BUKU PEDOMAN
PEMBUATAN PROPOSAL BANTUAN KELOMPOK TANI
PADA BIDANG PRASARANA, SARANA, DAN PENYULUHAN
i
PRAKATA
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmadNya kepada kami semua sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan Buku Pedoman Pembuatan Proposal Bantuan Kelompok Tani pada Bidang Prasarana, Sarana, dan Penyuluhan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karanganyar ini dengan baik.
Pada buku ini dijelaskan tentang ketentuan – ketentuan dalam pembuatan proposal bantuan Kelompok Tani. Sehingga, hadirnya buku ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi Kelompok Tani dan seluruh pihak yang bertugas mendampingi Kelompok Tani dalam membuat proposal bantuan yang berkaitan dengan kegiatan pada Bidang Prasarana, Sarana, dan Penyuluhan.
Pada akhirnya, dengan adanya buku ini kami berharap kualitas pelayanan dan kualitas proposal yang diajukan oleh Kelompok Tani dapat lebih baik lagi.
Karanganyar, 23 Agustus 2021 Kepala Bidang Prasarana, Sarana,
dan Penyuluhan
Ir. Nur Rohmah Triastuti, MM NIP. 19670129 199703 2 001
ii
DAFTAR ISI
PRAKATA ... i
DAFTAR ISI ... ii
PENDAHULUAN ... 1
I. LATAR BELAKANG ... 1
II. MAKSUD DAN TUJUAN ... 1
III. SASARAN ... 2
KETENTUAN BANTUAN ... 3
I. Syarat Pemohon... 3
II. Jenis Bantuan ... 5
III. Jenis Kegiatan ... 5
1. Seksi Lahan, Irigasi, dan Pembiayaan ... 5
2. Seksi, Pupuk, Pestisida, dan Alsintan ... 11
3. Seksi Penyuluhan ... 12
IV. Sumber Pendanaan ... 12
FORMAT PROPOSAL ... 13
I. COVER ... 13
II. SURAT PERMOHONAN ... 14
III. ISI PROPOSAL ... 17
IV. LAMPIRAN ... 17
1. Foto copy berita acara pembentukan kelompok... 17
2. Foto copy Piagam Pengukuhan Kelompok ... 18
3. Bagan struktur organisasi kelompok ... 20
4. Daftar pengurus dan anggota kelompok ... 20
5. Foto copy KTP pengurus dan anggota ... 21
6. Foto copy surat keterangan domisili kelompok ... 21
7. Surat keterangan kelompok aktif (asli) ... 22
8. Foto copy print out Simluhtan ... 23
9. Foto lokasi ... 23
10. Tambahan ... 23
1
PENDAHULUAN
I. LATAR BELAKANG
Proposal merupakan salah satu syarat administrasi yang harus dipenuhi oleh Kelompok Tani saat proses pengajuan bantuan. Ketepatan dan kelengkapan isi dari proposal harus dipenuhi agar proses pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan lancar.
Namun demikian, kondisi proposal bantuan yang diajukan oleh Kelompok Tani yang berkaitan dengan kegiatan pada Bidang Prasarana, Sarana, dan Penyuluhan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karanganyar masih terdapat kesalahan dan/ atau ketidaklengkapan lampiran.
Kondisi proposal yang salah atau tidak lengkap ini cukup menghambat kelancaran proses pelaksanaan kegiatan. Oleh karena itu, Buku Pedoman ini disusun sebagai salah satu wujud penyelesaian atas permasalahan tersebut.
Buku Pedoman Pembuatan Proposal Bantuan Kelompok Tani ini disusun oleh Bidang Prasarana, Sarana, dan Penyuluhan pada Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karanganyar sebagai upaya untuk memberikan pedoman dalam pembuatan proposal bantuan yang akan diajukan yang berkaitan dengan kegiatan pada Bidang Prasarana, Sarana, dan Penyuluhan.
II. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dari penyusunan Buku Pedoman Pembuatan Proposal Bantuan Kelompok Tani pada Bidang Prasarana, Sarana, dan Penyuluhan ini adalah untuk menghasilkan kualitas proposal bantuan Kelompok Tani yang lebih baik serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada Kelompok Tani terkait pembuatan proposal bantuan.
2 Sedangkan tujuannya adalah :
1. Menyamakan persepsi antara Bidang Prasarana, Sarana, dan Penyuluhan dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) tentang ketentuan – ketentuan dalam pembuatan proposal bantuan Kelompok Tani.
Dengan adanya kesamaan persepsi ini maka pendampingan kepada Kelompok Tani mengenai pembuatan proposal bantuan dapat berjalan dengan lebih baik lagi.
2. Memberikan acuan bagi pihak – pihak yang bertugas mendampingi Kelompok Tani dalam membuat proposal bantuan
3. Memberikan acuan bagi Kelompok Tani dalam membuat proposal bantuan
III. SASARAN
Sasaran dari penyusunan Buku Pedoman Pembuatan Proposal Bantuan Kelompok Tani ini adalah :
1. Seluruh staff Bidang Prasarana, Sarana, dan Penyuluhan 2. Penyuluh Pertanian Lapangan
3. Kelompok Tani/ Gabungan Kelompok Tani
3
KETENTUAN BANTUAN
I. Syarat Pemohon
Kelompok Tani yang mengajukan bantuan yang berkaitan dengan kegiatan pada Bidang Prasarana, Sarana, dan Penyuluhan harus memenuhi syarat – syarat sebagai berikut :
1. Pemohon dapat merupakan Kelompok Tani (Poktan), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan)
2. Kelompok Tani sudah disahkan/ dikukuhkan oleh Pemerintah Desa/
Kelurahan setempat.
a. Dibuktikan dengan adanya piagam pengukuhan kelompok
b. Piagam pengukuhan minimal 2 (dua) tahun sebelum pengajuan bantuan
3. Pengurus kelompok yang dicantumkan pada proposal harus sama dengan yang ada pada Simluhtan.
Jika terdapat perbedaan pengurus, maka perlu dilakukan pemutakhiran data yang ada pada Simluhtan. Pemutakhiran data Simluhtan dapat dilakukan dengan tahapan sebagai berikut :
a. Melakukan musyawarah pergantian pengurus.
Dibuktikan dengan adanya berita acara pergantian pengurus kelompok
b. Datang ke kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) masing – masing kecamatan untuk melakukan pemutakhiran data pada Simluhtan, dengan membawa berita acara pergantian pengurus kelompok
Sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 67 Tahun 2016 tentang Pembinaan Kelembagaan Petani menyebutkan bahwa Pengurus
4 Poktan terdiri atas ketua, sekretaris, bendahara, dan seksi – seksi sesuai unit usaha yang dimiliki, dengan syarat sebagai berikut :
a. Dipilih dari dan oleh perwakilan anggota secara demokratis b. Berdomisili di wilayah Poktan
c. Mampu membaca dan menulis
d. Tidak berstatus sebagai aparat/ PNS/ pamong desa
e. Memiliki waktu yang cukup untuk memajukan Poktan, dan
f. Memiliki semangat, motivasi dan kemampuan memimpin Poktan 4. Kelompok harus berdomisili di wilayah (desa/ kelurahan) yang
bersangkutan.
a. Dibuktikan dengan adanya surat keterangan domisili kelompok b. Surat keterangan domisili kelompok dikelurkan oleh Pemerintah
Desa/ Kelurahan setempat
5. Merupakan kelompok yang aktif melakukan kegiatan keorganisasian dan kegiatan pertanian
a. Dibuktikan dengan adanya surat keterangan kelompok aktif b. Surat keterangan kelompok aktif ini dikeluarkan oleh Penyuluh
Pertanian Lapangan (PPL) setempat (desa/ kelurahan penerima bantuan) dan diketahui oleh Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (PPL) kecamatan setempat
6. Kelompok sudah terdaftar di Simluhtan (Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian)
Dibuktikan dengan adanya print out Simluhtan, yang dapat diperoleh pada Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) masing – masing kecamatan.
