3. METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan data berjenis kuantitatif. Data kuantitatif adalah hasil observasi (pengamatan) atas sesuatu hal yang bisa dinyatakan dalam angka/numerik (Santoso, 2003). Penelitian ini menggunakan data kuantitatif yang diolah lebih lanjut untuk dianalisa dan ditarik kesimpulan atas hipotesis yang diajukan peneliti.
3.2. Gambaran Populasi
Populasi adalah kelompok elemen yang lengkap, yang biasanya berupa orang, objek, transaksi atau kejadian di mana seorang peneliti tertarik untuk mempelajarinya atau menjadikannya sebagai objek penelitian (Kuncoro, 2003).
Dalam penelitian ini, populasi yang digunakan adalah bank yang terdaftar sebagai bank umum selama periode 2004-2011, yang dibagi menjadi 6 kelompok: Bank Umum Persero, Bank Umum Swasta Nasional Devisa, Bank Umum Swasta Nasional Non Devisa, Bank Pembangunan Daerah, Bank Campuran, dan Bank Asing. Dengan demikian, populasi yang digunakan termasuk dalam jenis populasi terhingga karena jumlah populasi dapat dihitung.
3.3. Definisi Operasional
Untuk memudahkan pengertian dan menghindari kesalahan penelitian, maka perlu didefinisikan variabel-variabel yang ada di dalam penelitian ini, diantaranya:
1. Konsep: Kinerja (ROE)
• Definisi Operasional: Kinerja ditinjau berdasarkan aspek keuangan dengan menggunakan indikator ROE. ROE mengukur kemampuan perbankan untuk menghasilkan laba menggunakan ekuitas yang ada.
• Indikator Empirik: (2.38)
2. Konsep: Earning After Taxes (EAT)
• Definisi Operasional: Selisih positif dari total pendapatan (operasional dan non-operasional) dengan total biaya (operasional
47
Universitas Kristen Petra
dan non- operasional) dalam satu periode setelah dikurangi dengan taksiran pajak pendapatan.
• Proxy: data diunduh dari Statistik Perbankan Indonesia (SPI) yang dipublikasikan Bank Indonesia yang diterbitkan secara bulanan pada tiap bulan Desember periode pengamatan pada pos laba bersih dalam laporan laba rugi.
3. Konsep: Net Interest Income (NII)
• Definisi Operasional: Pendapatan bunga bersih yang diperoleh bank yang didapat dari aset yang dimiliki setelah dikurangi dengan beban bunga atas liabilitas yang harus dibayar bank.
• Indikator Empirik:
𝑁𝐼𝐼 = 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑏𝑢𝑛𝑔𝑎 − 𝑏𝑒𝑏𝑎𝑛 𝑏𝑢𝑛𝑔𝑎 (3.1) 4. Konsep: Interest Revenue (IR)
• Definisi Operasional: Pendapatan operasional yang merupakan bunga ataupun bagi hasil yang diterima oleh bank atas aset yang dimiliki.
• Proxy: data diunduh dari Statistik Perbankan Indonesia (SPI) yang dipublikasikan Bank Indonesia yang diterbitkan secara bulanan pada tiap bulan Desember periode pengamatan pada pos pendapatan bunga dalam laporan laba rugi.
5. Konsep: Non Interest Revenue (NIR)
• Definisi Operasional: Pendapatan operasional selain bunga yang diterima oleh bank, yang meliputi: kenaikan nilai surat berharga, keuntungan transaksi valuta asing/derivatif, deviden, komisi/provisi/fee, dan pos pendapatan operasional non-bunga lainnya
• Indikator Empirik:
𝑁𝐼𝑅 = 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑜𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙 − 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑏𝑢𝑛𝑔𝑎 (3.2) 6. Konsep: Total Operating Income (TOI)
• Definisi Operasional: Total pendapatan yang diperoleh perusahaan sebagai hasil dari usaha pokok perusahaan, yang meliputi pendapatan bunga (IR) dan pendapatan operasional lainnya (NIR)
48
Universitas Kristen Petra
• Proxy: data diunduh dari Statistik Perbankan Indonesia (SPI) yang dipublikasikan Bank Indonesia yang diterbitkan secara bulanan pada tiap bulan Desember periode pengamatan pada pos pendapatan operasional dalam laporan laba rugi.
7. Konsep: Earning Assets (EA)
• Definisi Operasional: penanaman dana bank dalam bentuk kredit, surat berharga, penyertaan, dan penanaman lain untuk memperoleh penghasilan.
• Proxy: data diunduh dari Statistik Perbankan Indonesia (SPI) yang dipublikasikan Bank Indonesia yang diterbitkan secara bulanan pada tiap bulan Desember periode pengamatan pada pos aktiva produktif dalam tabel aktiva produktif bank.
