• Tidak ada hasil yang ditemukan

SINTESIS DAN UJI TOKSISITAS SENYAWA KALKON TURUNAN 4 METIL ASETOFENON. Mahasiswa Program Studi S1 Kimia 2

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SINTESIS DAN UJI TOKSISITAS SENYAWA KALKON TURUNAN 4 METIL ASETOFENON. Mahasiswa Program Studi S1 Kimia 2"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

SINTESIS DAN UJI TOKSISITAS SENYAWA KALKON TURUNAN 4’ – METIL ASETOFENON

M. Tillah

1

, Yuharmen

2

, A. Zamri

2

1

Mahasiswa Program Studi S1 Kimia

2

Bidang Kimia Organik Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Kampus Binawidya Pekanbaru, 28293, Indonesia [email protected]

ABSTRACT

(E)-3-(4-chlorophenyl)-1-p-tolylprop-2-en-1-one has been synthesized from 4’-methylacetophenone and 4-chlorobenzaldehyde using NaOH (5%) as a catalyst by Claisen-Schmidt condensation in good yield. The product has been determined, in term of its melting point, identified by KLT, then eluted with UV-Vis, FT-IR, MS, and

1

H- NMR. Chalcones compound toxicity test was done using Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method against larvae Artemia salina Leach. LC

50

value for compound (E)-3- (4-chlorophenyl)-1-p-tolylprop-2-en-1-one is 2,81 µg/mL. The analog chalcone compound are positively potential as anti-cancer.

Keywords: Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), chalcone, toxicity test.

ABSTRAK

Senyawa (E)-3-(-4-kloropenil)-1-p-tolilprop-2-en-1-on telah berhasil disintesis dari 4’-metilasetofenon dan 4-klorobenzaldehid menggunakan NaOH (5%) sebagai katalis melalui kondensasi Claisen-Schmidth dengan rendemen yang baik. Produk ditentukan titik lelehnya, diidentifikasi dengan KLT kemudian di elusidasi dengan UV-Vis, FT-IR, MS dan 1H NMR. Uji toksisitas senyawa kalkon menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) terhadap larva Artemia salina Leach. Nilai LC

50

untuk senyawa (E)-3-(-4-kloropenil)-1-p-tolilprop-2-en-1-on adalah 2,81 µg/mL. Senyawa analog kalkon tersebut positif berpotensi sebagai antikanker.

Kata kunci: Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), kalkon, uji toksisitas.

PENDAHULUAN

Senyawa flavonoid merupakan salah satu kelompok senyawa hasil alam yang

banyak terdapat pada tanaman dan telah banyak dibuktikan mempunyai aktivitas

fisiologis sebagai obat. Penelitian farmakologi terhadap senyawa flavonoid

menunjukkan bahwa beberapa senyawa golongan ini memperlihatkan aktivitas yang

menguntungkan seperti efek anti hepatotoksik, diuretik, dan anti tumor. Senyawa

flavonoid di alam merupakan turunan kalkon melalui mekanisme biosintesis jalur

shikimat dan jalur asetat-malonat. Kalkon juga merupakan salah satu anggota flavanoid

(2)

yang mempunyai aktivitas biologis yang beragam dan merupakan intermediet untuk mensintesis senyawa flavonoid lainnya (Harmastuti, 2005).

Aktivitas biologis kalkon dipengaruhi oleh gugus karbonil α, β-tak jenuh dan subtituen yang terikat pada kedua cincin aromatik (Kamble et al, 2011). Oleh karena itu, variasi subtituen pada kedua cincin aromatik akan menghasilkan kalkon dengan struktur yang beragam. Kalkon dengan variasi struktur yang luas hanya dapat diperoleh melalui sintesis secara kombinatorial.

