• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. ANALISA DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "4. ANALISA DAN PEMBAHASAN"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

4. ANALISA DAN PEMBAHASAN

4.1. Populasi dan Sampel

4.1.1. Populasi Dalam Penelitian Ini

Populasi dalam suatu penelitian merupakan kumpulan individu atau obyek yang merupakan sifat–sifat umum dan keseluruhan subjek penelitian. Peneliti menetapkan populasi dalam penelitian ini adalah pelajar/mahasiswa dan pekerja yang menggunakan IPhone di Surabaya.

4.1.2. Sampel

Penarikan atau pembuatan sampel dari populasi mewakili populasi disebabkan untuk mengangkat kesimpulan penelitian sebagai suatu yang berlaku bagi populasi. Dalam penelitian ini jumlah sampel yang digunakan sebanyak 100 responden dan 27 responden cadangan apabila data tidak valid, responden tersebut ialah para pelajar/mahasiswa dan pekerja yang menggunakan IPhone di Surabaya.

4.2. Analisis Deksriptif

4.2.1 Deskripsi Profil Responden

Profil responden menunjukkan karakteristik atas demografi responden yang terbagi dari jenis kelamin, usia dan pekerjaan.

Tabel 4.1. Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Frekuensi Persentase (%) Pria

Wanita

44 56

44.0 56.0

Total 100 100.0

Berdasarkan tabel 4.1, dapat dijelaskan bahwa responden berjenis kelamin wanita lebih banyak dibandingkan pria karena memiliki Persentase sebesar 55 % (55 orang), sedangkan jumlah responden pria dalam penelitian ini sebanyak 45%

(45 orang). Hal ini menunjukkan wanita lebih dominan dalam menjadi responden daripada pria.

(2)

Tabel 4.2. Usia

Usia Frekuensi Persentase (%)

< 20 tahun 54 54.0

21 – 26 tahun 40 40.0

27 – 35 tahun 4 4.0

> 46 tahun 2 2.0

Total 100 100.0

Berdasarkan tabel 4.2, hasil penelitian menunjukkan responden dengan karakteristik usia < 20 tahun memiliki Persentase sebesar 54% (54 orang), kemudian responden berusia 21-26 tahun sebanyak 40% (40 orang), responden berusia 27–25 tahun memiliki Persentase 4% (4 orang), sementara responden dengan usia > 46 tahun persentasenya sebesar 2% (2 orang). Hasil ini menunjukan mayoritas pengguna IPhone di bawah umur 20 tahun.

Tabel 4.3. Pekerjaan

Jenjang Pendidikan Frekuensi Persentase (%) Pelajar / Mahasiswa

Pegawai Negeri Wiraswasta Swasta Lainnya

79 0 11 6 4

79 0 11 6 4

Total 100 100.0

Pada tabel 4.3, berdasarkan hasil kuisioner yang peneliti sebar, mayoritas yang menjadi pengguna IPhone/yang pernah menggunakan adalah pelajar/

mahasiswa dengan persentase 79%, wiraswasta 11%, swasta 6% dan lainnya sebesar 4%.

Tabel 4.4. Durasi menjadi pengguna IPhone Durasi Frekuensi Persentase (%)

< 6 bulan 12 12

> 1 tahun 19 19

(3)

> 2 tahun 18 18

> 3 tahun 48 48

Lainnya 3 3

Total 100 100

Pada tabel 4.4, menunjukan bahwa rata–rata mayoritas pengguna IPhone terbanyak pada hasil kuisioner yang disebarkan oleh peneliti ialah lebih dari 3 tahun dengan presentase 39%, sedangkan durasi yang lain tidak memiliki perbedaan yang signifikan.

4.3. Deskripsi Variabel Penelitian 4.3.1. Uji Validitas

Validitas menunjukkan ketepatan item-item pertanyaan kuesioner dalam mengukur variabel penelitian. Teknik yang digunakan untuk menguji validitas adalah korelasi pearson. Suatu item pertanyaan dinyatakan valid jika korelasi pearson menghasilkan nilai korelasi (r hitung) > r tabel (α=5%; n=100). Berikut ini adalah hasil uji validitas

