Pada bab ini akan dibahas mengenai metodologi penelitian yang telah dilakukan untuk mencapai tujuan penelitian yang telah ditetapkan. Pembahasan ini dilakukan berdasarkan tahapan aktivitas yang telah dilakukan dalam penelitian ini. Langkah-langkah penelitian secara keseluruhan dapat dilihat pada diagram alir penelitian pada Gambar 3.1.
Penyusunan Kuesioner
Pengumpulan Data
Pengolahan dan Analisis Data
Gambar 3.1. Diagram Alir Kerangka Penelitian
TUJUAN
KESIMPULAN DAN SARAN LATAR BELAKANG
STUDI
LITERATUR PENENTUAN VARIABEL
DESAIN KUESIONER
PILOT STUDY KUESIONER
PENENTUAN SAMPEL
PENGAMBILAN DATA DAN WAWANCARA
PENYUSUNAN DATA PENELITIAN
ANALISA DATA PENELITIAN
3.2. Studi Literatur
Studi Literatur dilakukan untuk mendapatkan referensi yang dapat digunakan sebagai bahan pendukung dalam penelitian ini. Dari studi literature didapatkan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan jatuh (falling accident) pada proyek konstruksi.
3.3. Penyusunan Kuesioner
Kuesioner disusun berdasarkan data mengenai faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan jatuh (falling accident) pada proyek konstruksi. Dalam kuesioner responden diminta untuk memberikan penilaian tentang faktor utama yang menyebabkan terjadinya kecelakaan jatuh (falling accident) pada proyek konstruksi.
Desain kuesioner ini dapat dilihat pada lampiran. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini, dibuat dalam empat bagian :
1. Data umum responden
2. Faktor yang berpengaruh menyebabkan terjadinya kecelakaan jatuh (falling accident)
3. Frekuensi faktor penyebab kecelakaan jatuh (falling accident) yang sering muncul pada proyek konstruksi.
4. Manajemen keselamatan kerja
3.3.1. Data Umum Responden
Bagian pertama dari kuesioner berisi data responden yang meliputi nama perusahaan, identitas responden, posisi/jabatan, lama bekerja di bidang proyek konstruksi, dan lain-lain. Yang selanjutnya digunakan untuk mengetahui hubungan hasil dari kuesioner dengan data responden.
3.3.2. Kuesioner Tentang Faktor yang Berpengaruh Menyebabkan Terjadinya Kecelakaan Jatuh (Falling Accident)
Pada bagian kedua dari kuesioner ini, responden diminta untuk memberikan penilaian tentang faktor yang paling berpengaruh menyebabkan terjadinya kecelakaan jatuh (falling accident). Jumlah soal pada kuesioner bagian ini ada 18 nomor, yaitu :
1. Tidak menggunakan alat perlindungan diri yang telah disediakan.
2. Kesalahan dalam menggunakan peralatan kerja.
3. Menggunakan peralatan-peralatan yang sudah rusak.
4. Metode kerja pekerja yang salah.
5. Tidak mengikuti prosedur keselamatan kerja atau tidak mematuhi peraturan keselamatan kerja.
6. Kondisi fisik dan mekanik peralatan yang buruk.
7. Kondisi permukaan tempat berjalan dan bekerja.
8. Penerangan yang kurang baik.
9. Lokasi kerja yang tidak teratur.
10. Tidak ada instruksi keselamatan kerja.
11. Tidak ada perencanaan keselamatan kerja.
12. Kurangnya pengawasan terhadap pekerja.
13. Tidak tersedianya perlengkapan dan peralatan keselamatan kerja.
14. Kurangnya kewaspadaan akan keselamatan kerja.
15. Tingkat pengetahuan dan keterampilan pekerja.
16. Keadaan fisik yang tidak sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan.
17. Keadaan psikologis pekerja.
18. Kegagalan struktur.
Responden diminta untuk memilih antara skala 1 sampai 5 yang dianggapnya paling cocok. Skala satu untuk jawaban yang tidak berpengaruh dan skala lima untuk jawaban yang sangat berpengaruh.
3.3.3. Kuesioner Tentang Frekuensi faktor penyebab kecelakaan jatuh (falling accident) yang sering muncul pada proyek konstruksi.
Pada bagian ketiga dari kuesioner ini, responden diminta untuk memperkirakan seberapa sering faktor penyebab kecelakaan jatuh (falling accident) tersebut muncul. Jumlah soal pada kuesioner bagian ini ada 20 nomor
dimana keseluruhan soal sama dengan soal pada bagian kedua.
Responden diminta untuk memilih antara skala 1 sampai 5 yang dianggapnya paling cocok. Pertanyaan ini juga dinilai dengan skala satu sampai lima. Skala satu untuk jawaban yang tidak pernah terjadi dan skala lima untuk jawaban yang selalu terjadi.
3.3.4. Kuesioner Tentang Manajemen Keselamatan Kerja
Pada bagian keempat dari kuesioner ini, responden diminta untuk mengisi beberapa pertanyaan mengenai manajemen keselamatan kerja yang ada di perusahaannya dan cara pencegahan yang ideal terhadap kecelakaan jatuh.
3.4. Pilot Study
Pilot Study dilakukan untuk mengetahui kekurangan dan kelemahan-
kelemahan yang terdapat pada kuesioner yang telah disusun, pertanyaan- pertanyaan yang kurang relevan maupun pertanyaan yang kurang berhubungan dengan tujuan penelitian. Hasil dari pilot study ini akan dijadikan bahan untuk mengadakan perubahan atau penyesuaian dalam membuat daftar kuesioner yang baru.
