Gangguan Suasana Perasaan
Pendahuluan
• Mood : suasana perasaan yang pervasif dan menetap yang dirasakan dan memperngaruhi perilaku seseorang dan persepsinya terhadap dunianya.
Pendahuluan
• Mood dapat : normal, elevasi/meningkat atau depresi
• Manusia yg sehat dapat mengontrol mood dan afeknya.
• Gangguan mood adalah sekelompok kondisi klinis yg dikarakteristikkan dengan hilangnya perasaan kendali dan pengalaman subjektif akan adanya penderitaan yang berat
Pendahuluan
• Mood meninggi (elevated) mania;
menunjukkan sikap meluap-luap gagasan yang meloncat-loncat (flight of ideas), penurunan kebutuhan tidur, peninggian harga diri, dan gagasan kebesaran
• Mood terdepresi depresi; merasa hilangnya energi dan minat, perasaan bersalah, kesulitan berkonsentrasi, hilangnya nafsu makan, dan
Pendahuluan
• Pasien dengan 1 episode depresi mayor major depressive disorder atau depresi
unipolar
• Pasien dengan episode manik saja atau
Sejarah
• Emil Kraeplin menggambarkan bipolar sebagai psikosis manik-depresif
• Bedanya dg skizofrenia (demensia precox) : tidak adanya perjalanan penyakit yg
Epidemiologi
• Prevalensi gangguan depresi berat 15%, kemungkinan tertinggi 25% pada wanita
• Pada pasien perawatan primer 10%, pasien rawat inap 15%
• Prevalensi gangguan bipolar I = 2%
Epidemiologi
Jenis Kelamin
• Gangguan depresi berat wanita : laki-laki 2 : 1 • Gangguan bipolar I : pria = wanita
Usia
• Usia onset gangguan bipolar I (rata-rata 30 tahun) lebih muda drpd gangguan depresi berat (rata-rata 40 tahun) Status Perkawinan
• Gangguan depresi berat terutama terjadi pada orang yang tidak memiliki hub interpersonal yang erat, atau berpisah atau bercerai
• Gangguan bipolar I lebih sering pada orang yg bercerai atau hidup sendiri
Etiologi
• Faktor biologis • Faktor genetika • Faktor psikososial
Faktor Biologis
• Disregulasi heterogen pada amin biogenik norepinefrin dan serotonin paling berperan dalam patofisiologi
gangguan mood
• Norepinefrin: down regulation reseptor adrenergik beta
dan respon antidepresan klinis sistem adrenergik terlibat dalam depresi
• Serotonin: penurunan serotonin mencetuskan depresi,
pasien bunuh diri memiliki konsentrasi metabolit serotonin yang rendah pada cairan serebrospinal
• Dopamin: obat yang menurunkan konsentrasi dopamin (contoh: reserpin) dan penyakit yang menurunkan
konsentrasi dopamin (contoh: Parkinson) disertai gejala depresi
Faktor Genetik
• Penelitian pada kembar monozigot: 50%
kembar monozigot dari pasien depresi akan menderita depresi
• Pada kembar dizigotik: 25% kembar dizigot dari pasien depresi akan menderita depresi
Faktor Psikososial
• Peristiwa kehidupan dan stres lingkungan:
stres mendahului episode pertama gangguan mood daripada episode selanjutnya stres menyebabkan perubahan biologi pada otak yang bertahan lama perubahan fungsional berbagai neurotransmiter dan sistem pemberi signal intraneuronal hilangnya neuron dan penurunan besar dari kontak sinaptik
Faktor Psikososial
• Faktor kepribadian premorbid Ciri
Kepribadian dependen, obsesif-kompulsif, histrionik memiliki kemungkinan lebih besar terjadi depresi daripada ciri kepribadian
antisosial dan paranoid
Kriteria Episode Depresif Berat
A. 5 atau lebih gejala berikut ditemukan selama 2 minggu:
1. Mood terdepresi hampir sepanjang hari
2. Hilangnya minat atau kesenangan dalam semua atau hampir semua aktivitas
3. Penurunan berat makan yg bermakna atau penambahan berat badan, atau
penurunan/peningkatan nafsu makan hampir setiap hari
4. insomnia/hipersomnia hampi setiap hari 5. agitasi atau retardasi psikomotor
6. Kelelahan atau hilangnya energi
7. Perasaan tidak berharga atau rasa bersalah
8. Hilangnya kemampuan berpikir atau memusatkan perhatian, atau tidak dapat mengambil keputusan 9. Pikiran akan kematian yg berulang, ide bunuh diri,
atau usaha/rencana bunuh diri
B. Gejala tidak memenuhi kriteria untuk episode campuran
C. Gejala menyebabkan penderitaan bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi sosial, pekerjaan, atau fungsi penting lainnya.
