BAB III
METODE PENELITIAN 1.1 Lokasi Dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian akan dilakukan di peternakan ayam CV. Malu’o Jaya Desa Ulanta, Kecamatan Suwawa dan peternakan ayam Risky Layer Desa
Bulango Timur, Kecamatan Tapa.
Waktu penelitian dilaksanakan selama 1 minggu yaitu tanggal 16- 23 April 2013. Penelitian dilakukan pada saat pagi hari yaitu pada jam 09.00- 10.00 Wita.
1.2 Desain Penelitian
Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik dengan rancangan Cross Sectional (potong lintang). Dalam pengumpulan data untuk penelitian ini variabel bebas (faktor risiko) dan terikat (efek) dinilai secara simultan dengan pengukuran pada satu saat dan akan diperoleh efek populasi pada suatu saat (Notoatmodjo, 2010: 35-36).
Skema Desain Penelitian
1.3 Variabel Penelitian
Variabel adalah simbol atau lambang yang menunjukkan nilai atau bilangan suatu konsep atau fenomena tertentu yang bervariasi. Variabel dalam penelitian ini adalah:
1.3.1 Variabel bebas (Independent variable)
Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau variabel yang menjadi sebab atau timbulnya variabel terikat. Variabel bebas
Populasi
Sampel
Lama Paparan
Kebiasaan Olahraga
Pengguna an APD
Kapasitas Paru
Uji chi-square Masa
kerja
Kebiasaan Merokok
IMT Umur Total
sampling
JK
dalam penelitian ini adalah umur, masa kerja, lama paparan, IMT (Indeks Masa Tubuh), jenis kelamin, kebiasaan merokok, dan kebiasaan olahraga.
Definisi operasional a) Lama paparan
Definisi: Lamanya paparan adalah lamanya seseorang berada dalam lingkungan kerja dalam sehari dengan satuan jam/hari (Khumaidah, 2009:
79)
Cara ukur: wawancara Alat ukur: kuisioner Hasil ukur:
1) < 8 jam/hari 2) > 8 jam/hari
Skala ukur: skala nominal b) Masa kerja
Definisi: Masa kerja adalah waktu dimana responden bekerja sejak diterima menjadi pekerja di Industri Peternakan Ayam (dalam tahun) sampai saat penelitian (Khumaidah, 2009: 79).
Cara ukur: wawancara Alat ukur: kuisioner Hasil ukur:
1) < 1 tahun 2) 1-5 tahun 3) 5-10 tahun
Skala ukur: skala interval
c) Kebiasaan memakai masker atau sejenisnya yang berfungsi sama
Definisi: kebiasaan pekerja memakai masker atau sejenisnya yang befungsi sama pada saat bekerja
Cara ukur: wawancara Alat ukur: kuisioner
Hasil ukur: kategori kebiasaan memakai masker atau sejenisnya yang berfungsi sama dibagi menjadi
1) Menggunakan masker 2) Tidak menggunakan masker Skala ukur: nominal
d) Umur
Definisi: umur karyawan saat penelitian dilakukan Cara ukur: wawancara
Alat ukur: kuisioner Hasil ukur:
1) < 20 tahun 2) 20 - 30 tahun 3) 31- 40 tahun
Skala ukur: skala interval e) IMT (Indeks Masa Tubuh)
Definisi: salah satu penilaian status gizi seseorang (Yulaekah, 2007: 72).
Cara ukur: mengukur secara langsung dengan rumus
IMT = ௧ ௗ ()
் ௗ ௫ ் ௗ (ெ)
Alat ukur: timbangan injak (portable) untuk berat badan, dan meteran (untuk tinggi badan)
Hasil ukur:
1) Kurus terbagi atas kategori:
a) Kekurangan BB tingkat berat jika hasil IMT adalah < 17,0
b) Kekurangan BB tingkat ringan jika hasil IMT adalah 17,0-18,4 kg/m2
2) Normal jika hasil IMT adalah 18,5-22,9 kg/m2 3) Gemuk jika hasil IMT adalah 23 kg/m2
a) Kelebihan BB tingkat ringan jika hasil IMT adalah 23-24,9
b) Kelebihan BB tingkat moderat (Obes I) jika hasil IMT adalah >25,0- 29,9
c) Kelebihan BB tingkat berat (Obes II) jika hasil IMT adalah >30,0 Skala ukur: skala ordinal
f) Jenis Kelamin
Definisi: Jenis kelamin pekerja pada saat penelitian berdasarkan karakteristik fisik.