5 II. Jenis Bantuan
Jenis bantuan bagi Kelompok Tani yang berkaitan dengan kegiatan pada Bidang Prasarana, Sarana, dan Penyuluhan ada 2 (dua), yaitu :
1. Kegiatan reguler 2. Kegiatan aspirasi
III. Jenis Kegiatan
Bidang Prasarana, Sarana, dan Penyuluhan merupakan salah satu bidang yang ada pada Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karanganyar. Pada Bidang Prasarana, Sarana, dan Penyuluhan ini terdiri dari 3 (tiga) seksi. Berikut adalah kegiatan pada masing – masing seksi serta penjelasan dari kegiatan tersebut :
1. Seksi Lahan, Irigasi, dan Pembiayaan
a. Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT)
• Berupa perbaikan/ penyempurnaan dan/ atau peningkatan fungsi jaringan irigasi untuk mengembalikan/
meningkatkan fungsi dan layanan irigasi sehingga diharapkan mampu menambah luas areal tanam, meningkatkan IP (apabila IP < 2), dan atau mempertahankan IP (apabila IP ≥ 2).
• Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kondisi infrastruktur jaringan sehingga mampu meningkatkan fungsi layanan irigasi, meningkatkan luas areal tanam dan/
atau indeks pertanaman, meningkatkan partisipasi P3A/
GP3A/ Poktan/ Gapoktan dalam pengelolaan jaringan irigasi
• Skala prioritas kegiatan ini adalah saluran irigasi tersier yang mengalami kerusakan sedang atau berat atau saluran tersier yang memang belum permanen yang akan
6 mengganggu distribusi air ke lahan pertanian yang tergantung pada saluran tersier tersebut
• Areal sawah yang mendapatkan manfaat dari adanya kegiatan ini minimal 50 hektar
b. Irigasi Perpompaan
• Irigasi Perpompaan adalah sistem irigasi dengan menggunakan pompa air yang pendistribusiannya melalui saluran terbuka maupun tertutup
• Sumber air dapat berasal dari sungai, mata air, danau, dan sumber air lainnya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lapangan masing masing daerah. Kemudian, yang dimaksud dengan sumber air di sini adalah tempat/wadah air alami dan atau buatan baik dipermukaan maupun didalam tanah.
• Lokasi Kegiatan Pengembangan Irigasi Perpompaan adalah pada area pengembangan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan yang sumber airnya tersedia namun letak sumber air tersebut lebih rendah dari lahan yang akan diairi.
• Irigasi perpompaan terbagi menjadi 2 (dua), yaitu :
- Irigasi Pompa Besar adalah sistem irigasi perpompaan yang menggunakan pompa dengan kapasitas yang dapat memberikan suplesi air irigasi seluas minimal 20 Ha untuk mendukung komoditas tanaman pangan dan perkebunan. 6.
- Irigasi Pompa menengah adalah sistem irigasi perpompaan yang menggunakan pompa dengan kapasitas yang dapat memberikan suplesi air irigasi
7 seluas minimal 4 ha untuk mendukung komoditas hortikultura atau memberikan suplesi air irigasi seluas 1 ha dan atau sanitasi dan minum ternak sebanyak 20 ekor untuk mendukung komoditas peternakan.
• Persyaratan Penerima Bantuan :
- Petani tergabung dalam kelompok tani /Gabungan kelompok tani (Poktan/Gapoktan) atau P3A/GP3A - Kelompok tani sudah dikukuhkan dengan Surat
Keputusan Bupati/ Kepala daerah atau Kepala Dinas lingkup Pertanian Kabupaten/Kota
- Poktan/Gapoktan atau P3A/GP3A memiliki pengurus aktif (ketua, sekretaris dan bendahara) dan mempunyai semangat partisipatif.
- Ketua Kelompok tani/Gapoktan penerima bantuan pemerintah disarankan untuk membentuk satuan tugas unit pengelola keuangan dan kegiatan (UPKK).
c. Irigasi perpipaan
• Irigasi Perpipaan adalah sistem irigasi secara gravitasi yang pendistribusiannya menggunakan pipa/selang.
• Sumber air dapat berasal dari sungai, mata air, danau, dan sumber air lainnya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lapangan masing masing daerah. Kemudian, yang dimaksud dengan sumber air di sini adalah tempat/wadah air alami dan atau buatan baik dipermukaan maupun didalam tanah.
8
• Persyaratan Penerima Bantuan :
- Petani tergabung dalam kelompok tani /Gabungan kelompok tani (Poktan/Gapoktan) atau P3A/GP3A - Kelompok tani sudah dikukuhkan dengan Surat
Keputusan Bupati/ Kepala daerah atau Kepala Dinas lingkup Pertanian Kabupaten/Kota
- Poktan/Gapoktan atau P3A/GP3A memiliki pengurus aktif (ketua, sekretaris dan bendahara) dan mempunyai semangat partisipatif.
- Ketua Kelompok tani/Gapoktan penerima bantuan pemerintah disarankan untuk membentuk satuan tugas unit pengelola keuangan dan kegiatan (UPKK).
d. Irigasi air tanah dalam
• Irigasi air tanah dalam adalah pemanfaatan air tanah yang ada pada lapisan akuifer yang termasuk ke dalam daerah cekungan air tanah dengan kedalaman lebih dari 60 meter yang dinaikkan ke permukaan untuk dimanfaatkan sebagai sumber air irigasi dengan tujuan sebagai suplesi irigasi untuk meningkatkan intensitas pertanaman
• Luas lahan pertanian penerima kegiatan irigasi air tanah dengan prioritas :
- Kawasan tanaman pangan minimal 10 Ha - Kawasan hortikultura minimal 5 Ha - Kawasan perkebunan minimal 10 Ha
- Kawasan peternakan (hijauan pakan ternak dan lokasi ternak) minimal 1 Ha
9 e. Embung
• Embung adalah bangunan konservasi air yang berfungsi untuk menampung air limpasan yang sumber airnya berasal dari mata air, curah hujan/ run off, sungai dan sumber air lainnya
• Dari bangunan embung tersebut, selanjutnya air dialirkan ke lahan pertanaman sehingga dapat berfungsi sebagai suplesi air bagi tanaman dalam usaha pertanian
• Lahan yang digunakan untuk pembangunan embung merupakan lahan bebas atas sengketa yang dibuktikan dengan penetapan status tanah oleh pemerintah daerah setempat dan tidak ada ganti rugi
f. Dam parit
Dam parit adalah bangunan yang berfungsi untuk menaikkan tinggi muka air dengan membendung aliran air permukaan atau sungai kecil sehingga dapat dijadikan sebagai suplesi irigasi bagi lahan pertanian yang letaknya berada di atas aliran air permukaan (sungai atau mata air)
g. Pintu air
• Pintu air adalah bangunan fisik yang dapat digunakan untuk mengatur keluar masuk air sesuai dengan kebutuhan tanaman yang diusahakan
• Pembangunan pintu air diarahkan untuk mendukung pengembangan usaha tanaman pangan
10 h. Long storage
• Long Storage adalah bangunan konservasi air berbentuk kolam memanjang untuk menampung air limpasan (run off) serta sumber air lainnya untuk mendukung usaha pertanian
• Lokasi pembangunan long storage harus jelas kepemilikan lahannya (tidak dalam sengketa) dan tidak ada ganti rugi yang dilengkapi dengan surat pernyataan oleh kelompok penerima manfaat
i. Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT)
Jalan usaha tani dibangun pada kawasan pertanian tanaman pangan untuk pengangkutan sarana produksi menuju lahan pertanian, memperlancar mobilitas alat dan mesin pertanian, serta mengangkut hasil produk pertanian dari lahan pertanian menuju tempat pengumpulan sementara, tempat pengolahan, atau pasar.
j. Jalan produksi
• Jalan produksi dibangun pada kawasan hortikultura, perkebunan, dan peternakan yang sudah ada tanaman/
ternak yang dimiliki petani hortikultura, perkebunan, dan peternakan.
• Jalan produksi ditujukan untuk pengangkutan sarana produksi menuju lahan pertanian, memperlancar mobilitas alat dan mesin pertanian, serta mengangkut hasil produk pertanian dari lahan pertanian menuju tempat pengumpulan sementara, tempat pengolahan, atau pasar.
11 2. Seksi, Pupuk, Pestisida, dan Alsintan
a. Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) Syarat penerima bantuan UPPO adalah :
• Kelompok tani/ Gapoktan yang mempunyai keabsahan (pengukuhan) dari instansi yang berwenang atau direkomendasikan oleh SKPD
• Kelompok tani/ Gapoktan merupakan kelompok yang dinamis, pro aktif dan diutamakan bertempat tinggal di dalam satu wilayah/ desa yang berdekatan dan diusulkan oleh Kepala desa dan atau UPTD dan/ atau Petugas Lapangan/ Penyuluh dan Pembina Kelompok lainnya
• Kelompok tani/ Gapoktan yang mempunyai kepengurusan lengkap yaitu minimal ada ketua, sekretaris, dan bendahara
• Kelompok tani/ Gapoktan memiliki lahan hibah, kas desa, milik kelompok tani, atau beli
• Kelompok tani/ Gapoktan penerima bantuan UPPO bersedia menyediakan lahan sebagai tempat bangunan/ rumah kompos dan kadang yang dikukuhkan dengan surat pernyataan hibah
• Kelompok tani/ Gapoktan masuk dalam daftar usulan Direktorat Jenderal Teknis untuk permintaan dukungan UPPO
• Ketua Kelompok tani/Gapoktan penerima bantuan pemerintah membentuk satuan tugas unit pengelola keuangan dan kegiatan (UPKK).
12 b. Alat dan mesin pertanian
Bantuan alat dan mesin pertanian meliputi traktor roda dua, traktor roda empat, cultivator, hand sprayer, rice transplanter.
Kriteria penerima bantuan Alsintan adalah Kelompok Tani/
Gabungan Kelompok Tani/ UPJA/ Korporasi Tani/ Kelompok Usaha Bersama (KUB)/ Masyarakat Tani/ Kelompok Masyarakat yang mendukung pembangunan pertanian
3. Seksi Penyuluhan
Kegiatan pada Seksi Penyuluhan secara umum tidak diperuntukkan bagi Kelompok Tani, tapi berupa rehabilitasi Gedung Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) serta peningkatan kelembagaan dan kegiatan penyuluhan.
IV. Sumber Pendanaan
Berdasarkan sumber pendanaan, maka seluruh kegiatan yang ada pada Bidang Prasarana, Sarana, dan Penyuluhan dapat dibagi menjadi 2 (dua), yaitu sebagai berikut :
1. Bersumber APBD
APBD ini terbagi menjadi 2 (dua), yaitu Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK)
2. Bersumber APBN
13
FORMAT PROPOSAL
Format proposal pengajuan bantuan dari Kelompok Tani terdiri dari 4 (empat) bagian, yaitu cover, surat permohonan, isi proposal, dan lampiran.
Berikut adalah penjelasan untuk masing – masing bagian tersebut : I. COVER
PROPOSAL
PERMOHONAN BANTUAN ………. (diisi nama bantuan
yang diajukan)KELOMPOK TANI/ GABUNGAN KELOMPOK TANI………..
DESA/ KELURAHAN………….. KECAMATAN…………..
KABUPATEN KARANGANYAR
TAHUN…………
14 II. SURAT PERMOHONAN
KOP KELOMPOK TANI/ GABUNGAN KELOMPOK TANI
Nomor Lampiran Perihal
: : :
diisi
….lembar/ bendel
Permohonan Bantuan…..(diisi nama bantuan yang diajukan)
Desa/ kel, tanggal bulan tahun Kepada :
Yth Bupati Karanganyar c.q. Kepala Dinas
Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karanganyar
Di tempat Dengan Hormat,
(Silahkan tulis isi surat permohonan sesuai dengan kebutuhan) Bersama ini kami lampirkan beberapa dokumen sebagai berikut : 1. Foto copy berita acara pembentukan kelompok
2. Foto copy piagam pengukuhan kelompok 3. Bagan struktur organisasi kelompok 4. Daftar pengurus dan anggota kelompok 5. Foto copy KTP pengurus dan anggota
6. Foto copy surat keterangan domisili kelompok 7. Surat keterangan kelompok aktif (asli)
8. Foto copy print out Simluhtan 9. Foto lokasi
Demikian permohonan ini kami sampaikan, ………..(silahkan tulis sesuai dengan kebutuhan)
Ketua Kelompok
Nama
Mengetahui, Kepala Desa/ Kel……
Nama
Koordinator BPP Kec……..
Nama Camat………….
Nama NIP
15
KOP KELOMPOK TANI/ GABUNGAN KELOMPOK TANI
Nomor Lampiran Perihal
: : :
diisi
….lembar/ bendel
Permohonan Bantuan…..(diisi nama bantuan yang diajukan)
Desa/ kel, tanggal bulan tahun Kepada :
Yth Gubernur Jawa Tengah Di tempat
Dengan Hormat,
(Silahkan tulis isi surat permohonan sesuai dengan kebutuhan) Bersama ini kami lampirkan beberapa dokumen sebagai berikut : 1. Foto copy berita acara pembentukan kelompok
2. Foto copy piagam pengukuhan kelompok 3. Bagan struktur organisasi kelompok 4. Daftar pengurus dan anggota kelompok 5. Foto copy KTP pengurus dan anggota
6. Foto copy surat keterangan domisili kelompok 7. Surat keterangan kelompok aktif (asli)
8. Foto copy print out Simluhtan 9. Foto lokasi
Demikian permohonan ini kami sampaikan, ………..(silahkan tulis sesuai dengan kebutuhan)
Ketua Kelompok
Nama
Mengetahui, Kepala Desa/ Kel……
Nama
Koordinator BPP Kec……..
Nama Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan
Perikanan Kabupaten Karanganyar
Nama NIP.
Camat………….
Nama NIP
16
KOP KELOMPOK TANI/ GABUNGAN KELOMPOK TANI
Nomor Lampiran Perihal
: : :
diisi
….lembar/ bendel
Permohonan Bantuan…..(diisi nama bantuan yang diajukan)
Desa/ kel, tanggal bulan tahun Kepada :
Yth Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian
Kementerian Pertanian RI Di tempat
Dengan Hormat,
(Silahkan tulis isi surat permohonan sesuai dengan kebutuhan) Bersama ini kami lampirkan beberapa dokumen sebagai berikut : 1. Foto copy berita acara pembentukan kelompok
2. Foto copy piagam pengukuhan kelompok 3. Bagan struktur organisasi kelompok 4. Daftar pengurus dan anggota kelompok 5. Foto copy KTP pengurus dan anggota
6. Foto copy surat keterangan domisili kelompok 7. Surat keterangan kelompok aktif (asli)
8. Foto copy print out Simluhtan 9. Foto lokasi
Demikian permohonan ini kami sampaikan, ………..(silahkan tulis sesuai dengan kebutuhan)
Ketua Kelompok
Nama Mengetahui,
Kepala Desa/ Kel……
Nama
Koordinator BPP Kec……..
Nama Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan
Perikanan Kabupaten Karanganyar
Nama NIP.
Camat………….
Nama NIP
17 III. ISI PROPOSAL
Minimal mencakup beberapa informasi sebagai berikut : I. PENDAHULUAN
A. Latar belakang B. Tujuan
C. Sasaran II. ISI
Berisi RAB dan rencana pelaksanaan kegiatan III. PENUTUP
IV. LAMPIRAN
Terdapat beberapa lampiran yang harus disertakan dalam proposal bantuan Kelompok Tani, yaitu :
1. Foto copy berita acara pembentukan kelompok 2. Foto copy piagam pengukuhan kelompok
3. Bagan struktur organisasi kelompok 4. Daftar pengurus dan anggota kelompok 5. Foto copy KTP pengurus dan anggota
6. Foto copy surat keterangan domisili kelompok 7. Surat keterangan kelompok aktif (asli)
8. Foto copy print out Simluhtan 9. Foto lokasi
Berikut penjelasan untuk masing – masing lampiran tersebut : 1. Foto copy berita acara pembentukan kelompok
• Berita acara ini dikeluarkan oleh Kepala Desa/ Kelurahan setempat pada waktu pembentukan kelompok tersebut.
• Berita acara pembentukan kelompok tani/ gabungan kelompok tani tersebut difoto copy untuk dijadikan lampiran dalam proposal
18 2. Foto copy Piagam Pengukuhan Kelompok
• Piagam pengukuhan ini dikeluarkan oleh Pemerintah Desa/
Kelurahan setempat
• Kelompok yang dapat memperoleh bantuan Pemerintah adalah kelompok yang sudah mempunyai piagam pengukuhan minimal 2 (dua) tahun sebelum pengajuan bantuan
• Piagam pengukuhan tersebut difoto copy untuk dijadikan lampiran dalam proposal
Berikut adalah contoh untuk piagam pengukuhan :
19
PIAGAM PENGUKUHAN KELOMPOK TANI
……(diisi nama kelompok)Nomor : ……….
Kami yang bertanda tangan di bawah ini Kepala Desa/ Kelurahan…….., Kecamatan……., Kabupaten Karanganyar memberikan pengukuhan kepada :
KELOMPOK TANI ……(diisi nama kelompok)
DESA/ KELURAHAN : Diisi
KECAMATAN : Diisi
KABUPATEN : Diisi
Dengan kepengurusan
KETUA : Diisi nama
SEKRETARIS : Diisi nama BENDAHARA : Diisi nama
Pemberian Piagam Pengukuhan Kelompok Tani ini dimaksudkan sebagai pendorong kepada kelompok tani agar dapat mengembangkan kemampuan dan keterampilan, meningkatkan kesejahteraan, serta meraih prestasi yang lebih tinggi.
Tempat dan tanggal surat Kepala Desa/ Keluarahan……
Nama
Tempat dan tanggal surat Kepala Desa/ Keluarahan……
Nama
20 Catatan : Piagam pengukuhan ini hanya contoh. Apabila kelompok tani sudah mempunyai Piagam Pengukuhan lain yang sah, tetap dapat dipergunakan.
3. Bagan struktur organisasi kelompok
Sertakan bagan struktur organisasi kelompok pada bagian lampiran proposal
4. Daftar pengurus dan anggota kelompok Contoh :
KOP KELOMPOK TANI/ GABUNGAN KELOMPOK TANI
DAFTAR PENGURUS DAN ANGGOTA
KELOMPOK TANI/ GABUNGAN KELOMPOK TANI…..(diisi nama kelompok) DESA/ KELURAHAN…., KECAMATAN….
KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN…..
NAMA ALAMAT JABATAN
……… Ketua
……… Sekretaris
……… Bendahara
……… Lain – lain (disesuaikan masing – masing kelompok)
Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota dst
Tempat dan tanggal surat Ketua Kelompok……
Nama
Tempat dan tanggal surat Kepala Desa/ Keluarahan……
Nama
21 5. Foto copy KTP pengurus dan anggota
• Foto copy KTP pengurus kelompok (ketua, sekretaris, bendahara)
• Foto copy KTP anggota kelompok (minimal 10 orang anggota)
6. Foto copy surat keterangan domisili kelompok
• Surat keterangan domisili kelompok ini dikeluarkan oleh Pemerintah Desa/ Kelurahan setempat
• Foto copy surat keterangan domisili kelompok ini disertakan pada lampiran proposal (asli disimpan sebagai arsip kelompok) Contoh :
KOP PEMERINTAH DESA
SURAT KETERANGAN DOMISILI Nomor : ……….
