Lahan yang dipilih adalah lahan disekitar bundaran ITS dengan luas lahan sebesar + 24.800 m2 dimana keberadaan kampus ITS dan graha ITS itu tetap dipertahankan sebagai Landmark daerah sekitar bundaran ITS.
Pencapaian menuju lahan ini sangat mudah dengan mempertimbangkan lebar jalan yang besar, yaitu jalan ITS yang dirancang sebagai jalan ke dalam lahan,
sedangkan jalan untuk keluar dari slahan adalah jalan Kejawan Putih yang juga dirancang sebagai jalan masuk dan keluar untuk fasilitas service. Jalan Raya Kertajaya Indah merupakan jalan utama menuju lahan yang dimaksud.
Lahan ini memiliki batas-batas sbb : o Batas utara : Graha ITS o Batas timur : Kampus ITS o Batas selatan : Jl. ITS
o Batas barat : Jl. Kejawan Putih
Peruntukan lahan ini diarahkan untuk dapat melayani fasilitas umum dan diarahkan menuju fasilitas pendidikan.
2.1.1 Kriteria pemilihan lahan Keunggulan lahan:
o Letak lahan dekat dengan pusat kota o Mudah dalam pencapaian
o Lebar jalan yang memadai
o Dapat dicapai dari Jalan Raya Kertajaya Indah maupun Jalan Kejawan o Putih.
o Dekat dengan ITS sehingga mudah diingat posisinya.
o Keberadaan Bundaran ITS dapat sebagai landmark daerah ini.
o Banyaknya fasilitas yang berada di lingkungan lahan ini.
o Banyak vegetasi alami
6
Kelemahan lahan:
o Karena dekat dengan pusat kota maka harga tanah mahal.
oAdanya masalah keramaian dan kebisingan dari lingkungan sekitar sehingga perlu penanganan khusus untuk masalah ini dalam desain bangunan.
Gambar2.1.
Rencana pengaturan bangunan daerah sekitar bundaran ITS ini akan mencakup pengaturan garis sempadan bangunan, koefisien dasar bangunan dan koefisien lantai bangunan dan pengaturan ketinggian bangunan.
2.2.1. Garis Sempadan Bangunan
Garis sempadan bangunan (GSB) adalah jarak antara batas luar Daerah Milik Jalan (Damija) dengan dinding terluar bangunan. Lebar Garis Sempadan Bangunan ditentukan oleh lebar Daerah Milik Jalan dan daerah pengawasan jalan masing-masing jalan yang bersangkutan. Garis Sempadan Bangunan site ini adalah 8 meter.
2.2.2. Koefsien Dasar Bangunan
Koefisien Dasar Bangunan (KDB) merupakan angka nisbah antara luas lantai dasar bangunan dengan luas persil dimana bangunan tersebuat akan didirikan. Koefisien Dasar Bangunan kawasan yang akan direncanakan penentuannya dipertimbangkan terhadap beberapa faktor yaitu :
oKondisi faktual penggunaan lahan o Ketersediaan lahan
o Kepadatan penduduk
oPerkiraan kebutuhan ruang dari berbagai jenis penggunaan bangunan dan penyediaan tempat parkir.
Untuk bangunan fasihtas pendidikan ditentukan agar lahan yang boleh terbangun antara 50% sampai 60% atau dengan kata lain lahan ini memiliki KDB 50% - 60%.
2.2.3. Koefisien Lantai Bangunan
Koefisien Lantai Bangunan (KLB) pada dasamya adalah perbandingan antara luas lantai bangunan secara keseluruhan dengan luas lahan dimana bangunan tersebut berada. Pengaturan koefisien ini berkaitan dengan kebutuhan pengaturan ruang udara yang terletak disekitar bangunan dan pengaturan fisik site
yang berkaitan dengan kemampuan site. Koefisien Lantai bangunan site ini adalah berkisar antara 0,5% - 1,2% sampai dengan 0,5% - 1,8%.
2.2.4. Pengaturan ketinggian bangunan
Ketinggian bangunan pada daerah sekitar bundaran ITS ini untuk fasilitas umum direncanakan untuk memanfaatkan lahan dengan ketinggian bangunan yang berkisar antara 1 lantai hingga 3 lantai.
2.3. Pengaturan parkir 2.3.1. Parkir pengelola/siswa Luas lahan
Luas parkir / mobil Jumlah mobil Luas parkir/motor Jumlah motor
Luas parkir mobil total Luas parkir motor total Luas parkir total +Sirkulasi 30%
= ± 24.800 m2
= 25 m2/mobil
= 28 mobil
= 2,1 m2/motor
= 81 motor
= 28 X 25 m2/mobil = 700 m2
= 81 X 2,1 m2/motor =170,1 m2
= 920,1m2
= 1146,13m2
2.3.2. Parkir pengunjung Luas lahan
Luas parkir / mobil Jumlah mobil
luas parkir/motor Jumlah motor
Luas parkir mobil total Luas parkir motor total Luas parkir total
+Sirkulasi 30%
= ± 24.800 m2
= 25 m2/mobil
= 28 mobil
= 2,1 m2/motor
= 102 motor
= 28 X 25 m2/mobil = 700 m2
= 102 X 2,1 m2/motor = 214,2 m2
= 914,2 m2
= 1188,46 m2
Luas parkir bis Jumlah bis
Luas parkir bis total +Sirkulasi 30%
Luas Parkir keseluruhan
= 50m2
= 3 bis
= 3 X 50 m2
= 180m2
= 2514,73 m2
= 150 m2