8. Konsep: Total Assets (TA)
• Definisi Operasional: Semua aktiva yang dimiliki oleh bank yang tercatat dalam neraca sebagai total aktiva.
• Proxy: data diunduh dari Statistik Perbankan Indonesia (SPI) yang dipublikasikan Bank Indonesia yang diterbitkan secara bulanan pada tiap bulan Desember periode pengamatan pada pos total aktiva dalam tabel perkembangan aset bank.
9. Konsep: Book Value of Equity (BVE)
• Definisi Operasional: Ekuitas yang dimiliki oleh bank yang terdiri atas: modal disetor, tambahan modal disetor, cadangan, laba ditahan, dan laba bersih tahun berjalan.
• Proxy: data diunduh dari Statistik Perbankan Indonesia (SPI) yang dipublikasikan Bank Indonesia yang diterbitkan secara bulanan pada tiap bulan Desember periode pengamatan dengan menjumlahkan seluruh komponen modal dalam tabel kegiatan usaha bank.
10. Konsep: Net Earnings to Net Interest Income (NENII)
• Definisi Operasional: Pembagian antara EAT dengan NII
• Indikator Empirik: (2.5)
11. Konsep: Net Earnings to Interest Ratio (NEIR)
• Definisi Operasional: Pembagian antara EAT dengan IR 49
Universitas Kristen Petra
• Indikator Empirik: (2.6)
12. Konsep: Net Interest to Interest Ratio (NIIR)
• Definisi Operasional: Pembagian antara NII dengan IR
• Indikator Empirik: (2.7)
13. Konsep: Net Earnings to Non-Interest Ratio (NENIR)
• Definisi Operasional: Pembagian antara EAT dengan NIR
• Indikator Empirik: (2.8)
14. Konsep: Net Interest to Non-Interest Ratio (NINIR),
• Definisi Operasional: Pembagian antara NII dengan NIR
• Indikator Empirik: (2.9)
15. Konsep: Interest to Non-Interest Ratio (INIR)
• Definisi Operasional: Pembagian antara IR dengan NIR
• Indikator Empirik: (2.10) 16. Konsep: Profit Margin (PM)
• Definisi Operasional: Pembagian antara EAT dengan TOI
• Indikator Empirik: (2.11)
17. Konsep: Net Interest to Total Income Ratio (NITIR),
• Definisi Operasional: Pembagian antara NII dengan TOI
• Indikator Empirik: (2.12)
18. Konsep: Interest to Total Income Ratio (ITIR)
• Definisi Operasional: Pembagian antara IR dengan TOI
• Indikator Empirik: (2.13)
19. Konsep: Non-Interest Revenues to Total Income Ratio (NIRTIR)
• Definisi Operasional: Pembagian antara NIR dengan TOI
• Indikator Empirik: (2.14)
20. Konsep: Earning Asset Ratio (EAR)
• Definisi Operasional: Pembagian antara EA dengan TA
• Indikator Empirik: (2.15)
21. Konsep: Earning Asset to Equity Ratio (EAER)
• Definisi Operasional: Pembagian antara EA dengan BVE
• Indikator Empirik: (2.16)
50
Universitas Kristen Petra
22. Konsep: Equity Multiplier (EM)
• Definisi Operasional: Pembagian antara TA dengan BVE
• Indikator Empirik: (2.17)
23. Konsep: Net Return on Earning Assets (NREA)
• Definisi Operasional: Pembagian antara EAT dengan EA
• Indikator Empirik: (2.18) 24. Konsep: Net Interest Margin (NIM)
• Definisi Operasional: Pembagian antara NII dengan EA
• Indikator Empirik: (2.19)
25. Konsep: Return on Earning Assets (REA)
• Definisi Operasional: Pembagian antara IR dengan EA
• Indikator Empirik: (2.20)
26. Konsep: Non-Interest on Earning Assets (NIEA)
• Definisi Operasional: Pembagian antara NIR dengan EA
• Indikator Empirik: (2.21)
27. Konsep: Total Income on Earning Assets (TIEA)
• Definisi Operasional: Pembagian antara TOI dengan EA
• Indikator Empirik: (2.22) 28. Konsep: Return On Assets (ROA)
• Definisi Operasional: Pembagian antara EAT dengan TA
• Indikator Empirik: (2.23)
29. Konsep: Net Interest on Assets (NIA)
• Definisi Operasional: Pembagian antara NII dengan TA
• Indikator Empirik: (2.24) 30. Konsep: Interest on Assets (IOA)
• Definisi Operasional: Pembagian antara IR dengan TA
• Indikator Empirik: (2.25)
31. Konsep: Non-Interest on Assets (NIOA)
• Definisi Operasional: Pembagian antara NIR dengan TA
• Indikator Empirik: (2.26)
51
Universitas Kristen Petra
32. Konsep: Asset Utilization (AU)
• Definisi Operasional: Pembagian antara TOI dengan TA
• Indikator Empirik: (2.27)
33. Konsep: Net Interest Income on Equity (NIIOE)
• Definisi Operasional: Pembagian antara NII dengan BVE
• Indikator Empirik: (2.29) 34. Konsep: Interest on Equity (IOE)
• Definisi Operasional: Pembagian antara IR dengan BVE
• Indikator Empirik: (2.30)
35. Konsep: Non-Interest on Equity (NIOE)
• Definisi Operasional: Pembagian antara NIR dengan BVE
• Indikator Empirik: (2.31)
36. Konsep: Total Income on Equity (TIOE)
• Definisi Operasional: Pembagian antara TOI dengan BVE
• Indikator Empirik: (2.32)
3.4. Metode dan Prosedur Pengambilan Data
Penelitian ini menggunakan data tahunan yang diambil dari rentang waktu 2004 hingga 2011. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diunduh dari situs resmi Bank Indonesia.
3.5. Teknik Analisa Data
Sebelum dapat ditarik kesimpulan, penelitian ini memiliki tahapan-tahapan yang harus dilalui, yaitu sebagai berikut:
1. Melakukan pengelompokkan bank (cluster)
Bank umum dikelompokkan berdasarkan cluster kepemilikan, yaitu ke dalam 6 kategori kepemilikan yang sudah ditetapkan sebelumnya.
2. Melakukan pengumpulan data
Data dikumpulkan untuk setiap cluster dan dilakukan penjumlahan secara agregat untuk setiap cluster dan setiap tahun pada variabel- variabel Y matriks (Y1-Y8).
52
Universitas Kristen Petra
3. Pembentukan matriks
Setelah data Y1-Y8 pada setiap cluster dan setiap tahun terisi, maka dilakukan pembentukan matriks, dengan mengisi setiap kolom x, yang meliputi: x12, x13, x14, x15, x16, x17, x18, x23, x24, x25, x26, x27, x28, x34, x35, x36, x37, x38, x45, x46, x47, x48, x56, x57, x58, x67, x68, dan x78. Masing-masing xij mewakili pembagian antara Yi yang merupakan Y pada sumbu mendatar dan Yj yang merupakan Y pada sumbu menurun. Hasil x yang didapat merupakan angka rasio, sehingga dapat dibandingkan secara time-series maupun cross-sectional.
EAT NII IR NIR TOI EA TA
Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 Y6 Y7
NII NENII
Y2 x12=Y1/Y2
IR NEIR NIIR
Y3 x13=Y1/Y3 x23=Y2/Y3
NIR NENIR NINIR INIR
Y4 x14=Y1/Y4 x24=Y2/Y4 x34=Y3/Y4
TOI PM NITIR ITIR NIRTIR
Y5 x15=Y1/Y5 x25=Y2/Y5 x35=Y3/Y5 x45=Y4/Y5
EA NREA NIM REA NIEA TIEA
Y6 x16=Y1/Y6 x26=Y2/Y6 x36=Y3/Y6 x46=Y4/Y6 x56=Y5/Y6
TA ROA NIA IOA NIOA AU EAR
Y7 x17=Y1/Y7 x27=Y2/Y7 x37=Y3/Y7 x47=Y4/Y7 x57=Y5/Y7 x67=Y6/Y7
BVE ROE NIIOE IOE NIOE TIOE EAER EM
Y8 x18=Y1/Y8 x28=Y2/Y8 x38=Y3/Y8 x48=Y4/Y8 x58=Y5/Y8 x68=Y6/Y8 x78=Y7/Y8
Gambar 3.1. Model Matriks Pengujian 4. Pembahasan hasil matriks
Hasil matriks yang sebelumnya didapat merupakan rasio yang menggambarkan kinerja bank pada tiap tahun dan tiap clusternya.
Peneliti selanjutnya melakukan analisa dan pembahasan secara time- series maupun cross-sectional (antar cluster). Peneliti akan mendapat gambaran umum dari variabel x18(ROE) dan melihat faktor-faktor penyusunnya, untuk menemukan faktor yang dominan dalam kinerja perbankan. Selain gambaran umum, peneliti berupaya menemukan karakteristik tiap cluster melalui matriks yang didapatkan.
53
Universitas Kristen Petra