PROTOZOOLOGI
DALAM PARASITOLOGI
Oleh Rismawati Pangestika, S.Si., MPH.
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT (2021)
PROTOZOA
Protozoa adalah organisme bersel satu yang hidup sendiri
atau dalam bentuk koloni (proto = pertama; zoon = hewan).
Morfologi Protozoa
❑ Diameter sekitar 1µm- 600 1µm
❑ Lonjong
❑ Bulat
❑ Memanjang
❑ Polimorfik
(berubah-ubah
pada tingkatan
daur hidupnya)
Struktur Sel Protozoa
Perubahan stadium parasit:
• Stadium aktif : TROFOZOIT
• Stadium tidak aktif: KISTA
Kista merupakan stadium
bertahan dan merupakan
stadium infektif bagi host
manusia.
Reproduksi Protozoa
•
Aseksual: pembelahan biner binary fusion): satu menjadi dua, atau pembelahan ganda (multiple fusion): satu menjadi
beberapa (lebih dari dua) sel protozoa yang baru.
•
Seksual : konjugasi atau bersatunya gamet (fusi gamet)
Klasifikasi Protozoa Patogen
Protozoa Alat Gerak (Lokomosi)
Patogen pada Manusia
Penyakit
Rhizopoda (Amoeba)
Pseudopodia (kaki semu)
Entamoeba histolytica
Ambiasis
Flagelata
(Mastingopora)
Flagella (bulu cambuk)
Giardia lamblia Giardiasis Trichomonas
vaginalis
Trichomoniasis
Trypanosoma sp. Trypanosomiasis Leishmania spp. Leishmaniasis Ciliata (Chiliopora) Cilliata (rambut
getar)
Balantidium coli Balantidiasis
Sporozoa Tidak ada;
pergerakan
amuboid sedikit
Toxoplasma gondii Toxoplasmosis Plasmodium sp. Malaria
Isospora belli Isosporiosis Cryptosporidium
parvum
Cryptosporidiosis
INFEKSI RHIZOPODA PADA MANUSIA
Infeksi Amoeba (Amoebiasis)
Spesies amoeba dalam rongga usus besar manusia antara lain:
• Entamoeba histolytica,
→
parasit / patogen pada manusia•
Entamoeba coli,
•
Entamoeba hartmanni,
•
Jodamoeba butschlii,
•
Dientamoeba fragilis,
•
Endolimax nana,
•
dan satu spesies amoeba yang hidup
di dalam mulut, yaitu Entamoeba gingivalis.
Tidak patogen pada manusia
(komensal)
Infeksi Amoeba (Amoebiasis):
Entamoeba histolytica
• Penyakit yang disebabkannya
disebut amubiasis usus (amubiasis intestinalis), sering kali disebut disentri amuba.
• Amubiasis terdapat di seluruh dunia (kosmopolit) terutama di daerah tropis dan daerah beriklim sedang.
Infeksi Amoeba (Amoebiasis):
Entamoeba histolytica
• Hospes difinitif: manusia
• Habitat: usus besar / colon
• Vektor mekanik: Musca domestca / lalat rumah, Periplanata americana / kecoa
• Bentuk infektif: kista berinti 4
• Cara infeksi: makanan / minuman terkontaminasi kista (food / water borne disease). Kista yang masuk bersama makanan di dalam colon akan berubah menjadi trofozoit.
InfeksiAmoeba (Amoebiasis):
Entamoebahistolytica
Infeksi Amoeba (Amoebiasis):
Entamoeba histolytica
• Patogenesis:
Trofozoit melukai mucosa colon, perforasi
• Gejala klinis:
1. Menyebabkan amoebiasis disentri 2. Diarhea disertai lendir dan darah
3. Kelainan pada organ: hati, paru-paru, otak
• Diagnosis pd penderita:
Memeriksa faeces: kista / trofozoit
• Diagnosis lingkungan:
Memeriksa tanah, sayuran, buah-buahan: kista
• Pencegahan:
Mengobati sumber infeksi, memperbaiki lingkungan (BAB, higiene sanitasi makanan / minuman)
INFEKSI FLAGELATA PADA MANUSIA
Infeksi Flagelata (Giardiasis):
Giardia lamblia
Satu-satunya protozoa yang ada pada saluran pencernaan (usus
12 jari atau duodenum) serta diketahui endemik dan epidemik
penyebab diare pada manusia.
