI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PROTOZOOLOGI DALAM PARASITOLOGI"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)

PROTOZOOLOGI

DALAM PARASITOLOGI

Oleh Rismawati Pangestika, S.Si., MPH.

PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT (2021)

(2)

PROTOZOA

Protozoa adalah organisme bersel satu yang hidup sendiri

atau dalam bentuk koloni (proto = pertama; zoon = hewan).

(3)

Morfologi Protozoa

❑ Diameter sekitar 1µm- 600 1µm

❑ Lonjong

❑ Bulat

❑ Memanjang

❑ Polimorfik

(berubah-ubah

pada tingkatan

daur hidupnya)

(4)

Struktur Sel Protozoa

Perubahan stadium parasit:

• Stadium aktif : TROFOZOIT

• Stadium tidak aktif: KISTA

Kista merupakan stadium

bertahan dan merupakan

stadium infektif bagi host

manusia.

(5)

Reproduksi Protozoa

Aseksual: pembelahan biner binary fusion): satu menjadi dua, atau pembelahan ganda (multiple fusion): satu menjadi

beberapa (lebih dari dua) sel protozoa yang baru.

Seksual : konjugasi atau bersatunya gamet (fusi gamet)

(6)

Klasifikasi Protozoa Patogen

Protozoa Alat Gerak (Lokomosi)

Patogen pada Manusia

Penyakit

Rhizopoda (Amoeba)

Pseudopodia (kaki semu)

Entamoeba histolytica

Ambiasis

Flagelata

(Mastingopora)

Flagella (bulu cambuk)

Giardia lamblia Giardiasis Trichomonas

vaginalis

Trichomoniasis

Trypanosoma sp. Trypanosomiasis Leishmania spp. Leishmaniasis Ciliata (Chiliopora) Cilliata (rambut

getar)

Balantidium coli Balantidiasis

Sporozoa Tidak ada;

pergerakan

amuboid sedikit

Toxoplasma gondii Toxoplasmosis Plasmodium sp. Malaria

Isospora belli Isosporiosis Cryptosporidium

parvum

Cryptosporidiosis

(7)

INFEKSI RHIZOPODA PADA MANUSIA

(8)

Infeksi Amoeba (Amoebiasis)

Spesies amoeba dalam rongga usus besar manusia antara lain:

Entamoeba histolytica,

parasit / patogen pada manusia

Entamoeba coli,

Entamoeba hartmanni,

Jodamoeba butschlii,

Dientamoeba fragilis,

Endolimax nana,

dan satu spesies amoeba yang hidup

di dalam mulut, yaitu Entamoeba gingivalis.

Tidak patogen pada manusia

(komensal)

(9)

Infeksi Amoeba (Amoebiasis):

Entamoeba histolytica

• Penyakit yang disebabkannya

disebut amubiasis usus (amubiasis intestinalis), sering kali disebut disentri amuba.

• Amubiasis terdapat di seluruh dunia (kosmopolit) terutama di daerah tropis dan daerah beriklim sedang.

(10)

Infeksi Amoeba (Amoebiasis):

Entamoeba histolytica

Hospes difinitif: manusia

Habitat: usus besar / colon

Vektor mekanik: Musca domestca / lalat rumah, Periplanata americana / kecoa

Bentuk infektif: kista berinti 4

Cara infeksi: makanan / minuman terkontaminasi kista (food / water borne disease). Kista yang masuk bersama makanan di dalam colon akan berubah menjadi trofozoit.

(11)

InfeksiAmoeba (Amoebiasis):

Entamoebahistolytica

(12)

Infeksi Amoeba (Amoebiasis):

Entamoeba histolytica

Patogenesis:

Trofozoit melukai mucosa colon, perforasi

Gejala klinis:

1. Menyebabkan amoebiasis disentri 2. Diarhea disertai lendir dan darah

3. Kelainan pada organ: hati, paru-paru, otak

Diagnosis pd penderita:

Memeriksa faeces: kista / trofozoit

Diagnosis lingkungan:

Memeriksa tanah, sayuran, buah-buahan: kista

Pencegahan:

Mengobati sumber infeksi, memperbaiki lingkungan (BAB, higiene sanitasi makanan / minuman)

(13)

INFEKSI FLAGELATA PADA MANUSIA

(14)

Infeksi Flagelata (Giardiasis):

Giardia lamblia

Satu-satunya protozoa yang ada pada saluran pencernaan (usus

12 jari atau duodenum) serta diketahui endemik dan epidemik

penyebab diare pada manusia.