D. Gejala bukan karena efek fisiologis langsung dari zat E. Gejala tidak lebih baik diterangkan oleh Dukacita
Gangguan depresi mayor, episode tunggal
A. Terdapat suatu Episode Deprasi mayor tunggal
B. Episode Depresi Mayor tidak lebih baik dijelaskan oleh Gangguan
Skizoafektif dan tidak bertumpang tindih dengan Skizofrenia, gangguan skizofreniform, gangguan waham, atau gangguan psikotik yang tidak dapat ditentukan
C. Tidak pernah terdapat episode manik, episode campuran, atau episode hipomanik
Jika saat ini memenuhi kriteria suatu episode depresi mayor, sebutkan status dan/atau gambaran klinis saat ini :
ringan, sedang, berat, tanpa ciri psikotik/berat dengan ciri psikotik kronik
Dengan ciri katatonik Dengan ciri melankolik Dengan ciri atipikal
Dengan onset postpartum
Gangguan depresi mayor, episode berulang
A. Terdapat dua atau lebih Episode Depresi mayor
catatan : dipertimbangkan sebagai episode yang terpisah, harus terdapat suatu interval paling kurang 2 bulan berturut-turut dimana kriteria Episode depresi mayor tidak terpenuhi
B. Episode Depresi Mayor tidak lebih baik dijelaskan oleh Gangguan
Skizoafektif dan tidak bertumpang tindih dengan Skizofrenia, gangguan skizofreniform, gangguan waham, atau gangguan psikotik yang tidak dapat ditentukan
C. Tidak pernah terdapat episode manik, episode campuran, atau episode hipomanik
Jika saat ini memenuhi kriteria suatu episode depresi mayor, sebutkan status dan/atau gambaran klinis saat ini :
ringan, sedang, berat, tanpa ciri psikotik/berat dengan ciri psikotik kronik
Dengan ciri katatonik Dengan ciri melankolik Dengan ciri atipikal
Dengan onset postpartum
Kriteria untuk Episode Manik
A. Periode tersendiri kelainan dan mood yg meninggi, ekspansif, atau
mudah tersinggung secara persisten, berlangsung sekurangnya 1 minggu (atau durasi kapan saja jika diperlukan perawatan inap)
B. Selama periode gangguan mood, 3 (atau lebih) gejala berikut ini
menetap (4 jika mood hanya mudah tersinggung) dan telah ditemukan pada derajat yg bermakna :
1. harga diri melambung atau kebesaran 2. penurunan kebutuhan untuk tidur
3. Lebih banyak bicara dibandingkan biasanya atau tekanan untuk terus bicara
4. gagasan yg melompat (flight of ideas) 5. perhatian mudah beralih
6. peningkatan aktivitas yg diarahkan oleh tujuan
7. keterlibatan yg berlebihan dalam aktivitas yg menyenangkan yg memiliki kemungkinan tinggi adanya akibat yg menyakitkan (contoh : belanja yg tidak dibatasi)
Kriteria untuk Episode Manik
C. Gejala tidak memenuhi kriteria untuk episode campuran
D. Gangguan mood menyebabkan gangguan dalam fungsi pekerjaan atau dalam aktivitas sosial atau hubungan dengan orang lain, atau
membutuhkan perawatan inap untuk mencegah bahaya bagi diri sendiri atau orang lain, atau
terdapat gejala psikotik
E. Gejala bukan karena efek fisiologis langsung dari zat atau suau kondisi medis umum
Kriteria untuk Episode Hipomanik
A. Periode terpisah adanya mood yg meninggi, ekspansif, atau mudah tersinggung, berlangsung selama 4 hari
B. Selama periode gangguan mood, 3 (atau lebih) gejala berikut ini
menetap (4 jika mood hanya mudah tersinggung) dan telah ditemukan pada derajat yg bermakna :
1. harga diri melambung atau kebesaran 2. penurunan kebutuhan untuk tidur
3. Lebih banyak bicara dibandingkan biasanya atau tekanan untuk terus bicara
4. gagasan yg melompat (flight of ideas) 5. perhatian mudah beralih
6. peningkatan aktivitas yg diarahkan oleh tujuan
7. keterlibatan yg berlebihan dalam aktivitas yg menyenangkan yg memiliki kemungkinan tinggi adanya akibat yg menyakitkan (contoh : belanja yg tidak dibatasi)
Kriteria untuk Episode Hipomanik
C. Episode disertai oleh suatu perubahan fungsi yg jelas dan tidak karakteristik dari orang tsb jika tidak simptomatik
D. Gangguan mood dan perubahan fungsi dapat dilihat oleh orang lain
E. Episode tidak cukup parah untuk menyebabkan gangguan jelas dalam fungsi sosial atau
pekerjaan, atau untuk membutuhkan perawatan inap, dan tidak terdapat gejala psikotik
E. Gejala bukan karena efek fisiologis langsung dari zat atau suau kondisi medis umum
• Bipolar I sindroma dengan kumpulan gejala mania
• Bipolar II adanya episode hipomania dan episode depresif
• Pasien terdepresi kadang-kadang tidak
menyadari depresinya dan tidak mengeluh suatu gangguan mood, walaupun
menunjukkan penarikan diri dari keluarga, teman, dan aktivitas yg sebelumnya menarik diri mereka
Pemeriksaan Status Mental Depresi
• Penampilan : postur membungkuk, tidak terdapat pergerakan spontan, pandangan mata putus asa dan memalingkan pandangan
• Mood/afek : hipotim. Setengahnya menyangkal perasaan depresif. Terdapat penarikan sosial dan penurunan aktivitas secara menyeluruh
• Bicara : kecepatan dan volume bicara yg
menurun, berespon tehadap pertanyaan dg kata tunggal, respon lambat
Pemeriksaan Status Mental Depresi
• Gangguan Persepsi : bisa terdapat waham atau halusinasi
– Mood congruent : waham bersalah, tidak berguna, miskin, memiliki penyakit somatik terminal
– Mood incongruent : bertema kebesaran berupa tenaga, pengetahuan, dan harga diri melambung
• Pikiran : pandangan negatif tentang dunia dan dirinya sendiri. Isi pikir tentang kehilangan, bersalah, bunuh diri, dan
kematian. Terdapar thought blocking dan kemiskinan isi pikir. • Daya ingat : mengeluh gangguan konsentrasi dan mudah lupa • Pengendalian impuls : 10-15% melakukan bunuh diri
Pemeriksaan Status Mental Manik
• Penampilan : tereksitasi,sering hiperaktif • Mood/afek : biasanya euforik, dapat lekas
marah, emosi labil.
• Bicara : tidak dapat disela saat berbicara.
Bicara lantang, cepat, sulit dimengerti, kadang penuh gurauan, kelucuan.
Pemeriksaan Status Mental Manik
• Gangguan Persepsi : 75% ditemukan waham.
– Mood congruent : kesehatan, kemampuan, dan kekuatan luar biasa
– Mood incongruent
• Pikiran : tema kepercayaan dan kebesaran diri • Daya ingat : baik
• Pengendalian impuls : 75% senang mengancam atau menyerang
Diagnosis Banding Depresi
• Gangguan medis: mononukleosis, gangguan
fungsi tiroid dan adrenal, obat-obatan jantung, hipertensi, sedatif, hipnotik, antipsikotik,
antiepileptik, anti parkinson, analgesik, antibakteri dan antineoplastik
• Kondisi neurologis: penyakit Parkinson, penyakit yang menimbulkan demensia (termasuk
demensia Alzheimer), epilepsi, penyakit serebrovaskuler, dan tumor
• Gangguan mental lainnya
Diagnosis Banding Manik
• Dapat disebabkan berbagai gangguan medis dan neurologis (seperti pada depresi) dan pada penggunaan
• Gangguan mental lainnya : gangguan bipolar I, Bipolar II, siklotimik, gangguan mood akibat
kondisi medis umum/zat, atau skizofrenia
Terapi
• Perawatan di rumah sakit • Farmakoterapi
• Terapi psikososial • Terapi kognitif
• Terapi interpersonal • Terapi perilaku
• Terapi berorientasi psikoanalitik • Terapi keluarga
Farmakoterapi
Depresi antidepresan
• Trisiklik : amitriptilin
• SSRI (Selective serotonin re-uptake inhibitors or serotonin-specific reuptake inhibitor) : fluoxetine, paroxetine, sertraline, escitalopram
• SNRI (Serotonin norepinephrine reuptake inhibitors ) : venlafaxine, duloxetine
• NDRI (Norepinephrine and dopamine reuptake inhibitors) : Buproprion
Farmakoterapi
Gangguan Bipolar
• Lithium
• Anticonvulsant : Carbamazepin dan valproat • Lamotrigin
Prognosis
• Gangguan depresi berat cenderung menjadi kronis, dan cenderung untuk relaps
• Menghentikan antidepresan sebelum 3 bulan hampir selalu menyebabkan kembali
terjadinya gejala
• Prognosis gangguan bipolar I lebih buruk drpd depresi berat