• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PROFIL KANTOR SAMSAT UPT MEDAN SELATAN DINAS PENDAPATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II PROFIL KANTOR SAMSAT UPT MEDAN SELATAN DINAS PENDAPATAN PROVINSI SUMATERA UTARA"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

PROFIL KANTOR SAMSAT UPT MEDAN SELATAN DINAS PENDAPATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

1) Sejarah Singkat

1. Gambaran Umum Dinas Pendapatan Provinsi Sumatera Utara

Sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Utara Nomor : 3 Tahun 2001 tentang organisasi Dinas – Dinas Provinsi Sumatera Utara, pada Pasal 31 disebutkan bahwa kedudukan Dinas Pendapatan adalah :

1. Dinas Pendapatan Provinsi adalah unsur pelaksana Pemerintah Provinsi yang dipimpin oleh seorang Kepala Dinas, berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah.

2. Dinas Pendapatan mempunyai tugas menyelenggarakan sebagian kewenangan Pemerintah Provinsi dan Tugas Dekonsentrasi dibidang Pendapatan.

Dalam Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor 060.254.K Tahun 2002 tentang Tugas Pokok Fungsi dan Tata Kerja Dinas Pendapatan serta organisasi dan tata kerja Unit Pelaksana Teknis pada Dinas Pendapatan Provinsi menyebutkan bahwa Tugas Pokok Dinas Pendapatan Provinsi Sumatera Utara adalah membantu Gubernur dalam melaksanakan tugas otonomi, Tugas Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan dibidang Pendapatan.

(2)

Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud, Dinas Pendapatan Provinsi Sumatera Utara menyelenggarakan fungsi :

a). Penyiapan konsep kebijakan daerah, ketentuan dan standar pelaksanaan kewenangan Daerah/Kabupaten/Kota serta Standar pelaksanaan tugas-tugas dibidang Pendapatan Daerah.

b). Penyelenggaraan koordinasi dan kerja sama dengan pihak terkait, pembinaan, pengendalian Teknis dan evaluasi penggalian potensi, pemberdayaan potensi, pemungutan Sumber Pendapatan Daerah, sesuai ketentuan dan standar yang ditetapkan.

c). Penyusunan dan pelaksanaan rencana jangka panjang menengah dan tahunan dibidang pendapatan daerah, sesuai kebijakan, ketentuan dan standar yang ditetapkan.

d). Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Gubernur dan Sekretaris Daerah sesuai bidang tugas dan fungsinya.

e). Pemberian masukan yang perlu kepada Gubernur kepada Sekretaris Daerah sesuai standar yang ditetapkan.

Dalam upaya keberhasilan pelaksanaan tugas dibidang Pendapatan Daerah dengan mempedomani Undang-undang No. 34 Tahun 2000, PP No. 65 Tahun 2001 tentang Pendapatan Provinsi Sumatera Utara telah menyusun dan merumuskan pokok-pokok kebijakan berupa program kegiatan pengelolaan penerimaan dan pengembangan sumber daya pendapatan daerah. Hal ini dicantumkan dalam PERDA Provinsi Sumatera Utara No. 6 Tahun 2001 tentang Program Pembangunan Daerah (PROPERDA) Provinsi Sumatera

(3)

Utara dan Perda No. 7 Tahun 2001 tentang Rencana Strategis (RENSTRA) Provinsi Sumatera Utara.

Tentang Implementasi otonomi daerah yang cukup kompleks mengharuskan daerah harus berbenah diri agar target-target yang dapat membutuhkan pengelolaan yang optimal baik dari segi pelayanan terhadap objek-objek pajak maupun dalam hal alokasi pemanfaatannya. Dalam penanganan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB), yang dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang Pajak dan Retribusi Daerah merupakan pajak provinsi.

Transformasi organisasi untuk dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat juga untuk mewujudkan manajemen yang professional untuk mengantisipasi perubahan lingkungan yang begitu cepat, membutuhkan sikap dasar yang sesuai dengan rencana strategis Dinas Pendapatan yaitu sebagai berikut:

1. Kemampuan dan kecerdasan serta profesionalisme dalam pemberdayaan organisasi.

2. Menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan saling menghargai.

3. Menyederhanakan proses pelayanan administrasi Pajak Kendaraan Bermotor dan Biaya Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor.

