BAB III METODE PENELITIAN. A. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang

10  Download (0)

Full text

(1)

26 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan penggunaan atau pengguanan transportasi online Gojek dan penelitian ini dilakukan pada pengguna transportasi online Gojek di Kota Malang.

B. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang dilakukan yakni dengan menggunakan metode penelitian Explanatory Research dimana menurut Laksmitadewi et al (2015) Explanatory Research merupakan penelitian yang digunakan untuk menjelaskan hubungan antar variabel yang diteliti dan menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Penelitian ini akan meneliti pengaruh harga dan promosi terhadap keputusan penggunaan transportasi online Gojek.

C. Populasi dan Teknik Penentuan Sampel 1. Populasi

Penelitian ini mengunakan populasi masyarakat infinit atau populasi yang tidak diketahui jumlah populasinya pasti. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang telah menggunakan jasa transportasi online di Kota Malang.

2. Teknik Penentuan Sampel

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan

teknik non probability sampling yang artinya melakukan pengambilan

(2)

27

sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Sehingga penentuan sampel menggunakan alat purposive sampling yakni penentuan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2014).

Pertimbangan dari sampel adalah masyarakat Kota Malang yang pernah menggunakan jasa transportasi online Gojek.

Penelitian ini menggunakan metode nonprobabilitysampling untuk mempermudah penentuan jumlah sampel yang diambil maka akan ditentukan dengan menggunakan rumus Widiyanto (2008)

n = Z

2

4(Moe)

2

Keterangan :

n = Jumlah sampel

Z = Skor pada tingkat signifikansi tertentu (derajat keyakinan ditentukan 95%) maka Z = 1,96

Moe= Kesalahan penarikan sampel maksimum 10%.

Dilihat dari rumus diatas didapatkan hasil perhitungan sebagai berikut:

n = (1,96)

2

4(10%)

2

n = 96,04

Dari hasil perhitungan didapatkan sampel sebesar 96 atau

dibulatkan menjadi 100 responden agar representatif atau dapat

mewakili konsumen Gojek Malang.

(3)

28 D. Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional variabel dalam penelitian ini untuk menjadi indikator yang dimana indikator-indikator tersebut diperoleh dari para ahli dan penelitian terdahulu. Variabel independen dalam penelitian ini adalah harga dan prmosi dan variabel dependen penelitian ini adalah keputusan penggunaan. Definisi operional pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel 3.1.

Tabel 3.1 Definisi Operasional Variabel

Variabel Definisi Operasional Indikator Sumber

Harga Kewajaran harga yang ditawarkan ke konsumen untuk menggunakan jasa transportasi online Gojek.

- Keterjangkauan harga jasa transportasi online Gojek oleh konsumen

- Kesesuaian harga dengan jasa yang diterima oleh konsumen ketika menggunakan jasa transportasi online Gojek - Daya saing harga Gojek

terhadap transportasi online lainnya

- Kesesuaian harga dengan manfaat yang diperoleh

konsumen ketika

menggunakan Gojek.

Wulandari dan Prihatini

;2018.

Promosi Iklan yang menarik agar konsumen tertarik menggunakan jasa tranportasi Gojek.

- Penyampaian pesan yang menarik dalam penayangan iklan di media promosi - Pesan dalam iklan jelas - Pesan dalam iklan dapat

dipahami

- Kemudahan dalam

mendapatkan informasi promosi

Miyatul Fatuh;2017

Keputusan Penggunaan

Keyakinan konsumen untuk memutuskan menggunakan jasa transportasi online Gojek

- Keyakinan menggunakan Gojek

- Kecepatan dalam

memutuskan menggunakan Gojek

- Malakukan Penggunaan Kembali

- Memberikan rekomendasi kepada orang lain

Miyatul Fatuh;2017

(4)

29 E. Jenis dan Sumber Data

Data yang dibutuhkan pada penelitian ini meliputi:

1. Data Primer

Data primer merupakan data yang didapat dari sumber pertama baik dari induvidu atau perseorangan, Data primer yang digunakan dalam penilitan ini yaitu hasil penyebaran kuisioner pada sampel yang telah ditentukan yaitu berupa data mentah yang digunakan untuk mengetahui respon dari responden yang ada mengenai pengaruh harga dan promosi terhadap keputusan penggunaan.

2. Data Sekunder

Data sekunder dapat dikatakan sebagai data yang diperoleh dari membaca, mempelajari dan memahami melalui sumber yang sudah ada. Data sekunder dalam penelitian ini berupa dokumentasi perusahaan analisis industri oleh media dan data Top Brand Index.

F. Teknik Pengumpulan Data 1. Kuesioner

Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menyebarkan

kuesioner kepada responden. Kuesioner merupakan salah satu cara pengumpulan

data dengan cara menyebarkan daftar pertanyaan pada lembar kertas kepada

responden, dengan harapan responden memberi respon atas daftar pertanyaan-

pertanyaan tersebut (Umar, 2002).