Secara umum, senyawa kalkon dapat dibuat melalui kondensasi suatu aldehid aromatik dengan suatu keton aromatik baik dalam suasana asam maupun basa. Metode ini lebih dikenal dengan reaksi kondensasi aldol dan yang paling banyak digunakan adalah kondensasi Claisen-Schmidt (Jayapal et al, 2010). Reaksi kondensasi aldol dapat dilakukan dengan menggunakan katalis. Katalis yang digunakan bisa berupa asam maupun basa. Katalis asam yang biasa digunakan dalam reaksi kondensasi aldol antara lain HCl (Jayapal et al, 2010), SOCl

2

(Jayapal and Sreedhar, 2011), H

2

SO

4

dan zeolit (Kakati and Sarma, 2011). Sedangkan katalis basa yang biasa digunakan adalah NaOH (Choudhary and Juyal, 2011) dan KOH (Tiwari et al, 2010). Pada penelitian ini dilakukan sintesis satu molekul kalkon menggunakan bahan baku senyawa 4’- metilasetofenon dan 4-klorobenzaldehid dengan metode claisen-Schmidt.

METODE PENELITIAN a. Sintesis kalkon

4’-metilasetofenon (5 mmol) dan etanol absolute (7,5 mmol) dimasukkan ke dalam labu bulat yang telah dilengkapi dengan pengaduk magnet, lalu diaduk dan ditambahkan natrium hidroksida 5% (5 mL), campuran diaduk selama beberapa menit.

Kemudian ditambahkan 4-klorobenzaldehid benzaldehid (5 mmol) dan campuran diaduk selama 2 jam. Setelah proses reaksi selesai (KLT), campuran reaksi dibiarkan selama 18-24 jam pada suhu ruangan. Campuran reaksi ditambahkan 15 mL akuades dingin dan dinetralkan dengan HCl 1 N. Endapan disaring dan dikeringkan pada suhu ruangan. Rekristalisasi dilakukan dengan menggunakan etil asetat. Uji kemurnian senyawa ditentukan dengan KLT, titik leleh dan analisis HPLC. Karakterisasi senyawa dengan spektroskopi UV, IR,

1

H NMR dan MS.

b. Uji toksisitas dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)

Sampel sebanyak 20 mg dilarutkan dalam 2 mL metanol (larutan induk, konsentrasi 10000 µg/mL), kemudian dari larutan induk dibuat konsentrasi yang berbeda 1000 µg/mL, 100 µg/mL, 10 µg/mL dengan cara pengenceran bertingkat.

Disiapkan vial yang sudah dikalibrasi 5 mL untuk masing-masing konsentrasi. Sampel

dipipet kedalam masing-masing vial sebanyak 0,5 mL, lalu pelarut diuapkan hingga

mengering. Selanjutnya, kedalam masing-masing vial ditambahkan 50 µL DMSO dan

air laut sedikit. Sebanyak 10 ekor larva udang yang sudah disiapkan dimasukkan

kedalam vial tersebut dan ditambah air laut hingga batas kalibrasi 5 mL. Tingkat

(3)

O

+

H

O NaOH

C

2

H

5

OH

O

Cl Cl

untuk menentukan nilai LC

50

dengan metoda kurva menggunakan tabel analisis probit (Harefa, 1987).

HASIL DAN PEMBAHASAN a. Sintesis analog kalkon

Sintesis senyawa analog kalkon menggunakan metode pengadukan dengan katalis NaOH 5% dan pelarut etanol pada suhu ruangan. Skema reaksi sintesis senyawa analog kalkon dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1. Skema reaksi sintesis analog kalkon

Senyawa (E)-3-(-4-kloropenil)-1-p-tolilprop-2-en-1-on hasil sintesis berwarna putih dengan titik leleh 160 – 162

o

C. Diperoleh dengan berat 1,0025gr dan rendemen sebesar 78%.

Uji kemurnian senyawa analog kalkon dilakukan dengan uji KLT menggunakan eluen heksan:etil asetat yang menunjukkan satu noda, uji titik leleh dengan range ≤ 2

0

C dan analisis HPLC yang menunjukkan satu puncak dengan tR= 15,5 menit pada λ 205 nm dan 305 nm. Spektrum UV senyawa analog kalkon masing-masing memperlihatkan adanya serapan maksimum pada λ 206 nm yang merupakan ikatan rangkap pada cincin benzen, 231 nm merupakan ikatan rangkap pada cincin aromatik A yang terkonjugasi dengan gugus karbonil dan 315 nm yang merupakan ikatan rangkap pada cincin aromatik B.