Adapun Visi dan Misi Dinas Pendapatan Provinsi Sumatera Utara adalah:

(4)

Visi : Menjadi Dinas Pendapatan Daerah yang Profesional dan Berkualitas dalam Pemberdayaan Potensi Daerah Menuju Otonomi Daerah yang Maju dan Mandiri

Misi : 1. Meningkatkan Kemandirian Daerah Dalam Pembiayaan Penyelenggaraan Pemerintahan Umum Dan Pembangun

2. Meningkatkan Kualitas Pelayanan yang Profesional.

Untuk pelaksanaan tugas pokok dan fungsi sebagai dimana tersebut diatas Kepala Dinas dibantu oleh :

a. Sekretaris, dibantu oleh:

1) Sub Bagian Umum 2) Sub Bagian Keuangan 3) Sub Bagian Program

b. Bidang Pengembangan dan Pengendalian dibantu oleh:

1) Seksi Pengembangan dan Pengendalian Pendapatan Daerah 2) Seksi Evaluasi dan Pengendalian Pendapatan Daerah 3) Seksi Hukum dan Publikasi

c. Bidang Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air (PKB- KAA), dibantu oleh:

1) Seksi Teknis PKB-KAA

2) Seksi Keberatan dan Sengketa PKB-KAA 3) Seksi Pembukuan dan Pelaporan

d. Bidang Pajak Air dan Pajak Lainnya dibantu oleh:

(5)

1) Seksi Teknis Perpajakan 2) Seksi Keberatan dan Sengketa 3) Seksi Pembukuan dan Pelaporan

e. Bidang Retribusi dan Pendapatan lainnya, dibantu oleh : 1) Seksi Retribusi

2) Seksi Pendapatan Lainnya 3) Seksi Pembukuan dan Pelaporan

f. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas, dibantu oleh:

1) Sub Bagian Tata Usaha 2) Sub Teknis PKB-KAA

3) Seksi Pendapatan dan Pajak Lainnya

g. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Informasi Pendapatan Daerah 1) Sub Bagian Tata Usaha

2) Seksi Pengelolahan Data Pendapatan Daerah

3) Seksi Informasi dan Manajemen Pendapatan Daerah

h. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penyuluhan Pendapatan Daerah 1) Sub Bagian Tata Usaha

2) Seksi Penyuluhan Pendapatan Daerah 3) Seksi Keterbukaan Informasi Publik 4) Kelompok Jabatan Fungsional

2. Kantor Samsat UPT Medan Selatan

(6)

Kantor SAMSAT Medan Selatan berdiri pada tanggal 15 Juni 1987.

Kantor SAMSAT Medan Selatan merupakan salah satu unit pelayanan teknis dari 3 (tiga) instansi inti didalamnya, yaitu: Dinas Pendapatan Provinsi Sumatera Utara, POLRI, dan Jasa Raharja, yang melayani masyarakat yang akan membayar atau melunasi kewajibannya membayar pajak kendaraan bermotor. Sedangkan Bank SUMUT sebagai perpanjangan tangan Dispendasu dalam membantu pemungutan pajak dan Bank BRI sebagai perpanjangan tangan POLRI dalam menerima pembayaran PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) seperti STNK, TNKB dan BPKB.

Dalam rangka mengoptimalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak guna menunjang pembangunan nasional, Penerimaan Negara Bukan Pajak pada Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai salah satu sumber penerimaan negara perlu dikelola dan dimanfaatkan untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Kepolisian Negara Republik Indonesia telah memiliki jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2004 tentang Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia. Namun, dengan adanya jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang baru dan perubahan tarif, perlu mengatur kembali jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan Peraturan Pemerintah.

Dalam rangka pengembangan dan pemekaran organisasi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat wajib pajak/retribusi, maka sampai

(7)

saat ini telah dibentuk sebanyak 32 kantor cabang yang terkait dengan kantor bersama UPTD/SAMSAT didaerah (kabupaten/kota), yaitu:

1) UPTD/SAMSAT Medan Utara.