Infeksi Flagelata (Giardiasis):
Giardia lamblia
• Morfologi:
• Trofozoit: terdapat di dlm hospes, diluar hospes segera mati, tidak mencemari lingkungan, dapat bergerak menggunakan flagela
• Kista: di dalam hospes / di luar hospes, di luar hospes dpt hidup lebih lama, mencemari lingkungan, bentuknya oval, mempunyai dinding, infektif (kista yang berinti 4)
• Hospes difinitif: manusia (Anak-anak)
• Hospes antara: Musca domestica, Periplanata americana
• Habitat: duodernum
• Bentuk infektif: kista
• Cara infeksi: makanan / minuman yang tercemar
InfeksiFlagelata(Giardiasis):
Giardia lamblia
Infeksi Flagelata (Giardiasis):
Giardia lamblia
• Patogenesis:
Trofozoit menempel mucosa duodenum
• Gejala klinis:
1. Gangguan absorbsi lemak / steatorhea 2. Terutama diderita pada anak-anak
• Diagnosis penderita:
Pemeriksaan sampel feces: kista
• Diagnosis lingkungan:
Pemeriksaan sampel tanah, sayuran, buah, air: kista
• Pencegahan:
Mengobati sumber infeksi, memperbaiki lingkungan,
mengurangi vektor mekanik
Infeksi Flagelata (Trichomoniasis):
Trichomonas vaginalis
Manusia merupakan host parasit ini dan menyebabkan Trichomoniasis pada vagina dan pada pria urethritis sampai
prostatitis.
Infeksi Flagelata (Trichomoniasis):
Trichomonas vaginalis
• Morfologi:
1. Trofozoit: bergerak dengan flagela, hanya hidup dalam hospes, di luar hospes segera mati, anaerob, berinti satu.
2. Bentuk kista tidak ada
• Cara hidup:
1. Hospes difinitif: manusia (pria / wanita) 2. Vektor: -
3. Habitat: alat genital
4. Bentuk infektif: trofozoit
5. Cara infeksi: kontak langsung (hubungan seksual)
Infeksi Flagelata (Trichomoniasis):
Trichomonas vaginalis
• Patogenesis:
1. Iritasi dinding alat genital, peradangan, oedema 2. Hipersekresi glandula genital
• Gejala klinis:
1. Fluor albus, leocorhea, keputihan 2. Wanita > pria
• Diagnosis penderita:
Pemeriksaan sampel: sekret genital diwarnai Giemsa
• Pencegahan:
Mengobati sumber infeksi, hindari hubungan sexual dg
penderita
Infeksi Flagelata (Trichomoniasis):
Trichomonas vaginalis
Siklus Hidup
INFEKSI CILIATA PADA MANUSIA
Infeksi Ciliata (Balantidiasis):
Balantidium coli
Balantidiasis merupakan penyakit yang disebabkan oleh Balantidium coli yang mirip dengan amoebiasis, menyebabkan
proteolitik dan sitotoksik yang memediasi invasi jaringan dan
ulserasi usus.
Infeksi Ciliata (Balantidiasis):
Balantidium coli
• Morfologi:
1. Trofozoit: di dalam hospes, di luar hospes segera mati, bergerak aktif dengan cilia
2. Kista: terdapat dalam hospes, dapat hidup lama diluar hospes, bentuk bulat mempunyai dinding, sifatnya infektif
• Cara hidup:
1. Hospes difinitif: manusia, babi (zoonosis)
2. Hospes antara: Musca domestica, Periplanata americana 3. Habitat: usus besar / colon
4. Bentuk infektif: kista 5. Cara infeksi:
• Makanan / minuman terkontaminasi kista
• Food water borne disease
Infeksi Ciliata (Balantidiasis):
Balantidium coli
• Patogenesis:
Trofozoit melukai mucosa usus
• Gejala klinis:
Diare disertai darah
• Diagnosis penderita:
Memeriksa sampel faeces penderita: kista
• Diagnosis lingkungan:
Memeriksa sampel: tanah, sayur, buah, air: kista
• Pencegahan:
1. Mengobati sumber infeksi 2. Memperbaiki lingkingan
3. Mengurangi populasi lalat / kecoa
Infeksi Ciliata (Balantidiasis):
Balantidium coli
Siklus Hidup
INFEKSI SPOROZOA PADA MANUSIA
Infeksi Sporozoa : Plasmodium sp.
Melalui perantaraan tusukan (gigitan) nyamuk Anopheles spp.
Plasmodium menyebabkan penyakit malaria. Ada empat spesies utama Plasmodium, yaitu:
1.
Plasmodium vivax, penyebab malaria tertiana
benigna/malaria vivax (paling banyak di Indonesia)
2.
Plasmodium falciparum, penyebab malaria tertiana maligna (ganas), dan dapat menyebabkan serebral malaria (paling berbahaya)
3.
Plasmodium malariae, penyebab malaria kuartana/malaria malariae (di Indonesia sangat jarang)
4.
Plasmodium ovale, penyebab malaria tertiana
benigna/malaria ovale. Jenis ini jarang sekali dijumpai,
umumnya banyak di Afrika dan Pasifik Barat.
Infeksi Sporozoa : Plasmodium sp.
•
Sifatnya intra-selular (di dalam sel eritrosit)
•
Di dlm siklus hidupnya:
1.
Siklus aseksual (sizogoni) di dalam hospes vertebrata (manusia)
2.