Tabel 4.5. Uji Validitas Variable Indicator Corrected

Item Total Correlation

Keputusan

Brand Experience

X1.1 0.682 Valid

X1.2 0.640 Valid

X1.3 0.707 Valid

X1.4 0.800 Valid

X1.5 0.764 Valid

X1.6 0.787 Valid

X1.7 0.649 Valid

X1,8 0.750 Valid

X1.9 0.664 Valid

X1.10 0.740 Valid

(4)

X1.11 0.714 Valid

X1.12 0.689 Valid

Affective Commitment

X2.1 0.739 Valid

X2.2 0.660 Valid

X2.3 0.715 Valid

X2.4 0.680 Valid

X2.5 0.653 Valid

X2.6 0.716 Valid

Brand Loyalty

Y1.1 0.637 Valid

Y1.2 0.638 Valid

Y1.3 0.564 Valid

Y1.4 0.464 Valid

Y1.5 0.508 Valid

Tabel menunjukkan bahwa semua item pertanyaan pada variabel brand experience, affective commitment, dan brand loyalty memiliki r hitung > r tabel 0,197, sehingga item-item pertanyaan yang mengukur variabel penelitian dinyatakan valid.

4.3.2. Uji Reliabilitas

Reliabilitas menunjukkan kehandalan kuesioner dalam mengukur variabel penelitian dengan menghasilkan pengukuran yang konsisten. Teknik yang digunakan untuk menguji reliabilitas adalah metode cronbach alpha. Item-item pertanyaan dalam kuesioner dinyatakan reliabel jika memiliki nilai cronbach alpha

> 0,6. Berikut ini adalah hasil uji reliabilitas:

Tabel 4.6. Uji Reliabilitas Variable Cronbach

Alpha

Nilai

Kritis Keputusan

X1 0.934 0.6 Reliabel

X2 0.846 0.6 Reliabel

Y 0.859 0.6 Reliabel

(5)

Tabel 4.6 menunjukkan variabel brand experience, affective commitment, dan brand loyalty memiliki nilai cronbach alpha > 0,6, sehingga item-item pertanyaan yang mengukur variabel penelitian dinyatakan reliabel.

4.4. Analisis Deskriptif Variabel Peneltian

Analisa deskriptif menggambarkan tentang suatu dari hasil penelitian atau mendeskripsikan kumpulan data atau hasil pengamatan yang telah dilakukan. Di dalam analisa deskriptif dalam bahasan ini, penulis akan menjelaskan bagaimana cara responden dalam menjawab beberapa variabel yang memiliki dimensi di dalam peelitian ini. Variabel tersebut antara lain yaitu Brand Experience dengan dimensi sensorik, afeksi, perilaku, dan intelektual, lalu setelah itu variabel Affective Commitment dengan dimensi di dalamnya emosional, identifikasi, dan keterlibatan, dan Brand Loyalty dengan dimensi behaviour measure, measuring switch cost, measuring satisfaction, measuring liking the brand dan measuring commitment pada 100 kuisioner yang digunakan dan 27 kuisioner cadangan apabila data yang diinput tidak valid.

Analisa deskriptif juga menjelaskan hubungan – hubungan angka yang ditimbulkan dari hasil responden dengan kemungkinan–kemungkinan yang terjadi serta menganalisis hasil dengan dilengkapi data observasi atau data lapangan, sehingga memperkuat hasil analisis deskriptif ini.

Tabel 4.7. Analisis Deskriptif Variabel Brand Experience Dimensi Sensorik

Indikator Jawaban

Mean Std.

Dev. TTB BTB

STS TS N S SS

IPhone memiliki desain yang menarik (X1.1)

0 3 1 54 42 4.35 9.657 0.96 0.03

Touchscreen IPhone sangat responsif ketika disentuh (X1.2)

0 3 2 39 56 4.48 0.689 0.95 0.03

Tampilan display IPhone memiliki ciri khas (X1.3)

0 3 2 26 69 4.61 0.680 0.95 0.03

(6)

Pada tabel 4.7, terdapat tiga buah indikator mengenai dimensi sensorik. Dari tabel di atas dijelaskan bahwa IPhone memiliki desain yang menarik, dan para responden setuju dengan indikator kuisioner tersebut. Di mana pada indkator X1.1 mempunyai nilai mean sebesar 4.35 dengan nilai dominan terbesar 96% responden menjawab setuju.

Di pertanyaan X1.2 dan X1.3 menyatakan bahwa touchscreen IPhone responsif ketika di sentuh yang merupakan kelebihan dari IPhone dan IPhone juga memiliki tampilan display yang khas yang membedakan pada smartphone lainnya dan hal ini disetujui oleh responden, dimana nilai mean X1.2 dan X1.3 adalah 4.48 dan 4.61.

Tabel 4.8. Analisis Deskriptif Variabel Brand Experience Dimensi Afeksi

Indikator Jawaban

Mean Std.

Dev. TTB BTB

STS TS N S SS

Menggunakan IPhone memberikan kesenangan (X1.4)

0 3 5 40 52 4.41 0.726 0.92 0.03

Menggunakan IPhone memberikan kepuasan (X1.5)

0 2 3 37 57 4.48 0.703 0.94 0.02

Menggunakan IPhone memberikan kebanggan (X1.6)

0 3 5 31 61 4.50 0.732 0.92 0.03

Pada tabel 4.8 akan membahas dimensi dari brand experience yaitu mengenai afeksi, afeksi merupakan pendekatan perasaan dengan mempengaruhi suasana hati, perasaan dan emosi. Pertanyaan X1.4, X1.5 dan X1.6 responden setuju bahwa menggunakan IPhone memberikan kesenangan, kepuasan dan kebanggan, dimana IPhone memberikan kesan ekslusif bagi penggunanya yang dapat memberikan kebanggan bagi penggunanya terutama IPhone keluaran terbaru yaitu IPhone 7 Plus. Lalu secara kinerja IPhone juga memiliki keunggulan dalam kecepatan CPU yang membuat penggunanya puas dan senang terhadap produk IPhone.

(7)

Tabel 4.9. Analisis Deskriptif Variabel Brand Experience Dimensi Perilaku

Indikator Jawaban

Mean Std.

Dev. TTB BTB

STS TS N S SS

Menggunakan IPhone membuat saya mengikuti trend (X1.7)

0 2 5 61 32 4.23 0.633 0.93 0.02

Menggunakan IPhone dalam melakukan aktivitas sehari - hari (X1.8)

0 2 7 36 55 4.44 0.715 0.91 0.02

Menggunakan IPhone membuat saya tertarik dengan adanya promo yang ditawarkan oleh apple berikutnya (X1.9)

0 2 8 61 29 4.17 0.652 0.90 0.02

Di dalam tabel 4.9 menjelaskan hasil responden mengenai dimensi perilaku, dimana perilaku merupakan pengalaman terhadap merek membuat konsumen untuk melakukan sesuatu/ mengubah perilaku. Di pernyataan X1.8 mengenai menggunakan IPhone dalam aktivitas sehari – hari memiliki nilai mean yang tertinggi daripada pernyataan yang lainnya, dengan nilai mean 4.44 dan 91 responden setuju terhadap pernyataan tersebut.

Sedangkan pernyataan X1.9 memiiliki nilai terendah dari ketiga indikator pada dimensi perilaku.

Tabel 4.10. Analisis Deskriptif Variabel Brand Experience Dimensi Intelektual

Indikator Jawaban

Mean Std.

Dev. TTB BTB

STS TS N S SS

IPhone merupakan smartphone yang berkualitas (X1.10)

0 3 2 35 60 4.52 0.689 0.95 0.03

Menggunakan IPhone membuat saya

membandingkan dengan produk smartphone lain (X1.11)

0 3 2 50 45 4.37 0.677 0.95 0.03

(8)

Iphone memiliki fitur yang multifungsi (X1.12)

0 3 7 45 45 4.32 0.737 0.90 0.03

Pada tabel 4.10 menjelaskan bahwa pernyataan yang memiliki nilai paling menonjol ialah IPhone merupakan smartphone yang berkualitas (X1.10), dengan nilai mean 4.52, bahwa mayoritas responden setuju pada pernyataan ini, dengan total jumlah responden yang setuju ialah 95 responden.

Tabel 4.11. Analisis Deskriptif Variabel Affective Commitment Dimensi Emosional

Indikator Jawaban

Mean Std.

Dev.

TT

B BTB

STS TS N S SS

Merek IPhone sudah membekas dihati sehingga tidak tertarik dengan pada merek lain (X2.1)

0 4 5 39 52 4.39 0.764 0.91 0.04

Saya akan sedih apabila merek IPhone tidak dijual lagi di pasaran. (X2.2)

0 3 4 46 47 4.37 0.706 0.93 0.03

Tabel 4.11 yang merupakan indikator dari dimensi emosional menjelaskan bahwa apabila IPhone tidak dijual lagi pasaran maka akan menimbulkan sisi emosional yang sedih untuk responden. Pernyataan X2.1 tersebut memiliki nilai mean 4.39, lebih tinggi dari pernyataan X2.2 dengan nilai mean 4.37.

Tabel 4.12. Analisis Deskriptif Variabel Affective Commitment Dimensi Identifikasi

Indikator Jawaban

Mean Std.

Dev. TTB BTB

STS TS N S SS

Saya pikir adanya perbedaan yang spesifik antara merek IPhone dan merek smartphone lainnya (X2.3)

0 3 9 36 52 4.37 0.774 0.88 0.03

(9)

Ketika seseorang memuji merek IPhone, rasanya seperti pujian pribadi (X2.4)

0 3 7 66 24 4.11 0.650 0.90 0.03

Pada tabel 4.12 dijelaskan bahwa indikator X2.3 mengenai pendapat responden terhadap perbedaan yang spesifik antara merek IPhone dan merek smartphone lainnya memiliki nilai lebih tinggi dari indikator X2.4 dengan perbedaan nilai mean 4.37 dan 4.11.

Tabel 4.13. Analisis Deskriptif Variabel Affective Commitment Dimensi Keterlibatan

Indikator Jawaban

Mean Std.

Dev. TTB BTB

STS TS N S SS

Saya selalu mengikuti perkembangan IPhone (X2.5)

0 7 20 43 30 3.96 0.887 0.73 0.07

Saya tertarik

membicarakan tentang merek IPhone (X2.6)

0 4 16 49 31 4.07 0.795 0.80 0.04

Tabel 4.13. yang menjelaskan mengenai dimensi keterlibatan, dimana dimensi keterlibatan merupakan sejauh mana responden terlibat dalam penggunaan IPhone, seperti pernyataan yang di atas yang menyatakan responden mengikuti perkembangan IPhone di media apapun, seperti media cetak dan media digital.

Kemudian pernyataan kedua yaitu tentang responden tertarik membicarakan tentang IPhone. Dan nilai mean yang paling tertinggi ialah pernyataan X2.6 dengan nilai mean 4.07.

Tabel 4.14. Analisis Deskriptif Indikator dari Variabel Brand Loyalty

Indikator Jawaban

Mean Std.

Dev. TTB BTB

STS TS N S SS

Saya akan setia menjadi

pengguna IPhone (Y1.1) 0 1 23 39 37 4.12 0.795 0.76 0.01 Saya akan tetap

menggunakan IPhone 0 0 14 46 40 4.26 0.691 0.86 0

(10)

karena ada pengalaman baik (Y1.2)

Ketika apple

mengeluarkan produk IPhone model terbaru, saya tertarik untuk membelinya (Y1.3)

0 3 6 60 31 4.19 0.677 0.91 0.03

3.97Bila ada suatu keluhan tentang IPhone, saya tidak berpindah ke merek lain (Y1.4)

1 1 21 54 23 3.97 0.758 0.77 0.02

Saya akan

merekomendasikan IPhone ke orang lain (Y1.5)

0 2 9 49 40 4.27 0.709 0.89 0.02

Tabel 4.14 menjelaskan dimensi dari brand loyalty, yaitu behaviour measure, measuring switch cost, measuring satisfaction, measuring liking the brand dan measuring commitment. Pernyataan yang memiliki nilai mean yang tertinggi ialah saya akan merekomendasikan IPhone ke orang lain dengan nilai mean 4.27 dengan total responden yang setuju pada pernyataan Y1.5 adalah 89 responden.

4.5.Analisa Parital Least Square (PLS)

Gambar 4.1. Outer Model

(11)

Gambar 4.2. Inner Model 4.6 Path Analysis

4.6.1. Outer Model

Pada evaluasi outer model akan dilakukan pengujian convergent validity, discriminant validity dan composite Reliability. Berikut ini akan dijelaskan hasil pada masing-masing pengujian:

Untuk menguji convergent validity digunakan nilai loading factor. Suatu indikator dikatakan memenuhi convergent validity jika memiliki nilai loading factor > 0,7. Berikut adalah nilai loading factor masing-masing indikator pada variabel penelitian:

Tabel 4.15. Loading factor

Variabel Indikator Loading factor

Brand Experience

Sensorik

X1.1 0.733

X1.2 0.722

X1.3 0.771

Afeksi

X1.4 0.821

X1.5 0.830

X1.6 0.788

Perilaku X1.7 0.703

(12)

X1.8 0.788

X1.9 0.729

Intelektual

X1.10 0.786

X1.11 0.759

X1.12 0.708

Affective Commitment

Emosional X2.1 0.773

X2.2 0.714

Identifikasi X2.3 0.765

X2.4 0.787

Keterlibatan X2.5 0.738

X2.6 0.755

Brand Loyalty

Behaviour

Measure Y1.1 0.850

Measuring

Switch Cost Y1.2 0.849

Measuring

Satisfaction Y1.3 0.790

Measuring Liking the

Brand

Y1.4 0.719

Measuring

Commitment Y1.5 0.791

Berdasarkan tabel 4.15, diketahui bahwa semua indikator pada variabel brand experience dan affective commitment, terhadap brand loyalty memiliki loading factor lebih besar dari 0.70, sehingga indikator-indikator tersebut telah memenuhi convergent validity. Hal ini berarti, semua indikator dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut.

Loading factor juga berperan sebagai nilai yang menunjukan besar kecilnya pengaruh dari sebuah indikator terhadap hasil penelitian. Melalui tabel diatas dapat dilihat indikator yang paling berpengaruh pada sensorik adalah Tampilan display

(13)

IPhone memiliki ciri khas pada pernyataan X1.3 (0.771). Untuk dimensi afeksi, indikator yang paling tinggi pengaruhnya adalah menggunakan IPhone memberikan kepuasan pada pernyataan X1.5 (0.830). Sedangkan untuk dimensi perilaku, indikator yang paling tinggi pengaruhnya adalah menggunakan IPhone dalam melakukan aktivitas sehari – hari pada pernyataan X1.8 (0.788). Sementara untuk dimensi intelektual, indikator yang paling tinggi pengaruhnya adalah IPhone merupakan smartphone yang berkualitas X1.10 (0.786). Sementara untuk indikator tertinggi pengaruhnya dari dimensi emosional ialah X2.1 merek IPhone sudah membekas di hati sehingga tidak tertarik berpindah ke merek lain (0.773).

Kemudian pada dimensi identifikasi, indikator yang tertinggi pengaruhnya ialah X2.4 ketika seseorang memuji merek Apple IPhone, rasanya seperti pujian pribadi (0.787). Lalu dimensi keterlibatan, indikator tertinggi pengaruhnya ialah X2.6 saya pikir adanya perbedaan yang spesifik antara merek Apple IPhone dengan merek smartphone lainnya (0.755). Dan yang tertinggi pada indikator variabel brand loyalty ialah Y1.1 saya akan setia menjadi pengguna IPhone (0.850). Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa indikator-indikator yang memiliki nilai loading factor yang tinggi.

4.6.1.1. Discriminant validity

Untuk menguji discriminant validity digunakan nilai cross loading. Suatu indikator dikatakan memenuhi discriminant validity jika nilai cross loading indikator pada variabelnya adalah yang terbesar dibandingkan pada variabel lainnya. Berikut adalah nilai cross loading masing-masing indikator:

Tabel 4.16. Cross loading

Indikator

Variabel

Brand Experience

Affective

Commitment Brand Loyalty

X1.1 0.733 0.584 0.337

X1.2 0.722 0.551 0.227

X1.3 0.771 0.616 0.322

X1.4 0.821 0.696 0.479

X1.5 0.83 0.655 0.36

X1.6 0.788 0.766 0.418

(14)

X1.7 0.703 0.569 0.288

X1.8 0.788 0.612 0.455

X1.9 0.729 0.538 0.329

X1.10 0.786 0.645 0.38

X1.11 0.759 0.622 0.361

X1.12 0.708 0.614 0.372

X2.1 0.675 0.773 0.469

X2.2 0.623 0.714 0.336

X2.3 0.649 0.765 0.453

X2.4 0.615 0.787 0.354

X2.5 0.535 0.738 0.447

X2.6 0.619 0.755 0.512

Y1.1 0.467 0.484 0.85

Y1.2 0.484 0.484 0.849

Y1.3 0.373 0.492 0.79

Y1.4 0.271 0.373 0.719

Y1.5 0.299 0.44 0.791

Berdasarkan Tabel 4.16 diketahui masing-masing indikator pada variabel penelitian memiliki nilai cross loading terbesar pada variabel yang dibentuknya dibandingkan pada variabel lainnya. Dengan demikian bisa dikatakan indikator- indikator yang digunakan dalam penelitian ini telah memiliki discriminant validity yang baik dalam menyusun variabelnya masing-masing.

Selain dilihat dari cross loading, metode lain yang dipergunakan untuk mengukur discriminant validity adalah dengan membandingkan nilai dari akar AVE tiap variabel dengan korelasi antar variabel. Jika nilai dari akar AVE lebih besar dibandingkan korelasi yang terjadi maka variabel memiliki discriminant validity yang baik. Berikut adalah nilai AVE dan korelasi antar variabel.

Tabel 4.17. Tabel AVE

Variabel AVE Akar AVE

Brand Experience 0.582 0.763

Affective Commitment 0.571 0.756

Brand Loyalty 0.643 0.802

(15)

Tabel 4.18. Korelasi Antar Variabel Affective

Commitment

Brand Experience

Brand Loyalty Affective Commitment 0.756

Brand Experience 0.822 0.763

Brand Loyalty 0.571 0.480 0.802

Berdasarkan Tabel 4.17 dan 4.18, diketahui bahwa nilai AVE semua variabel > 0.5.

4.6.1.2. Composite Reliability

Composite reliability menguji nilai reliabilitas indikator-indikator pada suatu variabel. Suatu variabel dikatakan memenuhi composite reliability jika memiliki nilai composite reliability > 0,7. Berikut adalah nilai composite Reliability masing-masing variabel:

Tabel 4.19 Composite Reliability

Variabel Composite Reliability Cronbach Alpha

Brand Experience 0.943 0.934

Affective Commitment 0.889 0.850

Brand Loyalty\ 0.900 0.860

Berdasarkan Tabel 4.18. dapat diketahui bahwa nilai composite reliability semua variabel penelitian > 0,7. Hasil ini menunjukkan bahwa masing-masing variabel telah memenuhi composite reliability sehingga dapat disimpulkan bahwa keseluruhan variabel memiliki level internal consistency reliability yang tinggi.

4.6.2. Inner Model

Evaluasi path coefficient digunakan untuk menunjukkan seberapa kuat efek atau pengaruh variabel independen kepada variabel dependen. Sedangkan coefficient determination digunakan untuk mengukur seberapa banyak variabel endogen dipengaruhi oleh variabel lainnya. Didalam marketing research, nilai R2 diatas 0,75 keatas dikategorikan substansial, 0,50 – 0,75 artinya sedang, dan 0,25 – 0,50 artinya lemah.

(16)

Tabel 4.20. Tabel nilai koefisien path Koefisien

Path t-statistic P - Values Brand Experience -> Brand Loyalty 0.033 0.195 0.846 Brand experience -> Affective Commitment 0.822 13.497 0.000 Affective Commitment -> Brand Loyalty 0.544 4.564 0.000

Pengaruh langsung pada brand experience terhadap brand loyalty yang dijelaskan oleh nilai path coefficient sebesar 0.033. Data menunjukan bahwa pengaruh tidak signifikan pada variabel ini.

Pengaruh Tidak langsung pada brand experience terhadap brand loyalty melalui affective commitment ialah memiliki nilai path coefficient sebesar 0.822.

Data menunjukan bahwa ada pengaruh signifikan antara brand experience dan affective commitment.

Pengaruh total dari brand experience dan affective commitment terhadap brand loyalty sebesar (0.822 x 0.544 = 0.447). Data menunjukan bahwa adanya pengaruh signifikan pada variabel brand experience terhadap brand loyalty apabila menggunakan affective commitment sebagai variabel mediasi

4.6.3. Uji Goodness of fit

Berdasarkan pengolahan data dengan PLS, dihasilkan nilai R-Square sebagai berikut:

Tabel 4.21 Nilai R-Square R Square Affective

Commitment (X2)

0.676 Brand Loyalty (Y) 0.326

Nilai R-square untuk affective commitment adalah sebesar 0.676 memiliki arti bahwa persentase besarnya pengaruh brand experience terhadap affective commitment adalah sebesar 67.6%, Nilai R-square untuk brand loyalty sebesar 0.326 memiliki arti bahwa persentease pengaruh brand experience terhadap brand loyalty adalah sebesar 32.6%.

(17)

Penilaian goodness-of-fit diketahui dari nilai Q-Square. Nilai Q-Square memiliki arti yang sama dengan koefisien determinasi (R-Square) pada analisis regresi, dimana semakin tinggi Q-Square, maka model dapat dikatakan semakin fit.

Hasil perhitungan nilai Q-Square adalah sebagai berikut:

𝑄 – Square = 1 – [(1 – 0.676) x (1 – 0.326)]

= 1 – (0.324 x 0.674)

= 0.71

Dari hasil perhitungan didapatkan nilai Q-Square sebesar 0,71, artinya besarnya keragaman dari data penelitian yang dapat dijelaskan oleh model penelitian adalah sebesar 71%, sedangkan 29% sisanya dijelaskan faktor lain di luar model.

Berdasarkan hasil ini, model pada penelitian telah memiliki goodness of fit yang baik.

4.6.4. Uji Hipotesis

Pengujian hipotesis penelitian dengan menggunakan analisis PLS dilakukan dengan menggunakan tabel inner weight. Hipotesis penelitian dapat diterima jika nilai t hitung (t-statistic) ≥ t tabel pada tingkat kesalahan (α) 5% yaitu 1,96. Berikut adalah nilai koefisien path (original sample estimate) dan nilait hitung (t-statistic) pada inner model:

T-statistics pada pengaruh brand experience terhadap brand loyalty menunjukan angka 0.195 artinya tidak ada pengaruh dari brand experience terhadap brand loyalty.

T-statistics pada pengaruh brand experience terhadap affective commitment menunjukan angka 13.497, artinya terdapat pengaruh signifikan dari brand experience terhadap affective commitment.

T-statistics pada pengaruh affective commitment terhadap brand loyalty menunjukan angka 4.564, artinya terdapat pengaruh signifikan dari affective commitment terhadap brand loyalty.

4.7. Pembahasan

1. Dalam penelitian ini peneliti mengambil 100 responden di Surabaya. Hasil menunjukan bahwa mayoritas responden adalah wanita dengan jumlah sebanyak 56 orang. Responden mayoritas berusia <20 tahun dengan jumlah 54

(18)

sebanyak 54 orang dan memiliki pekerjaan sebagai pelajar/mahasiswa. Durasi menggunakan IPhone terbanyak ialah > 3 tahun dengan jumlah sebesar 48 orang.

2. Hasil analisa deksriptif terhadap indikator brand experience dan affective commitment terhadap brand loyalty akan dipaparkan dengan penjelasan sebagai berikut:

• Dimensi yang termasuk kategori tinggi pada kisaran mean 3,41 – 4,20 yaitu:

dimensi keterlibatan dan indikator brand loyalty dengan nilai mean sebesar 4.01 dan 4.16

• Dimensi yang termasuk kategori sangat tinggi pada kisaran mean 4,21 – 5,00 yaitu: dimensi sensorik dengan nilai mean 4.48, dimensi afeksi dengan nilai mean 4.46, dimensi perilaku dengan nilai mean 4.28, dimensi intelektual dengan nilai mean 4.40, dimensi emosional dan identifikasi dengan nilai mean sebesar 4.38 dan 4.24.

3. Melihat dari analisa Partial Least Square (PLS) melalui evaluasi Outer model pada penelitian ini akan di jelaskan sebagai berikut:

• Hasil indikator pada variabel brand experience dan affective commitment terhadap brand loyalty memiliki loading factor lebih besar dari 0.70, sehingga indikator-indikator tersebut telah memenuhi convergent validity.

Hal ini berarti, semua indikator dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut.

• Indikator yang paling berpengaruh pada dimensi sensorik adalah IPhone memiliki ciri khas pada pernyataan X1.3 (0.771).

• Untuk dimensi afeksi, indikator yang paling tinggi adalah menggunakan IPhone memberikan kepuasan pada pernyataan X1.5 (0.830).

• Sedangkan untuk dimensi perilaku, indikator yang paling tinggi pengaruhnya adalah menggunakan IPhone dalam melakukan aktivitas sehari – hari pada pernyataan X1.8 (0.788).

• Sementara unuk dimensi intelektual, indikator yang menunjukan pengaruh paling tinggi adalah IPhone merupakan smartphone yang berkualitas X1.10 (0.786).

(19)

• Untuk dimensi emosional, indikator yang memiliki pengaruh paling tinggi adalah X2.1 merek IPhone sudah membekas di hati sehingga tidak tertarik berpindah ke merek lain (0.773).

• Lalu dimensi identifikasi, indikator yang paling tinggi adalah X2.4 ketika seseorang memuji merek Apple IPhone, rasanya seperti pujian pribadi (0.787).

• Untuk dimensi keterlibatan, X2.6 saya pikir adanya perbedaan yang spesifik antara merek Apple IPhone dengan merek smartphone lainnya (0.755) yang memiliki pengaruh yang paling tinggi.

• Indikator tertinggi dari brand loyalty ialah Y1.1 saya akan setia menjadi pengguna IPhone (0.850).

Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa indikator-indikator yang memiliki nilai loading factor yang tinggi.

• Discriminant validity

• Masing-masing indikator pada variabel penelitian memiliki nilai cross loading terbesar pada variabel yang dibentuknya dibandingkan pada variabel lainnya. Dengan demikian bisa dikatakan indikator-indikator yang digunakan dalam penelitian ini telah memiliki discriminat validity yang baik dalam menyusun variabelnya masing-masing.

• Nilai AVE semua variabel > 0.5.

• Composite Reliability

Nilai composite reliability semua variabel penelitian > 0,7. Hasil ini menunjukkan bahwa masing-masing variabel telah memenuhi composite reliability sehingga dapat disimpulkan bahwa keseluruhan variabel memiliki level internal consistency reliability yang tinggi.

4. Dari hasil penelitian di atas dapat diketahui bahwa pengaruh yang diberikan oleh brand experience dan affective commitment terhadap brand loyalty akan dipaparkan dengan penjelasan sebagai berikut:

• Koefisien pengaruh brand experience terhadap brand loyalty sebesar 0.033 dengan t-statistic sebesar 0.195 < 1.96. Hasil ini menunjukan terdapat pengaruh negatif terhadap brand loyalty. Berdasarkan hasil ini H1 yang

(20)

menduga brand experience berpengaruh positif brand loyalty tidak dapat diterima.

• Koefisien pengaruh brand experience terhadap affective commitment sebesar 0.822 dengan t-statistic sebesar 13.497 < 1.96. Hasil ini menunjukan terdapat pengaruh positif terhadap brand loyalty. Berdasarkan hasil ini H2 yang menduga brand experience berpengaruh positif affective commitment dapat diterima.

• Koefisien pengaruh affective commitment terhadap brand loyalty sebesar 0.544 dengan t-statistic sebesar 4.564 < 1.96. Hasil ini menunjukan terdapat pengaruh positif terhadap brand loyalty. Berdasarkan hasil ini H3 yang menduga affective commitment berpengaruh positif brand loyalty dapat diterima.

Referensi

Dokumen terkait

Itu berarti, bahwa pemahaman tentang Mesias (Kristus) telah mengalami perkembangan dari waktu ke waktu, tergantung pada situasi atau kondisi dan tempat di mana

Camat, Sekretaris Camat, Kepala Seksi pada Kecamatan, Lurah, Kepala Sub Bagian pada Sekretariat Kecamatan, Sekretaris Kelurahan dan Kepala Seksi Kelurahan sesuai

Berdasarkan Tabel 10, yang merupakan model pengukuran dari variabel Pandemi COVID-19 menunjukan nilai loading factor beberapa indikator memiliki nilai lebih dari 0,50

Hotel Lombok garden Mataram memiliki masalah seperti kehilangan barang di kamar hotel, tidak adanya dokumen dalam prosedur penghentian aset tetap, checkout dan

Berdasarkan hasil penelitian mengenai analisa pengaruh experience quality terhadap customer loyalty dengan perceived value dan brand image sebagai variabel

PCA sangat berperan penting dalam pendugaan data curah hujan dikarenakan variabel yang digunakan sangatlah banyak serta memiliki multikolinieritas yang tinggi, sehingga

Responden yang diminta partisipasinya dalam pengisian kuisioner penelitian ini terdiri dari kontraktor, pemilik proyek dan konsultan pengawas yang telah bekerja

Manajemen pembelajaran melalui menjabarkan kalender pendidikan, menyusun jadwal pelajaran dan pembagian tugas mengajar, mengatur pelaksanaan penyusunan program