2) UPTD/SAMSAT Medan Selatan.

3) UPTD/SAMSAT Binjai.

4) UPTD/SAMSAT Stabat.

5) UPTD/SAMSAT Lubuk Pakam.

6) UPTD/SAMSAT Tebing Tinggi.

7) UPTD/SAMSAT Kabanjahe.

8) UPTD/SAMSAT Sidikalang.

9) UPTD/Kisaran.

10) UPTD/SAMSAT Rantau Prapat.

11) UPTD/SAMSAT Pematang Siantar.

12) UPTD/SAMSAT Balige.

13) UPTD/SAMSAT Nias.

14) UPTD/SAMSAT Sibolga.

15) UPTD/SAMSAT Padang Sidempuan.

16) UPTD/SAMS AT Panyabungan.

17) UPTD/SAMSAT Tarutung.

18) UPTD/SAMSAT Tanjung Balai.

19) Pangkalan Brandan.

20) Kota Pinang.

21) Sibuhuan.

(8)

22) Serdang Berdagai.

23) Aek Kanopan.

24) Barus.

25) Natal.

26) Gunung Tua.

27) Perdagangan.

28) Pangururan.

29) Salak.

30) Teluk Dalam.

31) Dolok Sanggul.

32) Lima Puluh.

Pedoman dalam pelaksanaan sistem administrasi manunggal satu atap adalah didasarkan pada surat keputusan bersama menteri pertahanan keamanan/panglima angkatan bersenjata, menteri keuangan, dan menteri dalam negeri nomor: Pol. KEP/13/XII/76.KEP.1693/MK/IV/12/1976, dan nomor 311 tahun 1976 tentang peningkatan kerjasama antara pemerintah daerah tingkat I (Provinsi), komando kepolisian, aparat departemen keuangan dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat serta peningkatan pendapatan daerah khususnya mengenai pajak-pajak kendaraan bermotor, tertanggal 28 Desember 1976:

1) Dalam rangka pelayanan kepada pemilik kendaraan bermotor dan peningkatan pendapatan daerah, kerjasama antara aparat pemerintah

(9)

daerah tingkat I, aparat komando daerah kepolisian, dan aparat keuangan seluruh Indonesia harus ditingkatkan.

2) Penelitian ulang surat tanda nomor kendaraan bermotor (STNK) dilakukan setiap tahun oleh kepolisian negara.

3) Berlakunya masa tahun pajak kendaraan bermotor dan tahun pembayaran dana kecelakaan lalu lintas jalan, sama dengan masa berlakunya penelitian ulang STNK, yaitu satu tahun.

4) Menginstruksikan kepada gubernur kapala daerah tingkat I seluruh indonesia, kepala kepolisian Republik Indonesia daerah komando tingkat I dan direktur utama Perum asuransi kerugian jasa raharja untuk melaksanakan keputusan bersama ini, serta selanjutnya atas pedoman ini dituangkan dalam naskah kerjasama untuk mewujudkan sistem administrasi manunggal dibawah satu atap (one line operation under one roof operation).

5) Guna tercapainya tujuan pelaksanaan surat keputusan ini, dipandang perlu aparat departemen dalam negeri, aparat POLRI, dan aparat departemen keuangan dilingkungan pusat memberikan pembinaan dan bimbingan lanjutan kepada aparat didaerah.

6) Pelaksanaan ketentuan-ketentuan yang dimaksud dalam surat keputusan bersama, lebih lanjut akan diatur secara bersama-sama ataupun oleh masing-masing instansi ditingkat pusat.

(10)

7) Segala pembiayaan yang diperlukan untuk pembinaan dan bimbingan dimaksud dalam dictum lima belas, diberikan pada pembiayaan subsidi/perimbangan keuangan daerah otonom.