(15)

Infeksi Flagelata (Giardiasis):

Giardia lamblia

Morfologi:

• Trofozoit: terdapat di dlm hospes, diluar hospes segera mati, tidak mencemari lingkungan, dapat bergerak menggunakan flagela

• Kista: di dalam hospes / di luar hospes, di luar hospes dpt hidup lebih lama, mencemari lingkungan, bentuknya oval, mempunyai dinding, infektif (kista yang berinti 4)

Hospes difinitif: manusia (Anak-anak)

Hospes antara: Musca domestica, Periplanata americana

Habitat: duodernum

Bentuk infektif: kista

Cara infeksi: makanan / minuman yang tercemar

(16)

InfeksiFlagelata(Giardiasis):

Giardia lamblia

(17)

Infeksi Flagelata (Giardiasis):

Giardia lamblia

Patogenesis:

Trofozoit menempel mucosa duodenum

Gejala klinis:

1. Gangguan absorbsi lemak / steatorhea 2. Terutama diderita pada anak-anak

Diagnosis penderita:

Pemeriksaan sampel feces: kista

Diagnosis lingkungan:

Pemeriksaan sampel tanah, sayuran, buah, air: kista

Pencegahan:

Mengobati sumber infeksi, memperbaiki lingkungan,

mengurangi vektor mekanik

(18)

Infeksi Flagelata (Trichomoniasis):

Trichomonas vaginalis

Manusia merupakan host parasit ini dan menyebabkan Trichomoniasis pada vagina dan pada pria urethritis sampai

prostatitis.

(19)

Infeksi Flagelata (Trichomoniasis):

Trichomonas vaginalis

Morfologi:

1. Trofozoit: bergerak dengan flagela, hanya hidup dalam hospes, di luar hospes segera mati, anaerob, berinti satu.

2. Bentuk kista tidak ada

Cara hidup:

1. Hospes difinitif: manusia (pria / wanita) 2. Vektor: -

3. Habitat: alat genital

4. Bentuk infektif: trofozoit

5. Cara infeksi: kontak langsung (hubungan seksual)

(20)

Infeksi Flagelata (Trichomoniasis):

Trichomonas vaginalis

Patogenesis:

1. Iritasi dinding alat genital, peradangan, oedema 2. Hipersekresi glandula genital

Gejala klinis:

1. Fluor albus, leocorhea, keputihan 2. Wanita > pria

Diagnosis penderita:

Pemeriksaan sampel: sekret genital diwarnai Giemsa

Pencegahan:

Mengobati sumber infeksi, hindari hubungan sexual dg

penderita

(21)

Infeksi Flagelata (Trichomoniasis):

Trichomonas vaginalis

Siklus Hidup

(22)

INFEKSI CILIATA PADA MANUSIA

(23)

Infeksi Ciliata (Balantidiasis):

Balantidium coli

Balantidiasis merupakan penyakit yang disebabkan oleh Balantidium coli yang mirip dengan amoebiasis, menyebabkan

proteolitik dan sitotoksik yang memediasi invasi jaringan dan

ulserasi usus.

(24)

Infeksi Ciliata (Balantidiasis):

Balantidium coli

Morfologi:

1. Trofozoit: di dalam hospes, di luar hospes segera mati, bergerak aktif dengan cilia

2. Kista: terdapat dalam hospes, dapat hidup lama diluar hospes, bentuk bulat mempunyai dinding, sifatnya infektif

Cara hidup:

1. Hospes difinitif: manusia, babi (zoonosis)

2. Hospes antara: Musca domestica, Periplanata americana 3. Habitat: usus besar / colon

4. Bentuk infektif: kista 5. Cara infeksi:

• Makanan / minuman terkontaminasi kista

Food water borne disease

(25)

Infeksi Ciliata (Balantidiasis):

Balantidium coli

Patogenesis:

Trofozoit melukai mucosa usus

Gejala klinis:

Diare disertai darah

Diagnosis penderita:

Memeriksa sampel faeces penderita: kista

Diagnosis lingkungan:

Memeriksa sampel: tanah, sayur, buah, air: kista

Pencegahan:

1. Mengobati sumber infeksi 2. Memperbaiki lingkingan

3. Mengurangi populasi lalat / kecoa

(26)

Infeksi Ciliata (Balantidiasis):

Balantidium coli

Siklus Hidup

(27)

INFEKSI SPOROZOA PADA MANUSIA

(28)

Infeksi Sporozoa : Plasmodium sp.