(5)

30 2. Dokumentasi

Dokumentasi dapat berupa catatan-catatan peristiwa yang sudah berlalu.

Dokumentasi dapat berbentuk gambar, tulisan atau karya-karya monumental dari seseorang. Dokumentasi dalam penelitian ini yaitu dengan mencari sumber-sumber data yang relevan di internet data-data yang dibutuhkan dalam penelitian ini seperti data analisis industri dan Top Brand Index

G. Skala Data

Teknik pengukuran data pada penelitian ini adalah dengan skala likert.

Mekanisme pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan membagikan kuesioner dengan skala tingkat likert terdiri dari:

Sangat setuju = 5

Setuju = 4

Ragu-ragu = 3

Tidak Setuju = 2 Sangat tidak setuju = 1 H. Uji Instrumen

1. Uji Validitas

Uji Validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Perhitungan ini dilakukan dengan Corrected Item total Correlation menggunakan SPSS (Statistical Package for Social Science). Analisis data Corrected Item Total Correlation dilakukan dengan cara membandingkan nilai r hitung

(Corrected Item Total Correlation) dengan r tabel dengan ketentuan degree of

freedom (df) = n-2, dimana n adalah jumlah sampel. Kriteria penilaian uji validitas

menurut Sugiyono (2013) adalah:

(6)

31

Apabila r hitung ≥ r tabel (pada taraf signifikansi 5%) maka dapat dikatakan item kuesioner tersebut valid.

Apabila r hitung < r tabel (pada taraf signifikansi 5%) maka dapat dikatakan item kuesioner tersebut tidak valid.

2. Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah tingkat keandalan kuesioner. Kuesioner yang reliabilitas adalah kuesioner yang apabila dicoba berulang-ulang kepada kelompok yang sama akan menghasilkan data yang sama (Simmamora, 2002). Dalam penelitian ini untuk menemukan tingkat reliabilitas menggunakan program statistic spss dengan menggunakan uji statistic alpha cronbach yang dimana suatu variabel dikatakan realiabel jika jika nilai alpha Cronbach > 0,60.

I. Metode Analisis Data 1. Analisis Deskriptif

Deskripsi jawaban responden untuk mengetahui informasi mengenai frekuensi dan pengartian jawaban dari responden tentang penyataan yang telah dipilih pada kuesioner yang diberikan menggunakan distribusi frekuensi pernyataan tertutup dengan kriteria interpretasi menggunakan skor 1 sampai 5 sehingga perhitungan nilai indeks jawaban didapatkan dengan menjumlahkan nilai indeks per indikator dengan rumus:

Nilai Indeks = {(%F1x1)+(%F2x2)+(%F3x3)+(%F4x4)+(%F5x5)}/5

Nilai indeks indikator berasal dari perkalian antara skor penilaian responden dikalikan dengan nilai presentase jumlah responden yang memilih setiap item pernyataan. Pada penelitian ini menggunakan rentang skor dari 1 sampai 5, skor 1 yaitu “Sangat Tidak Setuju” sampai skor 5 “Sangat Setuju”, contoh perhitungannya seperti dibawah berikut:

F1 ialah frekuensi responden yang menjawab 1 dari skor dalam daftar pernyataan

(7)

32

F2 ialah frekuensi responden yang menjawab 2 dari skor dalam daftar pernyataan F3 ialah frekuensi responden yang menjawab 3 dari skor dalam daftar pernyataan F4 ialah frekuensi responden yang menjawab 4 dari skor dalam daftar pernyataan F5 ialah frekuensi responden yang menjawab 5 dari skor dalam daftar pernyataan Agar mendapatkan kecenderungan jawaban responden mengenai masing- masing variabel maka didasarkan pada nilai skor rata-rata dari hasil perhitungan.

Angka diperoleh bila seluruh jawaban responden pada angka 1 maka indeksnya sebesar (100x1)/5=20. Angka 100 diperoleh apabila seluruh jawaban responden pada angka 5 maka indeksnya sebesar (100x5)/5=100. Kriteria lima kotak atau five box method digunakan dengan rentang 80 dibagi lima menghasilkan interpretasi

nilai indeks pada tabel 3.2

Tabel 3.2

Kriteria Interpretasi Angka Indeks Nilai Indeks Interpretasi 20,00 – 36,00 Sangat Rendah

36,01 – 52,00 Rendah

52,01 – 68,00 Sedang

68,01 – 84,00 Tinggi

84,01 – 100 Sangat Tinggi Sumber: (Ferdinand, 2006)

2. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas

Tujuan normalitas adalah untuk menguji apakah dalam model regresi variabel

penggangu atau residual memiliki dsitribusi normal (Ghozali, 2016). Alat uji yang

digunakan pada penelitian ini adalah uji kolmogrov smirnov, yang dimana pada uji

yang dilakukan melihat dari hasil angka probabilitasnya, jika nilai probabilitasnya

(8)

33

< 0,05 maka data tersebut tidak terdistribusi normal, dan jika nilai probabilitasnya

> 0,05 maka data tersebut berdistribusi normal.

b. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas berfungsi untuk menguji apakah dalam model hubungan adanya korelasi antara vareiabel independent atau tidak. Model hubungan yang baik adalah model yang tidak memiliki korelasi antar variable independent. Untuk menetahui hal tersebut dapat dilihat dari Variantion Inflation Factor (VIF). Apabila VIF > 10 maka terjadi multikolineritas dan bila VIF < 10 maka sebaliknya.

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedastisitas berfungsi untuk menguji keadaan masing-masing keasalahan penggangu mempunyai varian yang berlainan. Hal tersebut diuji menggunakan koefisien korelasi rank spearman yaitu mengkolerasikan antara absolute residual hasil regresi dengan semua variable bebas. Bila hasil korelasi lebih kecil dari 5% atau 0,5 maka persamaan regresi mengandung heterokedastisitas.

3. Analisis Regresi Linear Berganda

Penelitian ini menggunakan analisis linear berganda. Analisis regresi diawali dengan melihat hasil koefisien detreminasi. Koefisien determinasi pada regresi liniear sering diartikan sebagai seberapa besar kemampuan semua variabel bebas dalam menjelaskan varians dari variabel terikatnya. Secara sederhana koefisien determinasi dihitung dengan mengkuadratkan Koefisien Korelasi (R).

Regresi liner berganda adalah suatu Teknik analisis yang digunakan untuk

mengetahu pengaruh variable bebas terhadap variable terikat. Analisis ini

digunakan untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen

berhubungan positif atau negatif dan untuk memprediksi nilai dari variabel

(9)

34

independen mengalami kenaikan atau penurunan. Persamaan lregersi inear berganda :

Y’ = a + b1X1 + b2X2

Keterangan :

Y’ = Keputusan penggunaan X1 = Harga

X2 = Promosi a = Konstanta

b1 = Koefisein regresi harga b2 = Koefisien regresi promosi 4. Uji Hipotesis

Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah variable – variable lindependen secara individu dan Bersama - sama mempengaruhi signifikansi terhadap variabel dependen. Uji statistik meliputi Uji t, dan Uji F.

a. Uji t (Uji Koefisien Regresi Secara Parsial)

Uji parsial (uji t) dilakukan untuk menguji pengaruh semua variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen (Ghozali, 2011). Pengujian ini bermaksud untuk menguji pengaruh variabel (harga dan promosi) secara individu terhadap variabel dependen (keputusan penggunaan transportasi online Gojek). Perhitungan untuk uji t ini dengan membandingkan nilai t hitung dengan t tabel. Kriteria pengujian dengan tingkat signifikan < (a) = 0,05 ditentukan sebagai berikut:

a. Apabila thitung ≤ ttabel maka tidak ada pengaruh variabel bebas terhadap

variabel terikat atau dengan kata lain hipotesis ditolak

(10)

35

b. Apabila thitung > ttabel maka ada pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat atau dengan kata lain hipotesis diterima.

b. Uji F (Uji Koefisien Regresi Secara Simultan)

Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah variable independen (X1 dan X2) secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap varibel dependen (Y) Atau untuk mengetahui apakah model regresi dapat digunakan untuk memprediksi variabel dependen atau tidak.

Kriteria pengujiannya yaitu apabila Fhitung > Ftabel maka Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti variabel independen secara simultan (bersama-sama) mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen, begitu sebaliknya. Jika probabilitas > 5% berarti Ho diterima dan Ha ditolak, begitu juga sebaliknya.

c. Uji Koefesien Beta

Untuk mengetahui variabel yang dominan adalah dengan melihat tabel Standardized coefficient beta. Standardized coefficient beta digunakan untuk

persamaan regresi yang berfungsi untuk mengetahui pengaruh yang diberikan oleh variabel independe terhadap variabel dependen.

Jika variabel pada X memiliki nilai standardized coefficient beta yang lebih

besar daripada variabel X maka variabel X memiliki kontribusi lebih besar

dibandingkan variabel X Jadi, semakin tinggi nilai standardized coefficient beta

pada sebuah variabel maka dapat dikatakan bahwa variabel tersebut memiliki

kontribusi lebih besar (Ghazali,2016:100)

Figure

Tabel 3.1 Definisi Operasional Variabel

Tabel 3.1

Definisi Operasional Variabel p.3

References

Scan QR code by 1PDF app
for download now

Install 1PDF app in