Spektrum IR senyawa analog kalkon memperlihatkan adanya serapan pada bilangan gelombang 3032 cm-1 yang menunjukkan adanya gugus C-H aromatik, pada bilangan gelombang 1600 cm-1 menunjukkan adanya gugus C=O dan pada bilangan gelombang 1490 cm-1 menunjukkan adanya gugus C=C aromatik.

Spektrum

1

H NMR senyawa analog kalkon hasil sintesis menunjukkan pergeseran kimia yang khas pada 7,75 ppm (d, 1H, J= 15,5 Hz) dan 7,50 ppm (d, 1H, J= 15,5 Hz) memperlihatkan proton H pada C-β dan C-α. Berdasarkan harga tetapan kopling (J) pada C-β dan C-α dapat diperkirakan bahwa proton pada ikatan rangkap ini mempunyai konfigurasi trans.

Berat molekul senyawa ditunjukkan oleh spektrum massa yang dihitung sebagai

C

16

H

13

ClO [M+H]

+

dengan puncak molekul m/z 256,0722dan berat molekul yang

dihitung secara teoritis adalah 256,0733, selisih massa molekul tersebut 0,0011. Selisih

massa senyawa kalkon dari spektrum massa dengan perhitungan secara teoritis

menunjukkan perbedaan yang kecil. Hal ini dapat dikatakan bahwa ketiga senyawa

kalkon tersebut murni dan mempunyai struktur sesuai dengan yang diharapkan.

(4)

Tabel 1. Interpretasi data

1

H NMR senyawa analog kalkon Nomor

Atom Senyawa kalkon

H

(ppm)

1 -

2 7,57 (d, J = 8,5 Hz, 1H) 3 7,31 (d, J = 8 Hz, 1H)

4 -

5 7,31 (d, J = 8 Hz, 1H) 6 7,57 (d, J = 8,5 Hz, 1H) C 7,50 (d, J = 15,5 Hz, 1H) C 7,75 (d, J = 15,5 Hz, 1H)

1’ -

2’ 7,93 (d, J = 8,5 Hz, 1H) 3’ 7,39 (d, J = 8,5 Hz, 1H)

4’ -

5’ 7,39 (d, J = 8,5 Hz, 1H) 6’ 7,93 (d, J = 8,5 Hz, 1H) -CH

3

2,44 (s, 3H)

b. Uji toksisitas

Senyawa (E)-3-(-4-kloropenil)-1-p-tolilprop-2-en-1-on dengan nilai LC

50

2,81µg/mL menunjukkan tingkat toksisitas yang cukup baik. Hal ini dikarenakan adanya gugus halogen yang terletak pada posisi para. Efek mesomeri positif gugus metoksi pada posisi para akan bergerak cepat kesistem karbonil sehingga meningkatkan aktivitas toksisitas senyawa. Hasil uji toksisitas senyawa analog kalkon yang diperoleh dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) terhadap larva Artemia salina Leach dapat dikatakan positif berpotensi sebagai senyawa antikanker terbukti dari sifat toksisitasnya dengan nilai LC

50

< 200 μg/mL.

KESIMPULAN DAN SARAN

Telah disintesis senyawa kalkon turunan 4’-metilasetofenon melalui reaksi kondensasi Claisen-Schimdt menggunakan katalis basa (NaOH) dengan metode pengadukan pada suhu ruang yang memberikan rendemen cukup baik yaitu 78%.