Melalui perantaraan tusukan (gigitan) nyamuk Anopheles spp.

Plasmodium menyebabkan penyakit malaria. Ada empat spesies utama Plasmodium, yaitu:

1.

Plasmodium vivax, penyebab malaria tertiana

benigna/malaria vivax (paling banyak di Indonesia)

2.

Plasmodium falciparum, penyebab malaria tertiana maligna (ganas), dan dapat menyebabkan serebral malaria (paling berbahaya)

3.

Plasmodium malariae, penyebab malaria kuartana/malaria malariae (di Indonesia sangat jarang)

4.

Plasmodium ovale, penyebab malaria tertiana

benigna/malaria ovale. Jenis ini jarang sekali dijumpai,

umumnya banyak di Afrika dan Pasifik Barat.

(29)

Infeksi Sporozoa : Plasmodium sp.

Sifatnya intra-selular (di dalam sel eritrosit)

Di dlm siklus hidupnya:

1.

Siklus aseksual (sizogoni) di dalam hospes vertebrata (manusia)

2.

Siklus seksual (sporogoni di dalam hospes invertebrata (nyamuk)

Siklus sizogoni ada beberapa bentuk Plasmodium:

Trofozoit, sizont, merozoit, gametosit (dalam darah manusia)

Siklus sporogoni ada beberapa bentuk Plasmodium:

1.

Zigote, ookinete, ookista, sporokista, sporozoit

2.

Sporozoit ditemukan dalam kelenjar ludah nyamuk

(30)

Infeksi Sporozoa : Plasmodium sp.

Siklus Hidup

(31)

Infeksi Sporozoa : Plasmodium sp.

Siklus Hidup

(32)

Infeksi Sporozoa : Plasmodium sp.

Siklus Hidup

(33)

Infeksi Sporozoa : Plasmodium sp.

• Gejala klinik malaria pada umumnya muncul 9-14 hari setelah gigitan nyamuk Anopheles yang

terinfeksi.

• Demam yang bersifat intermiten (berselang), menggigil yang tiba-tiba, keluar keringat dan

delirium (penurunan kesadaran akibat gangguan pada otak).

• Pada infeksi awal, malaria bisa bermanifestasi

sebagai malaise, sakit kepala, nyeri otot atau pegal- pegal, muntah, atau diare.

• Pada pemeriksaan fisik ditemukan anemia,

pembesaran limpa (splenomegali) atau hati

(hepatomegali).

(34)

Diagnosa / Pemeriksaan Sporozoa : Plasmodium sp.

Pewarnaan Giemsa pada sediaan darah

Analisa Quantitative Buffy Coat (QBC) untuk melihat parasit

malaria

Rapid Diagnostic Tests (RDT) untuk mendeteksi antigen spesifik (protein) yang dihasilkan oleh parasit malaria dan berada dalam sirkulasi darah orang yang

terinfeksi.

Polymerase chain reaction (PCR) sangat berguna untuk menegakkan diagnosa malaria berdasarkan spesiesnya dan mendeteksi infeksi walaupun pada kadar parasitemia yang rendah.

Sumber :http://www.atlm-edu.id/2020/11/pembuatan- preparat-sediaan-darah-malaria.html

(35)

Diagnosa / Pemeriksaan Sporozoa : Plasmodium sp.

Analisa Quantitative Buffy Coat (QBC)

(36)

Pencegahan Malaria

Menghindari atau mengurangi kontak/gigitan nyamuk Anopheles (pemakaian kelambu, repelan, obat nyamuk, dan sebagainya).

Membunuh nyamuk dewasa (dengan menggunakan berbagai insektisida).

Membunuh jentik (kegiatan anti larva) baik secara kimiawi (larvisida) maupun secara biologis (ikan,

tumbuhan, jamur, bakteri).