3.5. Penyebaran Kuesioner
Kuesioner disebarkan kepada pada orang-orang yang berhubungan dengan proyek konstruksi (perusahaan kontraktor) yang ada di Surabaya kemudian dilakukan wawancara untuk melengkapi data-data yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah pengambilan sample secara acak sederhana (simple random sampling). Sampel sederhana adalah sebuah sampel yang sama untuk dipilih sebagai sampel. Sampel acak
sederhana merupakan sampel kesempatan (probability sampling) sehingga hasilnya dapat dievaluasi secara obyektif.
3.6. Pengolahan dan Analisa Data
Data-data yang diperoleh dari penyebaran kuesioner ditabulasikan dengan menggunakan Software Microsoft Office Excel. Data umum responden diolah dan disajikan sebagai data deskriptif. Data utama lainnya kemudian diolah lebih lanjut dengan menggunakan program Software Statistical Package for Social Scientist (SPSS).
3.6.1. Analisa Deskriptif
Statistik deskriptif merupakan statistik yang berkenaan dengan metode atau cara untuk mendiskripsikan, menggambarkan, menjabarkan, atau menguraikan data (Boediono et.al, 2001). Menyajikan atau menganalisa data dari statistik deskriptif ini dapat berupa: menentukan nilai mean, median, modus, atau proporsi. Analisa statistik ini nantinya dipakai untuk memberikan gambaran mengenai koresponden yang disurvei, baik staf maupun pekerja.
Data staf dan pekerja yang diberikan dalam analisa ini berupa data umur, pengalaman kerja, pendidikan, dan lain sebagainya. Selain itu analisa ini juga dipakai untuk mengetahui mean dari tiap-tiap faktor penyebab kecelakaan jatuh yang nantinya dipakai untuk uji statistik yang lain.
3.6.2. Analisa Pengaruh Faktor yang Menyebabkan Terjadinya Kecelakaan Jatuh.
Analisa ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh dalam menyebabkan terjadinya kecelakaan jatuh. Analisa untuk pengaruh faktor yang menyebabkan kecelakaan jatuh menggunakan nilai mean (rata-rata) sehingga didapatkan rangkingnya.
Dari data kuesioner didapatkan data umum staf seperti usia, lama bekerja di bidang konstruksi, latar belakang pendidikan. Data ini akan dianalisa untuk mengetahui apakah ada perbedaan faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan jatuh terhadap usia, lama bekerja di bidang konstruksi dan latar
belakang pendidikan. Analisa ini dilakukan dengan menggunakan SPSS yaitu dengan metode One-Way ANOVA dengan tingkat signifikansi 95% atau 5%.
Hipotesis yang digunakan pada analisa ini adalah :
H0 : Tidak ada perbedaan pandangan terhadap faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan jatuh
H1 : Ada perbedaan pandangan terhadap faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan jatuh
Jika hasil ANOVA menunjukkan nilai signifikan yang lebih besar dari 0,05 maka H0 diterima dan sebaliknya jika nilai signifikan yang lebih kecil dari 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima.
3.6.3. Analisa Frekuensi Faktor yang Menyebabkan Terjadinya Kecelakaan Jatuh.
Analisa ini bertujuan untuk mengetahui faktor manakah yang paling sering menyebabkan terjadinya kecelakaan jatuh. Analisa untuk frekuensi faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan jatuh menggunakan nilai mean (rata-rata) sehingga didapatkan rankingnya. Analisa untuk mengetahui perbedaan frekuensi faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan jatuh berdasarkan jumlah lantai menggunakan program SPSS yaitu dengan metode One-Way ANOVA dengan tingkat signifikansi 95% atau 5%. Hipotesis yang digunakan pada analisa ini adalah :
H0 : Tidak ada perbedaan pandangan terhadap faktor penyebab kecelakaan jatuh yang sering muncul
H1 : Ada perbedaan pandangan terhadap faktor penyebab kecelakaan jatuh yang sering muncul
Jika hasil ANOVA menunjukkan nilai signifikan yang lebih besar dari 0,05 maka H0 diterima dan sebaliknya jika nilai signifikan yang lebih kecil dari 0,05 maka H0
ditolak dan H1 diterima.
3.6.4. Independent T-Test
Independent T-Test digunakan untuk mengetahui apakah ada perbedaan
rata-rata (mean) antara dua populasi dengan melihat rata-rata dua sampelnya.
Hipotesis yang digunakan pada analisa ini adalah :
H0 : Tidak ada perbedaan pandangan terhadap faktor penyebab kecelakaan jatuh
H1 : Ada perbedaan pandangan terhadap faktor penyebab kecelakaan jatuh
Jika hasil Independent T-Test menunjukkan nilai signifikan yang lebih besar dari 0,05 maka H0 diterima dan sebaliknya jika nilai signifikan yang lebih kecil dari 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima.
3.6.5. Mapping Pengaruh dan Frekuensi Faktor yang Menyebabkan Terjadinya Kecelakaan Jatuh.
Mapping ini digunakan mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan
terjadinya kecelakaan jatuh manakah yang termasuk dalam high priority maupun faktor-faktor yang termasuk dalam prioritas sedang medium priority. Faktor yang merupakan high priority adalah faktor yang mempunyai mean diatas 3.00 untuk pengaruh faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan jatuh dan diatas 3.00 untuk frekuensi faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan jatuh.
Sedangkan untuk faktor yang termasuk dalam medium priority adalah faktor yang mempunyai nilai mean 3.00-4.00 untuk pengaruh dan 3.00-4.00 untuk frekuensinya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 3.2 dibawah ini.
(Tidak Pernah) (Selalu) (Sangat Tidak
Berpengaruh) (Sangat Berpengaruh)
Frekuensi
Pengaruh
High Priority Medium Priority
Keterangan :
Gambar 3.2. Mapping Pengaruh dan Frekuensi Faktor Penyebab Kecelakaan Jatuh