Berdasarkan hasil uji toksisitas yang didapat terlihat senyawa berpotensi aktif sebagai antikanker karena mempunyai nilai LC

50

< 200 μg/ml. Perlu dilakukan uji aktivitas lainnya seperti antibakteri, antijamur dan antioksidan pada senyawa analog kalkon.

UCAPAN TERIMAKASIH

(5)

penelitian ini dapat diselesaikan dan Bapak Drs. Yuharmen, M.Si sebagai Pembimbing II yang memberikan saran dan perbaikan selama berdiskusi dengan beliau.

DAFTAR PUSTAKA

Hermastuti, N. 2005. Sintesis Senyawa Turunan p-Klorokalkon Dan Uji Efek Sitotoksiknya Pada Sel Hela. Tesis, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Choudhary, A.N. and Juyal, V. 2011. Synthesis of Chalcone and their Derivates as Antimicrobial Agents. International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences. 3(3): 125-128.

Jayapal, M.R. and Sreedhar, N.Y. 2011. Synthesis and Characterization of 2,5- Dihydroxy Substituted Chalcones Using SOCl2/EtOH. International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences. 3(1): 127-129.

Jayapal, M.R., Prasad, K.S., and Sreedhar, N.Y. 2010. Synthesis and Characterization of 2,6-Dihydroxy Substituted Chalcones Using PEG-400 as a Recyclable Solvent.

Journal of Pharmaceutical Science and Research. 2(8): 450-458.

Kakati, D., and Sarma ,J.C. 2011. Microwave Assisted Solvent Free Synthesis of 1,3- Diphenylpropenones. Chemistry Central Journal. 5(8): 1-5.

Kamble, V.M., Hatnapure, G.D., Keche, A.P., Biradjar, S., Patil, S.G., Tale, R.H., Rodge, A.H., Turkar, S.S. and Gour, K. 2011. Synthesis and Biological Evaluation of a Novel Series of Methoxylatedchalcone as Antioxidant and Anti- microbial Agents. Journal of Chemical and Pharmaceutical Research. 3(6): 639- 648.

Harefa, F. 1997. Pembudidayaan Artemia salina untuk Pakan Udang dan Ikan. Penerbit Swadaya, Jakarta.

Tiwari, B., Pratapwar, A.S., Tapas, A.R., Butle, S.R., and Vatkar, B.S. 2010. Synthesis

and Antimicrobial Activity of Some Chalcone Derivatives. International Journal

of ChemTech Research. 1(2): 499-503.

Gambar

Tabel 1. Interpretasi data 1 H NMR senyawa analog kalkon Nomor

Referensi

Dokumen terkait

Bagaimana aktivitas toksisitas akut ekstrak metanol daun sirsak ( Annona muricata L) terhadap larva Artemia salina Leach dengan metode Brine Shrimp Lethality Test

Telah dilakukan uji toksisitas Ekstrak etanol Daun Mimba (Azadirachta indica Juss) menggunakan Brine Shrimp Lethality Test (BST) terhadap larva Artemia salina Leach..

Ekstrak etanol yang didapat kemudian dilakukan uji toksisitas menggunakan Brine Shrimp Lethality Test (BST) dengan hewan uji larva Artemia salina Leach yang berumur 48 jam dan

Uji toksisitas dilakukan dengen metode Brine shrimp lethality test (BSLT), menggunakan larva Artemia salina Leach terhadap ekstrak total etilasetat dan fraksi gabungannya

Uji Toksisitas Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimun sanctum Linn.) Terhadap Larva Artemia salina Leach Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test. Majalah

Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe terhadap larva Artemia salina Leach dengan.. metode Brine Shrimp Lethality Test

Berdasarkan uji BSLT yang telah dilakukan, dapat dikatakan bahwa senyawa-senyawa kalkon turunan 2’- hidroksiasetofenon tersebut berpotensi aktif sebagai senyawa

Berdasarkan pada permasalahan di atas maka dalam penelitian ini telah dilakukan uji toksisitas dengan metode BSLT Brine Shirmp Lethality Test terhadap larva udang Artemia salina Leach,