Tujuan Pendirian SAMSAT

Adapun tujuan didirikannya kantor SAMSAT adalah untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kepentingan masyarakat yang kegiatannya diselenggarakan dalam satu gedung, dengan menerapkan beberapa prinsip pelayanan umum, yaitu: kesederhanaan, kejelasan, kepastian waktu, akurasi, keamanan, tanggung jawab, kelengkapan sarana dan prasarana, kemudahan akses, kedisiplinan, kesopanan, keramahan, dan kenyamanan.

2) Struktur Organisasi Kantor SAMSAT Medan Selatan

Struktur organisasi dapat diartikan sebagai serangkaian hubungan antara individu-individu dalam suatu kelompok. Struktur ini kemudian digambarkan dalam bagan organisasi. Bagan Organisasi ini akan memperlihatkan garis-garis besar hubuungan antara fungsi-fungsi dalam organisasi, arus tanggung jawab dan wewenang. Dalam pengertian luas, dapat diartikan bahwa struktur organisasi itu tergantung pada tugas-tugas yang dilaksanakan dan wewenang yang dipergunakan oleh individu-individu dari kelompok dalam mencapai tujuan yang telah dilaksanakan. Adapun struktur organisasi yang dimiliki sebagai berikut:

(11)

PERATURAN DAERAH PROVINSI SUMATERA UTARA

NOMOR : 44 TAHUN 2010

TANGGAL : 16 JUNI 2010

TENTANG : BAGAN ORGANISASI UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PADA DINAS PENDAPATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

Gambar 2.1

Struktur Organisasi SAMSAT UPT Medan Selatan

KEPALA UNIT PELAKSANTEKNIS

KASUBBAG

SEKSI RETRIBUSI DAN

PENDAPATAN SEKSI

PENAGIHAN PAJAK

KELOMPOK JABATAN

(12)

Visi dan Misi SAMSAT UPT Medan Selatan

Adapun yang menjadi visi dan misi SAMSAT UPT Medan Selatan

Visi : Terwujudnya Pelayanan Prima Sebagai Bukti Pengabdian Kepada Masyarakat

Misi : 1. Meningkatkan Mutu Pelayanan Kepada Masyarakat.

2. Meningkatkan Keamanan Registrasi Identifikasi Kendaraan Bermotor.

3. Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Penerimaan Negara.

4. Meningatkan Kualitas Sumber Daya Manusia.

5. Menyediakan Sarana dan Prasarana untuk mendukung terwujudnya pelayanan prima.

C. Uraian Tugas dan Fungsi

1) Kepala Unit Pelaksana Tenis

1. Unit Pelaksana Teknis Dinas mempunyai tugas membantu kepala dinas dalam pengadministrasian, Ketatausahaan Penagihan Pajak, Retribusi dan pendapatan lain – lain.

2. Untuk melaksanakan tugas Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas menyelenggarakan fungsi:

a) Penyelenggaraan pembinaan pegawai pada lingkungan Unit Pelaksana Teknis,

(13)

b) Penyelenggaraan penyusunan dan penyempurnaan standar, norma- norma, kriteria-kriteria, pengadministrasian, pendapatan potensi, penyuluhan, penagian/pengutipan, penyetoran, serta pelaporan hasil pengutipan/penagihan PKB-KAA, BBNKB-KAA, PP-ABT/APU, PBB-KB, Retribusi dan Pendapatan lain-lain,

c) Penyelenggaraan optimalisasi pengadministrasian, pendataan potensi, penagihan/pengutipa PKB-KAA, BBNKB-KAA, PP-ABT/APU, PBB- KB, Retribusi dan Pendapatan lain-lain serta melaksanakan pelaporan sesuai ketentuan dan standar yang berlaku,

d) Penyelenggaraan pelayanan administrasi internal dan eksternal UPT, e) Penyelenggaraan pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan

tugas dan fungsinya,

f) Penyelenggaraan pengkoordinasian terhadap kabupaten/kota dan instansi vertikal,

g) Penyelenggaraan tugas lain yang diberikan Kepala Dinas, sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya,

h) Penyelenggaraan pemberian masukan dalam bidang tugasnya kepada Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya,

i) Penyelenggaraan pelaporan dan pertanggung jawaban atas pelaksanaan tugas kepada Kepala Dinas, sesuai dengan standar yang ditetapkan, 3. Kepala Unit Pelaksaan Teknis Dinas, mempunyai uraian tugas:

a) Menyelenggarakan pembinaan, bimbingan, arahan dan penegakan disiplin pegawai pada lingkup Unit Pelaksanaan Teknis Dinas,