Cara ukur: wawancara Alat ukur: kuisioner
Hasil ukur: kategori jenis kelamin pekerja dibagi menjadi 1) Laki-laki
2) Perempuan
Skala ukur: skala nominal g) Kebiasaan merokok
Kebiasaan merokok adalah keadaan dimana merokok merupakan suatu aktivitas yang rutin dilakukan oleh responden (Khumaidah, 2009:79).
Cara ukur: wawancara Alat ukur: kuisioner
Hasil ukur: Kategori kebiasaan merokok dibagi menjadi 2 yaitu 1) Merokok
2) Tidak merokok
Skala ukur: skala nominal h) Kebiasaan Olahraga
Definisi: Latihan fisik teratur yang dapat meningkatkan kemampuan kapasitas pernafasan pekerja, dalam penelitian ini kebiasaan olahraga di kategorikan untuk olahraga lari (Jogging).
Cara ukur: wawancara Alat ukur: kuisioner
Hasil ukur: kategori kebiasaan olahraga dibagi menjadi 1) Olahraga
2) Tidak olahraga Skala ukur: nominal
1.3.2 Variabel terikat (Dependent variable)
Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat dari variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kapasitas paru.
Definisi Operasional
Definisi: Kemampuan seseorang dalam menarik napas dalam 1 helaan napas Cara ukur: mengukur secara langsung
Alat ukur: Spirometri/spirometer Hasil ukur:
1) Normal jika % FVC ≥ 80% dan % FEV1 ≥ 70%
FVC =
ு௦ ௬ ௗ ௗ ௦௧ ௦௦ ݔ 100%
FEV1 = ிாଵ
ி ݔ 100%
2) Tidak normal jika
a) Restriksi: % FVC < 80% dan % FEV1 ≥ 70%
b) Obstruksi: % FVC > 80% dan % FEV1 < 70%.
c) Kombinasi: % FVC < 80% dan % FEV1 < 70%
Skala ukur: skala rasio 1.4 Populasi Dan Sampel
1.4.1 Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah semua pekerja pada peternakan ayam CV. Malu’o Jaya Jaya berjumlah 29 orang dan pekerja peternakan ayam Risky Layer berjumlah 9 orang. Populasi dalam penelitian
ini berjumlah 38 orang dengan 31 orang responden berjenis kelamin laki-laki dan 7 orang responden berjenis kelamin perempuan.
1.4.2 Sampel
Untuk teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total population study yaitu seluruh jumlah populasi dijadikan sebagai sampel penelitian (Kumendong, Rattu, Paul Kawatu. 2011:
6). Sampel dalam penelitian ini sebanyak 38 orang.
1.5 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder.
1. Data Primer
Proses pengumpulan data primer dilakukan dengan cara observasi langsung dan wawancara. Meliputi kondisi fisik lingkungan kerja, dan jumlah karyawan. Adapun cara pengumpulan data primer adalah:
a) Kuisioner
Kuisioner merupakan alat pengumpulan data yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada responden untuk dijawab.
Menggunakan kuesioner terstuktur (terlampir) untuk mengumpulkan data umum responden, pertanyaan dalam kuisioner disesuaikan dengan variabel yang akan diteliti. Variabel yang menggunakan kuisioner adalah umur, jenis kelamin, masa kerja, lama kerja, kebiasaan menggunakan APD, kebiasaan merokok, dan kebiasaan olahraga.
b) Spirometer
Spirometer merupakan alat pengukuran faal paru. Dengan pemeriksaan spirometri dapat diketahui semua volume paru kecuali volume residu, semua kapasitas paru kecuali kapasitas paru yang mengandung komponen volume residu. Pengukuran kapasitas paru menggunakan Spirometer Digital merek TKK 11510 dan Mouthpiece, dengan prosedur sebagai berikut :
1) Alat dan bahan a) Spirometer
b) Microtoise untuk mengukur tinggi badan c) Stop watch
2) Cara kerja
a) Mempersiapkan alat dan mengecek segala fungsinya secara seksama.
b) Mengukur berat badan responden.
c) Mengukur tinggi badan responden.
d) Jika tinggi badan dan berat badan responden sudah diketahui hidupkan spirometer digital merek TKK 11510 dengan menekan tombol ON disamping kanan alat.
e) Menekan symbol jenis kelamin (laki-laki atau perempuan) yang terdapat di alat.
f) Menekan tombol CHECK untuk memindahkan konsentrasi alat ke umur responden sehingga jika angka dilayar spirometer sudah terletak pada simbol age maka masukkan umur responden.
g) Menekan tombol CHEK untuk memindahkan konsentrasi alat ke tinggi badan responden sehingga jika angka di layar spirometer sudah terletak pada simbol hight maka masukkan tinggi badan responden.
