22
METODE PENELITIAN
Waktu dan Lokasi Penelitian
Pengambilan data lapang dilakukan pada tanggal 16 - 18 Mei 2008 di perairan gugusan pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta (Gambar 11). Lokasi ditentukan berdasarkan informasi yang diperoleh dari nelayan dan masyarakat di sekitar kepuluaan Seribu. Luas area sampling adalah 100 m
2, dengan transek sampling visual berukuran 2 x 2 m
2sebanyak 9 titik pengukuran (dokumentasi survei ditampilkan pada Lampiran 1). Pengolahan data akustik dan identifikasi lamun dilakukan di Laboratorium Akustik dan Instrumentasi Kelautan dan analisis sampel sedimen dilakukan di P2O-LIPI, Jakarta.
Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini diuraikan pada Tabel 2, yang terbagi menjadi 3 (tiga) peralatan utama yaitu peralatan survei lapang, peralatan sampling, dan peralatan analisis sampel. Instrumen akustik untuk perekaman data pada area sampling menggunakan scientific echo sounder portable SIMRAD EY 60 dengan frekuensi 120 kHz, daya 50 W dan pembatas (threshold) -130 dB.
Tabel 2 Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian
No. Alat dan Bahan Type/Sumber Kegunaan
I.
II.
III.
Peralatan Survei Lapangan - SIMRAD EY60
- GPSMAP 198c Sounder Peralatan Sampling
- Buku identifikasi - Roll meter - Alat tulis
- Plastik sampling, alkohol - Tali
- Transek kuadrat - Plastik sampel sedimen Peralatan Analisis Sampel
- Buku identifikasi lamun - Alat tulis
- Timbangan bertingkat, saringan dan oven
- SIMRAD - Garmin
- Waycott et al. 2004
- Waycott et al. 2004
- P2O-LIPI
- perekaman data akustik - mentukan posisi sampling
- identifikasi lamun - alat ukur panjang lamun - mencatat data lamun - wadah sample lamun - batas area sampling - sampling lamun - wadah sampel sedimen
- identifikasi lamun
- identifikasi sedimen
23 Gambar 11 Peta lokasi penelitian perairan gugusan pulau Pari
Lokasi penelitian
24 Metode Pengumpulan Data
Identifikasi Lamun
Survei awal untuk menentukan lokasi lamun dilakukan dengan penyelaman, lokasi yang dipilih merupakan perairan pantai yang terdapat vegetasi lamun dengan kedalaman 1 hingga 4 meter. Setelah ditemukan lokasi yang tepat kemudian dibuat transek bujur sangkar dengan luas 10 x 10 m menggunakan tali yang dipatok pada dasar perairan. Pada transek tersebut dibuat transek-transek kecil menggunakan kuadrat 2 x 2 m diberi tanda nomor untuk menandai masing-masing transek, kemudian diberi pelampung (buoy) pada sudut terluar transek untuk membantu sebagai tanda pada saat perekaman akustik, hal ini dilakukan sehingga lokasi perekaman akustik tepat berada di atas titik-titik transek (Gambar 12).
← 10 m →
← 10 m →