Siklus seksual (sporogoni di dalam hospes invertebrata (nyamuk)
•
Siklus sizogoni ada beberapa bentuk Plasmodium:
Trofozoit, sizont, merozoit, gametosit (dalam darah manusia)
•
Siklus sporogoni ada beberapa bentuk Plasmodium:
1.
Zigote, ookinete, ookista, sporokista, sporozoit
2.
Sporozoit ditemukan dalam kelenjar ludah nyamuk
Infeksi Sporozoa : Plasmodium sp.
Siklus Hidup
Infeksi Sporozoa : Plasmodium sp.
Siklus Hidup
Infeksi Sporozoa : Plasmodium sp.
Siklus Hidup
Infeksi Sporozoa : Plasmodium sp.
• Gejala klinik malaria pada umumnya muncul 9-14 hari setelah gigitan nyamuk Anopheles yang
terinfeksi.
• Demam yang bersifat intermiten (berselang), menggigil yang tiba-tiba, keluar keringat dan
delirium (penurunan kesadaran akibat gangguan pada otak).
• Pada infeksi awal, malaria bisa bermanifestasi
sebagai malaise, sakit kepala, nyeri otot atau pegal- pegal, muntah, atau diare.
• Pada pemeriksaan fisik ditemukan anemia,
pembesaran limpa (splenomegali) atau hati
(hepatomegali).
Diagnosa / Pemeriksaan Sporozoa : Plasmodium sp.
• Pewarnaan Giemsa pada sediaan darah
• Analisa Quantitative Buffy Coat (QBC) untuk melihat parasit
malaria
• Rapid Diagnostic Tests (RDT) untuk mendeteksi antigen spesifik (protein) yang dihasilkan oleh parasit malaria dan berada dalam sirkulasi darah orang yang
terinfeksi.
• Polymerase chain reaction (PCR) sangat berguna untuk menegakkan diagnosa malaria berdasarkan spesiesnya dan mendeteksi infeksi walaupun pada kadar parasitemia yang rendah.
Sumber :http://www.atlm-edu.id/2020/11/pembuatan- preparat-sediaan-darah-malaria.html
Diagnosa / Pemeriksaan Sporozoa : Plasmodium sp.
Analisa Quantitative Buffy Coat (QBC)
Pencegahan Malaria
• Menghindari atau mengurangi kontak/gigitan nyamuk Anopheles (pemakaian kelambu, repelan, obat nyamuk, dan sebagainya).
• Membunuh nyamuk dewasa (dengan menggunakan berbagai insektisida).
• Membunuh jentik (kegiatan anti larva) baik secara kimiawi (larvisida) maupun secara biologis (ikan,
tumbuhan, jamur, bakteri).
• Mengurangi tempat perindukan (source reduction).
• Mengobati klien malaria.
• Menggunaan kemoprofilaksis (obat- obat anti malaria) bagi orang yang memasuki daerah endemis malaria.
Jenis kemoprofilaksis :
Sumber : https://www.alomedika.com/profilaksis-malaria
Infeksi Sporozoa : Toxoplasma gondii
• Morfologi:
• Trofozoit: diluar hospes mati, bentuknya seperti koma berinti satu, tidak bergerak aktif, dapat hidup dalam hospes
• Kista: dalam hospes dsb kista (terdapat dalam jaringan), diluar hospes disebut ookista (terdapat dalam faeces kucing), bentuk bulat
mempunyai dinding, ookista hidup > lama diluar hospes dan mencemari lingkungan
Infeksi Sporozoa : Toxoplasma gondii
• Cara hidup:
1. Hospes difinitif: kucing
2. Hospes antara: tikus, sapi, babi, kambing, ayam 3. Habitat:
• Hospes difinitif: epitel usus
• Hospes antara: jaringan / otot 4. Bentuk infektif: ookista / kista 5. Manusia dapat terinfeksi:
• Makanan tercemar ookista (lalat, kecoa sebagai vektor mekanik)
• Congenital
• Daging yang mengandung kista tanpa dimasak dengan baik
Infeksi Sporozoa : Toxoplasma gondii
• Gejala klinis:
1. Tanpa gejala, wanita > pria 2. Ibu hamil muda: abortus
3. Ibu hamil tua: bayi lahir cacat (hidrocephalus, microcephali kelainan pada retina, visus menurun
• Diagnosis penderita:
Serologis
• Diagnosis lingkungan:
1. Pemeriksaan sampel tanah, sayuran, makanan / buah: ookista 2. Pemeriksaan sampel daging / histologis: kista
• Pencegahan:
1. Mengobati sumber infeksii memasak daging sbl dimakan 2. Memperbaiki lingkungan
Infeksi Sporozoa : Toxoplasma gondii
Siklus Hidup
Infeksi Sporozoa :
Toxoplasma gondii
Referensi
•
Padoli. 2016. Mikrobiologi dan Parasitologi Keperawatan.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
•
Safar, R. 2010. Parasitologi Kedokteran: Protozoologi, Helmintologi dan Entomologi. Yrama Widya. Bandung.
•
Sriyanti, C. 2016. Patologi. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
•