Mengurangi tempat perindukan (source reduction).

Mengobati klien malaria.

Menggunaan kemoprofilaksis (obat- obat anti malaria) bagi orang yang memasuki daerah endemis malaria.

Jenis kemoprofilaksis :

Sumber : https://www.alomedika.com/profilaksis-malaria

(37)

Infeksi Sporozoa : Toxoplasma gondii

• Morfologi:

Trofozoit: diluar hospes mati, bentuknya seperti koma berinti satu, tidak bergerak aktif, dapat hidup dalam hospes

Kista: dalam hospes dsb kista (terdapat dalam jaringan), diluar hospes disebut ookista (terdapat dalam faeces kucing), bentuk bulat

mempunyai dinding, ookista hidup > lama diluar hospes dan mencemari lingkungan

(38)

Infeksi Sporozoa : Toxoplasma gondii

Cara hidup:

1. Hospes difinitif: kucing

2. Hospes antara: tikus, sapi, babi, kambing, ayam 3. Habitat:

• Hospes difinitif: epitel usus

• Hospes antara: jaringan / otot 4. Bentuk infektif: ookista / kista 5. Manusia dapat terinfeksi:

• Makanan tercemar ookista (lalat, kecoa sebagai vektor mekanik)

• Congenital

• Daging yang mengandung kista tanpa dimasak dengan baik

(39)

Infeksi Sporozoa : Toxoplasma gondii

Gejala klinis:

1. Tanpa gejala, wanita > pria 2. Ibu hamil muda: abortus

3. Ibu hamil tua: bayi lahir cacat (hidrocephalus, microcephali kelainan pada retina, visus menurun

Diagnosis penderita:

Serologis

Diagnosis lingkungan:

1. Pemeriksaan sampel tanah, sayuran, makanan / buah: ookista 2. Pemeriksaan sampel daging / histologis: kista

Pencegahan:

1. Mengobati sumber infeksii memasak daging sbl dimakan 2. Memperbaiki lingkungan

(40)

Infeksi Sporozoa : Toxoplasma gondii

Siklus Hidup

(41)

Infeksi Sporozoa :

Toxoplasma gondii

(42)

Referensi

Padoli. 2016. Mikrobiologi dan Parasitologi Keperawatan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.

Safar, R. 2010. Parasitologi Kedokteran: Protozoologi, Helmintologi dan Entomologi. Yrama Widya. Bandung.

Sriyanti, C. 2016. Patologi. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.

Brooks, G. F., K. C. Carroll, J. S. Butel, S. A. Morse dan T. A.

Mietzner. 2013. A Lange Medical Book: Jawtz, Melnick and Adelberg’s Medical Microbiology, Twenty-Sixth Edition.

McGraw-Hill Medical. New York.

(43)

SEMOGA BERMANFAAT

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

– Pabrik tidak boleh menggunakan bahan-bahan yang dapat mencemari lingkungan seperti CFC. • Industri harus memiliki unit pengolah

Belajar terjadi di luar lingkungan rumah atau keluarga. Tahap ini dimulai ketika seorang anak masuk sekolah, dan siap untuk menerima sesuatu dari lingkungan

Metode penambangan batu andesit dilakukan dengan menggunakan metode tambang terbuka (quarry) dan sebagai akibat dari kegiatan penambangan yang mencemari lingkungan

Ultrasonografi dapat memberikan gambaran lokasi dari intratumoral hemorrhage, perubahan kista yang terdapat di bagian dalam dan luar massa tumor, kalsifikasi, invasi parenkim oleh

Bakteri yang mencemari bahan pangan seperti daging, dapat berasal dari luar seperti udara, air atau pada saat penyembelihan tidak menggunakan perkakas yang bebas dari

Biogas sebagai bahan bakar alternatif memiliki banyak keunggulan, di antaranya murah (hemat), tidak mencemari lingkungan, memasak dengan menggunakan biogas lebih

Jawaban: dengan menggunakan prinsip ekoefisien, pembangunan ramah lingkungan yang rendah pencemaran dapat lebih murah dan lebih menguntungkan daripada pembangunan yang

Getah kuning merupakan salah satu masalah yang terdapat pada buah manggis, ditunjukkan oleh adanya getah kuning yang mencemari kulit di permukaan luar dan