h) Menekan tombol CHEK sehingga muncul Nilai FVC responden sesuai dengan jenis kelamin dan tinggi badan akan tetapi hal tersebut belum merupakan hasil akhirnya tetapi merupakan gambaran FVC yang harus dicapai oleh responden yang telah disesuaikan berdasarkan jenis kelamin dan tinggi badan tersebut.
i) Sebelum dimulai pengukuran, latihan bernafas terlebih dahulu, bernafas melalui mulut sebanyak 3-4 kali, kemudian menarik nafas sampai penuh dan menghembuskan sekuat tenaga, mengulang sebanyak 3 kali.
j) Pasangkan mounthpiece kemudian responden menarik nafas kuat dan menghembuskan secara cepat pula hingga berbunyi TIT pada alat.
k) Muncul hasil FVC (volume udara maksimum yang dapat dimasukkan dalam paru-paru, dan secara paksa serta cepat mengeluarkannya semaksimum mungkin).
l) Untuk langkah selanjutnya tetap menggunakan cara yang sama akan tetapi pada saat responden menghembuskan nafas kuat pada satu detik pertama dihitung menggunakan stopwatch hasilnya dicatat dan itulah hasil dari FEV1( adalah besarnya volume udara yang dikeluarkan dalam satu detik pertama) responden (Laboratorium Pendidikan Jasmani, 2013).
c) Pengukuran berat badan menggunakan timbangan injak standar (portable) merek GEA.
Adapun cara kerja pengukuran berat badan dengan menggunakan timbangan injak standar (portable) adalah sebagai berikut:
1) Alat dan Bahan
a) Timbangan injak standar (portable) merek GEA 2) Cara Kerja
a) Subjek mengenakan pakaian biasa (usahakan dengan pakaian yang minimal), subjek tidak menggunakan alas kaki
b) Memastikan timbangan berada pada penunjuk skala dengan angka 0,0 c) Subjek berdiri diatas timbangan dengan berat yang terbesar merata pada
kedua kaki dan posisi kepala dengan pandangan lurus kedepan. Usahakan tetap tenang
d) Membaca berat badan pada tampilan dengan skala 0,1 kg terdekat (Laboratorium Kesehatan Masyarakat, 2012: 56).
d) Pengukuran tinggi badan menggunakan microtoise.
1) Alat dan bahan Microtoise 2) Cara kerja
a) Subjek tidak mengenakan alas kaki.
b) Kaki rapat, lutut lurus, tumit, pantat, dan bahu menyentuh dinding vertikal.
c) Subjek dengan pandangan lurus kedepan, kepala tidak perlu menyentuh dinding vertikal. Tangan lepas ke samping badan dengan telapak tangan menghadap paha
d) Meminta subjek untuk menarik napas panjang dan berdiri tegak tanpa mengangkat tumit untuk menegakkan tulang belakang. Usahakan bahu tetap santai.
e) Menempelkan microtoice diatas kepala, Pengukuran tinggi badan diambil pada saat menarik nafas maksimum, dengan mata pengukuran sejajar dengan alat penunjuk angka untuk menghindari kesalahan penglihatan. Catat tinggi badan pada skala 0,1 cm terdekat (Laboratorium Kesehatan Masyarakat, 2012: 56).
2. Data Sekunder
Data sekunder didapatkan dari data-data peternakan mengenai gambaran umum peternakan, data pekerja, serta data dari Puskesmas Ulanta mengenai penyakit-penyakit saluran pernapasan.
1.6 Teknik Analisis Data
Untuk kepentingan analisa data yang telah dikumpulkan, diolah dan di analisis dengan menggunakan program software statistical package for social sciences (SPSS) for windows, dengan tujuan untuk melakukan pengujian
terhadap hipotesis-hipotesis penelitian. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah:
1. Analisis Univariat
Analisis univariat yang bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik variabel penelitian (Notoatmodjo, 2010:182).
2. Analisis Bivariat
Apabila telah dilakukan analisis univariat, hasilnya akan diketahui karakteristik atau distribusi setiap veriabel, dan dapat dilanjutkan analisis bivariat (Notoatmodjo, 2010:183).
Analisis bivariat digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara variabel independen (lama kerja, masa kerja, dan penggunaan APD) dengan variabel dependen hasil ukur kapasitas paru menggunakan reaction time dengan uji kemaknaan 5%. Jika pvalue ≤ 0,05 artinya secara statistik terdapat hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen sedangkan jika p value > 0,05 artinya tidak ada hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen.