Ciri-ciri eksperimen acak (Statistik):
Dapat dulangi baik oleh si pengamat sendiri maupun Ciri-ciri eksperimen acak (Statistik):
Dapat dulangi baik oleh si pengamat sendiri maupun orang lain.
Proporsi keberhasilan dapat diketahui dari hasil-hasil orang lain.
Proporsi keberhasilan dapat diketahui dari hasil-hasil sebelumnya.
Bisa diukur (diamati).
sebelumnya.
Bisa diukur (diamati).
Hasilnya tidak bisa ditebak karena adanya galat/error.
Hasilnya tidak bisa ditebak karena adanya galat/error.
Ruang sampel S , yaitu
hi d i a k ki a
himpunan dari semua kemungkinan hasil dari suatu percobaan acak ( t ti tik)
(statistik).
A. Diskrit: banyaknya (number) elemen pada S tsb dapat dihitung/dicacah (countable).
Hasil pencacahannya mungkin saja berhingga atau tidak berhingga.
Contoh 1.S pada (percobaan) pengecekanp (p ) p g sepatu hasil kiriman dari pabrik AAA. Setiap pasang sepatu dipilih (acak), diperiksa, lalu digolongkan sebagai sepatu cacat ataug g g p tidak .
K ti l l d i S t b
B. Kontinu: elemen-elemen dari S tsb adalah bagian dari suatu interval.
Contoh 2. S pada percobaan pengukuran tinggi mahasiswa Matematika ITB (satuan tinggi mahasiswa Matematika ITB (satuan cm), misalnya S = {x: 100 < x < 200}.
Jika kita pilih seorang siswa secara acak,
k di ki iliki i i 160 01
maka dia mungkin memiliki tinggi 160,01 cm, atau 180,02, atau 199,99, atau nilai lainnya yang berkisar antara 100< x <200.y y g
Himpunan bagian (subset) dari suatu ruang sampel S
sampel S .
Notasi untuk even (kejadian) umumnya huruf kapital misal A B dan lain lain Jika
kapital, misal A, B, dan lain-lain. Jika
kejadiannya banyak, bisa ditulis sebagai barisan misal E E dst
barisan, misal E
1, E
2, ...dst.
R l di t ik
S
Ruang sampel, dinotasikan
S
Ruang Sampel Diskritg p
Ruang Sampel Kontinu
S = { , , ... , }
Event (kejadian)
E = { , }
Pada Contoh 1: Semua sepatu yang diproduksi
Pada Contoh 1: Semua sepatu yang diproduksi AAA disebut populasi, sedangkan sepatu-
sepatu disebut sampel Ruang sampel pada sepatu disebut sampel. Ruang sampel pada contoh ini adalah semua keadaan sepatu yang mungkin terpilih, yaitu {cacat, tidak cacat} dan g p , y { , } termasuk jenis diskrit, karena banyaknya
elemen pada S ini dapat dihitung, yaitu ada 2 b h ( ) 2
buah, n( S ) = 2.
Dua pasien diberi obat untuk satu minggu. Sukses atau tidaknya pengobatan untuk tiap pasien dicatat setelah 1 minggu. Tentukan ruang sampelnya dan berilah contoh kejadian/eventnya
berilah contoh kejadian/eventnya.
J b R l d l h S
Jawab: Ruang sampelnya adalah S =
{SS,ST,TS,TT}, dimana S = Sukses; T = Tidak sukses (nominal)
sukses (nominal)
Contoh kejadian, mis kejadian E
1dimana kedua
pasien pengobatannya sukses maka E
1={SS}; dan
pasien pengobatannya sukses, maka E
1{SS}; dan
E dimana salah satu pasien tetap sakit E ={ST,TS}
Dilakukan survey mencatat
indeks prestasi mahasiswa yang ada di ITB. Tentukan ruang
sampelnya dan berilah contoh sampelnya dan berilah contoh eventnya.
Jawab: Misalkan S = {IP-nya lebih dari 0, tetapi kurang dari 4} dan E2 adalah kejadian indeks prestasi
adalah kejadian indeks prestasi mahasiswa di atas 3, maka
E22 = {IP-nya antara 3 sampai 4}{ y p }
U i d i ti E d E dit li E E
Union dua peristiwa E1 dan E2 ditulis E1E2, adalah himpunan semua elemen yang ada di dalam E atau di dalam E (termasuk di
dalam E1 atau di dalam E2 (termasuk di dalam keduanya jika ada).
Contoh. Perhatikan Contoh 3.
Misal E1 adalah kejadian salah seorang pasien sembuh dan E adalah kejadian tidak ada
sembuh, dan E2 adalah kejadian tidak ada pasien yang sembuh. Maka E1 E2 =
{ST,TS,TT}.
I i d i ti E d E dit li E ∩E
Irisan dua peristiwa E1 dan E2, ditulis E1∩E2, adalah himpunan semua elemen yang ada di dalam E dan di dalam E
di dalam E1 dan di dalam E2. C t h P h tik C t h 2
Contoh. Perhatikan Contoh 2.
Misalkan E1: himpunan mahasiswa dengan i i l bih d i 165 d E hi
tinggi lebih dari 165 cm, dan E2: himpunan mahasiswa dengan tinggi kurang dari 170
M k E ∩ E { 165 170}
cm. Maka E1 ∩ E2 = {x: 165 < x < 170}.
l d l
Komplemen suatu peristiwa E1, ditulis E1c, adalah himpunan semua elemen yang tidak di dalam E
di dalam E1.
Contoh Perhatikan Contoh 4
Contoh. Perhatikan Contoh 4.
E2c= {0 ≤ IP ≤ 3}, yaitu himpunan nilai IP dari 0 sampai dengan 3
dari 0 sampai dengan 3.
Prinsip dasar : frekuensi relatif
Prinsip dasar : frekuensi relatif
Jika suatu ruang sampel mempunyai n(S ) elemen dan suatu event E mempunyai n(E) elemen, dan suatu event E mempunyai n(E) elemen, maka probabilitas E adalah:
( ) ( )
( ) P E n E
n S
( ) n S
Ak di d k ilih k l d d t h i i
Akan diadakan pemilihan kepala desa pada tahun ini.
Para kandidatnya antara lain Bapak Agus, Budi, Cecep, Dadang, dan Edy. Jika pada periode lalu yang menjadi Dadang, dan Edy. Jika pada periode lalu yang menjadi kepala desa adalah bapak Dadang, berapa peluang dia terpilih kembali menjadi seorang kepala desa?
Jawab: Misal S = {Agus, Budi, Cecep, Dadang, Edy}, n(S) 5 Jika D adalah kejadian Dadang terpilih menjadi n(S)=5. Jika D adalah kejadian Dadang terpilih menjadi kepala desa, maka:
( ) 1
n D
1 0 ≤ P(E) ≤ 1
1. 0 ≤ P(E) ≤ 1.
2. P(S) = 1.
3. Jika E1 dan E2 adalah dua kejadian yang saling lepas,maka berlaku:
P(E1E2 ) = P(E1) + P(E2)
4. Jika E. J a 11, E, 22,…,E,…, nn adalah kejadian yang adala ejad a ya g saling lepas mutual, maka berlaku :
P(E E E ) = P(E ) + P(E ) + + P(E ) P(E1E2…En) = P(E1) + P(E2) +…+ P(En)
Peluang bersyarat (conditional probability) dikatakan bersyarat karena eventnya sudah y y dibatasi.
Jika event pembatas itu A dan event yang
Jika event pembatas itu A dan event yang
probabilitasnya ingin dihitung adalah B, maka peluang bersyaratnya adalah:
( )
( ) P A B
P B A
p g y y
( )
P B A ( )
P A
Dalam P(B|A), event A adalah kejadian yang
j di l bih d h l di i l bih
Dalam P(B|A), event A adalah kejadian yang
j di l bih d h l di i l bih
terjadi terlebih dahulu atau yang diamati lebih dulu, baru kemudian B.
terjadi terlebih dahulu atau yang diamati lebih dulu, baru kemudian B.
Jika A dan B adalah dua kejadian yang saling bebas maka
bebas, maka
P(B|A) = P(B)
Jenis Rambut Warna
Hitam Tidak Hitam Hitam Tidak Hitam
Lurus 2 0
Ik l 2 4
Ikal 2 4
Keriting 1 2
P(Lurus Hitam) 2 5 2
P(Lurus | Hitam) = :
P(Hitam) 11 11 5
( )
D a kejadian E dan F dikatakan saling
Dua kejadian E dan F dikatakan saling bebas (independent) jika berlaku:
( ) ( ). ( ) P EF P E P F
Dua kejadian E dan F dikatakan saling lepas jika berlaku: p j
( ) 0
P EF ( ) 0
P EF
S b h k d l h k d
Sebuah kartu dipilih secara acak dari
serangkai kartu bridge yang berjumlah 52 kartu. Jika E adalah kejadian terpilih kartu A d F d l h k j di t ilih g b As dan F adalah kejadian terpilih gambar
hati. Tunjukkan bahwa E dan F saling bebas.
Apakah E dan F saling lepas?
( ) 1/ 52 P EF
Jawab: , karena hanya terdapat
( ) 4 / 52 P E
satu As yang bergambar hati.
k t d t 4 A d l
( ) 4 / 52 P E
, karena terdapat 4 As dalam
kartu bridge
( ) 13 / 52 P F
, karena terdapat 13 kartu
bergambar hati
4 13 52 1
( ). ( ) . ( )
52 52 52.52 52
P E P F P EF
Jadi E dan F saling bebas, tapi tidak saling
D J L d P k R St ti ti Th E l ti d
Devore, J.L. and Peck, R., Statistics – The Exploration and Analysis of Data, USA: Duxbury Press, 1997.
Walpole, Ronald E. dan Myers, Raymond H., Ilmu Peluang dan p y y g Statistika untuk Insinyur dan Ilmuwan, Edisi 4, Bandung:
Penerbit ITB, 1995.
Walpole, Ronald E., et.al, Statistitic for Scientist and Engineering, Walpole, Ronald E., et.al, Statistitic for Scientist and Engineering, 8th Ed., 2007.
Wild, C.J. and Seber, G.A.F., Chance Encounters – A first Course in Data Analysis and Inference USA: John Wiley&Sons Inc
in Data Analysis and Inference, USA: John Wiley&Sons,Inc., 2000.
Pasaribu, U.S., 2007, Catatan Kuliah Biostatistika.