Yang bertanda tangan di bawah ini Kepala Desa/ Kelurahan…….., dengan ini menerangkan dengan sebenarnya bahwa Kelompok Tani ……(diisi nama kelompok) benar – benar berdomisili di………(tuliskan alamat kelompok).
Demikian, surat keterangan ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
Tempat dan tanggal surat Kepala Desa/ Keluarahan……
Nama
Tempat dan tanggal surat Kepala Desa/ Keluarahan……
Nama
22 7. Surat keterangan kelompok aktif (asli)
Surat keterangan kelompok aktif ini dikeluarkan oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) setempat.
Contoh :
SURAT KETERANGAN KELOMPOK AKTIF
Melalui surat ini diterangkan bahwa : Nama Kelompok : diisi
Alamat Kelompok : diisi
benar – benar merupakan kelompok yang aktif menjalankan kegiatan keorganisasian dan kegiatan pertanian.
Demikian surat ini dibuat dengan sesungguhnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
Mengetahui,
Koordinator BPP Kecamatan…….
Nama
Tempat dan tanggal surat PPL setempat
Nama
Tempat dan tanggal surat Kepala Desa/ Keluarahan……
Nama
23 8. Foto copy print out Simluhtan
• Print out Simluhtan dapat diperoleh di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) setempat
• Print out Simluhtan difoto copy kemudian dilampirkan pada proposal (asli disimpan sebagai arsip kelompok)
9. Foto lokasi
Sertakan beberapa foto lokasi pada bagian lampiran proposal
10. Tambahan
Pada bagian tambahan ini akan diberikan contoh beberapa lampiran jika memang diperlukan, yaitu :
a. Berita acara pergantian pengurus kelompok
KOP KELOMPOK TANI/ GABUNGAN KELOMPOK TANI
BERITA ACARA PERGANTIAN PENGURUS KELOMPOK TANI….(diisi nama kelompok)
Pada hari ini….tanggal……bulan…tahun….telah dilakukan musyawarah pergantian pengurus Kelompok Tani….(diisi nama kelompok) yaitu sebagai berikut :
JABATAN KEPENGURUSAN
LAMA KEPENGURUSAN BARU
Isi nama jabatan yang
diganti Diisi nama Diisi nama
Isi nama jabatan yang diganti
Diisi nama Diisi nama
Demikian surat ini dibuat dengan sesungguhnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
Mengetahui
Kepala Desa/ Keluarahan……
Nama
PPL Desa/ Kelurahan
Nama
Tempat dan tanggal surat Kepala Desa/ Keluarahan……
Nama
24 b. Surat penunjukan Unit Pengelola Keuangan dan Kegiatan/
UPKK (jika diperlukan)
c. Tambahan lain sesuai yang dipersyaratkan untuk masing – masing jenis kegiatan/ bantuan yang diajukan
KOP KELOMPOK TANI/ GABUNGAN KELOMPOK TANI
BERITA ACARA PENUNJUKAN UPKK KELOMPOK TANI….(diisi nama kelompok)
Pada hari ….tanggal……bulan…tahun…telah dilakukan penunjukan Unit Pengelola Keuangan dan Kegiatan (UPKK) Kelompok Tani….(diisi nama kelompok) sebagai berikut :
Nama : Diisi
NIK : Diisi
Alamat : Diisi
Jabatan dalam Kelompok : Diisi
Penunjukan UPKK ini dimaksudkan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan………(diisi nama kegiatan) tahun….(diisi tahun pelaksanaan kegiatan) pada Bidang Prasarana, Sarana, dan Penyuluhan.
Demikian surat ini dibuat dengan sesungguhnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
Mengetahui,
Kepala Desa/ Kelurahan…..
Nama
Ketua Kelompok
Nama
Tempat dan tanggal surat Kepala Desa/ Keluarahan……
Nama
25 File buku pedoman ini dapat pula diunduh pada website dan Instagram
Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karanganyar https://dispertanpp.karanganyarkab.go.id/
https://www.instagram.com/dispertankaranganyar/
∞∞∞