(14)

b) Menyelenggarakan pemberian arahan dan bimbingan kepada pegawai dilingkungan Unit Pelaksanaan Teknis Dinas,

c) Menyelenggarakan keamanan dan kenyamanan tugas pada lingkungan kantor,

d) Menyelenggarakan penyusunan perencanaan dan program Unit Pelaksanan Teknis Dinas,

e) Menyelenggarakan penyusunan konsep standar, norma-norma, dan kriteria-kriteria di bidang tugas administrasian keuangan, kepegawaian urusan umum dan pelayanan Unit Pelaksanaan Teknis Dinas,

f) Menyelenggarakan pendataan potensi pajak retribusi dan pendapatan lain- lain,

g) Menyelenggarakan penyuluhan dan sosialisasi dibidang perpajakan, dan retribusi,

h) Menyelenggarakan penagihan dan pengutipan pajak dan retribusi, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,

i) Menyelenggarakan penyetoran dan pelaporan ke kas daerah atas penagihan dan pengutiapan yang dilakukan,

j) Menyelenggarakan pelayanan administrasi pajak dan non pajak,

k) Menyelenggarakan pengawasan dan pengendalian tugas-tugas dan kegiatan yang dilaksanakan, sesuai dengan tugas dan fungsinya,

l) Menyelenggarakan pengamatan dan kajian atas dasar potensi pendapatan baru,

(15)

m) Menyelenggarakan koordinasi tetap terhadap Kabupaten/Kota dan Instansi Vertikal di daerah,

n) Menyelenggarakan laporan-laporan kepada Kepala Dinas,

o) Menyelenggarakan evaluasi atas pelaksanaan tugas dan kegiatan yang dilaksanakan,

p) Menyelenggarakan pembinaan dan memelihara data bahan dibidang pajak- pajak, retribusi dan pendapatan lain-lain,

q) Menyelenggarakan pemberian masukan kepada Kepala Dinas untuk pengambilan kebijakan,

r) Menyelenggarakan tugas lain yang diberikan Kepala Dinas, sesuai tugas dan fungsinya,

s) Menyelenggarakan pelaporan dan pertanggung jawaban atas pelaksanaan tugasnya sesuai dengan standar yang ditetapkan.

4. Untuk membantu melaksanakan tugas, fungsi dan uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), (2), dan (3) Kepala Unit Pelaksanaan Teknis Dinas dibantu:

a) Kepala Sub Bagian Tata Usaha, b) Kepala Seksi Penagihan Pajak,

c) Kepala Seksi Retribusi dan Pendapatan Lain-lain, d) Kelompok Jabatan Fungsional,

1. Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas:

(16)

1) Melaksanakan pembinaan, bimbingan dan arahan kepada pegawai pada lingkup Sub Bagian Tata Usaha.

2) Melaksanakan pengumpulan bahan/data

3) atausahaan. Melaksanakan penyusunan rencana kebutuhan dan program Kerja Sub Bagian Tata Usaha.

4) Melaksanakan penyusunan rencana kebutuhan peralatan UPT, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

5) Melaksanakan kegiatan ketatausahaan, pembinaan, pemeliharaan, penataan dan pengendalian Surat Masuk dan Surat keluar, dan Kearsipan.

6) Melaksanakan kegiatan pembinaan, disiplin dan administrasi Kepegawaian dibidang Penyusunan daftar urutan kepangkatan (DUK), kenaikan pangkat, layanan data pegawaian.

7) Melaksanakan kegiatan administrasi keuangan UPT dibidang pembayaran gaji, gaji berkala pegawai dan Urusan Kepegawaian lainnya.

8) Melaksanakan proses pemberian kesejahteraan pegawai dibidang administrasi kesehatan dan fasilitas kesejahteraan lainnya.

9) Melaksanakan persiapan kegiatan peningkatan Sumber Daya Aparatur, pegawai pada lingkungan UPT.

10) Melaksanakan layanan administrasi keuangan pada UPT.

11) Melaksanakan pengelolaan peralatan rumah tangga dan urusan dalam UPT.

12) Melaksanakan perawatan dan pemeliharaan dokumen pada UPT.

(17)

13) Melaksanakan fasilitasi kegiatan olahraga, kesenian, kerohanian dan rekreasi.

14) Melaksanakan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.

15) Melaksanakan koordinasi dengan Satuan/Unit Kerja terkait pada wilayah kerjanya.

16) Melaksanakan tugas lain, yang diberikan kepada Kepala UPT, sesuai dengan tugasnya.

17) Melaksanakan pertanggungjawaban atas tugas-tugasnya kepada Melaksanakan pelaporan tugas/kegiatan Sub Bagian kepada Kepala UPT, sesuai standar yang ditetapkan.

18) Kepala UPT, sesuai standar yang ditetapkan.

2. Kepala Seksi Penagihan Pajak, mempunyai tugas:

1) Melaksanakan pembinaan, bimbingan dan arahan kepada pegawai pada lingkungan Seksi Penagihan Pajak.

2) Melaksankan pengumpulan bahan/data dibidang potensi pajak pada wilayah kerjanya.

3) Melaksanakan penetapan, penagihan, penerimaan wajib pajak.

4) Melaksanakan pemprosesan usul/pengajuan keberatan dari wajib pajak.

5) Melaksanakan pembuatan dan penyusunan daftar jumlah tagihan, tunggakan, dan denda Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik

(18)

Nama Kendaraan Bermotor, Kendaraan di Atas Air, Bea Balik Nama Kendaraan di Atas Air, sesuai ketentuan yang ditetapkan.

6) Melaksanakan pembuatan daftar jumlah tagihan, tunggakan dan denda pajak, pengambilan dan pemanfaatan ABT/APU dan PBB- KB, sesuai ketentuan yang ditetapkan.

7) Melaksanakan penyusunan rencana kebutuhan dan program Seksi Penagihan Pajak.

8) Melaksanakan kegiatan pembinaan, bimbingan dan petunjuk serta disiplin kerja kepada staf/pegawai pada lingkup Seksi Penagihan Pajak.

9) Melaksanakan peningkatan kegiatan penagihan pada lingkup Seksi Penagihan Pajak.

10) Melaksanakan layanan Administrasi pada Seksi Penagihan Pajak 11) Melaksanakan kebutuhan peralatan pada lingkup Seksi

Penagihan.

12) Melaksanakan perawatan, pemeliharaan, dan keamanan dokumen pada Seksi Penagihan Pajak.

13) Melaksanakan fasilitasi kegiatan Seksi terhadap Unit Organisasi Lain.

14) Melaksanakan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

15) Melaksanakan koordinasi dengan Satuan/Unit Kerja terkait pada wilayah kerjanya.

(19)

16) Melaksanakan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan Seksi kepada Kepala UPT.

17) Melaksanakan tugas lain yang diberikan kepada Kepala UPT, sesuai dengan tugasnya.

18) Melaksanakan pelaporan tugas/kegiatan Seksi kepada Kepala UPT, sesuai standar yang ditetapkan.

19) Melaksanakan pertanggungjawaban atas tugas-tugasnya kepada Kepala UPT, sesuai standar yang ditetapkan.

3. Kepala Seksi Retribusi dan Pendapatan Lain-lain, mempunyai tugas:

1) Melaksanakan pembinaan, bimbingan, dan arahan kepada pegawai lingkup Seksi Retribusi dan Pendapatan lain-lain.

2) Melaksankan pengumpulan bahan/data dibidang potensi retribusi dan pendapatan lain-lain.

3) Melaksanakan penetapan, penagihan, penerimaan wajib retribusi/pajak dan pendapatan lain-lain.

4) Melaksanakan pemprosesan usul/pengajuan keberatan dari wajib retribusi.

5) Melaksanakan pembuatan dan penyusunan daftar jumlah tagihan, tunggakan, dan denda pendapatan lain-lain, sesuai ketentuan yang ditetapkan.

6) Melaksanakan pembuatan daftar jumlah tagihan, tunggakan dan denda retribusi.

(20)

7) Melaksanakan rencana kebutuhan dan program kegiatan Seksi Retribusi dan pendapatan lain-lain.

8) Melaksanakan peningkatan kegiatan penagihan Retribusi dan Pendapatan lain-lain.

9) Melaksanakan kebutuhan peralatan pada lingkup Seksi Retribusi dan Pendapatan lain-lain.

10) Melaksanakan perawatan, pemeliharaan, dan keamanan dokumen pada Seksi Retribusi dan Pendapatan lain-lain.

11) Melaksanakan layanan administrasi pada lingkup Seksi Retribusi dan Pendapatan lain-lain.

12) Melaksanakan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.

13) Melaksanakan koordinasi dengan Satuan/Unit Kerja terkait pada wilayah kerjanya.

14) Melaksanakan tugas lain yang diberikan kepada Kepala UPT, sesuai dengan tugasnya.

15) Melaksanakan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan-kegiatan padaSeksi Retribusi dan Pendapatan lain-lain, sesuai standar yang ditetapkan.

16) Melaksanakan pelaporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan atas tugas-tugasnya kepada Kepala UPT, sesuai standar yang ditetapkan.

4. Kelompok Jabatan Fungsional, mempunyai tugas:

(21)

1. Pada Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendapatan Provinsi Sumatera Utara, dapat dibentuk Kelompok Jabatan Fungsional, berdasarkan kebutuhan dan hasil analisis beban kerja, yang ditetapkan dengan Peraturan Gubernur, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

2. Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Unit Pelaksana Tekis Dinas Pedapatan Provinsi Sumatera Utara.

3. Kelompok Jabatan Fungsional dapat dibagi dalam sub-sub kelompok yang masing-masing dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior, sesuai ketentuan peraturan perundang- undangan.

4. Jumlah Kelompok Jabatan Fungsional ditentukan berdasarkan kebutuhan, sifat, jenis, dan beban kerja.

5. Pembinaan terhadap Kelompok Jabatan Fungsional dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

D. Kegiatan Instansi

Kegiatan yang dilakukan Samsat Medan Selatan yaitu:

1) Pengesahan STNK tiap tahun (Teliti ulang 1 tahun).

2) Ganti STNK (Teliti ulang 5 tahun)

3) Ganti STNK hilang, rubah bentuk, ganti warna, pindah alamat.

4) Bea Balik Nama (BBN) II.

(22)

1) Kinerja Terkini

Kinerja terkini SAMSAT Medan Selatan adalah rancangan inovasi yang diharapkan dapat meningkatan pelayanan Samsat Medan Selatan sebagai pengembangan dari beberapa pelayanan yang sudah ada, yaitu :

a. Menyediakan Custumer Service Information Desk. Demi memudahkan para Wajib Pajak yang membutuhkan informasi yang jelas mengenai proses pengurusan STNK, BBN. Disini juga disediakan contoh-contoh pengisian formulir secara jelas.

Dengan menyediakan pemandu untuk memberikan informasi yang jelas kepada wajib pajak maka diharapkan Wajib Pajak merasa nyaman dengan pelayanan “no tipping”.

b. Menyediakan Mesin Simulator informasi pajak kenderaan bermotor.

c. Menyediakan ruang tunggu yang bersih, nyaman dan aman, menyediakan minuman teh, kopi, makanan ringan dan hotspot wifi, serta dihiasi dengan tanaman hias hidup yang terawat untuk menambah nuansa yang nyaman dan indah.

d. Adanya ruang relax bagi wajib pajak (ruang karaoke dan kursi pijat reflexy).

e. Menyediakan ruang nursing bagi Wajib Pajak yang membawa bayi untuk keperluan menyusui dan ruang Lansia.

f. Membuat alur layanan yang efisien dan efektif sehingga dapat mempersingkat waktu dengan adanya ruangan “cluster” untuk proses Pengesahan 1 Tahun, Ganti STNK dan BBN II - KB.

(23)

Tabel 2.2

Inovasi Peningkatan Pelayanan SAMSAT UPT Medan Selatan

KEGIATAN SEBELUM SESUDAH

Pengesahan 1 Tahun 15 – 30 menit 5 menit

Ganti STNK 3 hari 1 jam

BBN II – KB 3 hari 1 jam

Catatan : - Proses kegiatan ini diluar waktu antrian

- BPKB ditentukan waktunya oleh pihak Kepolisian

2) Rencana Kegiatan

Rencana kegiatan SAMSAT UPT Medan Selatan adalah Strategi Dan Pengorganisasian Proses. Strategi peningkatan pelayanan pajak kenderaan bermotor pada Samsat Medan Selatan dengan perencanaan sebagai berikut :

1. Workshop mengenai Pelayanan prima Samsat Medan Selatan yang diikuti oleh semua unsur yg ada di kantor SAMSAT Medan Selatan. Workshop ini bertujuan agar setiap aktor di kantor Samsat Medan Selatan mempunyai visi yang sama untuk pelayanan prima bagi wajib pajak yang datang ke kantor Samsat Medan Selatan. Sehingga akan tercipta suasana kebersamaan dalam mencapai visi menjadikan kantor Samsat Medan Selatan sebagai kantor

(24)

b. Memberikan informasi dan layanan prima kepada masyarakat yang melakukan proses pembayaran pajak kendaraan bermotor di Kantor Samsat Medan Selatan.

c. Menyampaikan himbauan dan informasi kepada masyarakat melalui media cetak dan elektronik.

d. Memberikan pelayanan yang mudah, cepat, pasti dan one day service sehingga dapat memberikan kepuasan kepada wajib pajak.

Implementasi strategi ini didukung oleh kebijakan Kepala Dinas Pendapatan Provinsi Sumatera Utara. Kendala dalam implementasi yang dihadapi Samsat Medan Selatan masih adanya birokrasi di kepolisian, karena sejak berdirinya tahun 1987 Samsat Medan Selatan dibawah naungan Samsat Medan Utara termasuk dalam pelaksanaan kegiatan kesamsatan.

Sejak tahun 2008 Samsat Medan Selatan mulai melakukan terobosan dan kerjasama dengan instansi kepolisian dan berhasil memperoleh ISO 9001:2008 dan Piala Citra tahun 2008

Referensi

Dokumen terkait

Kepala Seksi Retribusi mempunyai tugas sebagai berikut:.. 1) Melakukan pendataan potensi, penetapan dan penagihan, menerima dan memproses usul/pengajuan keberatan dari wajib pajak

Terdapat 22 orang (73%) menyatakan setuju, dan terdapat 8 orang (22%) menyatakan sangat setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pegawai kantor dinas pendapatan

Dalam pengembangan dan optimalisasi pelayanan yang lebih luas kepada wajib pajak, Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Utara sampai saat ini telah membentuk 14 cabang

1) Menyempurnakan dan menyusun konsep standar-standar pendataan potensi, pengadministrasian dan pengutipan dan pelaporan hasil pengutipan PKB, PKDA, Pajak ABT/APU, PBB-KB,

UPT Medan Utara terdiri dari 5 seksi, yaitu: Seksi Bagian Tata Usaha, Seksi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Seksi Pendapatan Lain-lain (PLL), Seksi Pengambilan dan

Uraian Tugas Pokok Dan Fungsi Dinas Pendapatan Provinsi Sumatera Utara Sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 19 Tahun 2010 Tentang Uraian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja

Kepala Seksi Bimbingan Industri Kecil, Menengah, Promosi dan Investasi Kepala Dinas Bina Perdagangan Dalam Negeri (PDN), mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam bidang

Seksi piutang negara I dan II masing-masing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan teknis, penggalian potensi, pemantauan, evaluasi pelaksanaan pengurusan